Monday, February 04, 2019

[REVIEW] Drakor Sky Castle: Drama Dengan Rating Tertinggi Sepanjang Sejarah Korea


SKY Castle: Drama Korea dengan rating 23,78%, tertinggi sepanjang Sejarah!

Siapa coba yang nggak penasaran dengan drakor SKY Castle sehabis membaca fakta dibalik episode terakhirnya itu?

Kalau saya sih penasaran. Kemarin saya masih bisa tahan-tahan buat nggak nonton karena saya kira dramanya itu nggak menarik, dan saya justru lebih memilih sibuk memandang-mandang akting kerennya Ha Seon dan King Lee Hun alias Yeo Jin Goo di drama Crowned Clown.


Habisnya, kesan pertama saat pertama kali melihat teasernya di Viu kemarin itu kok si SKY Castle ini sama sekali nggak menimbulkan rasa penasaran ya? πŸ€”

Hanya menampilkan seorang Ibu-ibu sosialita berambut cepak dari kalangan atas yang sedang mempersiapkan perjamuan makan mewah bersama pelayan, terus nggak lama tamunya datang, pintu dibuka dan tamu pun dipersilakan masuk.

Udah, gitu aja.

Serius, waktu itu saya berpikir mencet nyobain nonton satu episode pun nggak. πŸ˜‚πŸ˜‚



Tapi setelah SKY Castle mulai airing beberapa episode, perlahan tapi pasti drama ini pun semakin populer. Episode pertama memang hanya meraup rating 1,7%, tapi kemudian naik ke angka 7,4% di episode ke-4, dan terus naik hingga puncaknya di final episode dengan rating 23,78%, mengalahkan Goblin dan Reply 1988.

Hal ini luar biasa jika mengingat SKY Castle ditayangkankan di TV kabel, bukan TV umum, sehingga daya jangkaunya cenderung lebih sempit. Tanpa melibatkan pemeran yang punya nama besar, dan bahkan tidak terlalu dipublikasikan oleh JBTC selaku stasiun yang menyiarkannya. SKY Castle membuktikan kualitasnya episode demi episode. 

Sekilas Tentang SKY Castle


Oke, sedikit tentang backgroundnya ya...

Drama ini menceritakan tentang 4 keluarga yang hidup bertetangga di sebuah kawasan elit yang bernama SKY Castle. Bukan King Castle Terius ya... 


Sekilas, hubungan antar keluarga ini nampak harmonis dan baik-baik saja, namun sebenarnya setiap keluarga memiliki ambisinya masing-masing, diantaranya adalah untuk menjadikan putra-putrinya yang terbaik dalam urusan apapun, terutama urusan sekolah..

Kalau orangtuanya dokter lulusan UNS, artinya ya anaknya minimal juga harus begitu. Nggak ada kata tapi-tapian. HARUS BEGITU. 

Dengan dukungan finansial yang ada, para orangtua ini pun bersaing dengan berbagai cara agar anaknya bisa masuk ke universitas ternama. Anak-anaknya juga tentu saja dituntut untuk mengikuti kemauan orang tuanya, tidak peduli suka atau tidak. πŸ™

Di drama ini dikisahkan ada anak-anak yang bisa mewujudkan mimpi orangnya dan ada juga yang tidak. 

Benarkah yang kita anggap baik adalah yang terbaik? Yakinkah?

Drama ini punya gambaran jawaban pertanyaan-pertanyaan itu. 




Apa yang membuat drama ini spesial?
 

Baik, pertama-tama karena ratingnya yang tinggi itu diperoleh saat ditayangkan di negara asalnya, Korea Selatan. Maka pastinya hal ini berhubungan dengan selera masyarakat dan gaya hidup disana.

Seperti yang kita ketahui, karena standarnya yang tinggi maka pendidikan di Korea Selatan tergolong ketat, persaingannya juga intens dan sangat sulit. Yep, benar-benar sangat sulit sehingga cukup banyak siswa-siswinya yang bunuh diri karena stress. πŸ™

Kerasnya dunia pendidikan yang sehari-hari mereka hadapi itu pun dituangkan ke dalam sebuah drama satir keluarga yang mengangkat tema persaingan akademis dan ambisi para orang tua.

Ya, menurut saya drama ini menarik karena ide cerita yang diangkat sangat tidak biasa. Ditengah gempuran drama-drama bertemakan romance, SKY Castle berani tampil beda dengan mengusung tema yang agak sensitif. Namun ternyata tema ini justru digandrungi oleh masyarakat disana karena menyentil fakta pendidikan yang ada.

🌸 Konon, kata 'SKY' yang ada di judul drama ini pun merupakan akronim dari 3 Universitas top Korea Selatan, yaitu Seoul National University (S) , Korean University (K), dan Yonsei University (Y).

Wah, jadi jelas sekali ya ini tuh tentang persaingan akademik? 😬


Untuk tema ini, kalau dipikir-pikir lagi, masalah ambisi orang tua yang bertentangan dengan mimpi anak-remaja memang adalah masalah universal, artinya, drama ini tentu saja nggak cuma cocok dengan masyarakat Korea, tapi di Indonesia dan negara lainnya karena toh kita masih bisa relate sedikit-sedikit ceritanya. Hehe


Tentang pemeran.....


Pemerannya sendiri sama sekali nggak ada yang saya kenali, beda dengan Memories of Alhambra, Encounter, atau Cleaning with Passion For Now yang punya tokoh terkenal didalamnya. Drakor ini saya tonton pure karena menarik (dan awalnya karena rating yang naik dengan stabil), bukan karena tampang pemerannya. Hoho


Jujur, di 3/4 episode pertama saya menyukai emaknya Ye Suh, Seo Jin, karena karakternya yang tangguh dan juga bertekad kuat agar putri-putrinya memiliki pendidikan yang baik dan hidup yang lebih nyaman. Menurut saya hal ini pasti bisa dirasakan oleh setiap Emak. Tapi, di episode berikutnya rasa suka itu pun memudar karena berbagai hal.

Entah ya, drama ini menurut saya agak abu-abu, nggak ada tokoh yang 100% tidak punya salah. Namun justru karena hal itulah drama ini terasa 'nyata' di kehidupan sehari-hari.

OST "We All Lie" seperti benar-benar menggambarkan isinya secara keseluruhan.



Selain itu semua pemeran juga menghayati perannya masing-masing. Terutama Tutor Kim Joo Young yang aktingnya benar-benar cadassss hahaha. Saya nggak punya kritik lah selain dua jempol.

*mudah puas* πŸ˜‚

Apa yang Kita Dapat dari Drama SKY Castle? 

IMHO, Drama ini tuh penuh dengan banyak banget pesan moral. Salah satunya adalah sebagai orang tua, tugas kita memahami bahwa setiap anak kita spesial, mereka memiliki mimpi dan harapan untuk masa depan mereka sendiri. Karenanya, mengarahkan dan membimbing anak-anak kita menuju goals adalah peran terbaik yang bisa kita jalani. Anak bukan robot yang bisa kita program seenak jidat untuk memenuhi ambisi masa muda kita yang nggak kesampaian. 

Jadi ya woles saja, target penting, tapi kewarasan keluarga juga penting. Jangan lupa untuk hidup dengan balance, hindari bersikap lebay cirambay seperti emaknya Young Jae yang melarang anaknya tidur dan nyuruh-nyuruh belajar teros hanya karena peringkat dua.

