Tuesday, April 24, 2018

Kenapa Memilih Suntik KB 1 Bulan?



Setelah setengah tahun terakhir galau memilih kontrasepsi, akhirnya tanggal 4 April kemarin saya memantapkan hati untuk mencoba suntik KB satu bulan di bidan dekat rumah. 

Sebelumnya kurang lebih sekitar 3 tahun terakhir, saya memakai kontrasepsi betupa pil KB harian. Tapi jujur sih, saya sadar diri orangnya pelupa dan sering minum nggak tepat waktu. Jadinya pengen beralih ke metode lain yang lebih praktis. πŸ˜€

Tadinya pengen sekalian pasang IUD aja supaya terbebas dari produk rekayasa hormonal. 

Tapi makin kesini, saya merasa mesti konsultasi ke dokter ginekologi dulu deh, mengingat saat melahirkan Syuna dulu katanya ada sedikit ruptur rahim, entah ya berpengaruh atau tidak dengan pemasangan IUD, tapi saya ingin meyakinkan diri sebelum memasang benda asing di tubuh saya. Hehe

Suami menyarankan untuk suntik KB saja dulu untuk sementara waktu. Jadi, yes, kenapa nggak saya coba aja, Bismillahirrahmanirrahim...

KENAPA MEMILIH SUNTIK KB 1 BULAN?

Oke, saya cerita dulu sedikit ya BTS-nya... Supaya rada panjang dikit. πŸ˜‚

Pertama kali saya datang ke tempat praktek bidan dan bilang ingin suntik KB. Beliau memastikan dulu kalau saya tidak dalam keadaan hamil, kebetulan paginya saya sudah cek pakai testpack dan hasilnya negatif, jadi oke, boleh disuntik. 

Beliau mempersilakan untuk memilih suntik KB berapa bulan yang saya inginkan. Pilihannya ada dua, ada cyclofem untuk jangka waktu 1 bulan dan triclofem untuk jangka waktu 3 bulan.

Ketahuan dari namanya ya...

πŸ… cyclofem hanya untuk satu kali cycle alias siklus yang biasanya 24 hari dan harus dilakukan suntik ulang setiap 30 hari.
πŸ… Sedangkan triclofem (tri) untuk 3 kali siklus, suntik ulang dilakukan per tiga bulan atau setiap 90 hari.

Suka pilih pengen yang mana, kalau saya memilih suntik KB 1 bulan aja, alias pakai cyclofem. Kandungannya kombinasi antara hormon progestin dan hormon estrogen. Saya mempertimbangkan suntik KB 1 bulan sesudah konsultasi dengan Ibu bidan yang ada di sana. πŸ˜‰

Well, pernah dengar kan rumor kalau suntik KB bikin rahim kering?πŸ€”

Saya juga ciut dibagian ini dong... πŸ˜›

Saya memakai KB hanya untuk memberi jarak kelahiran anak. Saya juga masih pengen nambah dedek buat Syuna (seperti becandaan si Abah belakangan, nambah barisan katanya πŸ˜‚). Tapi karena sementara ini ada prioritas yang lebih penting, kami berdua memutuskan untuk menunda anak ke-2 dahulu. 

Waktu saya bertanya kalau untuk kontrasepsi jangka pendek yang mana suntik KB yang lebih recommended, bu Bidan tanpa ragu langsung menyodorkan cyclofem. 

Why? πŸ˜—

Jadi, dari penjelasan beliau yang saya ingat, kehamilan akan terjadi bila kedua pihak (suami & istri) sama-sama subur. 

Untuk perempuan, cara paling mudah untuk mendeteksi kesuburan adalah melalui siklus menstruasi. Karena jika perempuan mengalami menstruasi, artinya aktivitas ovulasi di rahim berlangsung dengan normal. Jadi Insha Allah sel telurnya siap untuk dibuahi dan mengalami kehamilan.

Hubungannya dengan KB suntik yang saya pilih berkaitan dengan efek sampingnya. 

Untuk penggunaan KB suntik 1 bulan, kemungkinan mendapat menstruasi lebih tinggi dibandingkan dengan KB suntik 3 bulan. πŸ˜‰

Selain itu, logikanya untuk saya yang terbiasa minum pil KB harian, tubuh sudah terbiasa menerima dosis obat harian. Nah, untuk KB suntik dengan jangka waktu 1 atau 3 bulan, tentu dosisnya juga sudah diperhitungkan untuk bisa bekerja aktif selama tempo waktu tersebut, artinya, dosis yang diterima tubuh juga jelas lebih besar. 

Layaknya tubuh harus beradaptasi dengan dosis obat dalam suntik KB yang lumayan besar, tentu jika pemakaiannya dihentikan perlu waktu yang lebih lama untuk mengembalikannya ke sistem default kita yang normal.

Lebih sedikit obat yang masuk, IMHO lebih baik, itulah kenapa saya memilih suntik KB 1 bulan, yakni supaya siklus menstruasi saya tidak terlalu kacau. Karena katanya, penggunaan suntik KB 3 bulan lebih rentan mengalami amenorrhea, alias tidak menstruasi. 😢

Terus, apakah suntik KB 3 bulan jelek gitu? πŸ˜—

Nggak sama sekali.

Suntik KB 3 bulan sangat cocok untuk ibu menyusui karena tidak mengganggu produksi ASI. Tapi Syuna sudah lulus ASI 2 tahun. Jadi saya prefer pakai suntik KB yang 1 bulan ajaa... (Selain dari alasan yang saya jabarin diatas ya.. 😁)

Dan lagi, saya sadar diri kalau orangnya pelupa. Kalau menunggu 3 bulan, saya takut melenceng dari jadwal suntik karena kelamaan. πŸ˜‚

🌽🌽🌽


PROSES SUNTIK KAB SEREM NGGAK?

Kalau kata saya mah, nggak sama sekali. Hahahaha

Tadinya udah keder duluan karena ini pengalaman pertama. Jadi, habis ditensi dan BB serta tinggi badan saya diukur. Saya nyodorin tangan duluan karena menyangka bakalan disuntik di lengan. 

Kan katanya intra muskular. 
*Emak sotoy πŸ™ˆ

Eh, ternyata Bu Bidan nyuruh naik ke tempat tidur buat tengkurap. 

Eeerrr.... TERNYATA DISUNTIKNYA DI BOKONG sodara-sodara, bukannya di lengan πŸ˜‚

Alhamdulillah sih, kebetulan aja waktu itu lagi pake daleman yang cakep. 
(Apa hubungannyaaaaa.... πŸ˜‚)

 πŸŽˆ Dialog random selama disuntik πŸŽˆ

Saya: merem sambil berusaha merilekskan tubuh bagian bawah.

Bu Bidan: "misi ya... Saya izin buka sedikit"

Kurang lebih 5 detik kemudian...

Bu Bidan: "Sudah. "

Saya: "Hah? Cepet bener? Beneran udah selesai nih bu? 😐"

Bu Bidan: "Iya, kan yang disuntik dikit, jadi bentar aja selesai dong"

Saya: Bangun dan duduk kembali ke kursi sambil malu-malu meong. 

Oke, dengan random talk diatas saya nyatakan kalau saya nggak kapok disuntik, nggak kerasa sakit sama sekali sih. Wakakaka

Anjuran dari Bu Bidan, nggak boleh HB dulu sekitar 7 hari sesudah disuntik untuk memastikan obat sudah bekerja sempurna. Karena saya disuntik waktu haid hari ke-3, jadi sesudah bersih di hari ke-7, tinggal menunggu 3 hari doang. 

Kalau mendesak, bisa diakali dengan memakai kontrasepsi tambahan, kondom misalnya πŸ˜‰


SEKITAR EFEK SAMPING KB 1 BULAN.

Semua kontrasepsi ada sisi positif dan negatifnya, begitu juga si suntik KB 1 bulan. Dari yang saya baca, katanya begini efek samping penggunaan KB 1 bulan...

1. Ada bercak (spotting), tapi saya aman-aman saja, tidak mengalami bercak sama sekali. 

2. Mual muntah. Sama, juga nggak ada.

3. Berat Badan naik/turun. Belum ada nimbang lagi sih, tapi kayanya masih seperti biasa. Saya juga masih program menuntaskan hutang puasa, jadi kalau turun 1-2kg sepertinya masih normal ya. πŸ˜†

4. Amenorrhea (tidak haid). Saya belum haid karena belum genap siklusnya... Let's wait and see... 😊


🌽🌽🌽

KESIMPULAN

Jadi keputusan saya untuk memilih suntik KB satu bulan kira-kira alasannya begini:

1. Efektivitas sangat tinggi, yakni 99% dengan tingkat kegagalannya hanya 3-5 wanita hamil dari setiap 1.000 pasangan dalam setahun.  Kecil banget ya? Mmm... saya jadi yakin nih. πŸ˜†

2. Tidak untuk jangka lama. Saya hanya berencana melakukan suntik untuk beberapa bulan karena masih menimbang-nimbang rencana untuk memasang IUD. Jadi kalau per satu bulan kan nggak lama menunggu.

Sampai saat ini saya belum mendapatkan menstruasi. Tapi belum sampe 24 hari sih... Hehe. Nanti saya update lagi perkembangannya bagaimana ya πŸ˜‰πŸ˜Š

3. Kemungkinan subur kembali lebih cepat dibandingkan dengan suntik yang satunya. Alasannya seperti yang sudah saya tulis diatas, karena kandungannya relatif lebih mudah 'dibersihkan' oleh tubuh. πŸ˜€

πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—

Well, apapun kontrasepsi yang dipilih, baik itu suntik KB ataupun yang lainnya. Ada baiknya untuk berkonsultasi dulu ya dengan tenaga kesehatan terkait. Karena terkadang beda orang, efeknya juga beda-beda. 

Kalau saya sih sejauh ini belum ada keluhan  yang berarti. Dan mudah-mudahan normal aja ya... Aamiin πŸ˜†

Nah, kalau kamu sendiri pakai kontrasepsi apa? Sharing juga dong! 
Sunday, April 22, 2018

Belajar Psikologi dari dr.Frost yang Jenius dan Rupawan



Awal mengenal aplikasi membaca komik online, Webtoon, pada tahun 2016an, aku benar-benar jatuh cinta. Kala itu aku yang lama vakum dari dunia perkomikan membabat semua genre yang ada tanpa kecuali, baik itu komedi, slice of life, drama, fantasi, bahkan horor dan thriller. Dua genre yang biasanya kuhindari. Maklumlah, mama muda satu ini me time-nya memang gitu, membaca komik. πŸ˜

Aku masih ingat webtoon yang kubaca saat pertama kali adalah The Sake of Sita, cerita time travel bertema mitologi Dewi Kumari berwujud anak kecil di negara Nepal yang mengharu biru. 

Baru baca satu judul aja mata udah sepet, ceritanya mengandung bawang sih, bikin nangis! 😒

Berikutnya aku meluncur ke judul lain, Tower of God, Noblesse, King of Bath, Hive. Ah, entah kenapa kebanyakan komik yang berikutnya kubaca mempunyai genre fantasy. Hehe

Tapi overdosis tema fantasi ternyata membuatku merasa bosan. Aku mulai mencari rekomendasi webtoon yang lebih realistis .

Saat itulah aku menemukan judul dr.Frost di salah satu forum.

Pertama kali membaca judulnya yang berbau medis, aku langsung merasa tertarik. 

Why? karena (dari judulnya, sepertinya) komik ini berkaitan dengan kesehatan, yang merupakan salah satu genre favoritku, like, I was working on that field, too. So I can relate the situation. 😁

Sayangnya saat itu webtoon dr.Frost ternyata belum available di Webtoon regional Indonesia. Aku yang baru saja bisa membaca di platform aplikasi Webtoon juga masih belum tahu bagaimana cara switch bahasa. Jadi ya udah, nggak baca deh.

Rezeki, berkat iseng dan kurang kerjaan kepo dengan menu pengaturan, aku pun mengutak-atik setting bahasa dan mengubah regional negara (salah satunya switch dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris).

Dan, voila! ternyata Webtoon yang tersedia juga berbeda! Waktu itu aku baru tahu kalau ternyata beda negara, komik yang available pun juga berbeda-beda πŸ˜†. Bagi pecinta komik sepertiku, menemukan fakta begini rasanya itu senang banget, kayak ketemu barang bagus yang dikasih diskon gede... 
(Perumpamaan si emak emang random ya, harap maklum. hahaha)

Webtoon yang langsung menarik perhatianku tentunya adalah dr.Frost. 

Wew, ternyata dia duluan terbit di belahan dunia lain toh, bukannya di Indonesia raya. Pantesan nggak ketemu kemarin-kemarin. πŸ€”

Tak menunggu lama aku pun mulai membaca beberapa chapter.

Tentang komiknya...

To be honest, kesan pertamaku adalah gambarnya biasa-biasa saja.

Berbeda dengan manhwa lain yang biasanya memiliki teknik pewarnaan atau penokohan yang mendetail, di komik karangan Lee-Jeong Bum ini bahkan ada beberapa tokoh yang wajahnya terlihat mirip (di author box kasus persona -CMIIW-, komikusnya pun mengakui hal itu karena protes dari beberapa pembaca yang masuk). 

Tapi tunggu, jangan buru-buru underestimate. Hehe...

Okelah gambar nomor sekian, seperti halnya teknik Mangaka Detective Kindaichi yang IMHO wajah tokoh-tokohnya juga mirip. Keduanya punya daya tarik disisi lainnya.

Untuk cerita Det.Kindaichi mungkin lebih pada plot twist dan metode yang benar-benar out the box. Sedangkan pada webtoon dr.Frost, lebih pada jalan cerita yang dibawakan dan juga psikologi terapan yang bisa kita lihat sehari-hari. 

Eh iya, meskipun ada unsur 'dr', tapi webtoon ini membahas tentang psikologi lho! πŸ˜‰


Alurnya yang smooth dan disertakan penjelasan yang gampang dipahami, bahkan oleh orang yang tidak memiliki background psikologi sepertiku, komik yang benar-benar menarik.✨

FYI, komik dr.Frost disusun bukan hanya berdasarkan riset pribadi oleh penulis. Tapi juga konsultasi kasus dengan para professor dari Universitas ternama yang berada di Korea. 

So, penjelasannya itu runut dan juga jelas karena ada pakar yang ikut memberi materi. (Meskipun best com Indonesia di bagian komentar isinya penjelasan istilah psikologi semua sih πŸ˜…)

Sebuah kiriman dibagikan oleh Zulaeha B.A Rozali (@syunamom) pada

Mmm, Mungkin kalian sudah pernah menonton film barat serupa yang berjudul 'Lie to Me'?

Nah, bisa dibilang konsepnya mirip-mirip lah, meski beda profesi tapi backgroundnya sama-sama psikologi. Keduanya baik Carl Lightman dan Frost sama-sama ahli menggunakan mikro-ekspression, yaitu ilmu untuk membaca emosi seseorang dalam tempo waktu 0,2 detik. Mungkin author keduanya sama-sama terinspirasi dari Paul Ekman, Ph.D, si bapak mikro-ekspresion.

WEBTOON YANG DIANGKAT JADI DRAMA 

Begitu mendengar kabar webtoon dr.Frost ada versi adaptasi ke drama, aku pikir pastinya akan sama persis dengan kasus-kasus psikologi di dalam komiknya. Jadi aku pun menunda-nunda nonton. 

Ya... buat apa gitu kan? Toh aku kan udah tau ceritanya gimana. LOL.

Penundaan ini berlangsung 2 tahun lebih. Bener-bener nggak niat nonton lah pokoknya mah. πŸ˜‚

Tapi karena lagi ada bonus kuota, bulan kemarin aku memutuskan untuk menonton beberapa episode.
Dan... Errr, rasanya kok beda jauh banget yak plotnya sama di komik?πŸ€” 

Diantara 10 episode yang ada, kasus yang sama paling hanya 1 atau 2 biji saja, itupun dikembangkan dengan plot yang baru dan memakai pemecahan yang sedikit berbeda.

Salah satu chapter yang nggak ada, yakni cerita wanita yang saat kecil menjadi korban ibu yang mengalami post-partum depression

To sum it up, dibanding dengan versi manhwa dr Frost yang memecahkan kasus gangguan psikologis sehari-hari, dramanya lebih pada genre detektif, murder, dan juga sedikit unsur thriller. Meskipun pada pemecahan kasusnya juga dijelaskan sedikit tentang gangguan/faktor yang menyebabkan pelaku melakukan kejahatan. 

Intinya kalau pengen yang damai-damai, baca komiknya.
Kalau ingin yang berdarah-darah, nonton dramanya.

Buuuuuut one thing for sure, brace yourself karena keduanya sama-sama minim unsur romance! Don't expecting too much laaah.. 😜

DETAIL TOKOH-TOKOH DI DRAMA DR.FROST




1. dr.Frost atau Professor Baek Nam Bong

Main cast, seorang pria ganteng yang memiliki otak jenius.

Sayangnya saat masih kecil dia terlibat kecelakaan parah yang menyebabkan kedua orangtuanya  meninggal dunia serta cedera pada frontal lobe (otak depan) yang berefek dr.Frost kehilangan sebagian besar emosinya.

Kenapa Frost? 
Karena orangnya dingin, kaku, dan rambutnya berwarna putih. Otaknya terlalu logis dan memandang segala sesuatu berdasarkan teoritis, wajahnya selalu datar.

Btw, meskipun bertitel Professor, judulnya masih menggunakan titel doktor... 😁

2. Yoon Sung-A.

Asisten dr.Frost di ruang konseling Universitas Yonggang. 

Memiliki kepribadian yang terbalik dengan dr.Frost, Sung-A bersifat ceria, hangat, perhatian dengan orang lain, dan emosional.

3. Professor Song sun


Ya, banyak professornya ya... haha


Prof.Song Sun adalah teman kuliah dr.Frost, punya satu kasus yang membuat dia ngambek dan marah dengan Frost.

4. Professor Chun


Ayah angkatnya dr.Frost, sangat baik dan tipe dosen yang sepertinya akan disenangi para mahasiswanya.

πŸ“½πŸ“½πŸ“½



Dari komik dan dramanya (yang nggak saya nonton habis karena gak mau baper secara psikologis), banyak istilah gangguan psikologi yang baru aku kenali. 

Misalnya Smile Masker Syndrome, yaitu gangguan psikologis berupa selalu tersenyum di keadaan apapun, bahkan saat menceritakan atau mengalami hal-hal buruk. Mengingatkan kita pada  tokoh  Joker di  film Superman yang selalu tersenyum lebar, creepy, isn't it?

Gangguan ini dikemukakan oleh psikiater Jepang Makoto Natsume, ini biasanya diderita oleh orang-orang yang bekerja di perusahaan jasa yang of course, manner pada pelanggan itu selalu diutamakan. Jadi meski di situasi yang normalnya membuat seseorang marah, kita harus meredam emosi dan menampilkan senyum semenawan mungkin karena membawa citra tempat kerja. 

So, intinya sih emosi seperti marah, sedih, itu normal ya. Yang nggak normal adalah saat nggak bisa menampilkannya, kalau senyum terus menerus tanpa ada penyebabnya, juga bisa dipastikan ada gangguan jiwa, ya kan? 😁

Beberapa yang saya pelajari dari komik dr.Frost, diantaranya:

1. Ruang tamu seseorang adalah bagaimana dia ingin dipandang, citra diri. 

Karena jejak perilaku bawah sadar kita pasti tertinggal disana. Namun senyata-nyatanya ruang tamu, itu tetaplah sebuah pencitraan. Kamar tidur adalah tempat yang paling menunjukkan diri kita sebenarnya.

2. Anak-anak yang emosionalnya tidak terselesaikan/terabaikan cenderung mempunyai masalah kepribadian di masa depan.

Misalnya, anak yang tidak mendapatkan simpati dari orangtua saat kecil kebanyakan akan mencari simpati dari orang lain saat dewasa.



3. Orang yang tidak ingin membuka diri/menyimpan sesuatu biasanya akan  bicara dengan tangan terlipat (bersedekap) atau kaki menyilang. 

Coba, pas kesel diomelin misalnya, pernah memperhatikan nggak biasanya tangan kita pasti terlipat? Itulah bahasa tubuh. Saat tidak ingin menerima sesuatu, tubuh kita juga akan menunjukkan 'defense' secara tidak sadar.


4. Jika berbohong, ada sikap natural yang akan dilakukan tubuh dan bisa dijadikan indikasi.

Misalnya menggesekkan kedua jempol tangan, mata yang sering berkedip, meminta lawan bicara mengulang pertanyaan dengan nada yang naik, serta menutup mulut/bagian tubuh terdekat seperti bibir atau hidung. 

5. Ketertarikan seseorang bisa dilihat dari arah pusarnya.

Seseorang yang berkencan dan tertarik satu sama lain biasanya duduk berhadapan dengan pusar saling mengarah. Tubuh bagian bawah (kaki) seseorang juga bisa dijadikan indikasi, bila kakinya mengarah ke letak pintu keluar saat kalian ngobrol. Well, itu artinya dia pengen cepet-cepet pulang (alias gue bosen sama lu πŸ˜‚πŸ’”)

πŸ“½πŸ“½πŸ“½

Nah, segitu dulu yang aku ingat, kalau mau tahu lebih lanjut bisa langsung baca komiknya atau nonton filmnya aja ya, recommended kok buat nambah-nambah pengetahuan soal psikologi. 

Dan oh iya, untuk poin 3, 4, 5 itu harus lewat pengamatan yang mendalam juga, nggak bisa disimpulkan secara instan, tapi secara bahasa tubuh sih katanya begitu.

Saat ini sendiri webtoon dr.Frost memasuki penghujung season pertama dengan ending yang masih menggantung, dramanya pun demikian. Aku tebak tidak lama lagi akan menyusul season kedua. Tapi karena sudah lumayan lama dan masih belum ada kabar terbaru tentang jadwal perilisannya, mungkin saja sang author saat ini masih mengumpulkan informasi dari ahli psikologi beneran, ya? 😁

Anyway, thanks for reading! Jika ingin menonton dramanya langsung search aja di internet ya, untuk versi manhwanya bisa kalian baca di aplikasi Webtoon ya.

