EbMBK9LV3U2J5pqb5aBuXdjmVrgXJ3azcHngXLqi

Report Abuse

Pengalaman Pindah Rumah Beda Pulau


SYUNAMOM.COM | Saya kira sebelumnya pindah rumah itu hal yang mudah. Setelah mengalaminya sendiri ternyata rempong juga ya, kita harus beres-beres dari awal dan melakukan penyortiran barang satu per satu.

Ini tulisan late post karena sebenarnya kejadian ini sudah lama, saya pindah dari Rantau, Kalimantan Selatan ke Malang, Jawa Timur menyusul suami dengan membawa serta putri saya yang baru berusia dua tahun. (Baru disapih menyusui!). 

Jadi kejadiannya udah lama banget, cuma saya ceritakan saja di blog ini ya, hitung-hitung sebagai catatan pribadi. 😄

Kendala Pindah Rumah Beda Pulau


Untuk urusan pertemanan, saya sebenarnya tidak terlalu memikirkan, karena anak saya masih balita, jadi ruang lingkup pertemanannya masih belum terbuka, berbeda dengan anak yang sudah mulai sekolah, dunia anak saya adalah saya, emaknya. Kalau kata Mas Pamungkas nih, "one and only". Hahaha. Gak punya saingan yang berarti, jadi untuk anak saya aman Insya Allah emaknya percaya diri banget. 

Kalau untuk saya pribadi, hampir semua teman dekat saya saat itu semuanya berada di luar kota. Sisanya hanya teman kerja dan saya sudah terbiasa untuk memulai kembali beradaptasi.

Nah, yang jadi PR adalah perkara administrasi dan juga perpindahan barang. Karena saya sebelumnya belum pernah pindahan, jadi penghujung tahun 2017 itu adalah tonggak baru yang saya bangun untuk mendeklarasikan keberhasilan saya packing. 

Bangga gak? Bangga gak? Bangga dong masa nggak 🤣

Yang Harus Disiapkan Untuk Pindahan Rumah...


Banyak sih ya, banget. 
#sangatgaksolutif

Hmm, oke, kalau saya rangkum mungkin ada 3 hal penting yang harus dipikirkan matang-matang kalau ingin pindahan.

1. Mengurus Administrasi + Surat Pindah Sesuai dengan Prosedur


Nah, urusan kepindahan ini ternyata besar impact-nya. Sebagian besar sih merembet ke administrasi, misalnya kartu BPJS. 

Ini penting buat diurus, karena sangat berabe kalau kamu sedang berada di tanah orang dan sakit sendirian. Apalagi emak, Hahaha. Gak boleh sakit ya. 😆 

Sebagai tindakan preventifnya ya sebelum kita pindahan kita harus menghubungi kantor BPJS untuk melakukan perubahan pada pilihan fasilitas kesehatan (faskes) pertama dan kedua. Pilih faskes pertama tempat yang paling dekat dengan rumah, dan faskes kedua tempat dengan kredibilitas paling baik.

Surat pindah saya kemarin suami yang urus, kalau tidak salah ke pak RT dan kelurahan. Ini juga penting, siapa tahu saat kita tidak di tempat tinggal sesuai KTP, kita dapat hak besar ntuk memilih pemimpin daerah / voting presiden. Jangan sampe kelupaan.

2. Memilih Logistik yang Terpercaya dan Melakukan Pengemasan dengan Baik 


Kalau berdasarkan pengalaman, logistik paling terpercaya itu adalah diri kita sendiri. Hahaha. Jadi untuk berkas penting jangan lupa untuk dibawa sendiri dalam ransel supaya bisa selalu dekat dengan badan kita. Jangan ambil resiko dengan dokumen-dokumen penting yang kita cuma punya satu lembar. Susah nyarinya 😁

Sisanya, kita harus berjibaku dengan pemilihan ekspedisi yang amanah dan pengemasan barang-barang kita. Bisa dengan Storage box, atau kardus. Kalau memutuskan pakai kardus jangan lupa untuk mencari yang bahannya tebal untuk jadi kotak penyimpanan ya. Teman-teman bisa pakai kardus bungkus rokok, saya lihat bahannya bagus, tebal dan rapat. Pindahan kedua saya pakai ini, membantu sekali. 

Nah, kebetulan rumah yang saya tuju di Malang waktu itu semua perabot dapur seperti piring, gelas, kompor gas, lemari, sampai kulkas dan mesin cuci semuanya sudah disediakan, jadi secara garis besar barang yang saya bawa tidak terlalu banyak. Kalau pakaian saya lebih memilih membawa sendiri dengan koper, soalnya waktu itu bagasi masih free 25kg, jadi ya saya manfaatkan sebaik mungkin. 😂

Untuk kendaraan, paling enak menggunakan logistik kontainer via laut dengan menggunakan kapal. Harganya lebih murah

3. Efektif dalam Menyusun Barang


Sudah disusun, sudah pindah ke tempat baru, barang ekspedisi juga sudah sampai dengan aman ke rumah. Saatnya buka kado paket!

Sebelumnya pastikan baju sudah disortir sesuai dengan kelompok dan kategori. Misalnya baju suami sudah dipisahkan sendiri, mana yang celana, mana yang kemeja, jadi pas sudah menyusun tidak perlu rempong dan ekstra sortir lagi.

Sudah capek-capek di jalan, harusnya ke tempat yang baru fokus istirahat dulu sebelum mulai 'bekerja', kan? Hehe

Atau bisa juga sebagai solusinya, sebelumnya kita sudah lebih dulu memperhitungkan baju yang mana saja yang akan dipakai kita, suami, dan juga anak dalam sehari yang akan datang. Jadi pas ganti baju gak perlu mencari-cari lagi. Bisa pasang mode hemat energi dulu deh. 😁

🧣🧦👜

Oke, jadi kira-kira begitu gambaran secara garis besarnya bagaimana pengalaman saya pas pindahan beda pulau dari Kalimantan ke Malang. Bisa dibilang sederhana, tapi kenyataan prakteknya tidak seperti itu karena lumayan menguras tenaga, namun Alhamdulillah tidak ada kesulitan yang berarti sepanjang perjalanan.

Terima kasih sudah membaca, selamat berberes untuk yang mau pindahan:) 


Related Posts
Zulaeha Achmad
Blessed Wife & Mother. Blogger. Podcaster. Tea Drinker. Devoted Manhwa Reader.

Related Posts

Post a Comment