Rabu, Januari 03, 2018

Dari Blog, Emak Menuju Sekretariat Negara (Bagian 1)

Dari Blog, Emak Menuju ke Sekretariat Negara - “Selalu andalkan data dan lakukan check serta re-check” demikian potongan kata-kata Bapak Sukardi Rinakit saat pelaksanaan Flash Blogging di Hotel Mercure Banjarmasin bulan Oktober 2017 lalu.

Kalimat itu membekas kuat di ingatan saya. Melihat seorang bapak paruh baya yang doyan bercanda dan murah senyum ini tanpa segan-segan bersua dengan kami.
Hati emak satu ini begitu tergugah.

Jika saja hari itu saya memutuskan untuk tidak jadi ke Banjarmasin, mungkin saya tidak akan bertemu beliau dan mengikuti kegiatan Flash Blogging.

Jika saja hari itu saya memutuskan untuk tidak jadi ke Banjarmasin, mungkin saya tidak akan beruntung dapat menjadi salah satu pemenang lomba Flash Blogging.

Jika saja hari itu saya memutuskan untuk tidak jadi ke Banjarmasin, mungkin saya tidak diundang ke Jakarta dan berkesempatan memasuki kantor Kementrian Sekretariat Negara.

.......

Tunggu sebentar, tadi saya bilang Sekretariat Negara?

Ya, kali ini izinkan saya bercerita sedikit tentang saya yang berkesempatan memasuki kantor Sekretariat negara. 

Salah satu kantor penting pemerintah yang ada di Jakarta.

Pengalaman berharga yang saya sama sekali tidak pernah menyangka bisa mendapatkannya.


Jilbab miring, kacamata miring, yang penting eksis!πŸ˜‚

Saya, emak-emak.

Ibu rumah tangga biasa yang menulis suka-suka (meski maunya sih selalu bermanfaat 😬) ternyata punya kesempatan masuk gedung utama sekretariat negara dan mengikuti FGD (Forum discussion grup alias diskusi berkelompok) bersama Tim Komunikasi Presiden (TKP).

Wah, tentu hal semacam ini merupakan momen istimewa buat saya. Diminta presentasi dengan tema Presiden Jokowi di Mata Blogger Indonesia dan menjadi narasumber untuk menyampaikan aspirasi, It’s just way too good to be true! ✨

***


Perjalanan Menuju Jakarta...

Sebagai mama beranak satu yang selalu sepaket kemana-mana dengan si bocah, maka sesudah undangan dari Bapak Karjono (staf khusus kepresidenan) saya terima melalui email pada tanggal 12 Desember 2017. Hal yang pertama saya pikirkan bukanlah mau packing atau menanyakan tiket pesawat.

Tapi nanya sama suami tentang kegiatan kampusnya, bagaimana dengan Syuna? Siapa yang menjaga nanti? πŸ€”

Syuna sudah lulus ASI 2 tahun, jadi tidak masalah jika tidak dibawa.

Dan yang namanya rezeki, setelah memeriksa jadwal beberapa hari kedepan, suami ternyata punya beberapa jadwal praktikum. Saya pun kembali heboh mencari penitipan anak harian di Malang.

Maklum saja, saya baru saja pindahan ke Malang. Saat acara itu menjelang, saya baru kurang lebih sebulan menempati rumah kontakan. 

Saya juga nyaris tidak pernah menitipkan anak saya dengan siapapun sejak masih bayi di Kalimantan Selatan (selain dengan keluarga terdekat tentunya). Jadi ini semacam ‘pemanasan’ karena semakin mepet dengan tanggal keberangkatan, semakin heboh mencari tempat penitipan anak.   

Emak-emak lyfe emang rempong. Deal with it. πŸ˜

13 Desember 2017. 
Alhamdulillah, saat saya sudah menunggu pesawat di bandara, saya menerima telpon dari suami yang menjelaskan bahwa dia sudah menemukan beberapa alternatif penitipan terpercaya hasil rekomendasi dari teman-temannya yang asli Malang.

