Saturday, May 19, 2018

Tempat Belanja Favorit di Malang


Siapa Ibu-ibu yang senang bisa belanja dengan harga murah? Hayuk ngacung!

Well, kayaknya sih hampir semua Ibu-ibu sih ya suka produk murah, apalagi kalau kualitasnya bagus. Murah dan bagus, kombo banget sih nggak ada yang bisa menolak. Iya nggak? πŸ˜†

Nah, buat para Ibu-ibu (terutama tipe yang segalanya itu budget-oriented kayak saya), biasanya memang akan berbelanja dengan beberapa faktor mendasar, salah satunya ya tentu hal tadi, faktor harga. :p

Oke, masalah harga dan selisihnya ini kita ambil contoh ya:

Misal, kita pengen beli suatu barang dan ada dua toko tempat kita berlangganan yang menjual produk tersebut. Nettonya sama, kemasannya sama, tanggal expired juga sama. Tapi antara toko A sama B harganya selisih sekitar 2000 rupiah . 

Kalau disuruh memilih, kira-kira bakalan beli di toko yang mana?

Hmmmm, pastinya yang lebih murah kan? πŸ˜‰

Iya? *kalungkan bunga rempelan struk belanja*

Nah, faktor selisih harga itulah membuat saya rajin memantau harga antar toko sebelum memutuskan membeli suatu barang. Nggak semuanya saya bandingin sih, yang dirasa bakalan sering di purchase aja. Karena kadang nggak kerasa selisih yang kecil-kecil itu kalau dikalikan dengan jumlah belanjaan kita nominalnya lumayan juga.

Suami pas masih newly wed  dulu bahkan bilang gini: "Yank.... kamu orangnya pilih-pilih ya". 

Saya senyumin aja. Bukan jaim nggak ada jawaban, tapi saya memahami keadaan. Dia ngomong gitu sehabis saya ajakin thawaf di sale matahari dan juga ke pasar tradisional nyari macem-macem. Saya tau dia capek dan shock ternyata istrinya punya tenaga super dede. πŸ’πŸ˜‚

Namun meski suka pilih-pilih saya ini tipe setia looh. Ehem.

(Bukan Setiap Tikungan Ada ya πŸ˜‚).

Nggak cuma sama pasangan, tapi juga sama tempat belanja. Kalau saya udah merasa ‘klik’ sama satu toko, saya bakalan balik kesana terus tiap bulan untuk langganan. Saat masih di Kalimantan, saya punya list toko tempat saya berlangganan. Saban bulan muka saya pasti absen disana buat belanja. (Dulu belanja bulanan, belum mingguan)

Nah, masalahnya muncul saat saya pertama kali menginjakkan kaki di Malang. Saya nggak tau mau belanja kemana! 😁

Sempat kena jebakan betmen gara-gara logat suami yang ketahuan non-lokal, masa waktu itu satu sisir pisang biasa banget dikasih harga 30.000. (normalnya <15.000, ). Bukan masalah harganya mahal, kalau sesuai mah ayok. Tapi sengaja banget gitu naroh harga tinggi. Udah gitu pedagangnya pakai acara nyinggung SARA pula gara-gara kami orang Kalimantan, padahal kami bicara baik-baik. πŸ˜‘

Akhirnya saya yang masih ‘buta’ arah dimana tempat belanja murah di Malang memutuskan untuk menjadi pengikut Ibu-ibu satu kompleks belanja ke pasar saja. Menjadi ‘murid’ para sepuh dalam seni berbelanja.  Secara, jam terbang beliau-beliau kan sudah nggak diragukan lagi gitu loh~

tempat belanja favorit di malang


Belanja Hemat a-la Ibu-ibu, itulah jalan ninjaku!

*dikepret Naruto

Nah, kayaknya udah cukup pengalaman saya belanja kesana kemari selama setengah tahun ini. Ini dia daftar tempat belanja murah di Malang yang udah saya susun dengan segenap jiwa, raga, dan perbandingan struk kasir.

Let’s check it out!

🐣 Pasar Mergan.


Pasar ini letaknya paling dekat dengan rumah saya. Tinggal berjalan kaki sekitar 5-10 menit saja maka kita akan sampai ke pasar Mergan. Biasanya Ibu-ibu kompleks belanja kesini jam 4 subuh, and here I am, ngintil dengan setia di belakang sebagai pengamat ekonom, kadang masih ngantuk-ngantuk :’D

Kalau berbelanja bareng Abah beda lagi waktunya, biasanya kami pergi kesini habis maghrib. Sesudah Abah pulang dari kampus dan selesai beristirahat.

Menurut pengamatan saya, Subuh dan Ba’da maghrib adalah dua waktu yang menjadi puncak perbelanjaan di pasar Mergan.

Bedanya cuma: Harga saat subuh biasanya lebih murah dibanding ba’da maghrib. Hehe

Selain faktor jarak yang dekat tadi, pasar ini juga cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti sayuran segar, buah-buahan, ayam potong, ikan (saya pecinta berat ikan!) dan juga tahu tempe.

🐣 Swalayan Sardo.


Salah satu top tempat belanja favorit di Malang! Setiap belanja 2 mingguan saya selalu setia datang kesini untuk belanja barang dapur yang habis.

Kenapa ke Sardo?

Karenaaaa... harganya itu bersaing banget! Dan untuk tambahan, lengkap.

Untuk harga yang bersaing itu maklum sih, soalnya daerah sekitar Sardo adalah daerah kost alias banyak mahasiswanya. Jadi harganya juga menyesuaikan dengan kantong mahasiswa. Sebagai mantan anak kost yang sudah menjadi emak dan sedang berhemat, saya malah jadi ikut-ikutan jatuh cinta dengan minimarket satu ini.

Berdasarkan pengamatan saya. Selisih harganya untuk beberapa produk itu lumayan. Saos sambal kacang favorit keluarga kami, misalnya. Saya beli di Sardo harganya 9.500/pcs, pas iseng-iseng belanja ke minimarket sebelah harganya 11.000-13.000/pcs. 

Ulala banget, lumayan selisihnya buat bayar parkir kan. LOL. 

Btw, Sardo parkirnya juga gratis kok.
#pentingbuatdikasihtahu πŸ˜‚

Sardo terdiri dari ada 3 lantai, lantai pertama khusus untuk makanan dan produk perawatan tubuh. Lantai kedua untuk pakaian (wanita, pria, anak-anak, bayi), dan yang ketiga untuk perlengkapan dapur.

Mau lantai 1, 2, atau 3, harganya sama saja, MURAH! Nggak heran deh kalau tiap ke Sardo selalu meriah dan kalau nggak dikekepin suami bisa kalap.

Btw, di Sardo juga ada jual cemilan kering dan makanan oleh-oleh khas Malang lho. Letaknya di sudut ujung sebelah kanan dari pintu masuk. Coba deh di cek. πŸ˜‰

🐣 Toko Dewa-dewi 


Tempat favorit untuk berburu bahan makanan, rempah-rempah, dan juga jejamuran. Harganya miring banget! Yang hobi berkreasi di dapur pastinya bakalan senang banget kesini, rempah-rempahnya lengkap dan tersedia juga yang masih berbentuk utuh (belum dihaluskan). Baik yang lokal maupun untuk masakan luar negeri kayaknya ada semua deh.

Kesan waktu pertama kali kesini: Jejamuran keringnya bikin tercengang!

Masya Allah, lengkap banget. Shiitake, kuping, tiram, lingzhi, you name it. Mulai dari kemasan kecil-kecil sampai yang karungan. Ada semua.

Duh, Abah si pecinta olahan jamur bisa kalap kalau kesini :D

Pelayanannya agak sedikit ribet karena barang-barang kita kasirnya terpisah. But who’s care lah, murah meriah nggak boleh banyak komplain atuh hahaha.

Toko Dewa-Dewi berada di seberang Pasar Besar. Kalau belanja ke Toko Dewa-Dewi biasanya sekalian aja mampir ke Pasar Besar. 

🐣 Pasar Oro-Oro Dowo 


Pasar tradisional yang sudah dimodernisasi bisa kita lihat di pasar Oro-oro dowo. Disini kita belanja pakai troli looohh...

Hayo, pasar tradisional mana yang pakai troli buat naroh belanjaan? Sampai saat ini saya baru ketemu di pasar di Oro-oro dowo.



Disini saya bisa belanja sambil naroh anak di stroli dan keliling cantik tanpa perlu khawatir pegal karena thawaf gendong-gendong. Hehe. Makanya Pasar Oro-oro dowo menjadi salah satu temoat belanja favorit saya di Malang. Belanja disini itu segampang di minimarket gitu, cemplungin bayar, cempungin bayar. Bedanya yang enak ya bisa nawar. Hehe

Harganya sebenarnya kurang lebih dengan pasar tradisional lainnya, sudah ada standarnya kan gimana. Namun penataan lebih rapih dan clean! Lantainya bersih bebas dari kotoran dan juga sampah plastik yang biasanya ada di pasar tradisional.

Laff!

Semoga langkah modernisasi yang diterapkan di pasar Oro-oro dowo bisa diterapkan juga dipasar lain-lainnya di Indonesia ya :D

🐣 Buchi Kids.


Tempat shopping kebutuhan anak-anak yang murah dan selalu meriah di Malang. Semuanya ada disini, baju, sepatu, jaket, kosmetik anak, semua peralatan dan bahan pangan untuk MPASI, kaldu organik, baby evoo, popok, susu, mainan, stroller, aaah, lengkap! Kayaknya semua kebutuhan campur aduk disini. Kalau di Banjarmasin kira-kira seperti Alan babyshop ya.



Kalau kesini saya biasanya pasang kerangka budget dan juga list belanja dulu supaya nggak kalap.

Biasa, meskipun emak-emak saya cuma perempuan biasa yang "ih kok ini lucu.", "wah ini motifnya nggak pasaran nih", "yang ini cantik banget" kind of, alias, ya bisa kalap juga. HAHAHA

Apalagi saya tipe yang jarang belanja baju, jadi pengennya sekali beli itu yang bagus aja sekalian supaya bisa awet, Makanya perlu pakai batasan supaya nggak "Ah, sekali-kali beli yang mahal bagus" minded terus. Karena kadang barang yang terjangkau juga bisa awet kok. πŸ˜‰

A post shared by umam bento (@umam_bento) on

Barang yang dijual di Buchi kids ini punya range harga yang sangat bervariasi. Ada yang puluhan ribu hingga ratusan ribu. Terus yang bikin hepi, dia selalu punya diskon. Berapa persen ya saya lupa. Udah lama nggak kesana sejak beli sepatu Syuna. Tapi potongannya itu lumayan. Apalagi harganya sudah terjangkau duluan.

Masalahnya ya sama dengan toko lainnya yang selalu ramai dan peminatnya tinggi, pramuniaganya kecapekan menjawab pertanyaan dan keluhan pembeli, jadi nggak bisa senyum sepanjang kerja, terus antriannya itu ya... gitu deh. Panjang. 😌

Untung Buchi kasirnya nggak cuma 1-2 jadi nggak sampai mengular, Hehe

Tapi nggak apa, masih jadi salah satu tempat belanja favorit di Malang. Definitely come again!

🐣Pasar Besar Malang, Malang Olympic Garden (MOG), Malang Town Square (MATOS), Super Indo.


belanja di super indo malang
salah satu sudut Super Indo

Eng... Ing... Ung... Sengaja digabung-gabung karena saya suka belanja kesana tapi diantara semua tempat belanja di list ini masuk kategori paling jarang, kecuali lagi pengen banget atau ada info diskonan baru cuss geret Abah. Hihi 

Untuk Super Indo biasanya untuk belanja kebutuhan rumah tangga, nyetok bahan pangan. Terutama daging-dagingan atau sayur buah yang nggak ada di pasar tradisional. Sebelum kesini kepoin katalog promonya yes 😁
Kalau Pasar Besar sih lengkap ya, ada sandang, ada pangan, papannya juga ada deh kayaknya... Saya kesini kalau mau beli-beli dalam jumlah besar atau produk spesifik selain kebutuhan dapur. Atau sekalian pas mampir ke toko Dewa-dewi.

Kalau MOG dan Matos untuk... nonton. Eh, bukan, buat cuci mata.

#gagaljadianakhitsmalang. πŸ˜‚

Karena mall, maka pastinya disana juga ada Hypermart & Guardian, kalau rajin mantengin katalog promo mereka yang diedarkan rutin, kadang penawarannya cukup menarik lho! Dan terkadang banyak stand-stand kecil di lantai dasar yang menjual berbagai perintilan lucu dengan harga yang terjangkau. πŸ˜‰

🐀🐀🐀

Nah, diatas sudah saya jabarkan beberapa tempat belanja favorit saya di Malang. Kalau kebetulan kamu lagi jalan-jalan di Malang atau mampir kesini boleh deh nyobain belanja di tempat-tempat di atas. Jangan heran kalau tempatnya penuh ya, soalnya memang harganya bersahabat banget. πŸ˜†

Terimakasih sudah membaca, See you in the next post! 


Wednesday, May 16, 2018

Pengalaman Menginap di Omah Anin Guest House Batu


bed di omah anin guest house batu

Weekend lalu, saya dan Abah Syuna memutuskan untuk liburan ke Batu. Nah, yang spesial dari liburan ke Batu kali ini adalah kami memesan kamar menginap, yakni di Omah Anin guest house, salah satu hotel jaringan Airy Room.

Meskipun jarak Batu dan Malang tempat saya tunggal sebenarnya tidak terlalu jauh dan bisa bolak–balik dalam satu jam perjalanan naik motor, tapi kami tetap memutuskan menginap karena kebetulan saya punya voucher hotel dari Google local guides yang bekerja sama dengan aplikasi Airy Rooms. Masa tenggatnya udah lumayan dekat. dan kalau nggak dipake kan sayang~ Jadi akhirnya kami manfaatkan kesini. πŸ˜†

Ditambah lagi belakangan tugas kampus Abah menggurita, selama weekdays dia sering pulang senja dan juga begadang buat mengerjakan tugas perkuliahan. Jadinya ya hitung-hitung sekalian buat Abah refreshing juga kan sekali-kali nginep di hotel. 

