Sunday, April 29, 2018

Orang yang Selalu Bahagia



Saat saya masih bersekolah, saya punya seorang kaka tingkat (senior) yang saya kagumi. Kekaguman itu bukan semata-mata karena cantik parasnya. Tapi juga karena cantik hatinya.

Bukan, ini bukan iklan pencerah wajah meskipun mirip tagline skincare ya. :p

Pasalnya, kalau hanya melihat wajahnya dan jika dibandingkan dengan senior perempuan yang lain. Maka saya rasa beliau tidak begitu menonjol. Akan tetapi, cara beliau bersikaplah yang menjadi faktor kenapa saya jadi tertarik. 

Senior saya yang satu itu orangnya murah senyum. 

Dimanapun berada, kehadiran beliau seolah membawa aura positif. Hal ini terbalik dari aura saya yang saat itu gloomy, suram dan nggak cerah sama sekali. Hehe 

Dan mungkin karena pembawaan beliau yang lucu, santun, dan ceria itulah, beliau selalu dikelilingi teman. Selama 2 tahun saya bersekolah dan melihat beliau, tidak pernah sekalipun saya melihat ada air mata, ekspresi cemberut, ataupun kemarahan.

Jika melihat hidupnya, saya rasa siapa saja yang mengenal pasti akan bilang kalau hidupnya baik-baik saja. 

Lulus dari SMK dengan nilai yang sangat baik (beberapa nilai UN beliau bahkan perfect, nggak heran deh kalau disayangi guru πŸ˜†) dan berselang beberapa bulan kemudian beliau langsung lulus mengikuti test pegawai negeri yang beliau ingini, lalu kemudian mendapatkan pasangan yang baik, lalu segera dianugerahi kehamilan yang lancar dan mendapati buah hati yang ganteng dan cantik, dikelilingi keluarga besar dan sahabat yang royal dan sholeh. Punya rumah dan kendaraan yang nyaman.

Well, That's everyone goals.

Hidup yang bahagia.

Dulu, saya kira beliau serba ada dan serba bisa. Rumah tangganya selalu hangat dan penuh cinta. 

Tak ada cekcok, tak ada pertengkaran. Pekerjaan selalu lancar dan mendapat apresiasi positif dari semua orang.

Akhirnya pada suatu kesempatan, saya pun menanyakan dengan beliau. Daripada penasaran terus dan menyangka kalau beliau itu eccedentesiast. Hahaha...

(Suudzon amat sih, buuk...)

Secara gitu kan, yang namanya hidup manusia pasti ada manis dan pahitnya. Masa kalau melihat hidup beliau, rasanya seneng aja terus, lancar aja terus, bahagia aja terus. Jadi langsung aja deh saya tanya blak-blakan..
why your life so happy? 
Beliau hanya tertawa renyah, seperti biasa. Kemudian menerangkan pada saya rahasianya.

Well, ini jadinya semacam wawancara gitu. Maklum ya kalau bakalan panjang dan ngalir ngidul. Hehehe

Bahagia adalah suatu perasaan, suatu anugerah. Bukan suatu kondisi.

"Kebahagiaan datang saat Allah yang berikan semua itu. Bukan kondisi saat kamu merasa hebat dan keren."

Em, iya. Kadang kita merasa akan bahagia kalau memiliki bla bla bla, atau meraih ini itu. Padahal bahagia yang sejati datang bukan dari hal-hal seperti itu. 

Beliau kemudian melanjutkan, 

"ya mungkin memiliki sesuatu atau berhasil mendapatkan sesuatu akan membuat senang, tapi jika suatu saat kita kehilangan atau gagal meraihnya, maka kita akan merasa 'sedih'. 

Kesedihan ini sejatinya karena kita terlalu fokus pada kehilangan kita."

Saya sepakat lagi. Bener, kadang kita lebih sering fokus pada apa yang hilang daripada apa yang masih kita punya.

Tapi nggak puas sampe sini, saya kejar lagi, langsung minta tips-tips dari beliau supaya 

Saya memang junior yang kepo maksimal. Wkwkwk 

Positif thinking dengan Allah dan jangan pernah menyalahkan orang lain

Selalu berprasangka baik kepada setiap ketetapan Allah adalah yang terbaik. 

Kata beliau, hal satu ini memang tidak mudah. Karena seringkali kita lebih mudah menyalahkan sesuatu daripada mengoreksi diri sendiri. Sering melupakan kalau Allah tahu apa yang terbaik bagi kita.

Apa yang kamu sukai belum tentu membawa kebaikan untukmu, dan apa yang tidak kamu sukai bisa jadi membawa kebaikan untukmu. 

Jadi, stay cool.

Jangan selalu mengharapkan manusia, karena sesungguhnya manusia itu makhluk yang lemah. Namun berharaplah kepada Allah, sandarkanlah semua harapan, do'a dan juga mimpi dengan Allah Azza wa Jalla Sang Penguasa Semesta. 

Maka Insya Allah, tidak akan ada kekecewaan yang datang apapun yang terjadi selama kita ikhlas.

Kalaupun ada terjadi sesuatu, beliau berpesan untuk merunut lagi kejadiannya. Pasti dalam suatu kondisi, ada hal yang menarik kita sebagai penyebab masalah, jadi kita tidak bisa menyalahkan orang lain secara berlebihan.

Mampu berlapang dada memang life skill yang harus dipelajari.

Ikhlas dan Maksimal dalam beribadah.

First, biasakan puasa senin-kamis, sholat Dhuha, sholat tahajjud. 

... Dengan hati ikhlas.

Blarrr! 

Berasa kena teguran (lagi) di bagian akhirnya. 😒

"Dengan ikhlas". 

Ah, kapan mengerjakan ibadah itu karena ikhlas? Semata-mata mengharapkan Ridha Allah? 

Biasanya puasa Senin-Kamis sekalian mengganti hutang puasa di bulan Ramadhan. Ngerjain sholat Dhuha pamrih banget pengen rezeki lancar. Ngerjain sholat Tahajjud juga biasanya pas lagi ada hajat doang. Ibadah kenceng cuma pas bulan Ramadhan sama lagi menghadapi masalah/ada permintaan.

Rasanya seperti tanpa sadar diingatkan oleh orang lain. Seharusnya ibadah dikerjakan ikhlas sebagai jalur komunikasi kita dengan Allah, bukan sekedar penggugur kewajiban atau pendukung ambisi duniawi. 😒

Selalu bersyukur dan merasa Ridha dengan takdir (ketetapan) dari Allah.

Tadinya saya pengen ketawa kalau beliau ngomong gini, secara hidup situ kan lancar jaya kayak jalan tol Jakarta di hari raya (istilahnya ngaco benerπŸ˜‚).

Tapi akhirnya saya ketemu deh salah satu cerita sedihnya. 

Beliau, yang saya kira sudah hidup bahagia sejak berbentuk sel telur. Ternyata juga pernah mendapat masalah dalam hidup.

Sebagai anak yang lahir diluar rencana, sang ibu pernah coba-coba  beberapa kali mengugurkan kandungannya karena merasa tidak sanggup merawat banyak anak. 

Meski, Alhamdulillah, gagal.

Who knows, sekarang anak yang dulu tidak diinginkan, berusaha dibuang jauh-jauh, ternyata menjadi anak yang paling membanggakan bagi kedua orang tuanya.

Jika saya lihat-lihat akun sosial media beliau (koq tiba-tiba berasa jadi stalker πŸ˜‚), maka disana-sini berserakan gambar beliau dengan sang ibunda diiringi dengan kalimat-kalimat yang membuat dada terasa hangat.

Cerita tentang sang abandoned child sama sekali tidak terlihat disana. 

You only see a happy family. 

A mother and her beloved daughter.

Dalam hal ini saya setuju banget dengan kata bijak berikut:

Imam Syafi'i berkata, kehebatan seseorang terdapat pada tiga perkara:

1. Kemampuan menyembunyikan kemelaratan sehingga orang lain menyangkamu berkecukupan karena kamu tidak pernah meminta.

2. Kemampuan menyembunyikan amarah. Sehingga orang mengiramu merasa ridha.

3. Kemampuan menyembunyikan kesusahan sehingga orang lain mengiramu selalu senang 

(Kitab Manaqib Imam Syafi;i karya Al-Baihaqi 2/18)

Itu cuma sekilas cerita 'bocor' yang saya dengar dari sahabat dekat beliau. 

Sisanya?

Nggak ada. Tersimpan rapat. Nggak bisa diendus dengan mengandalkan keping-keping informasi di sosial media. 

Tapi dari bijaknya beliau sekarang, entah kenapa saya yakin beliau pasti sudah banyak merasakan kepahitan hidup. 

Eh gak tau juga sih. Saya kadang orang bisa sotoy maksimal soalnya πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ 

🌸🌸🌸

Kalau ada yang nanya, buat apa saya menulis ini?

Tentunya (yang pasti) buat reminder diri sendiri. Sebuah wawancara singkat dengan orang yang kita lihat hidupnya selalu bahagia, selain dicatat di buku, saya catat di blog juga supaya nggak gampang hilang. πŸ˜‰

Sebuah pencegah agar saya nggak keseringan gloomy dan banyak ngeluh dalam hidup.

Muehehehee πŸ˜†

Do not pray for an easy life, pray for the strength to endure a difficult one. Jangan berdoa meminta hidup yang nyaman. Berdoalah untuk memiliki kekuatan untuk menghadapi setiap kesulitan

Ah, hidup yang bahagia. 

Saya juga ingin menjadi pribadi yang selalu ikhlas dengan setiap takdir.
Saya juga ingin menjadi pribadi yang stabil berfikiran positif di setiap keadaan.

Stop wishing, start doing. 

Daripada terus berkeinginan tanp ada progressnya. Hayuk kita mulai dari sekarang.

Semangat!
4 comments on "Orang yang Selalu Bahagia "
  1. Btw eccedentesiast ini naon ya #buru buru gugling hahaaa
    Artinya qaqa senior tsb uda taunya pernah mau digugurin maksudnya ibundanya sempat ceritakah? Syukur ga jadi ya, mlh jd yg membanggakan dari sekian banyak anak

    Duh nyess amat ini postingan, berasa eyke harus byk2 berkaca dari bliau yg periang murah senyum dan selalu positif thinking...susah ey soalnya aku tipenya meledak ledak tapi gampang juga excited atau girang tiba2 haha #lyfe #wang sinawang
    Tx 4 reminding nya le

    ReplyDelete
    Replies
    1. Googling ajaah, lupa... xixi. Itu sobat deketnya yg udah kaya keluarga yg ceritain. Psssssttt rahasia internal katanya.

      Hooh, banyak banget ibrah-nya pokoke kalau liat hidup blio itu hehe, reminder buat aku juga Mbak Nita:')

      Delete
  2. Reminder to my self, tfs mbak

    ReplyDelete

Halo, terimakasih sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature