Friday, July 12, 2019

5 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Membeli Buku Baru

[5 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Membeli Buku Baru]

[5 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Membeli Buku Baru] 

Kemarin, pas balik ke rumah Mama di Rantau, saya menemukan beberapa koleksi buku saya saat masih SMK, ada setumpuk komik dan juga beberapa teenlit yang tersusun rapi di atas meja ruang keluarga. Rupanya, Mama membongkar beberapa kotak kardus penyimpanan saya untuk disortir.

Melihat buku-buku itu, saya seperti diajak untuk nostalgia kembali dengan hal-hal yang dulu saya lakukan tiap kali membeli buku baru. Yang mana sekarang kayanya udah jarang banget saya praktekin karena jarang beli buku (saya orangnya lebih sering membaca online). 😁 

Lho, emang tiap beli buku baru ngapain aja? Nah, ini yang saya lakukan:

1.| Mengupas plastik pembungkus dengan penuh rasa bahagia. πŸ˜†


Entah itu bungkus kado atau bungkus buku, saya selalu membuka pembungkusnya dengan hati-hati. 

Padahal plastik pembungkus buku itu warnanya bening ya, jadi isinya apa juga sudah kelihatan, tapi entah kenapa sensasinya menurut saya tetep kayak membuka hadiah. Bikin seneng. Hehe... Adakah yang sama seperti saya? *nyari temen 😢

Nah, mungkin karena alasan itu, saya bisa gusar kalau ada yang membuka kado dan buku saya pakai acara robek-robek.
*lirik paksu penuh arti 😏*

Kalau kertas pembungkus kado yang saya buka dengan hati-hati tadi kondisinya masih layak pakai, biasanya saya simpan lagi buat kapan-kapan bungkus kado. Hemat beb, dan ramah lingkungan juga kan? HEHEHE. 😝

Plastik pembungkus buku? Dulu saya simpen juga, tapi karena nggak tahu mau digunakan untuk apa, jadi saya buang deh.

2. | Memindahkan Label Harga yang ada di plastik pembungkus.


Nah, yang ini biasanya saya lakukan sehabis beli buku di Gramedia. Inget kan label harga yang biasanya nempel di plastik pembungkus itu?

Setelah melakukan hal pertama diatas, saya juga hobi banget ngletekin label harga buku.

Weit, jangan salah, sulit lho ini! Kalau nggak hati-hati label harganya bisa robek. Setiap sudut label memberikan celah yang rawan robek. Saya sering banget robek, makanya kalau berhasil puas deh 😬

Label harga yang berhasil 'diselamatkan' seringkali saya pindahkan ke cover buku supaya ingat harganya.

3. | Mencantumkan Tanggal dan Tempat Beli Buku


Nah, ini sempet bolong, apalagi untuk komik, saya nggak tulis selama beberapa tahun. Tapi belakangan kalau beli buku saya kembali menuliskan tempat dan tanggal beli. Suami pernah saya suruh menulis, eh, ternyata malah dia yang lebih rajin menulis πŸ˜‚

4. | Memberikan Nama atau Cap Stempel


Nama ini bisa nama alias, bisa nama asli. Intinya sih nama. Kalau punya perpustakaan pribadi dikasih stempel supaya lebih eksklusif seperti buku-buku koleksi kakak saya.

Kalau saya pribadi sih nama doang hahaha... Tapi someday bisa deh, niruin kakak saya pas punya perpustakaan sendiri. Aamiin! πŸ˜„

5. | Membungkus dengan Plastik Agar Cover Buku Tidak Kotor


Poin ini dulu pas masih SD dan MTs nyaris selalu saya lakukan, apalagi buku pelajaran yang saya sukai, biasanya selalu saya bungkus. Sebenarnya di awal-awal perihal membungkus ini dipaksa sama Mama, eh, lama-lama malah jadi kebiasaan.

Tapi nggak lama, setelah meneruskan SMK ke Banjarmasin, buku pelajaran saya rata-rata sudah duluan hardcover atau covernya kokoh duluan dari sononya (misal Farmakope, ISO, OOP, buku terbitan Erlangga) jadinya saya malah jarang ngasih bungkus plastik.

πŸ“š πŸ“š πŸ“š 


Nah, itu dia hal-hal yang biasanya saya lakukan setelah saya membeli buku. Mungkin 5 hal itu juga harus kamu lakukan setiap membeli buku baru, selain menjadi identitas kepemilikan dan merawat fisik buku. 5-10 tahun yang akan datang, atau saat kamu sudah 'kembali', buku-bukumu tetap punya memori siapa yang dahulu membawanya pulang dari toko buku.

Apakah kamu bisa melakukan 5 Hal sederhana ini?
Wednesday, July 10, 2019

Mengatur Waktu Antara Mengurus Diri, Bekerja dan Blogging


Setiap melihat jumlah postingan yang ada di blog, hati saya rasanya menjerit melihat angka (yang jika dibandingkan dengan blogger lain) bisa dibilang kecil itu. 

Terlebih setelah beberapa bulan belakangan saya kembali bekerja (alasannya? nanti tanya saya via japri ya 😜), jeritan itu rasanya makin kencang. Iya, soalnya tulisan makin dikit, apalagi yang berbau curhat begini, nyaris nggak ada lagi kalau dibandingkan sama awal-awal bikin blog ini. 😬

"Woy buk, kamu ngapain aja sik?? Kok blog sendiri nggak diupdate. Tiap hari bayaran jalan, lho!"

Hmm... Saya nggak tau kata-kata semacam itu self talk yang positif atau negatif. Karena kadang saya merasa bisa jadi positif dan kadang juga, saya merasa itu jadi negatif.

Eh, gimana sih maksudnya? πŸ€” 

Jadi, positifnya tuh kalau saya mikir begitu, saya jadi lebih rajin ngumpulin ide untuk ditulis. Saya jadi mikirin gimana 'ngasih makan' blog saya ini. ✨

Negatifnya, seperti yang saya mention tadi di awal, saya kan mulai bekerja lagi, meskipun cuma bantu-bantu tapi kalau dipaksakan ngerjain semua, tetep saya jadi keteteran sendiri. 

Dan dimana-mana, yang namanya keteteran itu nggak enak. Iya nggak?

Terus, nggak sengaja saya kemarin pas jalan-jalan di feed Instagram, ketemu dengan salah satu quote yang cukup menohok. Bunyinya kurang lebih begini :



"You Can Do Anything. But You Can't Do Everything" -  (Heidi Powell) 


Yang kalau saya terjemahin, sadar diri lah kapasitas diri gimana sanggupnya. HAHAHA

Baca ini tuh saya jadi mikir, iya sih, kenapa selama ini saya selalu bilang "ya/oke/inggih" kalau dimintai tolong ya, kalau ujug-ujug malah jadi nggak amanah?

Afterall, kenyataannya saya kan punya prioritas paling penting dalam hidup saya: DIRI SAYA SENDIRI dan KELUARGA.

Mengingat beberapa bulan belakangan saya sampai berobat ke dokter spesialis karena sakit. Saya jadi seakan diberi teguran untuk menjaga kesehatan baik-baik.

Terus, senin depan anak saya sudah siap masuk PAUD juga dong. Jadi, sudah harus adaptasi lagi dengan jadwal menyekolahkan anak. 

Ya Allah, time flies so fast. Udah mau sekolah aja ya si Nuy. Makin tuwir aja ini maknyaaaa *oles antiaging* *tolong ini saya sebenarnya nulis apa*

Kembali ke laptop. 

Soal ngurusin blog, kembali ke ranah domestik, dan juga mengurus diri dan keluarga. Saya akhirnya membuat keputusan besar untuk cut off beberapa hal supaya bisa fokus di 3 hal ini. 

Satu, keluarga (dan tetek banget rumah tangga). 

Sekarang saya masih LDM sama suami, dan satu semester lagi Insya Allah segera bisa serumah lagi, tapi sekarang ya harus strong untuk mengurus anak dan rumah sendirian, yaaa sebenernya ada Mama  di rumah. Tapi saya nggak pengen nyusahin beliau. Kami nggak pernah hire asisten rumah tangga, jadi ya semua cucian, setrika, pel, masak, dan lain-lain dikerjakan sendiri. Dan kebalikan dari saya yang orangnya berantakan dan seadanya, mama tuh orangnya well organizing. Jadi nggak bisa dikerjain seadanya. HEHE 

Dua, pekerjaan. 

Jadi, dalam rangka membangun nuansa keuangan yang lebih dinamis dan juga bisa saving lebih banyak untuk bekal hidup yang akan datang (atau simply, BU πŸ˜‚) saya terjun lagi ke ranah domestik. No komen ya. 

Tiga, blogging. 

Ya, saya sepertinya akan lebih sering lagi menulis tentang cerita hidup saya yang sederhana disini. Menjadikan blog pribadi saya sebagai rumah, bukan sebagai ladang beternak saja. 

Ya, saya akan fokus di tiga hal itu saja. Doakan saya semoga semuanya berjalan dengan lancar ya! 


Monday, June 24, 2019

5 Destinasi Wisata Penuh Kenangan di Lombok



[Destinasi Wisata Penuh Kenangan di Lombok]Lombok , siapa sih yang belum tahu indahnya pulau satu ini? Pasir lembut dan air yang biru, ditambah lagi dengan hijaunya pemandangan dan kulinernya yang memanjakan. Menurut saya Lombok adalah salah satu daerah dengan pantai terindah di Indonesia.

Nggak, saya nggak lebay.

Memori saya tentang Lombok memang indah banget. Saat study tour kampus dulu, kebetulan saya pernah mampir di Gili Trawangan. Dan yah, beneran indahnya tuh bukan kaleng-kaleng kalau kata anak muda zaman sekarang. Sayang ya, karena namanya juga study tour, acara jalan-jalannya juga bukan ‘menu’ perjalanan utama. Rasanya waktu cepat banget berputar saat menikmati setiap jengkal keindahan pulau ini.

Oleh karena itu, kalau punya kesempatan buat balik lagi kesini, saya berjanji untuk memuaskan hasrat saya menjelajahi Lombok dengan lebih detail lagi. Siapa tau kan berangkat kali ini tuh bisa sekalian buat honeymoon di Lombok. Hahaha…. *ngarep*

Nah, untuk itenenary alias jadwal perjalanan, saya iseng-iseng bikin nih, siapa tahu nanti tiba-tiba dapat hadiah kesini atau dapat rezeki nomplok, saya bisa langsung me-recall ingatan saya tentang tempat-tempat cantik di Lombok yang ingin saya datangi.

Oke, Langsung saja, ke nomor pertama:

1. | Makan es krim gelato di pinggir Pantai!


Duh, ini benar-benar tidak terdustakan nikmatnya. Menikmati semilir angin pantai di bawah rindangnya pohon kelapa sampil menikmati es krim gelato favorit. Bukan cuma es krim yang bisa meleleh, tapi rasa penat dan lelah bekerja Insya Allah juga ikutan meleleh~

Pas study tour dulu saya bertemu dengan salah satu stand gelato yang super ramai, tapi saya parno makan es krim gelato karena ragu dengan status halalnya. Pas sudah menuju destinasi berikutnya, baru deh saya tahu kalau gelato yang tadi tuh halal. Kzl gak? Jadi pelajaran banget buat mencari informasi lengkap dan detail sebelum menerima atau menolak makanan.


2. | Snorkeling


Saya tau ini tuh keinginan yang belagu banget, soalnya skill berenang saya aja masih level apalah-apalah tapi pengen snorkeling. hahaha.

Tapi demi apa, Lombok tuh pemandangan bawah airnya super cakep. Ibarat hutan tuh masih rindang dan banyak satwa liarnya. Eksotis abis kalau saya lihat dari gambarnya, ya pastinya bikin mupeng maksimal buat melihat langsung dengan mata kepala sendiri. ^^


3. | Berkunjung ke Desa Sade & Sasak


Nah, kalau destinasi yang satu ini biasanya jadi salah satu tempat wajib untuk dikunjungi jika berkunjung ke pulau Lombok. 

Disini kita bisa melihat rumah tradisional suku tersebut yang dibangun menggunakan tiang kayu sebagai pilar, dinding berbahan bamboo, alang-alang kering sebagai atap. Pun, salah satu perkataan guide saya dulu yang mengatakan bahwa lantainya terbuat dari kotoran kerbau yang sudah dicampur dengan tanah. Bagian terakhir ini diinfokan sambil becanda, jadi saya kira dulu boongan. Entah ya boong apa nggak, yang jelas nggak bau.Dan enak karena bikin hawa jadi dingin. Hehe

Terlepas dari nuansa hidup mereka yang kental dengan tradisi, kain hasil tenunan suku ini sudah saya buktikan kualitasnya bagus. Saya membeli salah sehelai sarung berbahan serat nanas saat berkunjung tahun 2014 kesini, dan sarungnya masih bagus sampai hari ini. 5 tahun cuy!


4. | Pantai Senggigi


Ngomongin Lombok nggak afdhal rasaya kalau nggak masukin pantai sebagai destinasi terbaiknya. Pantai-pantai yang berada di kawasan Lombok memang menawan, diantara beberapa pantai yang saya singgahi, maka Pantai Senggigi meninggalkan kesan yang cukup kuat. Airnya itu persis seperti bayangan pertama kali saya waktu pertama kali membaca deskripsi ‘pantai’ saat masih kecil, biru bening dan bersih!

Saya mengkhayal suatu hari nanti bisa menikmati sunset sambil menyantap hidangan ayam taliwang khas NTB disini. Wadidaw, perfecto abis!

5. | Bersepeda Mengelilingi Gili Trawangan.


Gili atau pulau dalam bahasa Indonesia merupakan bagian dari pulau Lombok. Ada Gili Trawangan, Gili Air, Gili Meno, dan Gili-gili lainnya. Tapi yang terkenal adalah Gili Trawangan, Di Gili ini tadi ada gelato dan juga… sewa sepeda!

Dengan harga yang menurut saya sangat terjangkau, kita bisa menggunakan sepeda untuk berkeliling di pulau cantik ini. Kalau dulu saya pertama kali njajal sesepedaan ini bersama dengan teman-teman, maka kali kedua saya pengen njajal bersama bapaknya anak-anak.


Okay, 5 itu cukup untuk saat ini. Next, pastinya bakalan nambah lagi.Tapi sudah cukup lah untuk destinasi main ke Lombok. Nggak bingung lagi mencari dimana tempat terbaik kalau mendadak pengen dolanan. Hehe.

Kamu punya rekomendasi nggak, kalau ke Lombok wajibnya pergi kemana?

Share dong!
Sunday, May 19, 2019

Belajar Asyik dan Teratur Melalui Aplikasi Ruang Guru

Belajar untuk saya pernah jadi hal yang sangat menyenangkan, dan pernah juga jadi hal yang sangat menyebalkan. Menyenangkan kalau saya bisa memahami konsepnya secara keseluruhan dan menyebalkan saat saya tidak bisa mengikuti tempo belajar yang cepat dari pengajar. 

Saya sadar kalau saya sepenuhnya tipe slow learner, alias lamban. Selain itu, saya juga tipe introvert sehingga kurang nyaman belajar dengan banyak orang, karena itulah saat saya menghadapi UN SMA dulu, saya lebih memilih privat mata pelajaran Matematika dengan tiga teman saya. Jadi les saya seakan ekslusif karena yang jadi murid cuma bertiga saja.

Padahal? Itu karena kami berempat sama-sama introvert. Ya, betul, guru les saya waktu itu juga introvert. :D

Dulu saya pernah berpikir, alangkah nyamannya kalau di dunia ini bisa ada tutor online. Tutor yang bisa saya jadikan tempat bertanya kapan saja tidak harus menunggu hari tertentu dan durasinya belajarnya bisa mengikuti kemauan saya. (saya waktu itu les jam 8:30 sampai jam 10 malam).

Tapi kalaupun ada, sudah pasti mahal sekali. Iya nggak?


Ruangguru Sebagai Solusi Belajar Masa Kini


Nah, khayalan saya tentang tutor online itu ternyata sekarang sudah hadir. Dan harganya juga lebih besahabat daripada perkiraan saya dulu. Nama tutor online itu (atau lebih tepatnya bimbingan belajar online) adalah Ruangguru.

Ruangguru pastinya bukanlah sebuah hal yang baru kalau kamu berasal dari generasi millennial, apalagi kalau kamu fansnya Iqbaal Ramadhan atau Gitasav, yang merupakan ambassador dari Ruang guru.



Kalau kamu masih belum familiar RuangGuru, sini saya ajak berkenalan dulu deh!


Tentang Ruang Guru


Ruang guru adalah startup Indonesia berbasis edukasi yang didirikan sejak tahun 2014 oleh Belva Devara dan Iman Usman, yang keduanya berhasil masuk dalam jajaran pengusaha sukses dibawah 30 tahun melalui Forbes 30 under 30 untuk teknologi konsumen di Asia.

Ruangguru ini telah berkembang pesat dan menjadi perusahaan teknologi terbesar dan terlengkap di Indonesia yang berfokus pada layanan berbasis pendidikan dan telah memiliki lebih dari 6 juta pengguna serta telah mengelola lebih dari 150.000 guru yang menawarkan jasa di lebih dari 100 bidang pelajaran. 

Jadi, nggak perlu atau khawatir ya, Insya Allah trusted.

Cara Belajar di Ruangguru 


Untuk bisa belajar di Ruangguru juga menurut saya gampang banget. Kalian cukup masuk ke website Ruangbelajar for dekstop pada gawai atau komputer kalian.

Apa? Komputer?



Yup, RuangGuru ini nggak cuma bisa diakses melalui gadget tapi juga melalui PC atau laptop sehingga mempermudah kita untuk bisa konsentrasi karena nggak ada notifikasi dari aplikasi lain dan layar computer yang lebih lebar pastinya lebih eye friendly, nggak perlu memicingkan mata lagi kalau ada tulisan yang kecil. :D 

Fitur-fitur yang ada di Ruangbelajar for desktop.


Nah, bicara soal fitur, maka di ruangbelajar tersedia 3 macam fitur yang menarik, yaitu:

>> Video Belajar 

Pertama, kita akan diajak belajar dengan fun melalui video belajar beranimasi dan juga pembahasan soal untuk SD, SMP, SMA bersama Master Teacher dengan durasi 10-15 menit.

Nah, kalau kamu termasuk tipe visual sepertinya cara belajar melalui video animasi ini akan sangat cocok denganmu.




>> Latihan Soal dan Pembahasan

Naini! Practice make perfect

Setelah memahami dasar-dasar pelajaran dari video tadi maka kita bisa maju ke step berikutnya dengan mengerjakan soal. Tipe soal yang disediakan disini ada belasan ribu, jadi bisa disesuaikan dengan kemampuan kita, misalnya dari yang mudah dulu deh, baru beranjak menuju soal dengan tingkat kerumitan yang lebih tinggi.

Layaknya tes CPNS, disini nilai juga akan langsung keluar begitu kita selesai mengerjakan. Bedanya, disini juga bisa lihat pembahasannya sehingga kita akan bisa memahami dimana letak kesulitan kita dimana dan bisa langsung memperbaikinya. 



>> Rangkuman/Infografis Modul Bimbel

Misalnya kita sudah selesai nonton video belajar, sudah selesai mengerjakan soal dan melihat pembahasan juga. Kita bisa refresh kembali materi yang sudah dipelajari dengan rangkuman yang bisa di download. Jadi pelajaran bisa lebih ‘nempel’ di otak. 


***


Ah, gimana? menarik sekali bukan si Ruangbelajar ini? 

Seandainya dulu sudah ada ruangguru maka saya mungkin akan memilih belajar disini saja karena fitur yang ditawarkan begitu menarik. Saya nggak perlu belajar sampai larut malam di luar dan bisa belajar asyik serta teratur dengan memanfaatkan gadget. 

Menurut saya, ruang guru bisa menjadi solusi belajar untuk anak yang introvert, kalaupun tidak introvert, pada dasarnya fitur di ruangguru sangat mempermudah untuk memahami pelajaran, jadi aplikasi ini sebenarnya cocok untuk semua pelajar SD-SMP-SMA. Jadi nggak ada alasan lagi, daripada main pabji seharian di gadget, lebih baik kita manfaatkan teknologi itu untuk belajar untuk masa depan yang lebih gemilang.

Setuju atau setuju banget?



Saturday, May 18, 2019

Rencana Mengikuti Bimbel Online Futuristik Bersama Ruangguru

Pendidikan Indonesia tertinggal 128 tahun!

Salah satu hal yang dikemukakan di video youtube Agung Hapsah membuat saya sebagai ibu satu anak terhenyak. Video itu merupakan kali pertama saya mengenal lebih dalam tentang Ruangguru, sebuah aplikasi yang dikatakan Agung Hapsah boleh jadi menjadi solusi dari sistem pendidikan Indonesia yang masih belum sempurna.



Tapi, tapi, tapi nih, apa hubungannya si Ruangguru dengan Pendidikan di Indonesia yang ketinggalan 128 tahun? πŸ€” 

Nah, sebelum saya membahas itu, kita harus tau dulu dong...


Bagaimana bisa sih Indonesiaku tercinta ini dikatakan ketinggalan 128 tahun?


Nah, jadi sebutan "tertinggal 128 tahun" ini datang dari riset yang diadakan oleh Lant Prichette, seorang Profesor dari Oxford University dengan target riset anak usia 15 tahun dan berlokasi di Jakarta, hasil penelitian beliau menyebutkan bahwa pendidikan anak di Jakarta ternyata tertinggal sekitar 128 tahun jika dibandingkan dengan negara lain. Dengan kata lain, dibutuhkan waktu 128 tahun untuk bisa sejajar dengan rata-rata negara berkembang dan maju dalam sistem pendidikan.

Ngomong-ngomong, Jakarta lho, ibukota kita. Bisa lah dibayangkan bagaimana kalau di daerah-daerah? πŸ™‚



Riset tersebut kalau dipikir-pikir tentu juga berkorelasi dengan riset lainnya yang diadakan oleh PISA atau Programme for International Student Assesment yang mengurutkan Indonesia pada peringkat 62 dari 70 negara dalam hal kualitas sistem pendidikan sedunia. Peringkat ini diukur berdasarkan kemampuan belajar di bidang matematika, sains, dan literasi.

Dalam video yang di unggah oleh Agung Hapsah ke channelnya itu, dia juga sedikit menyinggung bagaimana performa guru di Indonesia saat tes UKG yang memiliki nilai rata-rata hanya 53,02. 

Nah, dari poin diatas itu bukan berarti kita harus mencari kambing hitam atas ketertinggalan kita. Menyalahkan murid atau menyalahkan guru sama-sama tidak akan menghasilkan apapun. Setuju?

Terus apa dong?

Ya untuk saat ini kita harus improve bagaimana sistem belajar kita sendiri.

Dalam hal ini, saya sebagai emak-emak (meskipun Nuy nanti Juni baru masuk PAUD :p) juga harus memperhatikan anak-anak saya belajarnya bagaimana nantinya, misalnya nih:

✔️Kapan waktu dan suasana yang paling dia sukai untuk belajar?
✔️Bagaimana cara dia nyaman untuk belajar?
✔️Apakah anak kita tipe audio? visual? kinestik?
✔️ Bagaimana agar dia memahami konsep? 
✔️dan lain-lain yang semacam itu, intinya sama: belajar pada anak-anak harus FUN!

Toh kita tahu sendiri nggak semua anak daya tangkapnya sama. Kalau saya dulu pribadi lamban, kakak-kakak saya cepet. Saya introvert suka belajar di perpustakaan, kakak saya tipe audio kalau tampil presentasi bagus.

Dibandingin? wah, saya tahu banget bagaimana rasanya. Jadi pas saya jadi emak begini saya bertekad untuk tidak menyamaratakan kemampuan anak-anak saya, karena setiap anak pasti dilahirkan istimewa di jalannya masing-masing. πŸ˜‰

Seperti kata kakek Einstein:

“Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid.”

Intinya nih, setiap orang sebenarnya cerdas dan dunia ini luas, banyak banget peluang baru yang terbuka setiap hari. Oleh karena itu, belajar adalah sebuah kewajiban untuk bisa sukses di masa depan, tidak peduli di kondisi apapun dan bagaimanapun keadaanmu, mau di kampung, ataupun hidup lingkungan nggak mendukung, jangan jadikan dirimu 'tertinggal' secara mental dan juga intelektual. ✨ 

Apalagi kalau cuma sekedar biaya bimbel yang mahal? 

Seperti yang Agung Hapsah bilang, banyak kok alternatif yang bisa kita coba untuk mengatasi kesemrawutan pendidikan yang saat ini ada di Indonesia, salah satunya seperti menggunakan aplikasi Ruangguru tadi.

Yup, kalau ketertinggalan kita di aspek pendidikan masih belum bisa dikejar, kita bisa dong mencari jalan sendiri. Saya percaya 100% Indonesia itu sebenarnya adalah bangsa yang hebat dan cerdas.

gausah bingung ya!

Mencoba Aplikasi Ruangguru


Saya? oh, saya sudah coba dong, survey dulu... :p.

Caranya mudah sekali, cukup dengan mengunduh aplikasi Ruangguru yang tersedia di playstore. Install, kemudian login deh. Loginnya juga nggak ribet, kita bisa masuk ke menu dengan menggunakan akun Facebook atau Google. Tinggal klik dan approve, udah deh, kita sudah masuk.


Begitu masuk di aplikasi, maka kita bisa melihat fitur belajar yang tersedia. Fitur ini ada yang gratis, dan ada juga yang berbayar. Kalau ingin membuka fitur berbayar maka kita harus berlangganan terlebih dulu.

Tapi jangan buru-buru skeptis dulu, biaya berlangganan bisa dikatakan terjangkau lho! Ada berbagai paket yang bisa dipilih, ada yang 700.000/semester, ada yang 900.000/tahun, atau yang 1.450.000/2 tahun. Bisa dipilih yang mana yang cocok dengan kondisi kita, yang jelas kalau bimbel diluar pasti lebih mahal daripada hal itu


Fitur-fitur yang ada di aplikasi RuangGuru:

1. RoboGuru
Roboguru merupakan robot yang dapat menjawab soal latihan Ujian Nasional (UN) dan SBMPTN. Caranya dengan mengirimkan soal/ upload yang dirasa sulit dalam bentuk foto, kemudian roboguru akan memperlihatkan lima soal dan jawaban yang paling relevan dengan pertanyaan tersebut. Keren ya?

2. Ruang Baca
Seperti namanya, ruang ini ditujukan untuk membaca materi pelajaran.

3. Ruang Les Online
Nah, disini kita bisa bertemu dengan tutor belajar kita secara online dan personal, bener-bener memudahkan!

4. Ruang Les
Nggak suka online, jangan khawatir karena ada juga les offline. Jadi fitur ini merupakan fasilitas untuk tempat mencari guru privat yang bisa datang ke rumah. Wilayahnya masih terbatas tapi pasti nantinya akan semakin luas ya ;)

5. Digital Boot Camp
Belajar sendirian koq sepi dan bikin nggak semangat yaaa? Nah, kalau begitu mungkin kamu harus mencoba kelas kolektif online ini. Jadi kamu bisa belajar rame-rame disini. Wah, asik banget nih!

6. Ruang Uji
Sudah belajar sepenuh hati, sekarang saatnya untuk menguji kepahaman kita melalui fitur satu ini. Are you ready?

Fitur yang menurut saya paling menarik adalah Live Chat. Apa itu live chat?

Jadi, jika anak merasa kesulitan untuk menjawab soal atau memahami materi, di aplikasi ini kita bisa bertanya langsung pada tutor melalui live chat. Biayanya menurut saya masuk akal dan terjangkau, yakni 20.000 untuk 30 menit. Oh iya, ada audio call-nya juga lho. Mantap djiwa!




Nah, nggak berlebihan rasanya kalau dikatakan kalau Ruangguru ini bisa menjadi alternatif bimbel online yang oke untuk bisa membantu murid mencapai target belajar, materinya saya lihat-lihat mudah dipahami dan juga didukung dengan video yang menjelaskan materi terkait secara jelas dan lugas.

Saya sebagai orangtua juga bisa tenang karena bisa melihat progres anak belajar. Yah, siapa tahu anak saya bisa jadi The next Belva Devara atau bahkan melampauinya kan? Hahaha...

*kebanyakan baca caption ig @mamambisius nih kayanya*

Oh iya, kalau kamu belum tahu siapa itu Belva Devara, beliau adalah CEO Ruangguru.






KAK, GIMANA CARA SUKSES?⁣ ⁣ Pertama, jangan takut mimpi besar. Banyak orang takut duluan dan memenjarakan potensi dirinya hanya dengan pikirannya. Bukan kompetensinya yg membatasi prestasi, tapi mimpinya yg terlalu sempit.⁣ ⁣ Memang, byk orang sekitar psti akan bilang gak mngkin. Tapi, bagi gw, justru karena itu hal yang "gak mungkin", jadinya "worth it" untuk gw kejar.⁣ ⁣ Dulu SMA gw SMA baru. Gw angkatan pertama, seangkatan 30 orang. Belum ada ceritanya ada alumni masuk PTN, apalagi masuk NTU Singapura yg terkenal hanya utk yang menang medali olimpiade sains. Repotnya lagi, gw mimpinya mau msuk jurusan tersulit gelar ganda.⁣ ⁣ Begitu pula ketika bilang ke boss kalo gw mau apply S2 hanya ke Harvard dan Stanford (dan ga mau univ lainnya) hanya dengan 2 thn pengalaman kerja, lalu dia senyum dan bilang "keajaiban kalo sampai diterima".⁣ ⁣ Tapi gw berusaha sekuat gw. Izin bolos sekolah sebulan utk belajar di rumah. Lalu gw belajar mandiri dari bangun tidur, ampe tidur lagi non stop. Sebelum tidur, materi selanjutnya udah ditata di sebelah bantal supaya begitu bangun gak keganggu yg lain2, dan bisa langsung buka buku lagi. Cari buku utk belajar juga dibela2in sampe memburu ke toko loak buku bekas krn mau selengkap dan semurah mungkin. Bisa dibilang, gw waktu itu "terobsesi" terhadap mimpi gw itu.⁣ ⁣ Lalu apa hasilnya?⁣ 1) Gw berhasil jadi org Indonesia pertama yg masuk jurusan gelar ganda di NTU Singapura (Komputer dan Bisnis), dgn beasiswa penuh.⁣ ⁣ 2) Bukan hanya diterima Harvard "atau" Stanford, gw waktu itu kaget banget diterima di dua2nya. Lalu, gw menjadi org Indonesia pertama yg masuk program gelar ganda Harvard dan Stanford, dua universitas paling bergengsi di dunia, dgn beasiswa penuh.⁣ ⁣ Kalo gw dengerin kata org yg sangsi, gw gak akan sampai di sini. Gw percaya butuh org agak "gila" untuk mencapai hasil yang "gila" pula.⁣ ⁣ Gw tidak menjamin akan tercapai, gw jg punya mimpi gila yg masih sedang gw garap kok. Ada banyak faktor lain (gw ceritakan di post lain nanti) untuk sukses, tapi mimpi itu adalah FONDASI awalnya. Mesti kokoh, and u need to believe in it. Intinya, first step, mimpilah dulu segila2nya, tercapai atau nggak itu urusan kedua. Setuju gak? 😁
Sebuah kiriman dibagikan oleh Adamas Belva Syah Devara (@belvadevara) pada


Oke, itu saja dari saya tentang gambaran pendidikan di Indonesia dan juga review singkat tentang aplikasi Ruangguru, sebuah aplikasi bimbel online futuristik yang mudah serta menyenangkan.

Kamu pengen berlangganan Ruangguru juga? Yuk!