Wednesday, June 13, 2018

Kreasi So Good Chicken Stick Untuk Sajian A la Sushi


Punya Nugget di rumah, biasanya dibikin apa buibu?

Nah, lama saya memikirkan apa kreasi yang ingin saya buat menggunakan So Good Chicken Stick yang tampilannya menurut saya mirip dengan nugget ini. Kalau digoreng sepertinya sudah terlalu mainstream ya? Saya kepingin bikin masakan yang nyeleneh sedikit. Hehe.

Sampai akhirnya saya bertanya dengan suami. Ada ide nggak Nuggetnya, eh, Chicken Stick ini, pengen dikreasikan bagaimana?

Katanya, mau bento!

Saya berpikir sebentar, membuka-buka kulkas, memeriksa stock bahan yang sangat terbatas. Hmm, Bisa sih kalau kepengen bikin bento, cuma kok ya sayurannya terlalu sedikit buat saya untuk membuat Bento a la Jepang yang biasanya saya lihat di dorama-dorama.

Sampai saya teringat saya satu adegan di Dorama Full Time Wife Escapist yang baru saja saya tonton. Ah, gimana kalau dikreasikan jadi Sushi saja?

Ya, tentu saja bukan Sushi yang premium seperti di restoran, yang ala-ala saja, sushi rumahan dengan bahan seadanya. Rasanya tentu jauh berbeda karena kita hanya meniru tampilannya saja. Sesuai hasil pemeriksaan saya dengan isi kulkas, bahan-bahannya secara garis besar tersedia.

Lngsung saja, tanpa menunggu lama saya pun membuatnya dengan bahan-bahan yang sederhana. Ini dia cara pembuatannya:

Bahan-bahan: 

- Nasi pulen satu mangkuk kecil.
- Rumput laut secukupnya.
- Wortel, iris memanjang,
- Sosis siap saji, belah menjadi 4 bagian.
So Good Premium Chicken Stick.
- Abon Sapi/ayam.


Pelengkap:

- Saus sambal
- Saus mayonnaise


Cara Membuat:

1. Rebus wortel hingga matang, kemudian tiriskan.

2. Goreng So Good hingga kuning keemasan, tiriskan, belah menjadi 2 bagian. 

3. Pasang sarung tangan plastik, susun lembaran rumput laut di atas tatakan khusus sushi atau talenan biasa.

4. Tuangkan nasi sedikit demi sedikit. Tekan-tekan agar nasi menjadi padat.

Tips: Sebenarnya untuk mengganti nasi jepang yang sangat pulen disarankan untuk menggunakan campuran antara beras biasa dengan beras ketan agar teksturnya menjadi mirip. Tapi karena saya tidak punya beras ketan saya menggunakan beras pulen biasa. Butuh effort lebih untuk menjaga gulungan sushi jejadian ini agar tidak bubar jalan :’)

5. Susun potongan wortel, sosis, dan juga So Good Chicken Stick diatas nasi, usahakan jangan terlalu banyak agar mudah digulung.

6. Tuangkan sedikit abon ditengah.

7. Gulung rata, kemudian potong dengan hati-hati.

Nah, disini karena saya menggunakan beras pulen biasa jadinya agak berantakan seperti digambar. Hahaha. Next time mungkin saya akan coba dengan campuran beras ketan seperti tips diatas. ^^

8. Susun dalam box makanan. Bisa ditambahkan dengan pelengkap berupa saus sambal atau saus mayonaisse supaya tambah lezat.

Nah, bagaimana? Cukup menggoda bukan? 

Paduan antara Gurihnya sosis dan juga So Good Chicken Stick berpadu dengan wortel yang manis dalam balutan rumput laut. Sebagai pelengkap tambahan, bisa kita tambahkan potongan nugget yang dipotong serong beserta sayuran wortel disisi box yang lain.

Rencananya, menu ini nanti akan saya jadikan bekal untuk Abah Syuna kalau lagi dinas. Lumayan kan, mengasah kemampuan gulung menggulung dan juga menyenangkan hati karena ada bekal tambahan. ^^

Tentunya, jika remake nanti saya akan menambahkan sayuran lain agar rasa dan tampilannya semakin menarik, misalnya saja rebusan brokoli dan jamur. Pastinya bekal sushi ala-ala ini akan menjadi menu yang sangat sehat karena kaya dengan sayuran.

Apakah kamu tertarik mencobanya juga? Praktis dan sehat lho, bikinnya cuma 30 menitan. Hehe

Selamat mencoba, ya!
Tuesday, June 05, 2018

Dukung #RokokHarusMahal untuk Keluarga yang Lebih Sejahtera



Keluarga saya memiliki riwayat buruk dengan jantung dan juga rokok. Terutama keluarga dari pihak Ayah, dimana kebanyakan anggota keluarga pria menjadi perokok sejak usia muda.

Banyak peristiwa buruk yang terjadi akibat rokok. Hal terakhir yang saya ingat adalah kejadian meninggalnya salah satu paman saya karena komplikasi radang paru. Sangat menyedihkan karena beliau meninggal saat putra-putrinya masih kecil dan madih sangat membutuhkan peran seorang ayah.

Rokok, ya, rokok adalah barang yang tidak bisa beliau lepaskan.

Meski sudah banyak nasehat yang ditujukan kepada beliau dari istri maupun keluarga yang lain, hal itu tetap saja tidak bisa diatasi, hingga akhirnya berujung pada maut.
      
Kejadian itu membekas hingga hari ini. Sebuah contoh nyata yang tidak akan pernah saya lupakan tentang rokok yang menghilangkan nyawa dan membuat keluarga kehilangan arah.


*** 

Merokok dan Kesehatan 


Tidak perlu diragukan lagi bahwa perilaku merokok itu mempunyai bahaya yang sangat besar. Tidak perlu susah-susah membuka internet untuk mengetahui apa saja bahayanya. Pemerintah sudah lebih dulu memperingatkan para perokok melalui kolom khusus yang ada di kemasan rokok yang beredar di Indonesia.

Peringatan itu bukan hanya sekedar teks, tapi juga sudah dilengkapi dengan gambar. Jadi mustahil rasanya jika terlewatkan begitu saja.

Mari kita lihat contohnya dibawah ini:

Gambar peringatan super horor.
sumber: kompak.co

Pertama kali melihat peringatan itu saya bergidik, ada perasaan ngeri sekaligus heran di dalam hati.

Kok bisa ya mereka tetap menghisap barang itu meski sudah tahu bahayanya?

Ah, tapi memang begitu bukan yang namanya adiksi? Saat seseorang sudah terlanjur kecanduan, bahayanya akan terabaikan. Padahal seperti yang kita ketahui, tembakau yang menjadi bahan utama dalam pembuatan rokok menambah resiko untuk banyak penyakit mematikan, misalnya saja kanker dan penyakit kardiovaskuler (jantung). 

Riset di lapangan membuktikan 'berkat' konsumsi rokok yang terus meningkat, beban penyakit dan juga angka kematian akibat rokok juga ikut meroket.

Data BPJS tahun 2016 menyebutkan bahwa biaya tanggungan pengobatan katastropik atau penyakit mematikan akibat komplikasi yang salah satu pemicu utamanya adalah rokok menghabiskan dana sebesar Rp 14,58 triliun, nilai itu setara 21,73 persen dari total biaya manfaat seluruh penyakit. 

Angka kematian akibat rokok di Indonesia juga tergolong fantastis, Data The Tobacco Atlas tahun 2015 menyebutkan bahwa lebih dari 217.400 penduduk Indonesia meninggal dunia akibat merokok setiap tahunnya.

Padahal uang dan nyawa sebanyak itu masih bisa diselamatkan,

Dengan apa? Tentunya dengan berhenti merokok.

***



Peredaran Rokok Disekitar Kita.


Zaman now, maraknya penggunaan rokok semakin menjadi-jadi. Harga rokok yang sangat terjangkau (bahkan ada yang eceran per batang seharga 500-1000an) membuat merokok menjadi kegiatan yang lazim. Saking lazimnya, aktivitas merokok ini juga menyentuh anak-anak dan juga kalangan masyarakat miskin :

Hal ini jika kita runut kembali maka akan menghasilkan beberapa faktor yang bisa menjelaskan alasan mereka merokok, diantaranya:

>>  Pengaruh lingkungan & pergaulan 
>> Rasa nyaman palsu yang sebenarnya candu merasuk membuat perasaan menenangkan ('ketagihan').

Dan yang paling seringnya adalah... 

>> Meniru orang tua/saudara.

Menurut saya, ya percuma saja menasehati 'kamu nggak boleh merokok' pada anak-anak jika dilingkungannya sendiri berseliweran orang dewasa yang merokok. Bahkan jika Ayahnya sendiri saja nitip minta belikan rokok ke warung, larangan merokok itu justru akan mengundang rasa penasaran anak tentang sensasi merokok. 




>> Iklan & promosi

Meskipun diikat oleh peraturan yang ketat dan jam tayang yang terbatas. Inilah yang saya masih heran, kenapa iklannya itu UWOW sekali?? Dihiasi kata-kata yang inspiratif, berkesan maskulin dan menampilkan sosok eksekutif muda yang sukses, penuh dengan segala hal yang menantang adrenalin serta wow-ini-laki-banget. 

Saya mengakui kalau industri rokok itu sangat kreatif dan royal. Mereka tidak segan-segan mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membuat impresi yang menarik, tak jarang pula mengeluarkan dana luar biasa untuk sponsorship acara olahraga.

Teringat dengan kejadian saat kuliah dulu, pernah tidak sengaja saya mendengar teman yang bercerita penghasilannya menjadi SPG rokok. Saya terkejut, pastinya, karena tenyata jumlahnya tergolong besar. SPG aja lho. Part time.

Mengetahui iklan dan promosinya yang begitu gencar itu, saya tidak terlalu heran mendengar pernyataan dari MenKes Nila Moeloek bahwa angka perokok di Indonesia itu mencapai 36,3 persen, atau dengan kata lain, sepertiga penduduk Indonesia saat ini telah menjadi perokok.

Itu adalah keniscayaan karena masih banyak orang yang belum teredukasi tentang rokok dan ditambah dengan strategi industri rokok yang paten tadi. 

Namun melihat ironi di masyarakat yang yang justru bertentangan dengan gambaran promosi membuat saya tergugah.

Apakah yang harus saya lakukan? Diam dan melihat saja?

Tidak! Saya harus ikut melakukan sesuatu...

Peran Ibu dalam Melindungi Anak-anak dari Bahaya Rokok.


Ada banyak sekali perokok aktif yang tidak sadar kalau asap rokoknya itu mengandung bahaya yang serius. Dalam hal ini mungkin kita pernah mendengar istilah 'perokok pasif'. 

Nah, apa itu perokok pasif? 

Perokok pasif adalah orang-orang yang secara langsung tidak bersentuhan/menggunakan rokok, namun menghirup asapnya secara tidak sengaja/terpaksa. 

Salah satu kelompok yang paling rentan dengan bahaya asap rokok/menjadi perokok pasif adalah perempuan dan anak-anak. 

Untuk anak, masalahnya tidak berhenti sampai di asap rokok.

Rokok yang sengaja dipajang di bagian depan warung atau minimarket bisa dibeli dengan mudah menggunakan uang jajan mereka. Dan trik pajangan ini bukanlah suatu kebetulan. Industri rokok memang telah menjadikan mereka target.

Hal ini cara kerjanya kurang lebih sama seperti pornografi yang dicekoki pada anak sejak belia. Jika mereka sudah memulai kecanduannya sejak dini, maka dapat dipastikan mereka akan menjadi pelanggan setia hingga mereka dewasa.


Untuk perempuan, dalam hal ini adalah istri, maka tugasnya menjadi berlipat-lipat. Selain harus berkompromi dengan rokok dan juga melindungi anaknya, Rokok juga menjadi salah satu kendala ekonomi yang tidak ada wujudnya namun terasa efeknya, hal ini terutama terjadi pada keluarga dengan taraf ekonomi rendah. 

Ya, sangat disayangkan bahwa ada banyak kepala keluarga level ekonomi menengah ke bawah yang kecanduan rokok, padahal masih banyak kebutuhan anak dan juga rumah tangga yang harus dipenuhi

Namun budaya patriarki kita yang menjadikan laki-laki sebagai tulang punggung keluarga membuat banyak perempuan mempunyai porsi pendapat yang lebih sedikit dalam rumah tangga, termasuk soal ekonomi keluarga. Misalnya saat sang bapak lebih mengutamakan jatah rokoknya ketimbang kebutuhan primer keluarga seperti makanan, pendidikan dan kesehatan anak-anak. Perempuan jarang bisa menolak. 

Ya, mau gimana lagi, biasanya endingnya akan mblunder dengan sahutan: "Gue udah capek-capek nyari duit, biarin dong sedikit buat senang-senang, yang penting kan jatah lo sama anak-anak udah ada?". 

Fix, ujung-ujungnya, lagi-lagi perempuan lah yang harus memeras otak agar jatah bulanan mengcover seluruh kebutuhan rumah tangga. Sedih.

Hal inilah yang menjadi pokok pembahasan di acara Program Radio Ruang Publik KBR pada hari rabu minggu lalu. Dibawakan oleh dua orang perempuan yang menandatangi petisi #RokokHarusMahal #Rokok50Ribu, yaitu Magdalena Sitorus dari Jaringan Perempuan Peduli Pengendalian Tembakau (JPT3T) dan Ligwina Hananto yang memiliki background financial trainer. Program ini mengupas tema Selamatkan Generasi, Perempuan dukung Rokok 50 Ribu secara mendalam.



Dilema ekonomi antara rokok dan kebutuhan rumah tangga diatas bukanlah sebuah hal jarang di masyarakat kita. Hal ini diakui Ligwina Hananto. Sebagai ahli finansial, beliau sering menemui kasus berlatar belakang serupa, misalnya buruh yang mengaku tidak punya uang untuk menyekolahkan anak-anaknya atau bahkan tidak punya uang untuk membeli lauk pauk yang sehat, namun begitu keuangannya dicek, ternyata pengeluaran rokok itu ada, menjadi prioritas, dan jumlahnya cukup besar. :(

Jadi sekolah anak urusan nanti, kesehatan anak urusan nanti, yang penting merokok dulu. Egois sekali, bukan?

Rasa kesal dan kasihan pada perokok campur aduk saat saya mendengar siaran itu. Rokok pada anak-anak dan keluarga miskin di Indonesia benar-benar sangat memprihatinkan.

Lantas, kemana kedua hal ini bermuara?


....Harga rokok yang murah adalah salah satunya. 


Jadi begitu mendengar harga rokok akan dinaikkan, jujur saja saya merasa sangat gembira! Menurut saya, rasa tentu langkah besar ini akan membawa angin perubahan yang positif pada banyak perokok aktif di negeri ini.

Tidak berpikir dua kali, saya pun segera menandatangani petisi #RokokHarusMahal dan #Rokok50Ribu yang dibuat di situs Change.org agar bisa menjadi bagian dari perubahan. 

Dan tidak cukup hanya tanda tangan, saya pun menyebarkannya di beberapa sosial media.