Saya akhirnya bisa pergi dengan tenang

(pergi ke Jakarta maksudnya doooong... hehehe)


Karena pesawat yang saya tumpangi dijadwalkan berangkat dari Bandara Abdul Rachman Saleh Malang menuju Bandara Soekarno Hatta Jakarta mengalami delay, akhirnya saya yang awalnya direncanakan akan sampai sekitar 2 jam lebih awal daripada teman-teman saya yang berangkat dari Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin akhirnya tidak perlu menunggu lama lagi.

Tidak lama sesudah sampai, ikutan mengantri di WC perempuan yang super panjang dan kemudian mengambil koper. Saya mendengar pengumuman bahwa pesawat dari Banjarmasin baru saja mendarat.

Benar saja, tidak lama kemudian saya melihat Mbak Pita, Bang Jimmy, dan Mas Pujo datang menuju tempat pengambilan koper.

Sesudah semua barang dan personil Blogger Banjarmasin lengkap, kami kemudian memesan taksi dan menunggu sebentar sambil makan-minum, sekedar mengganjal perut sesudah perjalanan.

Buram juga nggak masalah, karena setiap foto punya memori masing-masing.

Sayangnya saya ini orang Indonesia asli, yang nggak afdhol kalau makannya nggak pakai nasi. Meskipun sudah makan 2 biji apel dan beberapa potong roti yang bareng dengan air putih plus teh hijau botolan. Saya masih merasa lapar. Dan karena itulah, sepanjang jalan menuju hotel saya banyak diam sambil pasang telinga mendengarkan pembicaraan teman-teman.

Karena.... saya lapar. (Iya, nggak ada yang nanya πŸ˜‚)

***

Blogger Undangan Diminta Bikin Presentasi.

Sebelumnya via WhatsApp saya dikabari oleh Bu Lasmi dari TKP alias Tim Komunikasi Presiden tentang permintaan untuk presentasi dengan tema Presiden Jokowi di Mata Blogger Indonesia.

Pertama kali mendengarnya, saya ketar-ketir.

Presentasi?

Di kantor Sekretariat Negara?

Wah, apa nggak salah nih?

Kemampuan ngomong saya ini nggak begitu bagus. Skill saya ngomong ditengah orang banyak itu jelek karena saya orangnya pemalu, saya pernah menjelaskannya disini.

Pun kalau ditanya tentang pemikiran, atau semisal diminta mengenai masukan, saya pastinya punya.

Meskipun hanya IRT, rumah mertua saya nggak asing dengan topik politik. Arus informasi yang saya terima lumayan bagus meskipun hidup di kampung kecil yang buat mencari sinyal mesti naik ke loteng dulu. Hehehe.

Yang jelas sih, menurut saya sebagai warga negara zaman now, kita juga harus melek dengan situasi negara.
Dan sepertinya bapak Presiden Jokowi kali ini juga memahami itu. Untuk pertama kalinya ada event yang melibatkan blogger satu Indonesia begini, salut! 😎

Kita ambil sisi positifnya saja, berarti rakyat melalui suara blogger juga sudah mulai diperhatikan. 

Kalau nggak, buat apa event begini diadakan? πŸ™‚

***

Hari H Menuju Kantor Sekretariat Negara!

Dengan hati yang dag-dig-dug-duer, di pagi hari tanggal 14 Desember 2017 saya akhirnya berangkat bersama mbak Pita menuju kantor Sekretariat negara dengan menggunakan jasa taksi online.

Jalan Majapahit adalah jalur masuk menuju kantor sekretariat negara, tanpa kami panjang lebar menjelaskan sepertinya pak supir juga sudah tahu :)

Emak Blogger dari Banjarmasin. Yang baju merah calon blogger masa depan,

Sesudah melalui pos penjagaan, kami berdua berjalan kaki mencari gedung utama tempat acara akan dilangsungkan. Mencari gedung utama ini lumayan sekalian olahraga pagi-pagi karena ternyata gedung dalam kawasan Sekretariat Negara ini nggak cuma satu, tapi banyak! 😯
Kami berdua kebingungan tanpa adanya guide. Hehe

Sementara itu Bang Jimmy dan Mas Pujo sudah lebih dahulu sampai karena berangkat lebih awal dengan berjalan kaki dari hotel Amaris tempat kami menginap. Maklum, kami para perempuan memang sedikit lebih lama ya :D

Begitu sampai di gedung utama. Disana sudah menunggu Tim TKP, seingat saya ada Ibu Lasmi Purnawati, Bapak Andoko Darta, serta Bapak Ariasa Supit yang berada di dalam ruangan tempat FGD hari itu dilaksanakan.

Dan kalian tau?

Ruangan tempat FGD ini diadakan adalah ruang kerja (alm) Bapak Soeharto, Presiden kedua RI. Wow!

Memang sih, saya tidak sempat merasakan bagaimana pemerintahan beliau dan hanya mendengar dari cerita saja. Tapi saya masih ingat dengan jelas perpustakaan sekolah saya saat SD penuh dengan buku-buku keren yang ada tanda tangan beliau, dan betapa bahagia saya membaca buku-buku itu! Rasa senang anak kecil pecinta buku yang nggak punya uang buat beli.
Nah, baper kan jadinya. 

Okeee, kembali ke topik...



Sesudah semua Blogger Kalimantan Selatan lengkap, FGD pun segera dimulai.

Yang mendapatkan kesempatan presentasi pertama kali adalah Bang Jimmy Ahyari.

Dalam presentasinya, selain membahas tentang Presiden Jokowi dan kebijakannya seperti lapor.go.id serta perubahan yang terasa beberapa tahun belakangan (contoh: pungutan liar di instansi menurun drastis).

Sesuai dengan bidang keilmuan yang beliau miliki yakni Apoteker, beliau juga memberikan pandangan dan beberapa masukan tentang kefarmasian, pemaparannya lugas dan padat. Saya sebagai asisten apoteker merasa satu suara karena beliau juga menjelaskan tentang permasalahan di dunia farmasi ☺

Berikutnya adalah Mas Pujo.

Beliau juga memberikan saran dan masukan seputar pemerintahan presiden Jokowi. Ada beberapa poin yang beliau sampaikan pada kesempatan itu, yang paling saya ingat adalah pemblokiran situs-situs tertentu di internet oleh pihak yang berwenang.

Selebihnya, beliau juga berbicara tentang kebudayaan Kalimantan Selatan serta berbagai macam kearifan lokal yang agak terkepinggirkan, dan beliau ini terjun di industri kreatif, industri kesenian tradisional Kalimantan Selatan seperti anyaman daun purun. 

Saya manggut-manggut, karena ada banyak hal yang saya ketahui dari materi yang beliau sampaikan, misalnya saja ada fosil gajah yang ditemukan di Kalimantan. Hal besar seperti itu sayangnya kurang publikasi karena tidak ada tempat atau media yang bisa digandeng, padahal itu kan luar biasa! πŸ™

Ah, terlarut mendengarkan presentasi keren dari dua narasumber sebelumnya, tak terasa tiba giliran saya untuk mempresentasikan diri. 

Wah wah, semakin gugup karena presentasi yang saya siapkan tidak sedetail para bapak tadi.πŸ˜…

Bismillahirrahmanirrahiim.
Baiklah, saya mulai!

Pertama-tama saya memperkenalkan diri.

Nama saya Zulaeha, saya dari kota Rantau, Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan, tempat tumbuhnya cabai Hiyung, cabai terpedas se-Indonesia raya yang sudah teruji dan dipatenkan. Tingkat kepedasannya mencapai tujuh belas kali lipat cabai rawit!

Sudah pernah nyoba?

