Thursday, April 12, 2018

Earth Day: Merayakan Hari Bumi Setiap Hari



Merayakan Hari Bumi Setiap Hari - Tidak terasa di tahun 2018 ini kita sudah memasuki bulan April. Alih-alih merayakan April Mop yang nggak ada manfaatnya, di bulan istimewa ini kita justru akan bertemu dengan salah satu hari perayaan yang tidak biasa, yaitu Hari Bumi Internasional alias International Earth Day.

Mungkin banyak dari kita yang belum akrab dengan Hari Bumi Internasional ini, seperti kemarin pas saya dan teman-teman blogger dari Female Blogger Banjarmasin membahas tentang Hari Kebahagiaan Internasional 😁


Oh iya, teman. Ngomongin tentang Hari Bumi internasional menurut saya tidak terlepas dari apa yang sudah kita lakukan untuk bumi, planet tua yang sedang kita tinggali saat ini.

Apakah kira-kira dengan numpang tinggal disini, kita sudah menjaga dan merawatnya dengan baik? Tidak menyakitinya? Hmm.... Mari kita renungkan lagi... Sudah atau belum?

Kalau saya sih, jujur aja masih belum yakin udah bener apa belom. Kayaknya sih banyak belomnya yaaa daripada yang sudah... πŸ˜‚πŸ€”

Karena itu, kali ini saya pengen membahas tentang cara merayakan Hari Bumi Internasional yang bisa kita lakukan setiap hari, yakni dari sisi mengelola sampah. 

🌷🌷🌷

Teman, pernah dengar kata-kata "kebersihan adalah sebagian dari iman"?

Biasanya kalimat nasehat agar menjaga kebersihan ini menempel sebagai reminder di ruangan kelas atau bahkan di pinggir-pinggir jalan. 

Kalau sekarang sih mungkin jarang yaa, secara kita (kita??) kan sudah nggak sekolah lagi. 😁 Tapi dulu pas masih SD, seingat saya hampar di setiap ruangan kelas di sekolah pasti ada tulisan itu. Berkesan banget karena setiap hari pas masuk kelas pasti tidak sengaja baca. Hehe

Kalimat 'Kebersihan sebagian dari iman' itu bak kalimat mandatory di zaman saya buat memacu semangat bersih-bersih kelas karena disangka bagian dari hadits

TAPI... ternyata kalimat itu bukan hadis. ❕ 

Meski begitu, kebersihan memang hal yang sangat penting. Saya yakin semua orang dari berbagai SARA juga akan setuju. Iya kan?

Tapi sedihnya itu... Meski sudah tahu kebersihan itu penting. Masih banyak yang mengabaikannya. 

Saya beberapa kali bertemu dengan orang yang keren. Bajunya branded, tasnya cihuy, gayanya kekinian, make-up juga on fleek banget. Sekali melihat itu kesannya cantik/ganteng dan classy. Dari bahasa tubuhnya juga kelihatan kalau pendidikannya bagus. 

Tapi apa?

Tapi habis pakai tisu sama makan-minum itu sampahnya dibuang sembarangan. 😯

Rasanya impresi saya yang indah dan tiba-tiba terhempas. πŸ˜”


Yang kenal saya pasti tahu, saya bukan orang yang clean freak seperti Levi di Attack on Titan. Jadi saya pribadi orangnya juga sebenarnya juga nggak bersih-bersih amat.

B aja gitu.

Saya dulu pas masih di asrama lebih dikenal sebagai 'penimbun sampah' karena sering merasa sayang buat buang-buang barang.πŸ˜‚

Pas pulkam SMF dulu, bahkan barang bawaan saya menuh-menuhi rumah mama. Wagelaseeehhh rempong banget masa 5 karton isinya buku semua. Belum lagi baju sama perintilan lain.  πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Kalau Abah sekarang sering bilang saya mirip sama Patrick karena kebiasaan numpuk barang ini. Untungnya, saya orangnya nggak terlalu hobi nonton Sponge Bob, jadi saya nggak merasa tersungging sama sekali. Saya ingatnya Patrick ya bintang laut yang lucu. Hahaha. 

Ya saya dulu pernah juga lah 'nakal' buang-buang sampah sembarang.

Duluuuu banget, pas masih SD.

Habis jajan marimas, pop ice, frutang atau jus ngeliat tempat sampah yang paling dekat penuh, ya sampah sendiri pun ditumpuk aja deketan sama keranjang tempat sampahnya yang penuh tadi. Ikut-ikutan temen yang juga begitu. πŸ˜—

Tapi makin gede, saya makin mikir, kayanya buang sampah begitu salah deh ya? Soalnya melihat tempat sampah yang lain kok kosong aja. Cuma tempat sampah yang deket sama mas-mas yang jualan jajan doang yang penuh.

🌱🌱🌱

Kalau melihat cara menangani sampah dari sisi keluarga, maka yang paling saya suka adalah cara Mama. 

Why? 

Karena Mama saya itu orangnya teratur banget, masalah buang sampah itu semacam ada template-nya.😁Kalau buat saya sebagai anak, beliau itu adalah single mother yang paling keren diatas muka bumi ini. πŸ’œ

Mama paling nggak bisa melihat ada sampah plastik atau cuma sekedar dedaunan kering berserakan di halaman kami, pasti ujungnya beliau bakalan bersih-bersih. Kalau kata kami orang Kalimantan, namanya itu "batimbun", sampahnya ditumpuk jadi satu terus dibakar.
(Sebenarnya pembakaran nggak terlalu bagus, tapi untuk saat ini masih efektif)

Mama dulu pernah cerita kalau waktu masih bocah, beliau menghabiskan masa kecilnya di Kandangan. Disana beliau tinggal di rumah nenek (Kalau saya manggilnya datuk) yang a la rumah Banjar.

Kalian tau rumah Banjar?

Itu loh, yang bubungan (atapnya) tinggi dan juga punya kolong rumah yang lebih dari satu meter.

Jadi neneknya Mama di Kandangan itu orangnya tipe yang sangat disiplin menjaga kebersihan lingkungan. Rumah boleh biasa-biasa aja. Makanan boleh cuma singkong rebus. Tapi kata mama, buat beliau, menjaga kebersihan itu adalah hal yang utama. Kolong rumah aja rutin beliau bersihkan, daun-daun bila sudah menumpuk banyak juga akan dibakar, udah deh soal lantai rumah, sehari bisa dipel beberapa kali πŸ˜†.

Praktis, karena kebiasaan  itu rumah beliau jadinya lebih kinclong daripada punya tetangga.✨

Zaman old, jarang ada orang yang begitu, kata mama.  Kalau ingat cerita itu, menurut saya sih, habits Mama buat bersih-bersih diturunkan dari Datuk ya, suka bersih-bersih.

Btw, nama anaknya Datuk (alias ayahnya mama) itu Barsih.
Mungkin karena saking cintanya beliau dengan kebersihan, ya? Hehe πŸ˜†

Nah, karena kebiasaan bersih itu mengakar sejak dari kecil, sampai sekarang Mama sudah pensiun bekerja, beliau jarang memanggil jasa potong rumput. Padahal rumah mama itu pekarangannya lumayan luas dan tanahnya juga subur. Jadi selain bunga dan pohon-pohon seperti kelapa, pisang, atau jambu yang sengaja ditanam. Gulma yang tumbuh juga luar biasa banyak.πŸ‚

Kalau sebulan nggak dipotong, bakalan cukup buat pakan sapi 1-2 ekor.

Eerr..  nggak punya sapi sih, ngira-ngira aja. 3 karung gitu cukup kan ya?
(Lalu diketawain yang beneran ternak sapi πŸ˜‚)

Dan yang saya kagum dari mama. Beliau nyaris nggak pernah memakai herbisida.

Kenapaaaaa??
Why oh why, kan gampang ya, tinggal semprot doang ntar rumput pengganggu itu juga mati sendiri.  Habis saya tanya, oh ternyata mama ingat pesan kakek untuk menghindari herbisida agar keseimbangan alam terjaga.  Nanti kalau pakai herbisida terus, tanah bakalan kehilangan sistemnya. Cacing di dalamnya mati. Kodok juga. Jangkrik juga. And so on, Ya intinya keganggu lah.

Soal menjaga kebersihan, Mama juga tidak pernah meminta saya buat harus begini begitu. Tapi dulu SMP saya beberapa kali membuang tisu keuar jendela, saya kena marah mama. πŸ˜‚

Jadi akhirnya sekalian keprogram buat nggak buang sampah sembarang lagi, meskipun itu cuma selembar tisu yang menurut kita gampang banget ancurnya.  

Apalagi kalau tentang buang sampah ke sungai. Iyuhhhh banget lah pokoknya.

A BIG BIG BIG NO!!!

Burung albatros yang memakan sampah.
Source: huffingtonpost.com

Saya kesal setiap kali melihat ada sampah yang larut di sungai. 

Yang pertama, saya kesal dengan yang membuangnya sembarangan karena merusak alam.😠

Yang kedua, saya kesal dengan diri sendiri karena nggak bisa bantu apa-apa. Palingan cuma bisa ngedumel rese, ikutan bersihin juga nggak. 😑

Ah, pokoknya entah kenapa saya bisa stress dan tiba-tiba ngedumel nggak jelas hanya dengan melihat sungai yang banyak sampahnya. 😡

Kalau sampah sisa buah atau sayuran dibuang masih oke, ntar juga busuk. Jadi unsur hara buat bahan makanan tanaman yang lain.

Tapi sampah plastik?
Perlu berapa lama untuk bumi menguraikan?


Dan ngomongin plastik, sebagai  emak pemakaian sampah plastik biasanya juga banyak yang berasal dari pospak alias popok sekali pakai. Betul kah? Kalau saya sih dari ini. Hehe...

Saya sendiri sebenarnya masih memakaikan pospak sesekali sama Syuna kalau pas lagi jalan-jalan. Soalnya gampang.

Daaan... Saya masih belum ketemu cara mengatasi sampah popok ini. Untuk saat ini, saya berencana buat beralih lagi ke clodi lagi untuk menggantikan penggunaan pospak tidur malam.

Masalah sampah juga jadi pokok ide dr. Gamal Albinsaid dengan bank sampahnya.


🚯🚯🚯

BELAJAR MENGELOLA SAMPAH DARI JEPANG

Kemaren buka-buka YouTube ketemu anak-anak Vlog keseharian anak-anak SD di Jepang. Menurut saya ada beberapa kebiasaan baik dari mereka yang bisa kita adopsi dalam keseharian kita.

Yups, kalau nggak bisa mengajak orang lain paling nggak kita dulu deh, anak-anak kita, keluarga terdekat kita. Pokoknya dari yang kita bisa mulai dulu ^^

Ini dia video yang saya tonton!



Jadi jam siang itu itu mereka dapat jatah lunch. Makanannya dimasak khusus sama bagian dapur sekolah dan nutrisinya juga udah di kalkulasi.

Meskipun bagus karena nutrisi si anak sudah diperhatikan oleh pihak sekolah. Tapi sepertinya buat mayoritas sekolah negeri akan sulit deh menerapkan sistem makan siang begitu (apalagi kalau setiap hari πŸ˜—). Soalnya sekolah disini kan umumnya nggak punya koki khusus atau bagian dapur sekolah, sekolah saya dahulu juga hanya ada kantin.

Beda negara, sistemnya juga beda dong ya. Jadi kita skip dulu soal meniru makanan di sekolahnya, skipppp...

Bagian selanjutnya adalah mereka juga dapat sekotak susu.

Naaaah... yang istimewa itu, habis mereka selesai minum susu, mereka nggak langsung membuang kotak kosongnya ke tempat sampah. Tapi lipatan kotak susu dibuka, terus dilipat rapi-rapi, habis itu dikumpulkan kolektif satu kelas, lalu dipack buat dikirim ke pusat daur ulang.

Saya takjub. Itu masih SD lho. Masih pada kicik-kicik, tapi udah bisa disiplin membuang sampah.

Malu sama diri sendiri. πŸ™ˆ

Jadi semakin nggak heran kalau Jepang jadi negara yang bersih dengan predikat ZERO WASTE TRASH.✨

Selain makhluk kecil yang sudah memahami konsep disiplin sampah. Saya juga pernah membaca tentang sistem buang sampah rumah tangga di Jepang. (Saya lupa blognya, tapi kalau nggak salah blognya itu yang punya emak-emak asal Indonesia yang ngikutin suami bekerja disana, saya lupa alamat blognya. Maaf ya 😬).

Nggg, seperti apa emangnya?

Jadi ternyata disana itu pembuangan sampah harus dipisahkan dulu jadi beberapa macam. Lebih kompleks daripada tempat sampah kita yang cuma  ada 3 macam (sampah anorganik, sampah organik, dan sampah kimia)

Membuang sampah rumah tangga di Jepang itu harus diklasifikasikan berdasarkan hari dan jenis sampah. Oh iya, sampahnya juga harus dibungkus dengan plastik khusus. Jadi, kita harus menyortir sendiri sampahnya dirumah, terus dibuang ke tempat sampah berdasarkan jenisnya.

Nanti, oleh petugas dari instansi terkait akan dipilah-pilah kembali, yang mana bisa didaur, yang mana yang akan dimusnahkan, dan seterusnya.

Kalau nggak patuh? 
Dikumpulin jadi satu aja gitu sampahnya? Kayak saya sekarang?

Ternyataaaa... petugas nggak akan mau ngambil tipe yang begitu. Jadi sampah kita akan ditinggalkan dan akibatnya ada sanksi sosial tersendiri. Apalagi kalau cuma kita doang yang begitu sementara yang lain taat.

Kan malu. πŸ™„

Nah, yang bisa kita jadikan pelajaran dari sistem pengelolaan sampah di Jepang ada beberapa poin ya, misalnya aja:

1. Mengajarkana anak untuk membuang sampah pada tempatnya sedari dini.
2. Lebih kreatif untuk mengelola limbah yang tidak berbahaya menjadi produk baru (daur ulang).
3. Taat membuang sampah rumah tangga ke tempatnya.
4. ... ada yang mau nambahin? hehe


🌴🌴🌴

HOW TO CELEBRATE EARTH DAY!

Lama juga ngalor-ngidulnya ya... *lap keringet.

Buat saya, daripada merayakan Hari Bumi sekali setahun dengan mengadakan acara ini-itu (yang habis acara selesai kadang sampahnya masih ketinggalan), lebih baik kita merayakan Hari Bumi setiap hari dengan cara yang sederhana, yakni dengan mengelola sampah yang pastinya kita hasilkan setiap hari.

How? Begini cara saya...

1. Membuang sampah (terutama yang terbuat dari plastik) pada tempatnya. Tidak ke sungai, ke selokan, ke pinggir jalan, atau ke pekarangan. 

Selain kotor dan nggak sedap dipandang mata, kandungan kimiawi dalam plastik bisa meresap dalam tanah dan mencemari air sekitar. Belum lagi tanah juga tidak bisa menguraikannya dalam waktu singkat.

2. Sampah organik yang masih bisa diolah menjadi kompos dipisahkan dari sampah yang tidak bisa hancur, sampah jenis ini nantinya bisa dipakai untuk menjadi media menanam. Lumayan buat pupuk :D

3. Membawa air minum sendiri atau kemasan yang bisa digunakan berulang kali (misal: botol minum, shopping bag) untuk mencegah kita memakai produk yang menggunakan kemasan sekali pakai. 

Kalaupun memang pakai kemasan sekali pakai, usahakan agar tidak langsung dibuang saat selesai dipakai atau jika sebenarnya masih layak pakai. Contohnya plastik kresek masih bisa kita manfaatkan buat menampung sisa sampah di poin 1 & 2.


4. Saat di perjalanan jangan dijadikan pembenaran untuk membuang sampah sembarangan. Cari tempat sampah dan buang kedalamnya. Jangan kesamping atau asal masuk ya!


Sampah di pendakian gunung Ijen. Foto gelap karena diambil saat subuh hari.
5. Buku/majalah di rumah bisa kita berikan untuk tukang loak atau jika sudah tidak terpakai dan kondisinya bagus disumbangkan saja pada yang membutuhkan.

6. Meminimalisir penggunaan bahan kimiawi untuk lingkungan kita.

7. Menerapkan prinsip reduce, reuse dan recycle. Untuk reduce, ini bisa kita terapkan untuk penggunaan air dan listrik juga ya ^^

Baca juga: Frugal Living Idea untuk Menghemat Penggunaan Air dan Listrik

7. Memungut sampah yang kita temui saat dijalan untuk dibuang dengan benar.

Minggu kemaren saya jalan-jalan ke bedengan gunung. Disana ada satu plang yang bagus banget. Selain buat menghimbau pengunjung membuang sampah ke tempat yang benar, juga mengajak untuk memungut sampah yang kita lihat untuk dibuang ke tempat sampah meskipun bukan sampah dari kita sendiri

Maaf yang namanya Lisa ya...

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raaf:56)
Yuk, kita renungkan sama-sama lagi tentang bagaimana kita membuang sampah selama ini. Kalau sudah sesuai, Alhamdulillah. Bisa dipertahankan sampai akhir. πŸ‘

Kalau kebiasaan membuang sampahnya masih belum tepat, bisa langsung kita rubah saat ini juga, sekalian kita ajarkan buat putra-putri kita supaya bumi yang kita tinggali ini nggak kecapekan dikasih racun melulu.  ❤

Saya juga masih berusaha nih, mari merayakan hari bumi dengan menjaga kebersihan bersama-sama.


