Thursday, July 18, 2019

[REVIEW] Dorama: Three Star Lunch


[Review Dorama Three Star Lunch] - Makan siang sekolah di Jepang adalah salah satu hal yang saya sukai dari sistem pendidikan disana. Karena itulah, saya memutuskan menonton dorama satu ini, soalnya tentang masak-masak di sekolah! Iya, penasaran nggak sih bagaimana proses mereka mengerjakan menu makan siang buat satu sekolah? πŸ€” 

Masak-masak biasa mungkin gak seru ya, tapi yang ini beda. Suer deh, saya sampai bikin review berarti saya beneran terkesan.  Ceritanya sama sekali nggak bikin bored. Sepanjang episode saya selalu diberi kejutan-kejutan kecil yang seru, dan saya nonton yang kedua kalinya di 2019 ini. (saya pertama kali nonton 2017 kalau nggak salah, pas masih Hot di Viu). 

Wow, saya jarang-jarang nonton sesuatu sampai dua kali! Haha. 

Terakhir saya nonton dorama dua kali adalah saat nonton dorama 5 to 9 yang saya review juga. 

Oke, cukup ya soal impresi saya. Langsung ke reviewnya!

Resensi dorama Three Star Lunch/Mitsuboshi No Kyushoku.




Resensi:


Mitsuko Hoshino (Yuki Amami) adalah seorang jenius memasak, passion dan egonya di dunia kuliner membuatnya sanggup melakukan apapun, mulai dari meninggalkan keluarganya hingga mengikuti tracking memasak yang keras di Perancis.

Berkat kerja keras dan bakatnya, dia pun lulus dan juga memenangkan banyak kontes memasak. di Jepang, dia bekerja di restoran Perancis terkenal “La Cuisine de La reine” in Ginza, Tokyo. 

Saking enaknya, tempat ini menjadi sangat ramai, bahkan  menerima penghargaan Three Stars Michellin.

Mitsuko Hoshino sebagai chef kepala pun menjadi sangat terkenal. Mitsuko merasa diatas angin. Meskipun jago masak, karakternya beneran ngeseliiin abis. Sudahlah alpha Female yang dominan, ditambah lagi dengan sifatnya yang songong dan super kepedean itu.

Episode pertama beneran kita akan diajak kesel berjamaah sama yang namanya Chef Mitsuko ini.

Suatu hari, Mitsuko kena batunya, Mitsuko bermasalah dengan pemilik restoran La Reine, Shogo Shinoda (Kotaro Koizumi). Buntut dari perselisihan tersebut adalah Mitsuko dipecat. Dan intrik dari orang-orang yang tidak menyukainya membuat gelar Mitsuko tercoreng hitam, Yap, sekarang Mitsuko terkenal dengan sebutan "Chef Keracunan" karena kasus kritikus masakan keracunan setelah memakan masakannya.


Akibat hal tersebut, Mitsuko menjadi sulit mencari pekerjaan baru. Padahal udah mulut besar dong tinggal memilih doang mau bekerja di restoran yang mana.

Disini saya gemes tapi kasian karena Mitsuko kena fitnah tapi tetap belagu. HAHAHA 


Akhirnya salah satu stasiun televisi mengundangnya untuk menjadi bintang di sebuah program TV yang membahas tentang makan siang sekolah. 

Dan, ini ternyata jua berkaitan dengan sesumbar Mitsuko yang mengatakan kalau penyebab makan siang banyak bersisa di sekolah adalah karena makanannya tidak enak.



BOOM! Bisa dibayangkan nggak gimana situasinya? Wah gila sih ini, seru banget! πŸ˜‚ πŸ˜‚ 

Di dapur sekolah yang jadi setting acara TV tadi, cuma ada satu orang yang bisa dibilang 'waras', yakni sang nutrisionis sekolah, Heisuke Araki (Kenichi Endo). Dan, pak Araki ini ternyata punya trauma dengan Perancis karena ternyata ditinggal bininya pergi belajar fashion kesana, sedangkan si Mitsuko ini kan track recordnya mirip sama si mantan istri. Jadi bibit-bibit ketidaksukaan sudah ada di awal.



Kru masak yang lainnya seperti Minoru Komatsu sang jago hotpot sumo, Masataka Hidaka si flamboyan, Shoichi Baba sang mantan bankir, Toshiko Inohara sang kalap belanja kehadirannya membuat sisi kocak drama ini semakin kental. πŸ˜†

Haruko Takayama, gadis muda karyawan dapur yang baru ini masih misterius. 

Siapa sebenarnya gadis ini? Kenapa dia memiliki tertarik namun sentimen dengan Mitsuko? 

Nah, nonton lah. Dikau kan terkedjoet. Diriku tak mau spoiler disini. #apeeeu



Kesimpulan 


Drama ini sangat bagus ditonton bersama keluarga disaat suntuk, semangat turun dan juga tidak nafsu makan karena bisa jadi hack untuk ketiga hal tersebut.

Banyak komedi segar, banyak kata nasehat, dan juga berlimpah menu masakan Perancis yang namanya kutaktau tapi kelihatannya lezat. πŸ˜‹

Dari 
Friday, July 12, 2019

5 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Membeli Buku Baru

[5 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Membeli Buku Baru]

[5 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Membeli Buku Baru] 

Kemarin, pas balik ke rumah Mama di Rantau, saya menemukan beberapa koleksi buku saya saat masih SMK, ada setumpuk komik dan juga beberapa teenlit yang tersusun rapi di atas meja ruang keluarga. Rupanya, Mama membongkar beberapa kotak kardus penyimpanan saya untuk disortir.

Melihat buku-buku itu, saya seperti diajak untuk nostalgia kembali dengan hal-hal yang dulu saya lakukan tiap kali membeli buku baru. Yang mana sekarang kayanya udah jarang banget saya praktekin karena jarang beli buku (saya orangnya lebih sering membaca online). 😁 

Lho, emang tiap beli buku baru ngapain aja? Nah, ini yang saya lakukan:

1.| Mengupas plastik pembungkus dengan penuh rasa bahagia. πŸ˜†


Entah itu bungkus kado atau bungkus buku, saya selalu membuka pembungkusnya dengan hati-hati. 

Padahal plastik pembungkus buku itu warnanya bening ya, jadi isinya apa juga sudah kelihatan, tapi entah kenapa sensasinya menurut saya tetep kayak membuka hadiah. Bikin seneng. Hehe... Adakah yang sama seperti saya? *nyari temen 😢

Nah, mungkin karena alasan itu, saya bisa gusar kalau ada yang membuka kado dan buku saya pakai acara robek-robek.
*lirik paksu penuh arti 😏*

Kalau kertas pembungkus kado yang saya buka dengan hati-hati tadi kondisinya masih layak pakai, biasanya saya simpan lagi buat kapan-kapan bungkus kado. Hemat beb, dan ramah lingkungan juga kan? HEHEHE. 😝

Plastik pembungkus buku? Dulu saya simpen juga, tapi karena nggak tahu mau digunakan untuk apa, jadi saya buang deh.

2. | Memindahkan Label Harga yang ada di plastik pembungkus.


Nah, yang ini biasanya saya lakukan sehabis beli buku di Gramedia. Inget kan label harga yang biasanya nempel di plastik pembungkus itu?

Setelah melakukan hal pertama diatas, saya juga hobi banget ngletekin label harga buku.

Weit, jangan salah, sulit lho ini! Kalau nggak hati-hati label harganya bisa robek. Setiap sudut label memberikan celah yang rawan robek. Saya sering banget robek, makanya kalau berhasil puas deh 😬

Label harga yang berhasil 'diselamatkan' seringkali saya pindahkan ke cover buku supaya ingat harganya.

3. | Mencantumkan Tanggal dan Tempat Beli Buku


Nah, ini sempet bolong, apalagi untuk komik, saya nggak tulis selama beberapa tahun. Tapi belakangan kalau beli buku saya kembali menuliskan tempat dan tanggal beli. Suami pernah saya suruh menulis, eh, ternyata malah dia yang lebih rajin menulis πŸ˜‚

4. | Memberikan Nama atau Cap Stempel


Nama ini bisa nama alias, bisa nama asli. Intinya sih nama. Kalau punya perpustakaan pribadi dikasih stempel supaya lebih eksklusif seperti buku-buku koleksi kakak saya.

Kalau saya pribadi sih nama doang hahaha... Tapi someday bisa deh, niruin kakak saya pas punya perpustakaan sendiri. Aamiin! πŸ˜„

5. | Membungkus dengan Plastik Agar Cover Buku Tidak Kotor


Poin ini dulu pas masih SD dan MTs nyaris selalu saya lakukan, apalagi buku pelajaran yang saya sukai, biasanya selalu saya bungkus. Sebenarnya di awal-awal perihal membungkus ini dipaksa sama Mama, eh, lama-lama malah jadi kebiasaan.

Tapi nggak lama, setelah meneruskan SMK ke Banjarmasin, buku pelajaran saya rata-rata sudah duluan hardcover atau covernya kokoh duluan dari sononya (misal Farmakope, ISO, OOP, buku terbitan Erlangga) jadinya saya malah jarang ngasih bungkus plastik.

πŸ“š πŸ“š πŸ“š 


Nah, itu dia hal-hal yang biasanya saya lakukan setelah saya membeli buku. Mungkin 5 hal itu juga harus kamu lakukan setiap membeli buku baru, selain menjadi identitas kepemilikan dan merawat fisik buku. 5-10 tahun yang akan datang, atau saat kamu sudah 'kembali', buku-bukumu tetap punya memori siapa yang dahulu membawanya pulang dari toko buku.

Apakah kamu bisa melakukan 5 Hal sederhana ini?
Wednesday, July 10, 2019

Mengatur Waktu Antara Mengurus Diri, Bekerja dan Blogging


Setiap melihat jumlah postingan yang ada di blog, hati saya rasanya menjerit melihat angka (yang jika dibandingkan dengan blogger lain) bisa dibilang kecil itu. 

Terlebih setelah beberapa bulan belakangan saya kembali bekerja (alasannya? nanti tanya saya via japri ya 😜), jeritan itu rasanya makin kencang. Iya, soalnya tulisan makin dikit, apalagi yang berbau curhat begini, nyaris nggak ada lagi kalau dibandingkan sama awal-awal bikin blog ini. 😬

"Woy buk, kamu ngapain aja sik?? Kok blog sendiri nggak diupdate. Tiap hari bayaran jalan, lho!"

Hmm... Saya nggak tau kata-kata semacam itu self talk yang positif atau negatif. Karena kadang saya merasa bisa jadi positif dan kadang juga, saya merasa itu jadi negatif.

Eh, gimana sih maksudnya? πŸ€” 

Jadi, positifnya tuh kalau saya mikir begitu, saya jadi lebih rajin ngumpulin ide untuk ditulis. Saya jadi mikirin gimana 'ngasih makan' blog saya ini. ✨

Negatifnya, seperti yang saya mention tadi di awal, saya kan mulai bekerja lagi, meskipun cuma bantu-bantu tapi kalau dipaksakan ngerjain semua, tetep saya jadi keteteran sendiri. 

Dan dimana-mana, yang namanya keteteran itu nggak enak. Iya nggak?

Terus, nggak sengaja saya kemarin pas jalan-jalan di feed Instagram, ketemu dengan salah satu quote yang cukup menohok. Bunyinya kurang lebih begini :



"You Can Do Anything. But You Can't Do Everything" -  (Heidi Powell) 


Yang kalau saya terjemahin, sadar diri lah kapasitas diri gimana sanggupnya. HAHAHA

Baca ini tuh saya jadi mikir, iya sih, kenapa selama ini saya selalu bilang "ya/oke/inggih" kalau dimintai tolong ya, kalau ujug-ujug malah jadi nggak amanah?

Afterall, kenyataannya saya kan punya prioritas paling penting dalam hidup saya: DIRI SAYA SENDIRI dan KELUARGA.

Mengingat beberapa bulan belakangan saya sampai berobat ke dokter spesialis karena sakit. Saya jadi seakan diberi teguran untuk menjaga kesehatan baik-baik.

Terus, senin depan anak saya sudah siap masuk PAUD juga dong. Jadi, sudah harus adaptasi lagi dengan jadwal menyekolahkan anak. 

Ya Allah, time flies so fast. Udah mau sekolah aja ya si Nuy. Makin tuwir aja ini maknyaaaa *oles antiaging* *tolong ini saya sebenarnya nulis apa*

Kembali ke laptop. 

Soal ngurusin blog, kembali ke ranah domestik, dan juga mengurus diri dan keluarga. Saya akhirnya membuat keputusan besar untuk cut off beberapa hal supaya bisa fokus di 3 hal ini. 

Satu, keluarga (dan tetek banget rumah tangga). 

Sekarang saya masih LDM sama suami, dan satu semester lagi Insya Allah segera bisa serumah lagi, tapi sekarang ya harus strong untuk mengurus anak dan rumah sendirian, yaaa sebenernya ada Mama  di rumah. Tapi saya nggak pengen nyusahin beliau. Kami nggak pernah hire asisten rumah tangga, jadi ya semua cucian, setrika, pel, masak, dan lain-lain dikerjakan sendiri. Dan kebalikan dari saya yang orangnya berantakan dan seadanya, mama tuh orangnya well organizing. Jadi nggak bisa dikerjain seadanya. HEHE 

Dua, pekerjaan. 

Jadi, dalam rangka membangun nuansa keuangan yang lebih dinamis dan juga bisa saving lebih banyak untuk bekal hidup yang akan datang (atau simply, BU πŸ˜‚) saya terjun lagi ke ranah domestik. No komen ya. 

Tiga, blogging. 

Ya, saya sepertinya akan lebih sering lagi menulis tentang cerita hidup saya yang sederhana disini. Menjadikan blog pribadi saya sebagai rumah, bukan sebagai ladang beternak saja. 

Ya, saya akan fokus di tiga hal itu saja. Doakan saya semoga semuanya berjalan dengan lancar ya! 


Monday, June 24, 2019

5 Destinasi Wisata Penuh Kenangan di Lombok



[Destinasi Wisata Penuh Kenangan di Lombok]Lombok , siapa sih yang belum tahu indahnya pulau satu ini? Pasir lembut dan air yang biru, ditambah lagi dengan hijaunya pemandangan dan kulinernya yang memanjakan. Menurut saya Lombok adalah salah satu daerah dengan pantai terindah di Indonesia.

Nggak, saya nggak lebay.

Memori saya tentang Lombok memang indah banget. Saat study tour kampus dulu, kebetulan saya pernah mampir di Gili Trawangan. Dan yah, beneran indahnya tuh bukan kaleng-kaleng kalau kata anak muda zaman sekarang. Sayang ya, karena namanya juga study tour, acara jalan-jalannya juga bukan ‘menu’ perjalanan utama. Rasanya waktu cepat banget berputar saat menikmati setiap jengkal keindahan pulau ini.

Oleh karena itu, kalau punya kesempatan buat balik lagi kesini, saya berjanji untuk memuaskan hasrat saya menjelajahi Lombok dengan lebih detail lagi. Siapa tau kan berangkat kali ini tuh bisa sekalian buat honeymoon di Lombok. Hahaha…. *ngarep*

Nah, untuk itenenary alias jadwal perjalanan, saya iseng-iseng bikin nih, siapa tahu nanti tiba-tiba dapat hadiah kesini atau dapat rezeki nomplok, saya bisa langsung me-recall ingatan saya tentang tempat-tempat cantik di Lombok yang ingin saya datangi.

Oke, Langsung saja, ke nomor pertama:

1. | Makan es krim gelato di pinggir Pantai!


Duh, ini benar-benar tidak terdustakan nikmatnya. Menikmati semilir angin pantai di bawah rindangnya pohon kelapa sampil menikmati es krim gelato favorit. Bukan cuma es krim yang bisa meleleh, tapi rasa penat dan lelah bekerja Insya Allah juga ikutan meleleh~

Pas study tour dulu saya bertemu dengan salah satu stand gelato yang super ramai, tapi saya parno makan es krim gelato karena ragu dengan status halalnya. Pas sudah menuju destinasi berikutnya, baru deh saya tahu kalau gelato yang tadi tuh halal. Kzl gak? Jadi pelajaran banget buat mencari informasi lengkap dan detail sebelum menerima atau menolak makanan.


2. | Snorkeling


Saya tau ini tuh keinginan yang belagu banget, soalnya skill berenang saya aja masih level apalah-apalah tapi pengen snorkeling. hahaha.

Tapi demi apa, Lombok tuh pemandangan bawah airnya super cakep. Ibarat hutan tuh masih rindang dan banyak satwa liarnya. Eksotis abis kalau saya lihat dari gambarnya, ya pastinya bikin mupeng maksimal buat melihat langsung dengan mata kepala sendiri. ^^


3. | Berkunjung ke Desa Sade & Sasak


Nah, kalau destinasi yang satu ini biasanya jadi salah satu tempat wajib untuk dikunjungi jika berkunjung ke pulau Lombok. 

Disini kita bisa melihat rumah tradisional suku tersebut yang dibangun menggunakan tiang kayu sebagai pilar, dinding berbahan bamboo, alang-alang kering sebagai atap. Pun, salah satu perkataan guide saya dulu yang mengatakan bahwa lantainya terbuat dari kotoran kerbau yang sudah dicampur dengan tanah. Bagian terakhir ini diinfokan sambil becanda, jadi saya kira dulu boongan. Entah ya boong apa nggak, yang jelas nggak bau.Dan enak karena bikin hawa jadi dingin. Hehe

Terlepas dari nuansa hidup mereka yang kental dengan tradisi, kain hasil tenunan suku ini sudah saya buktikan kualitasnya bagus. Saya membeli salah sehelai sarung berbahan serat nanas saat berkunjung tahun 2014 kesini, dan sarungnya masih bagus sampai hari ini. 5 tahun cuy!


4. | Pantai Senggigi


Ngomongin Lombok nggak afdhal rasaya kalau nggak masukin pantai sebagai destinasi terbaiknya. Pantai-pantai yang berada di kawasan Lombok memang menawan, diantara beberapa pantai yang saya singgahi, maka Pantai Senggigi meninggalkan kesan yang cukup kuat. Airnya itu persis seperti bayangan pertama kali saya waktu pertama kali membaca deskripsi ‘pantai’ saat masih kecil, biru bening dan bersih!

Saya mengkhayal suatu hari nanti bisa menikmati sunset sambil menyantap hidangan ayam taliwang khas NTB disini. Wadidaw, perfecto abis!

5. | Bersepeda Mengelilingi Gili Trawangan.


Gili atau pulau dalam bahasa Indonesia merupakan bagian dari pulau Lombok. Ada Gili Trawangan, Gili Air, Gili Meno, dan Gili-gili lainnya. Tapi yang terkenal adalah Gili Trawangan, Di Gili ini tadi ada gelato dan juga… sewa sepeda!

Dengan harga yang menurut saya sangat terjangkau, kita bisa menggunakan sepeda untuk berkeliling di pulau cantik ini. Kalau dulu saya pertama kali njajal sesepedaan ini bersama dengan teman-teman, maka kali kedua saya pengen njajal bersama bapaknya anak-anak.


Okay, 5 itu cukup untuk saat ini. Next, pastinya bakalan nambah lagi.Tapi sudah cukup lah untuk destinasi main ke Lombok. Nggak bingung lagi mencari dimana tempat terbaik kalau mendadak pengen dolanan. Hehe.

Kamu punya rekomendasi nggak, kalau ke Lombok wajibnya pergi kemana?

Share dong!
Sunday, May 19, 2019

Belajar Asyik dan Teratur Melalui Aplikasi Ruang Guru

Belajar untuk saya pernah jadi hal yang sangat menyenangkan, dan pernah juga jadi hal yang sangat menyebalkan. Menyenangkan kalau saya bisa memahami konsepnya secara keseluruhan dan menyebalkan saat saya tidak bisa mengikuti tempo belajar yang cepat dari pengajar. 

Saya sadar kalau saya sepenuhnya tipe slow learner, alias lamban. Selain itu, saya juga tipe introvert sehingga kurang nyaman belajar dengan banyak orang, karena itulah saat saya menghadapi UN SMA dulu, saya lebih memilih privat mata pelajaran Matematika dengan tiga teman saya. Jadi les saya seakan ekslusif karena yang jadi murid cuma bertiga saja.

Padahal? Itu karena kami berempat sama-sama introvert. Ya, betul, guru les saya waktu itu juga introvert. :D

Dulu saya pernah berpikir, alangkah nyamannya kalau di dunia ini bisa ada tutor online. Tutor yang bisa saya jadikan tempat bertanya kapan saja tidak harus menunggu hari tertentu dan durasinya belajarnya bisa mengikuti kemauan saya. (saya waktu itu les jam 8:30 sampai jam 10 malam).

Tapi kalaupun ada, sudah pasti mahal sekali. Iya nggak?


Ruangguru Sebagai Solusi Belajar Masa Kini


Nah, khayalan saya tentang tutor online itu ternyata sekarang sudah hadir. Dan harganya juga lebih besahabat daripada perkiraan saya dulu. Nama tutor online itu (atau lebih tepatnya bimbingan belajar online) adalah Ruangguru.

Ruangguru pastinya bukanlah sebuah hal yang baru kalau kamu berasal dari generasi millennial, apalagi kalau kamu fansnya Iqbaal Ramadhan atau Gitasav, yang merupakan ambassador dari Ruang guru.



Kalau kamu masih belum familiar RuangGuru, sini saya ajak berkenalan dulu deh!


Tentang Ruang Guru


Ruang guru adalah startup Indonesia berbasis edukasi yang didirikan sejak tahun 2014 oleh Belva Devara dan Iman Usman, yang keduanya berhasil masuk dalam jajaran pengusaha sukses dibawah 30 tahun melalui Forbes 30 under 30 untuk teknologi konsumen di Asia.

Ruangguru ini telah berkembang pesat dan menjadi perusahaan teknologi terbesar dan terlengkap di Indonesia yang berfokus pada layanan berbasis pendidikan dan telah memiliki lebih dari 6 juta pengguna serta telah mengelola lebih dari 150.000 guru yang menawarkan jasa di lebih dari 100 bidang pelajaran. 

Jadi, nggak perlu atau khawatir ya, Insya Allah trusted.

Cara Belajar di Ruangguru 


Untuk bisa belajar di Ruangguru juga menurut saya gampang banget. Kalian cukup masuk ke website Ruangbelajar for dekstop pada gawai atau komputer kalian.

Apa? Komputer?



Yup, RuangGuru ini nggak cuma bisa diakses melalui gadget tapi juga melalui PC atau laptop sehingga mempermudah kita untuk bisa konsentrasi karena nggak ada notifikasi dari aplikasi lain dan layar computer yang lebih lebar pastinya lebih eye friendly, nggak perlu memicingkan mata lagi kalau ada tulisan yang kecil. :D 

Fitur-fitur yang ada di Ruangbelajar for desktop.


Nah, bicara soal fitur, maka di ruangbelajar tersedia 3 macam fitur yang menarik, yaitu:

>> Video Belajar 

Pertama, kita akan diajak belajar dengan fun melalui video belajar beranimasi dan juga pembahasan soal untuk SD, SMP, SMA bersama Master Teacher dengan durasi 10-15 menit.

Nah, kalau kamu termasuk tipe visual sepertinya cara belajar melalui video animasi ini akan sangat cocok denganmu.




>> Latihan Soal dan Pembahasan

Naini! Practice make perfect

Setelah memahami dasar-dasar pelajaran dari video tadi maka kita bisa maju ke step berikutnya dengan mengerjakan soal. Tipe soal yang disediakan disini ada belasan ribu, jadi bisa disesuaikan dengan kemampuan kita, misalnya dari yang mudah dulu deh, baru beranjak menuju soal dengan tingkat kerumitan yang lebih tinggi.

Layaknya tes CPNS, disini nilai juga akan langsung keluar begitu kita selesai mengerjakan. Bedanya, disini juga bisa lihat pembahasannya sehingga kita akan bisa memahami dimana letak kesulitan kita dimana dan bisa langsung memperbaikinya. 



>> Rangkuman/Infografis Modul Bimbel

Misalnya kita sudah selesai nonton video belajar, sudah selesai mengerjakan soal dan melihat pembahasan juga. Kita bisa refresh kembali materi yang sudah dipelajari dengan rangkuman yang bisa di download. Jadi pelajaran bisa lebih ‘nempel’ di otak. 


***


Ah, gimana? menarik sekali bukan si Ruangbelajar ini? 

Seandainya dulu sudah ada ruangguru maka saya mungkin akan memilih belajar disini saja karena fitur yang ditawarkan begitu menarik. Saya nggak perlu belajar sampai larut malam di luar dan bisa belajar asyik serta teratur dengan memanfaatkan gadget. 

Menurut saya, ruang guru bisa menjadi solusi belajar untuk anak yang introvert, kalaupun tidak introvert, pada dasarnya fitur di ruangguru sangat mempermudah untuk memahami pelajaran, jadi aplikasi ini sebenarnya cocok untuk semua pelajar SD-SMP-SMA. Jadi nggak ada alasan lagi, daripada main pabji seharian di gadget, lebih baik kita manfaatkan teknologi itu untuk belajar untuk masa depan yang lebih gemilang.

Setuju atau setuju banget?