Thursday, April 26, 2018

Review Pompa ASI Manual Emily Little Giant



Dua minggu yang lalu saya berburu sepatu baru untuk Syuna karena sepatunya yang lama sudah rusak. Saat berkeliling toko, nggak sengaja saya lewat di rak khusus breast pump. 

Ah, melihat salah satu merk breast pump yang nangkring di display rasanya seperti nostalgia... 

Saya jadi teringat perjuangan untuk memberi ASI ekslusif pada Syuna saat sibuk kuliah dan bekerja tahun 2016 yang lalu. Kadang masih nggak percaya diberi Allah kekuatan untuk bisa melewati masa-masa sulit hingga bisa memberikan ASI full selama 2 tahun. Bersyukur banget kala itu saya mengenal dunia ASI perah dan juga pompa ASI manual.

Nah, ngomongin breast pump alias pompa ASI, waktu itu saya memakai pompa ASI manual Emily Little Giant. 

Cerita pertemuan kami berdua (halah..  πŸ˜‚) begitu panjang. 

Saat itu saya masih tinggal di Rantau, kota kelahiran saya di Kalimantan. Pertama-tama saya dan suami mencoba berburu breast pump ke beberapa babyshop dan juga apotek. Sayangnya, meski sudah muter-muter kami masih belum menemukan breast pump yang baik dan sesuai dengan harapan kami.

Rata-rata toko hanya menjual pompa ASI berbentuk seperti klakson yang berwarna merah tua, merk-nya apa ya, mami kalau nggak salah. Dan saat hamil di trimester kedua, saya (yang masih belum update soal per-ASIP-an) sebenarnya juga sudah beli itu. Hehe.. harganya murce, cuma 7000an. Jadi saya iseng aja beli. πŸ˜†

Namun begitu mendengar pengalaman Mama yang sempat memakai breast pump tipe 'klakson' itu (ngasih nama seenaknya πŸ™ˆ) dan mengalami lecet parah, saya membatalkan niat untuk memakainya. Terlebih mama juga menyarankan untuk mencari pompa ASI yang lain saja. 

Fix, kami berdua pun semakin bertekad untuk mencari pompa ASI yang lebih baik.

Disaat itu saya merasa nyesel kenapa nggak mempersiapkannya saat masih hamil dan kuliah di Banjarmasin. Kan di kota besar pasti ada ya yang nyetok breast pump, beda sama di kota kecil 😞😁

Seminggu mencari dan hasilnya nihil. Saya sempat merasa putus asa dan ingin membeli daring saja. Waktu browsing-browsing di internet, saya kepincut dengan merek Medela karena banyak ulasan tentang penggunaannya yang praktis dan nyaman, tapi begitu melihat harganya... Emm... saya pelan-pelan mundur teratur.

Maklumlah, masih kuliah dan baru belajar menata keuangan. Saat itu banyak pengeluaran ekstra. Hihi

Untungnya Abang saya punya jaringan yang luas dimana-mana. FYI, Abang saya bukan tower ya.πŸ˜‚

Tapi saat saya curhat belum menemukan breast pump yang bagus. Ternyata beliau juga menanyakan dengan teman-temannya. Dan yang namanya rezeki kali ya, ternyata ada salah satu teman Abang yang bekerja di apotek Adira Kandangan menghubungi balik, beliau memberitahukan ada stok satu box breast pump disana. 

Yeeeeaayyy!

Tanpa menunggu lama breast pump itu langsung kami keep. 😁 Malam mendapat kabar. Sore besoknya Abah langsung pergi ke Kandangan sesudah pulang dinas pagi di Rumah Sakit. 

sumber

Langsung aja ya, saya akan menjabarkan plus minus produk ini.

KELEBIHAN

1. Daya hisap kuat dan lembut. Nggak perlu bersusah payah memompa, tuasnya gampang digerakkan. Daya hisapnya lumayan kuat namun tetap terasa lembut.

2. Produknya Lengkap. Selain botol dan peralatan pompa (valve, tuas, dot diafragma, dll). Saya juga dapat bonus 5 kantong ASI yang terbuat dari plastik dan sudah dilengkapi thermal sensor.

Begitu beli sambil jalan berburu botol kaca, bisa pakai bonus kantong ASInya dulu 😜

3. Mudah dirakit, mudah dibongkar, mudah di sterilisasi. Dulu saya pakai sterilisasi manual aja, alias direbus dan dikukus. Karena bongkar-pasangnya gampang, nggak ngerepotin sama sekali deh.