We can change the world with our two hands

Disclaimer:
"Tulisan ini diikut sertakan dalam Blog Collaboration Female Blogger Of Banjarmasin"
Saturday, April 07, 2018

Mengatasi Rasa Bosan Ngeblog

Mengatasi Rasa Bosan Ngeblog - Kegiatan yang kita lakukan secara rutin terkadang bisa membuat kita merasa bosan. Termasuk di dalamnya menulis di blog. Meskipun kita merasa dan meyakini bahwa menulis bagi kita adalah sebuah passion, kadang tetap saja ada perasaan jenuh yang datang.

Salah nggak sih perasaan begitu? 

Kalau menurut saya sih, nggak. Itu adalah hal yang manusiawi. Kita juga perlu break. Kayak lagi bekerja, kadang kita juga perlu liburan untuk me-refresh pikiran kita. πŸ˜‰

Kira-kira sebulan yang lalu saya juga sempat mandeg menulis. Saya bingung ingin menulis apa di blog. Blog yang ini, blog yang itu, nggak ada yang update sama sekali, kecuali buat kewajiban doang. Bukan writer block juga karena saya masih bisa menulis. Tapi entah kenapa tulisan saya waktu itu rasanya hampa. Nggak ada energi yang bisa saya salurkan dalam susunan kata. 

Rasanya apa ya... Jenuh, bosan, mungkin tepatnya. Padahal dibilang aktif banget sebelumnya juga nggak. Tapi tiba-tiba aja rasa itu muncul.

Syukurnya, saya bisa mengatasi itu semua. Caranya juga nggak terlalu sulit. Sesudah melakukannya, secara bertahap mood saya untuk menulis membaik. 😬

Apa saja yang dilakukan untuk mengatasi rasa bosan ngeblog a la syunamom? Ini diaaaa..

1. Me time

Jenuh menulis, barangkali kita perlu sedikit me time untuk menikmati waktu sendiri. 

Mewujudkan Me time berkualitas yang bikin mood membaik tergantung masing-masing orang. Ada yang senangnya ke salon, creambath. Menikmati pijitan sang capster. Facial, menikmati komedo yang diberantas ganas. 


Kalau suka membaca, boleh juga membaca novel favorit yang bikin bersemangat. Atau buat saya, kadang cukup sekedar tidur aja.

Hah, tidur? 😦

Iyaaa... Serius. Kadang me time terbaik adalah tidur. Apalagi untuk emak-emak yang hectic. Nikmatnya tidur siang itu sangat amat berharga. Kalau anak molor, udah, ikutan molor juga... πŸ˜‚

2. Mencoba Platform lain, misalnya youtube ✨

Kemaren saat saya mandeg di blog, saya mencoba untuk edit-edit video dan mengunggahnya ke YouTube. Ternyata seru juga euy! Saya tiba-tiba merasa jadi seorang YouTubers. 

Ternyata seru juga! bikin konsep, mengurutkan video, memutuskan transisi, rendering, dan lain-lainnya.(nggak ngerti apa-apa, cuma iseng pencat-pencet). 

Rasanya saya jadi bisa ngerti deh kenapa ada orang yang senang banget bikin video, bahkan seperti Edho Zell yang rutin 1 video per hari itu. Karena emang seru bangeeed. Cocok buat orang-orang yang kreatif.

Habis itu, saya jadi merasa bersemangat. Mungkin hal-hal baru memang efeknya begitu ya 😁

3. Blogwalking ke Blog teman ✨

Mencari trigger sesama blogger juga merupakan salah satu cara mengembalikan semangat ngeblog. Jadi saya sering baca-baca tulisan blogger lain yang membakar semangat, manfaat blogwalking memang bagus. Terkadang juga bisa dimanfaatkan untuk mencari ide-ide baru. πŸ™‚


Membaca tulisan-tulisan yang sudah lalu juga buat saya juga bisa jadi pelecut menulis yang efektif. Kadang saya ketawa-ketiwi membaca tulisan saya saat masih SMF. Contohnya di sini, saat saya berusaha mendeskripsikan suami masa depan. Hahaha

4. Menonton atau Membaca Buku ✨

Dalam rangka selektif tontonan, belakangan saya lebih sering menonton Seri Diva, Tayo, dan juga Cloud Bread. 

Kenapa kartun semua? Karena Syuna selalu ikut menonton apa yang saya tonton. Jadi saya udah jera nonton tutorial make-up atau vlog favorit yang dibikin offline, soalnya Syuna sering meniru-niru para beauty YouTuber mengadon wajah, alhasil semua peranti perang saya jadi hancur semua. Haha...


Karena itu saya sekarang lebih sering mendownload kartun-kartun edukatif ini lewat YouTube offline untuk menghemat kuota. Selain itu sekarang saya juga sering download tutorial memasak, favorit saya saat ini adalah channel Dapur Adis.

5. Memaksa Diri untuk Menulis ✨

After all, melawan kemalasan adalah sebuah kewajiban untuk yang menulis deskripsi 'blogger' di bio sosial medianya. (Iya, ini tentang saya πŸ˜‚).

Kalau istirahat menulis sampai melakukan 4 hal diatas tidak mengembalikan semangat. Saatnya untuk memaksa diri kembali untuk menulis. Tanya diri sendiri, apakah niat awal kita menulis? Sampai kapan kita malas menulis? Nah, pertanyaan semacam itu. Jawabannya juga bisa kita jadikan sebuah blogpost sendiri lho! πŸ˜†

πŸ“–πŸ“–πŸ“–

Oke, demikian 5 cara mengatasi rasa rasa malas menulis dan ngeblog. Semoga ada manfaatnya yaaa... Kalau kalian punya cara sendiri, boleh dong di share di kolom komentar. ^^


Tuesday, April 03, 2018

Rekomendasi Dorama Jepang Terbaik yang Cocok Ditonton Bareng Keluarga

Rekomendasi Drama Asia Terbaik yang Cocok Ditonton Bareng Keluarga! - Ngomongin nonton film bareng keluarga. Kapan nih terakhir meluangkan waktu buat no gadget, nobar bareng-bareng?

Ya pastinya karena bareng sama anggota keluarga, kepengennya itu dapat tontonan yang bernutrisi. Iya nggak? Nggak sekedar leyeh-leyeh manja sama cemilan tapi gak dapat hasil apa-apa. 😁

Menurut saya, film yang dipilih buat nonton bareng keluarga harus berkesan dan ada lesson learned-nya.

Kali ini saya mau sharing nih, beberapa judul film yang menurut saya bagus dan worth to watch. Baik itu buat nonton bareng pasangan, atau sama anak-anak atau remaja.

Sebenarnya ini adalah postingan yang super panjang karena niat awalnya saya kepengen bikin list kumpulan film-film bertema keluarga yang rekomended dari Jepang, Barat, Timur tengah, sampai Indonesia. Tapi kayaknya pembaca bakalan sakit mata kalau diresume dalam satu postingan,  Jadi kali ini khusus buat drama Asia aja ya, terutama yang dari Jepang. ^^

Bebeapa memang jadul, but old is gold kan yah, film lama kadang terasa lebih berkesan.

JAPAN MOVIES YOU NEED TO WATCH.

Film-film dari Jepang kok ya sepertinya buat beberapa orang melekat banget sama stigma negatif. Padahal menurutku masih banyak film-film dari negeri matahari terbit ini yang bagus buat ditonton, bahkan jika itu bareng sama keluarga tercinta di rumah.

Ya pastinya jauhkan sejauh-jauhnya dari yang berbau kalimat yang perlu dibintangi ya? (amit-amit ke index google nulis kata-kata iykwim. LOL πŸ˜‚) Biasanya dari covernya juga udah ketauan kalau isinya gak beres ya, hehe...

Ngomongin genre film nih, sebenarnya favoritku itu rom-com, atau yang based on comic (live action), tapi ternyata banyak juga lho yang genrenya diluar itu dan masih seru untuk di tonton ^^

Penasaran? Yuk lanjut!

1. Yamada Taro Monogatari ( The Story of  Yamada Taro) - 2007




Anak suka nggak akur sama sodaranya?
Suka minta uang mulu? 
Males sekolah?

Cocok banget deh kayanya nonton dorama yang satu ini.
Setidaknya sudah kebukti di keponakan saya yang masih SD. Habis nonton yang satu ini, tiba-tiba manut  sama sodara² ya dan lebih menghargai uang jajan. πŸ˜†

Yamada Taro Monogatari menceritakan kisah seorang murid SMA yang hidup bersama dengan 6 orang  saudaranya yang masih kecil-kecil dan juga ibunya yang berasal dari keluarga kaya raya. 

Ibunya Yamada ini cantik... tapi boros, hobi banget ngabisin uang buat beli barang-barang yang nggak penting. Sang Ibu ini nggak bisa bekerja karena fisiknya yang lemah dan gampang sakit. Sisi positifnya, dia cinta banget sama anak-anaknya.


Ibu bapaknya juga diceritakan gen-nya bagus. Jadi keturunannya flawless semua. >.<

Gimana soal bapaknya? 

Bapaknya Yamada adalah seorang pelukis, yang katanya sih lagi keliling dunia buat melukis, tapi nggak ada ngasih uang keluarganya SEPESERPUN buat nafkah makan. πŸ˜‘ 

Tapi pulang-pulang pasti bikin keluarganya bahagia. Don't ask me why, secara logis emang nggak mungkin. πŸ˜‚

Nah, karena kedua ortunya itu ya-begitu-deh, maka praktis si sulung Yamada lah yang mencari uang, caranya adalah dengan bekerja di konstruksi bangunan saat malam tiba dan belajar saat siang di sekolah. 

Btw, si Yamada berhasi masuk Ichinomiya gakuen, salah satu sekolah kalangan atas dengan jalan beasiswa penuh karena semua nilai mata pelajarannya sempurna. Nggak ada satupun orang di sekolah yang menyangka Yamada berasal dari keluarga super duper miskin karena kegantengan, kebaikan hati, dan juga kharismanya yang membuat semua orang terpesona. Apalagi ditambah dengan Kimura, teman akrabnya yang merupakan anak konglomerat. Oleh teman-temannya di sekolah (terutama anak perempuan), Yamada pun diekspektasikan sebagai pangeran kaya raya yang baik hati. Padahal? Jauh api dari panggang. πŸ˜‚

Yang jadi highlight bagus dari dorama ini adalah: bagaimana pun miskinnya keluarga mereka, Yamada tetap menjadi orang yang jujur dan menghadapi kenyataan dengan senyuman, hal ini terkadang membuat orang disekitarnya menjadi salah kaprah, tapi salah kapral yang kocak banget. Bikin sakit perut! πŸ˜‚

Lesson learned from this film:
Jangan pinjam uang dari orang lain kalau keluarga kita nggak mampu buat bayar. TROLOL 

Tapi hal itu ini emang patut ditiru. Ngapain ngutang kalau udah tau kalau kemungkinan mampu bayar itu kecil?

Baca juga: Frugal Living Idea untuk Rumah Tangga

Oh iya, keluarga Yamada Taro adalah pemburu sale & discount nomor satu. Mereka bahkan menanam sayuran sendiri demi hidup mandiri. Karena sekali lagi, motto hidup mereka adalah nggak bakalan ngutang ! πŸ˜‚

Overall, Drama ini nggak cuma bicara tentang romantika masa SMA, tapi juga kasih keluarga dan ketulusan hati.

Kenapa ini yang nomor satu?  Karena ini highly
 recommended! 

Apalagi kalau ngefans sama band Arashi, karena tokoh utamanya dimainkan sama Ninomiyai Kazunaei dan Sakurai Shou. Yang pernah ngefans bisa cuci mataaa...

*Dikeplak Abah πŸ˜‚

Favorite scene: Waktu Yamada berjuang untuk bisa membeli sepotong daging untuk ulang tahun adiknya. Betapa mengincar waktu diskonan itu penting untuk bisa berhemat, kalau saya mungkin prakteknya berburu popok bayi murah kali ya :D


2. Papa To Musume No Nanokakan (Seven Days of a Daddy and a Daughter ) - 2007



Saya nonton ini bareng Babanuy, dan sukses ooh-ooh-ini-lucu-tapi-bener dihampir sepanjang film. XD

Ceritanya tentang bapak-bapak kaku (Kyoichiro) yang bekerja di perusahaan kosmetika. Dia punya satu anak perempuan bernama Koume yang menjelang remaja dan baru memasuki pubertas, putrinya ini kurang suka sama bapaknya sendiri. Jadi perantara komunikasi mereka berdua beberapa tahun belakangan adalah Ibu mereka. Lucu kan, anak perempuan yang disayang-sayang waktu kecil, pas udah gede malah nggak acuh sama bapak sendiri? πŸ˜…

Nah, ceritanya pada suatu hari mereka berdua makan buah persik ajaib pemberian neneknya di desa. Nggak disangka, ternyata efek dari buah persik itu benar-benar luar biasa! 

Bapak dan putrinya bertukar tubuh!

Bah, ngakak kami berdua sejak scene 'ketuker' itu. Bapak-bapak paruh baya yang kalau sms pakai emoji dan jalannya gemay seperti anak perempuan, sedangkan anak perempuan SMA yang membaca koran khusus bisnis sambil ngangkang seperti bapak-bapak. πŸ˜‚

Baca juga: [REVIEW] 5-ji kara 9-ji Made, dorama Jepang super kocak!

Dari film ini, kami mulai membayangkan gimana nanti kalau Syuna udah gede, dan gimana kalau dia puber nanti (maafkan kami ya nak, kami orang tua yang mikirnya kejauhan πŸ™„) Kami diskusi ringan tentang bagimana caranya mendekatkan anak perempuan dengan ayahnya, meskipun saat dia sudah remaja. Sepertinya ini akan menarik banget di masa depan, Hehe..

Film ini genrenya komedi, jadi banyak kekonyolan sepanjang film. Cocok ditonton bareng anak perempuan yang udah SMP atau menjelang puber. 

Di film ini kita bakalan memahami, seorang ayah ekspresi cintanya berbeda dengan Ibu. Mungkin dibanding ibu, ayah akan lebih banyak diam, tapi sesungguhnya Ayah juga memikirkan anak-anaknya, lho! Nggak kalah lah sama Ibu. ^^ 

Aaah... Habis nonton ini, jadi kangen abah. 😢

3. Grave of fireflies - 1998.




Saya pengen tulis juga tentang Barefoot Gen. Tapi saya belum membaca serinya dengan lengkap, dan filmnya cuma berani sepotong-sepotong karena grafisnya yang sadis (bila kalian tahan dengan penampakan korban bom atom yang meleleh-leleh, silakan aja,tapi kalau saya mending nggak deh. hehe).

Inti cerita dari Grave of Fireflies atau Barefoot Gen kurang lebih sama:

Perang membawa kesengsaraan. Meskipun bagi sebagian orang ada nama yang terukir dan kejayaan yang datang.


Scene terbaper adalah saat saya ngeliat si Adek yang terkena diare dan bahkan makan tanah saking laparnya. Terus lanjut ke scene dimana Si Abang membakar jenazah sang adik dengan tegar. Mewek... Mewek... 😭

Baca juga: Cara Tepat Mengatasi Diare

Nggak ada yang tahu apakah sang adik itu tidur atau sudah nggak ada lagi :(

Film ini secara sederhana mengangkat pedih dan getirnya kehidupan dua anak yatim piatu ditengah perang. 

Kecuali Anda mampu nonton Final Destination tanpa bergidik, sebaiknya sedia tisu sebelum nonton yang satu ini, karena produksi Studio Ghibli nyaris gak pernah bikin keceawa dengan caranya mengaduk-aduk perasaan.

Ghibli gitu loh! 😎

Nonton film satu ini emang bagusnya bareng sama pasangan sih, kalau untuk anak mungkin temanya masih terlalu berat. Grave of fireflies bikin kita lebih menghargai anak-anak yatim piatu dan juga lebih banyak bersyukur.

Melihat sang Abang yang selalu menggendong si adik  kemana-mana, rasanya jadi kepengen belikan gendongan bayi yang bagus deh!

4. Dare Mo Shiranai (Nobody knows) - 2004


Orang-orang di daerah perkotaan mulai kehilangan kepeduliannya. Mereka tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu dengan bagaimana kabar orang-orang yang hidup di sekelilingnya. Cenderung menjadi pribadi yang self-oriented. 

Cerita anak-anak yang tidak diketahui orang lain tersaji di film ini. Kalau sekedar film, rasanya sih biasa aja kali ya, tapi tidak untuk yang satu ini. Kenapa? karena film yang satu ini diangkat berdasarkan dengan cerita nyata yang terjadi di Tokyo.

Baca juga: Tentang Bahagia yang Sederhana

Hmm... untuk filmya, jalan cerita memang sudah diperhalus dari yang sebenarnya. Boleh ya kita korek sedikit kejadian aslinya yang mengguncang Jepang pada tahun 1980 dengan nama Sugamo child-abandonment incident/Sugamo Kodomo Okizari Jiken.

Cerita Nobody Knows bercerita tentang seorang Ibu dan 4 anaknya yang pindah ke sebuah apartemen. Yang mengejutkan adalah bapak dari ke-4 anak terebut adalah orang yang berbeda-beda. Jadi sepertinya kita sudah bisa ya menyimpulkan pekerjaan sang Ibu itu apa. Dan yang diperkenalkan kepada lingkungan hanyalah anak yang pertama yang berusia 12 tahun. Sisanya adalah anak-anak yang nggak punya identitas resmi dari negara.

Masalahnya, pada suatu hari Ibu mereka meninggalkan ke-4 anaknya hanya dengan sedikit uang (50.000 yen) karena menikah lagi dengan pria lain. 

Tak ada pilihan lain, keempat anaknya pun tinggal dalam apartemen kecil dengan modal bertahan hidup seadanya. Saat uang habis, mereka pun hanya makan makanan yang ada di tong sampah untuk bisa bertahan hidup. 

Mereka nggak boleh keluar dan nggak berani bilang apa-apa sama tetangga. Kenapa? Karena 3 dari 4 anak adalah anak illegal, kalau ketahuan akan ditangkap dong.

Jadi, berapa lama mereka bertahan tanpa ada yang tahu? Cukup lama, yakni 9 bulan!

Gila ya. 9 bulan!

Ngapain aja tetangganya? Nggak ada tanda tanya sama sekali tentang kabar orang yang hidup dibalik tembok mereka.πŸ˜“

Berdasarkan cerita aslinya, saat ditemukan mereka semua menderita malnutrisi. Bahkan adiknya yang paling bungsu meninggal dunia. (Di dunia aslinya dibunuh, tapi di film diceritakan karena kecelakaan 😒)

Nangis dah, nangis. 😭

Dari fim ini kita akan mengerti betapa pentingnya untuk perduli dengan lingkungan sekitar. Kadang tanpa kita sadari disekitar kita pun masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangan dan bantuan kita, sedikit sapaan dan senyuman bahkan bisa membantu mereka meringankan beban hidup yang berat. πŸ™‚

Semoga kita terhindar dari sifat individualistik yang berlebihan, ya!

πŸ“½πŸ“½πŸ“½

Sekian drama Jepang terbaik versiku yang barangkali bisa jadi bahan nonton bareng keluarga di rumah. Bisa bareng anak, bisa bareng pasangan, bebas. Yang penting nontonnya harus dibawah pengawasan yaaa... ^^

Happy watching!
Saturday, March 31, 2018

Pengalaman Mengatasi Diare pada Keluarga



Pengalaman Mengatasi Diare Keluarga - Siapa saja bisa terkena diare, entah itu bayi, anak kecil, orang dewasa, sampai lansia, semua golongan usia mempunyai resiko terkena sakit diare. 

Keluarga besar kami punya beberapa catatan hitam soal diare, terutama dari kakak saya yang punya tiga orang anak kecil di rumah. Sakit diare yang cukup menyita perhatian saya terjadi pada akhir tahun kemarin. Saat itu ada wabah diare di Rantau, kota tempat tinggal saya di Kalimantan. Ada banyak anak kecil yang terkena sakit diare. Poli anak di Rumah Sakit setempat nyaris penuh dan hampir semua pasiennya adalah anak dengan keluhan diare. πŸ™

Wabah seperti ini oleh orang Kalimantan disebut dengan istilah 'sampar'. Kejadian ini biasanya terjadi di pergantian musim panas menuju musim hujan ataupun sebaliknya.  Dalam dunia kesehatan, hal ini mungkin lebih dikenal dengan istilah 'musim pancaroba'.

Salah satu keponakan saya, Syifa, yang masih duduk di kelas 4 SD bahkan juga harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit untuk mendapatkan bantuan medis lebih lanjut karena sudah terlalu lemas akibat BAB yang frekuensinya terlalu intens.

Saat itu saya sedang sibuk-sibuknya persiapan menjelang wisuda, saya harus bolak-balik Rantau-Banjarmasin dan terkadang menginap di luar kota. Namun saya tetap bisa update tentang kondisi Syifa di rumah sakit karena  di grup Whatsapp keluarga karena kakak selalu berbagi perkembangan kesehatan Syifa.

Kakak saya waktu itu sedang dalam status Long Distance Marriage dengan suaminya yang sedang melanjutkan sekolah di pulau Jawa.

Sebagai working mom dengan tiga anak tanpa ada bantuan ART. Saya merasa khawatir dengan sibuknya aktivitas kakakmengurus segala tetek-bengek rumah tangga dan juga pekerjaan, tapi situasi saya juga tidak memungkinkan untuk membantu. πŸ˜”

Menjadi Ibu memang harus tanggap dan juga penuh perhatian pada keluarga, saya bisa melihat hal itu dari kakak. Meskipun aktivitas beliau padat, sebisa mungkin kakkselalu menyempatkan diri memasak untuk keluarganya.

"Aneh deh, padahal kan kakak memasak sendiri, makanan sudah terjamin kebersihannya. Terus darimana sih sumber diarenya?" Pikiran itu muncul sekelebat di benak saya. Jujur saja, saya heran dengan asal muasal diare yang diderita Syifa dan anak-anak lain yang juga terkena diare.

Rupanya dinas kesehatan setempat pun tidak tinggal diam dengan banyaknya kasus diare pada anak di kota kami. Tidak lama penyelidikan dilakukan, akhirnya penyebabnya pun berhasil ditemukan.

Berdasarkan hasil cek laboratorium,  ternyata ada beberapa jasa isi air galon yang tidak bersih dan airnya  positif mengandung bakteri E.coli melebihi ambang batas normal. Kemungkinan besar, air galon ini sudah beredar luas ke rumah-rumah dan digunakan pula oleh para pedagang jajanan anak sehingga dalam waktu singkat diare merebak di kalangan anak-anak.

Sebelum saya berangkat kerja, saya pun  menyempatkan diri untuk menjenguk Syifa di Rumah Sakit. Namun melihat kondisinya, saya jadi merasa sedih. Syifa yang biasanya begitu centil dan cerewet saat itu tergolek lemah dengan tangan yang ditusuk jarum infus. Sesekali saya dengar dia masih merengek manja minta dibacakan buku cerita yang dipinjamnya dari perpustakaan. Mungkin karena dia bosan harus berbaring sepanjang hari. 

Ah, saya tahu benar dia bukan tipe anak yang bisa diam. Nenek sering ngomel karena rumahnya berantakan setiap ada Syifa dan saudaranya yang sama-sama aktif. πŸ˜‚

Namun karena diare, kali ini Syifa harus bersabar untuk dirawat selama 4 hari penuh sampai keadaannya pulih kembali.

Waktu membesuk, saya mengobrol banyak hal dengan kakak, salah satunya tentang diare pada anak. Beliau saat itu menceritakan tentang anak temannya yang baru-baru ini meninggal dunia karena terlambat ditangani saat terkena diare.

Saya lumayan shock mendengarnya, karena dalam ingatan saya, dulu anak itu begitu gemuk dan juga lucu. Saya benar-benar tidak menyangka secepat itu diare bisa merenggutnya. 😒

Wah, Ternyata diare memang tidak bisa dianggap enteng! 😀

Dalam hati, saya memuji kesigapan kakak untuk segera membawa Syifa ke Rumah Sakit begitu ada gejala dehidrasi yang muncul.

Berkaca dari hal tersebut, saya semakin aware dengan bahaya diare. 

Pengalaman Mengatasi diare pada anak
Syifa di infus agar tidak dehidrasi.

Meski sudah berhati-hati, yang namanya sakit datangnya memang nggak bisa diduga. Jum'at pekan lalu, saya sendiri akhirnya terkena diare. 

Kok bisa sih? Setelah saya runutkan kembali, semuanya dimulai ketika saya jajan cilok pada malam sebelumnya. Kebetulan malam itu sepulang dari minimarket, saya melewati jalan tempat si abang cilok mangkal. 

Karena udah ngiler duluan, tanpa pikir panjang saya langsung memutuskan untuk jajan cilok buat dimakan di rumah. Apalagi cilok disana pembelinya sering ramai, pastinya laziz dong. 😜

Ternyata nggak salah, rasanya perpaduan antara gurih dan lembut yang memanjakan lidah, ngemil berdua dengan Abah, cilok itu pun akhirnya ludes dalam sekejap.

Lezat memang, tapi sayangnya, ada satu hal yang tidak cocok dengan perut saya: sambalnya terlalu pedas!

Dan timingnya pas banget, saya makan cilok itu dalam keadaan lambung belum terisi (saya belum makan malam), akibatnya perut saya 'terkejut' dikasih yang pedas-pedas. Dan endingnya, saat subuh tiba saya langsung deh bolak-balik WC. πŸ˜“

Untungnya, saya langsung menangani dengan cepat dan tepat, jadi Alhamdulillah diare saya nggak berlangsung lama. Menjelang siang perut saya sudah lebih enakan. πŸ˜†

Pengalaman soal diare memang pelajaran berharga. Karena itulah kali ini saya pengen sharing sedikit tentang diare. Apa penyebab, bagaimana pencegahannya, dan juga cara mengatasi diare yang benar berdasarkan pengalaman saya, yuk! 

Tentang Diare.

Perlu kita ketahui juga nih, ternyata diare sendiri ternyata merupakan salah satu mekanisme pertahanan untuk mengeluarkan virus atau bakteri dari dalam tubuh. Jadi pada kasus tertentu, diare sesaat bisa terjadi dan tidak perlu dihentikan, hanya perlu re-hidrasi.

Namun jika diare terjadi pada anak kecil (apalagi pada balita), maka jangan sampai lengah ya, siaga dan selalu, pantau kondisi anak!

Penyebab sakit diare
Penyebab sakit diare.
Bicara tentang penyebab diare, faktornya memang lumayan banyak, misalnya saja faktor makanan (kayak saya tadi, makan makanan kepedesan... hehe), alergi dengan zat tertentu dalam makanan misalnya alergi susu sapi atau kedelai, makanan yang kurang bersih, badan tidak fit, infeksi yang bisa karena bakteri, virus, atau parasit (yang paling sering adalah karena bakteri Escherichia coli yang sebenarnya flora normal di usus, namun kalau populasinya melebihi batas normal bisa menjadi pencetus diare), atau bahkan karena faktor psikologis seperti rasa takut, dan stress, bisa bikin diare juga lho!

Serius lho, ada beberapa orang yang bila gugup jadi sakit perut dan terkena diare, kemarin saya nonton drama korea dr.Frost, kalau nggak salah nama sindromnya itu IBS atau irritated bowel syndrome, yang kalau gugup malah sakit perut dan pengen ke WC.

Ada punya teman yang begini juga nggak? Suami saya begini sih, kalau lagi gugup pasti kena diare... πŸ˜‚

Cara Mengatasi Diare yang Benar dan Tepat Ala Mama Syuna.


πŸ₯1. Terapi cairan elektrolit untuk mencegah dehidrasi

Diare bisa membunuh, terutama pada anak dan balita. Banyak orang tua yang tidak sadar kalau anaknya sudah dehidrasi parah dan memasuki masa kritis akhirnya tidak tertolong lagi. πŸ™

Karena yang berbahaya dari diare sebenarnya bukanlah bakteri, virus atau penyebabnya sendiri, namun efek dehidrasi yang ditimbulkannya.

Karena itu, terapi re-hidrasi adalah langkah pertama untuk semua umur dan juga semua tipe diare.

Apa cairan yang digunakan ?

Saya biasanya pakai oralit atau sediaan elektrolit botolan siap pakai yang dijual bebas di apotek. Jika kepepet, bisa dengan membuat sendiri oralit dirumah dengan melarutkan gula dan garam dengan perbandingan 4:1. Selain itu pemberian cairan lain seperti air sayur dan kaldu juga diperbolehkan. Jangan lupa, pantau berat badan juga karena diare bisa menguras berat badan dengan cepat.



Saat dulu Syuna bayi terkena diare, atas anjuran teman saya yang seorang dokter, saya terus memberikan ASI, bahkan frekuensinya lebih sering daripada biasanya.

Kenapa? Karena ASI juga berperan dalam meningkatkan sistem imunitas tubuh bayi.

Saya sudah membuktikan sendiri, Alhamdulillah, Syuna nggak pernah kena diare berhari-hari, cukup dengan full ASI, biasanya perlahan diarenya membaik sendiri. 

Untuk anak yang mengkonsumsi susu formula, jika penyebab diare pada anak adalah intoleransi laktosa (tidak mampu mencerna laktosa) maka biasanya DSA akan mengganti dengan susu khusus dalam kurun waktu tertentu hingga sistem pencernaan anak stabil.

πŸ₯ 2. Mengkonsumsi Suplemen seperti Zinc/Prebiotik

Berdasarkan penelitian selama 20 tahun (1980-2003) oleh WHO, konsumsi Zinc bersama dengan oralit telah terbukti bisa membantu mengobati diare lebih baik dan efektif. Gabungan keduanya bahkan menurunkan angka kematian anak akibat diare hingga 40%. πŸ’–

Zinc juga memperbaiki mukosa usus yang rusak dan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Zinc dapat mencegah resiko terulangnya diare hingga 2-3 bulan kedepan setelah anak sembuh dari diare. 

Dulu, waktu belum pindah rumah yang jauh dari mama seperti sekarang, saya selalu punya stok Zinc buat jaga-jaga, soalnya cucu mama kan ada banyaaak... Kalau ada yang menunjukkan diare berlebihan sudah punya persiapan. Apalagi saya juga sering bolak-balik ke tempat mertua di desa yang jaraknya cukup jauh dari apotek dan dokter. ^^

Peraturan minum suplemen Zinc cukup sederhana, berikut ketentuannya:
  • Dosis Zinc untuk balita usia < 6 bulan  ½ tablet (10 mg)/hari 
  • Dosis Zinc untuk anak usia > 6 bulan : 1 tablet (20 mg)/hari 
  • Zinc diberikan satu kali sehari selama 10 hari berturut-turut meskipun sudah diarenya sudah sembuh. 
Selain suplemen Zinc, biasanya pada anak-anak juga dibantu dengan memberikan serbuk probiotik yang mengandung bakteri baik untuk menyeimbangkan flora di saluran cerna. Meski begitu, WHO sendiri belum merekomendasikannya untuk mengobati diare.

πŸ₯ 3. Makan dan Minum Jalan Terus

Untuk menyeimbangkan kembali nutrisi dan energi yang terkuras karena diare, saya juga selalu nggak kasih kendor soal makanan.

🍯 Beri makanan yang tidak sepadat biasanya, tapi bisa diberikan lebih sering (per 3-4 jam sekali).

🍯 Setiap porsi makan juga dianjurkan untuk ditambah minyak sayur/VCO 1-2 sendok makan,  penelitian tentang efek minyak selengkapnya bisa dibaca disini.

🍯 Saat diare, mengkonsumsi makanan yang kaya akan Kalium seperti sari buah segar, pisang, atau air kelapa hijau juga sangat bagus untuk mencegah dehidrasi. 

🍯 Pemberian makanan tambahan bahkan  dianjurkan untuk diberi sampai 2 minggu sesudah diare berhenti.

Pokoknya, jangan sampai malnutrisi akibat diare ya πŸ’”

πŸ₯ 4. Minum Obat

Obat diare bukan ditujukan untuk menyembuhkan diare (kuratif) tetapi sebagai usaha untuk mengurangi keparahan diare (paliatif), hubungannya kembali pada masalah hidrasi tubuh.

Untuk pengobatan diare pada orang dewasa, saya pribadi di rumah selalu siap sedia obat yang mengandung Attapulgite dan Pektin yang berkhasiat memperbaiki konsistensi feses, menyerap kelebihan air dan toksin penyebab diare. Cocok buat penanganan diare non spesifik. πŸ˜‰

Kalau diare, perlu nggak pakai antibiotik?

Hmmm... tergantung jenis diarenya dulu. Saya selalu konsultasi dengan dokter untuk pemberian antibiotika pencernaan, apalagi jika itu untuk anak.

Biasanya feses anak akan diperiksa terlebih dahulu di laboratorium. Jika memang ada indikasi penyebab lain dalam diare (misalnya disentri), maka barulah dokter akan memberikan antibiotik yang tepat sesuai dengan penyakitnya.

Dosis antibiotika akan dihitung dengan berdasarkan berat badan. Karena itu sangat tidak dianjurkan dikonsumsi tanpa pengawasan karena bisa berakibat resistensi alias bakteri kebal terhadap antibiotik. 

Konsultasi dulu ke dokter dan apoteker, ya. πŸ˜‰

Untuk ibu hamil dan menyusui biasanya pengobatan diare juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

πŸ₯ 5. Berobat Sendiri Sudah  2 Hari Nggak Sembuh-sembuh? Saatnya Ke Dokter!

Apalagi jika diare semakin parah atau jika mulai menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, jangan menunda-nunda terlalu lama. segera periksakan anak Anda ke dokter.

Seperti pengalaman kakak saya waktu Syifa terkena diare diatas. Beliau langsung gas naik sepeda motor dengan membonceng anak-anak ke UGD. 😁


Pada anak/balita yang memakai pospak, saat diare saya sarankan stop dulu pemakaian pospaknya, untuk sementara waktu beralih dulu ke celana kain guna memantau frekuensi BAB-nya.

Kan kalau pakai pospak, berapa kali BAB anak kan tidak bisa diketahui... Nggak apa-apa deh ribet sedikit, yang penting diarenya bisa terpantau 😁

🌱🌱🌱

Cara Mencegah Diare

Untuk langkah pencegahan, yuk lakukan beberapa hal berikut:

1. Cuci tangan dengan menggunakan sabun. 

Ingat ya, cuci tangannya pakai sabun, bukan cuma sekedar pakai air ^^

Kenapa harus pakai sabun? karena jika cuci tangan hanya dengan menggunakan air, maka cuma bisa membunuh 10% kuman, tapi kalau pakai sabun, persentase kuman yang mati sekitar 80%. Nah, jauh banget kan bedanya? 😁

Saking pentingnya cuci tangan dengan menggunakan sabun ini, ada lho hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia. Nggak heran dong, soalnya cuci tangan pakai sabun sangat penting peranannya dalam mencegah penyebaran penyakit, makanya sedang digalakkan dimana-mana. ^^

Selain memakai sabun, cuci tangan juga nggak sembarangan cuci tangan, ternyata ada ilmunya juga!

Menurut WHO, ada 6 langkah efektif mencuci tangan agar tidak ada celah yang terlewatkan dan memperoleh kebersihan maksimal. Simak gambar berikut ya!


sumber

2. Jaga kebersihan makanan dan peralatannya.

🌸 Makan makanan yang sudah dimasak matang untuk mencegah adanya bakteri, virus, atau parasit masuk ke dalam tubuh.

🌸 Jika anak minum susu formula, maka pastikan kebersihan dan kesterilan dot/botol yang digunakan.

🌸 Pilih dan masak bahan makanan yang masih segar dan terjaga kebersihannya.

3. Tutup makanan dengan menggunakan tudung makan atau simpan ke dalam kulkas agar tidak terkontaminasi dari lalat atau binatang lainnya.

"Jangan tinggalkan sisa makanan di atas meja tanpa ada perlindungan", mama sering sekali menasehati saya soal ini.

Nggak heran sih, soalnya daerah dapur seringkali punya banyak 'tamu' yang bisa membawa penyakit. Tak jarang ada lalat, semut, atau cicak  berkeliaran di dapur, seakan-akan sudah mengintai saat kita meletakkan piring makan ke atas meja.

Karena itu saya biasanya langsung menyimpan sisa makanan di dalam kulkas.

4. Minum air yang bersih (air matang)

Buat saya, idealnya sih tetap minum air yang sudah direbus ya.. Hehe.
*kebiasaan hidup di kampung πŸ˜‚

Tapi karena ini zaman modern, punya hape biar keren, sebenarnya mengkonsumsi air galon juga bukan masalah, kok.

Namun pastikan air galon yang akan dikonsumsi sudah sesuai dengan SNI, memiliki izin BPOM, dan masih belum kadaluwarsa.

Jangan sampai mengkonsumsi air galon terkontaminasi seperti kasus keponakan saya ya. 😁

5. Menjaga kebersihan lingkungan &amp; diri

🌷Cuci tangan seperti poin no.1, terutama sebelum dan sesudah makan serta setelah buang air besar dan kecil.

🌷 Jaga kebersihan rumah, terutama jika ada anak kecil dan balita. Terkadang anak/balita suka memungut dan memakan makanan yang sudah jatuh ke lantai, karena itu sangat penting menjaga lantai dan mainan untuk tetap bersih.

🌷Gunakan jamban untuk BAB, jangan lupa untuk memakai handuk masing-masing untuk kebersihan pribadi. ^^


Semoga pengalaman saya mengatasi diare keluarga dan sharing hal-hal seputar diare diatas bermanfaat, jangan lupa untuk selalu melakukan tindakan pencegahannya mulai saat ini ya ^^

Yuk, jangan panik dan atasi diare dengan tepat dan benar agar seluruh anggota keluarga sehat terbebas dari diare!

Referensi:
🌸 Buku Saku LINTAS DEPKES RI
🌸 www.kalbemed.com
🌸 www.idai.or.id
Friday, March 23, 2018

Pengalaman ke Dokter Gigi di Malang (SMO Dental Care & Drg. Maria F, S.KG)


Pengalaman ke Dokter Gigi di Malang Sudah lama saya nggak pergi ke dokter gigi untuk melakukan kontrol gigi rutin. Kalau diingat-ingat, mungkin sudah 2 tahun lebih saya absen. Tepatnya sejak melahirkan Syuna (tahun 2015an), saya memang nyaris nggak pernah lagi ke dokter gigi. Padahal di tube pasta gigi yang dipakai rutin, tertera jelas himbauan untuk periksa gigi setiap 6 bulan. Tapi dengan alasan segunung, saya nggak kunjung berangkat juga. LOL (emak mantan miss nunda-nunda satu benua πŸ˜†). Sampai akhirnya bulan kemarin, sehabis makan saya merasa ada makanan yang nyangkut di gigi dan susah banget dibersihkan. Setelah chek dan re-chek, ternyata bukan nyangkut biasa, namun ada lubang yang letaknya itu di geraham atas. Saya pun langsung buru-buru mencari dokter gigi di Malang

Sebenarnya lubangnya itu sih belum gede-gede banget. Cuma kelihatan titik hitam gitu aja, tapi selalu ada makanan yang nyelip didekat sana. 

Saya teringat dengan gigi saya dulu yang lubangnya juga kecil begitu, eh ndilalah pas dibor itu ternyata ada rongga di dalamnya, GEDE! 

Surprais banget pas dibersihin ternyata titik hitam di gigi itu menipu. Kecil-kecil ternyata gede. Makanya saya nggak mau nunggu lama-lama, jangan-jangan bakalan parah lagi kaya kasus gigi yang kemarin :(

DIMANA TEMPAT PRAKTEK DOKTER GIGI DI MALANG?

Waktu itu saya baru aja pindah ke Malang dan merasa urgent banget buat segera ke dokter gigi, jadi saya nggak mikir mau pakai BPJS. Saya kepingin mencari dokter yang praktek pribadi aja di rumah. Dan kemana referensi kita?

Google, yeah, mari kita google saja dong!

(brb buka google map 😁)

Dari hasil berselancar, akhirnya saya ketemu dengan beberapa alternatif dokter gigi (yang katanya rekomended) serta letak tempat prakteknya itu nggak jauh-jauh amat dari rumah saya. 

Kami pun memutuskan untuk berangkat sabtu sore sepulang Abah pulang dari kampus, dan kami mujur banget....   kami terjebak macet.πŸ˜‘

Weekend Malang memang arus ke Batu lumayan padat. Saya lupa antisipasi itu :(

Akibat macet dan pusiang, akhirnya saya nggak milih-milih lagi deh. Nggak apa-apa ke tempat dokter gigi yang ada aja deket sini. Buka-buka google juga udah nggak sempat lagi, kami berdua kemudian mengandalkan indera penglihatan buat skrining pinggir jalan, siapa tahu ada plat dokter giginya.

Alhamdulillah, tidak lama kemudian kami melihat ada ruko yang ada plang dokter giginya, motor segera kami arahkan ke parkiran yang terletak di bahu jalan.

PERIKSA GIGI KE DRG.MARIA F. GUNAWAN, S.KG.

Segera sesaat sesudah kami masuk ke dalam ruang prakteknya, saya langsung disambut dengan ramah oleh Ibu-ibu yang keluar dari ruang praktek dokter yang terletak dibagian dalam.

Beliau ternyata bagian administrasi disana, jadi habis datang itu kita diminta untuk melengkapi berkas dulu. Pernah berobat disini apa nggak, alamat, umur,  keluhan, dan lain sebagainya. Ya standar biodata pasien begitu lah. Saya nggak tahu benar apa nggak sih, tapi sepertinya ibu admin ini mama dari drg. Maria. Agak mirip wajahnya. Hihi

Tanpa menunggu lama, akhirnya saya langsung dipanggil untuk masuk ke dalam ruangan praktek drg. Maria. Ruangannya nyaman, dr. Maria sepertinya seorang penganut  kristen taat. Dimana-mana saya melihat miniatur salib dan pohon natal. Bahkan saat saya berbaring di kursi periksa gigi (nggak tau namanya hahaha) di dinding depan saya itu menempel salib gede. Jadi begitu berbaring langsung bisa melihat karena posisinya berhadapan.


Oh iya, Ibu admin juga merangkap sebagai asisten drg.Maria. Surprisingly, beliau ternyata juga berdarah/sempat tinggal di Banjarmasin! 

Ps drg,Maria lagi nanya sesuatu gitu, saya jawab dan Mamanya drg.Maria ini langsung notice logat banjar saya, jadi beliau langsung nanya refleks gitu kayaknya.

“Oh, adek ini orang Banjar?”

“Wah, kok Ibu tau?”

“Soalnya saya juga ..... Banjar, baru beberapa tahun belakangan di Malang”

Saya nggak bisa menyimak dengan jelas lama tinggal di Banjarmasin atau orang Banjarmasin karena waktu saya mendengarkan cerita beliau itu sambil mangap menerima serangan bor di gigi, jadi sambil ada bunyi nging-nging-nging gitu.  

Tapi lumayan cair deh suasananya, ternyata ada unsur banua juga toh. 😁

Btw, lidahnya orang hulu sungai di Kalimantan mah gitu ya, susah ilangnya biarpun sudah di tanah orang... Hehehe

Pemeriksaan di drg.Maria ini memakan waktu lumayan lama karena ternyata dugaan saya benar, lubangnya dalam dan bukan cuma SATU titik, tapi ada TIGA!

Hampir satu jam beliau menangani satu gigi. Menambalnya sih sebentar, tapi bersihinnya itu loh, lamaaaaaa.... Waktu giginya di bor saya juga merasa sedikit ngilu karena ternyata lubangnya yang kecil itu hampir saja kena syaraf gigi. Untung aja nggak terlambat.

Bosen nggak nungguin sejam?

Nggak. Soalnya peralatan disini lengkap banget. 

Jadi, didepan kursi periksa itu ada monitor yang membantu pasien melihat kondisi giginya, saat dokternya ngecek pakai alat, kita yang berbaring di kursi pasien juga bisa bisa lihat tampilan dalam mulut kita via layar monitor, jadi kita bisa melihat secara langsung bentuk keluhan kita, misanya lubang gigi kita.

Monitornya juga ada yang buat mutar MV. Nah, ini dia alasan saya nggak bosen nunggu. Iya, karena udah duluan dicekoki fasilitas karaoke. πŸ˜‚

Sayangnya masih lagu jadul zaman-zaman Westlife (Tapi bukan Westlife, bukan Backstreet boys juga, ballad 90an gitu yang saya nggak tau nama bandnya). Hmmm... jadi pengen request lagu BTS atau Twice deh kalau kesana lagi. Boleh nggak ya bawa flashdisk sendiri?

(Dokter: Pasien zaman now semakin aneh-aneh LOL)

Selesai periksa, saya kemudian bertanya macam-macam soal gigi, termasuk no hp dan juga gigi saya yang bermasalah.

Beliau ngasih saya secarik kertas dan juga kode gigi yang harus diperiksakan kembali.  Saya nggak ngerti arti kodenya apa sih. Cuma bilang terimakasih aja habis itu. 

Pemeriksaannya sendiri sangat teliti dan saya puas banget. Hanya saja menurut saya pas bagian konseling itu agak tergesa-gesa, padahal habis saya nggak ada pasien yang menunggu. Beliau sepertinya termasuk dokter kategori hemat bicara. 😁

BERAPA BIAYA PERIKSA DI DRG.MARIA?

Kemarin saya dikenakan harga 300k per gigi. Saya kira awalnya itu karena lubangnya ada tiga, jadi per lubang di kenakan harga 100k, tapi ternyata nggak, satu gigi memang dikenakan 300k.

Lumayan pricey buat saya, tapi gigi adalah aset. Jadi saya percaya ada harga, ada rupa. Apalagi habis saya google, titel belakang drg.Maria itu S.KG, alias Spesialis Konservasi Gigi.



PERIKSA GIGI KE SMO DENTAL CLINIC MALANG.

Saya orangnya sekali periksa pengen dibenerin semua, makanya sepulang dari sana, saya ngecek-ngecek lagi gigi saya pakai cermin di rumah. Mangap-mangap pakai senter HP. 

Eits, ternyata masih ada titik item lagi, masih ada lubangnya!

Ngalor-ngidul di Instagram, saya kemudian bertemu dengan akun SMO Dental, yang katanya sih singkatan dari Smile Make Over, sebuah klinik gigi yang letaknya di Malang juga. Agak jauh sih dari rumah, tapi sepertinya bagus. 

Saya coba inbox di IG dan adminnya juga fast response. Jadi tanpa pikir panjang saya segera reservasi melalui komtak yang tertera di bio.

Hari yang ditentukan saya langsung meluncur kesana, terlambat setengah jam karena bareng Syuna dan drama keluarga singkat pagi-pagi. Haha...

Makemaklyfe 😎

Saya WA lagi si admin SMO, saya bilang telat datang setengah jam. Si admin kemudian izin memajukan waktu periksa pasien yang antriannya habis saya karena sudah duluan datang, saya OK banget song, yang penting meski telat nggak jadi antrian paling buncit. πŸ˜†

Jadi habis datang, saya nunggu dulu sampai pemeriksaannya mbak-mbak yg antriannya maju tadi selesai, baru deh giliran saya.


Nggak lama, sekitar 15 menit kemudian asisten dokternya memanggil saya untuk dipersilakan masuk kedalam ruangan pemeriksaan.

Ruangannya cozy dengan desain minimalis. Hari itu yang bertugas menangani saya adalah drg.Ina. Sebelum pemeriksaan kami konsultasi singkat dulu, baru lanjut deh ke pemeriksaan yang berbaring itu.

Daaan... Titik hitam itu lagi-lagi lubangnya dalam. Hiks!

Saya cuma bisa pasrah. Mulut mangap menerima datangnya hantaman bor demi bor yang bertubi-tubi.

Sepertinya lubang kali ini jauh lebih dalam, jadi rasanya jauh lebih ngilu daripada pas ke drg.Maria kemarin. πŸ˜“

Beberapa kali saya minta stop karena rasa ngilunya itu sadis. Tapi akhirnya saya lebih banyak menahan diri sambil memejamkan mata.

Menikmati hasil kemalasan periksa gigi. LOL


Sehabis proses pembersihan dan penambalan yang lumayan ribet, saya kemudian ngobrol singkat dengan drg.Ina.

Dokternya cantik dan superr komunikatif, saya bertannya beberapa pertanyaan singkat dan dijawab dengan ramah. Hmm... sepertinya saya klop nih dengan beliau. Kayak ngobrol sama teman saking santainya πŸ˜†

Sayangnya drg.Ina jadwal prakteknya cuma hari tertentu, jadi kalau mau ditangani beliau harus menyesuaikan dengan jadwal yang ada di klinik SMO. Namun tidak perlu khawatir salah hari, karena katanya soal reservasi bisa diatur sesuai request pasien, nanti kita akan diberi tahu dokternya yg praktek siapa aja.

Jadi SMO ini sepertinya konsepnya online, ada admin yang mengatur jadwal pemeriksaan disini.

Oh iya, drg.Ina ini seorang ibu muda, masih pejuang ASI, jadi disamping meja prakteknya ada beberapa perintilan ASIP dan sebiji cooler bag gede. Jadi ternyaa alasan beliau jarang praktek di SMO adalah karena belum ketemu nanny yang cocok, jadi lebih sering ngemong anak sendiri di rumah. Saya cuma bisa anggup-angguk cantik mendengarnya.
Sounds cool, eh?

(Malah ngomongin Bu dokternya πŸ˜‚)



BERAPA BIAYA PERIKSA GIGI DI SMO DENTAL CLINIC?

Harga tambal geraham belakang 150k, separoh daripada yang kemarin. Hihi...

Itu karena tambalnya untuk gigi belakang ya, jadi pakai yang nggak estetis. Katanya kalau untuk tambal estetis (bisa untuk depan sama belakang) itu harganya start dari 100-300k, tergantung sama tipe lubang giginya bagaimana, nanti dokter yang memeriksa yang akan menentukan harganya.

Odentektomi juga bisa loh disini, karena sebulan sekali katanya juga ada jadwal spesialis bedah mulut. Saya awalnya kesini gara-gara ini... ada geraham belakang saya yang tumbuhnya itu miring.

Kata drg.A itu gigi impaksi, tapi kata drg.B itu cuma gigi miring biasa. Bingung kan jadinya? Dua dokter ngomongnya beda-beda. Hahaha

Tapi habis ke SMO, pendapat bukan impaksi nambah lagi, katanya cuma tumbuh miring, tinggal dibersihkan, nggak perlu operasi ke dokter bedah mulut. Hmmm... legaaa!  

Overall, saya suka klinik ini dan rencananya kemarin itu mau balik lagi, tapi sayang saya keburu pulkam ke Kalimantan, jadi belum datang-datang lagi deh sampai sekarang. Padahal udah nanya-nanya soal jadwal dokternya. πŸ˜‚

πŸ’œπŸ’œπŸ’œ

Untuk sementara, saya baru mencoba dua dokter itu.

Kemarin minggu saat kami jalan-jalan pagi ikutan CFD, ada stand periksa gigi gratis dalam rangka Word Oral Health Day 20 Maret. Saya iseng-iseng kepingin memeriksakan gigi Syuna, tapi begitu ketemu dokter dia mingkem habis-habisan, jadi malah saya yang periksa gigi. πŸ˜›

Dan hasilnya... Ternyata geraham belakang saya ada titik-titik hitam juga! 😫 Jadi sepertinya saya bakalan balik lagi ke dokter gigi lagi dalam waktu dekat buat periksa.

Kalau kamu, kapan terakhir periksa gigi?

Custom Post Signature

Custom Post  Signature