Kamis, Februari 08, 2018

5 Lagu yang Penuh Memori Romantis Versi Saya


“Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah anak kecocokan jiwa. Dan jika itu tidak ada, cinta tidak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun, bahkan milenia…” (Kahlil Gibran)
Assalamualaikum. Apa kabar semua?

Akhirnya saya menulis lagi nih. Sesudah terlena kenyamanan Banua saat pulang kampung kemarin, saya nggak menulis disini sampai 2 minggu! Hahaha..

Padahal masih ada beberapa deadline tulisan menunggu, dan janji saya untuk konsisten menulis harus tetap saya laksanakan. Maklum, blognya udah mulai beranak, jadi harus lebih pintar mengatur waktu. Tapi sampai sekarang masih suka kalang kabut sendiri karena disambi urusan domestik. Ah tak apa kan ya? masih belajar :D

Kali ini saya mau cerita yang romantis-romantis, boleh dong sekali-kali nulis yang norak (meski barangkali kata pembaca tulisan saya norak mulu deh hahaha)

Tenang, Nggak soal Dilan kok. Meskipun sebenarnya saya pengen nulis juga soal itu. :p

Pokoknya tema tulisan kali ini adalah Kisah romantis. Sekalian buat menunaikan kewajiban tulisan untuk kolaborasi Female Blogger Banjarmasin juga 😁

Supaya terasa feelnya. Mari kita angkat bahasan soal saya saja. Karena ceritanya tentang saya, jadi saya pasti menguasai tulisannya, kan cerita tentang diri sendiri. Masalah eneg atau nggak eneg terserah bagaimana penilaian pembaca.

Tapi pertama, yakinkan diri kalian, sedia plastik duluan kalau perlu, karena romantis itu relatif. Romantis buat saya bisa berarti nggak romantis dan eleuh-jijay-bat-gue buat kalian. 

Sebelum nyambung ke cerita ini, mungkin ada baiknya kalau kalian baca dulu cerita pertemuan saya dan suami disini.

Nah, karena kami berdua suka mendengarkan lagu, maka untuk mewakili kisah kami dari awal bertemu sampai menikah, dan sekarang punya anak, ada 7 lagu yang menjadi soundtrack of my wedding banget. Apa aja tuh? Ini dia list nya...

 1. Heart Attack - Demi Lovato 


Lagu ini jadi favorit saya setelah paksu bilang kalau ini cocok banget buat menggambarkan saya pas PDKT. Wakakakak

Jadi ceritanya dulu saya punya traumatik dengan laki-laki. Entah kenapa bila semakin didekati lawan jenis, saya secara naluriah akan berusah menjauh atau mengabaikan sampai mereka mundur. 

Atau, sebelum itu mereka yang menjauh duluan ketemu geek macam saya. Hahaha (kayaknya sih, faktor kedua lebih sering πŸ˜‚)

Akibat hal ini, dulu saya dikenal sebagai es. Cuek beibeh dengan makhluk yang disebut laki-laki.

Ada ketakutan dengan alasan yang aneh. Mungkin ada kaitannya dengan WIC (Wounded Inner Child) akibat kejadian masa lalu saat saya masih kecil. Hal ini nanti kapan-kapan saya ingin bahas juga di postingan terpisah.

Intinya, waktu awal-awal dulu. Saya selalu pengen lari, menjauh dari hubungan. 

Takut terluka, takut terbuang, takut tercampakkan. Jiaaahh... Bahasanya alay yah hahahah πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Tapi ternyata, namanya juga sudah jodoh kali ya... Jadinya larinya ya muter. Balik lagi ke pelukan paksu. πŸ’•πŸ˜³

Puttin’ my defenses up
‘Cause I don’t wanna fall in love
If I ever did that
I think I’d have a heart attack
Never put my love out on the line
Never said "Yes" to the right guy
Never had trouble getting what I want
But when it comes to you, I’m never good enough

 2. The Only Exception - Paramore 




Lagu ini perfect banget buat menggambarkan perasaan saya waktu mulai berani menjalin hubungan. 

Saya sampai terharu nemu lagu ini. Liriknya oh-so-me banget!

Paksu adalah orang pertama yang saya percaya untuk membawa separuh hati yang saya jaga mati-matian. Rasanya tidak ada orang yang bisa saya percaya, kecuali dia. Uhuk.

Maybe I know somewhere deep in my soul
That love never lasts.
And we've got to find other ways to make it alone.
Or keep a straight face.
And I've always lived like this
Keeping a comfortable distance.
And up until now I have sworn to myself
That I'm content with loneliness.
Because none of it was ever worth the risk.
Well you are the only exception.
You are the only exception.

 3. Blush - Plumb 


Liriknya tentang wanita yang sedang jatuh hati. Persis seperti saya waktu itu yang lagi berbunga-bunga. 

Hmmm... Begini ya rasanya jatuh cinta? Ada rasa sesak yang saya rasa setiap kali kami bertengkar. Ada rasa gembira setiap kali bisa bertemu.

Padahal dulu ketemunya cuma pas transaksi beli obat di Apotek. Bertengkarnya gara-gara saya pasti malas angkat telpon kalau pas masih naik taksi. Hahaha

Kalau ingat kejadian-kejadian dulu kok kayaknya konyol juga ya. Hahahaaha

When you look at me I start to blush
and all that I can say is you and us
oh baby I'm so afraid to be in love
with you, with you...
I wanna be in love with only you
I wanna watch the sky turn grey then blue
I wanna know the kiss thats always new
I wanna be in love with only you
just you

 4. Mirror - Justin Timberlake 


Kami berdua mendengarkan lagu ini saat menunggu taksi yang rencananya akan saya tumpangi dari Banjarmasin ke Rantau sedang mengumpulkan penumpang. 

Itu loh, ngetem. Soalnya taksi colt yang  melintasi jalur Hulu Sungai (Rantau-Amuntai-Kandangan-Barabai-Tanjung-Balangan) biasanya mesti menunggu minimal penumpang 5 orang dulu, baru bakalan berangkat.

Karena waktu menunggu ngetem itu banyak preman melintas, paksu khawatir terjadi apa-apa. Jadi dia nungguin saya sampai taksi berangkat.

'Cause I don't wanna lose you now
I'm lookin' right at the other half of me
The vacancy that sat in my heart
Is a space that now you hold
Show me how to fight for now
And I'll tell you, baby, it was easy
Comin' back here to you once I figured it out
You were right here all along
It's like you're my mirror
My mirror staring back at me
I couldn't get any bigger
With anyone else beside me
And now it's clear as this promise
That we're making
Two reflections into one
'Cause it's like you're my mirror

Saya ingat, waktu itu dia sebenarnya juga kecapekan sesudah seharian ikut test masuk BPJS Kesehatan, tapi tetap nungguin saya. Saya juga capek habis kuliah dari pagi sampai sore, jadi males buat ngobrol.

Waktu itu mendengarkan lagu ini satu headset berdua. Alasan pertama bukan romantis. Tapi karena cuma punya satu headset. Hehe...

Ah, lagu ini emang favorit deh. You're my reflection. And all I see is you...

 5. Devotion - The Hurts 





Lagu ini seolah jadi anthem balikan sesudah pertengkaran yang konyol itu.

Jadi, kebiasaan jelek saya dulu itu adalah jarang ngasih kabar sama siapa pun, dan itu adalah sumber tersering kami berdua adu kata.