Oh iya, kalian juga bisa berpartisipasi dengan menandatangani petisinya di: 

change.org/rokokharusmahal

Perempuan Dukung #RokokHarusMahal


Kenapa kita sebagai perempuan mendukung gerakan ini? 

Ah, jawabannya akan sangat panjang! Tapi kali ini mari kita lihat dari sisi keluarga saja:

/1/ Jika Rokok Mahal dan para ayah berhenti merokok, maka akan ada banyak perempuan dan anak-anak yang lebih sejahtera. 

Bagi saya, lelaki yang tidak merokok adalah lelaki yang sayang dengan keluarganya. Karena dengan tidak merokok, itu artinya dia sudah melakukan dua hal yang penting untuk istri dan juga anak-anaknya. 

Pertama, dia sudah menyayangi dirinya dan istrinya. Dia tidak 'memperpendek masa hidup' dengan mengkonsumsi rokok. Dia berkesempatan menjalani hidup yang lebih sehat dan bisa membimbing istrinya lebih lama. 

Yang kedua, dia sudah menyayangi anak-anaknya, dengan tidak merokok, maka kesehatan buah hatinya pasti menjadi lebih baik. Terlebih jika anaknya mengiringi langkah sang bapak untuk tidak merokok, maka otomatis mata rantai rokok pun terputus sampai disana. :) 

/2/ Uang yang digunakan untuk membeli rokok bisa dipakai membeli kebutuhan rumah tangga. 

Mari kita buat permisalan, misalnya dalam satu hari seorang ayah mampu menghisap 1 pak rokok seharga Rp.10.000, itu artinya satu bulan dia 'membakar uang' sebanyak Rp.300.000, 

Dalam jumlah yang sama, uang itu bisa kita gunakan untuk hal yang lebih bermanfaat, misalnya membeli makanan yang bergizi, buku pelajaran dan juga kebutuhan anak istri. Tentunya ini juga membuat keluarga semakin sejahtera. Iya nggak? 


Angka 50 ribu mungkin bukan angka yang besar, namun efeknya secara langsung dan jangka panjang pasti bisa kita rasakan. Perubahan harga dari angka 10-15ribu menuju 50 ribu pastinya membuat para Ayah berpikir sepuluh kali sebelum membeli.

Betul atau benar? :D

/3/ Kesehatan lebih terjaga. 

Jika tidak merokok, kesehatan yang prima tentu bukanlah sesuatu yang mustahil lagi. Makanya, yuk, stop merokok!




Nah, jika ada yang bertanya, "Kenapa sih jadi 50ribu?" 


Tenyata harga ini bukan sembarang angka. Berdasarkan hasil sebuah survey berupa pertanyaan "Anda akan berhenti merokok kalau harga rokoknya berapa?" yang dilakukan oleh Prof. Hasbullah Thabrany bersama rekan-rekan beliau dari FKM UI pada Agustus 2016 lalu. Angka 50 Ribu menjadi jawaban mayoritas. 

Kenapa tidak lebih? 100 ribu seperti di negara Singapura misalnya? Atau 200-300 ratus ribuan seperti di Australia? 

Oh, itu hanya soal waktu, temans! Jika urusan cukai lancar dan negara total menegatifkan rokok, maka langkah ke angka berikutnya pasti bisa kita capai. :)

sumber: https://ariefardia.com/

Anu, Terus Nasib Petani Tembakau Bagaimana?


Oke, jujur saja saya juga pernah berpikir seperti ini. Apakah jika harga rokok naik artinya kita 'membunuh' saudara kita yang berprofesi sebagai petani tembakau?

Nah, disini saya terkejut dengan fakta yang dikemukakan Nina Samidi di salah satu program Ruang Publik sebelumnya, bahwa ternyata sekitar 60% tembakau yang ada di Indonesia justru hadir melalui jalur import dari Cina, Amerika, dan Brazil karena tembakau sendiri pada dasarnya tidak terlalu cocok dengan cuaca di negara kita yang basah. 

Meskipun tetap saja kita harus memperhatikan kesejahteraan petani tembakau lokal dengan misalnya menyediakan lapangan kerja yang lain. Perasaan jauh terasa lebih lega karena kerugian pada negeri tergolong kecil jika dibandingkan dengan statistik kemiskinan dan angka kematian akibat rokok.


*** 

"Momentum bulan Ramadan seperti sekarang ini sebenarnya bisa menjadi batu pijakan untuk berhenti merokok. Karena adiksi memang tidak bisa serta merta dihentikan, tapi bisa dicicil dulu perlahan-lahan, asalkan kesadaran individu sudah ada. Pasti bisa berhenti."  - Magdalena Sitorus.  

Nah, kalau kalian tertarik lebih lanjut tentang #RokokHarusMahal, kalian bisa mendengarkan talkshow serial Ruang Publik #RokokHarusMahal yang mengudara setiap hari Jumat, pukul 09.00-10.00 WIB yang disiarkan di 104 radio jaringan KBR di seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua. Diskusi juga bisa kita ikuti melalui fanpage KBR.ID atau aplikasi KBR.ID yang tersedia di Android dan iOS.

Yuk, mari bersama kita Dukung #RokokHarusMahal #Rokok50Ribu untuk keluarga Indonesia yang lebih sejahtera!

***

Sumber infografis: 
- P2PTM Kemenkes RI

Sunday, May 27, 2018

Dandan Sederhana Saat Nikah, Yay or Nay?

Belakangan lagi heboh dandanan Meghan Markle di Royal Wedding ya? 

Beberapa hari scrolling di linimasa instagram, saya terus-menerus ketemu sama wajah sesembak Meghan waktu nikahan yang nude abis itu.


Oke, sebagai bagian dari netizen, saya akui dandannya waktu nikah itu benar-benar nggak seperti manten zaman now. Frecklesnya masih kelihatan, she show her imperfection.

Saya nggak tahu banyak soal gimana make up yang bagus, dan saya percaya tiap orang punya preferensi masing-masing bagaimana definisi dandanan cantik.

Tapi jika menengok tren make up yang sedang ramai belakangan ini misalnya highlighter yang cetar, foundation yang super covering, alis tebal dan tegas, eyeshadow yang bling-bling, dan seterusnya.

Meghan nggak begitu.
Di hari spesialnya dia justru memilih tampilan nude, ya ada sih pakai smokey eye tipis dibagian mata, tapi itu kan juga nggak begitu kentara.

Dan ingat lho, frecklesnya masih kelihatan.

Biasanya kan begini...

Kata Bubah Alfian, MUA-nya jenius.

Apa dia memilih penata rias yang kurang baik?

Nggak, absolutely no. Meghan bukan dirias oleh MUA sembarangan, Royal Wedding gitu lhooo... πŸ˜‚

Cobain  aja googling harga baju pengantinnya yang bagi kita biasa aja itu, punya dia emang nggak pakai brokat, tapi pakai berlian. Beda kasta kita mah :’D

Nah, kalau ada yang nanya kenapa pengantin yang skala publikasinya satu dunia itu justru cuma memakai make up yang super sederhana?

Jawaban saya: Ya tanya dong sama sesembak Meghannya langsooong. Hahaha πŸ˜…

(Jawaban nggak guna. Minta timpuk pake jatah THR nih πŸ˜‚)

Tapi nyang penting nggak nawar~~ 😁

Katanya netizen yang lain lagi, momen pernikahan adalah momen sakral yang teramat sangat istimewa. Jadi maklum dong bila pengantin perempuan itu kepengen tampil manglingi.

Ya paling nggak kan bakalan duduk lama tuh bareng suami, bakalan bertemu dan dinilai sama ratusan tamu undangan yang datang.

Kan seneng juga kalau dipuji suami tercinta "Dek, cantiknya nambah deh hari ini” gitu. 

Uhuk. 

So, katanya sah-sah saja sehari itu kita memakai bulumata anti badai, foundation 4 shade lebih cerah, kontak lenses berdiameter lebar supaya mata lebih cantique, dan seterusnya.

Yang kiri nambah cantiknya karena senyum~

Terus sebaiknya pilih yang mana? Nude/natural atau Bold?

Tergantung pengantennya dong.

Memilih make up natural atau nude, menurut saya yang sebagai netizen budiman yang tidak julid, harus punya tingkat tingkat percaya tinggi yang tinggi, apalagi kalau berstatus seleb ya, komentatornya banyak, dan... kejam.

Harus kuwad-kuwad telinga dan hati.

Kamu bukan seleb? 

Ya sama, harus kuat juga. Nggak perlu jadi artes buat jadi bahan gunjingan. Hahaha

Kulit juga harus dalam kondisi prima, nggak lagi jerawatan parah, atau panuan, atau sunburn, dan seterusnya. Harus perawatan maksimal dulu. 

Saya yakin Meghan sih kulitnya punya perawatan yang paripurna jadi santai aja pakai make up nude. Freckles yang tampak dalam hasil riasannya bahkan seakan-akan bilang “inilah aku apa adanya”. Tidak berstatus perawan tapi mampu menjadi tuan putri di Inggris raya. Eaaa 

Memilih make up yang bold? Ya boleh dong.

Nggak semua orang berpikir kalau momen once in a lifetime itu wajar kalau cuma sekedar pakai nude make-up. 

Nggak semua perempuan wajahnya cocok memakai make up nude. Banyak orang justru akan lebih percaya diri jika bersanding dalam riasan. 

Dan sebagai reminder, wajah manten tentunya dilihat oleh banyak orang, nggak cuma suami, keluarga, atau tamu undangan, tapi juga anak cucu kita saat dalam dicetak album kelak. Pertimbangan lagi deh.

Kecuali kamu flawless duluan kayak Puteri Marino, yo wes.

Dia aja ada yang bully, padahal cantik banget hahaha

Nah, sebenarnya mau yay atau nay, essensi yang paling penting dalam sebuah pernikahan sebenarnya bukan make up ya? Tapi kerukunan dan bagaimana cara mereka memaknai janji mereka di depan Tuhan. Setuju? ^^

Saturday, May 19, 2018

Tempat Belanja Favorit di Malang


Siapa Ibu-ibu yang senang bisa belanja dengan harga murah? Hayuk ngacung!

Well, kayaknya sih hampir semua Ibu-ibu sih ya suka produk murah, apalagi kalau kualitasnya bagus. Murah dan bagus, kombo banget sih nggak ada yang bisa menolak. Iya nggak? πŸ˜†

Nah, buat para Ibu-ibu (terutama tipe yang segalanya itu budget-oriented kayak saya), biasanya memang akan berbelanja dengan beberapa faktor mendasar, salah satunya ya tentu hal tadi, faktor harga. :p

Oke, masalah harga dan selisihnya ini kita ambil contoh ya:

Misal, kita pengen beli suatu barang dan ada dua toko tempat kita berlangganan yang menjual produk tersebut. Nettonya sama, kemasannya sama, tanggal expired juga sama. Tapi antara toko A sama B harganya selisih sekitar 2000 rupiah . 

Kalau disuruh memilih, kira-kira bakalan beli di toko yang mana?

Hmmmm, pastinya yang lebih murah kan? πŸ˜‰

Iya? *kalungkan bunga rempelan struk belanja*

Nah, faktor selisih harga itulah membuat saya rajin memantau harga antar toko sebelum memutuskan membeli suatu barang. Nggak semuanya saya bandingin sih, yang dirasa bakalan sering di purchase aja. Karena kadang nggak kerasa selisih yang kecil-kecil itu kalau dikalikan dengan jumlah belanjaan kita nominalnya lumayan juga.

Suami pas masih newly wed  dulu bahkan bilang gini: "Yank.... kamu orangnya pilih-pilih ya". 

Saya senyumin aja. Bukan jaim nggak ada jawaban, tapi saya memahami keadaan. Dia ngomong gitu sehabis saya ajakin thawaf di sale matahari dan juga ke pasar tradisional nyari macem-macem. Saya tau dia capek dan shock ternyata istrinya punya tenaga super dede. πŸ’πŸ˜‚

Namun meski suka pilih-pilih saya ini tipe setia looh. Ehem.

(Bukan Setiap Tikungan Ada ya πŸ˜‚).

[Baca juga: Pasar Modern atau Pasar Tradisional?]

Nggak cuma sama pasangan, tapi juga sama tempat belanja. Kalau saya udah merasa ‘klik’ sama satu toko, saya bakalan balik kesana terus tiap bulan untuk langganan. Saat masih di Kalimantan, saya punya list toko tempat saya berlangganan. Saban bulan muka saya pasti absen disana buat belanja. (Dulu belanja bulanan, belum mingguan)

Nah, masalahnya muncul saat saya pertama kali menginjakkan kaki di Malang. Saya nggak tau mau belanja kemana! 😁

Sempat kena jebakan betmen gara-gara logat suami yang ketahuan non-lokal, masa waktu itu satu sisir pisang biasa banget dikasih harga 30.000. (normalnya <15.000, ). Bukan masalah harganya mahal, kalau sesuai mah ayok. Tapi sengaja banget gitu naroh harga tinggi. Udah gitu pedagangnya pakai acara nyinggung SARA pula gara-gara kami orang Kalimantan, padahal kami bicara baik-baik. πŸ˜‘

Akhirnya saya yang masih ‘buta’ arah dimana tempat belanja murah di Malang memutuskan untuk menjadi pengikut Ibu-ibu satu kompleks belanja ke pasar saja. Menjadi ‘murid’ para sepuh dalam seni berbelanja.  Secara, jam terbang beliau-beliau kan sudah nggak diragukan lagi gitu loh~

tempat belanja favorit di malang


Belanja Hemat a-la Ibu-ibu, itulah jalan ninjaku!

*dikepret Naruto

Nah, kayaknya udah cukup pengalaman saya belanja kesana kemari selama setengah tahun ini. Ini dia daftar tempat belanja murah di Malang yang udah saya susun dengan segenap jiwa, raga, dan perbandingan struk kasir.

Let’s check it out!

🐣 Pasar Mergan.


Location: Jl. Raya Langsep, Bareng, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65146

Pasar ini letaknya paling dekat dengan rumah saya. Tinggal berjalan kaki sekitar 5-10 menit saja maka kita akan sampai ke pasar Mergan. Biasanya Ibu-ibu kompleks belanja kesini jam 4 subuh, and here I am, ngintil dengan setia di belakang sebagai pengamat ekonom, kadang masih ngantuk-ngantuk :’D

Kalau berbelanja bareng Abah beda lagi waktunya, biasanya kami pergi kesini habis maghrib. Sesudah Abah pulang dari kampus dan selesai beristirahat.

Menurut pengamatan saya, Subuh dan Ba’da maghrib adalah dua waktu yang menjadi puncak perbelanjaan di pasar Mergan.

Bedanya cuma: Harga saat subuh biasanya lebih murah dibanding ba’da maghrib. Hehe

Selain faktor jarak yang dekat tadi, pasar ini juga cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti sayuran segar, buah-buahan, ayam potong, ikan (saya pecinta berat ikan!) dan juga tahu tempe.

🐣 Swalayan Sardo.


Location: Jl. Gajayana, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145

Salah satu top tempat belanja favorit di Malang! Setiap belanja 2 mingguan saya selalu setia datang kesini untuk belanja barang dapur yang habis.

Kenapa ke Sardo?

Karenaaaa... harganya itu bersaing banget! Dan untuk tambahan, lengkap.

Untuk harga yang bersaing itu maklum sih, soalnya daerah sekitar Sardo adalah daerah kost alias banyak mahasiswanya. Jadi harganya juga menyesuaikan dengan kantong mahasiswa. Sebagai mantan anak kost yang sudah menjadi emak dan sedang berhemat, saya malah jadi ikut-ikutan jatuh cinta dengan minimarket satu ini.

Berdasarkan pengamatan saya. Selisih harganya untuk beberapa produk itu lumayan. Saos sambal kacang favorit keluarga kami, misalnya. Saya beli di Sardo harganya 9.500/pcs, pas iseng-iseng belanja ke minimarket sebelah harganya 11.000-13.000/pcs. 

Ulala banget, lumayan selisihnya buat bayar parkir kan. LOL. 

Btw, Sardo parkirnya juga gratis kok.
#pentingbuatdikasihtahu πŸ˜‚

Sardo terdiri dari ada 3 lantai, lantai pertama khusus untuk makanan dan produk perawatan tubuh. Lantai kedua untuk pakaian (wanita, pria, anak-anak, bayi), dan yang ketiga untuk perlengkapan dapur.

Mau lantai 1, 2, atau 3, harganya sama saja, MURAH! Nggak heran deh kalau tiap ke Sardo selalu meriah dan kalau nggak dikekepin suami bisa kalap.

Btw, di Sardo juga ada jual cemilan kering dan makanan oleh-oleh khas Malang lho. Letaknya di sudut ujung sebelah kanan dari pintu masuk. Coba deh di cek. πŸ˜‰

🐣 Toko Dewa-dewi 


Location: Jl. Kopral Usman No.53, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65118

Tempat favorit untuk berburu bahan makanan, rempah-rempah, dan juga jejamuran. Harganya miring banget! Yang hobi berkreasi di dapur pastinya bakalan senang banget kesini, rempah-rempahnya lengkap dan tersedia juga yang masih berbentuk utuh (belum dihaluskan). Baik yang lokal maupun untuk masakan luar negeri kayaknya ada semua deh.

Kesan waktu pertama kali kesini: Jejamuran keringnya bikin tercengang!

Masya Allah, lengkap banget. Shiitake, kuping, tiram, lingzhi, you name it. Mulai dari kemasan kecil-kecil sampai yang karungan. Ada semua.

Duh, Abah si pecinta olahan jamur bisa kalap kalau kesini :D

Pelayanannya agak sedikit ribet karena barang-barang kita kasirnya terpisah. But who’s care lah, murah meriah nggak boleh banyak komplain atuh hahaha.

Toko Dewa-Dewi berada di seberang Pasar Besar. Kalau belanja ke Toko Dewa-Dewi biasanya sekalian aja mampir ke Pasar Besar. 

🐣 Pasar Oro-Oro Dowo 


Location: Jl. Guntur No.20, Oro-oro Dowo, Klojen, Oro-oro Dowo, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65112

Pasar tradisional yang sudah dimodernisasi bisa kita lihat di pasar Oro-oro dowo. Disini kita belanja pakai troli looohh...

Hayo, pasar tradisional mana yang pakai troli buat naroh belanjaan? Sampai saat ini saya baru ketemu di pasar di Oro-oro dowo.



Disini saya bisa belanja sambil naroh anak di stroli dan keliling cantik tanpa perlu khawatir pegal karena thawaf gendong-gendong. Hehe. Makanya Pasar Oro-oro dowo menjadi salah satu temoat belanja favorit saya di Malang. Belanja disini itu segampang di minimarket gitu, cemplungin bayar, cempungin bayar. Bedanya yang enak ya bisa nawar. Hehe

Harganya sebenarnya kurang lebih dengan pasar tradisional lainnya, sudah ada standarnya kan gimana. Namun penataan lebih rapih dan clean! Lantainya bersih bebas dari kotoran dan juga sampah plastik yang biasanya ada di pasar tradisional.

Laff!

Semoga langkah modernisasi yang diterapkan di pasar Oro-oro dowo bisa diterapkan juga dipasar lain-lainnya di Indonesia ya :D

🐣 Buchi Kids.


Location: Jalan Patimura Ruko Panglima Sudirman Kav. 5-9, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65111
Tempat shopping kebutuhan anak-anak yang murah dan selalu meriah di Malang. Semuanya ada disini, baju, sepatu, jaket, kosmetik anak, semua peralatan dan bahan pangan untuk MPASI, kaldu organik, baby evoo, popok, susu, mainan, stroller, aaah, lengkap! Kayaknya semua kebutuhan campur aduk disini. Kalau di Banjarmasin kira-kira seperti Alan babyshop ya.



Kalau kesini saya biasanya pasang kerangka budget dan juga list belanja dulu supaya nggak kalap.

Biasa, meskipun emak-emak saya cuma perempuan biasa yang "ih kok ini lucu.", "wah ini motifnya nggak pasaran nih", "yang ini cantik banget" kind of, alias, ya bisa kalap juga. HAHAHA

Apalagi saya tipe yang jarang belanja baju, jadi pengennya sekali beli itu yang bagus aja sekalian supaya bisa awet, Makanya perlu pakai batasan supaya nggak "Ah, sekali-kali beli yang mahal bagus" minded terus. Karena kadang barang yang terjangkau juga bisa awet kok. πŸ˜‰

A post shared by umam bento (@umam_bento) on

Barang yang dijual di Buchi kids ini punya range harga yang sangat bervariasi. Ada yang puluhan ribu hingga ratusan ribu. Terus yang bikin hepi, dia selalu punya diskon. Berapa persen ya saya lupa. Udah lama nggak kesana sejak beli sepatu Syuna. Tapi potongannya itu lumayan. Apalagi harganya sudah terjangkau duluan.

Masalahnya ya sama dengan toko lainnya yang selalu ramai dan peminatnya tinggi, pramuniaganya kecapekan menjawab pertanyaan dan keluhan pembeli, jadi nggak bisa senyum sepanjang kerja, terus antriannya itu ya... gitu deh. Panjang. 😌

Untung Buchi kasirnya nggak cuma 1-2 jadi nggak sampai mengular, Hehe

Tapi nggak apa, masih jadi salah satu tempat belanja favorit di Malang. Definitely come again!

🐣Pasar Besar Malang, Malang Olympic Garden (MOG), Malang Town Square (MATOS), Super Indo.


belanja di super indo malang
salah satu sudut Super Indo

Eng... Ing... Ung... Sengaja digabung-gabung karena saya suka belanja kesana tapi diantara semua tempat belanja di list ini masuk kategori paling jarang, kecuali lagi pengen banget atau ada info diskonan baru cuss geret Abah. Hihi 

Untuk Super Indo biasanya untuk belanja kebutuhan rumah tangga, nyetok bahan pangan. Terutama daging-dagingan atau sayur buah yang nggak ada di pasar tradisional. Sebelum kesini kepoin katalog promonya yes 😁
Kalau Pasar Besar sih lengkap ya, ada sandang, ada pangan, papannya juga ada deh kayaknya... Saya kesini kalau mau beli-beli dalam jumlah besar atau produk spesifik selain kebutuhan dapur. Atau sekalian pas mampir ke toko Dewa-dewi.

Kalau MOG dan Matos untuk... nonton. Eh, bukan, buat cuci mata.