Have a nice day! ^^
Thursday, April 12, 2018

Earth Day: Merayakan Hari Bumi Setiap Hari



Merayakan Hari Bumi Setiap Hari - Tidak terasa di tahun 2018 ini kita sudah memasuki bulan April. Alih-alih merayakan April Mop yang nggak ada manfaatnya, di bulan istimewa ini kita justru akan bertemu dengan salah satu hari perayaan yang tidak biasa, yaitu Hari Bumi Internasional alias International Earth Day.

Mungkin banyak dari kita yang belum akrab dengan Hari Bumi Internasional ini, seperti kemarin pas saya dan teman-teman blogger dari Female Blogger Banjarmasin membahas tentang Hari Kebahagiaan Internasional 😁


Oh iya, teman. Ngomongin tentang Hari Bumi internasional menurut saya tidak terlepas dari apa yang sudah kita lakukan untuk bumi, planet tua yang sedang kita tinggali saat ini.

Apakah kira-kira dengan numpang tinggal disini, kita sudah menjaga dan merawatnya dengan baik? Tidak menyakitinya? Hmm.... Mari kita renungkan lagi... Sudah atau belum?

Kalau saya sih, jujur aja masih belum yakin udah bener apa belom. Kayaknya sih banyak belomnya yaaa daripada yang sudah... πŸ˜‚πŸ€”

Karena itu, kali ini saya pengen membahas tentang cara merayakan Hari Bumi Internasional yang bisa kita lakukan setiap hari, yakni dari sisi mengelola sampah. 

🌷🌷🌷

Teman, pernah dengar kata-kata "kebersihan adalah sebagian dari iman"?

Biasanya kalimat nasehat agar menjaga kebersihan ini menempel sebagai reminder di ruangan kelas atau bahkan di pinggir-pinggir jalan. 

Kalau sekarang sih mungkin jarang yaa, secara kita (kita??) kan sudah nggak sekolah lagi. 😁 Tapi dulu pas masih SD, seingat saya hampar di setiap ruangan kelas di sekolah pasti ada tulisan itu. Berkesan banget karena setiap hari pas masuk kelas pasti tidak sengaja baca. Hehe

Kalimat 'Kebersihan sebagian dari iman' itu bak kalimat mandatory di zaman saya buat memacu semangat bersih-bersih kelas karena disangka bagian dari hadits

TAPI... ternyata kalimat itu bukan hadis. ❕ 

Meski begitu, kebersihan memang hal yang sangat penting. Saya yakin semua orang dari berbagai SARA juga akan setuju. Iya kan?

Tapi sedihnya itu... Meski sudah tahu kebersihan itu penting. Masih banyak yang mengabaikannya. 

Saya beberapa kali bertemu dengan orang yang keren. Bajunya branded, tasnya cihuy, gayanya kekinian, make-up juga on fleek banget. Sekali melihat itu kesannya cantik/ganteng dan classy. Dari bahasa tubuhnya juga kelihatan kalau pendidikannya bagus. 

Tapi apa?

Tapi habis pakai tisu sama makan-minum itu sampahnya dibuang sembarangan. 😯

Rasanya impresi saya yang indah dan tiba-tiba terhempas. πŸ˜”


Yang kenal saya pasti tahu, saya bukan orang yang clean freak seperti Levi di Attack on Titan. Jadi saya pribadi orangnya juga sebenarnya juga nggak bersih-bersih amat.

B aja gitu.

Saya dulu pas masih di asrama lebih dikenal sebagai 'penimbun sampah' karena sering merasa sayang buat buang-buang barang.πŸ˜‚

Pas pulkam SMF dulu, bahkan barang bawaan saya menuh-menuhi rumah mama. Wagelaseeehhh rempong banget masa 5 karton isinya buku semua. Belum lagi baju sama perintilan lain.  πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Kalau Abah sekarang sering bilang saya mirip sama Patrick karena kebiasaan numpuk barang ini. Untungnya, saya orangnya nggak terlalu hobi nonton Sponge Bob, jadi saya nggak merasa tersungging sama sekali. Saya ingatnya Patrick ya bintang laut yang lucu. Hahaha. 

Ya saya dulu pernah juga lah 'nakal' buang-buang sampah sembarang.

Duluuuu banget, pas masih SD.

Habis jajan marimas, pop ice, frutang atau jus ngeliat tempat sampah yang paling dekat penuh, ya sampah sendiri pun ditumpuk aja deketan sama keranjang tempat sampahnya yang penuh tadi. Ikut-ikutan temen yang juga begitu. πŸ˜—

Tapi makin gede, saya makin mikir, kayanya buang sampah begitu salah deh ya? Soalnya melihat tempat sampah yang lain kok kosong aja. Cuma tempat sampah yang deket sama mas-mas yang jualan jajan doang yang penuh.

🌱🌱🌱

Kalau melihat cara menangani sampah dari sisi keluarga, maka yang paling saya suka adalah cara Mama. 

Why? 

Karena Mama saya itu orangnya teratur banget, masalah buang sampah itu semacam ada template-nya.😁Kalau buat saya sebagai anak, beliau itu adalah single mother yang paling keren diatas muka bumi ini. πŸ’œ

Mama paling nggak bisa melihat ada sampah plastik atau cuma sekedar dedaunan kering berserakan di halaman kami, pasti ujungnya beliau bakalan bersih-bersih. Kalau kata kami orang Kalimantan, namanya itu "batimbun", sampahnya ditumpuk jadi satu terus dibakar.
(Sebenarnya pembakaran nggak terlalu bagus, tapi untuk saat ini masih efektif)

Mama dulu pernah cerita kalau waktu masih bocah, beliau menghabiskan masa kecilnya di Kandangan. Disana beliau tinggal di rumah nenek (Kalau saya manggilnya datuk) yang a la rumah Banjar.

Kalian tau rumah Banjar?

Itu loh, yang bubungan (atapnya) tinggi dan juga punya kolong rumah yang lebih dari satu meter.

Jadi neneknya Mama di Kandangan itu orangnya tipe yang sangat disiplin menjaga kebersihan lingkungan. Rumah boleh biasa-biasa aja. Makanan boleh cuma singkong rebus. Tapi kata mama, buat beliau, menjaga kebersihan itu adalah hal yang utama. Kolong rumah aja rutin beliau bersihkan, daun-daun bila sudah menumpuk banyak juga akan dibakar, udah deh soal lantai rumah, sehari bisa dipel beberapa kali πŸ˜†.

Praktis, karena kebiasaan  itu rumah beliau jadinya lebih kinclong daripada punya tetangga.✨

Zaman old, jarang ada orang yang begitu, kata mama.  Kalau ingat cerita itu, menurut saya sih, habits Mama buat bersih-bersih diturunkan dari Datuk ya, suka bersih-bersih.

Btw, nama anaknya Datuk (alias ayahnya mama) itu Barsih.
Mungkin karena saking cintanya beliau dengan kebersihan, ya? Hehe πŸ˜†

Nah, karena kebiasaan bersih itu mengakar sejak dari kecil, sampai sekarang Mama sudah pensiun bekerja, beliau jarang memanggil jasa potong rumput. Padahal rumah mama itu pekarangannya lumayan luas dan tanahnya juga subur. Jadi selain bunga dan pohon-pohon seperti kelapa, pisang, atau jambu yang sengaja ditanam. Gulma yang tumbuh juga luar biasa banyak.πŸ‚

Kalau sebulan nggak dipotong, bakalan cukup buat pakan sapi 1-2 ekor.

Eerr..  nggak punya sapi sih, ngira-ngira aja. 3 karung gitu cukup kan ya?
(Lalu diketawain yang beneran ternak sapi πŸ˜‚)

Dan yang saya kagum dari mama. Beliau nyaris nggak pernah memakai herbisida.

Kenapaaaaa??
Why oh why, kan gampang ya, tinggal semprot doang ntar rumput pengganggu itu juga mati sendiri.  Habis saya tanya, oh ternyata mama ingat pesan kakek untuk menghindari herbisida agar keseimbangan alam terjaga.  Nanti kalau pakai herbisida terus, tanah bakalan kehilangan sistemnya. Cacing di dalamnya mati. Kodok juga. Jangkrik juga. And so on, Ya intinya keganggu lah.

Soal menjaga kebersihan, Mama juga tidak pernah meminta saya buat harus begini begitu. Tapi dulu SMP saya beberapa kali membuang tisu keuar jendela, saya kena marah mama. πŸ˜‚

Jadi akhirnya sekalian keprogram buat nggak buang sampah sembarang lagi, meskipun itu cuma selembar tisu yang menurut kita gampang banget ancurnya.  

Apalagi kalau tentang buang sampah ke sungai. Iyuhhhh banget lah pokoknya.

A BIG BIG BIG NO!!!

Burung albatros yang memakan sampah.
Source: huffingtonpost.com

Saya kesal setiap kali melihat ada sampah yang larut di sungai. 

Yang pertama, saya kesal dengan yang membuangnya sembarangan karena merusak alam.😠

Yang kedua, saya kesal dengan diri sendiri karena nggak bisa bantu apa-apa. Palingan cuma bisa ngedumel rese, ikutan bersihin juga nggak. 😑

Ah, pokoknya entah kenapa saya bisa stress dan tiba-tiba ngedumel nggak jelas hanya dengan melihat sungai yang banyak sampahnya. 😡

Kalau sampah sisa buah atau sayuran dibuang masih oke, ntar juga busuk. Jadi unsur hara buat bahan makanan tanaman yang lain.

Tapi sampah plastik?
Perlu berapa lama untuk bumi menguraikan?


Dan ngomongin plastik, sebagai  emak pemakaian sampah plastik biasanya juga banyak yang berasal dari pospak alias popok sekali pakai. Betul kah? Kalau saya sih dari ini. Hehe...

Saya sendiri sebenarnya masih memakaikan pospak sesekali sama Syuna kalau pas lagi jalan-jalan. Soalnya gampang.

Daaan... Saya masih belum ketemu cara mengatasi sampah popok ini. Untuk saat ini, saya berencana buat beralih lagi ke clodi lagi untuk menggantikan penggunaan pospak tidur malam.

Masalah sampah juga jadi pokok ide dr. Gamal Albinsaid dengan bank sampahnya.


🚯🚯🚯

BELAJAR MENGELOLA SAMPAH DARI JEPANG

Kemaren buka-buka YouTube ketemu anak-anak Vlog keseharian anak-anak SD di Jepang. Menurut saya ada beberapa kebiasaan baik dari mereka yang bisa kita adopsi dalam keseharian kita.

Yups, kalau nggak bisa mengajak orang lain paling nggak kita dulu deh, anak-anak kita, keluarga terdekat kita. Pokoknya dari yang kita bisa mulai dulu ^^

Ini dia video yang saya tonton!



Jadi jam siang itu itu mereka dapat jatah lunch. Makanannya dimasak khusus sama bagian dapur sekolah dan nutrisinya juga udah di kalkulasi.

Meskipun bagus karena nutrisi si anak sudah diperhatikan oleh pihak sekolah. Tapi sepertinya buat mayoritas sekolah negeri akan sulit deh menerapkan sistem makan siang begitu (apalagi kalau setiap hari πŸ˜—). Soalnya sekolah disini kan umumnya nggak punya koki khusus atau bagian dapur sekolah, sekolah saya dahulu juga hanya ada kantin.

Beda negara, sistemnya juga beda dong ya. Jadi kita skip dulu soal meniru makanan di sekolahnya, skipppp...

Bagian selanjutnya adalah mereka juga dapat sekotak susu.

Naaaah... yang istimewa itu, habis mereka selesai minum susu, mereka nggak langsung membuang kotak kosongnya ke tempat sampah. Tapi lipatan kotak susu dibuka, terus dilipat rapi-rapi, habis itu dikumpulkan kolektif satu kelas, lalu dipack buat dikirim ke pusat daur ulang.

Saya takjub. Itu masih SD lho. Masih pada kicik-kicik, tapi udah bisa disiplin membuang sampah.

Malu sama diri sendiri. πŸ™ˆ

Jadi semakin nggak heran kalau Jepang jadi negara yang bersih dengan predikat ZERO WASTE TRASH.✨

Selain makhluk kecil yang sudah memahami konsep disiplin sampah. Saya juga pernah membaca tentang sistem buang sampah rumah tangga di Jepang. (Saya lupa blognya, tapi kalau nggak salah blognya itu yang punya emak-emak asal Indonesia yang ngikutin suami bekerja disana, saya lupa alamat blognya. Maaf ya 😬).

Nggg, seperti apa emangnya?

Jadi ternyata disana itu pembuangan sampah harus dipisahkan dulu jadi beberapa macam. Lebih kompleks daripada tempat sampah kita yang cuma  ada 3 macam (sampah anorganik, sampah organik, dan sampah kimia)

Membuang sampah rumah tangga di Jepang itu harus diklasifikasikan berdasarkan hari dan jenis sampah. Oh iya, sampahnya juga harus dibungkus dengan plastik khusus. Jadi, kita harus menyortir sendiri sampahnya dirumah, terus dibuang ke tempat sampah berdasarkan jenisnya.

Nanti, oleh petugas dari instansi terkait akan dipilah-pilah kembali, yang mana bisa didaur, yang mana yang akan dimusnahkan, dan seterusnya.

Kalau nggak patuh? 
Dikumpulin jadi satu aja gitu sampahnya? Kayak saya sekarang?

Ternyataaaa... petugas nggak akan mau ngambil tipe yang begitu. Jadi sampah kita akan ditinggalkan dan akibatnya ada sanksi sosial tersendiri. Apalagi kalau cuma kita doang yang begitu sementara yang lain taat.

Kan malu. πŸ™„

Nah, yang bisa kita jadikan pelajaran dari sistem pengelolaan sampah di Jepang ada beberapa poin ya, misalnya aja:

1. Mengajarkana anak untuk membuang sampah pada tempatnya sedari dini.
2. Lebih kreatif untuk mengelola limbah yang tidak berbahaya menjadi produk baru (daur ulang).
3. Taat membuang sampah rumah tangga ke tempatnya.
4. ... ada yang mau nambahin? hehe


🌴🌴🌴

HOW TO CELEBRATE EARTH DAY!

Lama juga ngalor-ngidulnya ya... *lap keringet.

Buat saya, daripada merayakan Hari Bumi sekali setahun dengan mengadakan acara ini-itu (yang habis acara selesai kadang sampahnya masih ketinggalan), lebih baik kita merayakan Hari Bumi setiap hari dengan cara yang sederhana, yakni dengan mengelola sampah yang pastinya kita hasilkan setiap hari.

How? Begini cara saya...

1. Membuang sampah (terutama yang terbuat dari plastik) pada tempatnya. Tidak ke sungai, ke selokan, ke pinggir jalan, atau ke pekarangan. 

Selain kotor dan nggak sedap dipandang mata, kandungan kimiawi dalam plastik bisa meresap dalam tanah dan mencemari air sekitar. Belum lagi tanah juga tidak bisa menguraikannya dalam waktu singkat.

2. Sampah organik yang masih bisa diolah menjadi kompos dipisahkan dari sampah yang tidak bisa hancur, sampah jenis ini nantinya bisa dipakai untuk menjadi media menanam. Lumayan buat pupuk :D

3. Membawa air minum sendiri atau kemasan yang bisa digunakan berulang kali (misal: botol minum, shopping bag) untuk mencegah kita memakai produk yang menggunakan kemasan sekali pakai. 

Kalaupun memang pakai kemasan sekali pakai, usahakan agar tidak langsung dibuang saat selesai dipakai atau jika sebenarnya masih layak pakai. Contohnya plastik kresek masih bisa kita manfaatkan buat menampung sisa sampah di poin 1 & 2.


4. Saat di perjalanan jangan dijadikan pembenaran untuk membuang sampah sembarangan. Cari tempat sampah dan buang kedalamnya. Jangan kesamping atau asal masuk ya!


Sampah di pendakian gunung Ijen. Foto gelap karena diambil saat subuh hari.
5. Buku/majalah di rumah bisa kita berikan untuk tukang loak atau jika sudah tidak terpakai dan kondisinya bagus disumbangkan saja pada yang membutuhkan.

6. Meminimalisir penggunaan bahan kimiawi untuk lingkungan kita.

7. Menerapkan prinsip reduce, reuse dan recycle. Untuk reduce, ini bisa kita terapkan untuk penggunaan air dan listrik juga ya ^^

Baca juga: Frugal Living Idea untuk Menghemat Penggunaan Air dan Listrik

7. Memungut sampah yang kita temui saat dijalan untuk dibuang dengan benar.

Minggu kemaren saya jalan-jalan ke bedengan gunung. Disana ada satu plang yang bagus banget. Selain buat menghimbau pengunjung membuang sampah ke tempat yang benar, juga mengajak untuk memungut sampah yang kita lihat untuk dibuang ke tempat sampah meskipun bukan sampah dari kita sendiri

Maaf yang namanya Lisa ya...

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raaf:56)
Yuk, kita renungkan sama-sama lagi tentang bagaimana kita membuang sampah selama ini. Kalau sudah sesuai, Alhamdulillah. Bisa dipertahankan sampai akhir. πŸ‘

Kalau kebiasaan membuang sampahnya masih belum tepat, bisa langsung kita rubah saat ini juga, sekalian kita ajarkan buat putra-putri kita supaya bumi yang kita tinggali ini nggak kecapekan dikasih racun melulu.  ❤

Saya juga masih berusaha nih, mari merayakan hari bumi dengan menjaga kebersihan bersama-sama.


We can change the world with our two hands

Disclaimer:
"Tulisan ini diikut sertakan dalam Blog Collaboration Female Blogger Of Banjarmasin"
Saturday, April 07, 2018

Mengatasi Rasa Bosan Ngeblog


Kegiatan yang kita lakukan secara rutin terkadang bisa membuat kita merasa bosan. Termasuk di dalamnya menulis di blog. Meskipun kita merasa dan yakin bahwa menulis bagi kita adalah sebuah passion, kadang tetap saja ada perasaan jenuh yang datang.

Hmm... Salah nggak sih perasaan begitu? πŸ€”

Kalau menurut kacamata saya sih, nggak. Hal semacam itu adalah hal yang manusiawi. Kita juga perlu break. Kayak lagi bekerja, kadang kita juga perlu liburan untuk me-refresh pikiran kita. πŸ˜‰

Kira-kira sebulan yang lalu saya juga sempat mandeg menulis. Saya bingung ingin menulis apa di blog. Blog yang ini, blog yang itu, nggak ada yang update sama sekali, kecuali buat kewajiban doang. Bukan writer block juga karena saya masih bisa menulis. Tapi entah kenapa tulisan saya waktu itu rasanya hampa. Nggak ada energi yang bisa saya salurkan dalam susunan kata. 

Rasanya apa ya... Jenuh, bosan, mungkin tepatnya. Padahal dibilang aktif banget sebelumnya juga nggak. Tapi tiba-tiba aja rasa itu muncul.

Syukurnya, saya bisa mengatasi itu semua. Caranya tidak terlalu sulit. Sesudah melakukannya beberapa saat, secara bertahap mood saya untuk menulis membaik. 😬

Apa saja yang dilakukan untuk mengatasi rasa bosan ngeblog a la syunamom? Ini diaaaa..

1. Me time

Jenuh menulis, barangkali kita perlu sedikit me time untuk menikmati waktu sendiri. 

Mewujudkan Me time berkualitas yang bikin mood membaik tergantung masing-masing orang. Ada yang senangnya ke salon, creambath. Menikmati pijitan sang capster. Facial, menikmati komedo yang diberantas dengan ganas. 


Kalau suka membaca, boleh juga membaca novel favorit yang bikin bersemangat. Atau buat saya, kadang cukup sekedar tidur aja.

What? tidur? 😦

Iyaaa... Serius. Kadang me time terbaik adalah tidur. Apalagi untuk emak-emak yang hectic. Nikmatnya tidur siang itu sangat amat berharga. Kalau anak molor, udahlaah... Mending ikutan molor juga... πŸ˜‚

2. Mencoba Platform lain, misalnya youtube ✨

Kemaren saat saya mandeg di blog, saya mencoba untuk edit-edit video dan mengunggahnya ke YouTube. Ternyata seru juga euy! Saya tiba-tiba merasa jadi seorang YouTubers

Membuat konsep, mengurutkan video, memutuskan transisi, rendering, dan lain-lainnya. (nggak ngerti apa-apa, cuma iseng pencat-pencet LOL). Rasanya saya jadi bisa ngerti deh kenapa ada orang yang senang banget bikin video, bahkan seperti Edho Zell yang rutin 1 video per hari itu. Karena emang seru bangeeed. Cocok buat orang-orang yang punya banyak stok ide kreatif.

Habis itu, saya jadi merasa bersemangat. Mungkin hal-hal baru memang efeknya begitu ya 😁

3. Blogwalking ke Blog teman ✨

Mencari trigger sesama blogger juga merupakan salah satu cara mengembalikan semangat ngeblog.

Saya sering membaca tulisan blogger lain yang membakar semangat, manfaat blogwalking memang bagus. Terkadang juga bisa dimanfaatkan untuk mencari ide-ide baru. πŸ™‚


Membaca tulisan-tulisan yang sudah lalu juga buat saya juga bisa jadi pelecut menulis yang efektif. Kadang saya ketawa-ketiwi membaca tulisan saya saat masih SMF.

Contohnya di sini, saat saya berusaha mendeskripsikan suami masa depan. Masya Allah, pikiran saya waktu remaja saya kok gini amat πŸ˜‚

4. Menonton atau Membaca Buku ✨

Dalam rangka selektif tontonan, belakangan saya lebih sering menonton Seri Diva, Tayo The Little Bus, dan juga Cloud Bread

Kenapa kartun semua?

Karena Syuna selalu ikut menonton apa yang saya tonton. πŸ˜†

Saya lumayan jera nonton tutorial make-up karena Syuna sering meniru-niru para beauty YouTuber mengadon wajah menggunakan 'perkakas' emaknya.

Well, peranti perang saya kan jadi nggak karuan lagi. Eyeshadow dan bedak jadi pecah, lipbalm benjot-benjot, foundation tumpah ke lantai, dan lain-lain. Jadi ya begitulah πŸ˜‚πŸ’”

Mungkin Syuna ada bakat jadi YouTuber nanti pas gede.


Karena itu saya sekarang lebih sering mengunduh kartun-kartun edukatif ini lewat YouTube offline untuk menghemat kuota.

Selain kartun, sekarang saya juga sering menonton tutorial memasak, favorit saya saat ini adalah channel Dapur Adis.

5. Memaksa Diri untuk Menulis ✨

After all, melawan kemalasan adalah sebuah kewajiban untuk yang menulis deskripsi 'blogger' di bio sosial medianya.

(Iya, ini tentang saya πŸ˜‚).

Kalau istirahat menulis sampai melakukan 4 hal diatas tidak mengembalikan semangat. Saatnya untuk memaksa diri kembali untuk menulis.
Tanya diri sendiri, apakah niat awal kita menulis? Sampai kapan kita malas menulis? Apa yang menghalangi kita dari menulis?

Nah, pertanyaan semacam itu. Jawabannya juga bisa kita jadikan sebuah blogpost sendiri lho! πŸ˜†

πŸ“–πŸ“–πŸ“–

Oke, demikian 5 cara mengatasi rasa rasa malas menulis dan ngeblog. Semoga ada manfaatnya yaaa... Kalau kalian punya cara sendiri, boleh dong di share di kolom komentar. ^^


Tuesday, April 03, 2018

Rekomendasi Dorama Jepang Terbaik yang Cocok Ditonton Bareng Keluarga

Rekomendasi Drama Asia Terbaik yang Cocok Ditonton Bareng Keluarga! - Ngomongin nonton film bareng keluarga. Kapan nih terakhir meluangkan waktu buat no gadget, nobar bareng-bareng?

Ya pastinya karena bareng sama anggota keluarga, kepengennya itu dapat tontonan yang bernutrisi. Iya nggak? Nggak sekedar leyeh-leyeh manja sama cemilan tapi gak dapat hasil apa-apa. 😁

Menurut saya, film yang dipilih buat nonton bareng keluarga harus berkesan dan ada lesson learned-nya.

Kali ini saya mau sharing nih, beberapa judul film yang menurut saya bagus dan worth to watch. Baik itu buat nonton bareng pasangan, atau sama anak-anak atau remaja.

Sebenarnya ini adalah postingan yang super panjang karena niat awalnya saya kepengen bikin list kumpulan film-film bertema keluarga yang rekomended dari Jepang, Barat, Timur tengah, sampai Indonesia. Tapi kayaknya pembaca bakalan sakit mata kalau diresume dalam satu postingan,  Jadi kali ini khusus buat drama Asia aja ya, terutama yang dari Jepang. ^^

Bebeapa memang jadul, but old is gold kan yah, film lama kadang terasa lebih berkesan.

JAPAN MOVIES YOU NEED TO WATCH.

Film-film dari Jepang kok ya sepertinya buat beberapa orang melekat banget sama stigma negatif. Padahal menurutku masih banyak film-film dari negeri matahari terbit ini yang bagus buat ditonton, bahkan jika itu bareng sama keluarga tercinta di rumah.

Ya pastinya jauhkan sejauh-jauhnya dari yang berbau kalimat yang perlu dibintangi ya? (amit-amit ke index google nulis kata-kata iykwim. LOL πŸ˜‚) Biasanya dari covernya juga udah ketauan kalau isinya gak beres ya, hehe...

Ngomongin genre film nih, sebenarnya favoritku itu rom-com, atau yang based on comic (live action), tapi ternyata banyak juga lho yang genrenya diluar itu dan masih seru untuk di tonton ^^

Penasaran? Yuk lanjut!

1. Yamada Taro Monogatari ( The Story of  Yamada Taro) - 2007




Anak suka nggak akur sama sodaranya?
Suka minta uang mulu? 
Males sekolah?

Cocok banget deh kayanya nonton dorama yang satu ini.
Setidaknya sudah kebukti di keponakan saya yang masih SD. Habis nonton yang satu ini, tiba-tiba manut  sama sodara² ya dan lebih menghargai uang jajan. πŸ˜†

Yamada Taro Monogatari menceritakan kisah seorang murid SMA yang hidup bersama dengan 6 orang  saudaranya yang masih kecil-kecil dan juga ibunya yang berasal dari keluarga kaya raya. 

Ibunya Yamada ini cantik... tapi boros, hobi banget ngabisin uang buat beli barang-barang yang nggak penting. Sang Ibu ini nggak bisa bekerja karena fisiknya yang lemah dan gampang sakit. Sisi positifnya, dia cinta banget sama anak-anaknya.


Ibu bapaknya juga diceritakan gen-nya bagus. Jadi keturunannya flawless semua. >.<

Gimana soal bapaknya? 

Bapaknya Yamada adalah seorang pelukis, yang katanya sih lagi keliling dunia buat melukis, tapi nggak ada ngasih uang keluarganya SEPESERPUN buat nafkah makan. πŸ˜‘ 

Tapi pulang-pulang pasti bikin keluarganya bahagia. Don't ask me why, secara logis emang nggak mungkin. πŸ˜‚

Nah, karena kedua ortunya itu ya-begitu-deh, maka praktis si sulung Yamada lah yang mencari uang, caranya adalah dengan bekerja di konstruksi bangunan saat malam tiba dan belajar saat siang di sekolah. 

Btw, si Yamada berhasi masuk Ichinomiya gakuen, salah satu sekolah kalangan atas dengan jalan beasiswa penuh karena semua nilai mata pelajarannya sempurna. Nggak ada satupun orang di sekolah yang menyangka Yamada berasal dari keluarga super duper miskin karena kegantengan, kebaikan hati, dan juga kharismanya yang membuat semua orang terpesona. Apalagi ditambah dengan Kimura, teman akrabnya yang merupakan anak konglomerat. Oleh teman-temannya di sekolah (terutama anak perempuan), Yamada pun diekspektasikan sebagai pangeran kaya raya yang baik hati. Padahal? Jauh api dari panggang. πŸ˜‚

Yang jadi highlight bagus dari dorama ini adalah: bagaimana pun miskinnya keluarga mereka, Yamada tetap menjadi orang yang jujur dan menghadapi kenyataan dengan senyuman, hal ini terkadang membuat orang disekitarnya menjadi salah kaprah, tapi salah kapral yang kocak banget. Bikin sakit perut! πŸ˜‚

Lesson learned from this film:
Jangan pinjam uang dari orang lain kalau keluarga kita nggak mampu buat bayar. TROLOL 

Tapi hal itu ini emang patut ditiru. Ngapain ngutang kalau udah tau kalau kemungkinan mampu bayar itu kecil?

Baca juga: Frugal Living Idea untuk Rumah Tangga

Oh iya, keluarga Yamada Taro adalah pemburu sale & discount nomor satu. Mereka bahkan menanam sayuran sendiri demi hidup mandiri. Karena sekali lagi, motto hidup mereka adalah nggak bakalan ngutang ! πŸ˜‚

Overall, Drama ini nggak cuma bicara tentang romantika masa SMA, tapi juga kasih keluarga dan ketulusan hati.

Kenapa ini yang nomor satu?  Karena ini highly
 recommended! 

Apalagi kalau ngefans sama band Arashi, karena tokoh utamanya dimainkan sama Ninomiyai Kazunaei dan Sakurai Shou. Yang pernah ngefans bisa cuci mataaa...

*Dikeplak Abah πŸ˜‚

Favorite scene: Waktu Yamada berjuang untuk bisa membeli sepotong daging untuk ulang tahun adiknya. Betapa mengincar waktu diskonan itu penting untuk bisa berhemat, kalau saya mungkin prakteknya berburu popok bayi murah kali ya :D


2. Papa To Musume No Nanokakan (Seven Days of a Daddy and a Daughter ) - 2007



Saya nonton ini bareng Babanuy, dan sukses ooh-ooh-ini-lucu-tapi-bener dihampir sepanjang film. XD

Ceritanya tentang bapak-bapak kaku (Kyoichiro) yang bekerja di perusahaan kosmetika. Dia punya satu anak perempuan bernama Koume yang menjelang remaja dan baru memasuki pubertas, putrinya ini kurang suka sama bapaknya sendiri. Jadi perantara komunikasi mereka berdua beberapa tahun belakangan adalah Ibu mereka. Lucu kan, anak perempuan yang disayang-sayang waktu kecil, pas udah gede malah nggak acuh sama bapak sendiri? πŸ˜…

Nah, ceritanya pada suatu hari mereka berdua makan buah persik ajaib pemberian neneknya di desa. Nggak disangka, ternyata efek dari buah persik itu benar-benar luar biasa! 

Bapak dan putrinya bertukar tubuh!

Bah, ngakak kami berdua sejak scene 'ketuker' itu. Bapak-bapak paruh baya yang kalau sms pakai emoji dan jalannya gemay seperti anak perempuan, sedangkan anak perempuan SMA yang membaca koran khusus bisnis sambil ngangkang seperti bapak-bapak. πŸ˜‚

Baca juga: [REVIEW] 5-ji kara 9-ji Made, dorama Jepang super kocak!

Dari film ini, kami mulai membayangkan gimana nanti kalau Syuna udah gede, dan gimana kalau dia puber nanti (maafkan kami ya nak, kami orang tua yang mikirnya kejauhan πŸ™„) Kami diskusi ringan tentang bagimana caranya mendekatkan anak perempuan dengan ayahnya, meskipun saat dia sudah remaja. Sepertinya ini akan menarik banget di masa depan, Hehe..

Film ini genrenya komedi, jadi banyak kekonyolan sepanjang film. Cocok ditonton bareng anak perempuan yang udah SMP atau menjelang puber. 

Di film ini kita bakalan memahami, seorang ayah ekspresi cintanya berbeda dengan Ibu. Mungkin dibanding ibu, ayah akan lebih banyak diam, tapi sesungguhnya Ayah juga memikirkan anak-anaknya, lho! Nggak kalah lah sama Ibu. ^^ 

Aaah... Habis nonton ini, jadi kangen abah. 😢

3. Grave of fireflies - 1998.




Saya pengen tulis juga tentang Barefoot Gen. Tapi saya belum membaca serinya dengan lengkap, dan filmnya cuma berani sepotong-sepotong karena grafisnya yang sadis (bila kalian tahan dengan penampakan korban bom atom yang meleleh-leleh, silakan aja,tapi kalau saya mending nggak deh. hehe).

Inti cerita dari Grave of Fireflies atau Barefoot Gen kurang lebih sama:

Perang membawa kesengsaraan. Meskipun bagi sebagian orang ada nama yang terukir dan kejayaan yang datang.


Scene terbaper adalah saat saya ngeliat si Adek yang terkena diare dan bahkan makan tanah saking laparnya. Terus lanjut ke scene dimana Si Abang membakar jenazah sang adik dengan tegar. Mewek... Mewek... 😭

Baca juga: Cara Tepat Mengatasi Diare

Nggak ada yang tahu apakah sang adik itu tidur atau sudah nggak ada lagi :(

Film ini secara sederhana mengangkat pedih dan getirnya kehidupan dua anak yatim piatu ditengah perang. 

Kecuali Anda mampu nonton Final Destination tanpa bergidik, sebaiknya sedia tisu sebelum nonton yang satu ini, karena produksi Studio Ghibli nyaris gak pernah bikin keceawa dengan caranya mengaduk-aduk perasaan.

Ghibli gitu loh! 😎

Nonton film satu ini emang bagusnya bareng sama pasangan sih, kalau untuk anak mungkin temanya masih terlalu berat. Grave of fireflies bikin kita lebih menghargai anak-anak yatim piatu dan juga lebih banyak bersyukur.

Melihat sang Abang yang selalu menggendong si adik  kemana-mana, rasanya jadi kepengen belikan gendongan bayi yang bagus deh!

4. Dare Mo Shiranai (Nobody knows) - 2004


Orang-orang di daerah perkotaan mulai kehilangan kepeduliannya. Mereka tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu dengan bagaimana kabar orang-orang yang hidup di sekelilingnya. Cenderung menjadi pribadi yang self-oriented. 

Cerita anak-anak yang tidak diketahui orang lain tersaji di film ini. Kalau sekedar film, rasanya sih biasa aja kali ya, tapi tidak untuk yang satu ini. Kenapa? karena film yang satu ini diangkat berdasarkan dengan cerita nyata yang terjadi di Tokyo.

Baca juga: Tentang Bahagia yang Sederhana

Hmm... untuk filmya, jalan cerita memang sudah diperhalus dari yang sebenarnya. Boleh ya kita korek sedikit kejadian aslinya yang mengguncang Jepang pada tahun 1980 dengan nama Sugamo child-abandonment incident/Sugamo Kodomo Okizari Jiken.

Cerita Nobody Knows bercerita tentang seorang Ibu dan 4 anaknya yang pindah ke sebuah apartemen. Yang mengejutkan adalah bapak dari ke-4 anak terebut adalah orang yang berbeda-beda. Jadi sepertinya kita sudah bisa ya menyimpulkan pekerjaan sang Ibu itu apa. Dan yang diperkenalkan kepada lingkungan hanyalah anak yang pertama yang berusia 12 tahun. Sisanya adalah anak-anak yang nggak punya identitas resmi dari negara.

Masalahnya, pada suatu hari Ibu mereka meninggalkan ke-4 anaknya hanya dengan sedikit uang (50.000 yen) karena menikah lagi dengan pria lain. 

Tak ada pilihan lain, keempat anaknya pun tinggal dalam apartemen kecil dengan modal bertahan hidup seadanya. Saat uang habis, mereka pun hanya makan makanan yang ada di tong sampah untuk bisa bertahan hidup. 

Mereka nggak boleh keluar dan nggak berani bilang apa-apa sama tetangga. Kenapa? Karena 3 dari 4 anak adalah anak illegal, kalau ketahuan akan ditangkap dong.

Jadi, berapa lama mereka bertahan tanpa ada yang tahu? Cukup lama, yakni 9 bulan!

Gila ya. 9 bulan!

Ngapain aja tetangganya? Nggak ada tanda tanya sama sekali tentang kabar orang yang hidup dibalik tembok mereka.πŸ˜“

Berdasarkan cerita aslinya, saat ditemukan mereka semua menderita malnutrisi. Bahkan adiknya yang paling bungsu meninggal dunia. (Di dunia aslinya dibunuh, tapi di film diceritakan karena kecelakaan 😒)

Nangis dah, nangis. 😭

Dari fim ini kita akan mengerti betapa pentingnya untuk perduli dengan lingkungan sekitar. Kadang tanpa kita sadari disekitar kita pun masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangan dan bantuan kita, sedikit sapaan dan senyuman bahkan bisa membantu mereka meringankan beban hidup yang berat. πŸ™‚

Semoga kita terhindar dari sifat individualistik yang berlebihan, ya!

πŸ“½πŸ“½πŸ“½

Sekian drama Jepang terbaik versiku yang barangkali bisa jadi bahan nonton bareng keluarga di rumah. Bisa bareng anak, bisa bareng pasangan, bebas. Yang penting nontonnya harus dibawah pengawasan yaaa... ^^

Happy watching!

Custom Post Signature

Custom Post  Signature