Misalnya nih, saya pamitan doang berangkat, terus begitu sampai saya kelupaan ngasih kabar kalau udah sampai dengan selamat sentosa. Besoknya, baru deh saya kabari, itupun kadang kebablasan nggak kabar-kabar sama sekali sampai diingatkan. Mungkin ini efek jomblo terlalu lama? :v

Tapi endingnya sih, selalu maaf-maafan lagi.

Forgive my thoughts when I'm asleep
Forgive these words I'm yet to speak
I feel so ashamed
Right now you seem so far away
So much confusion clouds my mind
And I don't know which path to take
Here's hoping
You'll help me to resist

 6. Last Love - Rihwa 


Ini lagu habis nikah. Pas masih honeymoon. hahaha

Jadi ceritanya waktu itu saya masih berstatus sebagai fans Haruma Miura. Dan waktu itu ada dorama barunya yang keluar yang judulnya The Last Cinderella. Doramanya sih saya gak peduli isinya gimana, tapi yang jelas saya mau nonton demi Harumiu. Jadi akhirnya saya ngajakin paksu buat beli CD-nya.

Dan kampret moment itu adalah saat saya tau ratingnya nggak seperti yang saya harapkan, alias malu-maluin aja ketahuan paksu nonton dorama beginian. Cover CD-nya si perempuan cuma pakai kemben, terus disisi yang lain ada gambar Harumiu topless

Bukan, bukan blue film kok. 

Sebenarnya sih buat saya biasa aja. Tapi kan waktu itu statusnya masih pengantin baru. Masih jaim setengah mati sama pasangan. Beda sama sekarang yang mulai menunjukkan belang aslinya #eh

Dan perasaan saya saat itu, rasanya saya pengen migrasi ke Mars. Baru aja nikah, udah menghancurkan image sendiri... T_T

Akhirnya saya batal ngajakin paksu nonton dorama babang Harumiu, tapi ternyata OST-nya kece banget! Saya sekali denger langsung sukaa...



Taking plenty of time
We all made it getting here
And we wanted someone to understand
What we believe
Fireworks in water
That's how I'm burning as a fighter
No matter what will wait for us
Please let me get closer
And let me touch the core of your world
As we are carrying on
Till all pain's gone

 7. Sepanjang Hidup - Maher Zein 


Ini lagu kawinan, yang saya rasa sih setiap pasangan halal pasti bakalan suka lagu ini.

Sepanjang hidup bersamamu
Kesetiaanku tulus untukmu
Hingga akhir waktu kaulah cintaku
Cintaku
Sepanjang hidup seiring waktu
Aku bersyukur atas hadirmu
Kini dan selamanya aku milikmu
Yakini hatiku kau anugerah Sang Maha Rahim
Semoga Allah berkahi kita
Kekasih penguat jiwaku
Berdoa kau dan aku di Jannah
Ku temukan kekuatanku di sisimu
Kau hadir sempurnakan seluruh hidupku

Nah, itu dia 7 lagu yang menggambarkan bagaimana cerita saya dan paksu dari awal perkenalan sampai dengan sekarang.

Buat saya sih, semua lagu diatas itu romantis dan sesuai dengan cerita kami berdua. Meskipun ada beberapa lagu yang gak saya masukkan seperti The Man Who Can't Be Moved-nya The Script dan beberapa lagu yang saya lupa faktor L (lawas). Tapi lagu-lagu diatas menyimpan memori spesial di benak saya.

Kalau kamu punya lagu romantis yang mewakili pernikahan juga nggak? Share juga dong di kolom komentar :D
Minggu, Januari 28, 2018

Liburan Tipis-tipis ke Coban Rais, Terdampar di Batu Flower Garden


Liburan Tipis-tipis ke Coban Rais - Sebelumnya saya udah cerita dong soal Malang dan tempat wisatanya yang kece-kece dan bikin saya pengen banget eksplorasi. Nah, dua hari sebelum saya dan keluarga pulang ke Kalimantan, kami akhirnya menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke Batu. Perjalanan ini sebenarnya udah kami planning untuk dilakukan pada hari H-5 sebelum pulang.

Tapiiiii... Karena cuaca waktu itu hujan terus dan suami selalu ada kesibukan kampus, akhirnya molor deh ke H-2. Serius lho, udah siap-siap beberapa kali endingnya selalu zonk. Hahahaha. Agak sedikit merajuk cantik supaya ada kompensasi batal dolanan. LOL πŸ˜‚

Padahal sebenernya nggak masalah juga sih soal mundurnya. Karena Malang di sore hari yang lagi hujan itu males-able alias banget buat dihabiskan dengan leyeh-leyeh manja. Iya, malas-malasan sambil goler-goler, setengah jam beresin koper. Sisanya main-main sama Syuna. Aduh, sungguh quality time kalau kata orang zaman now. 

Alhamdulilah, meskipun sebenarnya merajuk cantik itu strategi pancingan doang. Akhirnya di suatu pagi menjelang siang sepulang dari klinik gigi, jadi deh, jalan-jalan. Yeay!

Nah, kesalahannya adalah: karena rencana mendadak, akhirnya kami nggak punya persiapan apa-apa untuk menghadapi cuaca. Jadi, ceritanya itu pas berangkat cuaca lagi adem ayem, meskipun udah pakai jaket buat mengantisipasi suasana Batu yang dingin, kami sama sekali melupakan kalau cuaca bisa berubah, dan pas sampai di kawasan UMM...

Byurrr! Hujan turun deras bak dituang dari langit. Kami yang naik sepeda motor pun bersinggah di sebuah toko kosong untuk menunggu hujan reda.

Setengah jam berlalu dan nggak ada tanda-tanda hujan bakalan berhenti, kami pun mulai galau. Ini beneran nggak sih bakalan jadi ke Batu? Tengok-tengok ke hp, eh udah lowbatt aja gara-gara malamnya kelupaan di charging. 😐

Mau pesan taksi online juga gak bisa, belum nyampe rumah pasti udah mati hapenya.

Akhirnya paksu bersabda kalau perjalanan harus dilanjutkan, bagaimana caranya. Karena kalau nggak dilakukan hari itu, maka besok udah nggak ada waktu lagi, kan lusa sudah harus ready dijemput subuh-subuh. Saya mikir-mikir, wah benar juga kan? πŸ˜†

Akhirnya beberapa ratus meter dari tempat kami bernaung kami melihat ada penjual jas hujan. Paksu akhirnya memutuskan untuk membeli 2 pasang untuk saya dan Syuna. Jas hujan yang murah aja, 15 ribuan.

Oke, sesudah jas hujan terpasang. Kami pun ready untuk berangkat
Karena hape kami tinggal beberapa persen, kami berdua akhirnya mengandalkan sense of human kami dengan melihat plang-plang di jalan.

Biiznillah, sampai juga di Batu. Yeay!



Sampai di Batu, kebingungan berikutnya adalah tempat yang di datangi. Sesudah sebelumnya nge bakso dulu untuk menghangatkan badan sesudah kehujanan, kami akhirnya berencana menuju Conan Rais.

Paman Bakso yang sedang nonton Indonesian Idol pun jadi sasaran kami untuk nanya-nanya. Plus, numpang charge hp kami berdua. Makasih ya, bang! Udah baksonya enak, bisa ikutan nebeng chargeran pula... 

Another lesson Learned: kalau mau travelling, pastikan baterai full, dan jangan lupa buat bawa charger untuk jaga-jaga.

Coban Rais, Sebelah Mana?

Kami nggak pakai google map, cuma bermodal nanya-nanya sama masyarakat. Senengnya di Malang itu ya orangnya ramah-ramah gini. Semuanya pas ditanya pasti ngasih kami senyum manis. hehe

Alamat lengkap Coban Rais sesuai dengan google adalah di Oro-oro Ombo, Kehutanan, Kec.Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65151. 

Kalau saya nggak salah ingat, sebelumnya masuk beberapa jalan kecil. Jalan besarnya sejalur sama Batu Night Spectakuler, habis itu ada plang petunjuk arahnya. Kalau udah mulai nggak silakan nanya sama manusia terdekat atau mbak google.

Setelah sempat nyasar ke pegunungan sebelah (lebayyy... ) Akhirnya kami pun sampai di Conan Rais. 

Harga Tiket Coba Rais & Jam Buka Coban Rais

Tiket masuk sekitar 10 ribu per orang, dan jika ingatan saya bener, itu belum termasuk parkir, cuma tiket masuknya doang. 

Kata bapak-bapak yang jaga disana, jam buka Coban Rais itu sekitar pukul 8 pagi dan biasanya tutup sekitar pukul 5 sore. Hmmm, segera kami tengok hp, Zhuhur udah lewat jadi ini sudah sekitar jam 1 siang. Tinggal maksimal 4 jam dong buat jalan-jalan!



Oh iya, pas sampai disana saya baru tau kalau ternyata buat sampai ke Coban Rais itu mesti naik lagi ke atas yang kata pemandunya sih sekitar 3 km. Lumayan bikin manyun, apalagi sambil gendong batita yang lagi banyak tanya, bakalan ekstra kerja, kakinya jalan, mulutnya juga ngomong terus. haha

Gimana naiknya? Selain jalan kaki, ada pilihan ojek dengan harga 10 ribu perorang. Karena kami sayang duit mau sekalian foto-foto norak akhirnya kami pun memutuskan untuk jalan kaki saja.

Tapi, belum sampai genap 1 km, ada yang menawarkan diri untuk naik ojeknya dengan biaya untuk 3 orang sampai keatas cukup 15 ribu saja. 

Wis, kata suami lanjut. Karena disini jam 5 udah tutup, mendingan kami buru-buru. Lagian stok foto di jalan udah lumayan banyak.

Nah, Begitu sampai dipuncak, kami pun pepotoan (lagi! Haha). Momen kami waktu main gini mesti kami manfaatkan dengan foto sepuasnya deh pokoknya, huhuhu.

Nggak Sampai Coban Rais

Ngomongin coban rais, tentunya pasti berhubungan dengan air terjun. Namun sayangnya saat saya sudah sampai di atas, Coban Rais sedang ditutup karena habis hujan lebat. Jalanannya lagi licin, katanya. Meskipun tetap ada yang masuk sih.

Awalnya pengen kesana juga. Secara kan, namanya aja Coban Rais, masa ke Coban Rais nggak ada air terjunnya sih?

Namun, akhirnya dengan pertimbangan kami membawa anak kecil, maka tentunya mending nggak usah memaksakan diri masuk kesana, apalagi saya parno Syuna dengan keaktifannya bakalan ngasih surprise mendadak waktu di jalanan licin.

Jadi daripada belok kanan menuju Coban Rais, akhirnya kami lebih memilih belok kiri menuju Batu Flower Park. Wohoooo... emak satu anak ini pun kenorakannya naik begitu melihat berbagai bunga cantik. Kegamangan memilih Coban Rais atau Batu Flower Park langsung sirna. Duh, receh amat. 

Iya, soalnya sesudah masuk, ada banyak bunga-bunga cantik yang menghampar disepanjang jalan.

Bahagia itu sederhana, emak narsis. Abaikan anaknya yang bingung mandangin bunga. hahaha

Sebelumnya, bayar tiket masuk dulu dong sekitar 25 ribu per orang, bila membawa kamera DSLR/Mirrorless akan kena charge sekitar 15ribu. Action cam sama drone harganya beda lagi.

Tapiiiii..  worth it kok. Karena di dalam bisa puas foto-foto. Objek bunga bener-bener cantik!

Di batu Flower Park ini sistemnya rada-rada mirip gitu deh sama Jatim Park. Setiap wahana atau spot foto punya tarifnya masing-masing. Kalau mau dicobain semua ya kira-kira satu orang bisa habis 150 ribuan kali ya. 

Kalau saya sih karena judulnya cuma bawa duit seadanya jadi cuma bisa ikut yang gratis-gratis ajah. hoho..

Oh iya, masuk sini jangan lupa pakai sepatu yang tapaknya nggak licin ya, soalnya kalau lagi naik-naik terus kepleset bakalan berabe. Secara ini tempatnya lumayan tinggi.

Tentang Foto-Foto

Nah. tiket masuk ke Batu Flower parknya ini jangan sampai hilang ya, soalnya kalau hilang maka kesempatan untuk ngedapetin gambar gratis bakalan hilang. 

Apa? gambar gratis, iya... jadi dengan bayar karcis masuk yang 25 ribu itu, kita nanti di dalam itu bisa dapat 2 spot foto yakni di spot foto love sama spot foto flower. Dengan take 3x per spot dan boleh dikirim 1 foto terbaik ke hp kita. Ini dia gratisan yang saya manfaatkan (yang sebenarnya nggak gratis 100% juga sih karena mesti bayar tiket kan. hahaha)


Beberapa kali foto sana-sini dan difotoin juga, akhirnya habis sudah baterai kamera dan baterai hp kami, tapi nggak masalah karena foto-foto hasil jepretan abang-abang yang ada disana kece beud
Ya iyalah, lensa tele gitu yang dipake. Jadi meskipun si abang jaraknya jauh tapi hasil foto tetep jernih paripurna. 

Saya lupa mereka pake tripod apa nggak, tapi hasil fotonya nggak goyang deh. Overall, pepotoan disini emang instagramable. Yang gratisan loh ya, keknya yang ada bayar juga kece. ^^

A post shared by Zulaeha B.A Rozali (@syunamom) on

Kalau ada kekurangan maka itu adalah... Waktu.

Saya mesti datang pagi-pagi deh kalau kesini lagi. Soalnya pengen mampir ke Machete cafe yang interiornya kekayuan keren itu. Pengen ke Hobbit house juga. Pengen foto-foto bunganya lebih banyak lagi. Pengen ke Coban Rais. Pengen juga ke Coban Putri. 

Hmmm... semoga bisa balik lagi kesana nanti.

Well, Happy Travelling. Jangan lupa sampahnya disimpan dalam tas masing-masing!

Senin, Januari 22, 2018

Membuktikan Ketangguhan Oppo F5, Teman Terbaik untuk Travel Blogger


Pernah dengar istilah ‘kamera jahat?’ Atau pernah jadi korbannya? Nah, kalau belum tahu saya jelaskan dikit nih soal ‘kamera jahat’. Jadi, secara sederhana, kamera jahat adalah kamera yang bikin hasil foto kita menjadi terlihat jauh berbeda dengan aslinya sehingga membuat orang merasa tertipu.

Pastinya kalian pernah denger dong, soal beberapa orang yang sempurna saat difoto, pas ketemu eh sama aslinya jauh bener sampai nggak bisa dikenali lagi. πŸ™„

Apalagi yang hobinya nyari jodoh di media sosial nih, yang acap kali kepercayaan itu berbasis foto profile, sampai-sampai ekspektasi jadi ketinggian gara-gara hanya menengok foto di sosial media doang.

Gara-gara kamera jahat ini tadi, ujung-ujungnya banyak yang bilang kalau foto media sosial itu menipu. Padahal kan, ya nggak juga.

Oh iya, biasanya nih, foto yang dipajang adalah foto selfie.  πŸ˜

Ah, saya bikin pengakuan dosa nih, saya juga pernah jadi pengguna kamera jahat. Hahaha...

Dulu saya senang sekali selfie, isi galeri hp saya penuh dengan swafoto dengan berbagai pose. Meskipun kegiatan selfie itu sebagian besar tidak saya unggah ke media sosial karena beberapa hal.

Tapi kok rasanya yang di foto ini mukanya kinclong bener ya? (Dulu saya item maksimal karena hobinya panas-panasan), agak-agak tirus pula (padahal dulu chubby abis).
Hmmm, kok kesannya bukan saya banget, gitu.

Sampai akhirnya saya memutuskan untuk tidak selfie dengan brutal seperti dulu lagi karena efek beda jauh di foto sama selfie.

Sehingga praktis, setahun belakangan sosmed saya lumayan bersih dari selfie pakai kamera depan.

Iya, sadar nggak kalau nyaris semua aplikasi foto yang ada di hp itu efeknya membuat kulit menjadi 'terlihat' putih, bibir lebih merah, mata lebih besar, dan wajah lebih tirus?

Cantik sih. Tapi, memangnya semua harus sama?

Padahal semua orang kan berbeda, dan semuanya istimewa dengan dirinya masing-masing?

Lanjut soal selfie, belakangan karena saya lagi seneng-senengnya travelling, jalan-jalan mumpung masih bolak-balik antara Malang dan Kalimantan, akhirnya banyak yang saya lakukan dengan kamera depan smartphone saya.

Padahal nih, jujur aja saya bisa dibilang males banget pakai kamera depan di hp ini karena hasil fotonya jadi terlalu halus.

Suami saya yang hobi fotografi sebel banget kalau lagi selfie kemudian saya panggil manusia tanpa pori karena hasil swafotonya yang terlalu halus. Hahahaha

Makanya, dia mau repot-repot bawa mirrorless tiap kali jalan. Padahal spot favorit kami belakangan adalah pegunungan. Pas naik kesana susah juga kalau tenteng-tenteng kamera meski kameranya masih tergolong mungil. Soalnya kan kalau curam, bagian gendong anak ya paksu.

Jadinya perhatian terbagi deh, disatu sisi memperhatikan anak, disatu sisi memperhatikan keselamatan kamera.

Hmm, ribet ya jadinya?


Pas banget, kemarin saya bersama teman-teman blogger berkesempatan menghadiri acara launching Oppo F5 di Banjarmasin yang diadakan oleh pihak Oppo dan Liputan 6.

Acara yang berlokasi di Hotel Mercure Banjarmasin ini mengangkat tema “Oppo F5 Perfect Companion For Travellers”.

Registrasi acara dimulai sekitar pukul 3 sore. Sebelum masuk ruangan, kami dipersilakan untuk menikmati minuman dan hidangan kecil.

Lumayan, energi untuk menyimak acara terisi lagi. hoho

Tak lama kemudian, seorang MC cantik yang hari itu memandu acara tampil, dan hadirlah Mas Aryo Meidianto Aji yang memperkenalkan diri selaku PR Manager Opo Indonesia sebagai pembicara di sesi pertama.



Pada event ini beliau secara resmi memperkenalkan tiga seri F5, yakni Oppo F5, Oppo F5 (6GB), dan Oppo F5 Youth dengan varian berwarna. Dan di bagian ini, saya sukses terpana dengan pemaparan beliau tentang fitur-fitur dari Oppo F5.

Lah, emangnya beliau ngomong apa sih? Simak yuk sampai selesai... ^^


Oppo F5, Perfect Companion For Traveller


Nah, dari deretan kecanggihannya smartphone besutan vendor asal Negeri Tirai Bambu ini, saya menangkap 5 must have fitur smartphone untuk para Traveller.



#1. | Kamera

Ini yang paling istimewa dan wajib dimiliki travel blogger. Yups, Kamera
 Oppo F5 ini telah bekali fitur kamera dengan A.I Beauty Recognition technology.

Apa itu fitur AI Beauty Recognition Technology?

Fitur ini adalah teknologi kecerdasan buatan yang ditanamkan pada kamera depan Oppo F5 yang memiliki resolusi 20 megapixel dengan f/2.0. 

Selfie tidak lagi sekedar selfie karena sistem Oppo F5 akan memindai sekitar 254 titik wajah berdasarkan jenis kelamin, detil wajah, kulit, faktor cahaya dan usia. 

So, hasilnya diklaim akan lebih personalized.

Baik, sepertinya kalau pakai Oppo F5 saya bakalan sering-sering selfie dan suami saya nggak usah khawatir saya bully lagi karena efek kamera jahat. HAHA.

Oh iya, tadi tentang kamera depan. Terus gimana kamera belakangnya?

Nah, kamera belakang Oppo F5 juga telah dibekali dengan resolusi 16 megapixel f/1.8 yang sangat cocok digunakan untuk memotret dalam keadaan minim cahaya seperti saat malam hari.

#2. | Tampilan 

Travelling bawa kamera emang susah ya? Tapi kalau bawa hape gede juga susah ya?
Apalagi katanya Oppo F5 ini layarnya 6 inchi. πŸ€”

Namun, begitu melihat langsung produknya di booth, ternyata nggak segede yang saya kira loh. Desain layar yang nyaris tanpa bezel dengan teknologi full screen display dengan rasio 18:9 membuatnya pas digenggaman tanpa perlu khawatir layar besar akan menjadi mengganggu aktivitas.

Layar dengan resolusi 2160 x 1080 serta kerapatan 402 ppi juga mempernyaman pemakaian, terutama untuk yang sering membaca artikel menggunakan smartphone. Hmm, saya banget nih!

Ngevlog?

Sepertinya rekaman video dengan kualitas 1080p@30fps yang dilengkapi dengan fitur ES anti-shake DSP yang ada di perangkat ini juga sudah siap dijajal.

#3. | Jeroan Tangguh dan Lebih Smooth

Dengan OS yang lebih baik dari Oppo generasi sebelumnya yakni ColorOS OS 3.2 yang dikombinasikan dengan RAM 4 GB + 32 GB memory internal membuat perangkat lebih smooth. 

Gimana contohnya?

Salah satunya adalah kecepatan transfer file sampai 100 kali lebih cepat daripada bluetooth. Jadi, nggak khawatir lagi bakalan lama mengirim file.

#4. | Baterai Kuat

Jadi ingat, saat kemarin kami jalan-jalan ke Batu, Malang. Perjalanan belum selesai, baterai sudah habis. Bikin bete maksimal karena kami melewatkan kabut cantik di jalan pegunungan yang jarang-jarang ditemui. -_-

Lantas, bagaimana dengan Oppo F5?

Jujur, saya udah sangsi duluan karena layarnya yang gede dan OSnya pun tergolong kelas tinggi (prosesssornya menggunakan Mediatek octa-core 2.5 GHz) 

Namun ternyata berdasarkan uji coba, dengan pemakaian normal, baterai Oppo F5 dengan kapasitas 3200mAH ini sanggup bertahan sampai 14 jam. 

Pengisian baterai juga sudah mendukung teknologi fast charging sehingga nggak perlu lagi lama-lama menunggu charge penuh.

#5. | Aman 

Selama Travelling, tentunya kita harus memperhitungkan keamanan perangkat, iya nggak?

Nah, Oppo F5 ini ternyata sudah dibekali dengan bodi belakang dari bahan polikarbonat dan Gorilla Glass 5 yang membuatnya tahan gores, sensor sidik jari juga bisa kita temukan di bagian belakang perangkat.

Belum lagi fitur Facial Unlock yang mampu membuat titik khas wajahmu sebagai password smartphone. Dan bukan fitur main-main karena sistem facial unlock ini sanggup memindai 128 titik wajah dengan tempo waktu kurang dari 1 detik. 

Dengan fitur begini, sepertinya memang akan sangat cocok dengan traveller yang tetap memerlukan keamanan dan privasi saat di perjalanan.

Fitur lainnya juga tak jarang y menarik, misalnya saja fitur "Jangan Jangan ganggu / Do Not Disturb".

Fitur satu ini sangat membantu pengguna yang sedang bermain games agar tidak terganggu dengan panggilan masuk.

Cocok untuk para penikmat game online. Pas lagi asik maen AOV misalnya, panggilan masuk dari istrinya atau kerabat nggak akan mengganggu lagi. ^^

Yang paling menarik buat saya adalah fitur Kids Space

Seperti namanya, fitur ini adalah ruang yang dibuat untuk anak-anak saat menggunakan smartphone agar tidak mengganggu fungsi dan penggunaan oleh orang tuanya. Jadi tidak perlu khawatir lagi file atau aplikasi tiba-tiba menghilang sehabis perangkat kita dipakai anak. Cocok banget nih buat para emak kayak saya yang sering banget hp nya dibajak si kecil. 😁

Intinya sih, perlindungan Oppo F5 menurut saya memang bisa diacungi jempol.

Fitur Kids Space

Yus Lianson dari kanal Tech&News Liputan 6 kemudian hadir di sesi kedua untuk menjelaskan fitur-fitur canggih yang tersemat pada Oppo F5 dari sudut pandang beliau.

Beliau menggunakan contoh berupa foto pribadinya yang diambil menggunakan smartphone Oppo F5. Bagaimana hasil foto saat keadaan minim cahaya, lalu bagaimana hasil foto selfie kamera depannya, lebih ke eksplorasi kamera.

Belakangnya bisa bokeh a la DSLR. Tapi ternyata cuma pakai Oppo.
Sumber: liputan6.com

Dan hasilnya maknyussss... (bukan makanan sih, padahal :p)

Hasil foto selfie Mas Yus Lianson membuktikan kalau hasil kamera Oppo F5 dengan fitur beautify sekalipun, hal itu nggak serta merta membuat muka beliau jadi semulus porselen, Seperti slogannya Capture the real you. Hasil foto tetap menampilkan wajah mas Yus Lianson apa adanya dengan garis wajah maskulin khas lelaki. 



Sesi ketiga, ada Mbak Novi Nadya dari kanal lifestyle Liputan 6 yang menjelaskan dari sudut pandang beliau sebagai jurnalis dan juga perempuan yang doyan pepotoan.

Selfie mbak Novi nadya
sumber: liputan6.com

Pada sesi ini, Mbak Novi banyak sharing tentang aktivitas beliau yang banyak menggunakan smartphone saat bekerja. Misalnya saja saat menulis artikel.

Menurut mbak Novi, smartphone sebagai gaya hidup adalah sesuatu yang tidak bisa terbantahkan, apalagi untuk jurnalis yang harus selalu siap sedia. Maka kehadiran Oppo F5 ini benar-benar membantu beliau dalam aktivitasnya.




Nah, terakhir ada Kadek Arini, travel blogger yang sudah ngeblog selama 4 tahun dan jalan-jalan ke lebih dari 20 negara ini sharing soal pengalamannya travelling ke berbagai negara dan juga memaksimalkan fungsi smartphone untuk kepentingan media sosial.

Arini bercerita tentang perjalannya yang paling jauh menuju Afrika dan paling berkesan ke perbatasan Pakistan dimana masyarakatnya ganteng-ganteng seperti Al-Ghazali. (Wih, saya jadi kepo! πŸ˜†) 

Meskipun perjalannya backpacking-an selama seminggu itu terkendala bahasa karena harus menggunakan bahasa isyarat. Arini mengatakan perjalanannya tetap berkesan.

Selesai cerita seru dari Arini, acara akhirnya ditutup dengan sesi tanya jawab.

Asyiknya, penanya terbaik berhak mendapatkan hadiah. Btw, dari awal emang bertabur hadiah sih, sampai ada yang menang undian smartphone Oppo segala. hihi..

Nah, acara selesai, undangan kemudian dipersilakan untuk makan malam. Namun, sebelum makan, saya cepet-cepet ngacir ke booth Oppo.

Saya pengen membuktikan langsung tagline Oppo F5, Capture The Real You.

Karena itu saya akhirnya nyoba-nyoba kameranya buat dibandingkan dengan hasil foto di hp biasa.

Iyaps. Saya pengen membuktikan langsung omongannya Mas Aryo soal kecanggihan kamera selfie Oppo F5

No picture = hoax kalau kata orang asing. hehe

Kiri: kamera depan hape biasa.
Kanan: Kamera depan Oppo F5 


Daaaan... It’s beyond my expectation. Ternyata emang hasil selfie pakai kamera depan hp biasa dan dengan menggunakan Oppo F5 ini berbeda jauh. 

Saya jadi ingat jargonnya Oppo sebagai Selfie Expert & Leader. 😁

Nah, dari hasil foto diatas dengan menggunakan 2 kamera yakni perangkat biasa dan Oppo F5, dapat kita lihat di foto sebelah kiri kalau noise diredam sedemikian rupa hingga hasil fotonya menjelma menjadi manusia tanpa pori. Bak artis korea yang punya skincare regime 10 step. Hahaha... 

Sedangkan dengan menggunakan Oppo, warna foto lebih 'hidup'. Meskipun sudah menggunakan fitur beautify, beberapa kekurangan diwajah saya masih terlihat. Noda di gigi juga kelihatan. πŸ˜‚

Hmmm... Foto saya jadi terlihat lebih manusiawi. :'D

Tapi emang jadinya makin cantik sih, jadi semakin mirip dengan aaslinya.
*digampar pembaca πŸ˜‚

Hasil selfie tanpa editan dengan menggunakan Oppo F5.

Verdict

Kalau menurut saya, Oppo F5 ini memang mencukupi persyaratan untuk menjadi smartphone teman terbaik bagi travel blogger.

Jika melihat kemampuan kamera depan dan belakang serta 4 poin yang sudah saya jabarkan diatas. Maka pastinya dengan paduan kelima unsur tersebut akan mendukung perjalanan menjadi lebih berkesan dan juga bisa bye-bye dengan kamera jahat. ^^

Nah, bagaimana kalau menurutmu?

Tuliskan pendapatmu di kolom komentar yaa!
Sabtu, Januari 20, 2018

Mengisi Akhir Tahun Bersama Keluarga di Belitung, Negerinya Laskar Pelangi.

Belitung, liburan ke belitung, laskar pelangi, andrea hirata


“Menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga... Bersyukurlah pada Yang Kuasa, cinta kita di dunia, selamanya....” Potongan lagu itu tentu sudah akrab di telinga kita. Yup, Laskar Pelangi! Cerita yang penuh dengan nilai-nilai kehidupan satu ini memang terlalu keren untuk dilewatkan. Terlebih buat saya yang seorang pengagum karya-karya Andrea Hirata.

Membaca novel beliau yang bersettingkan pulau Belitung membuat saya ikut-ikutan terbayangkan bagaimana hangatnya suasana disana.

Tunggu, pulau Belitung?

Ya! Pulau cantik yang terletak di barat laut Indonesia ini ternyata bukan hanya menawarkan spot-spot menakjubkan yang menjadi setting cerita Andrea Hirata dan kawan-kawan 43 tahun yang lalu. Tapi lebih jauh, juga memiliki berbagai tempat menarik dan kekayaan kuliner yang siap menggoyang lidah.

Rasanya kalau membaca berbagai cerita traveller yang mampir ke pulau Belitung, saya jadi kepingin memasukkannya ke dalam salah satu list bagian Indonesia yang paling ingin saya kunjungi.

Saya pengen suatu saat nanti mengajak keluarga kecil saya (saat ini sama paksu dan Syuna) untuk pergi kesini. Melihat betapa indahnya  Indonesia dan juga mengajarkan pelajaran berharga dari cerita Laskar pelangi yang menginspirasi dunia. :)

Ah, Belitung memang menarik!

Gimana ya caranya supaya saya bisa kesini?

Pertama-tama. Ya menabung dulu.

Iyaaaa... namanya juga liburan bersama keluarga, kan? Pastinya pengeluaran yang kita gunakan berbeda dengan saat travelling sendirian. Tingkat kerepotan meningkat dan level kesigapan juga mesti naik. Apalagi jika kita mengatur sendiri liburan kita.

Maka, perlu dicatat untuk memiliki keuangan yang cukup. Liburan akhir tahun bisa kita rencanakan dari sekarang, bulan pertama tahun 2018.  Sehingga kita bisa bikin target tabungan dan juga berapa ‘cicilan’ yang harus kita tabung setiap bulan agar target tercapai.


Tempat Wisata di Belitung yang Ingin dikunjungi, Apa Saja?

1. Pantai Tanjung Tinggi

Kalau ngomongin Belitung dan Laskar Pelangi. Rasanya pasti bakalan setuju deh, kalau dari potongan cerita dan filmnya, image kita tentang Belitung adalah pantai yang super cantik dengan hamparan batu granit besar.

Nah, di versi filmnya, Pantai tanjung Tinggi inilah tempatnya!

Disini, selain bisa puas-puas foto untuk menghias feed instagram, saya baca-baca juga tersedia pilihan aktivitas seru lainnya seperti snorkeling, menjelajah dengan kano atau perahu karet, juga bermain dengan jetski yang disewakan khusus.

Alternatif lainnya yang sama-sama pantai cantik adalah Tanjung Pendem yang katanya punya sunset kece. 

Bisa bermain bak Lintang, Mahar, Ikal dan teman-temannya disini yaaa... *mupeng

2.Museum Kata, Andrea Hirata.

Jelas, buat saya yang satu ini tidak boleh ketinggalan!

Museum yang berada di desa lenggang Gantung, Belitung Timur ini merupakan tempat penyimpanan dokumentasi yang berkaitan dengan Laskar Pelangi dan juga hal sastra.

Belitung, liburan ke belitung, laskar pelangi, andrea hirata


Ruangan yang berada di Museum Kata ini juga menggunakan nama tokoh-tokoh yang ada di novel Laskar pelangi. Dan seperti namanya, museum ini didirikan oleh Andrea Hirata, penulis buku Laskar Pelangi.

3. Replika Sekolah Laskar Pelangi

Ah, rasanya kok baper ya kalau membahas tentang replika sekolah Laskar Pelangi ini?

Saya terharu banget kalau teringat dengan ketulusan seorang guru seperti Ibu Mus yang sabar dan ikhlas mengabdikan dirinya untuk mendidik anak bangsa. Apalagi kalau melihat gambaran bagaimana ruangan kelas tempat cerita itu terjadi yang teramat sangat sederhana seperti yang ada di tempat ini.

Ah, nggak heran lah pokoknya kalau dunia pun bisa terinspirasi dengan Laskar Pelangi. Kalau kamu juga suka dengan Laskar pelangi, maka tempat ini wajib kamu datangi!

4. Pulau Lengkuas.

Di pulau Lengkuas ini terdapat mercusuar kuno setinggi 70 meter yang ikonik. Mercusuar ini dibangun pada masa penjajahan Belanda tahun 1882. Berarti tahun ini usianya sudah 136 tahun ya? 
Waah... Menarik! Berarti bangunan ini bersejarah panjang.

Katanya, kita juga diperbolehkan untuk naik ke atasnya, lho! Ah, kepo kan saya jadinya. Pasti view dari sana cantik banget.

Oh iya, di sekitar pulau yang konon berasal dari pelafalan ‘long house’oleh Belanda yang salah didengar pribumi  menjadi ‘lengkuas’ ini. terdapat gugusan pulau-pulau kecil lainnya seperti Pulau Basir, Pulau Pelayar, Pulau Burong yang bisa katanya bisa disinggahi dalam satu rute. Sehingga sekali jalan tidak akan rugi karena bisa langsung ‘mencicipi’ beberapa pulau.

5. Mie Belitung 'Atep' & Olahan Seafood (Semua tentang makan-makan!)

Seperti biasa, bila sedang jalan-jalan ke daerah pantai maka saya paling tertarik dengan olahan seafood-nya. Saya bisa tutup mata dengan makanan yang lain kalau sudah disodorkan sepiring kepiting besar atau kerang yang mengintip manja. Huhuhu

Tapi, rasanya Mie Belitung 'Atep' ini juga tak salah bila dicoba. Tak lupa juga dengan kopinya. Hehe.. Saya penasaran dengan Kopi Kuli yang katanya antriannya selalu mengular itu. ^^

Meskipun (ngakunya sih) seorang penikmat teh, saya juga sesekali minum kopi supaya melek nggak bobok melulu.

Mewujudkan Rencana Ke Belitung

Ngomongin itinenary emang asik ya?

Tapi lanjut ke bagian gimana caranya kesana deh. Hunting tiket pesawat, hunting hotel, akomodasi selama disana, biaya makan, ngurusin koper, ngurusin oleh-oleh.
Uulala... pusing juga ternyata.

Apalagi soal hunting tiket dan hotel itu. Kadang suka riweuh sendiri karena ngurusinnya mesti nge-cek satu-satu. 

Sebagai mom-hectic, buat saya ini lumayan menghabiskan waktu, tapi tetap harus saya kerjakan sih, karena saya kepengen dapat harga yang paling terjangkau dengan pelayanan yang paling oke oce.

Setelah cek harga tiket pesawat dan hotel sana-sini, akhirnya saya tahu kalau Traveloka sekarang punya pemesanan tiket+hotel dalam satu paket.

Iseng, saya coba saja ngeklik. Gimana sih paketannya?

Ternyata menarik, karena paket pesawat+hotel ini menurut saya lebih mudah digunakan dan juga menghemat waktu dan kuota buat browsing.

Lebih lanjut, bila pesan paket pesawat+hotel ini secara bersamaan, maka harganya akan jatuh lebih hemat daripada memesan terpisah

Hematnya bisa sampai 20% pula.

Aih, Naluri emak-emak bangkit nih denger kata ‘lebih hemat’ disini. Hahaha


Apalagi kalau dihitung-hitung, lumayan kan kalau semisal selisih uangnya dipakai buat nambah-nambahin biaya travelling? Dua-tiga porsi mie Belitung 'Atep' juga lumayan dong :D

Bayarnya juga dipermudah dengan adanya beberapa pilihan. Saya senengnya sih bayar lewat Indomaret aja sekalian beli makanan. Nggak perlu ngacir ke ATM bawa balita. huhuhu

So, buat yang mau berlibur ke Belitung seperti saya, boleh deh pesan paket pesawat hotel Traveloka supaya perjalanannya lebih mudah dan juga lebih hemat.

Apa? Kode promo? Oh, dia nggak perlu kode apa-apa... Jadi bisa langsung dilakukan tanpa menggunakan kode promo apapun. Lebih gampang dan sederhana prosesnya :)

Ah, Belitung... Menulis ini membuat saya rasanya semakin tertarik untuk liburan bersama keluarga kesana. Mengunjungi itinenary sendiri dan menghabiskan quality time bersama-sama. Hmm, mesti menabung dulu nih.


Yuk, persiapkan happy travelling dari sekarang!
Jumat, Januari 19, 2018

[REVIEW] Hotel Amaris Juanda Jakarta, Strategis dan Nyaman untuk Bersinggah

Kali ini saya pengen cerita tentang hotel yang pernah saya kunjungi selama ke Jakarta pada pertengahan bulan Desember kemarin. Ya, Hotel Amaris Juanda. Hotel yang satu grup dengan Santika Hotel ini terletak di Jl. Ir. Haji Juanda No.3, Juanda, Jakarta Pusat, 10120. Tempatnya lumayan strategis.

Perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta menuju Hotel Amaris Juanda ini saya tempuh dengan menggunakan angkutan mobil online, lebih cepat dan praktis karena saya pergi bersama 3 teman dan satu bayik unyu-unyu.

Alhamdulillah, karena saat itu jalanan tidak terlalu macet, maka dalam waktu kurang lebih 45 menit, kamis sudah mendarat dengan selamat sentosa di hotel. Padahal sore-sore, lho. Beruntung banget karena trafiknya lancar jaya, kata pak driver.

Oh, iya. Pak driver yang kami pilih juga ternyata ramah dan suka mengobrol sehingga perjalanan tidak terasa membosankan. Meski saya hanya bisa ooh-oh saja mendengarkan percakapan mereka karena kelaperan, hehehe.

Pak driver ini juga sempat membully bercanda karena ini pertama kalinya saya ke Jakarta Hahahaha :'D

Hotel Amaris Juanda Jakarta


Sampai di hotel, kami menunggu sebentar konfirmasi dari staff hotel untuk kamar kami. Ada satu dari empat kamar yang kami pesan belum diganti sepreinya, begitu katanya. 

Tak apa, kami menunggu sebentar sembari menikmati secangkir teh panas sambil berfoto-foto. Salah satu sudut hotel dengan gambar peta Jakarta menjadi objek yang sayang bila terlewatkan.


Beberapa take foto, kamar sudah siap. Kami pun segera menuju kamar masing-masing.

Fasilitas Kamar Hotel Amaris Juanda jakarta

Kamarnya menurut saya cukup besar untuk saya yang menginap sendirian. ^^

Ada satu bed, satu meja, LED TV, AC, dan juga beberapa hanger baju yang bergantung di space kecil ujung kamar. Ada pula 2 lembar handuk dan 2 botol air  mineral lengkap beserta gelasnya yang siap digunakan.

Kamar disini juga sudah menggunakan sistem kartu yang berhubungan dengan listrik seperti hotel modern lainnya. 

Menurut saya tak salah konsepnya smart trendy, meskipun kesan yang saya tangkap adalah minimalis. ^^

Hotel Amaris Juanda Jakarta


Ngomongin bobok...

Kasurnya empuk, cocok buat leyeh-leyeh manja. Sayangnya, waktu nyari-nyari channel tipi saya nggak ketemu animax atau korea. Nggg, Korea ada sih, cuma reality show yang kurang saya suka. 

Hmmm... apa saya waktu itu mencet remotenya kurang jauh ya? :(

(Udah tuwir masih nonton anime aja nih emak :'D)

Hotel Amaris Juanda Jakarta


Tapi tak apa. Karena Wi-Fi disini kencang. Saya pakai buat download deh, tayangan di TV sedikit saya abaikan. Hehe

Kalau tidak salah, saya juga melihat ada save deposit box disini.

Overall, good .

Toiletries

Kamar mandi menggunakan shower dalam ruangan bersekat, air hangat juga sudah tersedia. Lumayan untuk melemaskan otot setelah perjalanan yang melelahkan atau aktivitas seharian yang bikin penat badan. ^^

Hotel Amaris Juanda Jakarta


Untuk sabun dan shampoo juga sudah disediakan di dispenser. 

Sayangnya tulisan yang mana shampoo yang mana sabun tidak terlalu jelas karena terhapus air. Ada bayangan tulisan yang tersisa, tapi itupun juga tidak terlalu jelas. Jadi saya main tebak-tebakan waktu mandi :(

Hotel Amaris Juanda Jakarta


Oh, iya kamar mandinya cukup luas. Ada kaca gede dan wastafel juga buat cuci muka dan sikat gigi. Tak lupa, dimanfaatkan sekalian buat media selfie dong~ ^^

Lokasi strategis

Hotel Amaris Juanda ini letaknya sangat dekat dengan stasiun Juanda. Sayangnya keinginan saya naik kereta ini nggak kesampaian karena keterbatasan waktu. :(

Selain stasiun Juanda. Hotel Amaris Juanda ini juga berdekatan dengan Mesjid Istiqlal. Cukup berjalan kaki atau naik kendaraan kurang lebih lima menit, kita sudah sampai kesana. Yang ini juga tidak sempat saya lakukan...

Hotel Amaris Juanda Jakarta

Hotel Amaris Juanda Jakarta

Dari jendela kamar, terlihat ujung Monumen Nasional (Monas) yang menyembul indah seolah-olah memanggil untuk dikunjungi.

Tapi sayangnya dari ketiganya tetap nggak ada yang sempat saya kunjungi :')

Kebersihan

Lumayan, saya rasa sudah bersih. Setiap pagi saya bertemu dengan Cleaning service dan bisa nitip sampah dengan mereka.

Parkir

Hotel Amaris Juanda Jakarta

Jika menggunakan mobil memang area parkirannya bisa dibilang sempit sih. Tapi karena saya kesini bawa badan sama barang doang. Jadinya ya nggak masalah ^^

Pelayanan Staff 

Entah karena apa, hari kedua kami disini kamar kami terkunci dan kartu kamar tidak bisa berfungsi. Sempat mengira salah kamar, tapi ternyata memang ada gangguan. 

Kami pun segera menuju resepsionis dan mengadukan hal ini. Segera sesudahnya, kamar pun bisa dibuka kembali.

Pelayanannya ramah. Tapi tetap aja, capek juga habis pulang dari luar udah bolak-balik lagi naik turun ngurusin kartu kamar. πŸ˜‚
(Waktu itu saya di lantai 2)

Makanan Lezat.

Oh iya, disini kita dapat free sarapan dengan menu yang beragam. Dari roti panggang, bubur, telur dadar sampai menu prasmanan yang siap mengisi perut.

Senang, soalnya lumayan banyak pilihannya ^^

Hotel Amaris Juanda Jakarta

Hotel Amaris Juanda Jakarta

Hotel Amaris Juanda Jakarta


Untuk minuman, disediakan teh dan kopi yang saya lihat selalu bisa dinikmati kapan pun. Saya dua kali minum disini, yakni siang saat baru datang dan malam sebelum pulang. 

Kalau mau meet up dengan teman, bisa duduk di @xpress ini, ngobrol ditemani secangkir teh atau kopi hangat tentu bikin obrolan jadi makin mengalir, ya?

Dan, oh iya, khusus pagi ada disediakan infused water yang segar. Cocok untuk yang mau sarapan sehat. ^^

πŸŒ…πŸŒ…πŸŒ…

Final verdict.

Hotel Amaris Juanda ini lumayan oke untuk tempat bersinggah melepas penat setelah jalan. Cocok untuk para traveller atau eksekutif karena juga memiliki ruang pertemuan yang bisa digunakan.

Hotel Amaris Juanda Jakarta


Harganya juga relatif terjangkau, meski jika membawa keluarga sepertinya akan sedikit kurang nyaman karena tidak ada ekstra bed. 

Space kamar sepertinya ditujukan untuk maksimal dua orang dewasa. Jadi kalau buat Travelling sendirian menurut saya ini udah lebih dari cukup.

Nah, Mau coba menginap?

Salam, Happy Travelling!
Minggu, Januari 14, 2018

Pulang Kampung Ke Kalimantan. Travelling Kemana Enaknya?

Liburan telah tiba. Yeay! Bulan ini kami sekeluarga akhirnya punya kesempatan untuk pulang ke kampung halaman di Kalimantan. Rencana matang untuk pulkam ini sebenarnya baru muncul seminggu terakhir, sebelumnya kami sempat berniat untuk menghabiskan liburan dengan jalan-jalan di Malang saja. Kebetulan ada banyak sekali spot wisata kece disini yang ingin saya datangi.

Rasanya setiap sudut Malang penuh dengan godaan untuk didatangi. Hehe

Tapi nih, karena nenek yang dengan gencarnya menelpon beberapa minggu belakangan, kami pun pikir-pikir lagi.

Ah, iya, beliau pasti kangen sekali dengan Syuna, cucu tunggal beliau saat ini yang masih belum ada saingannya.

Saat nenek menelpon, beliau selalu menanyakan kabar Syuna dan juga tak ketinggalan pertanyaan seperti 'kapan Syuna pulang ke tempat nenek?'.
Kode keras, kan? Hihi

Dalam hati yang terdalam, kami sebenarnya pengeeen banget pulang.

Kami memutuskan untuk tinggal saja dan jalan-jalan sebagai pengisi aktivitas mengisi liburan. Lagian, kan mumpung di Malang, gitu lho. 😁

Iya, jadi awalnya kami nggak mau bangkrut beli tiket pesawat bolak balik, secara Syuna udah dihitung satu tiket dan masih belum sampe dua bulan pindahan ke Malang, eh udah masuk liburan perkuliahan dan kami udah pulang lagi ke Kalimantan. Lumayan kan harga tiketnya kalau penerbangan awal tahun gini πŸ™„

Teringat lagi resolusi saya di tahun 2018. Saya mau menabung lebih banyak tahun ini.

Dan saat saya memeriksa harga tiket.

Hmmmmmmmm, ini kok pada mahal semua yak? πŸ€”πŸ˜‚

Mencari Tiket Murah.


Sebagai emak irit, saya biasanya selalu membandingkan harga antara satu jasa pencarian dengan yang lainnya supaya dapat harga yang paling terjangkau. Biarpun cuma 10-50ribu, biasanya yang harganya lebih murah akan saya prioritaskan.

Lumayan, kan? Uang yang jadi selisih harga itu bisa buat akomodasi menuju bandara. Jadinya pengeluaran bisa dihemat. 



Saya meng-install beberapa aplikasi jasa pencarian tiket di smartphone saya untuk mempermudah pencarian. Jadi pas lagi butuh, was wis wos, langsung bisa saya cek satu-satu.

Seperti kemarin, saat sudah fix mau pulang, saya dan suami pun segera memeriksa smartphone. Siapa tahu ada tiket pesawat promo yang masih bisa kami pakai.

Dan Alhamdulillah, ada!

Dengan memakai voucher dari aplikasi Airy rooms, kami dapat promo potongan harga tiket pesawat sebesar 120ribu untuk beberapa transaksi tertentu yang saya lakukan.

Buat saya itu lumayan banget. Secara, dari bandara menuju rumah saya ke Tapin kan masih perlu biaya yang lumayan lagi.

Tips-tips mencari tiket murah seperti misalnya membeli tiket penerbangan pagi di hari kerja juga sudah kami terapkan lho, jadi udah maksimal banget deh kayaknya buat menekan harga ini.

Travelling di Kalsel. Mau Kemana?


Dan untuk mengobati sedikit rasa pengen dolanan di Malang yang batal. Maka saya akhirnya memutuskan untuk membuat sedikit catatan tentang beberapa tempat wisata di Kalimantan Selatan yang pengen saya kunjungi, Insha Allah bila sempat nih ceritanya 😁

Nggak banyak-banyak. cukup tiga saja tapi kemungkinan bisa dilakukan besar.

Kemana? Ini dia:

1. Amanah Borneo Park.

Lagi booming nih. Hehe

Tempat wisata yang satu ini sudah saya target sejak masih belum rame, tapi berhubung pak suami sedang banyak kesibukan pas pengen saya ajak, eh akhirnya saya nggak jadi-jadi kesini sampe sekarang udah ramai.

sumber: banjarmasinpedia

Paduan antara pemandangan hijau yang menyegarkan mata, wisata yang edukatif, dan tempat-tempat yang sangat instagramable bikin tempat ini langsung nge-hype. Katanya sampai ada wisata petik buah juga. Keren kan?

2. Bukit Palawan

Berjarak setengah jam dari Tapin, yakni di Kandangan. Ada Bukit Palawan yang menawarkan spot foto cantik berupa panggung dan gardu untuk berfoto-foto. Ya agak-agak mirip dengan Coban Rais. Namun lebih menonjolkan sisi hijau alami yang menjadi latar belakang pemandangan.

credit foto : IG mtma_tamianglayang


Saya juga pengen kesini. Jika memungkinkan, saya ingin mengakan Syuna ikut serta.

3. Mesjid Keramat Al-Mukarromah Banua Halat.


Diyakini sebagai mesjid tertua di Kabupaten Tapin. Mesjid yang diyakini sebagai kampung pembatas antara dua agama ini menyimpan banyak sekali cerita menarik dan juga hal-hal magis. Misalnya satu tiang utama yang masih kokoh bertahan sejak pembangunannya pada tahun 1840 (hampir 2 abad!) dan bejana keramat yang berasal dari dinasti Tsung.

Ah, hal terakhir membuat saya penasaran. Soalnya meskipun saya beberapa kali kesana saat ada acara Baayun Maulud, saya tidak memperhatikan sampai ke tajau (bejana) yang ada disana. ^^

sumber wikipedia

Ah, merunut tiga destinasi travelling diatas membuat saya jadi gembira dan bersemangat!

Soalnya karena domestik dan lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah saya di Tapin, sepertinya bukan hal yang sulit deh untuk menyisihkan sedikit dana untuk biaya perjalanan.

Kan’ sebelumnya balik ke Kalimantan saya udah saving beberapa ratus ribu saat memanfaatkan tiket pesawat promo? Hehe...
Jadi masih ada sisanya meskipun sudah sipakai untuk perjalanan sepulang bandara kemaren. ^^

Yuk, happy travelling!

Custom Post Signature

Custom Post  Signature