Inga-inga-ting! πŸ˜‰



Selain itu, dari sini saya tuh baru tau kalau tutor di Korea itu mehongnya selangit. Hahaha. Dan ortunya  juga sungguh-sungguh menabung khusus  untuk pendidikan anaknya, bahkan privat intensif sejak masuk SMA. Kalau disini kan biasanya pas sudah masuk kelas 3 baru privat, Korea memang nggak tanggung-tanggung ya 😐

Ingat nggak percakapan 2 ibu-ibu lainnya yang ikut acara tutor top dari bank dan memilih angkanya tutor Kim Joo Young? Salah satunya bilang kalau dia sengaja menabung seharga satu gedung agar bisa tutor anaknya masuk universitas bergengsi.

Saya tuh langsung geleng-geleng kepala, auto mikirin biaya sekolah Nuy 10-15 tahun lagi, dan kemudian pusing sendiri.  Seharga gedung itu berapa M yak. πŸ˜‚



Kesimpulan


Yang namanya selera mungkin beda-beda ya, menurut sudut pandang saya sih secara keseluruhan (89%) memang bagus, namun agak janggal di bagian endingnya. Mungkin karena naskahnya yang sempat bocor di internet? Atau karena di extend dari 16 episode ke 20 episode? πŸ€”

Entahlah, yang jelas tetap saja alur drama ini sangat bagus dan memberi impresi yang kuat pada penonton. Ada beberapa plot yang nggak saya sangka-sangka disuguhkan. Soal endingnya ya akhirnya rapopo lah. Yang penting semua senang~

Apakah drama ini saya direkomendasikan?


Ya, kalau suka atau lagi pengen nonton Drama Satir yang cukup panjang bertema keluarga dan pendidikan (20 episode doang, tenaaang) atau sudah berkeluarga dan punya anak yang sekolah SMP SMA atau Kuliah terus kepengen tahu tips belajar dari tutor no. 1 di Korea, tonton gih. Tapi karena drama ini juga menyentil sisi psikologis, hati-hati ya karena ada kasus yang dituding terinspirasi dari drama ini. 

Akhirul kalam, ambil positifnya, buang negatifnya. Selamat menonton! 

Bonus:



Saturday, February 02, 2019

Rekomendasi Buku untuk Ibu: Buku yang Saya Baca Agar Bersemangat Kembali!


Merasa capek sesudah seharian mengurus rumah dan anak? Oh, itu manusiawi banget!
(Mama Syuna, 24 tahun)

Menyesuaikan diri menjadi FTM alias Full Time Mom yang selama 24 jam mengurus rumah tangga setelah sebelumnya menjadi seorang working mom benar-benar membuatku melalui banyak sekali perjalanan emosi. Gimana nggak? memulai bekerja diumur belum genap 18 tahun [kerjanya sambil kuliah] dan kemudian resign saat produktif di usia 22 tahun, saat teman-temanku satu almamater SMK baru saja mulai memulai kariernya sesuai lulus kuliah profesi membuatku sempat mengalami sejenis post power syndrome ringan.

Biasanya sibuk kesana kemari, sekarang ngemong anak di rumah. 

Kebayang nggak sih?

Yang dulunya lincah senin-jum'at kejar setoran jadi pemain tunggal di klinik, dan sabtu-minggunya duduk manis jam 8 pagi sampai 5 sore di kampus, sekarang malah 24 jam di rumah. Bareng satu anak kecil pula. Kalau kata anak-anak zaman sekarang tuh: "tidak semudah itu, Ferguso!"

Yep, memang hampir tidak ada adaptasi yang mudah. Meskipun awalnya tentu saja hati merasa senang karena bisa ongkang-ongkang kaki sesuka hati kalau pekerjaan rumah sudah selesai. (nggak selesai pun bisa santai sih, sebenarnya.  πŸ˜›). Saya juga puas karena bisa menangani  seluruh hal yang berkaitan dengan anak menggunakan tangan saya sendiri. Nggak ada lagi tuntutan ini-itu seperti di tempat kerja. Yah, zona nyaman lah pokoknya. 
Asli sih, nyaman banget. 

Tapi semakin lama menjalaninya, yang namanya perasaan jenuh itu memang tidak bisa dihindari. Kalau sudah jenuh tuh semuanya rasanya serba salah. 

Nah, untuk mengatasi rasa jenuh ini kadang saya melakukan beberapa aktivitas yang bisa bikin pikiran jadi fresh lagi. Kalau dana, waktu, dan kesempatan tersedia, biasanya saya akan pergi travelling. Tapi, berhubung sekarang partner buat travelling itu lagi nun jauh dimato, jadinya saya lebih banyak membaca buku saja di rumah. 

Nah, di post kali ini saya pengen sharing beberapa buku 'bergizi' yang biasanya jadi obat untuk mengembalikan semangat saya kembali.

Oke, langsung saja ya ke buku pertama! 

#1 | A GIFT - BUNDA KASKA


Buku bunda kaska


Saya suka banget sama buku A Gift ini, tulisannya tuh ringan dan bijak tapi nggak menggurui sama sekali, jadinya enak banget buat dibaca dan dicerna. Bahkan sesudah hari yang memusingkan kepala. Tulisan ini Bunda Kaska seperti air hangat yang dituangkan diatas bongkahan es. 

Bikin nyesss!

Buku A Gift ini sendiri merupakan kumpulan status Facebook Bunda Kaska yang sudah dirangkum. Cakupannya luas, namun kebanyakan adalah nasehat yang nyambung dengan kehidupan sehari-hari para Ibu, makanya saya sendiri sebagai Ibu-ibu bisa related dengan beberapa tulisannya

#2 | 5 GURU KECILKU - KIKI BARKIAH


Buku Kiki barkiah

Guru kecil, yap, saya setuju dengan istilah yang digunakan oleh teh Kiki. Sehabis punya anak, saya menyadari banget lho, kalau kita yang orang dewasa ini justru sering 'diajari' oleh anak-anak kita, yang notabene masih kecil-kecil. 

Diajari apa? 

Diajari ketulusan hati, belajar tidak menyerah, belajar selalu haus ilmu, belajar ini, belajar itu, belajar banyaaak sekali. 

Di buku ini, banyak momentum selama membesarkan anak dicatat dan digali hikmahnya oleh Teh Kiki. Terkadang membacanya suka membuat saya merasa malu karena saya di beberapa kesempatan masih sering jadi ortu jahiliyah. 😞

#3 | SUDAHKAH AKU JADI ORANGTUA SHALIH - ABAH IHSAN


Buku abah ihsan

Menurut saya, buku ini tuh super-super-super rekomended buat para orang tua Millennials. πŸ˜‹

Yang mengaku sayang anak, 
Yang pengen jadi ortu terbaik buat anak-anaknya, 
Yang pengen mendisiplinkan anaknya, cuoocok banget membaca buru-buru karya Abah Ihsan.  Tulisan beliau itu aplikatif dan nggak 'bahasa teori' yang njelimet pakai istilah ini itu,  pemilihan katanya juga enak dan 'terbuka', jadi membacanya nggak bikin bosen. Mungkin karena Abah Ihsan juga menerapkan sistem yang beliau tulis terhadap anak-anaknya, jadi beliau sudah tau seluk beluknya. 

Oh iya, Buku 'Sudahkah Aku Menjadi Orangtua Shaleh? " merupakan salah satu buku parenting yang pertama kali saya baca. Tulisan beliau di buku ini saya akui 'menampar' egoisme kita sebagai orang tua, sekaligus 'memaksa' kita untuk merenung dan introspeksi agar lebih baik.  

Rasanya pengen aku quote deh semua-semua kata beliau ini. Habis rasanya bener terus. 

Abah Ihsan yang menulis buku ini juga sering mengadakan seminar parenting di seluruh Indonesia loh, tahun 2016 kemarin saya dan Abah pernah mengikuti acara beliau yang digelar di kota Dodol Kandangan. Di luar ekspektasi saya, acaranya muantab poool... Bisa dibilang karena iseng-iseng ikut seminar beliau waktu itulah saya jadi lebih peduli dengan ilmu parenting secara khusus. Nggak rugi bayar, asli. Wah, Saya kayak promosi ya? Hahaha Tapi serius sebagus itu! πŸ‘Œ

Kalau masih belum bisa ikut seminarnya, baca bukunya pun nggak apa. Sama okenya! 

#4 | AWE-INSPIRING ME - DEWI NURAISYAH 


Nah, kalau yang ini saya pernah meminjam bukunya dengan teman,  jadi saya nggak punya foto covernya, silakan di google aja ya. ^^

Buku karangan teteh Dewi Nur Aisyah yang instagram-nya suka saya stalking ini bagus, isinya memberi banyak inspirasi dari perjalanan hidup beliau. Salah satunya bahwa kecerdasan saja tidak pernah cukup dalam hidup ini, kita harus bekerja lebih keras dan juga melibatkan 'Allah' dalam setiap mimpi kita. 

Selain Awe-Inspiring Me, beliau juga menulis buku "Ph.D Parent Stories" yang mana bikin saya mengkhayal: Coba  saya menemukan buku ini di saat sekolah ya? Supaya saya nggak kebanyakan main dan sungguh-sungguh belajar. *jleb*

Semangat karena Allah dari Mbak Aisyah benar-benar pengingat keras, yah, buat saya terlalu keras untuk bisa diabaikan. 

"Karena setiap deklarasi cinta butuh pembuktian, setiap pembuktian adalah kerja sampai akhir. Saat Allah Ψ³ُΨ¨ْΨ­َΨ§Ω†َΩ‡ُ وَ ΨͺَΨΉَΨ§Ω„َΩ‰, membuktikan cinta-Nya pada kita dengan membungkam iblis, membela di depan malaikat, dan menurunkan risalah paling mulia sejagad yang diemban oleh manusia paling agung sepanjang masa... Sementara, kita terlalu sering menggerutu di atas kesabaran dan mendustai di depan rasa syukur... Maka, sampai mana bukti deklarasi cinta kita?"

#5 | PENGEN JADI BAIK - SQU


Komik keluarga dengan tokoh utama baoak-bapak PNS bersama istri dan satu anak laki-lakinya ini benar-benar daily life keluarga muslim. Isinya nggak jauh-jauh dari kegiatan sehari-hari yang kita juga lakukan, tapi disetiap ceritanya ada makna dan pelajaran yang bisa kita serap. 

Buku ok squ pengen jadi baik, djenggoten

Artworknya bagus dan membuat hati terasa 'teduh' saat membacanya. Meski kadang materi yang ingin disampaikan itu berat, tapi berkat gayanya yang ngocol jadinya ya santaiii, maksudnya dapat ditangkap pembaca tanpa harus emosi duluan. Yes! Komik ini kental dengan humor yang membuat kita nggak akan bosan membaca sampai halaman terakhir. Oh iya, sudah terbit 4 volume loh! 

Ayah juga cocok deh baca ini 😁

Nah, buku komik Islami yang kurang lebih sama adem dan ngocolnya adalah 33 Pesan Nabi karangan Vbi Djenggoten. Worth to read juga seperti Pengen Jadi Baik-nya Om Squ. ^^

#6 | PARENTING++ - ELLY RISMAN AND FAMILY 


Siapa sih ortu milennials yang nggak kenal beliau?

Risman dan keluarganya merupakan salah satu figur parenting yang paling berpengaruh di Indonesia (dan bagi saya). Perjuangan beliau mengingatkan orang tua tertuang di buku ini. 

Keluarga Risman membawakan poin parenting dengan menyertakan sumber ayat-ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur'an. Nggak mungkin pake banget saya abai :'(

Salah satu hal yang saya pelajari dari buku-bukunya beliau adalah: Menjadi Orangtua Itu Nggak Mudah.

Perlu persiapan dan bekal ilmu yang banyak untuk bisa mewujudkan anak-anak yang cerdas, bukan hanya secara jasmaninya , namun secara rohani juga terisi dengan nilai keimanan. Semuanya harus kita mulai sedini mungkin, atau istilahnya  beliau itu "mencicil". 

Buku ini berisikan kumpulan artikel yang diambil dari grup Facebook "Parenting with Elly Risman and Family", jadi isinya nggak berupa bab-bab yang panjang, namun tulisan singkat sejumlah 57 artikel. So far, buku ini cocok dibaca untuk Ibu atau Ayah. 

Tahu nggak? Dari 17 ayat yang tersebar di Al-Qur'an, 14 ayat menjelaskan dialog tentang Ayah dan anaknya. Jadi nggak ada alasan untuk Ayah (atau calon ayah) untuk males belajar demi keluarga juga. Ayah juga super rekomended buat membaca buku satu ini. πŸ˜‰

#7 | IBU PROFESSIONAL SERIES


Saya pertama kali membaca buku "Hei, Ini Aku Ibu Professional" saat masa nifas melahirkan Syuna tahun 2015 lalu. Dan dari buku itu merembet ke buku-buku lainnya. Sayang, saya masih belum menamatkan semua serinya, ada seri Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif, Manajemen Gadget, dan Happy Mom. Kalau ada rezeki pengen banget sih beli lagi, soalnya buku terbitan IP ini nih emang sarat dengan ilmu, saya suka! ❤️ 


#7 | HAPPY LITTLE SOUL - RETNO HENING

Nama Retno Hening dalam pikiran saya melekat dengan nama Coro, gara-gara salah satu anaknya, Kirana, yang ngobrol  sama Coro di video instagramnya Mbak Retno. Hehe ^^

Kirana tuh lucuuuuu pake banget, dan cerdas! Tingkahnya yang gemesin itu sering diabadikan sang bunda dalam instagramnya @retnohening. 

Sejak hamil saya tuh seneeeng kepo sama akunnya, rasanya seneng aja gitu melihat si lucu Kirana beraksi. Makanya, saat ibok Retno menerbitkan buku ini, saya memutuskan untuk membaca. Agak telat sih, tapi akhirnya selesai. Hehe


*buku punya ipar πŸ˜„

#7 | BUKU-BUKU BERTEMA PENGELOLAAN UANG 


Nah, setelah 'selesai' dengan diri sendiri. Rekomendasi berikutnya adalah buku tentang manajemen keuangan. 

Secara gitu kan, yang namanya pengelola uang tuh biasanya dipegang kita para istri, apalagi karena saya merasa banget sering jadi tipe 'spend' daripada 'saver', makanya saya harus membaca lebih banyak lagi buku tentang manajemen uang. 

Supaya apa? Supaya sadar diri kalau nggak boleh boros-boros tentunya  πŸ˜‚

Buku Prita Ghozie dan finansial

Selain buku itu, saya juga merekomendasikan buku dari Prita Hapsari Ghozie yang sering membahas tentang investasi keuangan. Finansial edukator satu ini selain cantik (awalnya saya kira beliau model wkwk), juga cerdas sekali, ilmu finansialnya tertuang dalam buku karangan beliau, salah satunya adalah Cantik, Gaya, dan Tetap Kaya.

Menarik sekali kan judulnya? Isinya tak kalah menarik loh πŸ˜‰

🌸 🌸 🌸 

Nah, cukup sekian daftar buku yang saya rekomendasikan untuk Ibu diluar sana. Ada yang pernah kamu baca juga? 
Friday, February 01, 2019

10 Tips Untuk Melangsungkan Pernikahan



Menikah itu ibadah, jadi bagi anda yang akan menikah harus meluruskan niat terlebih dahulu bahwa pernikahan ini semata-mata hanya untuk melaksanakan perintah Alloh SWT serta mengikuti Sunnah Rossul. Karena menikah ini suatu momen yang sangat sakral dan besar bagi seseorang, karena mungkin pernikahan ini hanya akan dilakukan sekali dalam seumur hidupnya, tentunya momen pernikahannya tersebut ingin dirayakan dengan sangat berkesan. 

Hal inilah yang membuat seseorang yang akan menikah, terutama bagi perempuan yang biasanya sangat detail dalam memikirkan persiapan acara pernikahannya. Oleh karena itu dalam tulisan kali ini akan mencoba untuk memberikan beberapa tips untuk persiapan pernikahan sebagai berikut :

1. Diskusikan Dengan Keluarga



Pada saat anda memutuskan akan segera menikah, maka sebaiknya anda segera mendiskusikan niat tersebut dengan keluarga. Dalam hal ini tidak ada salahnya anda untuk berkata jujur soal anggaran yang anda beserta pasangan miliki. Dengan begitu siapa tahu ada yang bisa membantu untuk mencari solusinya, misalnya ada salah anggota keluarga anda yang memiliki kenalan seorang fotografer, pembuat kartu undangan, katering, dan lain sebagainya. Yang semua itu tentunya bisa memudahkan dan menghemat budget anda.


2. Buat Daftar Harga Dan Anggaran Biaya



Dalam hal ini anda bisa membuat daftar harga dan anggaran biaya supaya anda bisa lebih fleksibel dalam memilih barang apa saja yang dibutuhkan untuk keperluan pernikahan nanti. Tentunya anda juga tidak boleh memaksakan diri untuk membeli barang-barang yang sifatnya hanya sebagai pelengkap.


3. Tentukan Lokasi Pernikahan



Jika anda akan melangsungkan acara pernikahannya di rumah, tentunya anda bisa menghemat biaya untuk sewa gedung. Akan tetapi jika anda akan mengadakan acara pernikahan di gedung, supaya tidak boros dan menghemat biaya maka sebaiknya anda memilih gedung yang sesuai dengan kapasitas jumlah undangan.


4. Tentukan Jumlah Undangan



Dalam hal ini anda harus memikirkan orang-orang yang diharapkan untuk hadir di pesta pernikahan anda nanti. Karena jika anda hanya akan mengundang keluarga serta sahabat-sahabat dekat saja, katering bisa dilakukan sendiri atau melibatkan keluarga dan para sahabat dekat.


5. Lakukan Acara Prosesi Pernikahan Dalam Satu Hari Saja



Sebaiknya anda melakukan acara prosesi pernikahan dalam satu hari saja. Dimana anda bisa melakukan akda nikah dan resepsi pernikahan pada jam yang berurutan supaya bisa menghemat waktu dan biaya.


6. Beli Bahan Untuk Baju Pernikahan Pada Bulan Maret Dan Juni



Hal ini dilakukan karena pada bulan Maret dan Juni biasanya harga bahan sedang turun. Dan hindari membeli bahan-bahan menjelang hari raya atau hari besar karena pada saat itu harga-harga sedang naik.


7. Pilih Persiapan Pernikahan Dalam Bentuk Paket



Pada saat anda akan menyewa gedung, biasanya mereka akan menawarkan berbagai paket sewa yang anda bisa pilih. Untuk itu sebaiknya anda memilih paket sewa yang sudah mencakup photo, dekorasi, katering, hiburan, bahu penganti, tata rias, danlain sebagainya. Dengan begitu anda bisa menghemat waktu, karena semuanya sudah tertangani.


8. Libatkan Semua Keluarga Dan Sahabat Dekat 



Untuk memeriahkan acara pernikahan, maka anda bisa meminta keluarga dan sahabat dekat untuk bernyanyi pada saat acara resepsi pernikahan digelar. Hal ini dilakukan, selain supaya lebih akrab, juga bisa menghemat biaya anda untuk pengisi acara.


9. Buat Kartu Undangan Yang Unik Dan Menarik



Dalam hal ini sebaiknya anda dan pasangan untuk meluangkan waktu jauh-jauh hari sebelum acara pernikahan untuk membuat contoh undangan pernikahan yang unik dan menarik. Misalnya, anda bisa menyebarkan undangan dengan memanfaatkan media sosial, dan lain sebagainya.


10. Buat Souvenir Yang Unik



Sama halnya dengan undangan, anda juga bisa membuat sendiri souvenir yang unik. Untuk membuat souvenir tersebut, anda bisa mencarinya di internet.


Itulah beberapa hal yang harus kalian perhatikan sebelum mengadakan acara pesta pernikahan.
Thursday, January 24, 2019

Fakta Menarik Seputar Lampion Imlek


Imlek merupakan perayaan menyambut tahun baru kalender Tionghoa yang akan jatuh pada tanggal 5 Februari 2019 ini. Berbagai macam persiapan menyambut perayaan ini sudah mulai ramai dilakukan masyarakat etnis Tionghoa di berbagai kawasan mulai mendekorasi rumah, menyiapkan jamuan berupa serba-serbi kue, angpao dan lain-lain. Salah satu unsur dekorasi ruangan yang wajib ada saat perayaan tahun baru ini adalah lampion Imlek

Warna merah menyala pada lampion merupakan lambang harapan dan keberuntungan baru mengawali tahun shio babi tanah ini. Ternyata tak hanya menjadi pelengkap kemeriahan tahun baru saja, lampion Imlek juga memiliki beberapa fakta menarik lho! 

Yuk, simak asal usul mengenai dekorasi paling ikonik dari perayaan Imlek ini!

Awal Mula Penemuan Lampion 


Sejarah mencatat bahwa penemuan lampion tradisional telah ada sejak masa Dinasti Han di China. Penemuan lampion ini tentu berfungsi sebagai penerangan agar memudahkan aktivitas membaca. Oleh sebab itu, lampion terbuat dari bahan kertas yang melingkari sumber cahaya agar intensitas cahaya bisa diterima mata dengan baik. Kertas yang melindungi sumber api diharapkan menghalangi angin yang bisa memadamkan cahaya.


Source: http://nightlightnews.org/

Berdasarkan cerita legenda yang dipercaya masyarakat Tionghoa, lampion digunakan untuk mengusir monster Nian yang mengganggu kehidupan dan menjauhkan pemilik rumah dari segala keburukan. Sejak saat itu, lampion dipasang di depan rumah untuk memberikan harapan dan keberuntungan bagi penghuni rumah tersebut. Lampion juga menjadi simbol kebanggaan atau status masyarakat Tionghoa sehingga selalu dipajang dalam suasana apapun.

Lampion Menjadi Prestise Keluarga Masyarakat Tionghoa



Pada awalnya, lampion identik sebagai status atau simbol kebanggaan masyarakat Tionghoa, banyak keluarga berkelas yang memajang lampion terbaik. Semakin menarik dan unik lampion yang dipajang di depan atau ruangan rumah sebuah keluarga, semakin menunjukkan kelas keluarga tersebut. Tak heran kalau ide kreasi lampion yang semakin beragam merupakan perwujudan prestise di kalangan keluarga-keluarga pada masa lampau.

Kini kelas sosial dari simbol lampion telah mulai melebur tetapi pajangan lampion tetap merupakan tradisi yang terjaga. Pada perayaan tahun baru, lampion Imlek merupakan salah satu bentuk kewajiban yang harus ada di rumah atau ruang publik lain.

Desain Lampion Imlek yang Cocok


Tak mengherankan kalau perayaan besar seperti perayaan tahun baru identik dengan keberadaan lampion Imlek. Desain lampion yang unik dan bervariasi menandakan adanya harapan di tahun yang baru. Bentuk lampion perayaan keagamaan yang dipilih tentu model gantung sebagai simbol keberuntungan awal tahun baru. Kalau jenis lampion terbang dan apung paling direkomendasikan untuk pertengahan tahun.


Jangan heran kalau produsen lampion gantung selalu banjir pesanan kala mendekati perayaan hari Imlek. Pasalnya, hiasan Imlek akan terpasang menjelang tahun baru, saat perayaan hingga Cap Go Meh terlewati. Selain itu, masyarakat etnis Tionghoa bakal bersuka cita merayakan tahun baru kalender Lunar ini dengan meledakkan kembang api. Tahun baru Imlek juga identik dengan liburan masyarakat etnis Tionghoa lho!

Kalau Anda hendak merayakan Imlek tahun ini bersama dengan keluarga tercinta, sebaiknya persiapkan dekorasi rumah semaksimal mungkin, ya! Pasang aneka hiasan yang akan memberikan semarak tahun baru yang lebih baik dari tahun kemarin. Anda bisa memasang lampion gantung terbaik sebagai desain eksterior atau interior rumah.

Bagi Anda yang masih bingung mencari tempat terbaik untuk belanja kebutuhan Imlek, Anda bisa mencari barang pilihan di Bukalapak. Dapatkan model lampion Imlek kekinian dengan harga termurah sekarang juga. Belanja di Bukalapak, dijamin aman, hemat dan original :) 
Wednesday, January 09, 2019

Jalan-jalan ke Taman Kelinci Malang, Jangan Bikin Kelincinya Jadi Malang!

Jalan-jalan ke Taman Kelinci Malang, Jangan Bikin Kelincinya Jadi Malang! - Kelinci, kelinci yang lucu. Siapa sih yang nggak suka dengan binatang satu ini? Bulunya yang lembut serta image nya yang unyu-unyu membuat kelinci disukai baik orang dewasa ataupun anak-anak.

Nah, sewaktu saya sekeluarga ke Batu Malang kemarin (tahun lalu, maksudnya ✌️), saya juga tidak mau kelewatan jalan-jalan ke Taman Kelinci ini. Jadi saya sengaja selipkan kedalam daftar itenenary yang akan kami sekeluarga  kunjungi. 

Selain dengan pertimbangan letaknya yang dekat dengan Wisata Paralayang yang juga akan kami tuju, harga tiket masuknya yang budget friendly untuk mamak hemat seperti saya. Nothing to lose la~

Gimana nggak murah, waktu itu tarifnya cuma 5 ribu per orang euy! 

Kalau dibandingkan dengan spot wisata yang lain, jelaslah murah ya?  πŸ˜†

Wah, makanya dalam hati saya bilang kalau tempat ini tuh harus harus haruus saya datangi, apalagi tempatnya saya intip di google maps dekat dengan Taman Strawberry,  Omah Kayu, dan Gunung Banyak. Plus, tidak terlalu jauh juga dari tempat kami menginap.

Jadilah, lokasi ini menjadi tempat pertama yang kami datangi di hari kedua perjalanan.


Menuju Plaza Garden Wisata Edukasi Rabbit Field!


Hah? Jadi namanya Plaza Garden Wisata Edukasi Rabbit Field atau Taman Kelinci nih? 😯

Oh, ternyata keduanya sama aja koq.

Nama resminya memang Plaza Garden Wisata Edukasi Rabbit Field, tapi kalau kebetulan kamu pengen kesini dengan mengandalkan Google Maps (seperti saya ini), maka namanya di Maps adalah Taman Kelinci, bukan nama yang satunya. Oke gaes. πŸ‘Œ 


Ngomongin perjalanan menuju Taman Kelinci ini.... 

Sebenarnya sih relatif mudah, nggak banyak belok sana-sini, tapi karena namanya juga area tinggi, jadinya ya banyak tanjakan, dan memang jalannya masih belum terlalu oke juga. Buat saya dan Babanuy yang terbiasa hidup di area yang datar-datar aja alias nggak menanjak, kesini naik sepeda motor bawa anak kecil tuh sensasi 'naik gunung' nya itu lumayan terasa. Apalagi jalannya memang belum diaspal sepenuhnya. 

Tapi buat kami sih suka-suka aja, soalnya di jalan menuju kesini itu melewati perkebunan yang cantiiik 🌱✨ 

Abah, saya, dan Syuna keasikan main tebak-tebakan nama sayur di ladang, jadinya meski sepanjang jalan kurang nyaman ya oke aja. Hehe

#Note: pemandangannya cakeup! 

Kalau pengen dianterin mas-mas Gocar bisa sih, tapi katanya pulangnya tanggung sendiri karena gak ada angkutan keluar, kecuali berjalan kaki dulu keluar menuju jalanan utama yang dilewati angkot yang berjarak kurleb 3 KM. 

Adeuw, alamakjang banget jauhnya ya. Tapi boleh juga kalau stamina kamu bagus dan pengen sekalian olahraga misalnya. πŸ˜„

Tapi kalau bareng keluarga yang ada anggota genk masih anak-anak atau sudah manula, saya sarankan kalau kesini lebih baik naik kendaraan sendiri ya, plus sedia energi yang banyak, alias sarapan dulu karena nanti jalan di lokasinya juga ada area menanjak πŸ˜‰πŸ‘Œ





Ada Apa Aja Sih di Taman Kelinci Batu Ini?

Namanya juga Taman Kelinci, jadi pastinya ada kelinci dong disini 🐰

(ditampol masal pembaca πŸ˜‚) 

Syuna senang banget begitu dikasih tau kalau di taman nanti dia bakalan ketemu dengan kumpulan kelinci, jadi begitu sudah masuk ke area Taman dia langsung berhamburan sambil terus bertanya "Mana Ma kelincinya? Mana Bah kelincinya? Sembunyi kah?" sambil celingukan kanan kiri. hahaha. 

Aduh lucu juga, ternyata kelinci yang dicari cari sebagian bersembunyi di dalam rumah-rumahan dan juga semak yang berada di dalam area Taman Kelinci. Jadi anak-anak (termasuk Syuna) sibuk berlarian mencari kelinci disini.


Mereka pengen ngasih makan buat kelincinya karena saat masuk tadi bisa beli makanan khusus kelinci seharga 5ribu rupiah per gelas. 

Mereka excited banget ngasih makan kelinci, padahal.... 

.... Kelincinya udah kenyang, jadi ogah makan. πŸ˜‚

Halo kelinci! πŸ‘‹ 

Nah, jadi Taman Kelinci ini mengusung konsep taman edukasi di area dataran tinggi. Taman Kelinci Batu ini menawarkan spot yang cocok untuk wisata keluarga (terutama anak-anak) dimana kita bisa berwisata sambil menikmati pemandangan indah dan udara sejuk khas pegunungan. Ditambah lagi dengan spot yang instagramable seperti:

πŸ’•  Kelinci-kelinci lucu di Taman Kelinci
πŸ’• Rumah Kurcaci ala di film The Habbit, 
πŸ’•  Wisata Petik Stroberi, 
πŸ’• Gazebo, 
πŸ’• Pondok Susu Olahan dan Kampong Cafe (kemarin masih coming soon)

Pokoknya disinii tuh bisa unleash your narcism tanpa takut kantong jebol karena per spot foto nggak ada biaya tambahan seperti tempat foto-foto lain (tapi jangan ekspektasi tinggi juga karena yang bayar biasanya pasti lebih bagus). Intinya, kalau sudah kesini siapin baterai hape atau kamera karena kudu  foto-foto. At least motoin kelincinya deh. πŸ˜†

Disini juga disediakan fasilitas umum seperti toilet, tempat ibadah dan area parkir. So, sepertinya untuk fasilitas basic itu sudah tercover dengan baik. 



Oh iya, ini perlu dikasih highlight buat mamak dan abah nih, Kalau anak mau ngasih makan kelincinya harus tetap diperhatikan ya, soalnya kelinci itu giginya lumayan tajam dan bisa nggak sengaja kegigit tangan anak, kayak Syuna kemarin... 😩

Bukan luka yang berdarah-darah sih, tapi pastinya meninggalkan kenangan buruk sama anak tentang kelinci. 

So, jagain anaknya ya! 

Hal lain yang perlu diedukasi pada anak juga tentang bagaimana cara memegang kelinci yang benar, karena pas saya kemarin kesini tuh sebagian ortu diam aja waktu kelincinya ditarik-tarik sama anaknya. Padahal, kelinci itu termasuk binatang yang mudah stress loh! Jadi megangnya juga nggak boleh sembarangan, ada aturan gimana cara megangnya. Sama kaya kucing atau hewan peliharaan lainnya. Raiso suko-suko gitu lho. 

Sebenarnya dari pihak Taman Kelinci sendiri ada ngasih gambar petunjuk bagaimana cara memegang kelinci yang benar di spanduk.


Tapi... 

Ketutupan daun bambu yang tumbuh didekat spanduk dipasang, jadi kalau nggak dekat-dekat nggak bisa dibaca deh. (ini kalau saya ditambah lagi faktor mata yang minus)  Kalau petugasnya kemarin ada sih jelasin caranya pas ditanyain. 

Tapi saya kadung kzl liat ada anak-anak yang seenaknya sama kelinci disini, sementara ortunya sibuk main hape. huhuhu

Semoga bisa jadi masukan buat pihak terkait ya supaya ditingkatkan lagi edukasinya tentang kelinci pada pengunjung. πŸ˜‰

🐰🐰 🐰 


Harga Tiket Taman Kelinci Batu


Yang pengen jalan-jalan kesini jangan lupa menyiapkan budgetnya ya. Harga tiket masuk Taman Kelinci Batu memang tidak terlalu mahal, teman-teman cukup menyediakan:

🐰 Tarif tiket: Rp. 5000,-
🐰 Tarif Parkir Motor: Rp. 2000,-
🐰 Tarif Parkir Mobil: Rp. 5000,-

Itu aja? Iya itu aja. 

Terus makanannya kelinci gimana? 

Oke, jadi Harga Tiket Masuk Taman Kelinci Batu ini tidak termasuk dengan pembelian pakan untuk memberi makan kelinci ya. 

Jika ingin memberi makan, maka teman-teman bisa membeli pakan yang dijual di dalam Taman Kelinci Batu Malang, kemarin saya belinya 5ribu per gelas kecil. Kalau membawa wortel atau pakan sendiri dari rumah saya kurang tahu boleh atau nggaknya, hehe. 


Saran: 

Jangan terlalu banyak beli pakan karena satu gelas kecil itu isinya sudah banyak banget, serius!

Kalau kalian kesini bawa banyak keluarga, bisa deh satu gelas kecil itu share in buat 5-10 orang. Soalnya kasian kan kelincinya kalau sehari ada 50 hari pengunjung (pasti lebih sih hehe) dan ke 50nya ngasih makan segitu banyak. Pasti perutnya penuh. πŸ˜…

Kemarin saya sekeluarga cuma berhasil ngasih kurang dari 1/4 gelas, dan sisanya dibuang ke tong sampah. 

Sayang banget kan beli malah dibuang? Gelasnya gelas plastik pula. 

🐰🐰🐰


Plus dan Minus. 


Oke, jadi saya mau bikin kesimpulan perjalanan saya kesini kemarin beserta  beberapa plus dan minusnya. Barangkali bisa jadi bahan pertimbangan kalau mau kesini :

(+) positif:

πŸƒUdaranya segar, pemandangan cakep.

πŸƒ Lokasinya relatif masih sepi di jam-jam tertentu, enak buat family time.

πŸƒ Instagramable, lokasinya enak dan cocok buat berfoto sendirian maupun bersama keluarga.

πŸƒ Tiket masuknya murah meriah!

πŸƒEdukatif, bisa banyak tahu soal kelinci apalagi kalau ada yang ngejelasin atau bisa diberondong pertanyaan.

πŸƒAda warung yang menjual makanan di sekitar Taman, jadi nggak lapar-lapar banget. Makan mie rebus plus teh es pas laper juga oke kan? πŸ‘Œ

πŸƒ Lokasi dekat dengan beberapa tempat wisata lainnya, jadi sekali berangkat bisa ke tempat lainnya. Asalkan matang-matang dihitung supaya tidak kehabisan waktu kunjungan ya! 😊 

(-) Poin negatif :

⛰️ Tempat untuk beristirahat sangat kurang, nggak sesuai dengan pengunjung yang banyak. 😒

Kalau sendirian sih nggak apa-apa. Tapi kasian anak dong kalau sempat kepanasan karena tempatnya nggak cukup dan harus berdiri karena tempat duduk penuh. Kalau gendong juga pegel.

⛰️ Lokasi penjual makanan dan minuman di luar area Taman Kelinci. Mungkin niatnya supaya nggak mengotori ya? Positifnya sih disuruh bawa air minum sendiri nih kayaknya, ngurangin sampah. 

LOKASI

🚩Taman Kelinci ini terletak di perbatasan antara Malang dengan Kota Batu, tepatnya di Desa Pandesari, Kec. Pujon, Kota Batu, Malang, Jawa Timur. 

πŸ•’ Jaraknya dari pusat kota Malang kurang lebih 35 KM dan bisa ditempuh dalam kurun waktu setengah jam.

✔️ Lokasinya dekat dengan dari spot wisata Omah Kayu-Paralayang Gunung Banyak. Bisa sekalian mampir laa kesana kemari. πŸ˜„

Nah, apa teman-teman tertarik buat jalan-jalan ke Taman Kelinci ini? 
Saturday, December 29, 2018

Workshop Lactogrow: Menjadi Orangtua Happy, Membuat Anak Grow Happy,


Di dunia ini, siapa sih orang tua yang nggak ingin anaknya bahagia? Semuanya pasti ingin buah hatinya tumbuh besar dengan bahagia sejak masih anak-anak hingga menjadi orang dewasa. 

Tapi bagaimana sih definisi anak yang bahagia itu? Dan bagaimana sebenarnya cara menggapainya? 

Nah, kemarin saya memperoleh jawabannya saat mengikuti workshop “Grow Happy Parenting” yang diadakan oleh NestlΓ© LACTOGROW, tanggal 29 November 2018 lalu di Koordinat Cafe,  Duta Mall Banjarmasin. Saya beruntung berkesempatan mengikuti workshop ini bersama beberapa blogger lainnya serta rekan jurnalis. 

Penasaran bagaimana keseruannya? Berikut saya tuliskan liputannya. 

πŸ’™πŸ’™πŸ’™

Nah, dari workshop ini, saya tuh baru tahu kalau ternyata kalimat sederhana seperti “dasar, gara-gara masa kecil kurang bahagia“ itu bukan sekedar bukan olok-olokan loh, tapi realita! 

Hal ini dijelaskan oleh Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi, SFP, ACC, ternyata nih kebahagiaan di fase kanak-kanak diakui sebagai salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap kebahagiaan seseorang saat dia menjadi orang dewasa. 


Sehingga, membentuk anak yang bahagia merupaan sebuah misi yang harus dilakukan oleh orang tua generasi alpha jika ingin anaknya menjadi pribadi yang happy di masa depan. 

Tunggu, anak yang bahagia? 

Anak yang Bahagia, yang Bagaimana Sih? 


Kebanyakan orangtua biasanya menilai anaknya bahagia jika menunjukkan ekspresi wajah yang ceria, aktif bergerak, atau mendapatkan mainan dan hadiah. 

Padahal, menurut Myers & Diener (2018), kebahagiaan anak itu bukan sekadar kegembiraan sesaat saja, namun lebih kepada rasa nyaman, aman, dan diterima dengan baik di lingkungan sosialnya. 

Jadi nih, dari hasil studi child happiness yang dilakuan oleh Nestle LACTOGROW di Jakarta, ditemukan fakta bahwa anak merasa bahagia saat bermain bersama orang tua, bahkan lebih bahagia jika dibandingkan saat bermain bersama adik atau kakaknya. 

Sayangnya, ada lebih dari 50% orang tua yang merasa bahwa dirinya belum cukup hadir atau terlibat dalam aktivitas bersama anaknya, padahal antara “hadir” atau “terlibat” memiliki tindakan, esensi, dan pengaruh yang berbeda terhadap perkembangan sosio-emosi anak

Di Indonesia, memang pada umumnya para orang tua sudah sadar dan mengerti bahwa menghabiskan waktu berkualitas (quality time) bersama anak itu penting banget. Sayangnya masih banyak pula orang tua yang merasa belum maksimal melibatkan diri secara fisik maupun emosional bersama anaknya, karenanya, mewujudkan kondisi tumbuh bahagia (Grow Happy) pun menjadi tantangan baru di tengah orangtua modern.

Nah, di kesempatan ini pun Ibu Elizabeth atau akrab disapa Miss Lizzy memberikan beberapa tips terkait cara meningkatkan bonding dengan si kecil, diantaranya:

🍎 Fokus pada kebersamaan dengan anak. Bukan jenis aktivitas. Hal yang diingat anak kelak saat dia besar adalah kita yang menemaninya bermain, bukan seberapa mahal harga mainan yang kita mainkan. Catet! 

🍎 Sediakan waktu khusus dengan anak tanpa ada gangguan (distraksi). Bukan cuma Me time bersama pasangan, tapi juga dengan anak ya, mom! ❤️ 

🍎Lakukan eye-to-eye contact, jangan bicara dengan anak dengan mata sambil melihat layar hape terus. 

🍎Buatlah anak merasa bahwa dirinya penting, jadikan dia prioritas dan dengarkan ucapannya. Jangan abaikan suara kecilnya. πŸ˜‰



Jadi, pada prinsipnya:

Happy parenting = Resilient Children  

Jika orang tua sudah merasa bahagia maka insya Allah akan menjadi jaminan anaknya kelak menjadi resilient

Apa sih resilient

Anak yang resilient adalah anak yang memiliki ketangguhan dalam menghadapi stres dan tantangan hidup, ketangguhan ini tentu sangat penting untuk anak-anak kita di masa depan. 

“Bagaimana bisa mendukung kebahagiaan anak kalau orang tuanya sendiri tidak tahu bagaimana cara membahagiakan diri sendiri?” - Miss Lizzy. 

So, tugas kita sebelum membuat anak bahagia, kita sebagai orang tua juga harus bahagia! Setuju banget dengan poin ini. 😊

πŸ’™πŸ’™πŸ’™

"Aku Akan Bahagia, Jika Anakku Bahagia" Benarkah Begitu? 


Mungkin saja...

Tapiii... Miss Lizzy menekankan bahwa ini adalah pemikiran yang salah, karena pada dasarnya, emosi orang tua adalah hal yang paling mempengaruhi emosi anaknya. Jadi, jangan berharap punya anak yang growing happy maksimal kalau emaknya masih suka uring-uringan ya? πŸ˜‰


Nah, apakah kita orangtua yang bahagia atau tidak, kita sendiri yang tahu jawabannya. Namun kita bisa bersama-sama membuat diri kita bahagia. Jadi, kebahagiaan itu adalah sesuatu yang bisa dan harus diperjuangkan dan diusahakan! 

How?


Menjadi Orang tua yang bahagia? 


Nah, menurut Ed Diener (1984), sumber kebahagiaan individu adalah afeksi positif, misalnya tertawa, damai, pemenuhan diri dan masih banyak lagi.

Namun selain afeksi positif, kita juga memiliki emosi negatif serta tingkat kepuasan hidup.

Para ibu bahagia! 

Nah, agar kita lebih bahagia, selain meningkatkan emosi positif seperti misalnya merasa dicintai, merasa bersyukur, atau merasa damai. Kita juga perlu meminimalisir emosi negatif seperti merasa bersalah, merasa curiga, atau merasa marah. 

Sudah? 

Selain itu, kita juga harus memaksimalkan kinerja 4 hormon kebahagiaan, apa aja? Ini dia:

4 HORMON BAHAGIA 


>>🌷 Dopamine (celebrate small achievment)

Menurut Miss Lizzy, mencoba hal yang baru atau merayakan pencapaian kecil yang kita raih sehari-hari juga bisa loh bikin hati merasa bahagia, jangan sampai kalau ditanya apa pencapaian kita, kita tuh bingung sampai kelamaan mengingat. 

"Oh, aku dulu pas SMP juara nasional makan kerupuk!"

Bukan begitu, pencapaian nggak melulu soal hal besar, namun hal kecil seperti misalnya kemarin berhasil bikin food prep untuk tiga hari atau berhasil dapat barang incaran saat ada diskon gede itu juga termasuk achievment (pencapaian). Jadi bersyukur itu bikin bahagia memang bener ya moms. 

>> 🌷 Serotonin (Sunlight, helping others. It's time to be kind to ourself!

Hormon yang ini bisa dipenuhi dengan berjemur di panas matahari pagi, beruntung banget kita hidup di negara tropis dimana kita hidup berlimpah cahaya matahari, ya? Tinggal berjemur  di matahari pagi buat ngeboost hormon satu ini. Asal jangan kelamaan berjemurnya, nanti gosong! Hehe 😁

Nah, selain berjemur, kita juga bisa mencoba menolong atau memberi kepada yang membutuhkan. Hormon good mood ini perlu banget disuplai agar kita tidak merasa depresi.

Penting banget ya karena serotonin ini biasanya kadarnya rendah pada perempuan.  πŸ˜‰

>> 🌷 Oksitosin (Cuddling, sharing, physical touch) 

Hormon cinta, begitu namanya. 

Hormon ini meningkat dengan aktifitas fisik, misalnya menyusui anak atau berpelukan, atau.... (isi sendiri πŸ˜‚) 

Nah, soal pelukan nih, berapa kali sih optimalnya pelukan sehari? 

3 kali? 5 kali? 

Wow, ternyata kata Miss Lizzy sehari itu seharusnya 8 kali lho! Dan bukan cuma untuk pasangan pastinya, tapi juga untuk anak dan orangtua kita. Bahagia harus nular, jadi pulang ke rumah jangan lupa untuk selalu berpelukan πŸ˜€

>> 🌷 Endorpin (exercise regularly, aromatherapy) 

Jangan lupa OLAHRAGA! 

Eits, ternyata olahraga juga nggak bikin sehat secara fisik, tapi juga sehat secara emosi dengan menjadi pencetus utama endorfin yang merupakan salah satu dari hormon bahagia. 

So, jangan lupakan aktivitas satu ini juga buat para orang tua ya, supaya bahagia selalu. πŸ˜†

πŸ’™πŸ’™πŸ’™



KIAT ANAK TUMBUH BAHAGIA 


Nah, selain tips bahagia untuk orangtua, juga ada nih kiat agar anak tumbuh bahagia, apa saja? 

🌱 Nutrisi yang tepat dan seimbang 

Nah, hal ini senada dengan yang disampaikan oleh dr. Ariani Dewi Widodo, SP.A(K), orang tua harus memahami kebutuhan nutrisi bagi si kecil, termasuk didalamnya susu dengan kandungan gizi agar asupan nutrisi yang diperoleh anak menjadi maksimal. Sepakat ya πŸ˜‰

🌱 Mendukung kompetensi anak 

"Oh, aku bisa lho mengerjakan pekerjaanku sendiri", 

"aku bisa lho mengikat tali sepatu tanpa harus dibantu mama" 

Nah, kata Miss Lizzy, orangtua yang bijak mendukung minat dan kemandirian si kecil, hal ini akan membuatnya menjadi lebih percaya diri dan merasa bangga dengan dirinya, nggak cuma bisa bergantung dengan kedua orang tuanya. 

🌱 Cukup waktu tidur 

Bayangkan deh kita sesudah lahiran, dalam kondisi kurang tidur dan capek, sering marah-marah dan emosian nggak? 

Weh, iya dong. Emosional banget. 

Hal itu terjadi pula dengan anak kita. Terlebih di usia anak, kebutuhan tidurnya lebih banyak jika dibandingkan dengan orang dewasa, jadi memenuhi kebutuhan tidur anak juga penting, ya buibu! πŸ‘Œ

🌱Memberikan cinta tanpa syarat (unconditionally love

"Mama tuh sayang... kalau kamu pintar"

Tanpa sadar kadang kita membebankan syarat kepada anak kita agar mereka merasa dicintai. Sedih nggak sih? Mau dicintai aja, anak harus ini itu. πŸ™

Ah, jangan sampai kita malah menuntut agar mereka merasa bahwa mereka itu anak-anak yang dicintai. Selalu terima anak dan cintai mereka tanpa syarat. 😊

Grow Happy dengan Asupan Gizi yang Lengkap dan Seimbang 


Nah, selesai membahagiakan diri. Orang tua juga harus membahagiakan anak. Sudah?  πŸ˜‰

Membahagiakan anak dimulai dari menjaga kesehatannya. Narasumber kedua yang hadir hari itu, dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) menjelaskan bahwa kesehatan anak dimulai dari periode seribu hari kehidupan yakni sejak fase di bulan pertama kehidupannya di dalam rahim kita (270 hari) hingga anak mencapai usia 2 tahun (365 hari + 365 hari).


Kenapa nutrisi penting di periode golden age? karena fase ini merupakan fase perkembangan otak yang paling pesat. Karena itu ASI dan makanan bergizi sebagai asupan nutrisi terbaik harus menjadi prioritas. Selain itu, menjaga saluran cerna anak juga tidak kalau pentingnya, karena sistem imun atau daya tahan tubuh berada sekitar 60-70% disini. 

Yep, usus adalah organ yang kompleks karena memiliki sekitar 100 triliun bakteri mikrobipta usus dan juga 100 neuron (sel syaraf). Bakteri sebanyak itu terbagi dua, yakni bakteri baik dan bakteri patogen (bakteri jahat). Untuk mencapai keseimbangan yang sehat, maka bakteri di usus ini harus lebih banyak bakteri baiknya dibandingkan bakteri jahatnya, yakni dengan perbandingan 85% bakteri baik dan 15% bakteri jahat.

Jika keseimbangan ini terganggu, maka daya tahan tubuh kita juga akan terganggu dan besar kemungkinan kita akan jatuh sakit. 


Pertanyaannya, bagaimana sih supaya pencernaan kita selalu sehat? πŸ€” 


Nah, untuk mendapatkan saluran cerna yang sehat, pastinya kita harus menjaga keseimbangan mikrobiota usus, diantaranya dengan cara: 

✅ Mengkonsumsi makanan bernutrisi lengkap, bersih, dan variasi.

Nah, hal terpenting, anak harus mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang agar memiliki saluran pencernaan yang sehat sehingga dapat menyerap nutrisi dengan baik. Ditunjang selera makan dan pola tidur yang baik, maka tumbuh kembang pun bisa optimal! 

✅ Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan melakukan olahraga secara teratur. (Nyambung ya dengan si hormon bahagia endorfin, kita harus olahraga!)

Mengkonsumsi makanan yang mengandung probiotik bermanfaat untuk kesehatan saluran pencernaan. 

Ngomongin probiotik, apaan sih si probiotik ini? Dan apa pula pengaruhnya terhadap pencernaan? 😯


Nah, ternyata pengertian si probiotik ini adalah suatu mikro-organisme yang diberikan dalam jumlah yang sesuai dan adekuat maka akan memberikan manfaat kesehatan. 

Manfaatnya ternyata cukup banyak, diantaranya:

🌸 Meningkatkan bakteri baik dalam usus. 

🌸 Menyehatkan saluran cerna (jadi, penyerapan nutrisi anak optimal! ❤️ 

🌸 Meningkatkan frekuensi BAB pada kasus konstipasi.

🌸 Mengurangi durasi diare karena membantu keseimbangan bakteri di usus.  

Contoh probiotik misalnya: Lactobicullus spp (yang paling terkenal), L.reuteri, L.acidophilus, L.rhamnosus, L.bulgaricus, L.casei.

Sumber probiotik alami bisa kita peroleh melalui sumber makanan sehari-hari, misalnya dari konsumsi yoghurt, tempe, atau kimchi. 

Oke, si Tempe paling gampang ya dicari! Harganya terjangkau pula. πŸ˜†




Nah selain itu, pada kesempatan ini, Pramudita Sarastri, Brand Executive NestlΓ© LACTOGROW juga memperkenalkan tampilan baru LACTOGROW yang diperkaya dengan DHA, kalsium, minyak ikan, dan juga Lactobacillus reuteri yang bermanfaat untuk tumbuh kembang serta kesehatan pencernaan si kecil.

Wah, ada probotiknya nih! 

Jadi selain sumber alami yang bisa kita olah menjadi makanan sehari-hari, kita juga bisa memberikan probiotik melalui susu pertumbuhan yang kita berikan pada anak sejak usia satu tahun keatas ini. Diperkaya pula dengan 12 vitamin, 7 mineral asam Linoleat (Omega 6) dan Asam Alfa-Linolenat (Omega 3) yang diformulasikan para ahli di NestlΓ© Research Centre, Switzerland, LACTOGROW membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan si kecil. 

Melalui kampanye Grow Happy ini, Mbak Pramudita NestlΓ© LACTOGROW mengajak orangtua untuk dan meningkatkan kebahagiaan hidupnya agar kemudian bisa meng-influence pasangan dan buah hatinya agar keluarganya tumbuh dengan bahagia (Grow Happy). 

Bukan sekedar nutrisi dan stimulasi, tapi Nestlé juga mengutamakan kebahagiaan parents dan anak. Sering terlupakan ya, padahal sehat dan cerdas kalau tidak bahagia juga nggak ada faedahnya. Iya nggak? 😁


🌸 🌸 🌸 


Nah, dari workshop yang edukatif ini, saya dapat banyak banget ilmu baru yang bermanfaat, diantaranya tentang pentingnya jadi parents yang bahagia, pentingnya membersamai anak agar grow happy, dan juga bagaimana cara menjaga kesehatan saluran pencernaan si kecil. 

Oke, siapkah Ayah dan Bunda jadi orangtua bahagia dan membuat anak Grow Happy?

Custom Post Signature

Custom Post  Signature