EbMBK9LV3U2J5pqb5aBuXdjmVrgXJ3azcHngXLqi

Report Abuse

Menabung: Sebuah Cara untuk Mengontrol Diri


SYUNAMOM.COM | Sebagai orang yang pernah nggak punya apa-apa, uang yang datang di tangan sebagai milik sendiri rasanya menggoda sekali untuk dihamburkan untuk membeli hal-hal yang dulu tidak bisa digapai. Kalau kata pakar, istilah untuk hal ini adalah 'balas dendam'.

Mengontrolnya susah, susah sekali.

Dulu saya pernah berpikir, YOLO. Ya nikmati aja, bisa beli-beli yang diinginkan sebagai self reward. Tapi ternyata Self reward yang keseringan juga tidak terlalu bagus untuk mental karena yang namanya keinginan kita sebagai manusia juga tidak ada habisnya.

Beberapa tahun sejak menikah dengan suami, saya baru menyadari kalau suami bukan tipe hoarder seperti saya. Baju-baju yang dipakainya dulu saat berkencan dengan saya tujuh tahun yang lalu hampir semuanya sudah tidak ada lagi di lemari. Diingat-ingat lagi, ternyata semuanya sudah dihibahkan dengan yang lebih perlu seiring dengan masuknya baju-baju baru.

Saya? saya bahkan masih menyimpan kerudung saya saat dulu masih SMP. Dan kerudung-kerudung ini bercampur dengan kerudung-kerudung baru yang saya beli beberapa tahun belakangan. Bahkan beberapa waktu sebelumnya saya memasukkan sekitar lima lembar kerudung baru ke dalam keranjang marketplace untuk bisa dibeli kalau nanti ongkirnya bisa di potong seminimal mungkin di tanggal cantik. :(

Perkara beli-beli ini saya coba tracking, dan saya mengevaluasi hal-hal yang belum saya miliki dan alasan kenapa saya membeli barang baru: TABUNGAN

Ya, saya perlu tabungan. Sebagai perempuan, terlebih saya bekerja dan berkeluarga. Meskipun kalau mengikuti kata-kata para keuangan, semua orang itu perlu tabungan 

Tentang Menabung

  • Definisi Menabung

Tabungan adalah kegiatan menyisihkan sebagian pendapatan untuk disimpan untuk kebutuhan masa depan, atau sebagai alat berjaga-jaga jika ada suatu kebutuhan mendadak.

  • Sejarah Tabungan


Konon, zaman dahulu orang-orang di Nusantara menabung di dalam tabung bambu yang dilubangi, hal ini mungkin dikarenakan mata uang yang digunakan masih berupa koin/kepingan yang mudah disimpan dalam celah bambu. Hal ini berpengaruh terhadap sebutan yang dipakai hingga kini, yakni: tabungan.

Meskipun bentuknya sudah berubah, ada ayam, sapi, mobil-mobilan, namanya tetap saja tabungan. Berlaku juga untuk tabungan di bank ya :D

Menurut Buku Mojok, masuknya budaya Cina di Indonesia juga mempengaruhi bentuk tabungan, yakni dalam bentuk babi yang melambangkan kemakmuran, hal ini bisa kita lihat di Museum Nasional yang berada di Jakarta Pusat.

Yaah, kalau dipikir-pikir teori ini cukup nyambung juga dengan nama lain dari tabungan, ya?

Celeng-an. 

Manfaat Menabung


Sederet manfaat dari kegiatan menabung ini sangat baik untuk finansial kita, terlebih jika bisa konsisten dan melakukannya dalam jangka waktu panjang. Saya resume beberapa hal penting yang sekiranya akan relate dengan saya secara personal dan (mungkin juga) kamu nih, supaya semakin terbuka hasratnya untuk menabung: 

  • Melatih hidup sederhana.

Ada idiom menarik yang pernah saya baca di salah satu post di Instagram, yakni: Banyak uang seharusnya membuat kita semakin banyak memberi, bukan semakin menaikkan standar hidup.

Ah, ini...

Memang deh, kalau ada uang bawaannya terkadang pengen upgrade personal gear, kan ya?
Entah melihat di post Instagram ada iklan lewat atau endorse salah satu selebgram, hati jadi terpancing buat membeli hal-hal yang sebenarnya tidak kita butuhkan, alias cuma lapar mata doang.

Kegiatan menabung, bisa jadi rem kita untuk melatih hidup dengan sederhana.

  • Belajar hidup hemat.

Mengatur keuangan dengan lebih rinci dan hemat membuat kita terhindar dari konsumsi barang atau produk yang tidak diperlukan. 

No YOLO-YOLO club kalau sudah belanja. Tas warna lilac yang kamu lihat limited stock itu tidak membuatmu jadi lebih baik karena sudah ada empat tas yang kamu punya di rumah, dua diantaranya bahkan jarang dipakai. Belajar berhemat, tidak semua barang bagus harus menjadi milikmu.

  • Memiliki cadangan keuangan dalam keadaan mendesak.

Saya pernah jadi jadi penganut income = outcome.

Tersiksa sekali karena di saat-saat tertentu kita menjadi khawatir saat harus memikirkan langkah ke depan. Memang, selalu ada Allah Yang Maha Menolong, tapi rasanya kok malu deh kalau datang berdo'a cuma saat terdesak tapi sebenarnya sadar kalau himpitan itu datangnya (bisa jadi) dari keteledoran kita sendiri saat mengelola rezeki pemberian-Nya. 

So, tidak ada salahnya sekarang menabung dan tetap berdoa semoga rezeki pemberian-Nya semakin besar dan semakin dipenuhi berkah. :))

  • Mencegah berutang.

Riba itu ngeribanget. 
Sejak membaca bukunya Mas Saptuari (yup, bukunya bagus, mungkin kalian bisa cek juga!) saya jadi semakin terpacu untuk nggak ngutang (lagi). Semoga dengan menabung dan memiliki dana darurat, saya nggak tercebur dalam hutang nggak berkah. aamiin.


Tabungan yang harus Disiapkan


Untuk memetakan tujuan keuangan kita, ada beberapa macam tabungan yang menurut saya harus terus kita lakukan persiapaan setiap bulannya. Daftar ini tidak mutlak untuk semua orang ya, bisa disesuaikan saja dengan kebutuhan dan kemampuan setiap orang atau keluarga:
  1. Tabungan Anak. Untuk pendidikan anak di masa depan.
  2. Tabungan qurban. Ini karena saya berniat mau Qurban di Idul Adha
  3. Tabungan dana darurat. Wajib punya 
  4. Tabungan Haji, untuk menyempurnakanrukun Islam yang terakhir, Insya Allah jika dimampukan.


Langkah-Langkah Menabung Efektif

Membuat Daftar Perencanaan yang Matang

Saat menabung, konsepnya tidak sama dengan seperti konsep menabung di abad-abad yang lalu. Kenapa? Ya karena kan kita tidak lagi menabung dalam celengan dan juga tabung bambu. Namun dalam sebuah lembaga resmi yang juga memiliki resiko dalam penyimpanannya. 

Nah, untuk memperkecil resiko kita harus jeli memperhatikan keamanannya, entah itu kredibiltas bank yang kita gunakan, berapa pemotongan untuk biaya pengelolaan, apakah ada S&K tertentu yang harus diperhatikan, apakah dicampur penyimpanan untuk tabungan A & B, dan masih banyak lagi.

Menabung sejak Awal.

Percayalah, kalau kita cuma menabung sisa, maka uang kita itu nggak akan ada sisanya. Yah, kalaupun ada, sisanya nggak banyak-banyak amat untuk bisa dipisah ke dalam pos-pos tabungan yang sudah kita buat. Menyiasatinya, lebih baik jika kita memotongnya di awal.

Bijak Menghabiskan Uang

Karena uang yang sampai ke tangan kita sudah fix dalam bentuk utuh untuk kita gunakan sehari-hari, maka kita harus bijak. Kalau nggak, bukannya tidak mungkin uang yang sudah susah payah kita tabung akan digunakan kembali. Ingat-ingat target!

Jangan Lupa Berbagi

Meskipun sudah berdisiplin ria dengan manajemen keuangan, tapi kegiatan yang satu ini jangan sampai ketinggalan ya! Selain membersihkan keuangan kita, kegiatan satu ini juga membuat orang lain menjadi bahagia :>

Nah, bagaimana? Yuk kita menabung dari sekarang!
Related Posts
Zulaeha Achmad
Blessed Wife & Mother. Blogger. Podcaster. Tea Drinker. Devoted Manhwa Reader.

Related Posts

Post a Comment