Wednesday, December 19, 2018

Pengalaman Periksa ke RS.Hermina Tangkubanprahu Malang


Halo, apa kabar teman-teman? Semoga semuanya dalam keadaan sehat dan bahagia ya, aamiin. Hari ini saya pengen cerita sedikit nih tentang pengalaman saya periksa ke Rumah Sakit Hermina Tangkubanprahu Malang.

Nah, kira-kira apa nih yang teman-teman bayangkan saat saya kesana?

Hamil kah? Kok sampai periksa ke Rumah Sakit?

Jawabannya..... belum. belum rezeki.

Sebenarnya ini tuh periksa emang pengen tau isi apa nggak, tapi ya itu tadi, ternyata masih belum rezeki. Tulisan pengalaman ini pun sebenarnya terhitung latepost karena periksanya sudah terlewat beberapa bulan, dan sampai sekarang strip test masih satu garis alias negatif, jadi ya... masih nggak. 

*meringis sambil senyum*

Oke, langsung aja ya, saya ceritain satu-satu poin pengalaman saya pas kemarin kesana !

1. Pencarian Rumah Sakit.

Oke, jadi ini tuh sebenarnya dadakan! Hahaha.

Penyebabnya saya telat mens ditambah baru sadar kalau malah minum tablet plasebo, *tepok jidat*, apalagi mau capek-capek menjelang pulkam, jadi harus segera periksa supaya tahu beneran sudah jadi atau belum untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. 

Seperti biasa saya tuh mengandalkan google maps untuk cek dimana praktek dokter kandungan, secara, ini tuh mau periksa pagi hari, saya lihat di hasil pencarian kebanyakan dokternya praktek sore-sore. Yang paling deket ya RS.Hermina. Nggak dekat banget sih, tapi yang jelas pasti buka. Jadi kami pun meluncur kesana.

Nah, yang saya ingat nih RS. Hermina Tangkubanprahu ini, mereka memiliki Poli Klinik Minggu, yang katanya di daerah Malang cuma mereka membuka poli saat weekend, sehingga pasien yang datang bisa periksa langsung karena ada sejumlah dokter spesialis dan yang siap praktek. Dan kalau nggak salah ingat, waktu saya periksa kesana juga hari minggu. 

Aish, klop ya, pas perlu, pas ada, itu oke banget.

2. Pendaftaran.

Nah, saya tuh sama sekali buta soal sistemnya, yang mana ruangan prakteknya dokter spesialis kandungan juga saya nggak tahu. Jadi dari awal saya nanya... nanya... dan nanya terus. Haha.

Sehabis saya nanya di basement dengan salah seorang karyawannya, saya kemudian naik ke lantai tempat praktek dokter, terus nanya lagi dengan resepsionis, lanjut lagi di depan ruangan prakteknya saya bertanya dengan salah seorang suster yang kebetulan lewat.

Nanya-nanya sambil lihat petunjuk sih, tapi saya kebetulan nggak bawa kacamata, jadi burem deh, jadi lebih banyak nanya langsung. Hehe.

Pendaftaran diselesaikan di lantai 2 yang juga berdekatan dengan ruangan praktek dokter kandungan, saya diminta mengisi informasi basic aja sih semisal nama, umur, alamat, gitu-gitu.

Kesan saya, administrasinya tidak terlalu bertele-tele. Jadi begitu sudah daftar dan dapat nomor antrian, saya langsung duduk aja menunggu giliran.

3. Menunggu Dokter.

Kami datangnya emang kepagian...

Kalau nggak salah sekitar jam 8:30 pagi karena sebelumnya di rumah kami cuma sarapan sedikit dan langsung meluncur. Yah kira-kira menunggu sekitar 40 menit karena dokter spesialis kandungannya baru datang sekitar pukul 9 pagi. Kemudian kami menunggu antrian lagi karena saya urutan ke-3 berdasarkan kedatangan, tapi sepertinya dua pasien sebelum saya pemeriksaannya simpel saja, jadi relatif cepat sehingga saya nggak perlu menunggu lama. 

Alhamdulillah banget, Nuy udah lari kesana-kemari soalnya. Haha

4. Pemeriksaan 

Hari itu dokter spesialis kandungan yang menangani saya adalah dr. Hafsari, Sp.OG. Dokternya sepertinya sudah punya jam terbang tinggi nih, batin saya.

(Dan sepertinya memang iya) 

Yang bikin saya senang periksa dengan beliau, meski selama pemeriksaan saya berondong dengan pertanyaan, beliau tuh tetap ramah dan murah senyum. Bicaranya juga nggak mahal, saya jadi respect. Soalnya suka gemes dengan dokter yang hemat bicara padahal pengen tahu banyak soal hasil pemeriksaan. Huhu

Dari hasil pemeriksaan USG, beliau menanyakan kalau kantung kehamilan saya dalam keadaan baik-baik saja, dan masih belum ada isinya. 

Terus, dapet tips juga gimana supaya cepat isi... Hehe.

Kemarin saya catet sih penjelasannya, tapi lupa catatannya saya taruh dimana, nanti saya cariin deh buat sharing. Saya pengen sih mau nambah, tapi sepertinya memang harus ditunda dulu sampai Babanuy wisuda dan bisa mendampangi saya lagi dalam formasi keluarga yang lengkap, mengukur kemampuan itu penting kalau mau menambah tanggung jawab, Senada dengan kata-kata ibu dokter yang tadi memeriksa. ^^

5. Biaya

Nah, ini nih yang awalnya bikin keder.

Secara kan, denger nama RS. Hermina saya sudah membayangkan tarifnya juga pasti gede. Jangan-jangan uang saya nggak cukup lagi.

Meskipun katanya bisa pakai debit atau kredit, tapi saya orangnya suka transaksi itu prefer pakai cash aja supaya lega, Leganya itu lega karena saldo tabungan nggak kepotong dan juga karena saya nggak punya kartu kredit.

Jadi kemarin itu bayarnya:
πŸ’΅ Total biaya konsultasi plus USG tanpa cetak foto sekitar 190rb. 
Saya lupa kalau mau cetak foto nambah berapa. Tapi yah, harganya nggak bikin saya shock karena udah mikir bakal tekor habis-habisan
πŸ’΅ Parkirnya nol rupiah alias gratis. 
πŸ’΅ Biaya obat-obatan terpisah
Jadi, kalau misalnya mendapat resep dari dokter pas periksa, biayanya beda lagi ya dengan biaya pemeriksaan dokter. Kemarin saya dapat resep isinya satu macam obat, tapi berhubung stoknya sedang kosong jadi saya diberi pihak apotek copy resep untuk menebus obatnya di apotek luar saja.
Copy resepnya cepet sih, tapi saya lihat di antrian apotek ternyata dua pasien yang dapat giliran periksa sebelum saya (dan selesai periksa sebeum saya) ternyata masih menunggu, jadi sepertinya untuk pelayanan apotek memang relatif lebih lama ya, mungkin karena obatnya banyak atau ada racikan? Hehe. 

6. Other

Oh iya, info tambahan, katanya RS Hermina sekarang sudah menerima pasien BPJS, lho. Dan untuk call center juga bisa diakses secara daring melalui aplikasi yang bisa diunduh di playstore. Lumayan kekinian ya?

Apa tadi saya sudah bilang kalau dia ini bentuknya Rumah Sakit Umum? Jadi sekarang Hermina Tangkubanprahu ini bukan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) lagi teman, sehingga pelayanannya juga melebar, dan fasilitasnya juga semakin ditingkatkan.   

Tidak hanya dokter spesialis kandungan, Rumah Sakit Hermina Tangkubanprahu Malang juga memiliki dokter spesialis lainnya seperti dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis mata, dokter spesialis gigi, dokter spesialis jantung, dokter spesialis andrologi, dan masih banyak lagi. Kalau ingin periksa, bisa mencari info selengkapnya melalui webnya langsung ya! ^^

7. Kesan

So far, saya lumayan terkesan dengan pelayanan yang saya terima saat periksa disana. Lumayan ramah dan nggak bertele-tele. Tapi balik lagi sih, yang namanya standar kepuasan orang tuh beda-beda, jadi untuk fasilitas publik yang berorientasi pada pelayanan seperti rumah sakit memang beda orang biasanya beda kesannya. 

Semoga RS. Hermina Tangkubanprahu bisa meningkatkan pelayanannya lagi ya, dan karyawannya tetap ramah.

Sekian pengalaman saya periksa ke RS. Hermina Tangkubanprahu Malang, semoga bermanfaat ya!
Wednesday, December 12, 2018

[REVIEW] OVALE Micellar Cleansing Water, Pembersih Wajah Praktis Berbahan Dasar Air

Sebagai perempuan masa kini, kita pastinya tau dong kalau aktivitas bersihin wajah sebelum tidur itu wajib hukumnya. Supaya apa? Supaya kulit bersih, pori-pori nggak tersumbat kotoran, nggak jerawatan, dan nggak cepet tua pastinya. Yep,perawatan paling dasar, cleansing.

Tapi, sebagai mamak-mamak masa kini, duh, rempong sis! Terkadang suka ke skip, atau kurang bersih. Dan kalau sudah begitu, siap-siap aja pagi hari sehabis bangun tidur ada yang tiba-tiba nongol di wajah :') 

Well, terimakasih untuk teknologi dan juga popularitas, sekarang ada produk pembersih yang lagi nge-hype, namanya Micellar Water. Konon, julukannya adalah air ajaib, disebut begitu karena kemampuannya membersihkan wajah dan juga mengangkat kotoran dengan efektif. Saya sudah cukup lama penasaran dengan produk satu ini.


Pernah denger soal Micellar water?

Yah, pastinya pernah dong. Tapi jujur aja, untukku pribadi suka malas belinya karena harganya 100k+ cuma untuk seratus dua ratus mililiter air. 

Ah, entah kenapa berasa tiba-tiba medit pengen beli, kan lebih baik invest ke skincare daripada pembersih? Meski udah tau kalau skincare tanpa kulit yang dibersihkan dengan dedikasi itu hasilnya nggak maksimal, tapi tetep aja. Buat mamak sepertiku, pengeluaran buat Micellar water beratus-ratus ribu setiap bulan terdengar kurang affordable. 

Tapi... Sejak mengikuti event OVALE sabtu lalu, aku mendadak punya Micellar water dimana riasku.

Kenapa kira-kira?



Mengenal Micellar Water, Pembersih Wajah Praktis Berbahan Dasar Air

Oke, jadi sebelumnya hari sabtu lalu aku diundang ke acara OVALE 'Let's Go Micellar' yang diadakan di Best Western Kindai Hotel bersama dengan 11 blogger lainnya dari komunitas Female Blogger of Banjarmasin. Selain kami, turut diundang para selebgram dan juga pemenang giveaway yang diselenggarakan oleh OVALE bersama Toko Princess Banjarmasin.

Sesuai dengan dresscode, interior ruangan tempat event pun warnanya nge-pink! Jadinya  hari itu, antara ruangan dan yang berhadir matching banget. 

Acara dibuka oleh MC dengan ceria. Nah, ternyata, sesi pertama acara adalah isi tanki alias sesi lunch dulu, para undangan pun dipersilakan untuk makan. Setelah selesai, acara dilanjutkan kembali dengan kehadiran manager dari Kino, Ibu Yunna, beliau menjelaskan tentang pentingnya membersihkan wajah (yang dibeberapa bagian bikin aku angguk-angguk bersalah), sejarah ditemukannya Micellar water, dan seputar produk Micellar water dari OVALE tentunya.



Dari beliau, aku baru tau kalau Micellar Water ini tuh pertama kali ditemukan di Paris, Perancis, pada tahun 1900an, alias bukan produk inovasi terbaru ya seperti kesan pertamaku selama ini. Penyebab ditemukannya juga bukan untuk tujuan make-up remover normal seperti saat ini, namun karena faktor air yang saat itu kurang bersih. Dimana waktu itu cuci muka malah bisa bikin muka tambah kotor.

Pastinya hal itu Eww banget buat pusat fashion dan kecantikan seperti kota Paris. Jadilah, akhirnya ilmuwan akhirnya menemukan solusi Micellar water sebagai alternatif jika tidak tersedia air yang bersih buat bersih-bersih.

Hal itu kemudian diadopsi ke tren kehidupan masa kini yang serba cepat. Dimana nggak bersihin muka bukan karena nggak ada air, tapi karena faktor pengen praktis, kesibukan dan kelelahan juga kemalasan (sepertiku).

Jadi dengan satu step bisa bersihin semua-semua kosmetik yang nempel diwajah. Terimakasih untuk teknologi micelles yang ada di dalam micellar water, pembersih ini dikatakan cocok untuk segala jenis kulit, bahkan yang sensitif sekalipun karena berbahan dasar air. (Kulit siapa sih yang alergi air?) dan bisa digunakan setiap hari juga.

Buat para makhluk Millenials, hal gini tuh terdengar memuaskan banget nggak sih? Nggak ribet lagi gitu lho. Kalau make-up ringan aja tinggal usap-usap, bisa langsung dibawa tiduran.



Nah, sesi selanjutnya adalah sesi Blind Make-up Challanges! Saatnya Makeup-in teman dengan mata tertutup. Di sesi ini, aku berpasangan sama Kak Dina, Beauty Blogger dari www.dinalangkar.com. Jujur aja, waktu itu aku nggak khawatir gimana beliau dandanin aku dengan mata tertutup, yang aku khawatirkan, gimana dandanin beliau supaya nggak terlalu cemong.

Maklum, yang pake mata aja bikin eyeliner suka salah, ini apalagi yang mata ketutupan :')

Step ini kocak banget asli, dan hasilnya seperti yang diduga, beliau rapih banget dandanin aku. Sedangkan aku dandaninnya amburadul. (!)

Lipstick mampir dikit ke dagu, bedak ketumpuk di dahi, eyeshadow nggak membaur.

Tapi ternyata, separahnya kami, masih ada yang lebih parah lagi. Dan ternyata pemenangnya adalah yang Make-up nya paling nggak rapih. Hahaha. Nyesel deh kami sok mau rapi-rapi segala. Hahaha

"Diapain lagi nih gue..."

Next, kami pun diperbolehkan untuk membersihkan wajah. Alhamdulillah, akhirnya berkurang juga rasa bersalah setelah memporak-porandakan wajah kak Dina. Haha

Ngomong-ngomong, pake apa nih bersihinnya? Ya pasti nya Pake OVALE micellar water dong!

Kesan pertamaku waktu makai itu tuh, lumayan pangling. Ternyata daya angkat kotorannya mantap juga, nggak perlu ngusrek banyak-banyak udah bantu banget buat mengangkat Make-up. Padahal aku memakai riasan mata berupa eyeliner dan maskara yang cukup tebal.

Rasanya tuh cuma kayak sapu-sapu wajah pakai..... AIR. Rasanya ringan, nggak ada sensasi lengket atau berat sama sekali.

Kak Mezzo itu yang ditengah ya ^^
Sudah bare face nih, terus ngapain?

Selanjutnya kami memasuki sesi Make up Class bersama kak @Mezzo_makeupartist yang cetar. Sambil belajar teknik make-up, kami mendapat hacks yang kece-kece soal micellar water ini, seperti:

1. Bisa sebagai pembersih brush.

Yup, kalau biasanya ngebersihin brush menggunakan sabun bayi plus air, terus bilas, bilas, bilas. Maka solusinya bisa menggunakan micellar water. Lebih ringkas dan cepat, kepake banget kalau misalnya kepepet atau pengen yang praktis.

2. Bisa sebagai cleanser baju dadakan.

Hmmm... pernah nggak pake pengen touch up pas lagi pakai baju putih atau pastel. Terus, nggak sengaja, baju kita kecoret sama eyeliner yang pengen dipake. Nah solusinya juga bisa menggunakan micellar water ini, tinggal tuang kapas terus usapkan ke atas noda tadi, jeng-jeng!

Insya Allah bisa ilang juga.

3. Solusi pengen touch up dengan cepat dan ringkas.

Hmm... Hal begini sepertinya berguna banget kalau pengen sholat Dzuhur yes, bisa ngapus maskara waterproof dulu, atau sekalian buat touch up juga. Nggak pake ribet tapi tetap bersih maksimal.

Acara make-up pun selesai, tunai lah seluruh rangkaian acara hari itu.  Yeay! Alhamdulillah.

Kak Mezzo berpesan untuk jangan lupa membersihkan wajah sebelum dan sesudah make up agar kulit tetap sehat, karena wajah yang bersih adalah syarat utama untuk mendapatkan wajah yang sehat.



OVALE Micellar Cleansing Water


Nah, langsung ke produknya yang jadi primadona acara ini ya, yakni OVALE Micellar Cleansing Water.

Jadi, OVALE Micellar Cleansing Water ini ada dua varian, yang satu kemasannya berwarna pink yang ditujukan untuk brightening/mencerahkan  dan yang satu lagi varian yang kemasannya berwarna hijau ditujukan untuk brightening for acne skin untuk kulit cenderung berjerawat .

Dua-duanya bisa digunakan untuk membersihkan make-up mata, bibir, dan wajah. Keduanya juga mengklaim bisa mencerahkan kulit karena mengandung ekstrak bunga Magnolia. Perbedaan dari kedua produk ini ada di brightening for acne skin karena mengandung tambahan ekstrak teh hijau alias tea tree oil untuk merawat kulit yang berjerawat.

OVALE Micellar Cleansing Water ini juga udah teruji oleh para dermatologis dan hypoallergenic. Mereka juga klaim bahwa produknya alcohol-free dan fragrance-free. (Dan emang nggak ada di daftar komposisinya sih)


Kebetulan, aku dapet yang warna hijau (yang seri ada tambahan tea tree oil), tadinya sempet khawatir, apakah cocok atau nggak karena pada dasarnya kulitku udah duluan kering. Biasanya kan produk yang ditujukan kulit berjewarat itu bikin kulit kering?

Ternyata sejauh ini baik-baik aja, karena selain bersifat anti bacteria, tea tree oil juga bersifat calming. Malah sepertinya aku lebih suka seri yang hijau ini sih, Hehe.

Lebih praktis, tanpa fragrance dan alkohol, bisa bersihin yang waterproof, ada kandungan ekstrak bunga Magnolia sebagai Pencerah, terus.... jangan lupa satu hal penting, alasan kenapa micellar water ini bisa nongol diatas mejaku, karenaaaa.... harganya itu murah sist! Cukup 30 ribuan sudah dapat kemasan yang besar (sekitar 200ml).

Kalau kamu stay di area Banjarmasin, Toko Princess kayaknya lengkap banget tuh, bisa nyari disana aja ya! Sekalian-sekalian sama belanja bulanan ^^


Nah, sepertinya Micellar water dari OVALE ini bisa banget kamu pertimbangkan lagi buat beli, karena poin yang udah aku bold di atas. Terutama poin terakhir. lol #EmakEmakMinded. Serius sih, dengan harga segini performanya sudah lumayan bagus banget.

Terakhir, jangan lupa follow IG @ovalebeautyid dan juga like Fanpagenya @ovalebeauty. Banyak info menarik disana yang nggak rugi diikutin. 

Salam bersih-bersih wajah!
Monday, December 10, 2018

[KALEIDOSKOP] Ada Apa di Blog Syunamom Sepanjang Tahun 2018? #FBBKolaborasi


Ada Apa di Blog Syunamom Sepanjang Tahun 2018? - Menghitung mundur menuju tahun 2019, nggak kerasa, udah dekat aja nih! Apa saja ya pencapaian yang sudah kita buat di tahun ini? 

Hmmm… pastinya banyak donk! Kalau menengok tulisan saya seputar Resolusi tahun 2018 (terutama poin ngeblog) kemarin rasanya otak harus diajak refreshing. Ada beberapa hal yang saya harapkan namun belum terwujud. Nggak, nggak sedih sih, masih ada waktu untuk memperbaiki, tapi rasanya gemes juga, saya ngapain aja sampai nggak bisa mencapai itu semua. Hhh…



Nah, kalau kita bahasin satu per satu resolusi saya kemarin kayanya bakalan panjang banget. Jadi, yuks bahas soal blog aja. Yep, soal blog yang kamu baca ini nih. www.syunamom.com ^^

Blog yang dilahirkan di Juli 2010 ini ternyata sudah menginjak usia 8 tahunan. Ibarat anak, sudah bisa masuk SD, kelas dua pula! Hahaha. Lama juga ya usianya, meski baru didaftarin TLD dua tahun belakangan, tapi kalau ditanya orang ngeblog mulai kapan, udah lama. *bangga* *bangga yang salah* 

Nyesel juga saya tuh baru aja kenalan sama yang namanya Abang Adsense, tau gitu sejak kapan hari saya lamar deh si dia. πŸ˜†

Nah, segitu aja intro kita, mari kita langsung masuk ke topic utama hari ini:

🐝 Kaleidoskop Blog Syunamom.com sepanjang Tahun 2018


Pertama-tama, mari kita kenali bersama, apa itu kaleidoskop?

Nah, kalau menengok Kamus Besar Bahasa Indonesia, maka yang disebut dengan Kaleidoskop adalah:

Alat optik yang bentuk luarnya seperti keker, dilengkapi dengan dua kaca persegi panjang yang dipasang pada lapisan dalam pada salah satu ujungnya sehingga dapat memperlihatkan pelbagai gambaran yang indah dan simetris dari kepingan barang berwarna yang diletakkan di antaranya apabila dilihat dari ujung yang lain;
Bentuk kaleidoskop

Oke, karena kaleidoskop yang kita maksud berbentuk tulisan, maka pastinya Kaleidoskop yang dimaksud, pengertiannya adalah yang ini:

Aneka peristiwa yang telah terjadi yang disajikan secara singkat;

Oke, sepakat ya, kita akan membahas dari awal secara singkat. Dari bulan… Januari? Oh, biar ya, bulan yang mana aja, kita loncat-loncat aja.

~ Saya sampai akhir tahun 2018 ini berada di Malang. Ngeblog di Malang, ketemu arek Malang yang Baik-baik.


Demi mendedikasikan diri sebagai istri sholehah 2018 versi Abah Nuy, maka saya pun ikutan pindah ke Malang 2017 lalu, ikutan ngintil si Bapak yang kuliah. Sampai resign kerja pula. Sampe dikomentarin “luar biasa” di fesbuk. Hahaha. Entah luar biasa dari sudut pandang bagaimana, tapi jujur, saya sih semacam bangga mampu resign. Jadi saya nangkapnya “Wow kamu luar biasa dedikasinya, sampai rela berhenti kerja”. Begitu.

*kibas jilbab*
*welcome to the ibu-ibu rumah tangga club*

Tapi ditanya apakah resign itu enak, jawabannya fifty-fifty. Saya seneng sih nggak keiket lagi sama peraturan ini-ono, nggak capek ngerjain ini-itu, nggak ketemu rekan kerja yang suka moody parah lagi. Tapi, saya kangen berat memberi PIO obat. 

Iya, entah kenapa ngobrol dengan pasien itu semacam terapi jiwa buat saya, jadi begitu hilang, pop! Kerasa banget kehilangannya. Ottokee banget lah jadinya, jadi pengen kuliah lagi ngambil apoteker, terus bikin apotek sendiri di depan rumah #OKESIP #MINTADUITSAMASULTAN

Suami kayaknya mengerti itu, jadi dia membelai saya lembut dan bilang “Kan di Malang banyak event blogger… Nanti ikutan ya?”❤️

Sungguh sebenarnya saya tuh seneng dengernya, tapi (lagi) saya nggak tau mau nitip Nuy sama siapa soalnya kalau event nggak etis bawa anak kan. Apalagi saya memang orang yang posesif, sama suami aja saya posesif, sama anak? woh, apalagi! Tapi masih kalah lah sama si Abah, dia kalau pengen nitipin anak tuh pembahasannya A-Z, jadi endingnya saya nggak bisa dan nggak jadi ikutan event blogging di Malang. πŸ˜πŸ‘Œ

Sekali jadi, udah daftar, di hari H ternyata Abah mendadak ada jadwal praktikum di kampus yang nggak bisa digeser-geser. grrrrrrrr😌

Tapi, dibalik itu semua, demi membuat hati saya senang, Abah jadi semakin sering ngajak dolanan, ngajak makan enak, ngajak nonton. hohoho. Batal saya manyunnya, batal! :πŸ˜†

Jadi, di Malang saya punya label baru:

TRAVELLING!

Yep, tulisan saya tentang travelling misalnya Weekend ke Coban Rais, Jalan-jalan di Batu Flower Park! Perjalanan yang super konyol karena kami kehujanan di jalan dan rempong buk, bawa anak naik sepeda motor, ditambah baterai hape lowbat dan kami nggak bisa buka google maps untuk menentukan arah. Akhirnya perjalanan ini lebih tepat disebut petualangan.😝


LIBURAN TIPIS-TIPIS KE COBAN RAIS, TERDAMPAR DI BATU FLOWER PARK


Nggak lupa, nginep dong karena pengen explore Batu, bayarnya cuma seratus lima puluh ribuan berkat dapat voucher. Omah Anin Guest house yang enak dan berlokasi strategis pun nggak luput harus saya review, kalau pengen jalan-jalan ke Batu penginapan ini enak sih menurut saya, apalagi yang punya anak, suasananya adem (Lha iya, Batu gitu!)


RASANYA MENGINAP DI OMAH ANIN GUEST HOUSE BATU MALANG


Terus, saya juga berkesempatan jalan-jalan ke Jakarta, memenuhi undangan ke Kantor Kementrian Sekretariat Negara, sekalian jalan-jalan, nginep (plus review hotel juga!) Hahaha. Bener-bener sekali kayuh jadi artikel semua karena anaknya ogah rugi.




REVIEW HOTEL AMARIS JUANDA JAKARTA


Dua artikel itu featured sama Mba Pita dari curhatde.com, beliau teman, partner, sekaligus guide saya selama di Jakarta karena beliau itu asli Jekardah, jadi pastinya lebih mengenali daerah itu, sementara saya mah ikutan di belakang aja kalau jalan-jalan. Soalnya takut diculik.
*diunfollow massal pembaca*

Nah,  kembali ke Malang.

Nggak luput dong dari jalan-jalan, saya juga punya banyak aktivitas yang rutin dilakukan, misalnya…. belanja bulanan. Belanja kebutuhan rumah tangga demi mengukuhkan diri sebagai ibu hemat pemburu diskonan, saya pun bersama suami nyobain belanja ke berbagai tempat di Malang, mulai dari yang dekat, sampai yang jauh.

Mbak Ivonie dari emaktjantik.com aja sampe bingung kenapa saya belanja jauh bener dari rumah. Hihi. Btw, rumah beliau sama kontrakan kami cuma beda satu blok, jadi saya seneng silaturrahmi ke tempat beliau, sekalian meet up blogger. ^^


TEMPAT BELANJA FAVORIT DI MALANG! (TERMURAH, TERBERSIH, SAMPAI TERLENGKAP) 


Saya juga seneng datang ke Car Free Day hari minggu di Ijen Boulevard. Abah Nuy olahraga, saya sama Nuy kerjaannya wisata kuliner. Sungguh sebuah simbiosis. Dia sehat, kami berdua kenyang. #PASUTRIGOALS #MENUJUGENDUTMAKSIMAL

Di CFD itu, kami ketemu sekumpulan dokter gigi yang sedang pemeriksaan, ternyata gigi saya ada lubangnya. Akhirnya kami memulai pencarian dokter gigi deh di Malang, saya juga menuliskan pengalaman saya di tulisan khusus.


REKOMENDASI DOKTER GIGI DI MALANG


Next, saya juga punya we time, itung-itung pacaran lagi sama Abah. Nggak usah dinner mahal, cukup nonton ke bioskop, atau nonton drama di laptop pas anak sudah bobok ditemani setumpuk cemilan untuk menabung energy (baca: lemak, gundukan di perut).

Film pertama yang saya tonton di bioskop sejak melahirkan adalah Jumanji, nontonnya bertiga bareng Nuy. Kalau ada yang nanya, loh, nggak nangis? Ya nggak soalnya ada triknya. hahaha. Cekidot aja langsung ;)

NONTON JUMANJI, FILM JENAKA YANG BERMAKNA


Film kedua yang saya tonton adalah Dilan, sayang nggak lancar nontonnya sampai habis karena Nuy ribut tiba-tiba lapar pengen makan dan saya lupa bawa kacamata. Nggak liat layarnya, euy T_T

Oh iya, selain nonton didi bioskop saya juga nonton drama Korea bareng Abah di rumah. Sayang duitnya toh, mending buat masak. Saya masih ingat nonton Go Back Couple dan mendadak pengen eksekusi cilok, dan gagal karena kekurangan terigu tapi kenyol hampir leleh karena kelebihan tapioca. HAHAHA. Pokoknya ya gatot lah secara visual.

Tapi Abah tetap makan, entah karena dia lapar, menghargai saya dapur yang belepotan terigu nekat eksekusi dengan membaca cuma 2 contoh resep di google, atau apa, tapi dia akhirnya bilang “enak”, dan saya senang! Terus kami nonton Go Back Couple semalaman, endingnya mewek-mewekan deh.



Wah, tunggu, kok tanpa sadar saya bahas Abah Nuy terus ya?

Monmaap  deh, soalnya sekarang saya balik lagi ke Kalimantan, sementara Abah masih berjuang disana mencari segunung ilmu dan sepotong title baru, dengan kata lain, ya kami LDM lagi sist. Jadinya ya suka baper begini. Niat pengen nulis kaleidoskop malah kebanyakan ngalor-ngidul.

Mohon maklum ya!

Tapi kaleidoskop tulisan saya di blog syunamom tahun ini memang colorful, nano-nano. Meski masih sering ngiri sama blog temen yang bisa update tiap hari dan jadi suka merasa butiran debu, apalah, apalah. (inferior mode: on), saya akan terus menulis disini. semoga semakin sering intensitasnya, semoga semakin banyak manfaat yang bisa ditebarkan, semoga menjadi sumber kebahagiaan buat saya.

Sekian, terimakasih sudah membaca….^^

Disclaimer:
"Tulisan ini diikut sertakan dalam Blog Collaboration Female Blogger Of Banjarmasin"


Thursday, November 29, 2018

Mau Beli Dispenser Murah di Online Shop? Ini Triknya



Mau Beli Dispenser Murah di Online Shop? Ini Triknya -  Satu dasawarsa yang lalu, masih banyak kita temukan ibu-ibu rumah tangga yang merebus atau memasak air untuk air minum. Tapi saat ini, waktu luang yang mereka miliki semakin sedikit sehingga ibu-ibu perlu memutar otak agar segala keperluan keluarga bisa terpenuhi tanpa perlu repot. Salah satu contohnya adalah kebutuhan air minum. Alih-alih merebus sendiri, banyak ibu rumah tangga saat ini yang lebih suka membeli minuman kemasan (galon) atau memilih isi ulang yang lebih terjangkau lalu ditempatkan di dispenser.

Banyak orang menganggap cara ini lebih hemat dan lebih efisien daripada harus memasak sendiri. Selain hemat waktu, banyak juga masyarakat yang percaya bahwa air kemasan cenderung lebih sehat untuk dikonsumsi dan mudah didapatkan.

Baca juga: Frugal Living Idea untuk Rumah Tangga 

Ngomong-ngomong soal air galon. Tentu kita juga membutuhkan dispenser  sebagai tempat untuk meletakkan galon tersebut agar airnya mudah diambil untuk dikonsumsi. Selain membeli langsung di toko konvensional, kita juga bisa beli tempat meletakkan galon ini di toko online yang harganya lebih terjangkau dan murah.

Tapi masalahnya, walaupun ditawarkan dengan harga murah, seringkali biaya kirim dispenser yang berukuran besar dan berat jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga produk itu sendiri. Nah, agar bisa tetap dapat harga murah ketika berbelanja di online shop. Kamu bisa mencoba beberapa tips dan trik berikut ini.

1. | Cari penjual yang tokonya berlokasi dekat dengan tempat tinggalmu.


Semakin dekat lokasi pelapak yang jual dispenser dengan tempat tinggal kita, maka akan semakin murah pula biaya kirimnya. Jadi, ketika ingin membeli barang-barang yang berukuran besar. Biasakan diri untuk mengecek lokasi penjual terlebih dahulu sebelum berbelanja, ya? Supaya nggak kaget dan merasa zonk pas nengok biaya ongkirnya 😁

Tipe dispenser begini, biasanya bobotnya besar. Ongkir harus dipertimbangkan lagi.
Sumber: bukalapak

2. | Cari situs e-commerce atau online shop yang sering ngasih subsidi ongkir atau free ongkir


Setahu saya nih, ada banyak toko online yang menawarkan subsidi ongkos kirim. Tapi biasanya, subsidi yang mereka berikan sangat terbatas. Ada yang hanya menawarkan ongkos kirim gratis seminggu dua kali dan ada juga yang menawarkan ongkos kirim gratis dengan menggunakan voucher.

Salah satu online shop yang kerap kali menawarkan ongkos kirim gratis dengan menggunakan voucher adalah Bukalapak. Untuk menemukan voucher free ongkirnya, kamu bisa langsung menuju ke halaman bukalapak.com/promo.

Udah pernah coba? 

3. | Gunakan fitur gratis biaya kirim


Jika kamu memutuskan untuk belanja menggunakan aplikasi Bukalapak, kamu bisa langsung memanfaatkan fitur gratis biaya kirim untuk menemukan berbagai pilihan dispenser atau perabotan elektronik Bukalapak yang free ongkir. Fitur tersebut bisa kamu temukan dengan memilih menu filter lalu pilih menu gratis ongkos kirim dan temukan lokasi tempat tinggalmu. Kemudian, sentuh tombol "Simpan" dan sentuh juga tombol "Aktifkan Filter."

Segera aplikasi akan menampilkan berbagai pilihan produk dengan merek dan jenis yang beragam serta yang biaya kirimnya gratis. Sangat mudah bukan? πŸ˜‰

Jika kamu menggunakan browser untuk berbelanja, misalnya melalui laptop, kamu bisa langsung menampilkan berbagai pilihan elektronik yang gratis ongkos kirim dengan memilih fitur 'Gratis Biaya Kirim'  di bagian sidebar sebelah kiri.

4. | Cari alternatif lain


Yang saya maksudkan dengan alternatif lain adalah, selain menggunakan dispenser sebenarnya kita pun bisa mengeluarkan air dari galon dengan cara yang tidak kalah praktis.

Misalnya dengan memanfaatkan pompa galon elektrik yang berukuran lebih kecil dan mudah dipasang. Tidak hanya model elektrik dengan kabel, tersedia juga pompa galon rechargeable (yang bisa diisi ulang baterainya apabila habis) berbentuk portable tanpa kabel.

No more angkat galon, buibu! 


Pilihan lain bisa dengan memanfaatkan pompa galon yang harganya lebih murah atau kamu juga bisa mencari alternatif alat untuk membersihkan air agar siap diminum seperti produksi Pure It. 😁

5. | Belanjalah pada saat ada promo dan diskon


Siapa sih yang nggak pengen dapat dispenser murah?

Jika berbelanja di toko online, waktu yang paling tepat untuk beli peralatan elektronik rumah tangga dan berbagai macam kebutuhan lainnya adalah pada penghujung tahun. Misalnya ketika Natal dan Tahun Baru.

Tapiiii...  selain saat Natal dan Tahun Baru, masih ada banyak momen-momen menarik dimana promo dan diskon besar sering ditawarkan. Di antara waktu tepat belanja online adalah: saat harbolnas setiap tanggal 12 Desember, Black Friday pada tanggal 23 November, kemudian tanggal-tanggal cantik yang dimulai dari tanggal 9 bulan 9, tanggal 10 bulan 10, dan seterusnya.

Minum air semakin mudah. 


✴️✴️✴️

Nah, gimana mom? Dengan 5 tips tadi pastinya jadi lebih siap dong kalau sewaktu-waktu pengen beli dispenser murah?   πŸ˜‰

Tuesday, November 20, 2018

CAT BKN, Terobosan Rekrutmen CPNS yang Diapresiasi World Bank

“Eh, kamu tau nggak, si fulan itu lulus tes CPNS tahun ini gara-gara nyogok lho!” bisik si A pada B 

“Hah, masa sih? kok bisa begitu? emangnya kamu tahu darimana?” si B terkejut. 

“Ya you know lah, sistem fulus dan dinasti. Tahu sendiri kan pamannya si fulan itu pejabat di kantor pusat. Nyempilin satu orang ya bisa-bisa aja asal ada fulusnya.” ujar si A sambil mencibir 

“Lagian kamu tahu sendiri kan kalau dia itu keluarganya kaya banget. Duh, pokoknya aku nggak percaya deh kalau dia itu lulus murni dengan background begitu, padahal saingannya bagus-bagus semua, coba deh pikirin, gak mungkin banget kan?” Lanjutnya lagi. 

“Ih, iya juga sih… Merinding deh, perekrutan di negeri kita ini ngeri banget ya, yang kayak begitu kok masih bisa-bisa aja. Terus itu nanti gimana ya kinerjanya? Padahal si C itu bagus banget lho kerjanya, sayang banget dicari 3 orang dia nomor 4. Padahal cuma beda beberapa poin.” 

“Iya, pokoknya menurut aku gini sih, perekrutan kita ini nggak 100% bersih. Kalau nggak ada orang dalam atau duit mending mikir-mikir lagi deh ikutan seleksi CPNS. Hasil seleksinya suka bikin sakit hati!” 

*** 

Merasa familiar dengan pembicaraan senada? 

Well, sepertinya dulu itu sudah jadi rahasia umum ya kalau ada oknum-oknum nakal yang suka ikut campur dalam perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN) sendiri sepertinya menyadari hal tersebut dan mulai mencari cara terbaik sekiranya hal itu bisa diredam. 

Dalam perjalanannya mencari solusi terbaik menanggulangi KKN, dipakailah sistem CAT atau Computer Assisted Test, yakni test yang menggunakan computer untuk menyeleksi SKD saat rekrutmen CPNS. Setidaknya sejak tahun 2014, sistem CAT pun mulai resmi digunakan untuk perekrutan CPNS di daerah-daerah. Sistem ini pun dianggap efektif sehingga digunakan kembali dalam perekrutan CPNS di tahun 2018 ini. 



Apa sih keunggulan CAT? 

Nah, hal yang paling oke dari sistem CAT adalah transparansinya. 

Yup, jadi, dengan sistem CAT kita nggak perlu lagi menunggu lama untuk mengetahui apakah kita lulus passing grade SKD atau tidak seperti dulu saat masih tes manual, karena sekarang hasil test kita akan otomatis terpampang nyata di layar komputer begitu kita submit jawaban. Selain itu, nilai kita juga akan muncul di monitor real time yang ada di luar ruangan test. Sehingga kemungkinan nilai dicurangi sesudah tes itu sepertinya benar-benar sudah nol persen. 

Hmm… Dengan demikian, zaman now seleksi CPNS nggak bisa main lobi-lobi lagi yah, Ferguso! 😁

Sistem perekrutan CPNS yang transparansinya patut diacungi jempol ini juga menuai apresiasi secara Internasional, dalam "Global Report: Public Sector Performance" yang dirilis World Bank pada Oktober 2018, Perekrutan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dinobatkan sebagai produk unggul Indonesia kategori Civil Service Management yang berhasil mereformasi kualitas sistem rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Indonesia. 

Hal ini pun diunggah oleh BKN pada akun instagram resminya pada 14 November lalu.  


Roaming bacanya? 

Nah, kalau diterjemahkan begini kira-kira artinya: 

Di Indonesia, badan Kepegawaian Negara (BKN) sukses memperkenalkan Computer-Assisted Test (CAT) untuk mengubah sistem rekrutmen sebelumnya dengan tahapan yang panjang dan rawan kecurangan. Sekarang pusat data jawaban dikontrol dengan sangat ketat, dan hasilnya bisa dilihat langsung di luar ruangan ujian. Sejak digunakan pertama kali pada 2013, CAT menjadi standar lebih dari 62 instansi dalam melakukan perekrutan pegawai baru.”

Edwin Ariadharma selaku perwakilan World Bank di Indonesia menyampaikan terpilihnya CAT BKN dalam kategori Civil Service Management karena keberhasilan CAT dalam menghadirkan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap proses rekrutmen CPNS yang berjalan secara transparan, adil, dan akuntabel. 

Menurut Edwin, sistem CAT berkontribusi terhadap penjaringan Sumber Daya Manusia (SDM) para CPNS di Indonesia, karena yang lulus tentu adalah individu terbaik yang memiliki kualitas kompetensi yang diharapkan negara, bukan sekedar lolos sebagai ‘titipan’ atau praktek tidak terpuji lainnya. 

Bersama putra-putri bangsa terbaik, diharapkan dampak positif pada kualitas kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) secara komprehensif di masa depan. 

Wah, keren ya, teman-teman! 


***

4 Hal Utama yang Dipenuhi CAT BKN Sebagai Produk Inovasi Sektor Publik 

Di dalam Global Report yang dirilis oleh World Bank, kita bisa melihat detail yang menegaskan 4 hal utama yang dipenuhi oleh CAT BKN sehingga terpilih, yakni; 

1.) Aspek political leadership. 

Aspek ini diawali dengan inisiasi oleh Kepala BKN pada tahun 2010 dalam pengawasan terhadap proses rekrutmen CPNS, sampai pada tahun 2014, Wakil Presiden menetapkan penggunaan CAT BKN dalam sistem rekrutmen CPNS diberlakukan bagi seluruh Instansi Pemerintah Pusat; 

2.) Aspek Teknologi. 

BKN memanfaatan dan mengembangkan teknologi secara mandiri dengan tujuan mereformasi sistem rekrutmen dan melakukan kolaborasi dengan instansi pemerintah terkait (terutama di bidang teknologi dan cyber security); 

3.) Aspek Transparansi. 

Seperti yang tadi kita bahas, pada rekrutmen CPNS dengan CAT maka hasilnya transparan dan akuntabel karena skor peserta yang mengikuti seleksi dapat dipantau secara langsung melalui monitor real time, hasilnya langsung keluar; 

4.) Aspek Kapasitas Institusi, 

BKN secara konsisten memastikan kesiapan sistem CAT baik dari sisi infrastruktur dan skema mekanisme tes sebelum dipastikan akan dilaksanakan dalam proses rekrutmen CPNS secara nasional. 



Nah, dengan 4 hal diatas kita harus bangga dong ya, karena seleksi CPNS zaman now di Indonesia terbukti menjadi lebih berkualitas berkat sistem CAT yang ketat dan anti nepotisme lagi. ^^ 

Saya pribadi mengapresiasi positif langkah yang telah dilakukan oleh BKN dan juga instansi terkait yang telah mensukseskan seleksi CPNS 2018. Terobosan CAT sesuai dengan era industri 4.0 yang didominasi peran mesin dan otomatisasi. 

Akhirul kalam, kepada yang sudah lulus SKD sistem CAT, Selamat! Tinggal selangkah lagi melewati seleksi Tes Kemampuan Bidang (TKB) maka Insya Allah sudah resmi menuju pemberkasan dan bebas memasang tagar #2019JadiASN. 

Semoga insan-insan terbaik bangsa yang terpilih sebagai ASN siap untuk membaktikan diri sebaik mungkin. 

Maju terus, Indonesiaku! 

Wednesday, October 17, 2018

Tetap Bugar Meski Super Sibuk


Bapak-bapak mahasiswa? Wah, suami saya banget tuh! 😁

Eits. Iya, kalian nggak salah baca. Kalau selama ini biasanya kalian menemui mahasiswa itu identik dengan anak muda (atau para pemuda bujangan), maka kalian harus tahu, bahwa di antara para anak muda itu sesungguhnya juga ada bapak-bapak kuliah. Saya sebut bapak-bapak dan bukan suami-suami disini karena mereka sudah punya ‘buntut’ ya. hehe. 

Jadi ceritanya, demi mengiringi perkembangan zaman dan tuntutan profesi, Abah memang harus kembali ke bangku kuliah untuk upgrade ilmu,  bahkan menyeberang pulau ke kota Malang.

Sebagai istri, rasanya saya turut senang dan bangga. Meskipun sudah jadi bapak, Abah tetap bersedia dan mau untuk menyandang kembali status mahasiswa. Ikhlas untuk pergi ke kampus senin sampai jum’at, mengerjakan setumpuk tugas kuliah yang sudah lama tidak ditemui, say hello kembali dengan hafalan dan praktikum, termasuk juga begadang demi mengetik skripsi yang baru di revisi dosen pembimbing. πŸ˜‚

Terkadang saya merasa cemas melihat aktivitas Abah yang begitu padat. Selain karena faktor usia, gaya hidup perkotaan terkadang mengkhawatirkan. Segala sesuatu berputar serba cepat, godaan fast food sulit ditolak, belum lagi dengan tempat Abah mengambil data skripsi berupa tempat pelayanan medis. Plus, saya sekarang sedang kembali ke Kalimantan, jadi sementara waktu tidak bisa memonitor kesehatan Abah disana. 😒

Padahal saya tahu banget, jatuh sakit di tanah rantau itu super nggak enak. Jauh dari anak-istri, nggak ada yang ngurusin, harus bisa mandiri. 

Ah, fix, menulis ginian bikin saya jadi tambah kepikiran. πŸ˜”

Biasanya selalu satu paket tiga orang kemana-mana. 

Menjaga Kesehatan di Tengah Aktivitas Padat.


Bawel masalah ini nggak apa-apa ya? Habis, masalah kesehatan ini memang krusial sih. Karena itu, saya dan Abah punya beberapa cara yang berusaha kami patuhi agar tetap sehat mesipun di tengah aktivitas yang sibuk, misalnya: 

1. Makan teratur dengan asupan buah dan sayur yang cukup. 

Selain dua hal itu, juga porsi yang cukup. Kami berusaha mengurangi gorengan dan memperbanyak sayur atau lauk yang direbus, makanya Tom Yam jadi merupakan menu favorit kami berdua belakangan. Rasanya segar, kaya rempah dan nutrisi ikan laut. πŸ˜†

2. Minum air putih minimal 7 gelas sehari. 

Air ini juga bisa dikonversi menjadi sebanyak tiga liter. Gunanya untuk menjaga tubuh tetap fresh dan nggak dehidrasi. Meskipun Malang sejuk, hal ini jangan sampai terlupakan ya!  (ngomong sama Abah). 😁


 

3. Tetap aktif berolahraga.  

Yups! Jangan lupa untuk tetap olahraga. Lari di tempat atau yoga bisa menjadi alternatif jika tidak memiliki ekstra waktu untuk melakukan olahraga outdoor.

Kami biasanya berolahraga bersama setiap minggu pagi, ke Car Free Day sekitaran Ijen Boulevard. Sesudah melahirkan saya memang tidak memiliki kekuatan fisik seperti dulu lagi, sih. Tapi kalau berjalan kaki masih bisa. πŸ˜‰

Tracking Abah

4. Meminum suplemen atau herbal alami. 


Nah, di bagian herbal. Favorit kami adalah jenis jamu-jamuan. Misalnya rebusan herba jahe atau herba temulawak. Yang paling berkesan sejauh ini pastinya Temulawak sih, soalnya ada kenangan tersendiri buat kami (ehe❤️). 

Tapi Jahe? Hmmm... 

Seputar Khasiat Jahe


Bahan aktif penting yang terkandung di dalam Jahe adalah zingerone, shogaul,  paradol dan gingerol yang sifatnya antioksidan dan bisa memerangi radikal bebas sehingga bermanfaat mencegah penuaan dini, juga anti peradangan, antirematik, dan anti bakteri. Jahe juga membantu untuk menghangatkan tubuh baik pada anak-anak maupun orang dewasa dengan dosis yang sesuai.

Selain itu Jahe membantu detoksifikasi (mengeluarkan racun dari dalam tubuh) serta membantu kerja liver, empedu,  serta kerja saluran cerna.

Intinya, banyak banget manfaatnya si jahe ini. ❤️πŸ‘Œ

HERBADRINK SARI  JAHE. CARA PRAKTIS MENGHADIRKAN REBUSAN JAHE  BERKHASIAT DI RUMAH.



Belakangan Abah lagi pusing. Katanya, dia lagi banyak tugas kuliah, belum lagi skripsi yang harus terus dikerjakan. Begadang pun menjadi sebuah rutinitas. Kata saya sih nggak apa, kan kata pak haji, begadang boleh saja, asal ada gunanya.  🎢
Padahal alasaa sebenarnya ya mau gimana lagi πŸ˜‚

Namun tak ayal, Abah mulai merasa tidak enak badan. Katanya tenggorokan rasanya gatal, Abah juga sering batuk-batuk kecil saat saya telpon. Wah,  kasihan saya jadinya. Pengen puk-puk tapi jauh. Huhu

"Bah, cobain minum rebusan jahe aja deh. Nanti beli ke pasar. Lumayan supaya enak tenggorokannya." saran saya sok perhatian pada suatu sesi telpon. 

"Hmm... Besok sibuk, ma. Jam segini-segini kesini. Jam segini-segini kesana. Nggak sempet bikinnya" jawab Abah di seberang sana. 

Ah, iya. Mana sempat dia bikin, pikir saya lagi. 

"Oh iya, cobain minum Herbadrink aja deh bah. Ada yang variannya Sari Jahe, kayaknya ada kok di minimarket depan kompleks, atau supermarket deket kampus itu." Tukas saya lagi. 

"Ah, boleh deh nanti aku kesana nyari, mumpung ada yang mau di beli juga."

Wah, sip pokoke. Beruntung sekali sekarang sudah ada Herbadrink Sari Jahe yang bisa dibuat cukup dengan menyeduh saja. Menyeduhnya pun bisa menggunakan air panas maupun dingin sesuai dengan kebutuhan. Saya dan suami sih penggemar minuman hangat, jadi jahe hangat itu purrrfek banget buat jadi teman bercengkrama di depan layar. πŸ˜†

Beberapa saat, Abah kemudian nelpon lagi. Katanya udah ketemu, plus udah diseduh dan diminum juga. Tenggorokannya katanya jadi lebih enakan, Alhamdulillah. πŸ‘Œ  



Gaya hidup sehat, salah satunya caranya adalah dengan mengganti minuman soft drink menjadi minuman herbal. πŸ˜‰

Selain gampang diseduh, Herbadrink juga gampang ditemukan. Produk Herbadrink bisa kita tebus di minimarket terdekat seperti Indomaret dan Alfamaret, juga supermarket seperti Hypermart atau Giant.



Variannya pun tidak melulu Sari Jahe saja, tapi juga Sari Temulawak, Kunyit Asam, lidah buaya, Beras Kencur, Kopi Ginseng, Wedang Uwuh, dan Chrysantemum. Banyak yaaa, minuman sehat semuanya pula. Tinggal pilih saja sesuai selera dan juga khasiat yang ingin diperoleh. Cocok nih buat dikoleksi. Ada pilihan sugar free juga supaya makin sehat. ❤️

Jadi, meski gaya hidup mulai menuntut ekstra, kita tetap bisa sehat paripurna. Tetap bugar meski aktivitas super sibuk! Are you ready?  πŸ˜‰

Sunday, October 14, 2018

Bolehkah Ibu Hamil Olahraga?


Kehamilan adalah suatu momen yang dinanti-nanti oleh pasangan suami istri yang telah menjadi pasangan halal, terlebih-lebih bagi para pengantin baru yang belum memiliki buah hati. 

Bukan sesuatu yang aneh dan langka jika kita menemukan banyak pasutri yang mencoba ikhtiar dengan berbagai usaha dan program kehamilan agar segera dikaruniai momongan. 

Namun, setelah positif hamil, ada banyak wanita yang bingung dengan apa yang harus dilakukan dikala kehamilan yang pertama kalinya. Bahkan terkadang juga cenderung salah dalam memutuskan pilihan karena sedikitnya informasi dan belum adanya pengalaman. 


Salah satu contohnya adalah enggan berolahraga dan lebih memilih banyak beristirahat di rumah. Hal tersebut acap kali dilakukan karena sering mendengar mitos dari lingkungan sekitar, jika berolahraga ataupun melakukan aktivitas terlalu banyak bisa membahayakan bagi bayi yang dikandungnya. 

Sebenarnya, anggapan semacam itu tidak sepenuhnya benar dan juga tidak bisa ditelan mentah-mentah sama rata semua Ibu hamil. Memang ada beberapa perempuan yang saat hamil kondisi fisiknya menurun drastis sehingga memerlukan istirahat yang lebih banyak. Tapi jangan serta merta mengira kalau lagi hamil itu tidak bisa melakukan aktivitas apapun, ya. :) 

Nah, agar lebih jelas, kita simak fakta-fakta tentang kehamilan di bawah ini yuk!

1. Jangan Hanya Diam Sepanjang Hari

Hal pertama tentang aktivitas selama hamil adalah jangan pernah berdiam diri saja di rumah atau bermalas-malasan di atas kasur sepanjang hari. 

Memang benar, saat sedang hamil, seorang wanita biasanya akan menjadi lebih lemas dan mengalami ketidakstabilan emosi sehingga membuatnya menjadi ingin istirahat terus. 

Namun perlu diketahui bahwa ada banyak pakar yang menganjurkan para Ibu hamil untuk tetap aktif bergerak, walau hanya berjalan kaki atau membereskan rumah.

2. Perhatikan Jenis Olahraga yang Dipilih Selama Masa Kehamilan. 

Olahraga memang dinyatakan  boleh dan cukup dianjurkan untuk setiap wanita hamil. Namun alangkah bijak jika kita tetap memperhatikan apa jenis olahraga yang akan dipilih. ^_^

Pastikan untuk memilih olahraga yang ringan-ringan saja, jangan memilih aktivitas yang terlalu berat atau membuat tubuh sangat lelah sebagai opsi.



Contoh jenis olahraga ringan yang bisa dilakukan saat hamil misalnya berjalan kaki, senam, dan gerakan peregangan lainnya yang tidak memerlukan banyak tenaga. Untuk berjalan kaki biasanya sangat dianjurkan di pagi hari memasuki  trimester ketiga.  πŸ˜‰


3. Gunakan Pakaian yang Sesuai dan Nyaman. 

Beraktivitas dengan perut yang membesar tentunya membuat  ruang gerak para Ibu menjadi terbatas, karenanya pakaian olahraga yang sesuai dan juga  nyaman menjadi sebuah kebutuhan agar tidak terjadi tekanan pada perut atau mempersulit gerak. 

4. Perbaiki Nutrisi Setelah Selesai Berolahraga. 

Aktivitas olahraga yang membakar energi biasanya akan membuat kita menjadi berkeringat, sehingga pastinya cairan di dalam tubuh akan banyak berkurang.

Hal ini mungkin efeknya biasa saja bagi kebanyakan orang dalam kondisi normal, namun berbeda kondisinya untuk wanita hamil yang istimewa.

Ilustrasi 

So, setelah selesai melakukan olahraga, jangan lupa untuk segera memperbaiki nutrisi dengan perbanyak minum air putih dan juga konsumsi makanan bergizi untuk mengganti cairan dan energi yang telah hilang.

5. Jangan Lupa Perhatikan Usia Kandungan

Nah, selanjutnya jangan lupa pula untuk memperhatikan usia kandungan agar bisa menentukan apa olahraga yang paling sesuai dengan kita. 

Olahraga dianjurkan bagi kehamilan di trimester pertama. Dengan bertambahnya usia kandungan, maka intensitasnya semakin dikurangi pula. 

Ketika berat tubuh kita semakin berat karena berat badan dan janin semakin naik, don't push yourself too hard. Cukup lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki 


6. Yoga Sebagai Alternatif Utama.  

Dari sekian banyak olahraga yang bisa dilakukan di masa kehamilan, ternyata ada satu jenis olahraga yang diklaim menjadi pilihan terbaik, yaitu yoga.



Yoga tidak hanya bisa membuat fisik menjadi lebih bugar, namun juga bisa menstabilkan emosi, lho! Hal ini pastinya akan sangat bermanfaat, apalagi mengingat wanita hamil sering mengalami gangguan emosional karena perubahan hormonal. Dampak baik  yang dihasilkan juga konon akan berpengaruh pada perkembangan bayi yang dikandung.


Nah, itulah 6 fakta seputar olahraga bagi wanita yang sedang hamil. 

Semoga bermanfaat dan tetap fit selama hamil dengan olahraga ya ❤️ 

Custom Post Signature

Custom Post  Signature