Kalau belom, coba dong sekali-kali main kesini, dijamin acara makan sambal akan punya sensasi unik tersendiri. Bakalan mendesis lah pokoknya.
*promosi daerah sendiri... hihi 😁


Saya kemudian juga angkat bicara tentang pandangan saya tentang Presiden Jokowi. Berdasarkan dengan track record selama beliau terjun di dunia kepemerintahan, saya tangkap fakta bahwa karir beliau terus melejit pesat.

Buktinya setelah menang besar dalam dua periode pemilihan walikota Solo (2005-2012), beliau langsung menuju Jakarta, kota kapital Indonesia, dengan posisi sebagai gubernur (2012-2014). Saking cepatnya, hanya dua tahun dari lima tahun masa jabatan sebagai gubernur Jakarta. Beliau dicalonkan sebagai RI-1 dan terpilih bersama Wapres Jusuf Kalla pada November 2014. Saat ini beliau masih berstatus Presiden RI ke-7.

Potongan slide show saya saat presentasi

Hal tersebut tentu bukan tanpa alasan. Dengan motto “kerja, kerja, kerja”, saya memiliki kesan beliau adalah pekerja keras. Hal serupa sering diucapkan oleh julak (kakak kandung ibu saya) yang berdomisili di Solo puluhan tahun terakhir, bila beliau sedang main ke rumah saya di Kalimantan biasanya pasti terselip cerita tentang walikota yang dibanggakan beliau, yakni Bapak Jokowi.

Sosok Bapak Jokowi yang sederhana saya tangkap dari beberapa media, ada artikel tentang koki pribadi beliau yang mengatakan bahwa camilan kesukaan adalah Singkong goreng dan ketela rebus.

Baik, bagian ini saya satu selera deh. Singkong goreng dikasih garem dan tumbukan bawang putih adalah salah satu nikmat dunia yang tak terdustakan. Apalagi hari sedang hujan dan ditambah dengan segelas teh panas. Amboi! Sepiring juga saya habis.

(Emak hobinya makan πŸ˜‚)

Namun, kalau bicara soal pemerintahan. Menurut saya bagaimana?

Ya, yang pasti setiap presiden punya agenda masing-masing.

Saya sendiri belum memiliki kesan khusus tentang beliau. Saya hanyalah warga biasa, emak-emak pemerhati harga sembako di pasar dan juga seorang Ibu.

Sebagai warga negara, yang saya harapkan sederhana saja, semisal janji-janji yang pernah diikrarkan saat kampanye atau saat pemerintahan beliau ditunaikan tuntas sebelum masa jabatan berakhir. Juga tak lupa untuk menyelesaikan beberapa kasus korupsi besar dan mendamaikan sentimen agama yang ramai diperdebatkan belakangan ini. ☺

Aih, banyak ya request emak... 😁

Saya membaca sekilas brosur Nawacita yang dibagikan saat Flash Blogging lalu dan mengingat beberapa poin yang disampaikan Bapak Andoko Darta tentang kinerja Bapak Jokowi, seperti berikut:



Dan mutlak dalam sebuah pemerintahan itu ada pro dan kontra. 

Tapi, misalnya semua masalah ditimpakan pada pemerintah tentu lucu jadinya. πŸ˜…

Soal banjir misalnya, untuk mencegahnya maka kewajiban pemerintah adalah menyediakan fasilitas pembuangan sampah yang memadai, menyediakan drainase agar air tidak terperangkap dan menggenang, menanam pohon agar air mempunyai tujuan, hingga misalnya memindahkan pemukiman tepi sungai ke tempat yang layak.

Jika pemerintah sudah melakukan itu semua dan masih banjir juga.

Coba tengok diri sendiri, buang sampahnya bagaimana? Sudah sesuai belum? Jangan-jangan masih sering ‘nggak sengaja’ dilempar ke sungai? Ke selokan? 😏

Saya masih gagal paham dengan orang yang bicara koar-koar tapi nggak punya andil apa-apa dalam mengubahnya.

Tapi okelah, resiko menjadi pimpinan kan memang seperti itu ya? :)




11 komentar on "Dari Blog, Emak Menuju Sekretariat Negara (Bagian 1)"
  1. ih kece mak Syuna :)
    kalau aku suruh presentasi tentang pemerintahan keknya aku minta bikinin wkwkwk ga kepikiran samsek :p

    Dan aku masih penasaran sama cabe hiyung bolehlah nanti aku beli online demi merasakan cabe terpedas :D

    ditunggu part selanjutnya

    BalasHapus
  2. Drama emak-emak yg mau berangkat meninggalkn anak dan suami itu luar biasa,ada perasaan senang krn bakal dpt pengalamn dan ilmu.disatu sisi khawatir dgn anak,nitip ke suami.malah kasian trganggu kerjaan dan kuliah nya..tapi yaa gak terlalu sering juga kok,kan bkn utk liburan yg menyenangkan diri sendiri..demi pengetahuan dan pengalaman juga πŸ˜… hebatt pantes aja si emak ini jd pemenang kemaren,klo saya sdh ketar ketir disuruh presentasi 😘😘

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum,

    Ini lah emak-emak dengan prestasinya luar biasa
    Dengan buah hati yang masih kecil yang tentu saja memerlukan perhatian full ... namun masih dapat memanfaatkan waktu untuk menulis. Karyanya terpilih sebagai peraih penghargaan ..TOP lah, keren.

    Saya pernah juga ke Gedung SetNeg mbak, menghadiri undangan pernikahan xixixi

    Lanjuuutken terus berkarya ... Maaak !

    Terimakasih artikelnya ..inspiring.

    BalasHapus
  4. Mba leha keren banget 😍, suka banget sama tulisan mba leha yang di flash bloggin itu, seneng banget blogger Kalsel main ke sana , di undang ke sana lagi 😍

    BalasHapus
  5. Dari potongan slidenya sih kayaknya keren presentasinya. Heu

    BalasHapus
  6. Eh, mak biar jilbab miring, kacamata miring, tapi tetep cantik dan kece. Warna kulitnya bagus, mak.
    Saya a big fan of Pak Jokowi, tapi nggak seberapa ngerti politik, sih. Pokoknya seneng aja Pak Jokowi membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Bahkan korupsi pun diusut tuntas. Selamat ya mak dapat kesempatan ke Sekretariat Negara.
    Btw, flash blogging itu apaan?

    BalasHapus
  7. Luar biasa skali mba syuna bs mewakili kalimantan ke jakarta.. Gugup pasti ya kalo soal presentasi tapi bagus sih untuk tmbah pengalaman dan upgrade kualitas diri hehe

    Jokowi memang cocok jadi panutan wrga yang sederhana dan merakyat :D

    BalasHapus
  8. Mak syuna emang paling keceh! Next time kalo kesana lagi ukir nama FBB ya didindingnya.. *PD amat! Haha. Semoga ada rejeki lagi buat jalan-jalan ala blogger mak mak y kali ini tularin sm member lain spy kita brgkt bareng. Haha.. Pastinya moment ini bikin semakin semangat nulis ya krn udh bnr2 diapresiasi. Jadi maju terus ya.. :)

    BalasHapus
  9. Mantap, Lehaaa. Tulisannya bagus jua. Semoga makin eksis ya Mama Syuna 😘

    BalasHapus
  10. Mantap banget dah presentasinya.😍 aku kayaknya kalo disuruh gt bakalan bolak balik wc dulu kaleee. Hihi

    Btw, teteup ya promosi cabe hiyung sampe sekarang. Hehe

    BalasHapus
  11. Seru banget pengalamannya Mbak Leha. Emak-emak keren pian. Senangnya lagi, ternyata suara blogger juga mulai didengar ya sekarang. Alhamdulillah. Semoga aspirasi dari berbagai pihak untuk kemajuan negara bisa diserap.

    BalasHapus

Halo, terimakasih sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature