Thursday, January 24, 2019

Fakta Menarik Seputar Lampion Imlek


Imlek merupakan perayaan menyambut tahun baru kalender Tionghoa yang akan jatuh pada tanggal 5 Februari 2019 ini. Berbagai macam persiapan menyambut perayaan ini sudah mulai ramai dilakukan masyarakat etnis Tionghoa di berbagai kawasan mulai mendekorasi rumah, menyiapkan jamuan berupa serba-serbi kue, angpao dan lain-lain. Salah satu unsur dekorasi ruangan yang wajib ada saat perayaan tahun baru ini adalah lampion Imlek. 

Warna merah menyala pada lampion merupakan lambang harapan dan keberuntungan baru mengawali tahun shio babi tanah ini. Ternyata tak hanya menjadi pelengkap kemeriahan tahun baru saja, lampion Imlek juga memiliki beberapa fakta menarik lho! 

Yuk, simak asal usul mengenai dekorasi paling ikonik dari perayaan Imlek ini!

Awal Mula Penemuan Lampion 


Sejarah mencatat bahwa penemuan lampion tradisional telah ada sejak masa Dinasti Han di China. Penemuan lampion ini tentu berfungsi sebagai penerangan agar memudahkan aktivitas membaca. Oleh sebab itu, lampion terbuat dari bahan kertas yang melingkari sumber cahaya agar intensitas cahaya bisa diterima mata dengan baik. Kertas yang melindungi sumber api diharapkan menghalangi angin yang bisa memadamkan cahaya.


Source: http://nightlightnews.org/

Berdasarkan cerita legenda yang dipercaya masyarakat Tionghoa, lampion digunakan untuk mengusir monster Nian yang mengganggu kehidupan dan menjauhkan pemilik rumah dari segala keburukan. Sejak saat itu, lampion dipasang di depan rumah untuk memberikan harapan dan keberuntungan bagi penghuni rumah tersebut. Lampion juga menjadi simbol kebanggaan atau status masyarakat Tionghoa sehingga selalu dipajang dalam suasana apapun.

Lampion Menjadi Prestise Keluarga Masyarakat Tionghoa



Pada awalnya, lampion identik sebagai status atau simbol kebanggaan masyarakat Tionghoa, banyak keluarga berkelas yang memajang lampion terbaik. Semakin menarik dan unik lampion yang dipajang di depan atau ruangan rumah sebuah keluarga, semakin menunjukkan kelas keluarga tersebut. Tak heran kalau ide kreasi lampion yang semakin beragam merupakan perwujudan prestise di kalangan keluarga-keluarga pada masa lampau.

Kini kelas sosial dari simbol lampion telah mulai melebur tetapi pajangan lampion tetap merupakan tradisi yang terjaga. Pada perayaan tahun baru, lampion Imlek merupakan salah satu bentuk kewajiban yang harus ada di rumah atau ruang publik lain.

Desain Lampion Imlek yang Cocok


Tak mengherankan kalau perayaan besar seperti perayaan tahun baru identik dengan keberadaan lampion Imlek. Desain lampion yang unik dan bervariasi menandakan adanya harapan di tahun yang baru. Bentuk lampion perayaan keagamaan yang dipilih tentu model gantung sebagai simbol keberuntungan awal tahun baru. Kalau jenis lampion terbang dan apung paling direkomendasikan untuk pertengahan tahun.


Jangan heran kalau produsen lampion gantung selalu banjir pesanan kala mendekati perayaan hari Imlek. Pasalnya, hiasan Imlek akan terpasang menjelang tahun baru, saat perayaan hingga Cap Go Meh terlewati. Selain itu, masyarakat etnis Tionghoa bakal bersuka cita merayakan tahun baru kalender Lunar ini dengan meledakkan kembang api. Tahun baru Imlek juga identik dengan liburan masyarakat etnis Tionghoa lho!

Kalau Anda hendak merayakan Imlek tahun ini bersama dengan keluarga tercinta, sebaiknya persiapkan dekorasi rumah semaksimal mungkin, ya! Pasang aneka hiasan yang akan memberikan semarak tahun baru yang lebih baik dari tahun kemarin. Anda bisa memasang lampion gantung terbaik sebagai desain eksterior atau interior rumah.

Bagi Anda yang masih bingung mencari tempat terbaik untuk belanja kebutuhan Imlek, Anda bisa mencari barang pilihan di Bukalapak. Dapatkan model lampion Imlek kekinian dengan harga termurah sekarang juga. Belanja di Bukalapak, dijamin aman, hemat dan original :) 
Wednesday, January 09, 2019

Jalan-jalan ke Taman Kelinci Malang, Jangan Bikin Kelincinya Jadi Malang!

Jalan-jalan ke Taman Kelinci Malang, Jangan Bikin Kelincinya Jadi Malang! - Kelinci, kelinci yang lucu. Siapa sih yang nggak suka dengan binatang satu ini? Bulunya yang lembut serta image nya yang unyu-unyu membuat kelinci disukai baik orang dewasa ataupun anak-anak.

Nah, sewaktu saya sekeluarga ke Batu Malang kemarin (tahun lalu, maksudnya ✌️), saya juga tidak mau kelewatan jalan-jalan ke Taman Kelinci ini. Jadi saya sengaja selipkan kedalam daftar itenenary yang akan kami sekeluarga  kunjungi. 

Selain dengan pertimbangan letaknya yang dekat dengan Wisata Paralayang yang juga akan kami tuju, harga tiket masuknya yang budget friendly untuk mamak hemat seperti saya. Nothing to lose la~

Gimana nggak murah, waktu itu tarifnya cuma 5 ribu per orang euy! 

Kalau dibandingkan dengan spot wisata yang lain, jelaslah murah ya?  πŸ˜†

Wah, makanya dalam hati saya bilang kalau tempat ini tuh harus harus haruus saya datangi, apalagi tempatnya saya intip di google maps dekat dengan Taman Strawberry,  Omah Kayu, dan Gunung Banyak. Plus, tidak terlalu jauh juga dari tempat kami menginap.

Jadilah, lokasi ini menjadi tempat pertama yang kami datangi di hari kedua perjalanan.


Menuju Plaza Garden Wisata Edukasi Rabbit Field!


Hah? Jadi namanya Plaza Garden Wisata Edukasi Rabbit Field atau Taman Kelinci nih? 😯

Oh, ternyata keduanya sama aja koq.

Nama resminya memang Plaza Garden Wisata Edukasi Rabbit Field, tapi kalau kebetulan kamu pengen kesini dengan mengandalkan Google Maps (seperti saya ini), maka namanya di Maps adalah Taman Kelinci, bukan nama yang satunya. Oke gaes. πŸ‘Œ 


Ngomongin perjalanan menuju Taman Kelinci ini.... 

Sebenarnya sih relatif mudah, nggak banyak belok sana-sini, tapi karena namanya juga area tinggi, jadinya ya banyak tanjakan, dan memang jalannya masih belum terlalu oke juga. Buat saya dan Babanuy yang terbiasa hidup di area yang datar-datar aja alias nggak menanjak, kesini naik sepeda motor bawa anak kecil tuh sensasi 'naik gunung' nya itu lumayan terasa. Apalagi jalannya memang belum diaspal sepenuhnya. 

