Tuesday, April 24, 2018

Kenapa Memilih Suntik KB 1 Bulan?



Setelah setengah tahun terakhir galau memilih kontrasepsi, akhirnya tanggal 4 April kemarin saya memantapkan hati untuk mencoba suntik KB satu bulan di bidan dekat rumah. 

Sebelumnya kurang lebih sekitar 3 tahun terakhir, saya memakai kontrasepsi betupa pil KB harian. Tapi jujur sih, saya sadar diri orangnya pelupa dan sering minum nggak tepat waktu. Jadinya pengen beralih ke metode lain yang lebih praktis. πŸ˜€

Tadinya pengen sekalian pasang IUD aja supaya terbebas dari produk rekayasa hormonal. 

Tapi makin kesini, saya merasa mesti konsultasi ke dokter ginekologi dulu deh, mengingat saat melahirkan Syuna dulu katanya ada sedikit ruptur rahim, entah ya berpengaruh atau tidak dengan pemasangan IUD, tapi saya ingin meyakinkan diri sebelum memasang benda asing di tubuh saya. Hehe

Suami menyarankan untuk suntik KB saja dulu untuk sementara waktu. Jadi, yes, kenapa nggak saya coba aja, Bismillahirrahmanirrahim...

KENAPA MEMILIH SUNTIK KB 1 BULAN?

Oke, saya cerita dulu sedikit ya BTS-nya... Supaya rada panjang dikit. πŸ˜‚

Pertama kali saya datang ke tempat praktek bidan dan bilang ingin suntik KB. Beliau memastikan dulu kalau saya tidak dalam keadaan hamil, kebetulan paginya saya sudah cek pakai testpack dan hasilnya negatif, jadi oke, boleh disuntik. 

Beliau mempersilakan untuk memilih suntik KB berapa bulan yang saya inginkan. Pilihannya ada dua, ada cyclofem untuk jangka waktu 1 bulan dan triclofem untuk jangka waktu 3 bulan.

Ketahuan dari namanya ya...

πŸ… cyclofem hanya untuk satu kali cycle alias siklus yang biasanya 24 hari dan harus dilakukan suntik ulang setiap 30 hari.

πŸ… Sedangkan triclofem (tri) untuk 3 kali siklus, suntik ulang dilakukan per tiga bulan atau setiap 90 hari.

Suka pilih pengen yang mana, kalau saya memilih suntik KB 1 bulan aja, alias pakai cyclofem. Kandungannya kombinasi antara hormon progestin dan hormon estrogen. Saya mempertimbangkan suntik KB 1 bulan sesudah konsultasi dengan Ibu bidan yang ada di sana. πŸ˜‰

Well, pernah dengar kan rumor kalau suntik KB bikin rahim kering?πŸ€”

Saya juga ciut dibagian ini dong... πŸ˜›

Saya memakai KB hanya untuk memberi jarak kelahiran anak. Saya juga masih pengen nambah dedek buat Syuna (seperti becandaan si Abah belakangan, nambah barisan katanya πŸ˜‚). Tapi karena sementara ini ada prioritas yang lebih penting, kami berdua memutuskan untuk menunda anak ke-2 dahulu. 

Waktu saya bertanya kalau untuk kontrasepsi jangka pendek yang mana suntik KB yang lebih recommended, bu Bidan tanpa ragu langsung menyodorkan cyclofem. 

Why? πŸ˜—

Jadi, dari penjelasan beliau yang saya ingat, kehamilan akan terjadi bila kedua pihak (suami & istri) sama-sama subur. 

Untuk perempuan, cara paling mudah untuk mendeteksi kesuburan adalah melalui siklus menstruasi. Karena jika perempuan mengalami menstruasi, artinya aktivitas ovulasi di rahim berlangsung dengan normal. Jadi Insha Allah sel telurnya siap untuk dibuahi dan mengalami kehamilan.

Hubungannya dengan KB suntik yang saya pilih berkaitan dengan efek sampingnya. 

Untuk penggunaan KB suntik 1 bulan, kemungkinan mendapat menstruasi lebih tinggi dibandingkan dengan KB suntik 3 bulan. πŸ˜‰

Selain itu, logikanya untuk saya yang terbiasa minum pil KB harian, tubuh sudah terbiasa menerima dosis obat harian. Nah, untuk KB suntik dengan jangka waktu 1 atau 3 bulan, tentu dosisnya juga sudah diperhitungkan untuk bisa bekerja aktif selama tempo waktu tersebut, artinya, dosis yang diterima tubuh juga jelas lebih besar. 

Layaknya tubuh harus beradaptasi dengan dosis obat dalam suntik KB yang lumayan besar, tentu jika pemakaiannya dihentikan perlu waktu yang lebih lama untuk mengembalikannya ke sistem default kita yang normal.

Lebih sedikit obat yang masuk, IMHO lebih baik, itulah kenapa saya memilih suntik KB 1 bulan, yakni supaya siklus menstruasi saya tidak terlalu kacau. Karena katanya, penggunaan suntik KB 3 bulan lebih rentan mengalami amenorrhea, alias tidak menstruasi. 😢

Terus, apakah suntik KB 3 bulan jelek gitu? πŸ˜—

Nggak sama sekali.

Suntik KB 3 bulan sangat cocok untuk ibu menyusui karena tidak mengganggu produksi ASI. Tapi Syuna sudah lulus ASI 2 tahun. Jadi saya prefer pakai suntik KB yang 1 bulan ajaa... (Selain dari alasan yang saya jabarin diatas ya.. 😁)

Dan lagi, saya sadar diri kalau orangnya pelupa. Kalau menunggu 3 bulan, saya takut melenceng dari jadwal suntik karena kelamaan. πŸ˜‚

🌽🌽🌽


PROSES SUNTIK KB SEREM NGGAK?

Kalau kata saya mah, nggak sama sekali. Hahahaha

Tadinya udah keder duluan karena ini pengalaman pertama. Jadi, habis ditensi dan BB serta tinggi badan saya diukur. Saya nyodorin tangan duluan karena menyangka bakalan disuntik di lengan. 

Kan katanya intra muskular. 
*Emak sotoy πŸ™ˆ

Eh, ternyata Bu Bidan nyuruh naik ke tempat tidur buat tengkurap. 

Eeerrr.... TERNYATA DISUNTIKNYA DI BOKONG sodara-sodara, bukannya di lengan πŸ˜‚

Alhamdulillah sih, kebetulan aja waktu itu lagi pake daleman yang cakep. 
(Apa hubungannyaaaaa.... πŸ˜‚)

 πŸŽˆ Dialog random selama disuntik πŸŽˆ

Saya: merem sambil berusaha merilekskan tubuh bagian bawah.

Bu Bidan: "misi ya... Saya izin buka sedikit"

Kurang lebih 5 detik kemudian...

Bu Bidan: "Sudah. "

Saya: "Hah? Cepet bener? Beneran udah selesai nih bu? 😐"

Bu Bidan: "Iya, kan yang disuntik dikit, jadi bentar aja selesai dong"

Saya: Bangun dan duduk kembali ke kursi sambil malu-malu meong. 

Oke, dengan random talk diatas saya nyatakan kalau saya nggak kapok disuntik, nggak kerasa sakit sama sekali sih. Wakakaka

Anjuran dari Bu Bidan, nggak boleh HB dulu sekitar 7 hari sesudah disuntik untuk memastikan obat sudah bekerja sempurna. Karena saya disuntik waktu haid hari ke-3, jadi sesudah bersih di hari ke-7, tinggal menunggu 3 hari doang. 

Kalau mendesak, bisa diakali dengan memakai kontrasepsi tambahan, kondom misalnya πŸ˜‰


SEKITAR EFEK SAMPING KB 1 BULAN.

Semua kontrasepsi ada sisi positif dan negatifnya, begitu juga si suntik KB 1 bulan. Dari yang saya baca, katanya begini efek samping penggunaan KB 1 bulan...

1. Ada bercak (spotting), tapi saya aman-aman saja, tidak mengalami bercak sama sekali. 

2. Mual muntah. Sama, juga nggak ada.

3. Berat Badan naik/turun. Belum ada nimbang lagi sih, tapi kayanya masih seperti biasa. Saya juga masih program menuntaskan hutang puasa, jadi kalau turun 1-2kg sepertinya masih normal ya. πŸ˜†

4. Amenorrhea (tidak haid). Saya belum haid karena belum genap siklusnya... Let's wait and see... 😊


🌽🌽🌽

KESIMPULAN

Jadi keputusan saya untuk memilih suntik KB satu bulan kira-kira alasannya begini:

1. Efektivitas sangat tinggi, yakni 99% dengan tingkat kegagalannya hanya 3-5 wanita hamil dari setiap 1.000 pasangan dalam setahun.  Kecil banget ya? Mmm... saya jadi yakin nih. πŸ˜†

2. Tidak untuk jangka lama. Saya hanya berencana melakukan suntik untuk beberapa bulan karena masih menimbang-nimbang rencana untuk memasang IUD. Jadi kalau per satu bulan kan nggak lama menunggu.

Sampai saat ini saya belum mendapatkan menstruasi. Tapi belum sampe 24 hari sih... Hehe. Nanti saya update lagi perkembangannya bagaimana ya πŸ˜‰πŸ˜Š

3. Kemungkinan subur kembali lebih cepat dibandingkan dengan suntik yang satunya. Alasannya seperti yang sudah saya tulis diatas, karena kandungannya relatif lebih mudah 'dibersihkan' oleh tubuh. πŸ˜€

πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—

Well, apapun kontrasepsi yang dipilih, baik itu suntik KB ataupun yang lainnya. Ada baiknya untuk berkonsultasi dulu ya dengan tenaga kesehatan terkait. Karena terkadang beda orang, efeknya juga beda-beda. 

Kalau saya sih sejauh ini belum ada keluhan  yang berarti. Dan mudah-mudahan normal aja ya... Aamiin πŸ˜†

Nah, kalau kamu sendiri pakai kontrasepsi apa? Sharing juga dong! 
7 comments on "Kenapa Memilih Suntik KB 1 Bulan?"
  1. Sungguh tercerahkan, makasih ya mba. Soalnya kalau dengar cerita dari orang-orang kok serem ya ada yang bilang sampai pingsan karena hormon suntik kb, hiks. Saya masih kb alami aja karena masih ASI nanti kalau sudah disapih baru saya memilih kb pertimbangannya masih suntik atau IUD. Ntar kalau jadi IUD share lagi ya mba di blog :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah, ada yang pingsan?? Ngeri juga ya, untung aku baru denger sekarang. Hihihi

      Kata dosenku dulu menyusui memang KB alami, beliau pakai itu dan berhasil. Jadi aku percaya sama KB alami :D
      Semoga bermanfaat ya Mbak, nanti kalau keputusan memasang IUD udah bulat saya share lagi. Terimakasih banyak sudah mampir~ :)

      Delete
  2. Aku pake iud mba :). Lgs dipasang pas selesai cesar. Jd si dedek udh lahir, dokter lgs sigap masang iudnya. So, pas balik ke ruangan rawat, itu udh terpasang aja tanpa aku tau hrs ngangkang ato ga hahahahah..

    Aku ga mau suntik ya krn takut suntik :). Makanya pilih yg lgs dipasang di badan deh. Apalagi mama ku dan mertua jg pakenya iud. So, ngikut aja jadinya. So far baik sih, ga ada tanda2 yg negatif ke badanku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama kaya Kaka aku Mba, habis selesai melahirkan langsung pasang IUD. Biar sekali jalan katanya. Enak ya, nggak perlu tegang dua kali :D

      Suntik ini sebenarnya juga memberanikan diri, wkwk... Masih maju mundur mau pasang IUD.
      Btw, terimakasih ya sharingnya, mMba Fanny. Jadi lumayan tergugah nih buat masang juga XD

      Delete
  3. Sama mba.. Aku juga mau pasang IUD maju mundur muluk. Ngeri.. Hehe.. Akhirnya aku nyoba pil kb yasmin, katanya bagus bisa menghaluskan wajah juga. Eh, tapi aku kayaknya ga cocok, Malah mual2. Rencana nya bulan dpn mau nyoba suntik 1 bulan ni. Smoga cocok di aku.

    ReplyDelete

Halo, terimakasih sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature