Monday, April 30, 2018

5 Alasan Kenapa Sebaiknya Kamu Memiliki Blus Batik Kombinasi

Sumber foto: pixabay

Saya adalah orang yang tergolong simpel soal memilih pakaian. Untuk pakaian sehari-hari, saya sangat jarang tampil mencolok dan lebih sering memilih outfit yang netral. Termasuk dulu saat bekerja.

Diantara teman-teman saya satu instansi, saya termasuk orang yang sense of fashion-nya biasa-biasa saja, bahkan saat awal bekerja dulu saya cenderung kurang bisa memadu-madankan pakaian.

Sempat keder kalau lagi ngumpul-ngumpul, soalnya kaya kebanting gitu. Saya pun (akhirnya) menyadari hal ini dan curhat dengan Mama di rumah.

Gimana sih caranya tampil stylish di tempat kerja tanpa harus berlebihan?
 
Nah, buat saya pas banget konsultasi soal ini dengan Mama.

Kenapa?

Karena Mama pada masanya adalah orang yang stylish, gaya fashion beliau bersahaja namun tetap anggun. Hal itu nampak jelas dari foto-foto di album saat beliau masih muda. Sayang ya, sense of fashion beliau yang bagus nggak nurun ke saya, anaknya malah geradakan gini. πŸ˜†

Saya ingat, waktu mendengar saya curhat soal kebingungan soal pakaian kerja, Beliau langsung memulai petuah-petuah soal padu-padan pakaian. Beliau saat itu bilang kalau kuncinya ada pada atasan kita. Mama menyarankan saya untuk membeli blus batik kombinasi dengan  warna yang cerah agar tetap tampak serius namun tetap memiliki kesan ceria.

Warna yang cerah? Gumam saya bingung dalam hati.

Saat saya memilah-milah lagi koleksi baju batik yang saya punya, akhirnya saya pun sadar kalau kebanyakan blus batik yang punya warnanya selalu dalam dan serius seperti coklat tua atau abu-abu tua.

Hmmm... Pantesan kebanting, pikir saya geli sekaligus malu. Lha, wong pakaian saya aja nggak menunjukkan usia saya yang masih muda. Masa umur belum genap 20 tahun tapi pakaian udah milih warna gelap melulu. 

Oh, beginikah derita anak fresh graduate yang tersesat di dunia orang dewasa? πŸ˜‚

Akhirnya waktu itu saya pun berburu atasan, terutama yang berupa blus batik.

Sebuah keputusan yang tidak pernah saya sesali, karena ternyata blus batik yang saya beli benar-benar terasa manfaatnya sampai sekarang.

Nah, berdasarkan pengalaman saya, ini dia 5 alasan kenapa kamu sebaiknya punya blus batik kombinasi dalam lemarimu:

STYLISH

Blus batik wanita dengan pilihan warna dan motif yang tepat bisa memberi efek power up penampilan terlihat lebih elegan dan berkelas.

Blus batik kombinasi bisa berupa paduan batik dengan kain polos, brokat, sifon, atau berupa bolero. Karena paduan ini membuatnya menjadi lebih santai, jadi cocok deh dengan kawula muda. Kayak saya. 

PADU-PADAN YANG MUDAH.

Pemakaiannya sederhana, cukup dipasangkan dengan bawahan netral seperti celana panjang hitam atau rok span berwarna coklat muda. Jika menggunakan kerudung, tinggal selaraskan dengan warna blus batik yang digunakan.

Cocok banget buat yang nggak mau ribet πŸ˜‰

CINTA PRODUK INDONESIA

Memakai batik khas Indonesia merupakan salah satu bentuk dukungan pada industri batik kita. Iya nggak?

Saya biasanya memastikan produksi Batik yang saya pilih dari pebatik lokal, dan tentunya memiliki kualitas yang baik.

HARGA RELATIF TERJANGKAU

Ragam batik yang luas mempunyai bentang harga yang variatif. Tapi kalau cermat, pasti ketemu kok dengan blus batik kombinasi yang harganya relatif terjangkau. 😁

Saya biasanya kepo-kepo di internet dulu. Jika membuatnya sendiri ke tukang jahit harganya kurang lebih saja (atau bahkan bisa jauh lebih mahal) mending beli online sih, hehe...

#HematDongBeb

TIDAK TERBATAS WAKTU DAN TEMPAT.

Sekarang pun saat saya sudah resign dan fokus mengurus rumah tangga, blus batik kombinasi yang dulu saya gunakan untuk bekerja masih bisa saya gunakan untuk aktivitas sehari-hari. Misalnya untuk mengikuti pengajian, seminar, atau hangout ke mall.

Cukup padankan dengan rok/celana serta kerudung warna senada jika agak formal. Atau padukan dengan jeans jika sifatnya santai. Selesai!

Gampang banget dan multifungsi. Meski dalam pencariannya (Tsaaah...) memang harus memilih dengan cermat sesuai atau tidaknya dengan gaya serta kepribadian kita. Tapi nggak sia-sia kok kalau kata saya, soalnya saya suka. Hehe

Kalau kamu  sendiri gimana nih?
Share juga di kolom comment ya! πŸ˜‰
Sunday, April 29, 2018

Orang yang Selalu Bahagia



Saat saya masih bersekolah, saya punya seorang kaka tingkat (senior) yang saya kagumi. Kekaguman itu bukan semata-mata karena cantik parasnya. Tapi juga karena cantik hatinya.

Bukan, ini bukan iklan pencerah wajah meskipun mirip tagline skincare ya. :p

Pasalnya, kalau hanya melihat wajahnya dan jika dibandingkan dengan senior perempuan yang lain. Maka saya rasa beliau tidak begitu menonjol. Akan tetapi, cara beliau bersikaplah yang menjadi faktor kenapa saya jadi tertarik. 

Senior saya yang satu itu orangnya murah senyum. 

Dimanapun berada, kehadiran beliau seolah membawa aura positif. Hal ini terbalik dari aura saya yang saat itu gloomy, suram dan nggak cerah sama sekali. Hehe 

Dan mungkin karena pembawaan beliau yang lucu, santun, dan ceria itulah, beliau selalu dikelilingi teman. Selama 2 tahun saya bersekolah dan melihat beliau, tidak pernah sekalipun saya melihat ada air mata, ekspresi cemberut, ataupun kemarahan.

Jika melihat hidupnya, saya rasa siapa saja yang mengenal pasti akan bilang kalau hidupnya baik-baik saja. 

Lulus dari SMK dengan nilai yang sangat baik (beberapa nilai UN beliau bahkan perfect, nggak heran deh kalau disayangi guru πŸ˜†) dan berselang beberapa bulan kemudian beliau langsung lulus mengikuti test pegawai negeri yang beliau ingini, lalu kemudian mendapatkan pasangan yang baik, lalu segera dianugerahi kehamilan yang lancar dan mendapati buah hati yang ganteng dan cantik, dikelilingi keluarga besar dan sahabat yang royal dan sholeh. Punya rumah dan kendaraan yang nyaman.

Well, That's everyone goals.

Hidup yang bahagia.

Dulu, saya kira beliau serba ada dan serba bisa. Rumah tangganya selalu hangat dan penuh cinta. 

Tak ada cekcok, tak ada pertengkaran. Pekerjaan selalu lancar dan mendapat apresiasi positif dari semua orang.

Akhirnya pada suatu kesempatan, saya pun menanyakan dengan beliau. Daripada penasaran terus dan menyangka kalau beliau itu eccedentesiast. Hahaha...

(Suudzon amat sih, buuk...)

Secara gitu kan, yang namanya hidup manusia pasti ada manis dan pahitnya. Masa kalau melihat hidup beliau, rasanya seneng aja terus, lancar aja terus, bahagia aja terus. Jadi langsung aja deh saya tanya blak-blakan..
why your life so happy? 
Beliau hanya tertawa renyah, seperti biasa. Kemudian menerangkan pada saya rahasianya.

Well, ini jadinya semacam wawancara gitu. Maklum ya kalau bakalan panjang dan ngalir ngidul. Hehehe

Bahagia adalah suatu perasaan, suatu anugerah. Bukan suatu kondisi.

"Kebahagiaan datang saat Allah yang berikan semua itu. Bukan kondisi saat kamu merasa hebat dan keren."

Em, iya. Kadang kita merasa akan bahagia kalau memiliki bla bla bla, atau meraih ini itu. Padahal bahagia yang sejati datang bukan dari hal-hal seperti itu. 

Beliau kemudian melanjutkan, 

"ya mungkin memiliki sesuatu atau berhasil mendapatkan sesuatu akan membuat senang, tapi jika suatu saat kita kehilangan atau gagal meraihnya, maka kita akan merasa 'sedih'. 

Kesedihan ini sejatinya karena kita terlalu fokus pada kehilangan kita."

Saya sepakat lagi. Bener, kadang kita lebih sering fokus pada apa yang hilang daripada apa yang masih kita punya.

Tapi nggak puas sampe sini, saya kejar lagi, langsung minta tips-tips dari beliau supaya 

Saya memang junior yang kepo maksimal. Wkwkwk 

Positif thinking dengan Allah dan jangan pernah menyalahkan orang lain

Selalu berprasangka baik kepada setiap ketetapan Allah adalah yang terbaik. 

Kata beliau, hal satu ini memang tidak mudah. Karena seringkali kita lebih mudah menyalahkan sesuatu daripada mengoreksi diri sendiri. Sering melupakan kalau Allah tahu apa yang terbaik bagi kita.

Apa yang kamu sukai belum tentu membawa kebaikan untukmu, dan apa yang tidak kamu sukai bisa jadi membawa kebaikan untukmu. 

Jadi, stay cool.

Jangan selalu mengharapkan manusia, karena sesungguhnya manusia itu makhluk yang lemah. Namun berharaplah kepada Allah, sandarkanlah semua harapan, do'a dan juga mimpi dengan Allah Azza wa Jalla Sang Penguasa Semesta. 

Maka Insya Allah, tidak akan ada kekecewaan yang datang apapun yang terjadi selama kita ikhlas.

Kalaupun ada terjadi sesuatu, beliau berpesan untuk merunut lagi kejadiannya. Pasti dalam suatu kondisi, ada hal yang menarik kita sebagai penyebab masalah, jadi kita tidak bisa menyalahkan orang lain secara berlebihan.

Mampu berlapang dada memang life skill yang harus dipelajari.

Ikhlas dan Maksimal dalam beribadah.

First, biasakan puasa senin-kamis, sholat Dhuha, sholat tahajjud. 

... Dengan hati ikhlas.

Blarrr! 

Berasa kena teguran (lagi) di bagian akhirnya. 😒

"Dengan ikhlas". 

Ah, kapan mengerjakan ibadah itu karena ikhlas? Semata-mata mengharapkan Ridha Allah? 

Biasanya puasa Senin-Kamis sekalian mengganti hutang puasa di bulan Ramadhan. Ngerjain sholat Dhuha pamrih banget pengen rezeki lancar. Ngerjain sholat Tahajjud juga biasanya pas lagi ada hajat doang. Ibadah kenceng cuma pas bulan Ramadhan sama lagi menghadapi masalah/ada permintaan.

Rasanya seperti tanpa sadar diingatkan oleh orang lain. Seharusnya ibadah dikerjakan ikhlas sebagai jalur komunikasi kita dengan Allah, bukan sekedar penggugur kewajiban atau pendukung ambisi duniawi. 😒

Selalu bersyukur dan merasa Ridha dengan takdir (ketetapan) dari Allah.

Tadinya saya pengen ketawa kalau beliau ngomong gini, secara hidup situ kan lancar jaya kayak jalan tol Jakarta di hari raya (istilahnya ngaco benerπŸ˜‚).

Tapi akhirnya saya ketemu deh salah satu cerita sedihnya. 

Beliau, yang saya kira sudah hidup bahagia sejak berbentuk sel telur. Ternyata juga pernah mendapat masalah dalam hidup.

Sebagai anak yang lahir diluar rencana, sang ibu pernah coba-coba  beberapa kali mengugurkan kandungannya karena merasa tidak sanggup merawat banyak anak. 

Meski, Alhamdulillah, gagal.

Who knows, sekarang anak yang dulu tidak diinginkan, berusaha dibuang jauh-jauh, ternyata menjadi anak yang paling membanggakan bagi kedua orang tuanya.

Jika saya lihat-lihat akun sosial media beliau (koq tiba-tiba berasa jadi stalker πŸ˜‚), maka disana-sini berserakan gambar beliau dengan sang ibunda diiringi dengan kalimat-kalimat yang membuat dada terasa hangat.

Cerita tentang sang abandoned child sama sekali tidak terlihat disana. 

You only see a happy family. 

A mother and her beloved daughter.

Dalam hal ini saya setuju banget dengan kata bijak berikut:

Imam Syafi'i berkata, kehebatan seseorang terdapat pada tiga perkara:

1. Kemampuan menyembunyikan kemelaratan sehingga orang lain menyangkamu berkecukupan karena kamu tidak pernah meminta.

2. Kemampuan menyembunyikan amarah. Sehingga orang mengiramu merasa ridha.

3. Kemampuan menyembunyikan kesusahan sehingga orang lain mengiramu selalu senang 

(Kitab Manaqib Imam Syafi;i karya Al-Baihaqi 2/18)

Itu cuma sekilas cerita 'bocor' yang saya dengar dari sahabat dekat beliau. 

Sisanya?

Nggak ada. Tersimpan rapat. Nggak bisa diendus dengan mengandalkan keping-keping informasi di sosial media. 

Tapi dari bijaknya beliau sekarang, entah kenapa saya yakin beliau pasti sudah banyak merasakan kepahitan hidup. 

Eh gak tau juga sih. Saya kadang orang bisa sotoy maksimal soalnya πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ 

🌸🌸🌸

Kalau ada yang nanya, buat apa saya menulis ini?

Tentunya (yang pasti) buat reminder diri sendiri. Sebuah wawancara singkat dengan orang yang kita lihat hidupnya selalu bahagia, selain dicatat di buku, saya catat di blog juga supaya nggak gampang hilang. πŸ˜‰

Sebuah pencegah agar saya nggak keseringan gloomy dan banyak ngeluh dalam hidup.

Muehehehee πŸ˜†

Do not pray for an easy life, pray for the strength to endure a difficult one. Jangan berdoa meminta hidup yang nyaman. Berdoalah untuk memiliki kekuatan untuk menghadapi setiap kesulitan

Ah, hidup yang bahagia. 

Saya juga ingin menjadi pribadi yang selalu ikhlas dengan setiap takdir.
Saya juga ingin menjadi pribadi yang stabil berfikiran positif di setiap keadaan.

Stop wishing, start doing. 

Daripada terus berkeinginan tanp ada progressnya. Hayuk kita mulai dari sekarang.

Semangat!
Thursday, April 26, 2018

Review Pompa ASI Manual Emily Little Giant



Dua minggu yang lalu saya berburu sepatu baru untuk Syuna karena sepatunya yang lama sudah rusak. Saat berkeliling toko, nggak sengaja saya lewat di rak khusus breast pump. 

Ah, melihat salah satu merk breast pump yang nangkring di display rasanya seperti nostalgia... 

Saya jadi teringat perjuangan untuk memberi ASI ekslusif pada Syuna saat sibuk kuliah dan bekerja tahun 2016 yang lalu. Kadang masih nggak percaya diberi Allah kekuatan untuk bisa melewati masa-masa sulit hingga bisa memberikan ASI full selama 2 tahun. Bersyukur banget kala itu saya mengenal dunia ASI perah dan juga pompa ASI manual.

Nah, ngomongin breast pump alias pompa ASI, waktu itu saya memakai pompa ASI manual Emily Little Giant. 

Cerita pertemuan kami berdua (halah..  πŸ˜‚) begitu panjang. 

Saat itu saya masih tinggal di Rantau, kota kelahiran saya di Kalimantan. Pertama-tama saya dan suami mencoba berburu breast pump ke beberapa babyshop dan juga apotek. Sayangnya, meski sudah muter-muter kami masih belum menemukan breast pump yang baik dan sesuai dengan harapan kami.

Rata-rata toko hanya menjual pompa ASI berbentuk seperti klakson yang berwarna merah tua, merk-nya apa ya, mami kalau nggak salah. Dan saat hamil di trimester kedua, saya (yang masih belum update soal per-ASIP-an) sebenarnya juga sudah beli itu. Hehe.. harganya murce, cuma 7000an. Jadi saya iseng aja beli. πŸ˜†

Namun begitu mendengar pengalaman Mama yang sempat memakai breast pump tipe 'klakson' itu (ngasih nama seenaknya πŸ™ˆ) dan mengalami lecet parah, saya membatalkan niat untuk memakainya. Terlebih mama juga menyarankan untuk mencari pompa ASI yang lain saja. 

Fix, kami berdua pun semakin bertekad untuk mencari pompa ASI yang lebih baik.

Disaat itu saya merasa nyesel kenapa nggak mempersiapkannya saat masih hamil dan kuliah di Banjarmasin. Kan di kota besar pasti ada ya yang nyetok breast pump, beda sama di kota kecil 😞😁

Seminggu mencari dan hasilnya nihil. Saya sempat merasa putus asa dan ingin membeli daring saja. Waktu browsing-browsing di internet, saya kepincut dengan merek Medela karena banyak ulasan tentang penggunaannya yang praktis dan nyaman, tapi begitu melihat harganya... Emm... saya pelan-pelan mundur teratur.

Maklumlah, masih kuliah dan baru belajar menata keuangan. Saat itu banyak pengeluaran ekstra. Hihi

Untungnya Abang saya punya jaringan yang luas dimana-mana. FYI, Abang saya bukan tower ya.πŸ˜‚

Tapi saat saya curhat belum menemukan breast pump yang bagus. Ternyata beliau juga menanyakan dengan teman-temannya. Dan yang namanya rezeki kali ya, ternyata ada salah satu teman Abang yang bekerja di apotek Adira Kandangan menghubungi balik, beliau memberitahukan ada stok satu box breast pump disana. 

Yeeeeaayyy!

Tanpa menunggu lama breast pump itu langsung kami keep. 😁 Malam mendapat kabar. Sore besoknya Abah langsung pergi ke Kandangan sesudah pulang dinas pagi di Rumah Sakit. 

sumber

Langsung aja ya, saya akan menjabarkan plus minus produk ini.

KELEBIHAN

1. Daya hisap kuat dan lembut. Nggak perlu bersusah payah memompa, tuasnya gampang digerakkan. Daya hisapnya lumayan kuat namun tetap terasa lembut.

2. Produknya Lengkap. Selain botol dan peralatan pompa (valve, tuas, dot diafragma, dll). Saya juga dapat bonus 5 kantong ASI yang terbuat dari plastik dan sudah dilengkapi thermal sensor.

Begitu beli sambil jalan berburu botol kaca, bisa pakai bonus kantong ASInya dulu 😜

3. Mudah dirakit, mudah dibongkar, mudah di sterilisasi. Dulu saya pakai sterilisasi manual aja, alias direbus dan dikukus. Karena bongkar-pasangnya gampang, nggak ngerepotin sama sekali deh.

4. Penggunaannya sangat mudah, karena manual nggak ada bunyi macem-macem seperti yang elektrik. Tuasnya juga nggak terlalu keras πŸ˜‰

3. Dibandingkan dengan merk lain, pompa ASI ini harganya relatif murah. Seingat saya waktu itu pada kotaknya ada tempelan label harga Rp.170.000, tapi karena last stock dan sesama tenaga kesehatan, saya membeli dengan harga Rp.150.000, saja. 

Mungkin bila beli online atau di Pulau Jawa harganya bisa lebih murah lagi ya, apalagi bila ada diskon. Tapi saya kan tinggal di Kalimantan. Jadi harganya pasti lebih mehong.

(Barusan browsing 😁)

KEKURANGAN

1. Saya bermasalah dengan bagian valve dan corongnya.

Awal menyusui ukuran PD saya kan naik berapa cup tuh, jadi waktu lagi sesak-sesaknya, corong isapnya itu berasa kecil banget kalau dipakai pumping.πŸ˜‚

Meski tetap ya, bisa bekerja dengan baik asal masang dan makainya bener. 

Dan lagi, menjelang genap 2 tahun PD balik lagi ke size awal, masalah dengan si corong ilang deh. πŸ˜†

2. Susah mencari spare part-nya

Waktu itu sesudah sterilisasi peralatan breast pump, nggak sengaja saya keselip mengeluarkan valve-nya dari cooler bag, jadinya ketinggalan deh. Karena nggak ketemu-ketemu saya pikir hilang, dan saya panik. πŸ˜‘

Ini dia yang namanya valve
Sumber

Saya coba browsing di internet, ternyata nggak ada toko yang menjual spare partnya. Sempat masuk ke beberapa forum Ibu-ibu yang mengalami hal serupa, katanya bisa sih diganti dengan menggunakan Valve dari brand lain. Tapi sama aja, di kota saya mana ada yang jual. 

Saya coba browsing sekali lagi di market place, eh ternyata ada! Tapi harganya lumayan, apalagi plus ongkir ke kota kecil di Kalimantan ini. Biaya ongkirnya bahkan lebih besar daripada harga valve-nya. Kan sedih. 😒


Untung waktu dicari ulang sama suami langsung ketemu. Jadi saya nggak repot-repot lagi deh mikirin beli ulang Hehe πŸ˜†

KESIMPULAN PEMAKAIAN BREAST PUMP EMILY LITTLE GIANT

Breast pump ini menemani saya selama 2 tahun hingga Syuna lulus ASI eksklusif dengan paripurna. Overall, saya cukup puas dengan kinerja pompa ASI Emily Little Giant. Dari segi kenyamanan memakai, kemudahan sterilisasi, dan (of course!) harga, rasanya saya beruntung bisa menemukan breast pump ini. 😁

Sekarang breast pump-nya sudah saya hibahkan dengan kakak saya. Lengkap dengan botol kaca dan sloki minumnya. Jika hamil lagi, rencananya saya akan beli breast pump baru. Semoga ada rezekinya ya ^^ (sekalian minta do'a)

Nah, itu aja dari saya, see you on the next post!
Tuesday, April 24, 2018

Kenapa Memilih Suntik KB 1 Bulan?



Setelah setengah tahun terakhir galau memilih kontrasepsi, akhirnya tanggal 4 April kemarin saya memantapkan hati untuk mencoba suntik KB satu bulan di bidan dekat rumah. 

Sebelumnya kurang lebih sekitar 3 tahun terakhir, saya memakai kontrasepsi betupa pil KB harian. Tapi jujur sih, saya sadar diri orangnya pelupa dan sering minum nggak tepat waktu. Jadinya pengen beralih ke metode lain yang lebih praktis. πŸ˜€

Tadinya pengen sekalian pasang IUD aja supaya terbebas dari produk rekayasa hormonal. 

Tapi makin kesini, saya merasa mesti konsultasi ke dokter ginekologi dulu deh, mengingat saat melahirkan Syuna dulu katanya ada sedikit ruptur rahim, entah ya berpengaruh atau tidak dengan pemasangan IUD, tapi saya ingin meyakinkan diri sebelum memasang benda asing di tubuh saya. Hehe

Suami menyarankan untuk suntik KB saja dulu untuk sementara waktu. Jadi, yes, kenapa nggak saya coba aja, Bismillahirrahmanirrahim...

KENAPA MEMILIH SUNTIK KB 1 BULAN?

