Wednesday, August 15, 2018

Contek Model Dress Terbaru dari Secretary Kim, Why Not?


Rasanya itu sudah lama banget saya nggak tampil feminim pakai dress. Terus, gara-gara kemarin itu saya iseng-iseng nonton Drama Korea Whats Wrong With Secretary Kim (WWWSK), akhirnya pesona akting Park Min Young disana membuat saya jatuh cinta dengannya, termasuk dengan dress-dress lucu nan imut yang dikenakannya. Stylist atau penata busana di drama ini pastilah jenius karena semua model dress terbaru yang muncul disini semuanya benar-benar keren!

Hayo, siapa disini yang nonton juga? Pastinya sepakat dong kalau ibuk Kim Mi So di drama ini tuh emang anggun banget. Pakai baju kantoran atau kasual tetap aja stunning. Huhu. padahal saya sempat nggak suka sama dia gara-gara dulu jadi lawan main Yoo Chun di Sungkyunkwan Scandal, tapi sekarang history browser saya isinya banyak tentang Park Min Young sama Park Seo Jun ini. πŸ˜‚

Iyes, gara-gara drakor ini saya jadi penganut #ParkParkCouple dadakan. haha

Lupakan SongSong, sekarang kita adalah Tim ParkPark!
ParkPark for life!
*fans halu*

Berkat dia, saya, yang selama 4 tahun terakhir sudah nggak menyentuh dress lagi jadi merasa tergugah. Saya jadi merasa, baiklah, sudah cukup baju hamil dan menyusui selama tiga tahun berturut-turut, lalu setahun sehabis menyapih juga masih pakai baju seadanya. Saya harus belanja dress. yeah!

Meskipun motivasi ini juga diiringi alasan pribadi tentunya, karena baju saya banyak ketinggalan di Malang gara-gara sekarang saya lagi balik ke Kalimantan. *nyari pembenaran belanja sama paksu*

Tapi tetep, boleh dong ini tuh dibilang good influence? *eaaaa*. Bukan cuma sebatas fashion-nya, saya juga sempat update tentang skincare Korea gara-gara mereka berdua, lho.

Maklum, soalnya kulit mereka itu bening banget, sis. Gakuat liatnya. Saya bahkan nggak nyangka kalau Park Min Young itu udah 32 tahun, sementara Park Seo Jun masih 29 tahun. hahaha.

Tapi berhubung skincare saya masih ada (dan kayaknya lama baru habis lagi), jadi mending saya sabar dulu, prioritas sekarang nyari baju aja dulu deng. 

Baca juga: Kenapa Kita Harus Punya Blus Batik Kombinasi? 

Oh iya, masih ingat dengan gaya Ibu Kim, nggak?

Oke, dalam ingatan saya nih, untuk kerja, hampir semua busananya adalah blouse dengan bahan ringan (flowy) yang dipadukan dengan pencil skirt, lalu sebagai penyempurna, ada sepasang high heels berwarna nude dan juga tas dengan warna yang senada.


cantik mah bebaaaaas *ngetik sambil oles-oles skincare*

Nggg.... oke fain, meskipun syakep dan chic banget, gaya ini sepertinya gak mungkin saya cobain di rumah. Lha iya, gayanya wanita kerja kantoran iki. πŸ˜‚

So, mari kita nyontek gaya dress blio sajaa...

Hah? IRT doang ngapain pake dress segala di rumah? *uhuk*

Ya nggak papa banget dong, sekali-kali supaya tampilannya nggak dasteran mulu. Masa suami liatnya daster mulu? Nggak ada niat cantik tuh untuk diri sendiri, gitu? Sekali-kali ganti 'casing' supaya nggak jenuh masa nggak boleh?

*toyor-toyor sambil bilang 'ape luuu...' sama yang protes*
*anaknya rese*
πŸ˜‚


Eit, cucok banget, di MatahariMall banyak banget pilihan model dress terbaru, a la korea-korea pula. Cuci mata aja bikin segar, apalagi ada yang beliin ya nggak? Hahaha. (Mudah-mudahan paksu baca, aamiin!)

Saya ada nemu satu dress yang bikin naksir nih. Warnanya hitam, cutting-nya unik karena flowy dan tentunya bisa menyamarkan bentuk perut saya yang seksi. Bagus banget, mana nggak cepet ketahuan kotornya pula. #eh

Tujuh puluh dua rebo, sista! Ada diskonnya.
*masukin dalam keranjang*

Yah.... Browsing mencari dress yang a la Secretary Kim emang bikin baper karena ofkors jadi banyak pengennya. Yups, banyak banget model dress terbaru disana yang bikin saya mikir-mikir ini tuh cocok apa nggak sama saya. Karena rasanya ya bagus aja terus. Kepedean banget ya? πŸ˜†

Tapi dress hitam diatas tentunya adalah 'hasil buruan' utama saya dalam rangka nyontek gayanya Ibu Kim. harganya juga oke. Sudah masuk keranjang, siap checkout. πŸ˜

Oh iya, kamu sudah nonton drakor Whats Wrong With Secretary Kim kan? kalau sudah, share juga dong hal yang paling menarik perhatianmu disana!❤️ 
Monday, August 13, 2018

Tentang Convergence VC Investment Indonesia


Berdiri sejak November 2014, Convergece Ventures Capital bukanlah perusahaan venture yang biasa memberikan modal kepada usaha dan bisnis secara sembarangan. Karena dana yang dikucurkan relatif banyak, maka dibutuhkan ketelitian dalam memilih strart-up yang memenuhi kriteria. Tim yang solid berisi tenaga yang kompeten dan beberapa diantaranya adalah sang pendiri yaitu Adrian Li dan Donald Wihardja. Saat ini Convergence berpusat di Jakarta dan masih aktif memberikan suntikan investasi kepada beberapa usaha yang masih berkembang. Jumlah modal yang diberikan bervariasi bergantung pada kondisi serta target pertahunnya.

Fitur Terbaik di Convergece Ventures Capital

Perusahaan ini memiliki banyak portofolio usaha dari berbagai bidang yang bisa langsung dilihat di website resminya. Sebagian besar adalah start-up yang memang memiliki peluang cukup besar untuk berkembang. Tidak hanya sekedar modal saja, dukungan juga diberikan dalam bentuk pendampingan serta rekruitmen. Dengan begitu maka perkembangannya bisa diawasi dan modal yang diberikan dapat berputar.

Kriteria yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha adalah mampu melakukan pembayaran dengan lancar, memiliki jaringan internet yang bagus, serta kemudahan dalam pengiriman logistik. Jika ketiganya sudah terpenuhi, maka Convergece Ventures Capital akan memberikan kucuran dana yang cukup besar. Langkah ini diambil setelah melalui riset yang cukup kompleks. Salah satunya adalah perkembangan industri strat-up Indonesia yang cukup pesat saat ini. Karena itulah beberapa perusahaan ternama dari berbagai negara berlomba-lomba menginvestasikan modal karena yakin dapat memperoleh keuntungan yang banyak.

Convergece Ventures Capital tidak hanya berfokus pada e-commerce dan start-up saja, banyak bidang lain yang juga dilirik yaitu online media, digital marketing, social networking and communication, dan sebagainya. Perusahaan pemberi modal ini tidak hanya menyuntikkan dana kepada pemilik bisnis yang dianggap potensial namun juga ada kepelatihan yang melibatkan tim dari Convergence. Tujuannya untuk memastikan visi misi utamanya terpenuhi. Website yang diciptakan pun bisa dengan mudah diakses. Ada beberapa fitur didalamnya yang memudahkan pengunjung mengetahui apa itu Convergence dan start-up unggulan yang ditawarkan. Untuk mendapatkan ulasan lebih rinci, berikut ini adalah penjelasannya.

1.    Profil perusahaan
Jika ingin mengetahui apa itu Convergece Ventures Capital, jawabannya bisa didapatkan disini. Perusahaan ventura ini sudah memiliki pengalaman malang melintang dan sukses mengembangkan beberapa bisnis digital dengan cara menanamkan investasi. Hasilnya akan terlihat setelah beberapa tahun berjalan. Jaringan yang dimiliki sangat luas sehingga perusahaan dapat mengalami kemajuan secara pesat. Pendirinya Adrian Li dan Donald Wihardja adalah dua personal yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang mumpuni. Visi dan misi juga sangat jelas yaitu untuk menciptakan persaingan usaha yang sehat.

2.    Tim yang solid
Disini dapat diketahui tokoh dibalik layar kesuksesan Convergence. Tim yang solid dan berkompeten siap memberikan dukungan penuh kepada usaha yang baru berkembang. Pengelolaan modal dan sumber daya manusia menjadi fokus utama karena kedua faktor ini yang sangat menentukan kesuksesan sebuah program. Tentu saja hal ini tidak dapat dilakukan dengan mudah jika tidak memperoleh dukungan dari dewan penasehat.

3.    Portofolio perusahaan
Kurang lebih ada sekitar 20-an bidang bisnis yang sudah mendapatkan modal dari perusahaan ini. Jumlah tersebut telah melebihi target sehingga pendaftaran limited partners terpaksa ditutup. Beberapa jenis usaha yang terdaftar sebagai mitra Convergence antara lain Xendit, Rework, Sale Stock, Moka, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Ketetapan Convergece VC dalam menciptakan pertumbuhan start-up dan dunia digital sudah terbukti secara signifikan. Hal ini diperoleh dari hasil tim yang solid dan kerjasama dengan berbagai koneksi. Jika dijalankan dengan benar, maka dalam jangka waktu 5 tahun bisnis tersebut dapat mengalami perkembangan yang cukup tinggi.
Sunday, August 05, 2018

Kecanduan Smartphone? Coba 4 Aplikasi Ini untuk Membatasi Penggunaannya



Kecanduan Smartphone? Coba 4 Aplikasi Ini untuk Membatasi Penggunaannya - Zaman yang semakin maju membuat kita semakin rekat dengan berbagai perangkat teknologi, salah satunya adalah perangkat smartphone.

Hal ini tentunya memiliki efek positif dan juga negatif. Sisi positifnya, ada banyak hal yang dulu begitu rumit sekarang menjadi mudah. Sebut saja online banking sebagai contohnya. Jika dahulu kita harus pergi ke ATM atau bank untuk sekedar transfer uang, maka sekarang dengan bantuan Smartphone dan juga jaringan internet, kita bisa melakukannya dengan santai dari dalam rumah.

Dan voila! Urusan transfer sudah tertangani.


Sisi negatifnya, kemudahan itu acap kali membuat kita terlena. Berbagai fitur dan juga ribuan aplikasi yang bisa diinstall dalam sebuah smartphone mampu menjadikannya bak candu yang membuat kita ingin menyentuhnya terus menerus.

Sisi negatif semacam ini tentu akan berdampak kurang baik terhadap kehidupan kita. Tidak terkecuali untuk ibu rumah tangga seperti saya, kecanduan smartphone bisa membuat sederet masalah, misalnya cucian yang menumpuk, masakan yang tidak kunjung selesai, bahkan job mengurus anak yang jadi terbengkalai. Wah, benar-benar tidak sehat, bukan? 

So, perlu banget buat kita untuk membatasi penggunaan smartphone agar tidak addicted. Bagaimana caranya? Yuk, simak ulasannya!

Pertama-tama, kita mesti tahu dulu nih...

Berapa sih durasi ideal penggunaan smartphone?


Nah, berdasarkan hasil penelitian Andrew Przybylski dari University of Oxford melalui The Telegraph, dikatakan durasi ideal untuk melakukan aktivitas online adalah sepanjang 257 menit atau kurang lebih 4 jam 17 menit dalam sehari.

Durasi disini mencakup juga waktu interaksi kita dengan pemakaian gadget lainnya seperti menonton tayangan televisi atau pemakaian laptop. 

Kalau dalam kasus saya pribadi nih, waktu tersebut lumayan jomplang jika dibandingkan dengan kenyataan di lapangan. Maksudnya, waktu pemakaian Smartphone saya jelas lebih banyak. Sekitar 5-6 jam sehari kali ya Hiks 😒


Terus, Bagaimana Dong?



Syukurnya, ada banyak aplikasi yang bisa kita unduh di Playstore/AppStore yang berfungsi untuk membatasi penggunaan smartphone kita. Aku dapat beberapa rekomendasi aplikasi ini dari Abangku waktu curhat tentang manajemen waktu. Yuk, kita langsung kenalan!

1. Forest: Stay Focused.


Dengan visualisasi berupa pohon, aplikasi Forest dapat membantu kita menjauhkan diri dari pemakaian smartphone yang berlebihan.

Cara kerjanya aplikasi ini cukup unik.

Jadi, setiap kali kita mengaktifkannya, aplikasi akan berjalan dan memblocking kita dari pemakaian smartphone dengan simbol pertumbuhan sebuah pohon. Semakin lama kita tidak berinteraksi dengan smartphone, maka pohon yang kita tanam akan semakin besar. 




Jika kita keluar dari halaman aplikasi tersebut, maka pohon itu akan mati. Dan jika kita berhasil tidak menyentuh smartphone selama waktu yang ditentukan, maka pohon tersebut akan tumbuh sempurna lalu kemudian di save ke dalam sistem. 

Semakin sering kita 'menanam' pohon waktu ini, maka semakin banyak koleksi 'pohon' kita, dan terciptalah hutan virtual yang berisi 'pohon' catatan waktu penggunaan smartphone kita selama ini.

Menarik bukan? Kuy, dicoba!

2. Nakhtim


Aplikasi ini sangat berbeda dengan aplikasi diatas. Jika aplikasi sebelumnya mengatur waktu kita berinteraksi dengan smartphone, maka Nakhtim lebih pada menabung pahala setiap kali kita membuka unlock smartphone kita.

Menabung pahala? Maksudnya?

Nah, ternyata, aplikasi Nakhtim mempunyai cara kerja menampilkan pop out berupa ayat Al-Quran setiap kali unlock smartphone kita. Hal ini membuat kita akan membaca satu ayat Al-Quran setiap berinteraksi dengan smartphone.




Bayangkan, misalnya kamu membuka smartphone sebanyak 20x sepanjang hari, maka secara tidak langsung kamu membaca 20 ayat Al-Quran. Keren sekali, bukan?

3. BreakFree


Nah, kalau BreakFree ini adalah salah satu aplikasi yang bisa nge-tracking berapa kali jumlah kamu unlock screen dan juga durasi phone usage kita dalam satu hari penuh. Hasil tracking itu nantinya akan dibedakan dalam 3 macam skala Addiction score, semakin jarang penggunaan smartphone, maka Addiction score yang kita dapatkan akan semakin rendah, begitu pula sebaliknya.

Ada tiga layanan yang menjadi jurus andalan BreakFree, yaitu BreakFree Now, BreakFree Schedule, dan Notifications & Pop-ups.




BreakFree Now berfungsi untuk memblokir panggilan masuk, notifikasi, turn-off koneksi dan juga auto-reply via SMS kepada orang yang menelepon kita. Cocok kalau lagi meeting atau ngobrol sama mama mertua nih, hihi... Pas lagi nggak mau diganggu dalam jangka waktu sebentar.

Terus, apa bedanya dengan BreakFree Schedule?

Nah, bedanya dengan BreakFree Schedule adalah BreakFree Now ini hanya berlaku untuk satu kali pemakaian, bukan terjadwal (scheduled).

Sedangkan Pilihan notification & Pop-ups fungsinya adalah memunculkan peringatan jika penggunaan smartphone telah melampaui waktu pemakaian yang kita pilih. 

Yes, kita bisa memilih waktu pemakaian mulai dari 10 menit hingga 60 menit. Hem, sepertinya saya bakalan cobain ini untuk screen time Syuna nanti ! ^_^


4. OffTime


Jika kamu terlalu sering hidup dengan Online Time, maka sekali-kali perlu juga dong untuk OffTime untuk menyeimbangkan hidup di dunia nyata.

Yup, seperti namanya OffTime akan membuat smartphone kita off dari segala notifikasi yang sering membuat kita gagal fokus dengan kehidupan dunia nyata. Di aplikasi ini, ada empat macam pilihan profil yang bisa dipilih sesuai kebutuhan kita, yaitu Unplugging, Focused Work, Sleep, dan Other. Kalau fokusnya ganti, kita tinggal ubah sesuai profilnya. 

Ya, boleh lah dicoba kalau sedang pengen fokus menjelang deadline. XD



🌸🌸🌸


Well, bagaimana? Dari daftar diatas adakah aplikasi yang menarik perhatianmu?

Kalau aku, saat ini yang masih bertahan ada dua, yaitu Forest dan Nakhtim. Keduanya menurutku sangat gampang digunakan karena desain dan cara pakainya yang sederhana. Barangkali jika kamu perlu fokus lebih dan 'bantuan' untuk melepaskan diri dari belenggu smartphone, daftar ini bisa menolongmu.

Semoga bermanfaat! 

Wednesday, August 01, 2018

Tips Sukses Toilet Training Pada Anak Perempuan



Tips Sukses Toilet Training Pada Anak Perempuan - "Nuwiiiii, kok masih pakai popok sih? Mama mana?" Begitu seru nenek tetangga sebelah yang kebetulan lewat di depan rumah siang hari itu.

Wah, timing-nya pas banget, kebetulan Syuna sedang ada di teras, sibuk menata sepatunya yang lagi dijemur disana. Dia langsung heboh memanggilku.

Aduh, aduh... Ketahuan! Gumamku yang mendengar suara panggilan Syuna dari dalam kamar. Segera, aku pun melangkah menuju pintu depan untuk menemui beliau.

"Waaah, ada apa nih Bu? Hehe..."

Sengaja, aku nyengir manis dulu sambil memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan berikutnya.

Ng? Tepat? Pertanyaan? Maksudnya?

Nganu, itu karena aku tahu... Pertanyaan berikutnya pasti tentang kapan lepas pospak.

Dan jika perkiraanku itu benar, maka pertanyaan perihal pospak ini adalah pertanyaan yang ketiga kalinya beliau ajukan dalam bulan ini. Setiap pertanyaan "kapan stop pospak" pasti diiringi dengan tips-tips seputar toilet training a la beliau. Yang mana sebenarnya nggak apa sih. Nggak mengganggu sama sekali.

Tapi bikin nggak enak karena beliau beneran panjang kali lebar menjelaskannya. Berasa dinasehati sama Mama sendiri karena beliau kayaknya seumuran. Keseringan dikasih tahu tapi nggak dikerjakan kan bikin nggak enak hati juga, makanya aku tadi lumayan panik pas Syuna 'ketahuan' masih pakai pospak.

"Ha, kapan Nuwi lepas popok pospak? Udah bisa lho, umur segini itu..."

Ehm, JRENG JRENG. Bener kaaan tebakanku tadiii....


Sudah kuduga....

"Iya nih, buk. Masih pake... Belum bisa dilepas juga.". jawabku canggung.πŸ˜…

"Lhaaa... udah cukup lho, umur begini udah bisa lepas pospak!" kata beliau lagi dengan ekspresi yang mengintimidasi. 

"Lumayan toh, uangnya bisa dibelikan yang lain, nanti?" sambung beliau lagi, kali ini sambil memasang ekspresi usil. Seakan-akan beliau bisa membaca tabiatku setiap akhir bulan.

"Inggih bu, nanti mau beli celana pendek dulu buat persiapan sama Mbah, kemarin nanya sama beliau masih kosong stock-nya" kataku sambil tersenyum.

"Oke, gitu dong... Mari, saya ke rumah dulu, ya! Jangan lupa malam ini sholawatan di rumah ibu Dwi" Beliau pun berpamitan dan segera berlalu. 

Sepulang beliau, aku masih memikirkan teguran beliau tadi. Hmmm... bener juga ya? Sudah masanya banget nih Syuna toilet training. Aku pun masuk ke rumah, mengambil smartphone tercinta sesudah memastikan baterainya sudah terisi penuh.

Oke deh kalau begitu, untuk langkah pertama sepertinya aku harus googling dulu perintilan buat toilet training, ya?

Smartphone sudah aktif di tangan, aku pun langsung mengarungi samudera internet untuk mencari info seputar kiat sukses toilet training pada anak perempuan seperti Syuna. Pencet-pencet syantik selama setengah jam. Finally, List persiapan untuk toilet training Syuna pun selesai! 

Peperangan emak untuk melepaskan diri dari belenggu popok sekali pakai pun segera dimulai!
(halah, lebay amat ni emak. hahaha)



TIPS SUKSES TOILET TRAINING PADA ANAK PEREMPUAN.


Nah, kali ini aku mau jabarin sedikit ya tentang hasil googling seputar toilet training kemarin.

Pertama, ternyata jenis kelamin mempengaruhi kemampuan anak untuk pipis sendiri.

Yups, secara anatomi, sistem saluran kemih antara anak laki-laki dengan anak perempuan itu berbeda. Pada anak perempuan, biasanya toilet training bisa dimulai lebih dini, meskipun setiap anak pastinya punya timing yang berbeda-beda ya, nggak bisa dipukul rata.

Hasil pemantauanku kemarin, teman Syuna itu rata-rata sudah lepas pospak usia 2 tahun. Ada yang pada usia 1,5 tahun, ada juga yang lebih dini lagi.

Yang masih belum lepas pospak usia 3+ bahkan 4+? ada juga kok. Rata-rata sih, yang emaknya IRT lepas popok lebih cepat.

Untuk angka mutlaknya nggak ada. Katanya anak cowok lebih lambat, tapi toh ada baby boy temennya Syuna yang umur 1,5 tahun udah ngerti pipis/pup ke WC.

Katanya anak cewek lebih cepat, tapi ada juga baby girl yang usia 4 tahun belum sanggup lepas pospak. Jadi intinya tergantung kemampuan anak dan kita juga juga sebagai orang tua. ^_^

Terus? apa yang mempengaruhi kemampuan anak?

Salah satunya adalah kematangan otot organ vital dan juga koordinasi serta kontrol tubuh. 

Dua hal ini berkaitan  dengan usia anak, karena semakin besar anak, biasanya juga akan diiringi dengan pertumbuhan dan juga perkembangan anak. Oleh karena itu, katanya, untuk otot kencing biasanya akan ready pada usia 18 bulan, 

Apakah aku sukses program toilet training sama Syuna umur 18 bulan?

Jawabannya: enggak.


Kapan Syuna mulai TT?


Kami sendiri sih mulainya agak telat ya, pas Syuna usia 2 tahun 3 bulan, hahaha.

Jadi ini super late post banget. Syuna aja sekarang udah 3 tahun. --

Meski tergolong telat, tapi sebenarnya aku sudah mulai sounding sejak usia 2 tahunan, jadi pelan-pelan sebelumnya aku aku mengajari dia konsep pipis dan eek itu bayaya (kotor) makanya harus dibuang ke WC. Beriringan lah waktu sounding waktu menyapih dulu...

Baca juga: Pengalaman & Tips Menyusui Pertama Kali

Sounding lepas pospak itu lumayan ya, luamaaa...

Dan itu aku ulangin hampir setiap hari, tapi pada saat itu dia masih pakai pospak sih, jadi dia belum ke praktek, aku mikirnya asal Syuna ngerti konsep itu dulu. Nanti mudah-mudahan gampang pas mulai praktek. Nah, proses sounding ini masuk ke dalam proses psikologis.

Awalnya sih pengen sounding cuma sebulan aja, cuma ya namanya nunda-nunda itu emang susah ya diatasi, sibuk ini, sibuk itu, ada aja terus alasannya. Untung nenek tetangga itu beberapa kali mengingatkan secara nggak langsung dengan pertanyaan kapan lepas popok itu. 

Ehm, makasih ya, ibuuuk! :')

Mamak sedang sounding be like....

Oh iya, target TT Syuna waktu itu nggak pasti karena aku orangnya mah go with the flow aja. Intinya toh nggak pakai popok (lagi). Cuma, karena katanya si nenek jangka seminggu harusnya sudah bisa lepas total. Aku jadi ngikutin standar beliau deh. Yang mana ternyata ada bener dan ada salahnya juga.

Bener, karena aku jadi prepare macam-macam.
Salah, karena aku jadi naruh standar waktu ketinggian. Hahaha...

Iya, ternyata seminggu tampaknya kecepetan deh. Kita benar-benar harus merendahkan ekspektasi supaya nggak terlalu kecewa.  

Oke, langsung aja ya, ini dia kiat suskes toilet training ala Mama Syuna yang sebenarnya super sederhana:

 Sedia celana dalam lucu. (kira-kira 1-2 lusin) 

Fungsinya menggantikan popok.

Aku beli yang ada gambar princess, binatang, atau tokoh kartun yang gambarnya girly karena Syuna itu anak cewek, ini supaya Syuna gampang makainya aja sih. Kan kalau dia suka motifnya, ngebujukin dia makenya gampang. hehe

Aku beli yang murah, harganya nggak sampe 40.000/lusinnya, sengaja disiapin agak banyak soalnya takut kehabisan stok.

Oh iya, celana dalam ini nantinya akan dilapisi lagi sama celana panjang, apalagi kalau dia lagi aktif di luar rumah. Tapi kalau cuma buat gegoleran di rumah aja bisa pakai celana ini doang supaya hemat cucian.

15-30 menit sehabis minum, diajak duduk cangkung ke WC.

Prinsipnya: Air masuk, air keluar.

Sepengamatanku, sehabis diajak minum, entah itu air putih, susu, atau air teh, biasanya Syuna akan  pipis. Hal ini kucermati sesudah beberapa kali 'kebocoran'. Ehm, ternyata bener juga kata orang, habis minum diajakin pipis dulu. Sebelum 'tumpah' duluan.

Solusinya hal ini, habis selesai minum atau makan aku ajakin dia ke WC dulu. Fungsinya agar dia mengenal siklus-nya sendiri. Karena waktu itu kadang dia masih belom mahir pipis sendiri, jadi mesti diarahkan. Kalau rajin sih bikin catatan dia pipis jam berapa dalam sehari. Cuma aku terlalu mager waktu itu.


✨ Setiap 1-2 jam ajakin ke WC atau tanya "Mau pipis, nggak?"

Ini dikasih tips sama semua Ibok yang pernah ditanyain tata cara toilet training.

Emang sih, seringkali anak sudah bisa mengkomunikasikan keinginannya untuk pipis atau pup. Tapi tetap aja nggak ada salahnya kalau diingatkan lagi. Secara, anak kan suka keasyikan sendiri kalau ada hal yang menarik perhatiannya.

Syuna sendiri juga biasanya kalau udah kepo maksimal sama sesuatu dia bisa lupa sama bilang mau pipis, dan ujung-ujungnya pas celananya udah basah sedikit, baru dia bilang kalau mau pipis/pup.

Makanya....

 Harus banyak punya stok sabar supaya nggak gampang marah.

Seriusan, karena harus berurusan dengan pipis dan pup yang notabene najis, kita harus strict tapi juga nggak menekan anak. Untuk poin ini, aku pun juga harus belajar sabar sampai sekarang karena menyerima kenyataan kalau dia pup di celana di detik-detik udah siap berangkat itu rasanya bisa sangat menjengkelkan. Hehehe

Makanya, selain mempersiapkan anak, siapkan mental dan kesabaran emak juga, ya!

 Pipis sebelum tidur atau 1-2 kali selama malam hari.

Sebenarnya, awal mula berhenti pakai popok malam hari itu diawali dengan kelupaan memasang pospak karena keburu ketiduran. Rencana bakalan mulai toilet training hari rabu, eh, seninnya ternyata udah aman sentosa pas kelupaan pasang popok malam hari

Iyap, ceritanya dulu itu belajar lepas popok siang dulu, terus malamnya pas tidur baru deh pakai pospak lagi, pengen transisi kayak pas weaning with love dulu. (Maklum, emak banyak gaya. HAHA)


Dan hari itu memasuki minggu kedua toilet training untuk siang hari (siang udah lumayan lancar boook), pas malamnya malah ketiduran bareng sama Syuna karena udah terlalu capek siang main tanpa ada boci sama sekali. Pas paginya bangun, aku langsung auto-ingat kalau malamnya ke skip aktivitas pakai popok malam. Uh! udah panik duluan dan ngeraba-raba springbed sekitaran Syuna bobok. Haduh... 'bocor'nya dimana nih ?

Eh, ternyata satu tempat tidur kuperiksa kering semua. Wow!   
Syuna nggak pipis malam lagi. Daebaaak



Jadi praktis deh, jadwal lepas pospak total untuk malam hari dimajukan. Tapi dengan syarat mutlak: Pipis dulu sebelum menuju pulau kapuk. Pas malam (kalau terbangun) sekitar jam 12 atau jam 3 juga aku ajak pipis dulu ke WC.

 Lakukan senyamannya, bisa langsung ke toilet atau menggunakan Potty toilet.


Mama dulu mengajarkanku pipis dengan menggunakan potty toilet alias pispot. Sampai sekarang aku masih dapat ingatan kabur kalau dulu pernah ditaruh mama diatas pispot hijau itu buat pipis. Woh, udah lama banget kan? Pispotnya sendiri masih ada sampai sekarang, bahkan dipakai anak kakakku buat melatih pipis.

Barangkali kalau masih serumah dengan mama, aku juga akan menggunakan jasa pispot itu, Tapi karena aku melakukan toilet trainingnya di kontrakan, yang jarak antara WC sama kamar itu nggak jauh-jauh banget, Jadi aku prefer langsung ke WC aja. Sekalian, sekali jalan juga melatih dia gimana posisi pee atau pup. hehe

 Jangan segan memberikan contoh dan jaga komunikasi

Anak adalah peniru ulung, termasuk didalamnya soal pipis tadi. Jadi buatku pribadi sih penting banget untuk anak melihat contoh dulu sebelum mempraktekkannya sendiri, untuk anak perempuan juga sekalian mengajarkan dia cara mencuci kemaluan dengan benar supaya nggak infeksi (dari depan ke belakang).

Baca juga: Persiapan Naik Pesawat Terbang Bersama Anak Usia 10 Tahun, 2 Tahun, dan 6 Bulan  

Komunikasi juga harus jalan terus, "nanti kalau mau pipis bilang Mama, ya?", "nanti kalau mau eek, bilang Mama ya?" "Kalau sakit perut kita ke WC sama Mama, ya?" dan seterusnya sampai berbusa. Sampai anak ingat.
Terus test ingatannya setiap mau bobo, kasih pertanyaan "kalau pipis kemana?" Kalau dia jawabnya "WC", berarti faiiiin, udah resap. Besok ulangi lagi, besoknya lagi, besoknya lagi. Wkwkwk

Jangan merendahkan usahanya (Buat TT jadi hal yang menyenangkan!)

PR banget nih, aseli. Kadang kalau udah kesel pipis bertebaran dimana-mana sampai ngepel 10x sehari itu bikin hati mamak gemesh sampai pengen kayang, apalagi kalau ada pup, kebetulan ada tamu pula yang mampir  ke rumah. Hahahaha. Mesti banyak istighfar sambil mengelus dada.

Sabar? Woh, gak usah ditanya. Sabar banget! XD

Pernah, Syuna udah lancar banget pipis sampai 2 hari berturut-turut, eh, hari ke-3 malah 'bocor besar'. Aku yang udah merasa bisa berleha-leha pun t e r k e d j o e t.
Bahkan menggerutu keras sambil ngepel, Syuna kaget banget waktu itu. T_T

Akibatnya? Berikutnya Syuna pas bilang mau pipis/udah pipis jadi takut-takut, barangkali takut melihat mamaknya emosi lagi kali ya. Pokoknya waktu itu pelajaran banget deh buatku, betapa gimana pun hasilnya kita harus menghargai usaha si kecil.

Beri pujian + Sabar + Konsisten 

Another magic words. Reward-sabar-konsisten. 

Tampaknya simpel banget, tapi diatas segala hal inilah salah satu faktor besar. Sabar dan konsisten. Seperti kita yang udah tuwir-tuwir ini senang kalau dihargai usahanya, begitu juga anak kita.

Beri apresiasi bila anak sudah melakukan sesuai dengan apa yang kita arahkan. aku biasanya cuma kasih tepuk tangan sambil bilang "Hebat!" "Pintar!", atau hadiah segelas susu hangat aja Syuna udah seneng. Ahahaha...

(receh amat ya, nak )


***

Nah, sekarang udah hampir setahunan lepas pospak. Apakah jangka waktu sebulan kemarin saat TT bisa membuat Syuna 100% buang hajat di WC? Hmm... nggak juga. Sampai sekarang pun masih perlu perhatian dan nggak bisa dipercayakan sepenuhnya, tapi kira-kira sekitar 90% sudah done ^^ 

sumber: Keluarga kita

Beberapa kali tidur malam sempat loss ngompol juga. Hihi... Tapi overall, tips lepas dari pampers alias toilet training anak perempuan diatas sudah terbukti sukses kuterapkan.

Semoga tulisan ini bermanfaat, ya!

Saturday, July 21, 2018

Tentang Kesetiaan Zaman Now

Salah satu mimpi buruk dalam sebuah pernikahan adalah adanya kanker perselingkuhan.

Momok satu ini tidak perlu dibahas lagi poin mengerikannya dimana, bukan? 

Sangat mengerikan. Sangat. 

Meski begitu, di zaman now bukan sesuatu yang sulit lagi menemukan orang-orang yang berselingkuh. Ada banyak sekali berita berhamburan di media tentang publik figur yang melakukan  tindak perselingkuhan. Dan ironisnya, biasanya berita semacam itu justru ramai 'disantap'. 

Publik figur lho ini. Orang besar yang punya fans. 
Kalau kasus masyarakat biasa? Wah, lebih banyak lagi dong... 

Barusan, aku menemukan sebuah fakta yang menarik tentang hal ini, sebuah survei yang benar-benar bikin hati terpotek-poteq. Apa itu? 

Menurut Survei Just dating, sekitar 40% pria dan wanita di Indonesia pernah mengkhianati pasangannya. (sumber: suara.com)

Yep, yang dengan kata lain berarti Indonesia adalah negara runner up dalam persentase perselingkuhan di Asia, menyusul negara Thailand di peringkat pertama dengan persentase 50%. 

Baik, dalam hal ini kita bahkan kalah (lagi)  dari Malaysia yang menjadi negara paling minim selingkuh (se-Asia) dengan skor 20%. 

Jadi, dengan hasil begitu sudah nggak heran dong kalau dewasa ini istilah pelakor dan pebinor sudah begitu akrab di telinga kita? 

Survei tentang cheating tadi membuat aku pun merenung sesaat. 
Ya, mereka memang ada dimana-mana.

Mereka (para cheaters) bisa jadi tetangga kita, salah satu sahabat kita, seorang kenalan kita, atau bahkan dalam keluarga kita sendiri.

Harus kita akui, kecuali lingkungan yang kita tinggali sangat-sangat-sangat bagus. Hal satu ini selalu ada dimana-mana, seperti menjadi hal yang sudah lazim.

Padahal nggak, ya iya lah. 

Mau apapun pembenarannya, siapapun pasti tahu, selingkuh itu salah. 

(WARNING : Tulisan ini ngalor ngidul, emosional, pendapat pribadi. ) 


Well, selama ini aku terhitung sering menemui orang-orang yang melakukan tindak perselingkuhan.

Bahkan dalam ruang lingkup paling kecil sekalipun, aku juga menemukan hal ini. Jadi bisa dibilang bagiku bukan hal yang asing. Dibilang sedih, ya sedih,  tapi begitulah kenyataannya. 

Banyak cerita yang sering kudengar sejak belia ditambah dengan imajinasi yang dirangkai otak membuatku sempat sangat insecure dengan pernikahan dan hubungan berbeda jenis kelamin. 

Ya, aku dulu sempat takut setengah mati dengan ikatan karena takut tersisihkan. Takut diduakan. Takut habis manis sepah dibuang. Takut menjadi bukan satu-satunya. 

Pikiranku kala itu dipenuhi stigma negatif karena terus-menerus terpapar berita soal kesetiaan yang terkikis.

Ya, perpisahan yang bukan karena ketidakcocokan pemikiran, bukan persoalan ekonomi dan juga bukan soal perbedaan selera. Tapi karena kesetiaan itu tidak ada. 

Untung saja waktu itu datang orang yang bisa menjelaskan dan merubah mindsetku yang terlampau negatif. Jika tidak, Wallahu a'lam. Mungkin saja aku masih traumatik sampai hari ini. 

Darinya, aku mengerti,  bahwa menikah bukan cuma soal selangkangan belaka. Meskipun istilah 'kawin' bisa disinonimkan dengan tindakan satu itu. 

Untuk Marriage isn't that simple. 

Bukan hanya soal cinta, kesamaan visi dan misi, kemapanan ekonomi, tapi juga soal "komitmen".
Jadi, kalau orang bilang menikah itu komitmen seumur hidup. It's True! 

Karena menikah ternyata juga artinya mengunci pintu hati dari orang selain pasangan sah kita, bertahan dengan sifat dan sikap menyebalkan mereka yang tidak cocok dengan kita. 

Setia dengan satu orang. Tidak mencari selingan yang lain. 

Tidak berselingkuh. 

Nah, dari yang sudah aku baca-baca nih, selingkuh itu ternyata terbagi dua:

Satu, selingkuh secara seksual, artinya selingkuh yang berhubungan dengan hubungan seks. Tipe satu ini bisa ditemukan dimana saja. (Zina kelamin)

Misal: one night stand. 

Dua, selingkuh secara perasaan, artinya selingkuh yang berkaitan dengan perasaan, misalnya perasaan nyaman atau aman. (Zina mata, hati, jari, dll)

Misal: chatting dengan lawan jenis dengan topik 'nyerempet' sembunyi-sembunyi dari pasangan. 

Selingkuh secara perasaan (tipe 2) kalau 'ditekuni' dalam waktu yang konstan juga berpotensi berkembang menuju selingkuh tipe satu. 

Jadi, awas saja ya. Jangan coba-coba. 

Dua tipe selingkuh itu membuatku flashback dengan salah satu cerita temanku. 

Saat itu aku masih kelas satu SMA. Masih begitu hijau dan polos. Saat jam istirahat tiba, kami yang memiliki tempat duduk berdekatan sering saling bercerita satu sama lain. 

Dan hari itu, dia bercerita kalau dia menemukan chat mesra di ponsel kedua orang tuanya. Kami semua shock. 

Hal yang membuat kami terkejut bukan soal kemesraannya, tapi chat itu antara ibunya dengan om A, dan ayahnya dengan tante B. 
Yup, tentang kedua orangtuanya yang saling cheating. 

Dia berusaha bercerita bahwa it's okay, dia tahu bagaimana orang tuanya. Dia berusaha terlihat agar hal itu bukanlah sebuah hal besar. tapi kami, teman-temannya tahu, hatinya pasti remuk redam. 

Dia teman yang baik, orang yang hangat dan ceria, sangat kritis dan cerdas. Dan dia sedikit lebih murung belakangan itu, mungkin saja orangtuanya itulah pemicunya. Di akhir pembicaraan, dia sempat melepaskan sebuah penyesalan. 

"Seandainya waktu itu aku nggak bikinin mama sama papa akun fesbuk, mungkin nggak begini kali ya...."

See? Sosial media bukan hanya mampu mendekatkan yang jauh. Tapi juga memisahkan yang terdekat dalam sebuah rumah tangga. 

Satu tempat tidur. 

❤️❤️❤️

Bicara soal bahaya penyalahgunaan sosial media. Kira-kira lebih dari setengah tahun yang lalu, aku pernah iseng-iseng membaca komik bertema pasutri/married life. 

Liat covernya sih mukanya si tokoh itu bahagia-bahagia gitu, pelukan sambil ketawa.
Judulnya kalau nggak salah Fufukan Renang, yang artinya.... 

Silakan googling. Aku juga ga tau. #ditendang pembaca 

Nyohhh!! 

Eh, ada kok tulisannya, Holiday Love. 

Jadi Fufukan Renai artinya Holiday Love (Liburan Cinta?? Aneh juga ya kalau diterjemahkan πŸ˜‚)

Dari sampulnya,  ekspektasiku pun melambung tinggi. Hmm... Mungkinkah isinya daily life pasutri yang inspiratif?
Ada tips-tips rumah tangga?
Ada cerita yang heartwarming?

Nggak menunggu lama, aku pun langsung menuju ke chapter pertama. Skip bagian sinopsis. Langsung baca. 

Oke, langsung baca ini bukan aku banget ya, biasanya aku mesti membaca bagian sinopsis dulu supaya terhindarkan dari komik yang unfaedah. 

Misalnya genre yaoi, pasti bakalan aku close tab tanpa basa-basi karena jijik duluan meski gambarnya beraura nirwana.

FYI, genre komik gak cuma cem Naruto doang loh, genre buat emak-emak juga ada, namanya Josei yang target pasarnya itu buat adult female/perempuan yang sudah uzur dewasa.

Yha contohnya kaya yang tadi. Fufukan Renai. Aku jarang sih baca genre ini, cuma pernah beberapa kali doang. Hehe

Oke, balik lagi ke Liburan Cinta. 

Pas baca satu chapter... 

Dua chapter...

Tiga chapter...

Wah, Gils, ini mah pamili gols banget, buibu!

Sang suami diceritakan hard worker, rekan kerabat dimana-dimana, cinta keluarga, murah senyum dan mempunyai jiwa leadership, sehingga karirnya naik dengan cepat.

Sang bini juga tak kalah perfect, work from home dengan membuka jasa nail art sambil membesarkan putri mereka, ceria dan juga tipe lovely person yang disenangi oleh orang-orang disekitarnya.

Singkat cerita, kita langsung ke konfliknya ya...  

Pada suatu hari sesudah kepulangan suaminya ke tempat proyek (suaminya pulang ke rumah  setiap weekend karena ceritanya weekdays bekerja di luar kota). 

Ada sesuatu yang mengganjal di hati sang istri karena ajakannya sebagai istri pada malam sebelumnya tidak ditanggapi.

Beberapa hari sesudah hal itu, masalahnya pun datang, suaminya menelpon saat tengah malam.

Bukan telpon biasa, suaminya mengaku sedang dituduh berselingkuh, dan meminta istrinya tetap percaya padanya.

And i'm reading... like... WHAT??? SRSLY?

Oke, ini roller coaster. Perkembangan ceritanya lumayan cepat. Yang tadinya baik-baik saja tiba-tiba langsung berasa keruh. 

Lanjut lagi...

Malam-malam berikutnya, ada telpon lagi yang masuk. Tapi bukan dari suaminya, melainkan dari... Suaminya perempuan yang dituduhkan berselingkuh dengan suaminya.

Hnggg.... ngerti nggak? πŸ˜…

Jadi, perempuan yang dikatakan berselingkuh dengan suaminya itu ternyata juga sudah menikah dan punya dua anak yang masih kicik-kicik.

Jadi menurut suaminya si wanita itu, dialah yang pertama kali menangkap basah suaminya datang ke rumah istrinya sewaktu dia tidak ada di rumah.

Dan mereka berdua sudah terbukti 100% berhubungan di depan matanya sendiri. Bahkan, ada bukti kontrasepsi yang ditemukan di tempat sampah.

Pusiang deh, itu artinya, si suami bohong dong.... 😡

Sesudah naik turun pembicaraan yang emosional, akhirnya si laki ngaku juga!

Asdfggjklzxvbg pengen rasanya nggiles layar hape mukanya pake parutan kelapa saking kzl nya dengan alasan ngalor-ngidul si suami. 😫

Memang, cinta suaminya pada keluarga tak perlu diragukan lagi. Dia orang yang diceritakan hampir perfect di segala aspek. 

Tapi dia khilaf, dia meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi.

Tapi, bisakah cinta hadir lagi sesudah dikhianati?

Sampe sini aku udah shock berat dan rada-rada males lanjutin bacanya. Aku baca komik supaya happy, kok jadi gloomy. hahaha

Dari komik itu aku mengambil sebuah kesimpulan singkat:

Trust ia something fragile than a mirror. Be careful with your social media. 

Dari cerita itu, aku semakin yakin kalau kesetiaan itu sifatnya irreversible, sekali tercoreng, terkhianati, selamanya bekas itu akan ada. 

Meskipun begitu, di luar sana ada banyak sekali istri yang memaafkan perselingkuhan para suaminya. (Dan begitu juga sebaliknya). 

Saya kagum dengan kebesaran dan ketulusan hati mereka. Mereka sungguh luar biasa. 

Tapi, tetap saja, aku tidak ingin menjadi bagian dari orang yang terkhianati atau mengkhianati.

Kesetiaan sama berharganya dengan nyawa. Kita cuma punya satu dan nggak ada cadangan nyawa kayak main game LINE Pokopang. 

Masih ingat nggak sama blio berdua?

Ngomongin selingkuh dan kesetiaan. Aku (jujur sejujur-jujurnya) sangat muak dengan lagu-lagu zaman sekarang yang seakan-akan mengkampanyekan tindakan terkutuk satu ini.

"Kamu selingkuh jadi aku selingkuh lalalala"
"Kamu sih begitu, makanya aku  selingkuh lalala"

Pffft, selera laguku memang banyak yang bilang aneh. Tapi seaneh-anehnya aku  nih, nggak pernah tuh kepikiran untuk menyanyikan atau menyimpan atau mengunduh lagu yang bertema selingkuh.

Kalau  diibaratkan lagu itu makanan, maka saya nggak akan segan-segan membuang lagu ajakan berselingkuh itu ke tempat sampah seperti juri di Hell Kitchen. Like a boss.

Karena, ya gimana, nggak ada faedahnya. Dan mirisnya, lagu-lagu begitu biasanya enak didengerin, dan nadanya repetisi banget. Jadi semacam brainwash. 

Dua bulan dan seminggu  yang lalu saya mendengar anak-anak menyanyikan lagu bertemakan perselingkuhan. Dari dua anak yang berbeda dan dari pulau yang berbeda.

Bayangkan saja, SD belum, usia paling 4 tahunan. Khidmat di depan smartphone (kayaknya sih sambil nonton video di youtube), dan menyanyikan lagu tentang selingkuh dengan lantang.

Bener-bener mbatin NI BOCAH NGAPA YAK banget lah saya jadinya. Padahal si emak duduk aja disamping si anak tadi bareng temennya (kayaknya sih ngegosip kalau ngeliat dari hebohnya ngobrol, lol). 

Aduh, mulai deh nyinyir. Hahaha...

Umur segitu coba, udah hafal lagu begituan. Apa nggak terdoktrin sendiri keseringan nyanyi begitu? Mending lah saya dulu hafalnya soundtrack Dragon Ball -_-

Come on mama, atuhlah, saya emosi jiwa sama si emaknya yang cuek bebek. 



Intinya sih kayaknya begini ya, kesetiaan itu harus dijaga, dipertahankan, sering-sering disuburkan lagi karena cobaan zaman now sungguh menggila.

Apalagi jika hubungan katanya mulai hambar, don't make excuse laa.  Hanya karena banyak orang melakukannya, jangan sampai terseret juga. 

Meskipun hidup di air asin, jangan sampai jadi ikan asin.

Ketemu mantan, ada getaran yang yang lama bangkit. Mending jauh-jauh langsung.

Di tempat kerja ada rekan yang ngasih sinyal, langsung block.

Di sosial media ketemu orang yang punya kepribadian menarik, jangan diterusin.

Jangan memberikan akses sedikitpun, sebelum menyesal karena terbawa suasana. Seperti di komik yang kubaca tadi. Awalnya cuma nggak enak... chatnya dibalesin... Dicurhatin soal rumah tangganya... kasian.... terus tiba-tiba jadi baper dan sok-sokan memberikan perhatian. .

Wow, mengingat komik tadi saja membuatku emosional level Asia. 

Tapi faktanya memang begitu, ada banyak kasus nggak enakan yang ujungnya ena-ena. 

Ehm, oke. Nggak kerasa makin panjang dan ngalor-ngidul aja nih. Mungkin sekian babblingku soal kesetiaan kali ini...

Kalau menurutmu gimana? Jangan lupa drop your opinion di kotak komentar ya!


Wednesday, June 13, 2018

Kreasi So Good Chicken Stick Untuk Sajian A la Sushi


Punya Nugget di rumah, biasanya dibikin apa buibu?

Nah, lama saya memikirkan apa kreasi yang ingin saya buat menggunakan So Good Chicken Stick yang tampilannya menurut saya mirip dengan nugget ini. Kalau digoreng sepertinya sudah terlalu mainstream ya? Saya kepingin bikin masakan yang nyeleneh sedikit. Hehe.

Sampai akhirnya saya bertanya dengan suami. Ada ide nggak Nuggetnya, eh, Chicken Stick ini, pengen dikreasikan bagaimana?

Katanya, mau bento!

Saya berpikir sebentar, membuka-buka kulkas, memeriksa stock bahan yang sangat terbatas. Hmm, Bisa sih kalau kepengen bikin bento, cuma kok ya sayurannya terlalu sedikit buat saya untuk membuat Bento a la Jepang yang biasanya saya lihat di dorama-dorama.

Sampai saya teringat saya satu adegan di Dorama Full Time Wife Escapist yang baru saja saya tonton. Ah, gimana kalau dikreasikan jadi Sushi saja?

Ya, tentu saja bukan Sushi yang premium seperti di restoran, yang ala-ala saja, sushi rumahan dengan bahan seadanya. Rasanya tentu jauh berbeda karena kita hanya meniru tampilannya saja. Sesuai hasil pemeriksaan saya dengan isi kulkas, bahan-bahannya secara garis besar tersedia.

Lngsung saja, tanpa menunggu lama saya pun membuatnya dengan bahan-bahan yang sederhana. Ini dia cara pembuatannya:

Bahan-bahan: 

- Nasi pulen satu mangkuk kecil.
- Rumput laut secukupnya.
- Wortel, iris memanjang,
- Sosis siap saji, belah menjadi 4 bagian.
So Good Premium Chicken Stick.
- Abon Sapi/ayam.


Pelengkap:

- Saus sambal
- Saus mayonnaise


Cara Membuat:

1. Rebus wortel hingga matang, kemudian tiriskan.

2. Goreng So Good hingga kuning keemasan, tiriskan, belah menjadi 2 bagian. 

3. Pasang sarung tangan plastik, susun lembaran rumput laut di atas tatakan khusus sushi atau talenan biasa.

4. Tuangkan nasi sedikit demi sedikit. Tekan-tekan agar nasi menjadi padat.

Tips: Sebenarnya untuk mengganti nasi jepang yang sangat pulen disarankan untuk menggunakan campuran antara beras biasa dengan beras ketan agar teksturnya menjadi mirip. Tapi karena saya tidak punya beras ketan saya menggunakan beras pulen biasa. Butuh effort lebih untuk menjaga gulungan sushi jejadian ini agar tidak bubar jalan :’)

5. Susun potongan wortel, sosis, dan juga So Good Chicken Stick diatas nasi, usahakan jangan terlalu banyak agar mudah digulung.

6. Tuangkan sedikit abon ditengah.

7. Gulung rata, kemudian potong dengan hati-hati.

Nah, disini karena saya menggunakan beras pulen biasa jadinya agak berantakan seperti digambar. Hahaha. Next time mungkin saya akan coba dengan campuran beras ketan seperti tips diatas. ^^

8. Susun dalam box makanan. Bisa ditambahkan dengan pelengkap berupa saus sambal atau saus mayonaisse supaya tambah lezat.

Nah, bagaimana? Cukup menggoda bukan? 

Paduan antara Gurihnya sosis dan juga So Good Chicken Stick berpadu dengan wortel yang manis dalam balutan rumput laut. Sebagai pelengkap tambahan, bisa kita tambahkan potongan nugget yang dipotong serong beserta sayuran wortel disisi box yang lain.

Rencananya, menu ini nanti akan saya jadikan bekal untuk Abah Syuna kalau lagi dinas. Lumayan kan, mengasah kemampuan gulung menggulung dan juga menyenangkan hati karena ada bekal tambahan. ^^

Tentunya, jika remake nanti saya akan menambahkan sayuran lain agar rasa dan tampilannya semakin menarik, misalnya saja rebusan brokoli dan jamur. Pastinya bekal sushi ala-ala ini akan menjadi menu yang sangat sehat karena kaya dengan sayuran.

Apakah kamu tertarik mencobanya juga? Praktis dan sehat lho, bikinnya cuma 30 menitan. Hehe

Selamat mencoba, ya!
Tuesday, June 05, 2018

Dukung #RokokHarusMahal untuk Keluarga yang Lebih Sejahtera



Keluarga saya memiliki riwayat buruk dengan jantung dan juga rokok. Terutama keluarga dari pihak Ayah, dimana kebanyakan anggota keluarga pria menjadi perokok sejak usia muda.

Banyak peristiwa buruk yang terjadi akibat rokok. Hal terakhir yang saya ingat adalah kejadian meninggalnya salah satu paman saya karena komplikasi radang paru. Sangat menyedihkan karena beliau meninggal saat putra-putrinya masih kecil dan madih sangat membutuhkan peran seorang ayah.

Rokok, ya, rokok adalah barang yang tidak bisa beliau lepaskan.

Meski sudah banyak nasehat yang ditujukan kepada beliau dari istri maupun keluarga yang lain, hal itu tetap saja tidak bisa diatasi, hingga akhirnya berujung pada maut.
      
Kejadian itu membekas hingga hari ini. Sebuah contoh nyata yang tidak akan pernah saya lupakan tentang rokok yang menghilangkan nyawa dan membuat keluarga kehilangan arah.


*** 

Merokok dan Kesehatan 


Tidak perlu diragukan lagi bahwa perilaku merokok itu mempunyai bahaya yang sangat besar. Tidak perlu susah-susah membuka internet untuk mengetahui apa saja bahayanya. Pemerintah sudah lebih dulu memperingatkan para perokok melalui kolom khusus yang ada di kemasan rokok yang beredar di Indonesia.

Peringatan itu bukan hanya sekedar teks, tapi juga sudah dilengkapi dengan gambar. Jadi mustahil rasanya jika terlewatkan begitu saja.

Mari kita lihat contohnya dibawah ini:

Gambar peringatan super horor.
sumber: kompak.co

Pertama kali melihat peringatan itu saya bergidik, ada perasaan ngeri sekaligus heran di dalam hati.

Kok bisa ya mereka tetap menghisap barang itu meski sudah tahu bahayanya?

Ah, tapi memang begitu bukan yang namanya adiksi? Saat seseorang sudah terlanjur kecanduan, bahayanya akan terabaikan. Padahal seperti yang kita ketahui, tembakau yang menjadi bahan utama dalam pembuatan rokok menambah resiko untuk banyak penyakit mematikan, misalnya saja kanker dan penyakit kardiovaskuler (jantung). 

Riset di lapangan membuktikan 'berkat' konsumsi rokok yang terus meningkat, beban penyakit dan juga angka kematian akibat rokok juga ikut meroket.

Data BPJS tahun 2016 menyebutkan bahwa biaya tanggungan pengobatan katastropik atau penyakit mematikan akibat komplikasi yang salah satu pemicu utamanya adalah rokok menghabiskan dana sebesar Rp 14,58 triliun, nilai itu setara 21,73 persen dari total biaya manfaat seluruh penyakit. 

Angka kematian akibat rokok di Indonesia juga tergolong fantastis, Data The Tobacco Atlas tahun 2015 menyebutkan bahwa lebih dari 217.400 penduduk Indonesia meninggal dunia akibat merokok setiap tahunnya.

Padahal uang dan nyawa sebanyak itu masih bisa diselamatkan,

Dengan apa? Tentunya dengan berhenti merokok.

***



Peredaran Rokok Disekitar Kita.


Zaman now, maraknya penggunaan rokok semakin menjadi-jadi. Harga rokok yang sangat terjangkau (bahkan ada yang eceran per batang seharga 500-1000an) membuat merokok menjadi kegiatan yang lazim. Saking lazimnya, aktivitas merokok ini juga menyentuh anak-anak dan juga kalangan masyarakat miskin :

Hal ini jika kita runut kembali maka akan menghasilkan beberapa faktor yang bisa menjelaskan alasan mereka merokok, diantaranya:

>>  Pengaruh lingkungan & pergaulan 
>> Rasa nyaman palsu yang sebenarnya candu merasuk membuat perasaan menenangkan ('ketagihan').

Dan yang paling seringnya adalah... 

>> Meniru orang tua/saudara.

Menurut saya, ya percuma saja menasehati 'kamu nggak boleh merokok' pada anak-anak jika dilingkungannya sendiri berseliweran orang dewasa yang merokok. Bahkan jika Ayahnya sendiri saja nitip minta belikan rokok ke warung, larangan merokok itu justru akan mengundang rasa penasaran anak tentang sensasi merokok. 




>> Iklan & promosi

Meskipun diikat oleh peraturan yang ketat dan jam tayang yang terbatas. Inilah yang saya masih heran, kenapa iklannya itu UWOW sekali?? Dihiasi kata-kata yang inspiratif, berkesan maskulin dan menampilkan sosok eksekutif muda yang sukses, penuh dengan segala hal yang menantang adrenalin serta wow-ini-laki-banget. 

Saya mengakui kalau industri rokok itu sangat kreatif dan royal. Mereka tidak segan-segan mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membuat impresi yang menarik, tak jarang pula mengeluarkan dana luar biasa untuk sponsorship acara olahraga.

Teringat dengan kejadian saat kuliah dulu, pernah tidak sengaja saya mendengar teman yang bercerita penghasilannya menjadi SPG rokok. Saya terkejut, pastinya, karena tenyata jumlahnya tergolong besar. SPG aja lho. Part time.

Mengetahui iklan dan promosinya yang begitu gencar itu, saya tidak terlalu heran mendengar pernyataan dari MenKes Nila Moeloek bahwa angka perokok di Indonesia itu mencapai 36,3 persen, atau dengan kata lain, sepertiga penduduk Indonesia saat ini telah menjadi perokok.

Itu adalah keniscayaan karena masih banyak orang yang belum teredukasi tentang rokok dan ditambah dengan strategi industri rokok yang paten tadi. 

Namun melihat ironi di masyarakat yang yang justru bertentangan dengan gambaran promosi membuat saya tergugah.

Apakah yang harus saya lakukan? Diam dan melihat saja?

Tidak! Saya harus ikut melakukan sesuatu...

Peran Ibu dalam Melindungi Anak-anak dari Bahaya Rokok.


Ada banyak sekali perokok aktif yang tidak sadar kalau asap rokoknya itu mengandung bahaya yang serius. Dalam hal ini mungkin kita pernah mendengar istilah 'perokok pasif'. 

Nah, apa itu perokok pasif? 

Perokok pasif adalah orang-orang yang secara langsung tidak bersentuhan/menggunakan rokok, namun menghirup asapnya secara tidak sengaja/terpaksa. 

Salah satu kelompok yang paling rentan dengan bahaya asap rokok/menjadi perokok pasif adalah perempuan dan anak-anak. 

Untuk anak, masalahnya tidak berhenti sampai di asap rokok.

Rokok yang sengaja dipajang di bagian depan warung atau minimarket bisa dibeli dengan mudah menggunakan uang jajan mereka. Dan trik pajangan ini bukanlah suatu kebetulan. Industri rokok memang telah menjadikan mereka target.

Hal ini cara kerjanya kurang lebih sama seperti pornografi yang dicekoki pada anak sejak belia. Jika mereka sudah memulai kecanduannya sejak dini, maka dapat dipastikan mereka akan menjadi pelanggan setia hingga mereka dewasa.


Untuk perempuan, dalam hal ini adalah istri, maka tugasnya menjadi berlipat-lipat. Selain harus berkompromi dengan rokok dan juga melindungi anaknya, Rokok juga menjadi salah satu kendala ekonomi yang tidak ada wujudnya namun terasa efeknya, hal ini terutama terjadi pada keluarga dengan taraf ekonomi rendah. 

Ya, sangat disayangkan bahwa ada banyak kepala keluarga level ekonomi menengah ke bawah yang kecanduan rokok, padahal masih banyak kebutuhan anak dan juga rumah tangga yang harus dipenuhi

Namun budaya patriarki kita yang menjadikan laki-laki sebagai tulang punggung keluarga membuat banyak perempuan mempunyai porsi pendapat yang lebih sedikit dalam rumah tangga, termasuk soal ekonomi keluarga. Misalnya saat sang bapak lebih mengutamakan jatah rokoknya ketimbang kebutuhan primer keluarga seperti makanan, pendidikan dan kesehatan anak-anak. Perempuan jarang bisa menolak. 

Ya, mau gimana lagi, biasanya endingnya akan mblunder dengan sahutan: "Gue udah capek-capek nyari duit, biarin dong sedikit buat senang-senang, yang penting kan jatah lo sama anak-anak udah ada?". 

Fix, ujung-ujungnya, lagi-lagi perempuan lah yang harus memeras otak agar jatah bulanan mengcover seluruh kebutuhan rumah tangga. Sedih.

Hal inilah yang menjadi pokok pembahasan di acara Program Radio Ruang Publik KBR pada hari rabu minggu lalu. Dibawakan oleh dua orang perempuan yang menandatangi petisi #RokokHarusMahal #Rokok50Ribu, yaitu Magdalena Sitorus dari Jaringan Perempuan Peduli Pengendalian Tembakau (JPT3T) dan Ligwina Hananto yang memiliki background financial trainer. Program ini mengupas tema Selamatkan Generasi, Perempuan dukung Rokok 50 Ribu secara mendalam.



Dilema ekonomi antara rokok dan kebutuhan rumah tangga diatas bukanlah sebuah hal jarang di masyarakat kita. Hal ini diakui Ligwina Hananto. Sebagai ahli finansial, beliau sering menemui kasus berlatar belakang serupa, misalnya buruh yang mengaku tidak punya uang untuk menyekolahkan anak-anaknya atau bahkan tidak punya uang untuk membeli lauk pauk yang sehat, namun begitu keuangannya dicek, ternyata pengeluaran rokok itu ada, menjadi prioritas, dan jumlahnya cukup besar. :(

Jadi sekolah anak urusan nanti, kesehatan anak urusan nanti, yang penting merokok dulu. Egois sekali, bukan?

Rasa kesal dan kasihan pada perokok campur aduk saat saya mendengar siaran itu. Rokok pada anak-anak dan keluarga miskin di Indonesia benar-benar sangat memprihatinkan.

Lantas, kemana kedua hal ini bermuara?


....Harga rokok yang murah adalah salah satunya. 


Jadi begitu mendengar harga rokok akan dinaikkan, jujur saja saya merasa sangat gembira! Menurut saya, rasa tentu langkah besar ini akan membawa angin perubahan yang positif pada banyak perokok aktif di negeri ini.

Tidak berpikir dua kali, saya pun segera menandatangani petisi #RokokHarusMahal dan #Rokok50Ribu yang dibuat di situs Change.org agar bisa menjadi bagian dari perubahan. 

Dan tidak cukup hanya tanda tangan, saya pun menyebarkannya di beberapa sosial media.

Oh iya, kalian juga bisa berpartisipasi dengan menandatangani petisinya di: 

change.org/rokokharusmahal

Perempuan Dukung #RokokHarusMahal


Kenapa kita sebagai perempuan mendukung gerakan ini? 

Ah, jawabannya akan sangat panjang! Tapi kali ini mari kita lihat dari sisi keluarga saja:

/1/ Jika Rokok Mahal dan para ayah berhenti merokok, maka akan ada banyak perempuan dan anak-anak yang lebih sejahtera. 

Bagi saya, lelaki yang tidak merokok adalah lelaki yang sayang dengan keluarganya. Karena dengan tidak merokok, itu artinya dia sudah melakukan dua hal yang penting untuk istri dan juga anak-anaknya. 

Pertama, dia sudah menyayangi dirinya dan istrinya. Dia tidak 'memperpendek masa hidup' dengan mengkonsumsi rokok. Dia berkesempatan menjalani hidup yang lebih sehat dan bisa membimbing istrinya lebih lama. 

Yang kedua, dia sudah menyayangi anak-anaknya, dengan tidak merokok, maka kesehatan buah hatinya pasti menjadi lebih baik. Terlebih jika anaknya mengiringi langkah sang bapak untuk tidak merokok, maka otomatis mata rantai rokok pun terputus sampai disana. :) 

/2/ Uang yang digunakan untuk membeli rokok bisa dipakai membeli kebutuhan rumah tangga. 

Mari kita buat permisalan, misalnya dalam satu hari seorang ayah mampu menghisap 1 pak rokok seharga Rp.10.000, itu artinya satu bulan dia 'membakar uang' sebanyak Rp.300.000, 

Dalam jumlah yang sama, uang itu bisa kita gunakan untuk hal yang lebih bermanfaat, misalnya membeli makanan yang bergizi, buku pelajaran dan juga kebutuhan anak istri. Tentunya ini juga membuat keluarga semakin sejahtera. Iya nggak? 


Angka 50 ribu mungkin bukan angka yang besar, namun efeknya secara langsung dan jangka panjang pasti bisa kita rasakan. Perubahan harga dari angka 10-15ribu menuju 50 ribu pastinya membuat para Ayah berpikir sepuluh kali sebelum membeli.

Betul atau benar? :D

/3/ Kesehatan lebih terjaga. 

Jika tidak merokok, kesehatan yang prima tentu bukanlah sesuatu yang mustahil lagi. Makanya, yuk, stop merokok!




Nah, jika ada yang bertanya, "Kenapa sih jadi 50ribu?" 


Tenyata harga ini bukan sembarang angka. Berdasarkan hasil sebuah survey berupa pertanyaan "Anda akan berhenti merokok kalau harga rokoknya berapa?" yang dilakukan oleh Prof. Hasbullah Thabrany bersama rekan-rekan beliau dari FKM UI pada Agustus 2016 lalu. Angka 50 Ribu menjadi jawaban mayoritas. 

Kenapa tidak lebih? 100 ribu seperti di negara Singapura misalnya? Atau 200-300 ratus ribuan seperti di Australia? 

Oh, itu hanya soal waktu, temans! Jika urusan cukai lancar dan negara total menegatifkan rokok, maka langkah ke angka berikutnya pasti bisa kita capai. :)

sumber: https://ariefardia.com/

Anu, Terus Nasib Petani Tembakau Bagaimana?


Oke, jujur saja saya juga pernah berpikir seperti ini. Apakah jika harga rokok naik artinya kita 'membunuh' saudara kita yang berprofesi sebagai petani tembakau?

Nah, disini saya terkejut dengan fakta yang dikemukakan Nina Samidi di salah satu program Ruang Publik sebelumnya, bahwa ternyata sekitar 60% tembakau yang ada di Indonesia justru hadir melalui jalur import dari Cina, Amerika, dan Brazil karena tembakau sendiri pada dasarnya tidak terlalu cocok dengan cuaca di negara kita yang basah. 

Meskipun tetap saja kita harus memperhatikan kesejahteraan petani tembakau lokal dengan misalnya menyediakan lapangan kerja yang lain. Perasaan jauh terasa lebih lega karena kerugian pada negeri tergolong kecil jika dibandingkan dengan statistik kemiskinan dan angka kematian akibat rokok.


*** 

"Momentum bulan Ramadan seperti sekarang ini sebenarnya bisa menjadi batu pijakan untuk berhenti merokok. Karena adiksi memang tidak bisa serta merta dihentikan, tapi bisa dicicil dulu perlahan-lahan, asalkan kesadaran individu sudah ada. Pasti bisa berhenti."  - Magdalena Sitorus.  

Nah, kalau kalian tertarik lebih lanjut tentang #RokokHarusMahal, kalian bisa mendengarkan talkshow serial Ruang Publik #RokokHarusMahal yang mengudara setiap hari Jumat, pukul 09.00-10.00 WIB yang disiarkan di 104 radio jaringan KBR di seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua. Diskusi juga bisa kita ikuti melalui fanpage KBR.ID atau aplikasi KBR.ID yang tersedia di Android dan iOS.

Yuk, mari bersama kita Dukung #RokokHarusMahal #Rokok50Ribu untuk keluarga Indonesia yang lebih sejahtera!

***

Sumber infografis: 
- P2PTM Kemenkes RI

Custom Post Signature

Custom Post  Signature