Monday, August 12, 2019

Manajemen Waktu Untuk Ibu Rumah Tangga (++ Jadwal)

Tips mengatur waktu


[Cara Mengatur Waktu Untuk Ibu Rumah Tangga]  Banyak orang bilang, mengurus tetek bengek rumah tangga itu susah, nggak ada hari liburnya. Dulu sih saya masih rada-rada skeptis karena belum mengerti, tapi sekarang saat sudah mengalami sendiri, lha iya, beneran! 

Ibaratnya nih, kerjaan di rumah itu mirip main game flappy birds, harus terus dijalankan dengan sabar dan stabil, kalau nggak jadinya game over, kerjaan jadi numpuk dan ujung-ujungnya bikin stress.

Makanya saya ngerasa tersanjung banget saat ada temen yang nanya gimana cara saya mengatur waktu untuk bekerja dan juga mengurus rumah. Iya, dia nanya pertanyaan level dewa pada saya yang rumahnya kayak play ground inih. πŸ˜‚

Karena saya adalah teman yang baik dan bercita-cita menyampaikan kebaikan walaupun satu ayat, maka pertanyaan buat level expert itupun saya embat juga. Hahaha.

Nah, jadi jawaban versi saya yang saya tuangkan di postingan ini adalah jadwal impian saya dulu, untuk sekarang masih harus fleksibel karena menyesuaikan dengan sekolah anak dan jam bekerja.

Ya, di postingan saya yang ini dan ini saya jembrengin sekilas tentang saya yang sekarang struggle dengan jadwal baru saya sampai setidaknya empat bulan yang akan datan. Jadi, postingan ini sebenarnya juga notes saya pribadi, kali aja sewaktu-waktu saya mendadak mager parah. Terus saya baca ini, saya harus semangat! heheee

Oke, langsung ya!

JADWAL SEHARI-HARI IBU RUMAH TANGGA 

🌸 Pagi sesudah bangun tidur : 

✔️ Sholat subuh, ibadah lainnya jika sempat seperti zikir dan tilawah. 
✔️ Memasak sarapan (nasi putih hangat dan lauk sederhana, telur dadar atau rebus misalnya)
✔️ Membersihkan rumah (menyapu teras dan lainnya, jika didelegasikan lebih baik )

✔️ Mencuci baju kotor. Cemplungin sebentar dalam mesin cuci, direndam dalam larutan sabun. 
✔️ Sementara baju kotor direndam kita sambi dengan merebus air di ketel, selanjutnya menunggu air mendidih bisa disambi lagi dengan mandi pagi sekaligus memandikan anak, (Anyway, mandi bisa juga sebelum sholat subuh supaya nggak rusuh).

Cara mengatur waktu
Pagi-pagi harus semangat yaaa buibuk! HAHAHA

✔️ Selesai keluarga mandi dan berpakaian, saatnya ke dapur untuk membaca doa kemudian makan bersama-sama. 
✔️ Suami sudah berangkat, anak sudah beres (makan dan kenyang)
✔️ Selanjutnya sesuai dengan keperluan hari itu. Misalnya jika anak sudah mulai sekolah mengantarnya ke sekolah dulu, lanjut dengan aktivitas lainnya seperti melipat baju, menanam bunga, membersihkan rumah, bermain dengan anak, pergi ke pasar, leyeh-leyeh sambil nonton drakor dll. 


Little notes:
πŸ’‘ Maksimalkan waktu dengan membuat target sederhana misalnya jam 7:00 masakan sudah selesai dan siap untuk sarapan .
πŸ’‘  Usahakan untuk stick pada jadwal dahulu, no main smartphone di pagi hari karena pasti bikin ngaret (pengalaman sendiri πŸ˜‚πŸ˜‚)


🌸 Siang : pulang bekerja 

✔️ Sholat zhuhur (kalau belum) 
✔️ Take care of yourself. (Mandi, pakai make up remover
✔️ Memasak makan siang sederhana di rumah jika hari itu tidak beli di luar.

✔️ Makan siang bareng
✔️ Take a nap bareng anak. 
✔️ Bermain dengan anak juga jangan sampai ketinggalan. 

Little notes:
πŸ’‘ Makan dan tidur siang penting banget terutama untuk anak-anak. Kalau bisa nggak boleh di skip, kecuali puasa, ada undangan acara diluar atau kondisi khusus. Kenapa? pertama, tidur siang bagus untuk pertumbuhan anak dan kedua, termasuk sunnah.

🌸 Sore Hari  : 

Memandikan anak, apalagi kalau habis bangun tidur dia main keluar rumah. 
✔️ Menyiapkan baju yang akan dipakai besok (untuk diri sendiri, suami, dan anak). Kalau rajin dan waktu banyak bisa disetrika atau paling tidak disisihkan agar saat pagi tidak memikirkan akan pakai baju apa.
✔️ Menyiapkan materi pekerjaan dan Journaling
✔️ Sosialisasi dengan lingkungan, misalnya arisan atau ikutan kegiatan posyandu.


Ada waktu luang latihan wink gini buat bekal pacaran sama ayank beb suami πŸ˜‚

Malam : 

✔️ Family time! Fokus ke ibadah bareng dan minim menyentuh alat elektronik seperti smartphone.
✔️ Menidurkan anak-anak dengan dongeng.
✔️Me time dengan aktivitas lainnya seperti membaca buku yang bermanfaa atau blogging jatah waktu (sekitar 2 jam)

✔️ Bisa juga Melipat baju bersih yang sudah dicuci biasanya pas malam. Sambil dengerin lagu atau podcast.
✔️ Pakai skincare routine
✔️ Quality time sama suamik dong. Hohoho...
✔️   Sisanya Istirahat, jangan sampai terlalu sering begadang kecuali penting kepepet

little notes:
πŸ’‘ Bahan masakan bisa disiapkan dari malam hari agar di pagi hari tidak panik. πŸ’‘ Begitu juga dengan cemilan keluarga dan bekal makan sekolah anak.
πŸ’‘ Kalau kebetulan ada beberapa janji dan takut terlewat karena sibuk, sebelum tidur pasang alarm terlebih dahulu.

🌟 🌟 🌟 

Nah, kurang lebih seperti itu. Memang untuk jadwal baku hampir-hampir nggak ada. Beda sih ya antara masih single dan punya anak kecil yang banyak pariwara lewat. Hahaha

Yang pasti, meski jadi ibu rumah tangga tulen ternyata jadwal nggak boleh suka-suka aing. Kalau nggak jadinya ya gitu-gitu wae 😬 Memang harus ada target sendiri harus gimana supaya ada pencapaian pribadi setiap minggu atau bulan.

Karena entah memilih menjadi Ibu Rumah Tangga ataupun Working mom, keduanya memiliki tantangan sendiri-sendiri. Jadi, apapun yang kita jalani, jangan lupa untuk selalu produktif, ya! ❤️❤️
Saturday, August 10, 2019

Si Kocheng Oren dan Hari Kucing Internasional. #FBBKolaborasi


[FBB Kolaborasi] - Belakangan sedang marak istilah ‘kocheng oren barbar’ di linimasa sosial media. Awalnya saya pun roaming, apa sih maksudnya istilah barbar yang disematkan di depan si imut kucing ini. Kucing nyuri ikan di meja dapur kah maksudnya? πŸ€” 

Eh sehabis ditelusuri, ternyata istilah ini  muncul seiring adanya beberapa meme serta video kucing berbulu orange yang menurut netizen +62 terkesan garang dan nyeleneh dibandingkan dengan kucing pada umumnya. 

Terus, karena pelafalannya yang terkesan lucu dan juga meme tentangnya yang semakin banyak, istilah ‘kocheng oren barbar’ pun semakin meluas. 

Sekarang jika kita berselancar di sosial media seperti Facebook, twitter, Instagram, bahkan di youtube,  orang-orang yang menggunakan istilah 'kocheng barbar' pun mudah sekali ditemukan.




Apakah benar bahwa kucing dengan bulu berwarna oren lebih barbar?


Nah, kalau ini sih sepertinya relatif ya, saya sudah nyobain googling tentang riset korelasi antara warna dan sifat kucing. 

Tapi hasilnya nggak ada satupun penelitian yang menegaskan kebarbaran kocheng oren ini. Bahkan salah satu studi dari UC Berkeley menyatakan bahwa kucing orange sifatnya pemalas, ramah, santai dan penyayang.  

Kok malah bertolak belakang ya? πŸ˜‚

Padahal nih, si kucing  orange di rumah mertua galaknya minta ampun! 

Nggak cuma galak, tapi juga belagu, suka sombong sama majikan, picky eater, sering cuek bebek naik ke rumah pas badan basah kena lumpur habis gelud, suka ngambil ikan goreng di dapur. 

Lengkaplah pokoknya, persis seperti deskripsi netizen Indonesia tentang kocheng oren barbar. wkwkwk.

Oh iya, suami dan keluarganya pecinta kucing. Nama yang disematkan pada kucing yang sempat tinggal serumah pun lucu dan unik, Saya ceritakan sedikit ya:

🐈Miyay Miyupiyupay.





Meskipun namanya lucu dan mungkin mengingatkan kita pada permen Yupi atau juga Miyavi yang sudah menikah dan punya dua anak. (eh? Kok Miyavi?) 

Miyay ini seorang jantan berwarna putih yang photogenic.

Hobinya? Difoto.
Seperti diberikan jalan, waktu itu Suami baru beli kamera. Alhasil galeri suami dulu isinya gambar kocheng semua. Aku dilupakan karena seekor kucing

Terakhir Miyay hilang, diduga melarikan diri dengan istri barunya.

Freddy Numberry. 


Inspirasi nama ini katanya datang dari Freddy sang tokoh horror dari film Night on Elm street, nggak heran kelakuannya pun barbar abeees.

Kucing jantan berwarna abu-abu ini sering berpartisipasi dalam lomba gelud antar kucing untuk bisa memenangkan persaingan menjadi raja kucing di wilayahnya. Pulang dalam keadaan luka-luka sudah biasa banget, ujug-ujug suami yang jadi tabib kucing dadakan. 

Terakhir Freddy berkelahi dengan ular berbisa, dan Freddy pun pulang ke Yang Maha Kuasa. 

Istirahat yang tenang ya Freddy, namamu sudah kumasukkan dalam tulisan FBB Kolaborasi nih. 

(maaf ya, fotonya gak ketemu) 

Omen Sansolo


Omen mana? ya Omen yang di film trilogi itu. Kenapa jadi film horror semua tolong tanyakan pada suami dan keluarganya. Salahkan channel tv Thrill itu juga karena sepertinya inspirasi nama ini datang dari sana.

Ngomong-ngomong nih, Omen adalah kocheng oren. Masih hidup serta G A N A S. 

Kucing jantan hasil persilangan yang dipungut paman ini pas masih kecil matanya biru lho! Entah kenapa sekarang jadi sama dengan kucing biasa. Katanya bumer sih karena kebanyakan makan ikan asin. wkwk...

Kelakuannya ngegemesin Kalau ada maunya manja setengah mati. Perut kenyang, hati senang? Mlengos aja ni kucing pas dipanggil. Tapi tetep aja satu rumah sayang❤️


Next, sadar nggak sih kalau kocheng oren ini juga banyak muncul di serial TV atau pun film Hollywood. Misalnya: Garfield, kucing peliharaan Jon Arbuckle ini eksis berapa dekade sampai punya film sendiri, juga Puss in boots, kucing jagoan dengan kostum layaknya Zoro, lengkap dengan topi bulu dan pedang yang awalnya muncul di animasi Shrek lalu kemudian punya film sendiri juga. 

Si kocheng oren versi animasi = Puss in Boots

Garfield, kucing orange legendaris.


Yang terbaru, Kocheng Oren gelud juga featured di MV Rich Brian ‘Kids’. Go internasyenelll yak si kocheng oren. Sampai-sampai Bule pun banyak yang bingung dan bertanya-tanya tentang slang ‘kocheng oren’ ini apa loh. Hehe



Nah, anyway selamat hari kucing Internasional! Telat posting nih, maaf ya! Hihi

Tulisan kali ini aku ikutkan dalam FBB kolaborasi dengan tema “Hari Kucing”. Bye dan sampai jumpa di tulisan berikutnya ^^
Wednesday, July 24, 2019

Kesalahan Selama Merawat Kulit (Lesson Learned)


Ilmu merawat kulit yang benar semakin mudah didapatkan dewasa ini, saya sendiri setelah membaca disana-sini akhirnya menyadari kalau banyak banget kesalahan merawat kulit yang saya lakukan selama beberapa tahun terakhir ini. πŸ™

Pokoknya sampai level nggak heran deh, kalau sekarang kondisi dan tekstur kulit mengalami perubahan. Lha iya, saya sendiri kok yang salah.

Maka dari itu, ada beberapa pelajaran yang saya petik dari kasus saya sendiri. Semua sudah saya rangkum dan jabarkan dibawah ini, selamat membaca!


Kesalahan Selamat Merawat Kulit (Lesson Learned) 


1. Jarang Menggunakan Sunscreen


Saya tahu sih dari dulu kalau misalnya sinar matahari (UVA, UVB) itu nggak bagus untuk kulit. Apalagi kalau misalnya sampai terpanggang. Tapi ya nggak ngeuh, saya mikirnya toh saya kan kena matahari cuma pas perjalanan pulang pergi bekerja.

Buat apalah pakai sunscreen? Sayang duit lah, freshgrad kan gaji masih seiprit *jitak diri sendiri pakai botol sunscreen.+

Tapi sempet dong makai, sampai jualan share in jar juga dulu tuuuh. Hahaha *jiwa dagang anak farmasi* Tapi ya itu tadi, kapan inget. Satu tube tahan berapa bulan. Ya kira-kira sekitar setengah tahun? lama banget pokoknya. Ehe

Terus, sekarang saya panen deh buah perbuatan tadi, kalau lagi meraba kulit wajah, saya bisa merasakan perbedaan tekstur kulit di pipi antara samping telinga yang terhalang kerudung dan kulit pipi yang setiap hari terpapar sinar matahari. Wah, nyesel deh saya sekarang. Pokoknya, zaman now pakai sunscreen adalah skincare wajib.


2. Nyaris tidak pernah double cleansing.


Saya cuma cuci muka, itu pun kalau inget! 

Wah beneran deh, karena kondisi kulit saya SMP-SMA yang beneran effortless mulus, saya beneran bertahun-tahun jadi penganut mazhab cuci muka senen-kamis. Jerawat cuma datang pas period satu dua biji, komedo super jarang, pokoknya saya pas SMA dan awal-awal kerja banyak yang nanya pakai skincare apaan. Saya nggak punya rahasia apa-apa. Kulit saya emang bagus dari sononya.

Tapi setelah terpapar pil KB pasca nikah, masalah datang. Kulit saya rewel parah!

Saya akhirnya merasakan gimana di pagi hari di kulit muncul jerawat kalau malam nggak dibersihkan. Sekarang lagi nabung ngincer cleansing oil, investasi cuy.

3. Dont have the exact regime


Katanya urutan skincare yang bener itu bla-bla-bla, Nah saya taunya cuma krim malam doang (itu juga sama seperti perihal cuci muka, kalau ingat!) Nggak heran deh kalau misalnya wajah jadi kekurangan nutrisi. *elus kulit dengan tatapan sendu

Ini pelajaran juga, pakai regime tertentu supaya kulit tetap dapat apa yang dia perlu dari luar kulit dengan skincare yang tepat. Dari dalam dan dari luar supaya kulit tetap sehat dan terawat.

4. Jarang Eksfoliasi


Sesuai dengan tahapan regenerasi kulit per 28 hari, saya harusnya melakukan eksfoliasi secara berkala agar pori-pori di wajah saya jadi lebih bersih dan bebas dari tumpukan sel kulit mati. Tapi saya nggak rajin melakukan ini, sehingga pada akhirnya kulit tersumbat dan mengundang masalah lain. 

Terus saya boro-boro sadar? NGGAK.

Saya kira karena salah pakai produk. Makanya saya ngincer exfoliator baru nih dari Somethinc. Nabung juga sekalian nunggu scrub yang masih saya punya habis.

🌈🌈🌈

Nah, kira-kira itu dia Kesalahan Selamat Merawat Kulit dan juga pelajaran berharga yang saya dapatkan, Kamu jangan sampai mengulangi kesalahan saya juga, ya!

Love your skin. Love yourself. Tua itu pasti, merawat pemberian Tuhan itu wajib.

Selamat pakai skincare!

Thursday, July 18, 2019

[REVIEW] Dorama: Three Star Lunch


[Review Dorama Three Star Lunch] - Makan siang sekolah di Jepang adalah salah satu hal yang saya sukai dari sistem pendidikan disana. Karena itulah, saya memutuskan menonton dorama satu ini, soalnya tentang masak-masak di sekolah! Iya, penasaran nggak sih bagaimana proses mereka mengerjakan menu makan siang buat satu sekolah? πŸ€” 

Masak-masak biasa mungkin gak seru ya, tapi yang ini beda. Suer deh, saya sampai bikin review berarti saya beneran terkesan.  Ceritanya sama sekali nggak bikin bored. Sepanjang episode saya selalu diberi kejutan-kejutan kecil yang seru, dan saya nonton yang kedua kalinya di 2019 ini. (saya pertama kali nonton 2017 kalau nggak salah, pas masih Hot di Viu). 

Wow, saya jarang-jarang nonton sesuatu sampai dua kali! Haha. 

Terakhir saya nonton dorama dua kali adalah saat nonton dorama 5 to 9 yang saya review juga. 

Oke, cukup ya soal impresi saya. Langsung ke reviewnya!

Resensi dorama Three Star Lunch/Mitsuboshi No Kyushoku.




Resensi:


Mitsuko Hoshino (Yuki Amami) adalah seorang jenius memasak, passion dan egonya di dunia kuliner membuatnya sanggup melakukan apapun, mulai dari meninggalkan keluarganya hingga mengikuti tracking memasak yang keras di Perancis.

Berkat kerja keras dan bakatnya, dia pun lulus dan juga memenangkan banyak kontes memasak. di Jepang, dia bekerja di restoran Perancis terkenal “La Cuisine de La reine” in Ginza, Tokyo. 

Saking enaknya, tempat ini menjadi sangat ramai, bahkan  menerima penghargaan Three Stars Michellin.

Mitsuko Hoshino sebagai chef kepala pun menjadi sangat terkenal. Mitsuko merasa diatas angin. Meskipun jago masak, karakternya beneran ngeseliiin abis. Sudahlah alpha Female yang dominan, ditambah lagi dengan sifatnya yang songong dan super kepedean itu.

Episode pertama beneran kita akan diajak kesel berjamaah sama yang namanya Chef Mitsuko ini.

Suatu hari, Mitsuko kena batunya, Mitsuko bermasalah dengan pemilik restoran La Reine, Shogo Shinoda (Kotaro Koizumi). Buntut dari perselisihan tersebut adalah Mitsuko dipecat. Dan intrik dari orang-orang yang tidak menyukainya membuat gelar Mitsuko tercoreng hitam, Yap, sekarang Mitsuko terkenal dengan sebutan "Chef Keracunan" karena kasus kritikus masakan keracunan setelah memakan masakannya.


Akibat hal tersebut, Mitsuko menjadi sulit mencari pekerjaan baru. Padahal udah mulut besar dong tinggal memilih doang mau bekerja di restoran yang mana.

Disini saya gemes tapi kasian karena Mitsuko kena fitnah tapi tetap belagu. HAHAHA 


Akhirnya salah satu stasiun televisi mengundangnya untuk menjadi bintang di sebuah program TV yang membahas tentang makan siang sekolah. 

Dan, ini ternyata jua berkaitan dengan sesumbar Mitsuko yang mengatakan kalau penyebab makan siang banyak bersisa di sekolah adalah karena makanannya tidak enak.



BOOM! Bisa dibayangkan nggak gimana situasinya? Wah gila sih ini, seru banget! πŸ˜‚ πŸ˜‚ 

Di dapur sekolah yang jadi setting acara TV tadi, cuma ada satu orang yang bisa dibilang 'waras', yakni sang nutrisionis sekolah, Heisuke Araki (Kenichi Endo). Dan, pak Araki ini ternyata punya trauma dengan Perancis karena ternyata ditinggal bininya pergi belajar fashion kesana, sedangkan si Mitsuko ini kan track recordnya mirip sama si mantan istri. Jadi bibit-bibit ketidaksukaan sudah ada di awal.



Kru masak yang lainnya seperti Minoru Komatsu sang jago hotpot sumo, Masataka Hidaka si flamboyan, Shoichi Baba sang mantan bankir, Toshiko Inohara sang kalap belanja kehadirannya membuat sisi kocak drama ini semakin kental. πŸ˜†

Haruko Takayama, gadis muda karyawan dapur yang baru ini masih misterius. 

Siapa sebenarnya gadis ini? Kenapa dia memiliki tertarik namun sentimen dengan Mitsuko? 

Nah, nonton lah. Dikau kan terkedjoet. Diriku tak mau spoiler disini. #apeeeu



Kesimpulan 


Drama ini sangat bagus ditonton bersama keluarga disaat suntuk, semangat turun dan juga tidak nafsu makan karena bisa jadi hack untuk ketiga hal tersebut.

Banyak komedi segar, banyak kata nasehat, dan juga berlimpah menu masakan Perancis yang namanya kutaktau tapi kelihatannya lezat.

Laper dan baper lah nontonnya πŸ˜‹

Nah, itu aja, hayuk nonton!  Terutama ibu-ibu nih, bisa jadi inspirasi buat bekal makan siang si kecil. Kalau nggak ya ketawa hore aja.

Bye! 

Friday, July 12, 2019

5 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Membeli Buku Baru

[5 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Membeli Buku Baru]

[5 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Membeli Buku Baru] 

Kemarin, pas balik ke rumah Mama di Rantau, saya menemukan beberapa koleksi buku saya saat masih SMK, ada setumpuk komik dan juga beberapa teenlit yang tersusun rapi di atas meja ruang keluarga. Rupanya, Mama membongkar beberapa kotak kardus penyimpanan saya untuk disortir.

Melihat buku-buku itu, saya seperti diajak untuk nostalgia kembali dengan hal-hal yang dulu saya lakukan tiap kali membeli buku baru. Yang mana sekarang kayanya udah jarang banget saya praktekin karena jarang beli buku (saya orangnya lebih sering membaca online). 😁 

Lho, emang tiap beli buku baru ngapain aja? Nah, ini yang saya lakukan:

1.| Mengupas plastik pembungkus dengan penuh rasa bahagia. πŸ˜†


Entah itu bungkus kado atau bungkus buku, saya selalu membuka pembungkusnya dengan hati-hati. 

Padahal plastik pembungkus buku itu warnanya bening ya, jadi isinya apa juga sudah kelihatan, tapi entah kenapa sensasinya menurut saya tetep kayak membuka hadiah. Bikin seneng. Hehe... Adakah yang sama seperti saya? *nyari temen 😢

Nah, mungkin karena alasan itu, saya bisa gusar kalau ada yang membuka kado dan buku saya pakai acara robek-robek.
*lirik paksu penuh arti 😏*

Kalau kertas pembungkus kado yang saya buka dengan hati-hati tadi kondisinya masih layak pakai, biasanya saya simpan lagi buat kapan-kapan bungkus kado. Hemat beb, dan ramah lingkungan juga kan? HEHEHE. 😝

Plastik pembungkus buku? Dulu saya simpen juga, tapi karena nggak tahu mau digunakan untuk apa, jadi saya buang deh.

2. | Memindahkan Label Harga yang ada di plastik pembungkus.


Nah, yang ini biasanya saya lakukan sehabis beli buku di Gramedia. Inget kan label harga yang biasanya nempel di plastik pembungkus itu?

Setelah melakukan hal pertama diatas, saya juga hobi banget ngletekin label harga buku.

Weit, jangan salah, sulit lho ini! Kalau nggak hati-hati label harganya bisa robek. Setiap sudut label memberikan celah yang rawan robek. Saya sering banget robek, makanya kalau berhasil puas deh 😬

Label harga yang berhasil 'diselamatkan' seringkali saya pindahkan ke cover buku supaya ingat harganya.

3. | Mencantumkan Tanggal dan Tempat Beli Buku


Nah, ini sempet bolong, apalagi untuk komik, saya nggak tulis selama beberapa tahun. Tapi belakangan kalau beli buku saya kembali menuliskan tempat dan tanggal beli. Suami pernah saya suruh menulis, eh, ternyata malah dia yang lebih rajin menulis πŸ˜‚

4. | Memberikan Nama atau Cap Stempel


Nama ini bisa nama alias, bisa nama asli. Intinya sih nama. Kalau punya perpustakaan pribadi dikasih stempel supaya lebih eksklusif seperti buku-buku koleksi kakak saya.

Kalau saya pribadi sih nama doang hahaha... Tapi someday bisa deh, niruin kakak saya pas punya perpustakaan sendiri. Aamiin! πŸ˜„

5. | Membungkus dengan Plastik Agar Cover Buku Tidak Kotor


Poin ini dulu pas masih SD dan MTs nyaris selalu saya lakukan, apalagi buku pelajaran yang saya sukai, biasanya selalu saya bungkus. Sebenarnya di awal-awal perihal membungkus ini dipaksa sama Mama, eh, lama-lama malah jadi kebiasaan.

Tapi nggak lama, setelah meneruskan SMK ke Banjarmasin, buku pelajaran saya rata-rata sudah duluan hardcover atau covernya kokoh duluan dari sononya (misal Farmakope, ISO, OOP, buku terbitan Erlangga) jadinya saya malah jarang ngasih bungkus plastik.

πŸ“š πŸ“š πŸ“š 


Nah, itu dia hal-hal yang biasanya saya lakukan setelah saya membeli buku. Mungkin 5 hal itu juga harus kamu lakukan setiap membeli buku baru, selain menjadi identitas kepemilikan dan merawat fisik buku. 5-10 tahun yang akan datang, atau saat kamu sudah 'kembali', buku-bukumu tetap punya memori siapa yang dahulu membawanya pulang dari toko buku.

Apakah kamu bisa melakukan 5 Hal sederhana ini?