Oke, saya cerita dulu sedikit ya BTS-nya... Supaya rada panjang dikit. πŸ˜‚

Pertama kali saya datang ke tempat praktek bidan dan bilang ingin suntik KB. Beliau memastikan dulu kalau saya tidak dalam keadaan hamil, kebetulan paginya saya sudah cek pakai testpack dan hasilnya negatif, jadi oke, boleh disuntik. 

Beliau mempersilakan untuk memilih suntik KB berapa bulan yang saya inginkan. Pilihannya ada dua, ada cyclofem untuk jangka waktu 1 bulan dan triclofem untuk jangka waktu 3 bulan.

Ketahuan dari namanya ya...

πŸ… cyclofem hanya untuk satu kali cycle alias siklus yang biasanya 24 hari dan harus dilakukan suntik ulang setiap 30 hari.

πŸ… Sedangkan triclofem (tri) untuk 3 kali siklus, suntik ulang dilakukan per tiga bulan atau setiap 90 hari.

Suka pilih pengen yang mana, kalau saya memilih suntik KB 1 bulan aja, alias pakai cyclofem. Kandungannya kombinasi antara hormon progestin dan hormon estrogen. Saya mempertimbangkan suntik KB 1 bulan sesudah konsultasi dengan Ibu bidan yang ada di sana. πŸ˜‰

Well, pernah dengar kan rumor kalau suntik KB bikin rahim kering?πŸ€”

Saya juga ciut dibagian ini dong... πŸ˜›

Saya memakai KB hanya untuk memberi jarak kelahiran anak. Saya juga masih pengen nambah dedek buat Syuna (seperti becandaan si Abah belakangan, nambah barisan katanya πŸ˜‚). Tapi karena sementara ini ada prioritas yang lebih penting, kami berdua memutuskan untuk menunda anak ke-2 dahulu. 

Waktu saya bertanya kalau untuk kontrasepsi jangka pendek yang mana suntik KB yang lebih recommended, bu Bidan tanpa ragu langsung menyodorkan cyclofem. 

Why? πŸ˜—

Jadi, dari penjelasan beliau yang saya ingat, kehamilan akan terjadi bila kedua pihak (suami & istri) sama-sama subur. 

Untuk perempuan, cara paling mudah untuk mendeteksi kesuburan adalah melalui siklus menstruasi. Karena jika perempuan mengalami menstruasi, artinya aktivitas ovulasi di rahim berlangsung dengan normal. Jadi Insha Allah sel telurnya siap untuk dibuahi dan mengalami kehamilan.

Hubungannya dengan KB suntik yang saya pilih berkaitan dengan efek sampingnya. 

Untuk penggunaan KB suntik 1 bulan, kemungkinan mendapat menstruasi lebih tinggi dibandingkan dengan KB suntik 3 bulan. πŸ˜‰

Selain itu, logikanya untuk saya yang terbiasa minum pil KB harian, tubuh sudah terbiasa menerima dosis obat harian. Nah, untuk KB suntik dengan jangka waktu 1 atau 3 bulan, tentu dosisnya juga sudah diperhitungkan untuk bisa bekerja aktif selama tempo waktu tersebut, artinya, dosis yang diterima tubuh juga jelas lebih besar. 

Layaknya tubuh harus beradaptasi dengan dosis obat dalam suntik KB yang lumayan besar, tentu jika pemakaiannya dihentikan perlu waktu yang lebih lama untuk mengembalikannya ke sistem default kita yang normal.

Lebih sedikit obat yang masuk, IMHO lebih baik, itulah kenapa saya memilih suntik KB 1 bulan, yakni supaya siklus menstruasi saya tidak terlalu kacau. Karena katanya, penggunaan suntik KB 3 bulan lebih rentan mengalami amenorrhea, alias tidak menstruasi. 😢

Terus, apakah suntik KB 3 bulan jelek gitu? πŸ˜—

Nggak sama sekali.

Suntik KB 3 bulan sangat cocok untuk ibu menyusui karena tidak mengganggu produksi ASI. Tapi Syuna sudah lulus ASI 2 tahun. Jadi saya prefer pakai suntik KB yang 1 bulan ajaa... (Selain dari alasan yang saya jabarin diatas ya.. 😁)

Dan lagi, saya sadar diri kalau orangnya pelupa. Kalau menunggu 3 bulan, saya takut melenceng dari jadwal suntik karena kelamaan. πŸ˜‚

🌽🌽🌽


PROSES SUNTIK KB SEREM NGGAK?

Kalau kata saya mah, nggak sama sekali. Hahahaha

Tadinya udah keder duluan karena ini pengalaman pertama. Jadi, habis ditensi dan BB serta tinggi badan saya diukur. Saya nyodorin tangan duluan karena menyangka bakalan disuntik di lengan. 

Kan katanya intra muskular. 
*Emak sotoy πŸ™ˆ

Eh, ternyata Bu Bidan nyuruh naik ke tempat tidur buat tengkurap. 

Eeerrr.... TERNYATA DISUNTIKNYA DI BOKONG sodara-sodara, bukannya di lengan πŸ˜‚

Alhamdulillah sih, kebetulan aja waktu itu lagi pake daleman yang cakep. 
(Apa hubungannyaaaaa.... πŸ˜‚)

 πŸŽˆ Dialog random selama disuntik πŸŽˆ

Saya: merem sambil berusaha merilekskan tubuh bagian bawah.

Bu Bidan: "misi ya... Saya izin buka sedikit"

Kurang lebih 5 detik kemudian...

Bu Bidan: "Sudah. "

Saya: "Hah? Cepet bener? Beneran udah selesai nih bu? 😐"

Bu Bidan: "Iya, kan yang disuntik dikit, jadi bentar aja selesai dong"

Saya: Bangun dan duduk kembali ke kursi sambil malu-malu meong. 

Oke, dengan random talk diatas saya nyatakan kalau saya nggak kapok disuntik, nggak kerasa sakit sama sekali sih. Wakakaka

Anjuran dari Bu Bidan, nggak boleh HB dulu sekitar 7 hari sesudah disuntik untuk memastikan obat sudah bekerja sempurna. Karena saya disuntik waktu haid hari ke-3, jadi sesudah bersih di hari ke-7, tinggal menunggu 3 hari doang. 

Kalau mendesak, bisa diakali dengan memakai kontrasepsi tambahan, kondom misalnya πŸ˜‰


SEKITAR EFEK SAMPING KB 1 BULAN.

Semua kontrasepsi ada sisi positif dan negatifnya, begitu juga si suntik KB 1 bulan. Dari yang saya baca, katanya begini efek samping penggunaan KB 1 bulan...

1. Ada bercak (spotting), tapi saya aman-aman saja, tidak mengalami bercak sama sekali. 

2. Mual muntah. Sama, juga nggak ada.

3. Berat Badan naik/turun. Belum ada nimbang lagi sih, tapi kayanya masih seperti biasa. Saya juga masih program menuntaskan hutang puasa, jadi kalau turun 1-2kg sepertinya masih normal ya. πŸ˜†

4. Amenorrhea (tidak haid). Saya belum haid karena belum genap siklusnya... Let's wait and see... 😊


🌽🌽🌽

KESIMPULAN

Jadi keputusan saya untuk memilih suntik KB satu bulan kira-kira alasannya begini:

1. Efektivitas sangat tinggi, yakni 99% dengan tingkat kegagalannya hanya 3-5 wanita hamil dari setiap 1.000 pasangan dalam setahun.  Kecil banget ya? Mmm... saya jadi yakin nih. πŸ˜†

2. Tidak untuk jangka lama. Saya hanya berencana melakukan suntik untuk beberapa bulan karena masih menimbang-nimbang rencana untuk memasang IUD. Jadi kalau per satu bulan kan nggak lama menunggu.

Sampai saat ini saya belum mendapatkan menstruasi. Tapi belum sampe 24 hari sih... Hehe. Nanti saya update lagi perkembangannya bagaimana ya πŸ˜‰πŸ˜Š

3. Kemungkinan subur kembali lebih cepat dibandingkan dengan suntik yang satunya. Alasannya seperti yang sudah saya tulis diatas, karena kandungannya relatif lebih mudah 'dibersihkan' oleh tubuh. πŸ˜€

πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—

Well, apapun kontrasepsi yang dipilih, baik itu suntik KB ataupun yang lainnya. Ada baiknya untuk berkonsultasi dulu ya dengan tenaga kesehatan terkait. Karena terkadang beda orang, efeknya juga beda-beda. 

Kalau saya sih sejauh ini belum ada keluhan  yang berarti. Dan mudah-mudahan normal aja ya... Aamiin πŸ˜†

Nah, kalau kamu sendiri pakai kontrasepsi apa? Sharing juga dong! 
Sunday, April 22, 2018

Belajar Psikologi dari dr.Frost yang Jenius dan Rupawan



Awal mengenal aplikasi membaca komik online, Webtoon, pada tahun 2016an, aku benar-benar jatuh cinta.

Kala itu aku yang lama vakum dari dunia perkomikan membabat semua genre yang ada tanpa kecuali, baik itu komedi, slice of life, drama, fantasi, bahkan horor dan thriller. Dua genre yang biasanya kuhindari.

Maklumlah, mama muda satu ini me time-nya memang gitu, membaca komik. πŸ˜

Aku masih ingat webtoon yang kubaca saat pertama kali adalah The Sake of Sita, cerita time travel dengan sentuhan mitologi Dewi Kumari berwujud anak kecil di negara Nepal yang mengharu biru. 

Baru baca satu judul aja mata udah sepet, ceritanya mengandung bawang sih, bikin nangis! 😒

Tapi seakan tidak jera, berikutnya aku meluncur ke judul lain, Tower of God, Noblesse, King of Bath, Hive.

Ah, entah kenapa kebanyakan komik yang berikutnya kubaca mempunyai genre fantasy. Hehe πŸ˜†

Overdosis webtoon tema fantasi ternyata membuatku merasa bosan. Aku mulai mencari rekomendasi webtoon yang lebih realistis.

Saat itulah aku menemukan judul dr.Frost di salah satu forum.

Pertama kali membaca judulnya yang berbau medis, aku langsung merasa tertarik. 

Kenapa?

karena dari judulnya, sepertinya komik ini berkaitan dengan kesehatan, yang merupakan salah satu genre favoritku, like, I was working on that field too. So I can relate the situation. 😁

Sayangnya saat itu webtoon dr.Frost ternyata belum available di Webtoon regional Indonesia.

Aku yang baru saja bisa membaca di platform aplikasi Webtoon juga masih belum tahu bagaimana cara switch bahasa. Jadi ya udah, nggak baca deh.

Rezeki, berkat iseng dan kurang kerjaan kepo dengan menu pengaturan, aku pun mengutak-atik setting bahasa dan mengubah regional negara (salah satunya switch dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris).

Dan, voila!

Ternyata Webtoon yang tersedia juga berbeda! Waktu itu aku baru tahu kalau ternyata beda negara, komik yang available pun juga berbeda-beda πŸ˜†.

Bagi pecinta komik sepertiku, menemukan fakta begini rasanya itu senang banget, kayak ketemu barang bagus yang dikasih diskon gede... 
(Perumpamaan si emak emang random ya, harap maklum. hahaha)

Webtoon yang langsung menarik perhatianku tentu saja adalah dr.Frost.



Wew, ternyata dia duluan terbit di belahan dunia lain toh, bukannya di Indonesia raya. Pantesan nggak ketemu pas dicari kemarin-kemarin. πŸ€”

Tentang komiknya...

To be honest, kesan pertamaku adalah gambarnya biasa-biasa saja.  πŸ˜‚

Berbeda dengan manhwa lain yang biasanya memiliki teknik pewarnaan atau penokohan yang mendetail, di komik karangan Lee-Jeong Bum ini bahkan ada beberapa tokoh yang wajahnya terlihat mirip (di author box kasus persona -CMIIW-, komikusnya pun mengakui hal itu karena protes dari beberapa pembaca yang masuk). 

Tapi tunggu, jangan buru-buru underestimate. Hehe...

Okelah gambar nomor sekian, seperti halnya teknik Mangaka Detective Kindaichi yang IMHO wajah tokoh-tokohnya rada mirip. Keduanya punya daya tarik disisi lainnya.

Untuk cerita Det.Kindaichi mungkin lebih pada plot twist dan metode yang benar-benar out the box.

Sedangkan pada webtoon dr.Frost, lebih pada jalan cerita yang dibawakan dan juga psikologi terapan yang bisa kita lihat sehari-hari. 

Eh iya, meskipun ada unsur 'dr', tapi webtoon ini membahas tentang psikologi lho! πŸ˜‰


Alurnya yang smooth dan disertakan penjelasan yang gampang dipahami, bahkan oleh orang yang tidak memiliki background psikologi sepertiku, komik yang benar-benar menarik.✨

FYI, komik dr.Frost disusun bukan hanya berdasarkan riset pribadi oleh penulis. Tapi juga konsultasi kasus dengan para professor dari Universitas ternama yang berada di Korea. 

So, penjelasannya itu runut dan juga jelas karena ada pakar yang ikut memberi materi. (Meskipun best com Indonesia di bagian komentar isinya penjelasan istilah psikologi semua sih πŸ˜…)

Sebuah kiriman dibagikan oleh Zulaeha B.A Rozali (@syunamom) pada

Mmm, Mungkin kalian sudah pernah menonton film barat serupa yang berjudul 'Lie to Me'?

Nah, bisa dibilang konsepnya mirip-mirip lah, meski beda profesi tapi backgroundnya sama-sama psikologi. Keduanya baik Carl Lightman dan Frost sama-sama ahli menggunakan mikro-ekspression, yaitu ilmu untuk membaca emosi seseorang dalam tempo waktu 0,2 detik. 

Mungkin author keduanya sama-sama terinspirasi dari Paul Ekman, Ph.D, si bapak mikro-ekspresion.

WEBTOON YANG DIANGKAT JADI DRAMA 

Begitu mendengar kabar webtoon dr.Frost ada versi adaptasi ke drama, aku pikir pastinya akan sama persis dengan kasus-kasus psikologi di dalam komiknya. Jadi aku pun menunda-nunda nonton. 

Ya... buat apa gitu kan? Toh aku kan udah tau ceritanya gimana. LOL.

Penundaan ini berlangsung 2 tahun lebih. Bener-bener nggak niat nonton lah pokoknya mah. πŸ˜‚

Tapi karena lagi ada bonus kuota, bulan kemarin aku memutuskan untuk menonton beberapa episode.

Dan... Errr, rasanya kok beda jauh banget yak plotnya sama di komik?πŸ€” 

Diantara 10 episode yang ada, kasus yang sama paling hanya 1 atau 2 biji saja, itupun dikembangkan dengan plot yang baru dan memakai pemecahan yang sedikit berbeda.

Salah satu chapter yang nggak ada, yakni cerita wanita yang saat kecil menjadi korban ibu yang mengalami post-partum depression

To sum it up, dibanding dengan versi manhwa dr Frost yang memecahkan kasus gangguan psikologis sehari-hari, dramanya lebih pada genre detektif, murder, dan juga sedikit unsur thriller. 

Meskipun pada pemecahan kasusnya juga dijelaskan sedikit tentang gangguan/faktor yang menyebabkan pelaku melakukan kejahatan. 

Intinya kalau pengen yang damai-damai, baca komiknya.
Kalau ingin yang berdarah-darah, nonton dramanya.

Buuuuuut one thing for sure, brace yourself karena keduanya sama-sama minim unsur romance! 

Don't expecting too much laaah.. 😜

DETAIL TOKOH-TOKOH DI DRAMA DR.FROST




1. dr.Frost atau Professor Baek Nam Bong

Main cast, seorang pria ganteng yang memiliki otak jenius.

Sayangnya saat masih kecil dia terlibat kecelakaan parah yang menyebabkan kedua orangtuanya meninggal dunia serta cedera pada frontal lobe (otak depan) yang berefek dr.Frost kehilangan sebagian besar emosinya.

Kenapa Frost?

Karena orangnya dingin, kaku, dan rambutnya berwarna putih. Otaknya terlalu logis dan memandang segala sesuatu berdasarkan teoritis, wajahnya selalu datar.

Btw, meskipun bertitel Professor, judulnya masih menggunakan titel doktor... 😁

2. Yoon Sung-A.

Asisten dr.Frost di ruang konseling Universitas Yonggang. 

Memiliki kepribadian yang terbalik dengan dr.Frost, Sung-A bersifat ceria, hangat, perhatian dengan orang lain, dan emosional.

3. Professor Song sun

Ya, banyak professornya ya... haha

Prof. Song Sun adalah teman kuliah dr.Frost dan dempat naksir dengan dr.Frost, tapi akibat salah paham dengan sebuah kasus jadi benci setengah mati.

4. Professor Chun

Ayah angkatnya dr.Frost, sangat baik dan tipe dosen yang sepertinya akan disenangi para mahasiswanya.

πŸ“½πŸ“½πŸ“½



Dari komik dan dramanya (yang nggak saya nonton habis karena gak mau baper secara psikologis), banyak istilah gangguan psikologi yang baru aku kenali. 

Misalnya Smile Masker Syndrome, yaitu gangguan psikologis berupa selalu tersenyum di keadaan apapun, bahkan saat menceritakan atau mengalami hal-hal buruk. 

Mengingatkan kita pada  tokoh  Joker di  film Superman yang selalu tersenyum lebar, creepy, isn't it?




Gangguan ini dikemukakan oleh psikiater Jepang Makoto Natsume, ini biasanya diderita oleh orang-orang yang bekerja di perusahaan jasa yang of course, manner pada pelanggan itu selalu diutamakan.

Jadi, meski berada dalam situasi yang normalnya membuat seseorang marah, mereka harus meredam emosi dan menampilkan senyum semenawan mungkin karena membawa citra tempat kerja. 

So, intinya sih emosi seperti marah, sedih, khawatir, itu normal ya. Yang nggak normal adalah saat nggak bisa menampilkannya atau justru tidak bisa berlebihan menampilkannya.

Tentang resensi drama dr.Frost bisa kalian baca selengkapnya disini ya πŸ˜‰

πŸ“½πŸ“½πŸ“½

Beberapa yang saya pelajari dari komik dr.Frost, diantaranya:

1. Ruang tamu seseorang adalah bagaimana dia ingin dipandang, citra diri. 

Karena jejak perilaku bawah sadar kita pasti tertinggal disana.

Namun senyata-nyatanya ruang tamu, itu tetaplah sebuah pencitraan. Kamar tidur adalah tempat yang paling menunjukkan diri kita sebenarnya.

2. Anak-anak yang emosionalnya tidak terselesaikan/terabaikan cenderung mempunyai masalah kepribadian di masa depan.

Misalnya, anak yang tidak mendapatkan simpati dari orangtua saat kecil kebanyakan akan mencari simpati dari orang lain saat dewasa.



3. Orang yang tidak ingin membuka diri/menyimpan sesuatu biasanya akan  bicara dengan tangan terlipat (bersedekap) atau kaki menyilang. 

Coba, pas kesel diomelin misalnya, pernah memperhatikan nggak biasanya tangan kita pasti terlipat? Itulah bahasa tubuh.

Saat tidak ingin menerima sesuatu, tubuh kita juga akan menunjukkan 'defense' secara tidak sadar.


4. Jika berbohong, ada sikap natural yang akan dilakukan tubuh dan bisa dijadikan indikasi.

Misalnya:
🎈 Menggesekkan kedua jempol tangan
🎈 Mata yang sering berkedip.
🎈Meminta lawan bicara mengulang pertanyaan dengan nada yang naik.
🎈 Menutup mulut/bagian tubuh terdekat seperti bibir atau hidung. 

5. Ketertarikan seseorang bisa dilihat dari arah pusarnya.

Seseorang yang berkencan dan tertarik satu sama lain biasanya duduk berhadapan dengan pusar saling mengarah.

Tubuh bagian bawah (kaki) seseorang juga bisa dijadikan indikasi, bila kakinya mengarah ke letak pintu keluar saat kalian ngobrol.

Well, itu artinya dia pengen cepet-cepet pulang (alias dia bosen sama lu πŸ˜‚πŸ’”)

πŸ“½πŸ“½πŸ“½

Nah, segitu dulu yang aku ingat, kalau mau tahu lebih lanjut bisa langsung baca komiknya atau nonton filmnya aja ya, recommended kok buat nambah-nambah pengetahuan soal psikologi. 

Dan oh iya, untuk poin 3, 4, 5 itu  juga harus lewat pengamatan yang mendalam. Nggak bisa disimpulkan secara instan dari ciri fisik oleh orang awam. Tapi secara bahasa tubuh sih katanya begitu. πŸ˜‰

Saat ini sendiri webtoon dr.Frost memasuki penghujung season pertama dengan ending yang masih menggantung, dramanya pun demikian.

Aku tebak tidak lama lagi akan menyusul season kedua. Tapi karena sudah lumayan lama dan masih belum ada kabar terbaru tentang jadwal perilisannya, mungkin saja sang author saat ini masih mengumpulkan informasi dari ahli psikologi beneran, ya? 😁

Anyway, thanks for reading! Jika ingin menonton dramanya langsung search aja di internet ya, untuk versi manhwanya bisa kalian baca di aplikasi Webtoon ya.

Have a nice day! ^^
Thursday, April 12, 2018

Earth Day: Merayakan Hari Bumi Setiap Hari



Merayakan Hari Bumi Setiap Hari - Tidak terasa di tahun 2018 ini kita sudah memasuki bulan April. Alih-alih merayakan April Mop yang nggak ada manfaatnya, di bulan istimewa ini kita justru akan bertemu dengan salah satu hari perayaan yang tidak biasa, yaitu Hari Bumi Internasional alias International Earth Day.

Mungkin banyak dari kita yang belum akrab dengan Hari Bumi Internasional ini, seperti kemarin pas saya dan teman-teman blogger dari Female Blogger Banjarmasin membahas tentang Hari Kebahagiaan Internasional 😁


Oh iya, teman. Ngomongin tentang Hari Bumi internasional menurut saya tidak terlepas dari apa yang sudah kita lakukan untuk bumi, planet tua yang sedang kita tinggali saat ini.

Apakah kira-kira dengan numpang tinggal disini, kita sudah menjaga dan merawatnya dengan baik? Tidak menyakitinya? Hmm.... Mari kita renungkan lagi... Sudah atau belum?

Kalau saya sih, jujur aja masih belum yakin udah bener apa belom. Kayaknya sih banyak belomnya yaaa daripada yang sudah... πŸ˜‚πŸ€”

Karena itu, kali ini saya pengen membahas tentang cara merayakan Hari Bumi Internasional yang bisa kita lakukan setiap hari, yakni dari sisi mengelola sampah. 

🌷🌷🌷

Teman, pernah dengar kata-kata "kebersihan adalah sebagian dari iman"?

Biasanya kalimat nasehat agar menjaga kebersihan ini menempel sebagai reminder di ruangan kelas atau bahkan di pinggir-pinggir jalan. 

Kalau sekarang sih mungkin jarang yaa, secara kita (kita??) kan sudah nggak sekolah lagi. 😁 Tapi dulu pas masih SD, seingat saya hampar di setiap ruangan kelas di sekolah pasti ada tulisan itu. Berkesan banget karena setiap hari pas masuk kelas pasti tidak sengaja baca. Hehe

Kalimat 'Kebersihan sebagian dari iman' itu bak kalimat mandatory di zaman saya buat memacu semangat bersih-bersih kelas karena disangka bagian dari hadits

TAPI... ternyata kalimat itu bukan hadis. ❕ 

Meski begitu, kebersihan memang hal yang sangat penting. Saya yakin semua orang dari berbagai SARA juga akan setuju. Iya kan?

Tapi sedihnya itu... Meski sudah tahu kebersihan itu penting. Masih banyak yang mengabaikannya. 

Saya beberapa kali bertemu dengan orang yang keren. Bajunya branded, tasnya cihuy, gayanya kekinian, make-up juga on fleek banget. Sekali melihat itu kesannya cantik/ganteng dan classy. Dari bahasa tubuhnya juga kelihatan kalau pendidikannya bagus. 

Tapi apa?

Tapi habis pakai tisu sama makan-minum itu sampahnya dibuang sembarangan. 😯

Rasanya impresi saya yang indah dan tiba-tiba terhempas. πŸ˜”


Yang kenal saya pasti tahu, saya bukan orang yang clean freak seperti Levi di Attack on Titan. Jadi saya pribadi orangnya juga sebenarnya juga nggak bersih-bersih amat.

B aja gitu.

Saya dulu pas masih di asrama lebih dikenal sebagai 'penimbun sampah' karena sering merasa sayang buat buang-buang barang.πŸ˜‚

Pas pulkam SMF dulu, bahkan barang bawaan saya menuh-menuhi rumah mama. Wagelaseeehhh rempong banget masa 5 karton isinya buku semua. Belum lagi baju sama perintilan lain.  πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Kalau Abah sekarang sering bilang saya mirip sama Patrick karena kebiasaan numpuk barang ini. Untungnya, saya orangnya nggak terlalu hobi nonton Sponge Bob, jadi saya nggak merasa tersungging sama sekali. Saya ingatnya Patrick ya bintang laut yang lucu. Hahaha. 

Ya saya dulu pernah juga lah 'nakal' buang-buang sampah sembarang.

Duluuuu banget, pas masih SD.

Habis jajan marimas, pop ice, frutang atau jus ngeliat tempat sampah yang paling dekat penuh, ya sampah sendiri pun ditumpuk aja deketan sama keranjang tempat sampahnya yang penuh tadi. Ikut-ikutan temen yang juga begitu. πŸ˜—

Tapi makin gede, saya makin mikir, kayanya buang sampah begitu salah deh ya? Soalnya melihat tempat sampah yang lain kok kosong aja. Cuma tempat sampah yang deket sama mas-mas yang jualan jajan doang yang penuh.

🌱🌱🌱

Kalau melihat cara menangani sampah dari sisi keluarga, maka yang paling saya suka adalah cara Mama. 

Why? 

Karena Mama saya itu orangnya teratur banget, masalah buang sampah itu semacam ada template-nya.😁Kalau buat saya sebagai anak, beliau itu adalah single mother yang paling keren diatas muka bumi ini. πŸ’œ

Mama paling nggak bisa melihat ada sampah plastik atau cuma sekedar dedaunan kering berserakan di halaman kami, pasti ujungnya beliau bakalan bersih-bersih. Kalau kata kami orang Kalimantan, namanya itu "batimbun", sampahnya ditumpuk jadi satu terus dibakar.
(Sebenarnya pembakaran nggak terlalu bagus, tapi untuk saat ini masih efektif)

Mama dulu pernah cerita kalau waktu masih bocah, beliau menghabiskan masa kecilnya di Kandangan. Disana beliau tinggal di rumah nenek (Kalau saya manggilnya datuk) yang a la rumah Banjar.

Kalian tau rumah Banjar?

Itu loh, yang bubungan (atapnya) tinggi dan juga punya kolong rumah yang lebih dari satu meter.

Jadi neneknya Mama di Kandangan itu orangnya tipe yang sangat disiplin menjaga kebersihan lingkungan. Rumah boleh biasa-biasa aja. Makanan boleh cuma singkong rebus. Tapi kata mama, buat beliau, menjaga kebersihan itu adalah hal yang utama. Kolong rumah aja rutin beliau bersihkan, daun-daun bila sudah menumpuk banyak juga akan dibakar, udah deh soal lantai rumah, sehari bisa dipel beberapa kali πŸ˜†.

Praktis, karena kebiasaan  itu rumah beliau jadinya lebih kinclong daripada punya tetangga.✨

Zaman old, jarang ada orang yang begitu, kata mama.  Kalau ingat cerita itu, menurut saya sih, habits Mama buat bersih-bersih diturunkan dari Datuk ya, suka bersih-bersih.

Btw, nama anaknya Datuk (alias ayahnya mama) itu Barsih.
Mungkin karena saking cintanya beliau dengan kebersihan, ya? Hehe πŸ˜†

Nah, karena kebiasaan bersih itu mengakar sejak dari kecil, sampai sekarang Mama sudah pensiun bekerja, beliau jarang memanggil jasa potong rumput. Padahal rumah mama itu pekarangannya lumayan luas dan tanahnya juga subur. Jadi selain bunga dan pohon-pohon seperti kelapa, pisang, atau jambu yang sengaja ditanam. Gulma yang tumbuh juga luar biasa banyak.πŸ‚

Kalau sebulan nggak dipotong, bakalan cukup buat pakan sapi 1-2 ekor.

Eerr..  nggak punya sapi sih, ngira-ngira aja. 3 karung gitu cukup kan ya?
(Lalu diketawain yang beneran ternak sapi πŸ˜‚)

Dan yang saya kagum dari mama. Beliau nyaris nggak pernah memakai herbisida.

Kenapaaaaa??
Why oh why, kan gampang ya, tinggal semprot doang ntar rumput pengganggu itu juga mati sendiri.  Habis saya tanya, oh ternyata mama ingat pesan kakek untuk menghindari herbisida agar keseimbangan alam terjaga.  Nanti kalau pakai herbisida terus, tanah bakalan kehilangan sistemnya. Cacing di dalamnya mati. Kodok juga. Jangkrik juga. And so on, Ya intinya keganggu lah.

Soal menjaga kebersihan, Mama juga tidak pernah meminta saya buat harus begini begitu. Tapi dulu SMP saya beberapa kali membuang tisu keuar jendela, saya kena marah mama. πŸ˜‚

Jadi akhirnya sekalian keprogram buat nggak buang sampah sembarang lagi, meskipun itu cuma selembar tisu yang menurut kita gampang banget ancurnya.  

Apalagi kalau tentang buang sampah ke sungai. Iyuhhhh banget lah pokoknya.

A BIG BIG BIG NO!!!

Burung albatros yang memakan sampah.
Source: huffingtonpost.com

Saya kesal setiap kali melihat ada sampah yang larut di sungai. 

Yang pertama, saya kesal dengan yang membuangnya sembarangan karena merusak alam.😠

Yang kedua, saya kesal dengan diri sendiri karena nggak bisa bantu apa-apa. Palingan cuma bisa ngedumel rese, ikutan bersihin juga nggak. 😑

Ah, pokoknya entah kenapa saya bisa stress dan tiba-tiba ngedumel nggak jelas hanya dengan melihat sungai yang banyak sampahnya. 😡

Kalau sampah sisa buah atau sayuran dibuang masih oke, ntar juga busuk. Jadi unsur hara buat bahan makanan tanaman yang lain.

Tapi sampah plastik?
Perlu berapa lama untuk bumi menguraikan?


Dan ngomongin plastik, sebagai  emak pemakaian sampah plastik biasanya juga banyak yang berasal dari pospak alias popok sekali pakai. Betul kah? Kalau saya sih dari ini. Hehe...

Saya sendiri sebenarnya masih memakaikan pospak sesekali sama Syuna kalau pas lagi jalan-jalan. Soalnya gampang.

Daaan... Saya masih belum ketemu cara mengatasi sampah popok ini. Untuk saat ini, saya berencana buat beralih lagi ke clodi lagi untuk menggantikan penggunaan pospak tidur malam.

Masalah sampah juga jadi pokok ide dr. Gamal Albinsaid dengan bank sampahnya.


🚯🚯🚯

BELAJAR MENGELOLA SAMPAH DARI JEPANG

Kemaren buka-buka YouTube ketemu anak-anak Vlog keseharian anak-anak SD di Jepang. Menurut saya ada beberapa kebiasaan baik dari mereka yang bisa kita adopsi dalam keseharian kita.

Yups, kalau nggak bisa mengajak orang lain paling nggak kita dulu deh, anak-anak kita, keluarga terdekat kita. Pokoknya dari yang kita bisa mulai dulu ^^

Ini dia video yang saya tonton!



Jadi jam siang itu itu mereka dapat jatah lunch. Makanannya dimasak khusus sama bagian dapur sekolah dan nutrisinya juga udah di kalkulasi.

Meskipun bagus karena nutrisi si anak sudah diperhatikan oleh pihak sekolah. Tapi sepertinya buat mayoritas sekolah negeri akan sulit deh menerapkan sistem makan siang begitu (apalagi kalau setiap hari πŸ˜—). Soalnya sekolah disini kan umumnya nggak punya koki khusus atau bagian dapur sekolah, sekolah saya dahulu juga hanya ada kantin.

Beda negara, sistemnya juga beda dong ya. Jadi kita skip dulu soal meniru makanan di sekolahnya, skipppp...

Bagian selanjutnya adalah mereka juga dapat sekotak susu.

Naaaah... yang istimewa itu, habis mereka selesai minum susu, mereka nggak langsung membuang kotak kosongnya ke tempat sampah. Tapi lipatan kotak susu dibuka, terus dilipat rapi-rapi, habis itu dikumpulkan kolektif satu kelas, lalu dipack buat dikirim ke pusat daur ulang.

Saya takjub. Itu masih SD lho. Masih pada kicik-kicik, tapi udah bisa disiplin membuang sampah.

Malu sama diri sendiri. πŸ™ˆ

Jadi semakin nggak heran kalau Jepang jadi negara yang bersih dengan predikat ZERO WASTE TRASH.✨

Selain makhluk kecil yang sudah memahami konsep disiplin sampah. Saya juga pernah membaca tentang sistem buang sampah rumah tangga di Jepang. (Saya lupa blognya, tapi kalau nggak salah blognya itu yang punya emak-emak asal Indonesia yang ngikutin suami bekerja disana, saya lupa alamat blognya. Maaf ya 😬).

Nggg, seperti apa emangnya?

Jadi ternyata disana itu pembuangan sampah harus dipisahkan dulu jadi beberapa macam. Lebih kompleks daripada tempat sampah kita yang cuma  ada 3 macam (sampah anorganik, sampah organik, dan sampah kimia)

Membuang sampah rumah tangga di Jepang itu harus diklasifikasikan berdasarkan hari dan jenis sampah. Oh iya, sampahnya juga harus dibungkus dengan plastik khusus. Jadi, kita harus menyortir sendiri sampahnya dirumah, terus dibuang ke tempat sampah berdasarkan jenisnya.

Nanti, oleh petugas dari instansi terkait akan dipilah-pilah kembali, yang mana bisa didaur, yang mana yang akan dimusnahkan, dan seterusnya.

Kalau nggak patuh? 
Dikumpulin jadi satu aja gitu sampahnya? Kayak saya sekarang?

Ternyataaaa... petugas nggak akan mau ngambil tipe yang begitu. Jadi sampah kita akan ditinggalkan dan akibatnya ada sanksi sosial tersendiri. Apalagi kalau cuma kita doang yang begitu sementara yang lain taat.

Kan malu. πŸ™„

Nah, yang bisa kita jadikan pelajaran dari sistem pengelolaan sampah di Jepang ada beberapa poin ya, misalnya aja:

1. Mengajarkana anak untuk membuang sampah pada tempatnya sedari dini.
2. Lebih kreatif untuk mengelola limbah yang tidak berbahaya menjadi produk baru (daur ulang).
3. Taat membuang sampah rumah tangga ke tempatnya.
4. ... ada yang mau nambahin? hehe


🌴🌴🌴

HOW TO CELEBRATE EARTH DAY!

Lama juga ngalor-ngidulnya ya... *lap keringet.

Buat saya, daripada merayakan Hari Bumi sekali setahun dengan mengadakan acara ini-itu (yang habis acara selesai kadang sampahnya masih ketinggalan), lebih baik kita merayakan Hari Bumi setiap hari dengan cara yang sederhana, yakni dengan mengelola sampah yang pastinya kita hasilkan setiap hari.

How? Begini cara saya...

1. Membuang sampah (terutama yang terbuat dari plastik) pada tempatnya. Tidak ke sungai, ke selokan, ke pinggir jalan, atau ke pekarangan. 

Selain kotor dan nggak sedap dipandang mata, kandungan kimiawi dalam plastik bisa meresap dalam tanah dan mencemari air sekitar. Belum lagi tanah juga tidak bisa menguraikannya dalam waktu singkat.

2. Sampah organik yang masih bisa diolah menjadi kompos dipisahkan dari sampah yang tidak bisa hancur, sampah jenis ini nantinya bisa dipakai untuk menjadi media menanam. Lumayan buat pupuk :D

3. Membawa air minum sendiri atau kemasan yang bisa digunakan berulang kali (misal: botol minum, shopping bag) untuk mencegah kita memakai produk yang menggunakan kemasan sekali pakai. 

Kalaupun memang pakai kemasan sekali pakai, usahakan agar tidak langsung dibuang saat selesai dipakai atau jika sebenarnya masih layak pakai. Contohnya plastik kresek masih bisa kita manfaatkan buat menampung sisa sampah di poin 1 & 2.


4. Saat di perjalanan jangan dijadikan pembenaran untuk membuang sampah sembarangan. Cari tempat sampah dan buang kedalamnya. Jangan kesamping atau asal masuk ya!


Sampah di pendakian gunung Ijen. Foto gelap karena diambil saat subuh hari.
5. Buku/majalah di rumah bisa kita berikan untuk tukang loak atau jika sudah tidak terpakai dan kondisinya bagus disumbangkan saja pada yang membutuhkan.

6. Meminimalisir penggunaan bahan kimiawi untuk lingkungan kita.

7. Menerapkan prinsip reduce, reuse dan recycle. Untuk reduce, ini bisa kita terapkan untuk penggunaan air dan listrik juga ya ^^

Baca juga: Frugal Living Idea untuk Menghemat Penggunaan Air dan Listrik

7. Memungut sampah yang kita temui saat dijalan untuk dibuang dengan benar.

Minggu kemaren saya jalan-jalan ke bedengan gunung. Disana ada satu plang yang bagus banget. Selain buat menghimbau pengunjung membuang sampah ke tempat yang benar, juga mengajak untuk memungut sampah yang kita lihat untuk dibuang ke tempat sampah meskipun bukan sampah dari kita sendiri

Maaf yang namanya Lisa ya...

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raaf:56)
Yuk, kita renungkan sama-sama lagi tentang bagaimana kita membuang sampah selama ini. Kalau sudah sesuai, Alhamdulillah. Bisa dipertahankan sampai akhir. πŸ‘

Kalau kebiasaan membuang sampahnya masih belum tepat, bisa langsung kita rubah saat ini juga, sekalian kita ajarkan buat putra-putri kita supaya bumi yang kita tinggali ini nggak kecapekan dikasih racun melulu.  ❤

Saya juga masih berusaha nih, mari merayakan hari bumi dengan menjaga kebersihan bersama-sama.


We can change the world with our two hands

Disclaimer:
"Tulisan ini diikut sertakan dalam Blog Collaboration Female Blogger Of Banjarmasin"

Custom Post Signature

Custom Post  Signature