4. Penggunaannya sangat mudah, karena manual nggak ada bunyi macem-macem seperti yang elektrik. Tuasnya juga nggak terlalu keras πŸ˜‰

3. Dibandingkan dengan merk lain, pompa ASI ini harganya relatif murah. Seingat saya waktu itu pada kotaknya ada tempelan label harga Rp.170.000, tapi karena last stock dan sesama tenaga kesehatan, saya membeli dengan harga Rp.150.000, saja. 

Mungkin bila beli online atau di Pulau Jawa harganya bisa lebih murah lagi ya, apalagi bila ada diskon. Tapi saya kan tinggal di Kalimantan. Jadi harganya pasti lebih mehong.

(Barusan browsing 😁)

KEKURANGAN

1. Saya bermasalah dengan bagian valve dan corongnya.

Awal menyusui ukuran PD saya kan naik berapa cup tuh, jadi waktu lagi sesak-sesaknya, corong isapnya itu berasa kecil banget kalau dipakai pumping.πŸ˜‚

Meski tetap ya, bisa bekerja dengan baik asal masang dan makainya bener. 

Dan lagi, menjelang genap 2 tahun PD balik lagi ke size awal, masalah dengan si corong ilang deh. πŸ˜†

2. Susah mencari spare part-nya

Waktu itu sesudah sterilisasi peralatan breast pump, nggak sengaja saya keselip mengeluarkan valve-nya dari cooler bag, jadinya ketinggalan deh. Karena nggak ketemu-ketemu saya pikir hilang, dan saya panik. πŸ˜‘

Ini dia yang namanya valve
Sumber

Saya coba browsing di internet, ternyata nggak ada toko yang menjual spare partnya. Sempat masuk ke beberapa forum Ibu-ibu yang mengalami hal serupa, katanya bisa sih diganti dengan menggunakan Valve dari brand lain. Tapi sama aja, di kota saya mana ada yang jual. 

Saya coba browsing sekali lagi di market place, eh ternyata ada! Tapi harganya lumayan, apalagi plus ongkir ke kota kecil di Kalimantan ini. Biaya ongkirnya bahkan lebih besar daripada harga valve-nya. Kan sedih. 😒


Untung waktu dicari ulang sama suami langsung ketemu. Jadi saya nggak repot-repot lagi deh mikirin beli ulang Hehe πŸ˜†

KESIMPULAN PEMAKAIAN BREAST PUMP EMILY LITTLE GIANT

Breast pump ini menemani saya selama 2 tahun hingga Syuna lulus ASI eksklusif dengan paripurna. Overall, saya cukup puas dengan kinerja pompa ASI Emily Little Giant. Dari segi kenyamanan memakai, kemudahan sterilisasi, dan (of course!) harga, rasanya saya beruntung bisa menemukan breast pump ini. 😁

Sekarang breast pump-nya sudah saya hibahkan dengan kakak saya. Lengkap dengan botol kaca dan sloki minumnya. Jika hamil lagi, rencananya saya akan beli breast pump baru. Semoga ada rezekinya ya ^^ (sekalian minta do'a)

Nah, itu aja dari saya, see you on the next post!
4 comments on "Review Pompa ASI Manual Emily Little Giant"
  1. Klo kamu little giant punyaku little baby le,
    Dan sama manual style teteup junjungankoeh

    Ada kmaren temen nawarin sewa medela swing sebulan 150 ribu...aku coba tapi kurang nyedot di tipe pdku...masi lebih cepetan manual, berapa mnit bisa 140 ml, lah medela yg digadang2 topcer sejagsd busui di PD ku 1 jm baru nyampe 100 ml, huhu memang cocok cocokan sih y

    Btw jd pnasaran ma yg model klakson masa iya sih harganya 7000an haha, sumpah baru tw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi iya katanya manual lebih enak ya, kita juga jadi lebih berotot karena pumping. Sekali dayung jadi olahraga πŸ˜‚

      Wah, makasih sharingnya, ternyata kadang juga nggak se-uwow ripiw dong yah. Untung bgt itu nyewa belum beli. Ntar kalau mau beli2 aku nyobain nyewa juga ah

      Iyaaaa itu harganya 7000, ingat banget sampe sekarang. Dulu iseng2 nyomot di apotek tempat kerja soalnya, tergoda murce. wkwkwk

      Delete
  2. punyaku merk pigeon hadiah waktu neyna lahirannya sepertinya kebuang sama artku mba huhuhu jd mau beli tp mau cari yg mursida liat review ini keknya mu beli deh hahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak breast pump yg awalannya 'little' gitu ya Mbak. Hihi. tapi sayang banget kebuang yaa emang disuruh ganti sama yg baru berarti 😁

      Delete

Halo, terimakasih sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature