SOCIAL MEDIA

Friday, August 14, 2020

Menjadi Orangtua Teladan di Masa Pandemi



Anak TK ikut school from home kedengarannya lucu, ya?

Tapi begitulah kegiatan Nuy beberapa bulan belakangan ini. Karena waktunya Nuy masuk TK bertepatan dengan pemerintahan sedang menerapkan strategi penanggulangan virus dengan school from home, maka pembelajaran Nuy yang notabene masih Taman Kanak-kanak pun juga ikut terdampak karena seluruh kegiatan belajar mengajar yang mengharuskan pengajar dan murid bertatap muka wajib ditangguhkan. 

Eit, jangan salah, saya tidak menentang gerakan from home ini kok, tapi saya sebagai orang tua pastinya harus memastikan bahwa anak saya mendapatkan perkembangan yang seharusnya dia dapatkan selama bersekolah. Apalagi fase anak-anak seperti Nuy ini kan masih golden age.

Meski kami pribadi sebenarnya nggak terlalu ngoyo soal perkembangan akademik, tapi teteup ya, para orangtua wajib mengajarkan bagaimana karakter yang baik untuk bekal anak hidup dan bersosial di masa yang akan datang. Karena kata banyak ahli parenting, pembentukan emosional anak itu super penting sehingga harus menanamkan hal yang baik sedini mungkin agar saat dewasa anak kita bisa memetik buahnya. 

Selama kegiatan belajar dari rumah dilangsungkan, Nuy berinteraksi lebih sering dengan kami sebagai orangtuanya, tidak lagi ibu guru dan teman-teman di sekolah, sehingga menjadi contoh bagi anak terpusat pada keluarga di rumah, terutama kami sebagai orangtua.

Menjadi Orangtua Role Model


Pernah mendengar istilah "Buah jatuh tak jauh dari pohonnya"?

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kalau tabiat atau perilaku yang dilakukan anak - anak yang tidak akan jauh berbeda dari orangtuanya.

Yup, kita sebagai role model.

Uhuk. Berat ya, role model. Jadi kiblat anak-anak kita. 😅😂

Bukan tugas gampang ya karena ternyata sadar atau tidak sadar, Menurut G. Gergely dan J.S Watson, seorang anak sejak dari bayi melihat ekspresi wajah orangtuanya dan mengingatnya untuk menunjukkan ekspresi tersebut di kemudian hari, mereka super sponge sejak masih kecil!

Jadi bisa disimpulkan kalau apa yang ditunjukkan oleh anak kita di masa sekarang ini sebenarnya merupakan bentuk hasil pengamatan dari apa yang diajarkan oleh orangtuanya sejak masih bayi.

Children see, children do.

Kalau saya runut lagi berdasarkan tulisan saya, contohnya dari tulisan saya yang ini tentang perkembangan Nuy di usia 5 tahun, maka sebenarnya itu terasa lho kalau ada beberapa perkataan atau tindakan saya yang dicopy oleh Nuy. 

Panda Parenting, bukan Tiger Parenting


Seperti apa tindakan yang kita contohkan, maka anak juga akan ikut menirunya. Menurut peneliti dari University of Chicago yang dilakukan oleh Dogan, Conger, Kim, dan Masyn, didapatkan kesimpulan bahwa perilaku yang dimiliki anak merupakan hasil interpretasi mereka dari perilaku orangtua.

Anak-anak kita menerima nyaris tanpa saring semua yang kita lakukan karena belum mengenal dengan sempurna yang mana yang baik dan yang mana yang buruk. Bagi anak kecil, apa yang kita tunjukkan dihadapan mereka adalah hal yang normal dan wajar dalam kehidupan sosial. Contoh terkait hal ini banyak, misalnya tentang rantai kekerasan yang dilakukan oleh orangtua terhadap anak. Para anak yang menjadi korban pada kemudian hari saat menjadi orangtua pun memiliki kecenderungan untuk mengulang siklus untuk menjadi pelaku kekerasan.






Jadi, menjadi Orangtua sebagai teladan memang tidak mudah.

Kita ambil contoh selama pandemi ini misalnya, saya harus jadi orang pertama yang memakai masker dan mencuci tangan saat ingin pergi keluar rumah agar anak saya mengikuti protokol kesehatan.

Jika merasa kesulitan dan perlu berdiskusi seputar pola asuh anak, ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Di aplikasi ini, ada banyak dokter terpercaya yang siap memberikan solusi terbaik melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja.

Anyway, happy parenting! ❤️

1 comment :

Halo, terimakasih banyak sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^