Wednesday, April 17, 2019

[WISKUL] Makan Sushi Enak dan Halal di Sugoi Tei Malang



Assalamualaikum. 

Sebagai pasutri yang sama-sama oomnivora, selama di Malang kami menjajal beragam olahan kuliner. Salah satu tempat makan yang kami datangi adalah Sushi halal di Restoran fushion Sugoi Tei Malang. Nah, kalau di Banjarmasin dulu, biasanya kami pergi ke Ichiban Sushi Dutamall. Karena kali ini kami di Malang, kami pun memutuskan ke restoran Jepang  yang satu ini. Kata beberapa review yang saya baca sih, ini tuh Restoran Jepang paling enak di Malang. Jadi penasaran deh 😁

Waktu itu saya baru selesai menonton dorama Jepang "Chef: Three Star Lunch", jadi keinginan saya untuk memuaskan dahaga makanan negeri sakura ini semakin menggebu. πŸ˜‹

Oke, langsung saya bahasa resto Jepang satu ini ya! 

Berlokasi di Jl. Panderman No.11, RW.3, Gading Kasri Klojen, Kota Malang, restoran ini menurut saya mudah ditemukan. Lokasinya dekat dengan SD Santa Maria Panderman. Dari jalan besar tinggal masuk berjalan kaki beberapa puluh meter dan tadaaa... Sampailah kita. ^^



Kami berangkat ke Sugoi Tei bertiga dengan Nuy mengendarai sepeda motor sekitar pukul setengah sebelas pagi, jadi pas sampai kira-kira pukul 11, tepat saat para karyawan siap menyambut kami karena mereka buka memang jam 11 pagi.

Saat kami datang, parkirannya masih kosong, jadi kami sama sekali nggak ada kesulitan parkir. Katanya sih, kalau memasuki weekend atau jam makan siang di hari kerja maka akan banyak pelanggan yang datang. Hmm... Ada untungnya sih datang pagi, bisa bebas memilih tempat duduk. Kami bertiga duduk lesehan di bagian dalam.





Suasana di Sugoi Tei Malang


Tempatnya luas dan cozy, interiornya ditata se-Jepang mungkin dengan banyak bambu dan gambar geisha. Apalagi saat kita baru masuk, atmosfirnya beneran Jepang sekali. Kalau kesini, sepertinya paling cocok bareng keluarga besar. Soalnya suasananya nyaman.  Nah, disini tuh ada disediakan ruangan smoking area dan juga non smoking area. Kalau non smoking ini cocok banget buat keluarga yang membawa anak balita seperti kami supaya anaknya nggak terpapar asap rokok. Yang smoker juga mangga bisa menuju ke area yang sudah disediakan. Win-win solution.

Untuk variasi menu dan juga taste masakan, saya suka biyanget. Entah faktor setengah tahun lebih nggak makan sushi atau gimana, yang pasti makan sushi disini rasanya nikmat.huhu... Saking nikmatnya saya tuh sampai lupa untuk mengabadikan sushi itu sebelum dia menjadi bahan bakar di perut. 

(Pembaca: Itu namanya lapeeeeeerrr)

Menu di Sugoi Tei Malang


Menu yang ditawarkan cukup beragam, kurang lebih terdapat 200 menu yang bisa dipilih sesuka hati di Sugoi Tei. Primadona utama disini tentu saja sushi, untuk kenyamanan pelanggan, maka pihak resto menyediakan deskripsi sushi sehingga kita bisa memilih sesuai dengan selera kita.  Mau yang agak masak atau masih raw saja. 

Saya sih doyan yang sudah diolah, Soalnya masih perlu adaptasi kalau makan daging mentah. Kalau abah mah, ya ayo aja





Selain sushi (makimono-sushi fushion rol dkk), ada juga menu lainnya seperti gunkan, inari, donburi, udon, ikura salmon, ramen, yakiniku, yakimeshi, katsu atau bentuk. Oh iya, disini juga menyediakan hot pot.

Nah, menu hot pot ini yang saya pesan sesudah sushi yang tandas dalam waktu kurang dari 5 menit. isinya potongan daging, jejamuran dan juga air kaldu yang gurih.




Mengutip website Sugoi Tei, Menu disini Alhamdulillah, sudah HALAL.


Biaya Makan di Sugoi Tei


Nah, untuk keluarga lumayan terjangkau. Untuk hot pot medium harganya 120ribu dan bisa dimakan oleh 3 orang (2 dewasa dan 1 anak), kalau sushi sekitar 35rb per set, isinya tergantung, kemarin kami membeli yang isi 2 pieces. 

Sedikit? Jangan salah... gitu-gitu kenyang banget lho pulang dari sini. Haha... Perut saya puas.

Untuk sistem pembayarannya sendiri, disini bisa langsung cash ataupun memakai kartu debit dan kartu kredit. 

Saya prefer pakai cash kalau soal makan-makan. Supaya nggak ribet, soalnya urusan perut. hehe.

Nah, kesimpulannya, kesan pertama saya mencoba makan sushi dan hot pot halal di Restoran Jepang Sugoi Tei Malang lumayan bagus. Para waiters sigap, makanannya enak, suasana nyaman, dan harganya pun lumayan. 

Next time, saya pengen mencoba makan di Peco-peco sushi Malang, katanya sih lebih murah. Bener gak ya? ^^


Monday, April 15, 2019

Pil KB yang Aman untuk Ibu Menyusui, yang Bagaimana?


Assalamualaikum.

Salah satu concern saya bersama Abah Nuy sesudah saya melahirkan Syuna dahulu adalah memberi jarak antara anak pertama dan anak kedua. Karena itu, memakai kontrasepsi merupakan hal yang saya pikirkan sejak masih masa nifas. Pertanyaan seperti "Pil KB apakah yang aman untuk ibu menyusui?" adalah pertanyaan yang paling saya pikirkan selama masa nifas.

Soalnya jujur, saya takut kecolongan. saya takut nggak bisa membesarkan mereka dengan baik. Melahirkan anak di usia 20 tahun saja sudah tantangan untuk saya yang masih level cemen abis manajemen emosi dan rumah tangganya.

Nambah lagi? Nay, bisa jadi singa saya. 😁

Nah, jadi sebelumnya saya adalah pengguna pil KB Andalan (sekitar 1 1,5 bulan sebelum hamil). Awalnya kegalauan saya cuma bingung antara tetap meminum Andalan atau beralih ke merk lain seperti Diane 95, Microlut, suntik progestin seperti Trinordiol, atau IUD.

Kakak pertama saya yang seorang bidan memberi saran untuk memasang IUD saja, soalnya nggak melibatkan hormon dan juga minim efek samping. Pertama kali mendengar penjelasannya saya asli jadi pengen banget masang IUD. Tapi, setelah mempertimbangkan beberapa hal, saya pun memutuskan untuk menunda pasang IUD. 

Eh, kenapa memangnya?

Jadi, pertama, setelah nifas berakhir, saya nggak 'dapet'. Bukan cuma dua-tiga bulan, sampe setahun lebih lho! Gimana masang IUD-nya? Jangan bilang dipasang pas nggak menstruasi aja deh, saya auto ngeri bayangin cocor bebeknya. huhu.

Sudah tahu kan kalau cara pakai IUD itu vagina harus sedikit 'diregangkan dengan bantuan alat? Kalau menstruasi biasanya Miss V sedikit lebih longgar, jadi pemasangannya akan jadi lebih gampang. Kalau tidak haid pun sebenarnya masih bisa dipasang sih, tapi saya nggak mau. Ngilu aja rasanya. Cemen ya? biarin. haha

Kedua, awalnya sih... nggak berencana memberi jarak terlalu lama. Kalau IUD kan masangnya pake niat, harus ada maintenance juga (dilihat posisinya, periksa per berapa bulan), terus jaraknya baru punya anak lagi kan lumayan ya? Kalau nggak salah bisa dipake 5-7 tahunan. Rencananya saya nggak terlalu lama. Tapi karena satu dan lain hal, memang sampai sekarang masih belum nambah momongan, Nuy sekarang juga udah menjelang usia 4 tahun, sudah daftar PAUD. Dan kami masih bertiga.

Oke, mari kembali lagi ke soal KB. 


KB apa sih yang aman untuk Ibu Menyusui?


Sebagai pasangan aktif dan juga Alhamdulillah masih diberi kesuburan, concern kami di awal tadi tentunya harus segera mendapatkan jawaban yang cito urgent periculum in mora. lol.

Baca juga: Pertama Kali Menyusui, Masalah yang Kuhadapi & Caraku Mengatasinya (++Tips)

Makanya saya mencari kontrasepsi, syaratnya dulu itu cuma satu: NGGAK MENGGANGGU PRODUKSI ASI. Karena dari awal memang pengen ngasih ASI ekslusif ke anak. Jadi, setelah ditanyakan sama dokter, alternatifnya itu ada beberapa, diantaranya:

✔️ Kondom. 


Option ini nggak kami pakai. Soalnya dari segi harga lumayan, nggak praktis, nggak romantis juga karena nggak bisa skin to skin wkwkwk

✔️ Suntik KB Depo per 3 bulan. 


"Ih, kenapa harus tiga bulan? kan ada yang suntik satu bulan aja?"

Eh, ternyata kalau suntik yang satu bulan itu berpengaruh ke hormon ASI lho, bikin seret. Prinsip ini bertentangan banget dong kalau pengen full menyusui anak. Jadi saya baru tahu kalau menyusui nggak boleh pakai suntik KB 1 bulan.

Kalau saudaranya, si suntik KB yang 3 bulan itu malah nggak mempengaruhi ASI, jadi kalau menyusui mah aman banget (katanya) Tapi habis saya pikir-pikir lagi karena waktu antara satu suntikan ke suntikan berikutnya itu kelamaan banget buat saya yang memori jangka pendek ini, jadi ya opsi ini saya skip. Takutnya lupa.

✔️ IUD


Saya sudah membahas alasan nggak pakai ini tadi ^^

✔️ Pil KB Khusus Menyusui / Pil KB progesteron tunggal 


Dilansir dari Alodokter, pil KB, pil ini terdiri dari 2 jenis.
1.) Pil progestin
2.) Pil kombinasi.
Pil progestin yaitu pil yang menggunakan progestin, yaitu bahan tiruan dari hormon progesteron.
Sedangkan pil kombinasi yaitu pil yang mengandung hormon esterogen dan progesteron.

Nah, akhinya saya memutuskan untuk memakai opsi terakhir ini. Pilihan saya jatuh ke Pil KB Andalan Laktasi. Alasannya sederhana saja waktu itu: gampang dicari. Saya nggak punya pertimbangan khusus seperti "bikin gemuk apa tidak?", "bikin kulit mulus apa tidak?" karena saya pada dasarnya memang dianugerahi body gembul dan kulit wajah yang nggak rewel. Jadi ya que sera sera, kalau mau tambah gembul atau tiba-tiba jerawatan, saya stop saja nanti.

Lalu, amankah ibu menyusui mengonsumsi pil KB?


Menurut Dr. dr. Andon Hestiantoro, SpOG(K), Staff Pengajar FKUI-RSCM, ibu menyusi aman saja mengonsumsi pil KB. Namun beliau menyarankan ibu menyusui untuk mengonsumsi pil KB jenis tertentu saja agar produki ASI tidak terhambat, contohnya pil KB Progestin.

Kelebihan dan Kekurangan pil KB Progestin Menurut BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional).


Keuntungan:


- Efektif jika diminum setiap hari di waktu yang sama (0,05-5 kehamilan / 100 perempuan dalam 1 tahun pertama, tingkat keberhasilan sekitar 99%)
- Tidak diperlukan pemeriksaan panggul
- Tidak mempengaruhi ASI
- Tidak mengganggu hubungan seksual
- Kembalinya fertilitas segera jika pemakaian dihentikan
- Mudah digunakan dan nyaman
- Efek samping kecil.


Keterbatasan:


- Harus digunakan setiap hari dan pada waktu yang sama
- Bila lupa satu pil saja, kegagalan menjadi lebih besar
- Efektifitas menjadi rendah bila digunakan bersamaan dengan obat tuberkulosis atau obat epilepsi.

🌻🌻🌻

Nah, jadi selama masa menyusui dulu (sekitar 2 tahun), saya menggunakan pil KB Andalan Laktasi dengan pertimbangan kandungannya berupa hormon progestin dosis rendah. Tujuan utama saya memilihnya adalah karena pil KB jenis ini tidak mengganggu produksi ASI. 


(NB: Kamu bisa mencari KB progestin dosis rendah lainnya di apotek, kebetulan saja saya pakai KB Andalan Laktasi) 

Alhamdulillah, saya tidak mengalami keluhan apapun selama menggunakannya. Tidak ada flek, bayi tenang dan produksi ASI pun juga cukup lancar. Dari segi harga, lumayan murah. Harganya per blister sekitar Rp.16.000,00- dan bisa dipakai untuk satu bulan (mengkuti siklus reproduki selama 28 hari).

Kekurangannya yang saya rasakan cuma satu: NGGAK BOLEH LUPA MINUM. Jadi saya nyetok deh dimana-mana supaya kasus lupa minum obat nggak kejadian. Saya menyimpannya satu blister di tas kerja, satu  blister dalam dompet, satu blister di rumah mertua, tujuannya buat jaga-jaga siapa tau kelupaan dan nggak bisa kemana-mana, misalnya pas ke rumah mertua yang letaknya masuk kampung dan nggak ada apotek disana, kalau sudah ada prepare begini saya bisa tenang.

Untuk saat ini saya sudah berhenti minum Pil KB Andalan Laktasi karena saya sudah purnatugas menyusui Nuy selama dua tahun. Setelah berhenti, saya sempat mencoba suntik KB satu bulan dan hasilnya bisa dibaca disini.

Baca juga: Kenapa Memilih Suntik KB satu bulan? (Plus dan Minus) 

Nah, sekarang (sekitar 6 bulan terakhir ini) saya sudah lepas pil KB full karena LDM-an (lagi) sama suami. Kalau dia pulang nanti, kami sepakat untuk menggunakan kontrasepsi IUD saja.

Oke, semoga ulasan pil KB untuk Ibu Menyusui ini bermanfaat ya. ❤️

Sunday, April 14, 2019

Menginap di Hotel Redtop Pecenongan

Assalamualaikum.

Saat saya berkunjung ke Jakarta bulan januari kemarin, saya menginap di salah satu hotel di daerah Pecenongan. Seperti nama wilayahnya, hotel itu bernama Hotel Redtop Pecenongan. Mungkin sebagian teman sudah tahu ya kalau pemilik hotel ini merupakan seorang advokat kondang,  Lucas, SH, CN yang merupakan boss dari Lucas & Partner. Hotel ini beralamatkan di Jl. Pecenongan No.72, RT.2/RW.4, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, hotel ini memiliki sejarah yang cukup menarik untuk disimak.

Berdiri sejak tahun 1995, hotel ini menawarkan nuansa klasik dengan dominan warna merah, persis seperti namanya. Sejak saya pertama menginjakkan kaki di lobby hotel, warna merah dan emas yang mendominasi interior begitu menarik perhatian, saya, paling tidak red carpet bisa saya lihat dimana-mana.

Usia 23 tahun yang disandang oleh hotel ini pun tampak tercermin dari furnitur dan arsitektur hotel yang besar dan megah. Pramupintu dan pramukamar yang sigap pun memberikan saya kesan  pertama yang professional.


Hotel ini memiliki total 390 kamar dengan pilihan Superior, Deluxe, Plaza Club Deluxe, Plaza Club Suite, Executive Suite, Dynasty Suite dan Presidential Suite.

Saya menginap di tipe Deluxe selama dua malam. Fasilitas kamar yang kita dapatkan saat menginap disini cukup memanjakan. Dari semuanya, saya paling suka bagian bathroom! 

Pagi-pagi, kucuran air dingin dari shower rasanya begitu menyegarkan, pas untuk memulai hari. Sorenya, setelah penat beraktivitas seharian, pulang dan berendam di bath tub merupakan pilihan bijak, badan terasa rileks!

Nah, untuk saya yang berambut panjang dan berhijab, hal mengesankan dari kamar mandinya adalah disediakan hair dryer. Sangat membantu agar bisa bersiap lebih cepat. ^^




Untuk fasilitas kamar yang saya tempati, terdapat 2 single bed, meja kerja, TV, AC, tea & coffe maker, serta deposit box. Untuk tipe kamar lainnya, fasilitas ikut menyesuaikan. 

Kalau kalian kebetulan pengen menginap kesini, langsung saya ceka-ceki fasilitas dan harganya di website resmi hotel REDTOP. Bocoran dari blog Cool4myeyes, tanggal 12 Agustus adalah hari ulang tahun Redtop, jadi pantengin aja website-nya, siapa tahu ada potongan harga spesial. πŸ˜‰

 



Hotel ini juga sering digunakan untuk perjalanan dinas, pernikahan, atau tempat nongkrong mengingat fasilitasnya yang begitu lengkap, dari website-nya, tercatat ada 1 Grand Ballroom & 14 Meeting Rooms, 6 Restaurants & Bars, Outdoor Swimming Pool and Jacuzzi, Fitness Center, serta Redtop Hotel Spa & Japanese Healing Spa yang ditangani oleh professional.




Untuk sajian breakfast yang disediakan oleh pihak hotel pun saya juga menyukainya karena benar-beragam, mulai dari salad, snack, hingga menu makanan yang berat dari masakan lokal, asian dan western, semuanya tertata dengan rapi dan ditangani dengan hati-hati. 

Saya terlalu fokus makan sampai lupa mengambil foto. :D

Urusan lunch atau makan malam, driver online yang sempat mengantar saya saat menginap disini terheran-heran saat saya bertanya dimana pusat kuliner terdekat. Ternyata oh ternyata, lokasi Redtop Hotel ini letaknya sangat strategis, tinggal berjalan kaki keluar dari hotel maka kita akan berada di pusat kuliner Pecenongan!

Hmmm... Cucok lah kalau pengen wisata kuliner ^^ tapi driver itu mengingatkan agar teliti sebelum membeli karena tidak semua makanan yang dijual disana halal. 


Pemandangan dari kamar tidak terlalu buruk, hamparan kota Jakarta dengan warna-warninya cukup untuk teman bersantai seraya menikmati secangkir teh hangat.

Untuk saya, Hotel Redtop Pecenongan lumayan bagus untuk staycation. Apalagi kalau mau sekalian wisata kuliner (^^v).
Saturday, April 13, 2019

Ziarah ke Makam Datu Muning Rantau

Assalamualaikum.

Kabupaten Tapin terkenal dengan banyaknya makam "Datu" diwilayahnya, sebut saja diantaranya makam Datu Sanggul, Datu Kabul, Datu Suban, atau Datu Nuraya. Menurut hikayat, para Datu ini semasa hidupnya adalah ulama yang menyebarkan agama Islam di Nusantara, khususnya wilayah Tapin. Konon, karena dalamnya ilmu yang mereka miliki, mereka memiliki kekuatan istimewa yang tidak dimiliki manusia biasa.

Nah, kali ini saya akan bercerita pengalaman saya ziarah bersama keluarga ke Makam Datu Muning yang terletak di Desa Sungai Rutas, Kecamatan Candi Laras Selatan. Yuk, simak perjalanan saya sampai selesai! 

Ziarah Datu Muning Rantau
Selfie dulu, bareface tapi pakai kamera jahatt XD

Rute & Transportasi Menuju Makam Datu Muning


Nah, meskipun ini bukan kali pertama saya pergi ke tempat ini, tapi sepertinya dalam 10 tahun terakhir saya nggak pergi ke sini, jadi perjalanan ini seperti kilas balik untuk saya, seperti mengingat-ingat memori masa kecil :D

Saya berangkat kesini bersama mertua, suami, adik ipar, dan pastinya Nuy, dengan mengendarai mobil. Untuk rute angkutan umum yang ingin ke tempat ini memang agaknya sedikit sulit karena tidak ada angkot disini (letaknya masuk ke dalam), tapi terkadang ada taksi colt dari atau menuju Margasari yang lewat, jadi kalau berangkat dari Banjarmasin bisa pakai taksi Margasari.

Jika berangkat dari pusat Kota Rantau, maka jarak menuju Makam Datu Kuning sekitar 26 Km. Jarak tersebut ditempuh dengan menaiki kendaraan roda 4 atau roda 2 sejauh 20 Km, kemudian dilanjutkan dengan akses perahu sejauh 6 Km karena harus masuk ke dalam melewati sungai kecil. 

Perjalanan ke makam datu muning
Itu bukan pandan ya, itu sejenis sayuran seperti lobak. Enak dimakan, tapi masaknya luamaaaa.

Biaya menaiki sampan air/klotok menuju ke tempat ini memakan waktu sekitar 20-30 menit dengan biaya sebesar 150rb untuk perjalanan pulang pergi. Lumayan ya? Tidak terlalu mahal karena satu sampan bisa dinaiki sekitar 6 orang. Jadi, ada baiknya kesini bersama teman supaya biayanya bisa di sharing.

Kata suami yang sering menemani mertua kesini sih, dulu perjalanan kesini itu seru. Kenapa seru? karena dulu disini banyak pohon tinggi di kiri kanan rute menuju makam. Nah, di pepohonan itu banyak bekantan atau burung enggang (keduanya fauna khas Kalimantan) yang hidup dengan liar. Saya excited dong denger pertama kali. Pengen lihat juga XD

Sayangnya sekarang banyak pohon yang mati, ada beberapa batang yang saya lihat hangus. Mungkin bekas di bakar? Yah, sayang ya, padahal ini daerah rawa-rawa. Maksudnya, ngapain juga ditebang pohonnya. Toh nggak bisa dibikin bercocok tanam. Beberapa pohon yang lain juga ada yang putus karena disambar petir (sama-sama hangus sih kalau dilihat hahaha). 
So, kalau hari sedang hujan, mungkin ada baiknya mengurungkan niat kesini dulu, tunggu sampai reda baru dilanjutkan.

karena berada di atas rawa, jembatan kayu dijadikan sebagai pijakan saat berjalan.

Ada Apa di Makan Datu Muning? 


Dari situs website pemerintah kabupaten Tapin, tertulis bahwa area seluas 1 Ha ini dikelola oleh masyarakat sekitar secara swadaya. Namun di lokasi, ada plang yang bertuliskan Makam Datu Muning ini merupakan penataan desa wisata binaan Disporabudpar Kabupaten Tapin.


Plang dari disporabudpar, ada tempat sampah, wc juga. lumayan .


Di sekitar Makam Datu Muning, banyak pondok-pondok kecil yang dimaksudkan untuk menampung para pengunjung yang datang untuk sholat, atau sekedar makan dan beristirahat. Pondok-pondok ini biasanya akan sangat berguna jika memasuki minggu-minggu haulan Datu Muning, kalau sedang hari-hari biasa (apalagi weekdays) maka akan sunyi.

Nah, bangunan utama yang ada Makam Datu Muning didalamnya berupa bangunan semen modern yang bercat warna kuning. Ada buku surat Yasiin, dan beberapa buah buku Al-Qur'an yang disediakan.


Disediakan juga buku tamu.

Nah, yang paling saya suka dari lingkungan Sungai Rutas deket sama makam ini mungkin adalah sungainya masih belum tercemar. Asli deh, ini tuh semacam wilayah yang didatangi kru "Mancing Mania" kayaknya. Airnya masih jernih, banyak rumput laut air tawar yang tumbuh (artinya airnya masih bersih), dan kalau ditengok baik-baik, di air jernih itu ada banyaaaak banget anak ikan yang lewat.

Nggak heran kadang ada masyaraat sekitar yang lewat di area ini untuk malunta (memasang jaring penangkap ikan), wong ikannya tuh buanyak! 

Yang mau meliat kumpulan ikan di sekitar makam bisa lihat videonya ini:



Pada keasikan nyari ikan deh hahaha
Perjalanan kesini biasanya diteruskan lagi ke Makam Datu Kabul yang berada di wilayah Margasari, sekitar 20-30 menit perjalanan. Jadi setelah selesai ziarah disini, teman-teman bisa naik kelotok kembali ke rute darat lalu meneruskan perjalanan timur. Nah, khusus ke Datu Kabul nih juga harus memperhatikan cuaca karena jalannya masih tanah merah yang rentan basah dan bikin kotor, kalau pakai mobil bisa terjebak di tengah lumpur. Jadi paling aman memang naik sepeda motor.

Nah, sampai sini dulu cerita saya tentang Ziarah ke Makam Datu Muning Rantau. Nanti kapan-kapan saya cerita juga deh tentang perjalanan saya menuju ke Makam Datu Kabul.

Terima kasih sudah membaca ^^




Friday, April 05, 2019

Apakah Arti Nisamrajnab fo reggolb elamef?

Penasaran, Apa arti kata Nisamrajnab fo reggolb elamef? 


Tenang haja sanak, kita ni  asalnya sama-sama dapa  tahu dimapa artinya

Tapi, saya yakin, sebagian besar mencari makna dan membaca tulisan ini pasti pertama kali mendengar kata-kata Nisamrajnab fo reggolb elamef di acara Ngobrol SEO Bareng Bang Jimmy Ahyari di Kampus Politeknik Negeri Banjarmasin, tanggal 30 April 2019 kemarin. (atau via grup WA, bila tidak hadir di acara). 

Buhan Blogger nang bahadir

Nah, buat yang masih bingung makna dari kata-kata Nisamrajnab fo reggolb elamef ini, sini mari kita bongkar! 

Nisamrajnab fo reggolb elamef = Female Blogger of Banjarmasin 

Nah, betul!

Keduanya adalah kata yang sama

Kataa Nisamrajnab fo reggolb elamef adalah kata Female Blogger of Banjarmasin jika dibaca dari belakang. 



Mun masih haja ada nang betakun, apa pulang garang si Female Blogger of Banjarmasin nginih? 

Female Blogger of Banjarmasin adalah komunitas Blogger Perempuan  pertama dan satu-satunya di Kalimantan Selatan. Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang, ada mahasiswa, Ibu Rumah tangga, sampai Pekerja Kantoran. Semua membernya memiliki kemiripan, yakni semuanya sama-sama perempuan, dan memiliki darah/berdomisili di Banjarmasin. 

Jika ingin tahu selengkapnya tentang komunitas Female Blogger of Banjarmasin ini, sanak-sanak bisa langsung menuju ke blog resminya di Fbbcommunity.com

Mudah-mudahan tulisan ini Bisa menjadi jawaban untuk yang mencari 'Nisamrajnab fo reggolb elamef' alias 'Female Blogger of Banjarmasin'. Terima kasih sudah membaca! 
Tuesday, March 19, 2019

Wisata Keluarga ke Malang? Jangan Lupa Mampir 9 Spot Wisata Malang yang Budget Friendly ini!

Assalamu'alaikum. Salam Ngalam, rek!

Bicara tentang kota Malang, maka kota Pelajar di Jawa Timur ini tidak diragukan lagi memiliki banyak lokasi wisata yang ramah anak, sebut saja diantaranya Museum Angkut dan Jatim Park. Saya yakin teman-teman pasti sudah pernah mendengar nama-nama itu sebelumnya, bener nggak? Dua tempat itu merupakan lokasi eduwisata yang sangat popular di Malang. Selain tempat itu, ada juga lokasi eduwisata lainnya seperti Eco Green Park, Museum Satwa, atau The Bagong Adventure Human Body Museum yang tak kalah cemerlang. Semuanya cocok dikunjungi jika ingin berwisata sambil belajar bersama si kecil. 

Kalau menilik keunikan kota Malang sendiri, menurut saya wisata keluarga ke Malang itu paket lengkap! Selain menawarkan sisi perkotaan yang modern, Malang juga tetap mempertahankan sisi kebudayaannya yang kental. Dipadukan dengan keindahan alamnya yang asri dan kuliner yang memanjakan lidah. Kota Malang itu pas banget buat berpetualang mengisi liburan keluarga.

2018 lalu, saya sekeluarga kerap kali mengisi liburan dengan jalan-jalan di Malang. Saya mendatangi tempat-tempat yang ramah kantong bersama Babanuy dan juga Nuy. Yup, family trip naik motor bertiga dengan membawa kotak bekal makanan. Nah, dari pengalaman waktu itu, kali ini saya mencoba menuliskan wisata budget friendly di Malang. Saya sebut budget friendly alias ramah kantong karena per lokasi biayanya dibawah seratus ribu, bahkan ada beberapa yang bisa cuma modal parkir kalau sudah bawa bekal makanan dari rumah sebelumnya. Hehe. πŸ˜„

Nah, Penasaran dimana saja? simak sampai habis ya!

1. | Taman Langit Gunung Banyak




Nuy dan Abah berpose ala-ala.



Kalau si kecil suka dengan dataran tinggi yang punya pemandangan yang imajinatif, maka tempat ini adalah lokasi yang perfect! Selain hijaunya pepohonan dan hamparan bunga warna-warni. Banyak spot artistik yang dibangun di lokasi ini. Rasanya seperti masuk ke dunia fantasi, setiap sudut  terlalu sayang untuk dilewatkan karena instagramable buanget.  Cocok lah sama namanya, Taman Langit ^^

Lokasi wisata alam satu ini sebenarnya lumayan terjal karena berada di kawasan pegunungan, namun berkat banyaknya karya yang dihamparkan disepanjang jalan, jadinya tuh ya nggak berasa. Cekrek sana-sini, eh, tahu-tahu udah sampai aja di puncak Taman Langit. Banyak distraksi menarik bagi anak-anak disini. Nuy bahkan nggak mau digendong karena asyik bereksplorasi lho. 😁

Asyik menghitung daun sambil main loncat-loncatan. 

Kalau kebetulan berencana kesini, saran saya jangan lupa untuk membawa air minum sendiri, karena saat memasuki area Taman Langit maka sudah tidak ada lagi pedagang yang berjualan. Meskipun saat keluar dari lokasi nanti di  ada beberapa kedai minuman, toh  tak ada salahnya menyediakan air sendiri agar tidak kehausan selama di perjalanan. 

Kalau ada sampah juga usahakan untuk dibuang ke tempat yang seharusnya ya. 😊

2. | Taman Paralayang


Sumber: Malang Guidance

Sama-sama Taman, tapi tidak seperti Taman Langit yang seru untuk berpetualang menikmati alam. Taman yang satu ini lebih cocok untuk bersantai bersama keluarga, atau sekalian melepaskan hormon adrenalin dengan ikut olahraga paralayang / paragliding. 

Apakah anak-anak boleh ikut naik paralayang? Oh, boleh! Dengan syarat usia minimal 14 tahun dan sebelum naik paragliding mendapatkan persetujuan orang tua terlebih dahulu. So, hayuk yang punya anak remaja bisa ikut ini nih! Kalau ada budget berlebih bisa langsung dijajal. Kalau nggak, jadi penonton pun tak apa kok. Saya pun jadi penonton doang kok pas dolan kesini.  😁

Nah, untuk jam kerja disini khusus untuk paragliding, pelayanannya dibuka mulai jam 7 pagi hingga jam 5 sore, tergantung dengan cuaca apakah berkabut atau tidak. Sedangkan untuk  Taman Paralayang-nya sendiri buka full 24 jam sehari, sehingga memungkinkan pengunjung untuk melihat indahnya gemerlap pemandangan malam kota Batu dari ketinggian 1.326 mdpl. Katanya nih, Sunrise-nye pun juga tak kalah indah kalau dilihat dari atas puncak Paralayang. 


Ah, saya belum pernah melihat jadi penasaran sendiri nih! πŸ˜†

3. | Omah Kayu


Pintu masuk Omah kayu dan taman langit 

Harga Tiket: Rp. 5.000/orang
Jam Buka: 09.00–17.00 WIB
Alamat: Jl. Gn. Banyak, Gunungsari, Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur 65312

Nah, seperti namanya, Omah Kayu ini adalah rumah kayu pilihan yang terletak ditengah rindangnya pepohonan (house tree), karena unik, Omah Kayu cocok sebagai tempat mengambil foto bersama keluarga kecil. 

Kalau berjalan-jalan kesini pastikan memakai alas kaki yang anti slip dan pilih waktu dimana hari tidak hujan supaya jalanan tidak terlalu licin. ^^

4. | Alun-Alun Kota Malang



Nah, ini dia spot universal yang semua bebas masuk alias free! 😁

Alun-alun Kota Malang ini memiliki sejumlah birds cage yang dihuni ratusan burung dara jinak yang sering berunteraksi dengan pengunjung. Mama dan Abah bisa santai duduk didekat pepohonan sambil mengawasi anak-anak bermain dengan para burung.

 Lokasinya dikelilingi dengan pohon besar yang menambah santai untuk sejenak melepaskan penat. Ada juga spot permainan anak di sudut Alun-alun ini. 

5. | Batu Flower Park [Coban Rais]




Pengen berfoto dengan latar belakang hijaunya lereng gunung a la Bandung? Nggak perlu jauh-jauh berangkat kesana, di Malang juga bisa lho, sepaket pula dengan bunga-bunga yang segar. Batu Flower Park adalah lokasi yang tepat. 

Disini, selain mengasyikkan untuk berfoto bersama, kalau liburan bersama anak cewek pastinya si anak excited karena seperti namanya, Batu Flower Park  ini dihiasi dengan hamparan bebungaan. πŸ˜†

So lovely



Kalau ingin mendatangi destinasi yang sedikit lebih menantang, tinggal belok dan masuk sedikit lebih dalam menuju Coban Rais, si air terjun indah di tengah hijau pemandangan hutan. Keduanya berada di satu jalur yang sama, bedanya kalau mau ke Batu Flower Garden belok kesebelah kiri,  sedangkan jika ingin ke Coban Rais bisa belok ke sebelah kanan. 


6. | Alun-Alun Kota Batu


Hampir sama dengan Alun-alun Kota Malang,  kalau mampir kesini bisa bermodalkan bayar parkir kalau bepergian dengan kendaraan pribadi. 

Tapi, di malam hari pesona Alun-alun kota Batu menurut saya terlalu sayang kalau hanya untuk nongkrong saja. Tak ada salahnya kalau sekalian disini mengajak keluarga untuk mencicipi ragam kuliner khas Batu seperti ketan susu, sate kelinci, dan masih banyak lagi. Wahana permainan pun juga banyak disediakan disini. Nah, biaya ekstra cuma bagian kuliner dan wahana ya ^^

Oh iya, disini juga ada sering ada cosplay lho. Boleh deh diajak foto-foto kalau berani, soalnya banyak cosplay setan 😁

7. | Plaza Garden Wisata Edukasi Rabbit Field



Batu memang terkenal dengan olahan sate kelincinya yang lezat, tapi kesampingkan dulu soal kuliner, karena di Taman Kelinci ini kita akan diajak bermain oleh sekumpulan kelinci lucu yang lincah berlarian di taman. 

Bermain dengan kelinci disini bisa mengajarkan anak untuk menjadi lebih sayang dan memperhatikan lingkungan sekitar. 


8. | Taman Strawberry Pujon



Tadinya saya kira kebun strawberry hanya bisa dimasuki jika mengikuti tour petik buah, Tapi ternyata tidak juga. Kalau kita berkunjung ke Taman Strawberry yang berlokasi di Pujon, Batu ini, kita bisa melihat langsung bagaimana tanaman strawberry di lapangan. 

Bagaimana caranya tumbuh, berbunga, prosesnya menjadi buah strawberry yang matang, dan (kalau beruntung) kita juga berkesempatan untuk memanen buahnya. Wah, seru sekali kan? Anak-anak pasti senang  πŸ˜†πŸ“


Oh iya, dengan harga tiket masuk yang sudah dibayar, kita juga sudah berhak mendapatkan satu kemasan kecil berisi buah strawberry matang yang siap disantap. Yummy

9. | Taman Bunga Selecta, Batu.




Taman bunga seluas 18 hektar yang dibangun sejak zamannya Belanda di tahun 1982 ini bukan sekedar taman bunga biasa. Selecta memiliki nilai historis yang istimewa, diantaranya adalah menjadi lokasi Bung Karno dan para tokoh nasional menyusun ide perjuangan sebelum teks proklamasi lahir. Penyusunan itu dilakukan di Taman Selecta, tepatnya di Villa Brandarice atau yang sekarang lebih dikenal dengan Villa Bima Sakti.


Saya sukaaa banget tempat ini, gara-gara dulu waktu study tour SMK  gagal mampir kesini, sekarang bisa kesini bareng keluarga itu rasanya bahagia aja gitu. Langsung nerasa tua. 


🌿🌿🌿


Nah, bagaimana? Apakah teman-teman ada rencana jalan-jalan wisata bareng keluarga ke Malang juga? Kalau ada semoga daftar spot wisata diatas bisa bermanfaat ya! ^^ Penjelasan lebih rinci terkait lokasi wisata diatas bisa teman-teman cari di tag "Malang". 😊

Next, seusai menentukan itinenary, saatnya mempersiapkan akomodasi untuk menuju kota Malang. Jika teman-teman memutuskan untuk mencari tiket pesawat ke Malang, maka pastinya di musim harga tiket melambung seperti sekarang tiketpesawat murah adalah hal yang dicari-cari. Hehe.

Tenang, kamu nggak sendirian kok, wong saya juga! πŸ˜‚

Karena itulah, untuk rencana ke Malang sekeluarga akhir tahun ini, saya sudah melakukan survei harga tiket melalui situs Pegipegi. Kalau kondisi memungkinkan, saya berencana untuk langsung melakukan perjalanan dari bandara Syamsyuddin Noor Banjarmasin menuju bandara Abdul Rachman Saleh Malang. Supaya lebih hemat waktu dan tenaga juga.

Kalau kalian mau ngecek harga dan rute yang tersedia, kalian bisa langsung menuju Situs Pegipegi atau install aplikasinya yang bisa diunduh gratis melalui Playstore. ^^

Nah, sekian dulu, semoga bermanfaat untuk yang sedang bersiap wisata keluarga ke Malang.



Happy travelling!

Custom Post Signature

Custom Post  Signature