Bonusnya buat saya juga ada: satu malam nggak perlu pusing beberes rumah dan libur memasak. Hem, merdeka! Hahaha

 #makan diluar teros, gagal hemat πŸ˜‚

Setelah semua jadwal fix, awal Mei kami pun langsung reservasi untuk rencana dolanan di tengah-tengah bulan. Sengaja pesennya cepet supaya kebagian jatah kamar. Maklum. penginapan di Batu biasanya cepet full booked. 😁 

Oke langsung aja saya cerita pengalaman menginap di Omah Anin Guest House Batu ini ya~~ ^^

Airy Room Jatim Park Cendrawasih A7 Batu




A post shared by Omah Anin (@omah_anin) on


Nah, diatas itu adalah adalah nama Omah Anin Guest House di aplikasi Airy Room beserta penampakan bangunannya (sebelum ada sedikit renovasi). Mereka memakai nama jalan tempat hotel(?)-nya beralamat, Jalan Cendrawasih blok A7. Dan karena deket sama Jatim Park, jadi dimasukin juga kata-kata 'Jatim Park' dalam bio. Ya, namanya benar-benar mencerminkan letak tempatnya. πŸ˜†

Lokasi Omah Anin ini berada meski berada di dalam kompleks tetapi gampang banget ditemukan karena ada plang petunjuk di samping jalan raya Batu. ^^


kamar kami di omah anin guest house batu
Kamar yang kami pesan di Guest House Batu


Nah, karena berlokasi di Jl.Cendrawasih A7 Batu, tepatnya di Perumahan Batu Permai. Lokasi Omah Anin tergolong strategis karena dekat dengan berbagai primadona eduwisata Batu. Sesuai namanya tadi, yang paling deket sih Jatim Park 2 sama Eco Green Park, tinggal jalan kaki keseberang, sampai deh.  Hehe

Tapi kalau saya pribadi tetap naik motor karena bawa anak kecil, hemat tenaga gendong dan jagain dia lari-lari. :’D

Kami mengingat jalannya lewat patung penguin yang jadi penunjuk arah ke Eco Green Park, kalau ada patung itu berarti kami belok kiri kalau dari arah Malang. Lebih mudah lagi karena nggak baca-baca plang petunjuk. πŸ˜„


Meja Resepsionis
Resepsionis Omah Anin Guest House

Saat kami check-in, pelayanannya ramah dan simpel. Cuma perlu tinggalkan KTP di resepsionis dan tunjukkan bukti reservasi via hp, udah deh. Kamarnya sudah disiapin sebelum kami datang, jadi nggak menunggu lagi, kami langsung dianterin ke depan kamar oleh seorang pria muda. Langsung bisa istirahat manja selesai keliling-keliling Malang. ^^

Fasilitas Omah Anin Guest House Batu


Fasilitas di omah anin guest house
Saya suka wall-stickernya. Elegan.

Overall, lengkap. Seperti kamar airy rooms pada umumnya.

Ada bed, tempat menggantung baju, TV LED, Meja kerja, dan AC.... yang nggak begitu terpakai karena Batu itu udah dingin duluan dari sononya. πŸ˜‚ 


Fasilitas hotel TV dan juga meja lipat
Ada TV dan juga meja lipat dibawahnya ^^

Yang berfungsi besar disini justru selimut karena kami bertiga senang bergumul, dingin booo. Haha

Dan yang paling saya syukuri, disini juga tersedia air hangat!  

Kenapa? Karena saya nggak suka mandi air dingin. Sedangkan air di Malang kota aja dinginnya ampun-ampunan, bikin males mandi (kok bongkar aib sendiri? πŸ˜‚) padahal Malang kota masih lebih dingin Batu dong. Sampai-sampai kalau wudhu subuh pake air ‘standar’ itu rasanya seperti pakai air es! Makanya saya seneng banget ada air hangat disini. 

Cucok lah buat traveller yang badannya lagi pegel-pegel. Air hangat pas banget untuk melemaskan otot setelah seharian dolanan di Batu. Selesai mandi badan rasanya jadi lebih rileks.πŸ˜‰

Nah, ngomongin mandi, langsung ke toiletriesnya ya. Mereka sudah menyiapkannya dengan lengkap (juga as always di Airy manapun 😁), ada 2 sikat gigi, dua mini pasta gigi, dan satu mini tube body wash serta shampoo yang disimpan dalam pouch biru berlogo Airy. 

Pokok’e nggak bawa apa-apa tetap beres, bisa mandi dan membersihkan diri dengan sejahtera wes.


pemandangan di omah anin
Ada mejanya juga. Bisa sekalian buat kerja cantik didepan jendela. 

Untuk fasilitas Wi-fi sayangnya kurang bagus sinyalnya, entah karena faktor kamar kami yang berada diujung atau bagaimana, tapi sinyal yang ditangkap cuma satu bar... Jadi saya males deh buka hp. :( 

Meski, masih bisa kok buka-buka aplikasi youtube, cuma harus sabar-sabar aja dengan buffering. Hehe... Semoga bisa ditingkatkan lagi yaaa πŸ˜‰

No breakfast. 

Yep, dari awal kami memesan kebijakan ini sudah dikasih tau kalau paginya nggak ada sarapan. Kalau kalian kepingin dapat sarapan bisa kok pilih di aplikasi, harganya bakalan naik sedikit. 

Tapi karena saya ini MODIS, alias modal diskon. Jadi saya nggak neko-neko. Saya pilih yang harganya paling terjangkau saja meski nggak dapat sarapan. Toh, warung-warung dengan menu lezat berhamburan di Batu. Tinggal suka pilih~ 😜


cemilan khas di box airy rooms"
Tapi greeting snacknya abis dalam sekejab setelah foto ini diambil. hahaha

Oh iya, saat kami kesini sedang dilakukan renovasi, sepertinya ada penambahan kamar lagi di sebelah dalam. Karena itu maklum aja deh kalau samar-samar ada bunyi para pekerja bangunan. Untungnya kamar kami berada di koridor ujung sisi yang berbeda dengan tempat renovasi dan kecuali menjelang malam, baru kami balik ke kamar, jadi nggak terlalu mengganggu juga sih. πŸ˜—

Yang paling saya suka, disini itu banyak ukiran kayu yang mewah dan Indonesia banget! Dibeberapa sisi penginapan ini ada gantungan dinding batik. Dan saya lihat disamping resepsionis juga ada kumpulan batik-batik gitu. Saya nggak nanya sih. Tapi sepertinya batiknya dijual deh 😁


Koridor guest house batu
Hiasan batik di koridor


MAKAN KEMANA YA?


Nah, selain penginapan yang nyaman. Pastinya aspek kuliner juga perlu kita pertimbangkan dong. Nah, jangan khawatir soal itu karena Omah Anin Home Stay ini letaknya berdekatan dengan:

🌷Warung Sidik

Saya liat rate-nya warung ini bagus banget di TripAdvisor. Berdiri tiga tahun sejak kemerdekaan NKRI yakni pada 1948, warung ini menjadi salah satu tempat makan favorit dengan menu masakan khas Jawa Timur. Katanya rawonnya disini enak. Saya belum nyoba sendiri sih, hehe.

🌷Bakso Khas Malang.

Males banget kemana-mana? Selain bisa memesan makanan melalui aplikasi daring, ada juga alternatif lain yakni warung bakso. Tinggal jalan keluar kompleks beberapa ratus meter, ketemu deh. 😁

🌷Kumpulan warung & pusat makanan.

Belok ke kiri dari Omah Anin Guest House dan jalan terus sebentar, kita akan bertemu dengan pusat makanan lain, kami nyobain sarapan di salah satu warung disana. Nama warungnya saya lupa, ada asri-asrinya gitu, Randu Asri ya kalau nggak salah. Makanan standar disana terjangkau banget. Seporsi nasi pecel dengan telur dadar cuma dihargai 12ribu. Cucok banget lah buat traveller low-budget.

🌷Kuliner Malam? tinggal ke depan BNS

Hahaa... Asli disini surgawi banget. Kami njajal sate kelinci saat berkunjung kesini, harganya sekitar 23rb/per porsi. Selain olahan sate kelinci dan bakso, segala makanan lezat lainnya juga banyak tersedia disini. 

🌷Haus?

Di samping resepsionis ada juga yang jualan air mineral dan soft drink. Air yang disediakan sebagai fasilitas airy rooms ukurannya kecil sih ya.

meja ruang tamu dan kulkas minuman jualan
Banyak ukiran yang super cantik disini ^^



TEMPAT WISATA YANG DEKAT DARI OMAH ANIN:


🎈 Jatim Park 1
🎈 Jatim Park 2
🎈 Batu Night Spectacular (BNS)
🎈 Eco green park
🎈 Museum Satwa
🎈 Museum angkut


TARIF MENGINAP DI OMAH ANIN HOME STAY BATU:


Nah, langsung aja ke tarifnya ya. Kalau saya cek&ricek harganya sih lumayan bervariatif, tapi di aplikasi Airy saya lihat lowest price-nya sekitar 250 ribu. 

Kalau saya kemarin dipotong lagi sekitar 150ribu karena menggunakan voucher, jadi bayarnya cuma sekitar 110ribuan. Hore bangettt, kan? Hemat banyak! Muehehe πŸ˜†

Mmm... recommended nggak kesini lagi? 

Aku sih, yes! *a la mas Anang*. 

Selain friendly dan suasananya tenang, anak-anak juga nyaman disini. Nggak berisik kecuali tetangga deket rumah sana ada yang karaokean pagi-pagi. Hihi

Oke, kalau teman-teman mau liburan ke Batu, Omah Anin Home Stay ini boleh banget jadi salah satu destinasi menginap. Tinggal sesuaikan dengan budget dan itinenary saja. πŸ˜‰

Well, selamat berlibur!
Monday, May 07, 2018

5 Negara Impian yang Ingin Saya Kunjungi


Menonton adalah salah satu aktivitas yang saya sukai. Baik itu menonton film ramai-ramai di bioskop atau menonton drama sendirian di rumah. Saya suka keduanya. Saya suka menonton!

Apalagi waktu masih kecil. Saya dulu itu hobiiiii banget nonton film.

Kalau diingat-ingat, rasanya sudah sejak kelas 4-5 SD saya lumayan akrab dengan mesin DVD dan juga kaset CD bajakan.

Zaman dulu kan belum kenal internet buat download film, jadi tahunya film mah cuma lewat rental kaset VCD atau abang-abang yang jualan kaset doang. Hehe

Saya juga nggak bisa pilih-pilih genre karena cuma penonton yang ikut-ikutan senior di rumah (baca: sodara-sodari), jadi saya mengekor deh nonton berbagai genre film pilihan mereka, mulai dari action, comedy, drama, horrorr, bahkan thriller. Semuanya saya tonton tanpa kecuali.

2 terakhir sebenernya sih kurang terlalu baik ya... Huhuhu. Tapi dulu mah tau apa, hajar terus. πŸ˜†

Btw, nontonnya sendirian?

Nggak dong.

Apalagi horror. Mana berani saya. Bisa-bisa minta temani Mama terus malam pengen pipis. Nonton sinetron 'Ada Setan' aja dulu takutnya luar biasa.

(Tapi masih ditonton juga) πŸ˜‚

Well, kebiasaan nonton film ini ditularkan oleh Abang saya, influencer yang merangkap sebagai 'pengawas' saat rating film yang kami tonton mengandung adegan yang tidak layak dilihat anak kecil
(Seperti saya waktu awal berkenalan dengan film. Hehe).

Sepasang tangan lebar itu pasti menutup mata saya di beberapa scene yang katanya sih 'nggak bagus'.
Au deh nggak bagus gimana. Ada kissingnya kali ya. πŸ™ˆ

Ah, ngomong-ngomong itu, terimakasih ya Bang! Berkat sumbangsih tutup mata waktu itu, masa kecil adikmu yang unyu ini terselamatkan. 😁

(Si Abang pasti bengong kalau diucapin begitu, dia juga pasti udah lupa. Udah lama bangeeed...πŸ˜… )

Dulu nih, namanya juga anak kecil yang imajinasinya tinggi banget, setelah menonton film-film itu saya sering mengkhayal, bagaimana sih, kehidupan di luar negeri itu?

Bagaimana sikap orang-orangnya? Apakah ramah? Judes? Cuek?

Bagaimana cuaca disana? 

Bagaimana jika turun salju?

Bagaimana rasa buah plum?

Dan... Apakah disana ada Mandai?

(Abaikan pertanyaan terakhir ini) πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜

Setelah saya besar dan lebih mengerti tentang eksistensi. Saya rasa pergi luar negeri bukanlah sesuatu yang terasa mustahil lagi seperti dulu saat saya masih kecil.

Pasti akan menjadi sebuah pengalaman yang berharga jika berhasil menjejakkan kaki di tanah asing. Ya nggak?

Iya dong! (MAKSA BANGET 😜)

Bertemu dengan orang asing, bertemu dengan cuaca yang berbeda, berada di lingkungan yang baru, mengenal budaya yang beragam.

Wah, membayangkannya saja bikin saya excited! πŸ˜†

Jika saya punya kesempatan dan rezeki untuk travelling, maka saya punya 5 negara impian yang menurut saya paling kece untuk disinggahi.

Sengaja saya bilang negara impian karena belum tahu bisa kesana apa nggak. Mumpung mimpi nggak bayar, boleh dong mengkhayal tinggi-tinggi~~ wkwkwkπŸ˜‚

Oke, negara apa saja itu? Yuk baca sampai habis!

1. Arab Saudi



Tentunya dalam melaksanakan rukun Islam, negara satu ini wajib untuk saya datangi. Karena di Arab Saudi inilah letak kota Makkah, Madinah, dan juga pastinya The Holy Ka'bah.

Eits, meski sama-sama ada kata Arab, beda ya sama Uni Emirat Arab yang ibukotanya Abu Dhabi. Arab Saudi itu yang lambang benderanya kalimat syahadat dengan sebuah pedang yang berwarna putih dibawahnya. Kalau Uni Emirat Arab benderanya itu gabungan warna merah, putih, hijau, dan hitam. Mirip-mirip dengan bendera negara Timur Tengah lainnya seperti Sudan, Kuwait, Palestina. 

Perbedaannya hanya pada detail motif dan letak warna saja. Kecuali bendera Palestina yang saya ingat ada bintangnya, sisanya yang lain saya suka ketuker. hehe..πŸ˜„

Ngomongin Arab Saudi dan ibadah. Maka melaksanakan thawaf, melempar jumroh, dan mengecup batu Hajar Aswad merupakan sebagian deret aktivitas ibadah yang paling berkesan dari cerita mama sepulang berhaji dulu.

Dan sampai sekarang pun, setiap bercerita tentang prosesi berhaji beliau selalu mengucurkan air mata bahagia.

Hal ini menimbulkan rasa tertarik dan juga penasaran tentang pengalaman spiritual di tanah suci.

Then, bila saya mampu ke negara-negara impian saya yang ke 2,3,4 dan seterusnya, itu berarti saya juga (Insha Allah) mampu kesini untuk beribadah.

Semoga dimampukan juga oleh Allah Azza wa Jalla. Aamiin ya Rabbal Aalamiin!✨

2. Palestina

flickriver.com

Saya tidak tahu kenapa, tapi rasanya Palestina juga menarik. Ada hadits yang mengutamakan kita berkunjung kesana.

Saya pernah googling tentang paket umroh yang menyertakan Palestina sebagai destinasi sampingannya waktu Mama nanya-nanya saya gimana caranya bisa mampir ke tanah Palestine.
Habis tau harga paketannya, Mama bahkan langsung menabung buat berangkat.

Ah, semoga beliau ada rezeki berangkat kesana. 😊

Oh iya, bicara tentang Palestina, tentunya juga Israel. Karena sebagian besar wilayah Palestina sudah dicaplok' oleh Israel, banyak tempat-tempat penting yang sekarang berada di Israel. 

Sedih ya. 😒

Tempat suci untuk beberapa agama seperti Makam Nabi Isa & Mesjidil Aqsa' kalau nggak salah masih masuk di Palestina sih. Masih banyak tempat menarik lainnya bisa kita kepoin disini.

Meskipun sepertinya sulit. but it's okay, perjalanan kesini sepertinya tetap akan menjadi sebuah pengalaman spiritual yang hebat!

3. Jepang.

wralr.com

Saatnya menyalurkan hasrat vvibu yang nggak kesampaian! Hahaha

Saya punya selemari komik Jepang yang selalu sukses bikin saya kepo maksimal sama negara satu ini.

Bunga sakura, yukata yang cantik, kimono yang anggun, upacara minum teh yang elegan, sampai samurai yang berani harakiri adalah sebagian memori saya tentang Jepang hasil nonton film dan juga membaca komik.

Menyusuri jalan di Hokkaido, shopping di Akihabara.

Wah, excited~~ Too much happiness I can't handle hihihi

4. Korea Selatan

trazy.com

Pulau Nami dan Jeju!

Wah, melihat foto teman-teman yang sudah pernah kesana sepertinya kedua pulau itu cantik banget.

Duduk bersama pasangan di tengah taman sambil menikmati secangkir kopi hangat ditemani angin dan dedaunan di musim gugur. Sesekali membenarkan syal yang melorot.

((melorot)) πŸ˜‚

Fix, saya anaknya keracunan Bae Yong Joon sejak belia. πŸ™ˆ

5. China

thebeijinger.com

Kesan saya dengan China waktu kecil itu indah banget gara-gara nonton Jacky Chan dan Kota Terlarang.

Kota suci bersimbolkan naga ini penuh dengan pahatan dan juga rahasia. Sebagai anak kecil yang selalu ingin tahu, waktu nonton itu saya excited luar biasa. Bahkan sampai terbawa mimpi berpetualamg menyusuri kota terlarang bersama Jacky Chan.

Uwiw banget...  Mimpinya nggak nanggung-nanggung euy. 😳

Selain itu, bila dilihat dari teropong agama juga ada hal dari tanah Arab yang tercatat sejak ribuan tahun yang lalu.

"Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China."

Meskipun masih kontroversial apakah itu hadits (sekarang statusnya masih dha'if syadid alias sangat lemah) atau hadits palsu sekedar kata mutiara. Saya tetap penasaran...

Kenapa harus China sih?

Saya sempat mikir kaya gitu.

Secara kan, kalau ngomongin zaman itu peradaban yang tinggi juga ada di belahan bumi lain. Mesir, Romawi, dan lain-lain. Kenapa harus China?

Nah, menengok sejarah China di masa lampau ternyata memang mengundang decak kagum. Ada banyaaaak sekali tokoh berpengaruh yang berasal dari tanah China, misalnya saja Konfusius, Sun Tzu, Meng Tze dan masih banyak lagi yang bahkan sampai detik ini pemikirannya masih relevan digunakan. 

Budaya China juga tergolong tinggi, Peradaban Lembang Kuning (Huang Ho) yang dimulai sejak zaman neolitikum menghasilkan banyak penemuan mencengangkan seperti keramik, serbuk kembang api, kertas, kain sutera, uang kertas, dan juga ilmu kedokteran dan farmasi (dulu bilangnya masih tabib, profesi dokter dan apoteker belum dipisah).

Bangsa China zaman dahulu juga sangat bijak dan mencintainya kedamaian. Supaya nggak ada pertumpahan darah dengan Bangsa Mongol yang sedang invasi misalnya, mereka lebih rela membangun Great Wall (Tembok besar China) yang gede dan pastinya melelahkan. 

Haaa.. Makin penasaran deh! hehe

TAMBAHAN

5.b.Jerman.





Sekarang ada dua teknologi tingkat dunia yang sedang bertarung, yaitu Jepang dan juga Jerman.

Kualitas produk dan teknologi dari kedua negara ini canggih-canggih. Sepengetahuan saya banyak produk medis buatan Jerman yang mendunia.

Well, nggak heran. Wong disana para ilmuwannya benar-benar sangat diperhatikan, inovasi juga terus menerus dilakukan. Bahkan ilmuwan Indonesia sekelas Bapak Habibie bersedia pindah dan berkarya ke negara ini. πŸ˜„

Saya sering kepo-kepo cantik di vlog dan blognya Gita Savitri yang lagi kuliah di Jerman dan terpana sendiri dengan kultur disana. Hihi

*anaknya gampang terpesona πŸ˜‚

Hmmm... apa lagi ya?

Untuk saat ini kayanya itu dulu deh, cukup negara yang udah saya tulis di atas dulu yang masuk list negara impian saya. Semoga ada rezeki dan kesempatannya buat berkunjung kesana. ^^

Ngomong-ngomong,  kamu sendiri punya mimpi kemana nih?
Yuk bagi juga mimpimu, mumpung gratisss XD


Monday, April 30, 2018

5 Alasan Kenapa Sebaiknya Kamu Memiliki Blus Batik Kombinasi

Sumber foto: pixabay

Saya adalah orang yang tergolong simpel soal memilih pakaian. Untuk pakaian sehari-hari, saya sangat jarang tampil mencolok dan lebih sering memilih outfit yang netral. Termasuk dulu saat bekerja.

Diantara teman-teman saya satu instansi, saya termasuk orang yang sense of fashion-nya biasa-biasa saja, bahkan saat awal bekerja dulu saya cenderung kurang bisa memadu-madankan pakaian.

Sempat keder kalau lagi ngumpul-ngumpul, soalnya kaya kebanting gitu. Saya pun (akhirnya) menyadari hal ini dan curhat dengan Mama di rumah.

Gimana sih caranya tampil stylish di tempat kerja tanpa harus berlebihan?
 
Nah, buat saya pas banget konsultasi soal ini dengan Mama.

Kenapa?

Karena Mama pada masanya adalah orang yang stylish, gaya fashion beliau bersahaja namun tetap anggun. Hal itu nampak jelas dari foto-foto di album saat beliau masih muda. Sayang ya, sense of fashion beliau yang bagus nggak nurun ke saya, anaknya malah geradakan gini. πŸ˜†

Saya ingat, waktu mendengar saya curhat soal kebingungan soal pakaian kerja, Beliau langsung memulai petuah-petuah soal padu-padan pakaian. Beliau saat itu bilang kalau kuncinya ada pada atasan kita. Mama menyarankan saya untuk membeli blus batik kombinasi dengan  warna yang cerah agar tetap tampak serius namun tetap memiliki kesan ceria.

Warna yang cerah? Gumam saya bingung dalam hati.

Saat saya memilah-milah lagi koleksi baju batik yang saya punya, akhirnya saya pun sadar kalau kebanyakan blus batik yang punya warnanya selalu dalam dan serius seperti coklat tua atau abu-abu tua.

Hmmm... Pantesan kebanting, pikir saya geli sekaligus malu. Lha, wong pakaian saya aja nggak menunjukkan usia saya yang masih muda. Masa umur belum genap 20 tahun tapi pakaian udah milih warna gelap melulu. 

Oh, beginikah derita anak fresh graduate yang tersesat di dunia orang dewasa? πŸ˜‚

Akhirnya waktu itu saya pun berburu atasan, terutama yang berupa blus batik.

Sebuah keputusan yang tidak pernah saya sesali, karena ternyata blus batik yang saya beli benar-benar terasa manfaatnya sampai sekarang.

Nah, berdasarkan pengalaman saya, ini dia 5 alasan kenapa kamu sebaiknya punya blus batik kombinasi dalam lemarimu:

STYLISH

Blus batik wanita dengan pilihan warna dan motif yang tepat bisa memberi efek power up penampilan terlihat lebih elegan dan berkelas.

Blus batik kombinasi bisa berupa paduan batik dengan kain polos, brokat, sifon, atau berupa bolero. Karena paduan ini membuatnya menjadi lebih santai, jadi cocok deh dengan kawula muda. Kayak saya. 

PADU-PADAN YANG MUDAH.

Pemakaiannya sederhana, cukup dipasangkan dengan bawahan netral seperti celana panjang hitam atau rok span berwarna coklat muda. Jika menggunakan kerudung, tinggal selaraskan dengan warna blus batik yang digunakan.

Cocok banget buat yang nggak mau ribet πŸ˜‰

CINTA PRODUK INDONESIA

Memakai batik khas Indonesia merupakan salah satu bentuk dukungan pada industri batik kita. Iya nggak?

Saya biasanya memastikan produksi Batik yang saya pilih dari pebatik lokal, dan tentunya memiliki kualitas yang baik.

HARGA RELATIF TERJANGKAU

Ragam batik yang luas mempunyai bentang harga yang variatif. Tapi kalau cermat, pasti ketemu kok dengan blus batik kombinasi yang harganya relatif terjangkau. 😁

Saya biasanya kepo-kepo di internet dulu. Jika membuatnya sendiri ke tukang jahit harganya kurang lebih saja (atau bahkan bisa jauh lebih mahal) mending beli online sih, hehe...

#HematDongBeb

TIDAK TERBATAS WAKTU DAN TEMPAT.

Sekarang pun saat saya sudah resign dan fokus mengurus rumah tangga, blus batik kombinasi yang dulu saya gunakan untuk bekerja masih bisa saya gunakan untuk aktivitas sehari-hari. Misalnya untuk mengikuti pengajian, seminar, atau hangout ke mall.

Cukup padankan dengan rok/celana serta kerudung warna senada jika agak formal. Atau padukan dengan jeans jika sifatnya santai. Selesai!

Gampang banget dan multifungsi. Meski dalam pencariannya (Tsaaah...) memang harus memilih dengan cermat sesuai atau tidaknya dengan gaya serta kepribadian kita. Tapi nggak sia-sia kok kalau kata saya, soalnya saya suka. Hehe

Kalau kamu  sendiri gimana nih?
Share juga di kolom comment ya! πŸ˜‰
Sunday, April 29, 2018

Orang yang Selalu Bahagia



Saat saya masih bersekolah, saya punya seorang kaka tingkat (senior) yang saya kagumi. Kekaguman itu bukan semata-mata karena cantik parasnya. Tapi juga karena cantik hatinya.

Bukan, ini bukan iklan pencerah wajah meskipun mirip tagline skincare ya. :p

Pasalnya, kalau hanya melihat wajahnya dan jika dibandingkan dengan senior perempuan yang lain. Maka saya rasa beliau tidak begitu menonjol. Akan tetapi, cara beliau bersikaplah yang menjadi faktor kenapa saya jadi tertarik. 

Senior saya yang satu itu orangnya murah senyum. 

Dimanapun berada, kehadiran beliau seolah membawa aura positif. Hal ini terbalik dari aura saya yang saat itu gloomy, suram dan nggak cerah sama sekali. Hehe 

Dan mungkin karena pembawaan beliau yang lucu, santun, dan ceria itulah, beliau selalu dikelilingi teman. Selama 2 tahun saya bersekolah dan melihat beliau, tidak pernah sekalipun saya melihat ada air mata, ekspresi cemberut, ataupun kemarahan.

Jika melihat hidupnya, saya rasa siapa saja yang mengenal pasti akan bilang kalau hidupnya baik-baik saja. 

Lulus dari SMK dengan nilai yang sangat baik (beberapa nilai UN beliau bahkan perfect, nggak heran deh kalau disayangi guru πŸ˜†) dan berselang beberapa bulan kemudian beliau langsung lulus mengikuti test pegawai negeri yang beliau ingini, lalu kemudian mendapatkan pasangan yang baik, lalu segera dianugerahi kehamilan yang lancar dan mendapati buah hati yang ganteng dan cantik, dikelilingi keluarga besar dan sahabat yang royal dan sholeh. Punya rumah dan kendaraan yang nyaman.

Well, That's everyone goals.

Hidup yang bahagia.

Dulu, saya kira beliau serba ada dan serba bisa. Rumah tangganya selalu hangat dan penuh cinta. 

Tak ada cekcok, tak ada pertengkaran. Pekerjaan selalu lancar dan mendapat apresiasi positif dari semua orang.

Akhirnya pada suatu kesempatan, saya pun menanyakan dengan beliau. Daripada penasaran terus dan menyangka kalau beliau itu eccedentesiast. Hahaha...

(Suudzon amat sih, buuk...)

Secara gitu kan, yang namanya hidup manusia pasti ada manis dan pahitnya. Masa kalau melihat hidup beliau, rasanya seneng aja terus, lancar aja terus, bahagia aja terus. Jadi langsung aja deh saya tanya blak-blakan..
why your life so happy? 
Beliau hanya tertawa renyah, seperti biasa. Kemudian menerangkan pada saya rahasianya.

Well, ini jadinya semacam wawancara gitu. Maklum ya kalau bakalan panjang dan ngalir ngidul. Hehehe

Bahagia adalah suatu perasaan, suatu anugerah. Bukan suatu kondisi.

"Kebahagiaan datang saat Allah yang berikan semua itu. Bukan kondisi saat kamu merasa hebat dan keren."

Em, iya. Kadang kita merasa akan bahagia kalau memiliki bla bla bla, atau meraih ini itu. Padahal bahagia yang sejati datang bukan dari hal-hal seperti itu. 

Beliau kemudian melanjutkan, 

"ya mungkin memiliki sesuatu atau berhasil mendapatkan sesuatu akan membuat senang, tapi jika suatu saat kita kehilangan atau gagal meraihnya, maka kita akan merasa 'sedih'. 

Kesedihan ini sejatinya karena kita terlalu fokus pada kehilangan kita."

Saya sepakat lagi. Bener, kadang kita lebih sering fokus pada apa yang hilang daripada apa yang masih kita punya.

Tapi nggak puas sampe sini, saya kejar lagi, langsung minta tips-tips dari beliau supaya 

Saya memang junior yang kepo maksimal. Wkwkwk 

Positif thinking dengan Allah dan jangan pernah menyalahkan orang lain

Selalu berprasangka baik kepada setiap ketetapan Allah adalah yang terbaik. 

Kata beliau, hal satu ini memang tidak mudah. Karena seringkali kita lebih mudah menyalahkan sesuatu daripada mengoreksi diri sendiri. Sering melupakan kalau Allah tahu apa yang terbaik bagi kita.

Apa yang kamu sukai belum tentu membawa kebaikan untukmu, dan apa yang tidak kamu sukai bisa jadi membawa kebaikan untukmu. 

Jadi, stay cool.

Jangan selalu mengharapkan manusia, karena sesungguhnya manusia itu makhluk yang lemah. Namun berharaplah kepada Allah, sandarkanlah semua harapan, do'a dan juga mimpi dengan Allah Azza wa Jalla Sang Penguasa Semesta. 

Maka Insya Allah, tidak akan ada kekecewaan yang datang apapun yang terjadi selama kita ikhlas.

Kalaupun ada terjadi sesuatu, beliau berpesan untuk merunut lagi kejadiannya. Pasti dalam suatu kondisi, ada hal yang menarik kita sebagai penyebab masalah, jadi kita tidak bisa menyalahkan orang lain secara berlebihan.

Mampu berlapang dada memang life skill yang harus dipelajari.

Ikhlas dan Maksimal dalam beribadah.

First, biasakan puasa senin-kamis, sholat Dhuha, sholat tahajjud. 

... Dengan hati ikhlas.

Blarrr! 

Berasa kena teguran (lagi) di bagian akhirnya. 😒

"Dengan ikhlas". 

Ah, kapan mengerjakan ibadah itu karena ikhlas? Semata-mata mengharapkan Ridha Allah? 

Biasanya puasa Senin-Kamis sekalian mengganti hutang puasa di bulan Ramadhan. Ngerjain sholat Dhuha pamrih banget pengen rezeki lancar. Ngerjain sholat Tahajjud juga biasanya pas lagi ada hajat doang. Ibadah kenceng cuma pas bulan Ramadhan sama lagi menghadapi masalah/ada permintaan.

Rasanya seperti tanpa sadar diingatkan oleh orang lain. Seharusnya ibadah dikerjakan ikhlas sebagai jalur komunikasi kita dengan Allah, bukan sekedar penggugur kewajiban atau pendukung ambisi duniawi. 😒

Selalu bersyukur dan merasa Ridha dengan takdir (ketetapan) dari Allah.

Tadinya saya pengen ketawa kalau beliau ngomong gini, secara hidup situ kan lancar jaya kayak jalan tol Jakarta di hari raya (istilahnya ngaco benerπŸ˜‚).

Tapi akhirnya saya ketemu deh salah satu cerita sedihnya. 

Beliau, yang saya kira sudah hidup bahagia sejak berbentuk sel telur. Ternyata juga pernah mendapat masalah dalam hidup.

Sebagai anak yang lahir diluar rencana, sang ibu pernah coba-coba  beberapa kali mengugurkan kandungannya karena merasa tidak sanggup merawat banyak anak. 

Meski, Alhamdulillah, gagal.

Who knows, sekarang anak yang dulu tidak diinginkan, berusaha dibuang jauh-jauh, ternyata menjadi anak yang paling membanggakan bagi kedua orang tuanya.

Jika saya lihat-lihat akun sosial media beliau (koq tiba-tiba berasa jadi stalker πŸ˜‚), maka disana-sini berserakan gambar beliau dengan sang ibunda diiringi dengan kalimat-kalimat yang membuat dada terasa hangat.

Cerita tentang sang abandoned child sama sekali tidak terlihat disana. 

You only see a happy family. 

A mother and her beloved daughter.

Dalam hal ini saya setuju banget dengan kata bijak berikut:

Imam Syafi'i berkata, kehebatan seseorang terdapat pada tiga perkara:

1. Kemampuan menyembunyikan kemelaratan sehingga orang lain menyangkamu berkecukupan karena kamu tidak pernah meminta.

2. Kemampuan menyembunyikan amarah. Sehingga orang mengiramu merasa ridha.

3. Kemampuan menyembunyikan kesusahan sehingga orang lain mengiramu selalu senang 

(Kitab Manaqib Imam Syafi;i karya Al-Baihaqi 2/18)

Itu cuma sekilas cerita 'bocor' yang saya dengar dari sahabat dekat beliau. 

Sisanya?

Nggak ada. Tersimpan rapat. Nggak bisa diendus dengan mengandalkan keping-keping informasi di sosial media. 

Tapi dari bijaknya beliau sekarang, entah kenapa saya yakin beliau pasti sudah banyak merasakan kepahitan hidup. 

Eh gak tau juga sih. Saya kadang orang bisa sotoy maksimal soalnya πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ 

🌸🌸🌸

Kalau ada yang nanya, buat apa saya menulis ini?

Tentunya (yang pasti) buat reminder diri sendiri. Sebuah wawancara singkat dengan orang yang kita lihat hidupnya selalu bahagia, selain dicatat di buku, saya catat di blog juga supaya nggak gampang hilang. πŸ˜‰

Sebuah pencegah agar saya nggak keseringan gloomy dan banyak ngeluh dalam hidup.

Muehehehee πŸ˜†

Do not pray for an easy life, pray for the strength to endure a difficult one. Jangan berdoa meminta hidup yang nyaman. Berdoalah untuk memiliki kekuatan untuk menghadapi setiap kesulitan

Ah, hidup yang bahagia. 

Saya juga ingin menjadi pribadi yang selalu ikhlas dengan setiap takdir.
Saya juga ingin menjadi pribadi yang stabil berfikiran positif di setiap keadaan.

Stop wishing, start doing. 

Daripada terus berkeinginan tanp ada progressnya. Hayuk kita mulai dari sekarang.

Semangat!
Thursday, April 26, 2018

Review Pompa ASI Manual Emily Little Giant



Dua minggu yang lalu saya berburu sepatu baru untuk Syuna karena sepatunya yang lama sudah rusak. Saat berkeliling toko, nggak sengaja saya lewat di rak khusus breast pump. 

Ah, melihat salah satu merk breast pump yang nangkring di display rasanya seperti nostalgia... 

Saya jadi teringat perjuangan untuk memberi ASI ekslusif pada Syuna saat sibuk kuliah dan bekerja tahun 2016 yang lalu. Kadang masih nggak percaya diberi Allah kekuatan untuk bisa melewati masa-masa sulit hingga bisa memberikan ASI full selama 2 tahun. Bersyukur banget kala itu saya mengenal dunia ASI perah dan juga pompa ASI manual.

Nah, ngomongin breast pump alias pompa ASI, waktu itu saya memakai pompa ASI manual Emily Little Giant. 

Cerita pertemuan kami berdua (halah..  πŸ˜‚) begitu panjang. 

Saat itu saya masih tinggal di Rantau, kota kelahiran saya di Kalimantan. Pertama-tama saya dan suami mencoba berburu breast pump ke beberapa babyshop dan juga apotek. Sayangnya, meski sudah muter-muter kami masih belum menemukan breast pump yang baik dan sesuai dengan harapan kami.

Rata-rata toko hanya menjual pompa ASI berbentuk seperti klakson yang berwarna merah tua, merk-nya apa ya, mami kalau nggak salah. Dan saat hamil di trimester kedua, saya (yang masih belum update soal per-ASIP-an) sebenarnya juga sudah beli itu. Hehe.. harganya murce, cuma 7000an. Jadi saya iseng aja beli. πŸ˜†

Namun begitu mendengar pengalaman Mama yang sempat memakai breast pump tipe 'klakson' itu (ngasih nama seenaknya πŸ™ˆ) dan mengalami lecet parah, saya membatalkan niat untuk memakainya. Terlebih mama juga menyarankan untuk mencari pompa ASI yang lain saja. 

Fix, kami berdua pun semakin bertekad untuk mencari pompa ASI yang lebih baik.

Disaat itu saya merasa nyesel kenapa nggak mempersiapkannya saat masih hamil dan kuliah di Banjarmasin. Kan di kota besar pasti ada ya yang nyetok breast pump, beda sama di kota kecil 😞😁

Seminggu mencari dan hasilnya nihil. Saya sempat merasa putus asa dan ingin membeli daring saja. Waktu browsing-browsing di internet, saya kepincut dengan merek Medela karena banyak ulasan tentang penggunaannya yang praktis dan nyaman, tapi begitu melihat harganya... Emm... saya pelan-pelan mundur teratur.

Maklumlah, masih kuliah dan baru belajar menata keuangan. Saat itu banyak pengeluaran ekstra. Hihi

Untungnya Abang saya punya jaringan yang luas dimana-mana. FYI, Abang saya bukan tower ya.πŸ˜‚

Tapi saat saya curhat belum menemukan breast pump yang bagus. Ternyata beliau juga menanyakan dengan teman-temannya. Dan yang namanya rezeki kali ya, ternyata ada salah satu teman Abang yang bekerja di apotek Adira Kandangan menghubungi balik, beliau memberitahukan ada stok satu box breast pump disana. 

Yeeeeaayyy!

Tanpa menunggu lama breast pump itu langsung kami keep. 😁 Malam mendapat kabar. Sore besoknya Abah langsung pergi ke Kandangan sesudah pulang dinas pagi di Rumah Sakit. 

sumber

Langsung aja ya, saya akan menjabarkan plus minus produk ini.

KELEBIHAN

1. Daya hisap kuat dan lembut. Nggak perlu bersusah payah memompa, tuasnya gampang digerakkan. Daya hisapnya lumayan kuat namun tetap terasa lembut.

2. Produknya Lengkap. Selain botol dan peralatan pompa (valve, tuas, dot diafragma, dll). Saya juga dapat bonus 5 kantong ASI yang terbuat dari plastik dan sudah dilengkapi thermal sensor.

Begitu beli sambil jalan berburu botol kaca, bisa pakai bonus kantong ASInya dulu 😜

3. Mudah dirakit, mudah dibongkar, mudah di sterilisasi. Dulu saya pakai sterilisasi manual aja, alias direbus dan dikukus. Karena bongkar-pasangnya gampang, nggak ngerepotin sama sekali deh.

4. Penggunaannya sangat mudah, karena manual nggak ada bunyi macem-macem seperti yang elektrik. Tuasnya juga nggak terlalu keras πŸ˜‰

3. Dibandingkan dengan merk lain, pompa ASI ini harganya relatif murah. Seingat saya waktu itu pada kotaknya ada tempelan label harga Rp.170.000, tapi karena last stock dan sesama tenaga kesehatan, saya membeli dengan harga Rp.150.000, saja. 

Mungkin bila beli online atau di Pulau Jawa harganya bisa lebih murah lagi ya, apalagi bila ada diskon. Tapi saya kan tinggal di Kalimantan. Jadi harganya pasti lebih mehong.

(Barusan browsing 😁)

KEKURANGAN

1. Saya bermasalah dengan bagian valve dan corongnya.

Awal menyusui ukuran PD saya kan naik berapa cup tuh, jadi waktu lagi sesak-sesaknya, corong isapnya itu berasa kecil banget kalau dipakai pumping.πŸ˜‚

Meski tetap ya, bisa bekerja dengan baik asal masang dan makainya bener. 

Dan lagi, menjelang genap 2 tahun PD balik lagi ke size awal, masalah dengan si corong ilang deh. πŸ˜†

2. Susah mencari spare part-nya

Waktu itu sesudah sterilisasi peralatan breast pump, nggak sengaja saya keselip mengeluarkan valve-nya dari cooler bag, jadinya ketinggalan deh. Karena nggak ketemu-ketemu saya pikir hilang, dan saya panik. πŸ˜‘

Ini dia yang namanya valve
Sumber

Saya coba browsing di internet, ternyata nggak ada toko yang menjual spare partnya. Sempat masuk ke beberapa forum Ibu-ibu yang mengalami hal serupa, katanya bisa sih diganti dengan menggunakan Valve dari brand lain. Tapi sama aja, di kota saya mana ada yang jual. 

Saya coba browsing sekali lagi di market place, eh ternyata ada! Tapi harganya lumayan, apalagi plus ongkir ke kota kecil di Kalimantan ini. Biaya ongkirnya bahkan lebih besar daripada harga valve-nya. Kan sedih. 😒


Untung waktu dicari ulang sama suami langsung ketemu. Jadi saya nggak repot-repot lagi deh mikirin beli ulang Hehe πŸ˜†

KESIMPULAN PEMAKAIAN BREAST PUMP EMILY LITTLE GIANT

Breast pump ini menemani saya selama 2 tahun hingga Syuna lulus ASI eksklusif dengan paripurna. Overall, saya cukup puas dengan kinerja pompa ASI Emily Little Giant. Dari segi kenyamanan memakai, kemudahan sterilisasi, dan (of course!) harga, rasanya saya beruntung bisa menemukan breast pump ini. 😁

Sekarang breast pump-nya sudah saya hibahkan dengan kakak saya. Lengkap dengan botol kaca dan sloki minumnya. Jika hamil lagi, rencananya saya akan beli breast pump baru. Semoga ada rezekinya ya ^^ (sekalian minta do'a)

Nah, itu aja dari saya, see you on the next post!

Custom Post Signature

Custom Post  Signature