#gagaljadianakhitsmalang. πŸ˜‚

Karena mall, maka pastinya disana juga ada Hypermart & Guardian, kalau rajin mantengin katalog promo mereka yang diedarkan rutin, kadang penawarannya cukup menarik lho! Dan terkadang banyak stand-stand kecil di lantai dasar yang menjual berbagai perintilan lucu dengan harga yang terjangkau. πŸ˜‰

🐀🐀🐀

Nah, diatas sudah saya jabarkan beberapa tempat belanja favorit saya di Malang. Kalau kebetulan kamu lagi jalan-jalan di Malang atau mampir kesini boleh deh nyobain belanja di tempat-tempat di atas. Jangan heran kalau tempatnya penuh ya, soalnya memang harganya bersahabat banget. πŸ˜†

Terimakasih sudah membaca, See you in the next post! 


Wednesday, May 16, 2018

Pengalaman Menginap di Omah Anin Guest House Batu


bed di omah anin guest house batu

Weekend lalu, saya dan Abah Syuna memutuskan untuk liburan ke Batu. Nah, yang spesial dari liburan ke Batu kali ini adalah kami memesan kamar menginap, yakni di Omah Anin guest house, salah satu hotel jaringan Airy Room.

Meskipun jarak Batu dan Malang tempat saya tunggal sebenarnya tidak terlalu jauh dan bisa bolak–balik dalam satu jam perjalanan naik motor, tapi kami tetap memutuskan menginap karena kebetulan saya punya voucher hotel dari Google local guides yang bekerja sama dengan aplikasi Airy Rooms. Masa tenggatnya udah lumayan dekat. dan kalau nggak dipake kan sayang~ Jadi akhirnya kami manfaatkan kesini. πŸ˜†

Ditambah lagi belakangan tugas kampus Abah menggurita, selama weekdays dia sering pulang senja dan juga begadang buat mengerjakan tugas perkuliahan. Jadinya ya hitung-hitung sekalian buat Abah refreshing juga kan sekali-kali nginep di hotel. 

Bonusnya buat saya juga ada: satu malam nggak perlu pusing beberes rumah dan libur memasak. Hem, merdeka! Hahaha

 #makan diluar teros, gagal hemat πŸ˜‚

Setelah semua jadwal fix, awal Mei kami pun langsung reservasi untuk rencana dolanan di tengah-tengah bulan. Sengaja pesennya cepet supaya kebagian jatah kamar. Maklum. penginapan di Batu biasanya cepet full booked. 😁 

Oke langsung aja saya cerita pengalaman menginap di Omah Anin Guest House Batu ini ya~~ ^^

Airy Room Jatim Park Cendrawasih A7 Batu




A post shared by Omah Anin (@omah_anin) on


Nah, diatas itu adalah adalah nama Omah Anin Guest House di aplikasi Airy Room beserta penampakan bangunannya (sebelum ada sedikit renovasi). Mereka memakai nama jalan tempat hotel(?)-nya beralamat, Jalan Cendrawasih blok A7. Dan karena deket sama Jatim Park, jadi dimasukin juga kata-kata 'Jatim Park' dalam bio. Ya, namanya benar-benar mencerminkan letak tempatnya. πŸ˜†

Lokasi Omah Anin ini berada meski berada di dalam kompleks tetapi gampang banget ditemukan karena ada plang petunjuk di samping jalan raya Batu. ^^


kamar kami di omah anin guest house batu
Kamar yang kami pesan di Guest House Batu


Nah, karena berlokasi di Jl.Cendrawasih A7 Batu, tepatnya di Perumahan Batu Permai. Lokasi Omah Anin tergolong strategis karena dekat dengan berbagai primadona eduwisata Batu. Sesuai namanya tadi, yang paling deket sih Jatim Park 2 sama Eco Green Park, tinggal jalan kaki keseberang, sampai deh.  Hehe

Tapi kalau saya pribadi tetap naik motor karena bawa anak kecil, hemat tenaga gendong dan jagain dia lari-lari. :’D

Kami mengingat jalannya lewat patung penguin yang jadi penunjuk arah ke Eco Green Park, kalau ada patung itu berarti kami belok kiri kalau dari arah Malang. Lebih mudah lagi karena nggak baca-baca plang petunjuk. πŸ˜„


Meja Resepsionis
Resepsionis Omah Anin Guest House

Saat kami check-in, pelayanannya ramah dan simpel. Cuma perlu tinggalkan KTP di resepsionis dan tunjukkan bukti reservasi via hp, udah deh. Kamarnya sudah disiapin sebelum kami datang, jadi nggak menunggu lagi, kami langsung dianterin ke depan kamar oleh seorang pria muda. Langsung bisa istirahat manja selesai keliling-keliling Malang. ^^

Fasilitas Omah Anin Guest House Batu


Fasilitas di omah anin guest house
Saya suka wall-stickernya. Elegan.

Overall, lengkap. Seperti kamar airy rooms pada umumnya.

Ada bed, tempat menggantung baju, TV LED, Meja kerja, dan AC.... yang nggak begitu terpakai karena Batu itu udah dingin duluan dari sononya. πŸ˜‚ 


Fasilitas hotel TV dan juga meja lipat
Ada TV dan juga meja lipat dibawahnya ^^

Yang berfungsi besar disini justru selimut karena kami bertiga senang bergumul, dingin booo. Haha

Dan yang paling saya syukuri, disini juga tersedia air hangat!  

Kenapa? Karena saya nggak suka mandi air dingin. Sedangkan air di Malang kota aja dinginnya ampun-ampunan, bikin males mandi (kok bongkar aib sendiri? πŸ˜‚) padahal Malang kota masih lebih dingin Batu dong. Sampai-sampai kalau wudhu subuh pake air ‘standar’ itu rasanya seperti pakai air es! Makanya saya seneng banget ada air hangat disini. 

Cucok lah buat traveller yang badannya lagi pegel-pegel. Air hangat pas banget untuk melemaskan otot setelah seharian dolanan di Batu. Selesai mandi badan rasanya jadi lebih rileks.πŸ˜‰

Nah, ngomongin mandi, langsung ke toiletriesnya ya. Mereka sudah menyiapkannya dengan lengkap (juga as always di Airy manapun 😁), ada 2 sikat gigi, dua mini pasta gigi, dan satu mini tube body wash serta shampoo yang disimpan dalam pouch biru berlogo Airy. 

Pokok’e nggak bawa apa-apa tetap beres, bisa mandi dan membersihkan diri dengan sejahtera wes.


pemandangan di omah anin
Ada mejanya juga. Bisa sekalian buat kerja cantik didepan jendela. 

Untuk fasilitas Wi-fi sayangnya kurang bagus sinyalnya, entah karena faktor kamar kami yang berada diujung atau bagaimana, tapi sinyal yang ditangkap cuma satu bar... Jadi saya males deh buka hp. :( 

Meski, masih bisa kok buka-buka aplikasi youtube, cuma harus sabar-sabar aja dengan buffering. Hehe... Semoga bisa ditingkatkan lagi yaaa πŸ˜‰

No breakfast. 

Yep, dari awal kami memesan kebijakan ini sudah dikasih tau kalau paginya nggak ada sarapan. Kalau kalian kepingin dapat sarapan bisa kok pilih di aplikasi, harganya bakalan naik sedikit. 

Tapi karena saya ini MODIS, alias modal diskon. Jadi saya nggak neko-neko. Saya pilih yang harganya paling terjangkau saja meski nggak dapat sarapan. Toh, warung-warung dengan menu lezat berhamburan di Batu. Tinggal suka pilih~ 😜


cemilan khas di box airy rooms"
Tapi greeting snacknya abis dalam sekejab setelah foto ini diambil. hahaha

Oh iya, saat kami kesini sedang dilakukan renovasi, sepertinya ada penambahan kamar lagi di sebelah dalam. Karena itu maklum aja deh kalau samar-samar ada bunyi para pekerja bangunan. Untungnya kamar kami berada di koridor ujung sisi yang berbeda dengan tempat renovasi dan kecuali menjelang malam, baru kami balik ke kamar, jadi nggak terlalu mengganggu juga sih. πŸ˜—

Yang paling saya suka, disini itu banyak ukiran kayu yang mewah dan Indonesia banget! Dibeberapa sisi penginapan ini ada gantungan dinding batik. Dan saya lihat disamping resepsionis juga ada kumpulan batik-batik gitu. Saya nggak nanya sih. Tapi sepertinya batiknya dijual deh 😁


Koridor guest house batu
Hiasan batik di koridor


MAKAN KEMANA YA?


Nah, selain penginapan yang nyaman. Pastinya aspek kuliner juga perlu kita pertimbangkan dong. Nah, jangan khawatir soal itu karena Omah Anin Home Stay ini letaknya berdekatan dengan:

🌷Warung Sidik

Saya liat rate-nya warung ini bagus banget di TripAdvisor. Berdiri tiga tahun sejak kemerdekaan NKRI yakni pada 1948, warung ini menjadi salah satu tempat makan favorit dengan menu masakan khas Jawa Timur. Katanya rawonnya disini enak. Saya belum nyoba sendiri sih, hehe.

🌷Bakso Khas Malang.

Males banget kemana-mana? Selain bisa memesan makanan melalui aplikasi daring, ada juga alternatif lain yakni warung bakso. Tinggal jalan keluar kompleks beberapa ratus meter, ketemu deh. 😁

🌷Kumpulan warung & pusat makanan.

Belok ke kiri dari Omah Anin Guest House dan jalan terus sebentar, kita akan bertemu dengan pusat makanan lain, kami nyobain sarapan di salah satu warung disana. Nama warungnya saya lupa, ada asri-asrinya gitu, Randu Asri ya kalau nggak salah. Makanan standar disana terjangkau banget. Seporsi nasi pecel dengan telur dadar cuma dihargai 12ribu. Cucok banget lah buat traveller low-budget.

🌷Kuliner Malam? tinggal ke depan BNS

Hahaa... Asli disini surgawi banget. Kami njajal sate kelinci saat berkunjung kesini, harganya sekitar 23rb/per porsi. Selain olahan sate kelinci dan bakso, segala makanan lezat lainnya juga banyak tersedia disini. 

🌷Haus?

Di samping resepsionis ada juga yang jualan air mineral dan soft drink. Air yang disediakan sebagai fasilitas airy rooms ukurannya kecil sih ya.

meja ruang tamu dan kulkas minuman jualan
Banyak ukiran yang super cantik disini ^^



TEMPAT WISATA YANG DEKAT DARI OMAH ANIN:


🎈 Jatim Park 1
🎈 Jatim Park 2
🎈 Batu Night Spectacular (BNS)
🎈 Eco green park
🎈 Museum Satwa
🎈 Museum angkut


TARIF MENGINAP DI OMAH ANIN HOME STAY BATU:


Nah, langsung aja ke tarifnya ya. Kalau saya cek&ricek harganya sih lumayan bervariatif, tapi di aplikasi Airy saya lihat lowest price-nya sekitar 250 ribu. 

Kalau saya kemarin dipotong lagi sekitar 150ribu karena menggunakan voucher, jadi bayarnya cuma sekitar 110ribuan. Hore bangettt, kan? Hemat banyak! Muehehe πŸ˜†

Mmm... recommended nggak kesini lagi? 

Aku sih, yes! *a la mas Anang*. 

Selain friendly dan suasananya tenang, anak-anak juga nyaman disini. Nggak berisik kecuali tetangga deket rumah sana ada yang karaokean pagi-pagi. Hihi

Oke, kalau teman-teman mau liburan ke Batu, Omah Anin Home Stay ini boleh banget jadi salah satu destinasi menginap. Tinggal sesuaikan dengan budget dan itinenary saja. πŸ˜‰

Well, selamat berlibur!
Monday, May 07, 2018

5 Negara Impian yang Ingin Saya Kunjungi


Menonton adalah salah satu aktivitas yang saya sukai. Baik itu menonton film ramai-ramai di bioskop atau menonton drama sendirian di rumah. Saya suka keduanya. Saya suka menonton!

Apalagi waktu masih kecil. Saya dulu itu hobiiiii banget nonton film.

Kalau diingat-ingat, rasanya sudah sejak kelas 4-5 SD saya lumayan akrab dengan mesin DVD dan juga kaset CD bajakan.

Zaman dulu kan belum kenal internet buat download film, jadi tahunya film mah cuma lewat rental kaset VCD atau abang-abang yang jualan kaset doang. Hehe

Saya juga nggak bisa pilih-pilih genre karena cuma penonton yang ikut-ikutan senior di rumah (baca: sodara-sodari), jadi saya mengekor deh nonton berbagai genre film pilihan mereka, mulai dari action, comedy, drama, horrorr, bahkan thriller. Semuanya saya tonton tanpa kecuali.

2 terakhir sebenernya sih kurang terlalu baik ya... Huhuhu. Tapi dulu mah tau apa, hajar terus. πŸ˜†

Btw, nontonnya sendirian?

Nggak dong.

Apalagi horror. Mana berani saya. Bisa-bisa minta temani Mama terus malam pengen pipis. Nonton sinetron 'Ada Setan' aja dulu takutnya luar biasa.

(Tapi masih ditonton juga) πŸ˜‚

Well, kebiasaan nonton film ini ditularkan oleh Abang saya, influencer yang merangkap sebagai 'pengawas' saat rating film yang kami tonton mengandung adegan yang tidak layak dilihat anak kecil
(Seperti saya waktu awal berkenalan dengan film. Hehe).

Sepasang tangan lebar itu pasti menutup mata saya di beberapa scene yang katanya sih 'nggak bagus'.
Au deh nggak bagus gimana. Ada kissingnya kali ya. πŸ™ˆ

Ah, ngomong-ngomong itu, terimakasih ya Bang! Berkat sumbangsih tutup mata waktu itu, masa kecil adikmu yang unyu ini terselamatkan. 😁

(Si Abang pasti bengong kalau diucapin begitu, dia juga pasti udah lupa. Udah lama bangeeed...πŸ˜… )

Dulu nih, namanya juga anak kecil yang imajinasinya tinggi banget, setelah menonton film-film itu saya sering mengkhayal, bagaimana sih, kehidupan di luar negeri itu?

Bagaimana sikap orang-orangnya? Apakah ramah? Judes? Cuek?

Bagaimana cuaca disana? 

Bagaimana jika turun salju?

Bagaimana rasa buah plum?

Dan... Apakah disana ada Mandai?

(Abaikan pertanyaan terakhir ini) πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜

Setelah saya besar dan lebih mengerti tentang eksistensi. Saya rasa pergi luar negeri bukanlah sesuatu yang terasa mustahil lagi seperti dulu saat saya masih kecil.

Pasti akan menjadi sebuah pengalaman yang berharga jika berhasil menjejakkan kaki di tanah asing. Ya nggak?

Iya dong! (MAKSA BANGET 😜)

Bertemu dengan orang asing, bertemu dengan cuaca yang berbeda, berada di lingkungan yang baru, mengenal budaya yang beragam.

Wah, membayangkannya saja bikin saya excited! πŸ˜†

Jika saya punya kesempatan dan rezeki untuk travelling, maka saya punya 5 negara impian yang menurut saya paling kece untuk disinggahi.

Sengaja saya bilang negara impian karena belum tahu bisa kesana apa nggak. Mumpung mimpi nggak bayar, boleh dong mengkhayal tinggi-tinggi~~ wkwkwkπŸ˜‚

Oke, negara apa saja itu? Yuk baca sampai habis!

1. Arab Saudi



Tentunya dalam melaksanakan rukun Islam, negara satu ini wajib untuk saya datangi. Karena di Arab Saudi inilah letak kota Makkah, Madinah, dan juga pastinya The Holy Ka'bah.

Eits, meski sama-sama ada kata Arab, beda ya sama Uni Emirat Arab yang ibukotanya Abu Dhabi. Arab Saudi itu yang lambang benderanya kalimat syahadat dengan sebuah pedang yang berwarna putih dibawahnya. Kalau Uni Emirat Arab benderanya itu gabungan warna merah, putih, hijau, dan hitam. Mirip-mirip dengan bendera negara Timur Tengah lainnya seperti Sudan, Kuwait, Palestina. 

Perbedaannya hanya pada detail motif dan letak warna saja. Kecuali bendera Palestina yang saya ingat ada bintangnya, sisanya yang lain saya suka ketuker. hehe..πŸ˜„

Ngomongin Arab Saudi dan ibadah. Maka melaksanakan thawaf, melempar jumroh, dan mengecup batu Hajar Aswad merupakan sebagian deret aktivitas ibadah yang paling berkesan dari cerita mama sepulang berhaji dulu.

Dan sampai sekarang pun, setiap bercerita tentang prosesi berhaji beliau selalu mengucurkan air mata bahagia.

Hal ini menimbulkan rasa tertarik dan juga penasaran tentang pengalaman spiritual di tanah suci.

Then, bila saya mampu ke negara-negara impian saya yang ke 2,3,4 dan seterusnya, itu berarti saya juga (Insha Allah) mampu kesini untuk beribadah.

Semoga dimampukan juga oleh Allah Azza wa Jalla. Aamiin ya Rabbal Aalamiin!✨

2. Palestina

flickriver.com

Saya tidak tahu kenapa, tapi rasanya Palestina juga menarik. Ada hadits yang mengutamakan kita berkunjung kesana.

Saya pernah googling tentang paket umroh yang menyertakan Palestina sebagai destinasi sampingannya waktu Mama nanya-nanya saya gimana caranya bisa mampir ke tanah Palestine.
Habis tau harga paketannya, Mama bahkan langsung menabung buat berangkat.

Ah, semoga beliau ada rezeki berangkat kesana. 😊

Oh iya, bicara tentang Palestina, tentunya juga Israel. Karena sebagian besar wilayah Palestina sudah dicaplok' oleh Israel, banyak tempat-tempat penting yang sekarang berada di Israel. 

Sedih ya. 😒

Tempat suci untuk beberapa agama seperti Makam Nabi Isa & Mesjidil Aqsa' kalau nggak salah masih masuk di Palestina sih. Masih banyak tempat menarik lainnya bisa kita kepoin disini.

Meskipun sepertinya sulit. but it's okay, perjalanan kesini sepertinya tetap akan menjadi sebuah pengalaman spiritual yang hebat!

3. Jepang.

wralr.com

Saatnya menyalurkan hasrat vvibu yang nggak kesampaian! Hahaha

Saya punya selemari komik Jepang yang selalu sukses bikin saya kepo maksimal sama negara satu ini.

Bunga sakura, yukata yang cantik, kimono yang anggun, upacara minum teh yang elegan, sampai samurai yang berani harakiri adalah sebagian memori saya tentang Jepang hasil nonton film dan juga membaca komik.

Menyusuri jalan di Hokkaido, shopping di Akihabara.

Wah, excited~~ Too much happiness I can't handle hihihi

4. Korea Selatan

trazy.com

Pulau Nami dan Jeju!

Wah, melihat foto teman-teman yang sudah pernah kesana sepertinya kedua pulau itu cantik banget.

Duduk bersama pasangan di tengah taman sambil menikmati secangkir kopi hangat ditemani angin dan dedaunan di musim gugur. Sesekali membenarkan syal yang melorot.

((melorot)) πŸ˜‚

Fix, saya anaknya keracunan Bae Yong Joon sejak belia. πŸ™ˆ

5. China

thebeijinger.com

Kesan saya dengan China waktu kecil itu indah banget gara-gara nonton Jacky Chan dan Kota Terlarang.

Kota suci bersimbolkan naga ini penuh dengan pahatan dan juga rahasia. Sebagai anak kecil yang selalu ingin tahu, waktu nonton itu saya excited luar biasa. Bahkan sampai terbawa mimpi berpetualamg menyusuri kota terlarang bersama Jacky Chan.

Uwiw banget...  Mimpinya nggak nanggung-nanggung euy. 😳

Selain itu, bila dilihat dari teropong agama juga ada hal dari tanah Arab yang tercatat sejak ribuan tahun yang lalu.

"Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China."

Meskipun masih kontroversial apakah itu hadits (sekarang statusnya masih dha'if syadid alias sangat lemah) atau hadits palsu sekedar kata mutiara. Saya tetap penasaran...

Kenapa harus China sih?

Saya sempat mikir kaya gitu.

Secara kan, kalau ngomongin zaman itu peradaban yang tinggi juga ada di belahan bumi lain. Mesir, Romawi, dan lain-lain. Kenapa harus China?

Nah, menengok sejarah China di masa lampau ternyata memang mengundang decak kagum. Ada banyaaaak sekali tokoh berpengaruh yang berasal dari tanah China, misalnya saja Konfusius, Sun Tzu, Meng Tze dan masih banyak lagi yang bahkan sampai detik ini pemikirannya masih relevan digunakan. 

Budaya China juga tergolong tinggi, Peradaban Lembang Kuning (Huang Ho) yang dimulai sejak zaman neolitikum menghasilkan banyak penemuan mencengangkan seperti keramik, serbuk kembang api, kertas, kain sutera, uang kertas, dan juga ilmu kedokteran dan farmasi (dulu bilangnya masih tabib, profesi dokter dan apoteker belum dipisah).

Bangsa China zaman dahulu juga sangat bijak dan mencintainya kedamaian. Supaya nggak ada pertumpahan darah dengan Bangsa Mongol yang sedang invasi misalnya, mereka lebih rela membangun Great Wall (Tembok besar China) yang gede dan pastinya melelahkan. 

Haaa.. Makin penasaran deh! hehe

TAMBAHAN

5.b.Jerman.





Sekarang ada dua teknologi tingkat dunia yang sedang bertarung, yaitu Jepang dan juga Jerman.

Kualitas produk dan teknologi dari kedua negara ini canggih-canggih. Sepengetahuan saya banyak produk medis buatan Jerman yang mendunia.

Well, nggak heran. Wong disana para ilmuwannya benar-benar sangat diperhatikan, inovasi juga terus menerus dilakukan. Bahkan ilmuwan Indonesia sekelas Bapak Habibie bersedia pindah dan berkarya ke negara ini. πŸ˜„

Saya sering kepo-kepo cantik di vlog dan blognya Gita Savitri yang lagi kuliah di Jerman dan terpana sendiri dengan kultur disana. Hihi

*anaknya gampang terpesona πŸ˜‚

Hmmm... apa lagi ya?

Untuk saat ini kayanya itu dulu deh, cukup negara yang udah saya tulis di atas dulu yang masuk list negara impian saya. Semoga ada rezeki dan kesempatannya buat berkunjung kesana. ^^

Ngomong-ngomong,  kamu sendiri punya mimpi kemana nih?
Yuk bagi juga mimpimu, mumpung gratisss XD


Custom Post Signature

Custom Post  Signature