Tapi buat kami sih suka-suka aja, soalnya di jalan menuju kesini itu melewati perkebunan yang cantiiik 🌱✨ 

Abah, saya, dan Syuna keasikan main tebak-tebakan nama sayur di ladang, jadinya meski sepanjang jalan kurang nyaman ya oke aja. Hehe

#Note: pemandangannya cakeup! 

Kalau pengen dianterin mas-mas Gocar bisa sih, tapi katanya pulangnya tanggung sendiri karena gak ada angkutan keluar, kecuali berjalan kaki dulu keluar menuju jalanan utama yang dilewati angkot yang berjarak kurleb 3 KM. 

Adeuw, alamakjang banget jauhnya ya. Tapi boleh juga kalau stamina kamu bagus dan pengen sekalian olahraga misalnya. πŸ˜„

Tapi kalau bareng keluarga yang ada anggota genk masih anak-anak atau sudah manula, saya sarankan kalau kesini lebih baik naik kendaraan sendiri ya, plus sedia energi yang banyak, alias sarapan dulu karena nanti jalan di lokasinya juga ada area menanjak πŸ˜‰πŸ‘Œ





Ada Apa Aja Sih di Taman Kelinci Batu Ini?

Namanya juga Taman Kelinci, jadi pastinya ada kelinci dong disini 🐰

(ditampol masal pembaca πŸ˜‚) 

Syuna senang banget begitu dikasih tau kalau di taman nanti dia bakalan ketemu dengan kumpulan kelinci, jadi begitu sudah masuk ke area Taman dia langsung berhamburan sambil terus bertanya "Mana Ma kelincinya? Mana Bah kelincinya? Sembunyi kah?" sambil celingukan kanan kiri. hahaha. 

Aduh lucu juga, ternyata kelinci yang dicari cari sebagian bersembunyi di dalam rumah-rumahan dan juga semak yang berada di dalam area Taman Kelinci. Jadi anak-anak (termasuk Syuna) sibuk berlarian mencari kelinci disini.


Mereka pengen ngasih makan buat kelincinya karena saat masuk tadi bisa beli makanan khusus kelinci seharga 5ribu rupiah per gelas. 

Mereka excited banget ngasih makan kelinci, padahal.... 

.... Kelincinya udah kenyang, jadi ogah makan. πŸ˜‚

Halo kelinci! πŸ‘‹ 

Nah, jadi Taman Kelinci ini mengusung konsep taman edukasi di area dataran tinggi. Taman Kelinci Batu ini menawarkan spot yang cocok untuk wisata keluarga (terutama anak-anak) dimana kita bisa berwisata sambil menikmati pemandangan indah dan udara sejuk khas pegunungan. Ditambah lagi dengan spot yang instagramable seperti:

πŸ’•  Kelinci-kelinci lucu di Taman Kelinci
πŸ’• Rumah Kurcaci ala di film The Habbit, 
πŸ’•  Wisata Petik Stroberi, 
πŸ’• Gazebo, 
πŸ’• Pondok Susu Olahan dan Kampong Cafe (kemarin masih coming soon)

Pokoknya disinii tuh bisa unleash your narcism tanpa takut kantong jebol karena per spot foto nggak ada biaya tambahan seperti tempat foto-foto lain (tapi jangan ekspektasi tinggi juga karena yang bayar biasanya pasti lebih bagus). Intinya, kalau sudah kesini siapin baterai hape atau kamera karena kudu  foto-foto. At least motoin kelincinya deh. πŸ˜†

Disini juga disediakan fasilitas umum seperti toilet, tempat ibadah dan area parkir. So, sepertinya untuk fasilitas basic itu sudah tercover dengan baik. 



Oh iya, ini perlu dikasih highlight buat mamak dan abah nih, Kalau anak mau ngasih makan kelincinya harus tetap diperhatikan ya, soalnya kelinci itu giginya lumayan tajam dan bisa nggak sengaja kegigit tangan anak, kayak Syuna kemarin... 😩

Bukan luka yang berdarah-darah sih, tapi pastinya meninggalkan kenangan buruk sama anak tentang kelinci. 

So, jagain anaknya ya! 

Hal lain yang perlu diedukasi pada anak juga tentang bagaimana cara memegang kelinci yang benar, karena pas saya kemarin kesini tuh sebagian ortu diam aja waktu kelincinya ditarik-tarik sama anaknya. Padahal, kelinci itu termasuk binatang yang mudah stress loh! Jadi megangnya juga nggak boleh sembarangan, ada aturan gimana cara megangnya. Sama kaya kucing atau hewan peliharaan lainnya. Raiso suko-suko gitu lho. 

Sebenarnya dari pihak Taman Kelinci sendiri ada ngasih gambar petunjuk bagaimana cara memegang kelinci yang benar di spanduk.


Tapi... 

Ketutupan daun bambu yang tumbuh didekat spanduk dipasang, jadi kalau nggak dekat-dekat nggak bisa dibaca deh. (ini kalau saya ditambah lagi faktor mata yang minus)  Kalau petugasnya kemarin ada sih jelasin caranya pas ditanyain. 

Tapi saya kadung kzl liat ada anak-anak yang seenaknya sama kelinci disini, sementara ortunya sibuk main hape. huhuhu

Semoga bisa jadi masukan buat pihak terkait ya supaya ditingkatkan lagi edukasinya tentang kelinci pada pengunjung. πŸ˜‰

🐰🐰 🐰 


Harga Tiket Taman Kelinci Batu


Yang pengen jalan-jalan kesini jangan lupa menyiapkan budgetnya ya. Harga tiket masuk Taman Kelinci Batu memang tidak terlalu mahal, teman-teman cukup menyediakan:

🐰 Tarif tiket: Rp. 5000,-
🐰 Tarif Parkir Motor: Rp. 2000,-
🐰 Tarif Parkir Mobil: Rp. 5000,-

Itu aja? Iya itu aja. 

Terus makanannya kelinci gimana? 

Oke, jadi Harga Tiket Masuk Taman Kelinci Batu ini tidak termasuk dengan pembelian pakan untuk memberi makan kelinci ya. 

Jika ingin memberi makan, maka teman-teman bisa membeli pakan yang dijual di dalam Taman Kelinci Batu Malang, kemarin saya belinya 5ribu per gelas kecil. Kalau membawa wortel atau pakan sendiri dari rumah saya kurang tahu boleh atau nggaknya, hehe. 


Saran: 

Jangan terlalu banyak beli pakan karena satu gelas kecil itu isinya sudah banyak banget, serius!

Kalau kalian kesini bawa banyak keluarga, bisa deh satu gelas kecil itu share in buat 5-10 orang. Soalnya kasian kan kelincinya kalau sehari ada 50 hari pengunjung (pasti lebih sih hehe) dan ke 50nya ngasih makan segitu banyak. Pasti perutnya penuh. πŸ˜…

Kemarin saya sekeluarga cuma berhasil ngasih kurang dari 1/4 gelas, dan sisanya dibuang ke tong sampah. 

Sayang banget kan beli malah dibuang? Gelasnya gelas plastik pula. 

🐰🐰🐰


Plus dan Minus. 


Oke, jadi saya mau bikin kesimpulan perjalanan saya kesini kemarin beserta  beberapa plus dan minusnya. Barangkali bisa jadi bahan pertimbangan kalau mau kesini :

(+) positif:

πŸƒUdaranya segar, pemandangan cakep.

πŸƒ Lokasinya relatif masih sepi di jam-jam tertentu, enak buat family time.

πŸƒ Instagramable, lokasinya enak dan cocok buat berfoto sendirian maupun bersama keluarga.

πŸƒ Tiket masuknya murah meriah!

πŸƒEdukatif, bisa banyak tahu soal kelinci apalagi kalau ada yang ngejelasin atau bisa diberondong pertanyaan.

πŸƒAda warung yang menjual makanan di sekitar Taman, jadi nggak lapar-lapar banget. Makan mie rebus plus teh es pas laper juga oke kan? πŸ‘Œ

πŸƒ Lokasi dekat dengan beberapa tempat wisata lainnya, jadi sekali berangkat bisa ke tempat lainnya. Asalkan matang-matang dihitung supaya tidak kehabisan waktu kunjungan ya! 😊 

(-) Poin negatif :

⛰️ Tempat untuk beristirahat sangat kurang, nggak sesuai dengan pengunjung yang banyak. 😒

Kalau sendirian sih nggak apa-apa. Tapi kasian anak dong kalau sempat kepanasan karena tempatnya nggak cukup dan harus berdiri karena tempat duduk penuh. Kalau gendong juga pegel.

⛰️ Lokasi penjual makanan dan minuman di luar area Taman Kelinci. Mungkin niatnya supaya nggak mengotori ya? Positifnya sih disuruh bawa air minum sendiri nih kayaknya, ngurangin sampah. 

LOKASI

🚩Taman Kelinci ini terletak di perbatasan antara Malang dengan Kota Batu, tepatnya di Desa Pandesari, Kec. Pujon, Kota Batu, Malang, Jawa Timur. 

πŸ•’ Jaraknya dari pusat kota Malang kurang lebih 35 KM dan bisa ditempuh dalam kurun waktu setengah jam.

✔️ Lokasinya dekat dengan dari spot wisata Omah Kayu-Paralayang Gunung Banyak. Bisa sekalian mampir laa kesana kemari. πŸ˜„

Nah, apa teman-teman tertarik buat jalan-jalan ke Taman Kelinci ini? 
Saturday, December 29, 2018

Workshop Lactogrow: Menjadi Orangtua Happy, Membuat Anak Grow Happy,


Di dunia ini, siapa sih orang tua yang nggak ingin anaknya bahagia? Semuanya pasti ingin buah hatinya tumbuh besar dengan bahagia sejak masih anak-anak hingga menjadi orang dewasa. 

Tapi bagaimana sih definisi anak yang bahagia itu? Dan bagaimana sebenarnya cara menggapainya? 

Nah, kemarin saya memperoleh jawabannya saat mengikuti workshop “Grow Happy Parenting” yang diadakan oleh NestlΓ© LACTOGROW, tanggal 29 November 2018 lalu di Koordinat Cafe,  Duta Mall Banjarmasin. Saya beruntung berkesempatan mengikuti workshop ini bersama beberapa blogger lainnya serta rekan jurnalis. 

Penasaran bagaimana keseruannya? Berikut saya tuliskan liputannya. 

πŸ’™πŸ’™πŸ’™

Nah, dari workshop ini, saya tuh baru tahu kalau ternyata kalimat sederhana seperti “dasar, gara-gara masa kecil kurang bahagia“ itu bukan sekedar bukan olok-olokan loh, tapi realita! 

Hal ini dijelaskan oleh Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi, SFP, ACC, ternyata nih kebahagiaan di fase kanak-kanak diakui sebagai salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap kebahagiaan seseorang saat dia menjadi orang dewasa. 


Sehingga, membentuk anak yang bahagia merupaan sebuah misi yang harus dilakukan oleh orang tua generasi alpha jika ingin anaknya menjadi pribadi yang happy di masa depan. 

Tunggu, anak yang bahagia? 

Anak yang Bahagia, yang Bagaimana Sih? 


Kebanyakan orangtua biasanya menilai anaknya bahagia jika menunjukkan ekspresi wajah yang ceria, aktif bergerak, atau mendapatkan mainan dan hadiah. 

Padahal, menurut Myers & Diener (2018), kebahagiaan anak itu bukan sekadar kegembiraan sesaat saja, namun lebih kepada rasa nyaman, aman, dan diterima dengan baik di lingkungan sosialnya. 

Jadi nih, dari hasil studi child happiness yang dilakuan oleh Nestle LACTOGROW di Jakarta, ditemukan fakta bahwa anak merasa bahagia saat bermain bersama orang tua, bahkan lebih bahagia jika dibandingkan saat bermain bersama adik atau kakaknya. 

Sayangnya, ada lebih dari 50% orang tua yang merasa bahwa dirinya belum cukup hadir atau terlibat dalam aktivitas bersama anaknya, padahal antara “hadir” atau “terlibat” memiliki tindakan, esensi, dan pengaruh yang berbeda terhadap perkembangan sosio-emosi anak

Di Indonesia, memang pada umumnya para orang tua sudah sadar dan mengerti bahwa menghabiskan waktu berkualitas (quality time) bersama anak itu penting banget. Sayangnya masih banyak pula orang tua yang merasa belum maksimal melibatkan diri secara fisik maupun emosional bersama anaknya, karenanya, mewujudkan kondisi tumbuh bahagia (Grow Happy) pun menjadi tantangan baru di tengah orangtua modern.

Nah, di kesempatan ini pun Ibu Elizabeth atau akrab disapa Miss Lizzy memberikan beberapa tips terkait cara meningkatkan bonding dengan si kecil, diantaranya:

🍎 Fokus pada kebersamaan dengan anak. Bukan jenis aktivitas. Hal yang diingat anak kelak saat dia besar adalah kita yang menemaninya bermain, bukan seberapa mahal harga mainan yang kita mainkan. Catet! 

🍎 Sediakan waktu khusus dengan anak tanpa ada gangguan (distraksi). Bukan cuma Me time bersama pasangan, tapi juga dengan anak ya, mom! ❤️ 

🍎Lakukan eye-to-eye contact, jangan bicara dengan anak dengan mata sambil melihat layar hape terus. 

🍎Buatlah anak merasa bahwa dirinya penting, jadikan dia prioritas dan dengarkan ucapannya. Jangan abaikan suara kecilnya. πŸ˜‰



Jadi, pada prinsipnya:

Happy parenting = Resilient Children  

Jika orang tua sudah merasa bahagia maka insya Allah akan menjadi jaminan anaknya kelak menjadi resilient

Apa sih resilient

Anak yang resilient adalah anak yang memiliki ketangguhan dalam menghadapi stres dan tantangan hidup, ketangguhan ini tentu sangat penting untuk anak-anak kita di masa depan. 

“Bagaimana bisa mendukung kebahagiaan anak kalau orang tuanya sendiri tidak tahu bagaimana cara membahagiakan diri sendiri?” - Miss Lizzy. 

So, tugas kita sebelum membuat anak bahagia, kita sebagai orang tua juga harus bahagia! Setuju banget dengan poin ini. 😊

πŸ’™πŸ’™πŸ’™

"Aku Akan Bahagia, Jika Anakku Bahagia" Benarkah Begitu? 


Mungkin saja...

Tapiii... Miss Lizzy menekankan bahwa ini adalah pemikiran yang salah, karena pada dasarnya, emosi orang tua adalah hal yang paling mempengaruhi emosi anaknya. Jadi, jangan berharap punya anak yang growing happy maksimal kalau emaknya masih suka uring-uringan ya? πŸ˜‰


Nah, apakah kita orangtua yang bahagia atau tidak, kita sendiri yang tahu jawabannya. Namun kita bisa bersama-sama membuat diri kita bahagia. Jadi, kebahagiaan itu adalah sesuatu yang bisa dan harus diperjuangkan dan diusahakan! 

How?


Menjadi Orang tua yang bahagia? 


Nah, menurut Ed Diener (1984), sumber kebahagiaan individu adalah afeksi positif, misalnya tertawa, damai, pemenuhan diri dan masih banyak lagi.

Namun selain afeksi positif, kita juga memiliki emosi negatif serta tingkat kepuasan hidup.

Para ibu bahagia! 

Nah, agar kita lebih bahagia, selain meningkatkan emosi positif seperti misalnya merasa dicintai, merasa bersyukur, atau merasa damai. Kita juga perlu meminimalisir emosi negatif seperti merasa bersalah, merasa curiga, atau merasa marah. 

Sudah? 

Selain itu, kita juga harus memaksimalkan kinerja 4 hormon kebahagiaan, apa aja? Ini dia:

4 HORMON BAHAGIA 


>>🌷 Dopamine (celebrate small achievment)

Menurut Miss Lizzy, mencoba hal yang baru atau merayakan pencapaian kecil yang kita raih sehari-hari juga bisa loh bikin hati merasa bahagia, jangan sampai kalau ditanya apa pencapaian kita, kita tuh bingung sampai kelamaan mengingat. 

"Oh, aku dulu pas SMP juara nasional makan kerupuk!"

Bukan begitu, pencapaian nggak melulu soal hal besar, namun hal kecil seperti misalnya kemarin berhasil bikin food prep untuk tiga hari atau berhasil dapat barang incaran saat ada diskon gede itu juga termasuk achievment (pencapaian). Jadi bersyukur itu bikin bahagia memang bener ya moms. 

>> 🌷 Serotonin (Sunlight, helping others. It's time to be kind to ourself!

Hormon yang ini bisa dipenuhi dengan berjemur di panas matahari pagi, beruntung banget kita hidup di negara tropis dimana kita hidup berlimpah cahaya matahari, ya? Tinggal berjemur  di matahari pagi buat ngeboost hormon satu ini. Asal jangan kelamaan berjemurnya, nanti gosong! Hehe 😁

Nah, selain berjemur, kita juga bisa mencoba menolong atau memberi kepada yang membutuhkan. Hormon good mood ini perlu banget disuplai agar kita tidak merasa depresi.

Penting banget ya karena serotonin ini biasanya kadarnya rendah pada perempuan.  πŸ˜‰

>> 🌷 Oksitosin (Cuddling, sharing, physical touch) 

Hormon cinta, begitu namanya. 

Hormon ini meningkat dengan aktifitas fisik, misalnya menyusui anak atau berpelukan, atau.... (isi sendiri πŸ˜‚) 

Nah, soal pelukan nih, berapa kali sih optimalnya pelukan sehari? 

3 kali? 5 kali? 

Wow, ternyata kata Miss Lizzy sehari itu seharusnya 8 kali lho! Dan bukan cuma untuk pasangan pastinya, tapi juga untuk anak dan orangtua kita. Bahagia harus nular, jadi pulang ke rumah jangan lupa untuk selalu berpelukan πŸ˜€

>> 🌷 Endorpin (exercise regularly, aromatherapy) 

Jangan lupa OLAHRAGA! 

Eits, ternyata olahraga juga nggak bikin sehat secara fisik, tapi juga sehat secara emosi dengan menjadi pencetus utama endorfin yang merupakan salah satu dari hormon bahagia. 

So, jangan lupakan aktivitas satu ini juga buat para orang tua ya, supaya bahagia selalu. πŸ˜†

πŸ’™πŸ’™πŸ’™



KIAT ANAK TUMBUH BAHAGIA 


Nah, selain tips bahagia untuk orangtua, juga ada nih kiat agar anak tumbuh bahagia, apa saja? 

🌱 Nutrisi yang tepat dan seimbang 

Nah, hal ini senada dengan yang disampaikan oleh dr. Ariani Dewi Widodo, SP.A(K), orang tua harus memahami kebutuhan nutrisi bagi si kecil, termasuk didalamnya susu dengan kandungan gizi agar asupan nutrisi yang diperoleh anak menjadi maksimal. Sepakat ya πŸ˜‰

🌱 Mendukung kompetensi anak 

"Oh, aku bisa lho mengerjakan pekerjaanku sendiri", 

"aku bisa lho mengikat tali sepatu tanpa harus dibantu mama" 

Nah, kata Miss Lizzy, orangtua yang bijak mendukung minat dan kemandirian si kecil, hal ini akan membuatnya menjadi lebih percaya diri dan merasa bangga dengan dirinya, nggak cuma bisa bergantung dengan kedua orang tuanya. 

🌱 Cukup waktu tidur 

Bayangkan deh kita sesudah lahiran, dalam kondisi kurang tidur dan capek, sering marah-marah dan emosian nggak? 

Weh, iya dong. Emosional banget. 

Hal itu terjadi pula dengan anak kita. Terlebih di usia anak, kebutuhan tidurnya lebih banyak jika dibandingkan dengan orang dewasa, jadi memenuhi kebutuhan tidur anak juga penting, ya buibu! πŸ‘Œ

🌱Memberikan cinta tanpa syarat (unconditionally love

"Mama tuh sayang... kalau kamu pintar"

Tanpa sadar kadang kita membebankan syarat kepada anak kita agar mereka merasa dicintai. Sedih nggak sih? Mau dicintai aja, anak harus ini itu. πŸ™

Ah, jangan sampai kita malah menuntut agar mereka merasa bahwa mereka itu anak-anak yang dicintai. Selalu terima anak dan cintai mereka tanpa syarat. 😊

Grow Happy dengan Asupan Gizi yang Lengkap dan Seimbang 


Nah, selesai membahagiakan diri. Orang tua juga harus membahagiakan anak. Sudah?  πŸ˜‰

Membahagiakan anak dimulai dari menjaga kesehatannya. Narasumber kedua yang hadir hari itu, dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) menjelaskan bahwa kesehatan anak dimulai dari periode seribu hari kehidupan yakni sejak fase di bulan pertama kehidupannya di dalam rahim kita (270 hari) hingga anak mencapai usia 2 tahun (365 hari + 365 hari).


Kenapa nutrisi penting di periode golden age? karena fase ini merupakan fase perkembangan otak yang paling pesat. Karena itu ASI dan makanan bergizi sebagai asupan nutrisi terbaik harus menjadi prioritas. Selain itu, menjaga saluran cerna anak juga tidak kalau pentingnya, karena sistem imun atau daya tahan tubuh berada sekitar 60-70% disini. 

Yep, usus adalah organ yang kompleks karena memiliki sekitar 100 triliun bakteri mikrobipta usus dan juga 100 neuron (sel syaraf). Bakteri sebanyak itu terbagi dua, yakni bakteri baik dan bakteri patogen (bakteri jahat). Untuk mencapai keseimbangan yang sehat, maka bakteri di usus ini harus lebih banyak bakteri baiknya dibandingkan bakteri jahatnya, yakni dengan perbandingan 85% bakteri baik dan 15% bakteri jahat.

Jika keseimbangan ini terganggu, maka daya tahan tubuh kita juga akan terganggu dan besar kemungkinan kita akan jatuh sakit. 


Pertanyaannya, bagaimana sih supaya pencernaan kita selalu sehat? πŸ€” 


Nah, untuk mendapatkan saluran cerna yang sehat, pastinya kita harus menjaga keseimbangan mikrobiota usus, diantaranya dengan cara: 

✅ Mengkonsumsi makanan bernutrisi lengkap, bersih, dan variasi.

Nah, hal terpenting, anak harus mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang agar memiliki saluran pencernaan yang sehat sehingga dapat menyerap nutrisi dengan baik. Ditunjang selera makan dan pola tidur yang baik, maka tumbuh kembang pun bisa optimal! 

✅ Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan melakukan olahraga secara teratur. (Nyambung ya dengan si hormon bahagia endorfin, kita harus olahraga!)

Mengkonsumsi makanan yang mengandung probiotik bermanfaat untuk kesehatan saluran pencernaan. 

Ngomongin probiotik, apaan sih si probiotik ini? Dan apa pula pengaruhnya terhadap pencernaan? 😯


Nah, ternyata pengertian si probiotik ini adalah suatu mikro-organisme yang diberikan dalam jumlah yang sesuai dan adekuat maka akan memberikan manfaat kesehatan. 

Manfaatnya ternyata cukup banyak, diantaranya:

🌸 Meningkatkan bakteri baik dalam usus. 

🌸 Menyehatkan saluran cerna (jadi, penyerapan nutrisi anak optimal! ❤️ 

🌸 Meningkatkan frekuensi BAB pada kasus konstipasi.

🌸 Mengurangi durasi diare karena membantu keseimbangan bakteri di usus.  

Contoh probiotik misalnya: Lactobicullus spp (yang paling terkenal), L.reuteri, L.acidophilus, L.rhamnosus, L.bulgaricus, L.casei.

Sumber probiotik alami bisa kita peroleh melalui sumber makanan sehari-hari, misalnya dari konsumsi yoghurt, tempe, atau kimchi. 

Oke, si Tempe paling gampang ya dicari! Harganya terjangkau pula. πŸ˜†




Nah selain itu, pada kesempatan ini, Pramudita Sarastri, Brand Executive NestlΓ© LACTOGROW juga memperkenalkan tampilan baru LACTOGROW yang diperkaya dengan DHA, kalsium, minyak ikan, dan juga Lactobacillus reuteri yang bermanfaat untuk tumbuh kembang serta kesehatan pencernaan si kecil.

Wah, ada probotiknya nih! 

Jadi selain sumber alami yang bisa kita olah menjadi makanan sehari-hari, kita juga bisa memberikan probiotik melalui susu pertumbuhan yang kita berikan pada anak sejak usia satu tahun keatas ini. Diperkaya pula dengan 12 vitamin, 7 mineral asam Linoleat (Omega 6) dan Asam Alfa-Linolenat (Omega 3) yang diformulasikan para ahli di NestlΓ© Research Centre, Switzerland, LACTOGROW membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan si kecil. 

Melalui kampanye Grow Happy ini, Mbak Pramudita NestlΓ© LACTOGROW mengajak orangtua untuk dan meningkatkan kebahagiaan hidupnya agar kemudian bisa meng-influence pasangan dan buah hatinya agar keluarganya tumbuh dengan bahagia (Grow Happy). 

Bukan sekedar nutrisi dan stimulasi, tapi Nestlé juga mengutamakan kebahagiaan parents dan anak. Sering terlupakan ya, padahal sehat dan cerdas kalau tidak bahagia juga nggak ada faedahnya. Iya nggak? 😁


🌸 🌸 🌸 


Nah, dari workshop yang edukatif ini, saya dapat banyak banget ilmu baru yang bermanfaat, diantaranya tentang pentingnya jadi parents yang bahagia, pentingnya membersamai anak agar grow happy, dan juga bagaimana cara menjaga kesehatan saluran pencernaan si kecil. 

Oke, siapkah Ayah dan Bunda jadi orangtua bahagia dan membuat anak Grow Happy?
Sunday, December 23, 2018

5 Restoran Italia Terbaik di Jakarta yang Wajib di Kunjungi

Kuliner Italia adalah salah satu dari sekian jenis kuliner yang telah mendunia. Makanan seperti pizza, spaghetti, dan makaroni sudah sering terdengar di telinga. Jika kamu pecinta kuliner, rasanya belum lengkap kalau belum mencicipi makanan dari berbagai restoran Italia terbaik. Bagi yang tinggal di Jakarta, ada 5 restoran Italia terbaik yang wajib kamu icip.

Apa saja restoran-restoran tersebut? Simak ulasannya berikut ini:



1. | Patio Venue & Dining



foto:plataran.com

Patio Venue & Dining menyediakan menu makanan khas Italia seperti pizza, spaghetti, berbagai pasta serta makanan lokal Indonesia yang dimasak oleh chef yang profesional. Salah satu signature dish restoran ini adalah Meatzza yaitu pizza dengan topping daging berlimpah. Pengunjung juga bisa bayar makanan dengan PayLater Traveloka.

Tak hanya itu, desain restoran yang bernuansa rumah Italia yang nyaman cocok untuk menjadi tempat meeting atau sekedar kumpul bersama keluarga.

Patio Venue & Dining berlokasi di Jalan Wijaya XIII no. 45 Panglima Polim, Jakarta. Lokasi mudah dijangkau dan menyediakan parkir bagi yang membawa mobil.

2. | Mamma Rosy



foto:@MammaRosyJkt

Sesuai namanya, restoran ini menyediakan menu spesialisasi pasta dengan rasa autentik seperti pesto buatan ibu dari Italia. Mamma Rosy menyediakan beragam menu Italia seperti pasta, spaghetti, pizza, sup labu, steak lokal Italia, Stroganoff, dan masih banyak lagi.

Kamu juga bisa menikmati sore yang santai di teras sambil memandang taman yang indah. Atmosfir restoran ini cocok untuk sekedar kumpul dengan teman atau keluarga. Kunjungi restoran Mamma Rosy di Jalan Kemang Raya No. 58, Jakarta Selatan.


3. | Ristorante Da Valentino



foto:nibble.id/cgunawan

Ristorante Da Valentino tidak hanya menawarkan menu Italia yang autentik, namun juga suasana mewah ala kaum bangsawan Italia. Pengunjung bisa menikmati menu khas seperti Burrata, Fettuccine, Osso, hingga pizza. Selain itu, dekorasi restoran dengan dominasi warna merah dan arsitektur yang megah mengajak pengunjung menjadi bangsawan Italia sehari.

Tunggu apalagi, rasakan kemewahan ala Italia dengan mengunjungi Ristorante Da Valentino di Gedung MD Place lantai 11, Jalan Setiabudi no. 7, Jakarta Selatan.

4. | Toscana Italian Restaurant



foto:@toscanaresto

Restoran Italia di Jakarta yang tidak kalah keren dengan restoran lainnya ialah Toscana Italian Restaurant. Di restoran ini pengunjung bisa menikmati beragam menu khas Italia seperti pasta, pizza, sup Italia hingga minuman wine yang sangat terkenal di restoran ini.

Suasana restoran sangat cocok untuk makan malam romantis berdua dengan pasangan. Selain menu yang enak, harga di restoran ini juga terjangkau dan pelanggan bisa bayar makanan dengan PayLater Traveloka.

Untuk bisa merasakan menu lezat di restoran ini, kunjungi Toscana Italian Restaurant di Jalan Kemang Raya no. 120, Jakarta Selatan.

5. | Caffe Milano



foto:@caffemilanojkt

Restoran Italia terbaik di Jakarta lainnya adalah Caffe Milano. Caffe Milano menyediakan berbagai menu khas Italia seperti pizza, tortila, pasta dan kue khas yang dipadu dengan krim yang lembut. Dekorasi restoran juga sangat cocok untuk nongkrong bersama teman ditambah dengan jam buka hingga tengah malam.

Kalau kantong kamu sedang kering, kamu masih bisa bayar makanan dengan PayLater Traveloka tanpa perlu khawatir dengan harga makanan yang tersedia.

Dengan PayLater, kamu bisa menikmati berbagai menu khas Italia di restoran yang bekerja sama dengan Traveloka. Wisata kuliner kamu dijamin akan makin nyaman dan menarik pakai PayLater Traveloka.

Moga aja ada solusi dan promo dari https://www.traveloka.com/travelokapay/paylater ya! 😊 
Wednesday, December 19, 2018

Pengalaman Periksa ke RS.Hermina Tangkubanprahu Malang


Halo, apa kabar teman-teman? Semoga semuanya dalam keadaan sehat dan bahagia ya, aamiin. Hari ini saya pengen cerita sedikit nih tentang pengalaman saya periksa ke Rumah Sakit Hermina Tangkubanprahu Malang.

Nah, kira-kira apa nih yang teman-teman bayangkan saat saya kesana?

Hamil kah? Kok sampai periksa ke Rumah Sakit?

Jawabannya..... belum. belum rezeki.

Sebenarnya ini tuh periksa emang pengen tau isi apa nggak, tapi ya itu tadi, ternyata masih belum rezeki. Tulisan pengalaman ini pun sebenarnya terhitung latepost karena periksanya sudah terlewat beberapa bulan, dan sampai sekarang strip test masih satu garis alias negatif, jadi ya... masih nggak. 

*meringis sambil senyum*

Oke, langsung aja ya, saya ceritain satu-satu poin pengalaman saya pas kemarin kesana !

1. Pencarian Rumah Sakit.

Oke, jadi ini tuh sebenarnya dadakan! Hahaha.

Penyebabnya saya telat mens ditambah baru sadar kalau malah minum tablet plasebo, *tepok jidat*, apalagi mau capek-capek menjelang pulkam, jadi harus segera periksa supaya tahu beneran sudah jadi atau belum untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. 

Seperti biasa saya tuh mengandalkan google maps untuk cek dimana praktek dokter kandungan, secara, ini tuh mau periksa pagi hari, saya lihat di hasil pencarian kebanyakan dokternya praktek sore-sore. Yang paling deket ya RS.Hermina. Nggak dekat banget sih, tapi yang jelas pasti buka. Jadi kami pun meluncur kesana.

Nah, yang saya ingat nih RS. Hermina Tangkubanprahu ini, mereka memiliki Poli Klinik Minggu, yang katanya di daerah Malang cuma mereka membuka poli saat weekend, sehingga pasien yang datang bisa periksa langsung karena ada sejumlah dokter spesialis dan yang siap praktek. Dan kalau nggak salah ingat, waktu saya periksa kesana juga hari minggu. 

Aish, klop ya, pas perlu, pas ada, itu oke banget.

2. Pendaftaran.

Nah, saya tuh sama sekali buta soal sistemnya, yang mana ruangan prakteknya dokter spesialis kandungan juga saya nggak tahu. Jadi dari awal saya nanya... nanya... dan nanya terus. Haha.

Sehabis saya nanya di basement dengan salah seorang karyawannya, saya kemudian naik ke lantai tempat praktek dokter, terus nanya lagi dengan resepsionis, lanjut lagi di depan ruangan prakteknya saya bertanya dengan salah seorang suster yang kebetulan lewat.

Nanya-nanya sambil lihat petunjuk sih, tapi saya kebetulan nggak bawa kacamata, jadi burem deh, jadi lebih banyak nanya langsung. Hehe.

Pendaftaran diselesaikan di lantai 2 yang juga berdekatan dengan ruangan praktek dokter kandungan, saya diminta mengisi informasi basic aja sih semisal nama, umur, alamat, gitu-gitu.

Kesan saya, administrasinya tidak terlalu bertele-tele. Jadi begitu sudah daftar dan dapat nomor antrian, saya langsung duduk aja menunggu giliran.

3. Menunggu Dokter.

Kami datangnya emang kepagian...

Kalau nggak salah sekitar jam 8:30 pagi karena sebelumnya di rumah kami cuma sarapan sedikit dan langsung meluncur. Yah kira-kira menunggu sekitar 40 menit karena dokter spesialis kandungannya baru datang sekitar pukul 9 pagi. Kemudian kami menunggu antrian lagi karena saya urutan ke-3 berdasarkan kedatangan, tapi sepertinya dua pasien sebelum saya pemeriksaannya simpel saja, jadi relatif cepat sehingga saya nggak perlu menunggu lama. 

Alhamdulillah banget, Nuy udah lari kesana-kemari soalnya. Haha

4. Pemeriksaan 

Hari itu dokter spesialis kandungan yang menangani saya adalah dr. Hafsari, Sp.OG. Dokternya sepertinya sudah punya jam terbang tinggi nih, batin saya.

(Dan sepertinya memang iya) 

Yang bikin saya senang periksa dengan beliau, meski selama pemeriksaan saya berondong dengan pertanyaan, beliau tuh tetap ramah dan murah senyum. Bicaranya juga nggak mahal, saya jadi respect. Soalnya suka gemes dengan dokter yang hemat bicara padahal pengen tahu banyak soal hasil pemeriksaan. Huhu

Dari hasil pemeriksaan USG, beliau menanyakan kalau kantung kehamilan saya dalam keadaan baik-baik saja, dan masih belum ada isinya. 

Terus, dapet tips juga gimana supaya cepat isi... Hehe.

Kemarin saya catet sih penjelasannya, tapi lupa catatannya saya taruh dimana, nanti saya cariin deh buat sharing. Saya pengen sih mau nambah, tapi sepertinya memang harus ditunda dulu sampai Babanuy wisuda dan bisa mendampangi saya lagi dalam formasi keluarga yang lengkap, mengukur kemampuan itu penting kalau mau menambah tanggung jawab, Senada dengan kata-kata ibu dokter yang tadi memeriksa. ^^

5. Biaya

Nah, ini nih yang awalnya bikin keder.

Secara kan, denger nama RS. Hermina saya sudah membayangkan tarifnya juga pasti gede. Jangan-jangan uang saya nggak cukup lagi.

Meskipun katanya bisa pakai debit atau kredit, tapi saya orangnya suka transaksi itu prefer pakai cash aja supaya lega, Leganya itu lega karena saldo tabungan nggak kepotong dan juga karena saya nggak punya kartu kredit.

Jadi kemarin itu bayarnya:
πŸ’΅ Total biaya konsultasi plus USG tanpa cetak foto sekitar 190rb. 
Saya lupa kalau mau cetak foto nambah berapa. Tapi yah, harganya nggak bikin saya shock karena udah mikir bakal tekor habis-habisan
πŸ’΅ Parkirnya nol rupiah alias gratis. 
πŸ’΅ Biaya obat-obatan terpisah
Jadi, kalau misalnya mendapat resep dari dokter pas periksa, biayanya beda lagi ya dengan biaya pemeriksaan dokter. Kemarin saya dapat resep isinya satu macam obat, tapi berhubung stoknya sedang kosong jadi saya diberi pihak apotek copy resep untuk menebus obatnya di apotek luar saja.
Copy resepnya cepet sih, tapi saya lihat di antrian apotek ternyata dua pasien yang dapat giliran periksa sebelum saya (dan selesai periksa sebeum saya) ternyata masih menunggu, jadi sepertinya untuk pelayanan apotek memang relatif lebih lama ya, mungkin karena obatnya banyak atau ada racikan? Hehe. 

6. Other

Oh iya, info tambahan, katanya RS Hermina sekarang sudah menerima pasien BPJS, lho. Dan untuk call center juga bisa diakses secara daring melalui aplikasi yang bisa diunduh di playstore. Lumayan kekinian ya?

Apa tadi saya sudah bilang kalau dia ini bentuknya Rumah Sakit Umum? Jadi sekarang Hermina Tangkubanprahu ini bukan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) lagi teman, sehingga pelayanannya juga melebar, dan fasilitasnya juga semakin ditingkatkan.   

Tidak hanya dokter spesialis kandungan, Rumah Sakit Hermina Tangkubanprahu Malang juga memiliki dokter spesialis lainnya seperti dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis mata, dokter spesialis gigi, dokter spesialis jantung, dokter spesialis andrologi, dan masih banyak lagi. Kalau ingin periksa, bisa mencari info selengkapnya melalui webnya langsung ya! ^^

7. Kesan

So far, saya lumayan terkesan dengan pelayanan yang saya terima saat periksa disana. Lumayan ramah dan nggak bertele-tele. Tapi balik lagi sih, yang namanya standar kepuasan orang tuh beda-beda, jadi untuk fasilitas publik yang berorientasi pada pelayanan seperti rumah sakit memang beda orang biasanya beda kesannya. 

Semoga RS. Hermina Tangkubanprahu bisa meningkatkan pelayanannya lagi ya, dan karyawannya tetap ramah.

Sekian pengalaman saya periksa ke RS. Hermina Tangkubanprahu Malang, semoga bermanfaat ya!
Wednesday, December 12, 2018

[REVIEW] OVALE Micellar Cleansing Water, Pembersih Wajah Praktis Berbahan Dasar Air

Sebagai perempuan masa kini, kita pastinya tau dong kalau aktivitas bersihin wajah sebelum tidur itu wajib hukumnya. Supaya apa? Supaya kulit bersih, pori-pori nggak tersumbat kotoran, nggak jerawatan, dan nggak cepet tua pastinya.

Yep, perawatan paling dasar, cleansing.

Tapi nih, sebagai mamak-mamak masa kini, kadang langkah ini tuh berasa rempong sis! Jadi terkadang suka ke skip, atau kurang bersih. Dan kalau sudah begitu, siap-siap aja pagi hari sehabis bangun tidur ada yang tiba-tiba nongol di wajah :') 

Well, terimakasih untuk teknologi dan juga popularitas, sekarang ada produk pembersih yang lagi nge-hype, namanya Micellar Water!

Konon, julukannya adalah air ajaib, disebut begitu karena kemampuannya membersihkan wajah dan juga mengangkat kotoran dengan efektif. Aku sudah cukup lama penasaran dengan produk satu ini.


Pernah denger soal Micellar water?

Yah, pastinya pernah dong. Tapi jujur aja, untuk aku pribadi suka malas belinya karena harganya 100k+ cuma untuk seratus dua ratus mililiter air. 

Ah, entah kenapa berasa tiba-tiba medit pengen beli, kan lebih baik invest ke skincare daripada pembersih? 

Meski udah tau kalau skincare tanpa kulit yang dibersihkan dengan dedikasi itu hasilnya nggak maksimal, tapi tetep aja. Buat mamak sepertiku, pengeluaran buat Micellar water beratus-ratus ribu setiap bulan terdengar kurang affordable. 

Tapi... Sejak mengikuti event OVALE sabtu lalu, aku mendadak punya Micellar water dimeja riasku.

Kenapa kira-kira?



Mengenal Micellar Water, Pembersih Wajah Praktis Berbahan Dasar Air

Oke, jadi sebelumnya hari sabtu, tanggal 1 Desember 2018 lalu aku diundang ke acara OVALE 'Let's Go Micellar' yang diadakan di Best Western Kindai Hotel bersama dengan 11 blogger lainnya dari komunitas Female Blogger of Banjarmasin. Selain kami, turut diundang para selebgram dan juga pemenang giveaway yang diselenggarakan oleh OVALE bersama Toko Princess Banjarmasin.

Sesuai dengan dresscode soft pink-white, interior ruangan tempat event pun warnanya nge-pink! Jadinya  hari itu, antara ruangan dan yang berhadir matching banget. Sama-sama nge-pink!πŸ˜†

Acara dibuka oleh MC dengan ceria. Nah, ternyata, sesi pertama acara adalah isi tanki alias sesi lunch dulu, para undangan pun dipersilakan untuk makan. 

Setelah selesai, acara dilanjutkan kembali dengan kehadiran manager dari Kino, Ibu Yunna, beliau menjelaskan tentang pentingnya membersihkan wajah (yang dibeberapa bagian bikin aku angguk-angguk bersalah), sejarah ditemukannya Micellar water, dan seputar produk Micellar water dari OVALE tentunya.



Dari beliau, aku baru tau kalau Micellar Water ini tuh pertama kali ditemukan di Paris, Perancis, pada tahun 1900an, alias bukan produk inovasi terbaru ya seperti kesan pertamaku selama ini. Penyebab ditemukannya juga bukan untuk tujuan make-up remover normal seperti saat ini, namun karena faktor air yang saat itu kurang bersih. Dimana waktu itu cuci muka malah bisa bikin muka tambah kotor.

Pastinya hal itu Eww banget buat pusat fashion dan kecantikan seperti kota Paris. Jadilah, akhirnya ilmuwan akhirnya menemukan solusi Micellar water sebagai alternatif jika tidak tersedia air yang bersih buat bersih-bersih.

Hal itu kemudian diadopsi ke tren kehidupan masa kini yang serba cepat. Dimana nggak bersihin muka bukan karena nggak ada air, tapi karena faktor pengen praktis, kesibukan dan kelelahan juga kemalasan.

Jadi dengan satu step bisa bersihin semua-semua kosmetik yang nempel diwajah. ❤️

Terimakasih untuk teknologi micelles yang ada di dalam micellar water, pembersih ini dikatakan cocok untuk segala jenis kulit, bahkan yang sensitif sekalipun karena berbahan dasar air (Kulit siapa sih yang alergi air?) dan bisa digunakan setiap hari juga.

Buat para makhluk Millenials, hal gini tuh terdengar memuaskan banget nggak sih? πŸ€” 

Nggak ribet lagi gitu lho. Kalau make-up ringan aja tinggal usap-usap, bisa langsung dibawa tiduran.

Praktis. 



Nah, sesi selanjutnya adalah sesi Blind Make-up Challanges! S

Aaatnya Makeup-in teman dengan mata tertutup. Di sesi ini,  berpasangan sama Kak Dina, Beauty Blogger dari www.dinalangkar.com.

Jujur aja, waktu itu aku nggak khawatir gimana beliau dandanin aku dengan mata tertutup, yang aku khawatirkan, gimana dandanin beliau supaya nggak terlalu cemong.

Maklum, yang pake mata aja bikin eyeliner suka salah, ini apalagi yang mata ketutupan :')

Step ini kocak banget asli, dan hasilnya seperti yang diduga, beliau rapih banget dandanin aku. Sedangkan aku dandaninnya amburadul. (!)

Lipstick mampir dikit ke dagu, bedak ketumpuk di dahi, eyeshadow nggak membaur. Kalau kata Kak Dina, Make-up halloween πŸ˜‚

Tapi ternyata, separahnya kami, masih ada yang lebih parah lagi. Dan ternyata pemenangnya adalah yang Make-up nya paling nggak rapih. Hahaha. Nyesel deh kami sok mau rapi-rapi segala. Hahaha

"Diapain lagi nih gue..."

Next, kami pun diperbolehkan untuk membersihkan wajah. Alhamdulillah, akhirnya berkurang juga rasa bersalah setelah memporak-porandakan wajah kak Dina. Haha

Ngomong-ngomong, pake apa nih bersihinnya? 

Nah, pasti nya Pake OVALE micellar water dong! πŸ˜†

Kesan pertamaku waktu makai itu tuh, lumayan pangling. Ternyata daya angkat kotorannya mantap juga, nggak perlu ngusrek banyak-banyak udah bantu banget buat mengangkat Make-up. Padahal aku memakai riasan mata berupa eyeliner dan maskara yang cukup tebal.

Rasanya tuh cuma kayak sapu-sapu wajah pakai..... AIR. 

Rasanya ringan, nggak ada sensasi lengket atau berat sama sekali. Sensasi perih yang biasanya kutemukan di produk Make-up remover sama sekali nggak ada disini. 

Kak Mezzo itu yang ditengah ya ^^

Sudah bare face nih, terus ngapain?

Selanjutnya kami memasuki sesi Make up Class bersama kak @Mezzo_makeupartist yang cetar. Sambil belajar teknik make-up, kami mendapat hacks yang kece-kece soal micellar water ini, seperti:

1. Bisa sebagai pembersih brush.

Yup, kalau biasanya ngebersihin brush menggunakan sabun bayi plus air, terus bilas, bilas, bilas. Maka solusinya bisa menggunakan micellar water. Lebih ringkas dan cepat, kepake banget kalau misalnya kepepet atau pengen yang praktis.

2. Bisa sebagai cleanser baju dadakan.

Hmmm... pernah nggak pake pengen touch up pas lagi pakai baju putih atau pastel. Terus, nggak sengaja, baju kita kecoret sama eyeliner yang pengen dipake. Nah solusinya juga bisa menggunakan micellar water ini, tinggal tuang kapas terus usapkan ke atas noda tadi, jeng-jeng!

Insya Allah bisa ilang juga. πŸ˜„



3. Solusi pengen touch up dengan cepat dan ringkas.



Hmm... Hal begini sepertinya berguna banget kalau pengen sholat Dzuhur yes, bisa ngapus maskara waterproof dulu, atau sekalian buat touch up juga. Nggak pake ribet tapi tetap bersih maksimal. 

🌸 🌸 🌸 


Acara make-up pun selesai, tunai lah seluruh rangkaian acara hari itu.  Yeay! Alhamdulillah.

Kak Mezzo berpesan untuk jangan lupa membersihkan wajah sebelum dan sesudah make up agar kulit tetap sehat, karena wajah yang bersih adalah syarat utama untuk mendapatkan wajah yang sehat. 

Oke siap 86.



OVALE Micellar Cleansing Water


Nah, sekarang kita bahas produk yang jadi primadona acara ini ya, yakni OVALE Micellar Cleansing Water.

Jadi, OVALE Micellar Cleansing Water ini ada dua varian, yang satu kemasannya berwarna pink yang ditujukan untuk brightening/mencerahkan  dan yang satu lagi varian yang kemasannya berwarna hijau ditujukan untuk brightening for acne skin untuk kulit cenderung berjerawat. 

Dua-duanya bisa digunakan untuk membersihkan make-up mata, bibir, dan wajah. Keduanya juga mengklaim bisa mencerahkan kulit karena mengandung ekstrak bunga Magnolia. 

Perbedaan dari kedua produk ini ada di brightening for acne skin karena mengandung tambahan ekstrak teh hijau alias tea tree oil untuk merawat kulit yang berjerawat.

OVALE Micellar Cleansing Water ini juga udah teruji oleh para dermatologis dan hypoallergenic. Mereka juga klaim bahwa produknya alcohol-free dan fragrance-free. (Dan emang nggak ada di daftar komposisinya sih)


Kebetulan, aku dapet yang warna hijau (yang seri ada tambahan tea tree oil), tadinya sempet khawatir, apakah cocok atau nggak karena pada dasarnya kulitku udah duluan kering. Biasanya kan produk yang ditujukan kulit berjewarat itu bikin kulit kering?

Ternyata sejauh ini baik-baik aja, karena selain bersifat anti bacteria, tea tree oil juga bersifat calming

Malah sepertinya aku lebih suka seri yang hijau ini sih, Hehe.

Lebih praktis, tanpa fragrance dan alkohol, bisa bersihin yang waterproof, ada kandungan ekstrak bunga Magnolia sebagai Pencerah, terus.... jangan lupa satu hal penting, alasan kenapa micellar water ini bisa nongol diatas mejaku, karenaaaa.... harganya itu murah sist! Cukup 30 ribuan sudah dapat kemasan yang besar (sekitar 200ml).

Kalau kamu stay di area Banjarmasin, Toko Princess kayaknya lengkap banget tuh, bisa nyari disana aja ya! Sekalian-sekalian sama belanja bulanan ^^


Nah, sepertinya Micellar water dari OVALE ini bisa banget kamu pertimbangkan lagi buat beli, karena poin yang udah aku bold di atas. Terutama poin terakhir. lol #EmakEmakMinded. 

Serius sih, dengan harga segini performanya sudah lumayan bagus banget.

Terakhir, jangan lupa follow IG @ovalebeautyid dan juga like Fanpagenya @ovalebeauty. Banyak info menarik disana yang nggak rugi diikutin. 

Salam bersih-bersih wajah!

Custom Post Signature

Custom Post  Signature