Wednesday, August 01, 2018

Tips Sukses Toilet Training Pada Anak Perempuan



[Tips Sukses Toilet Training Pada Anak Perempuan] - "Nuwiiiii, kok masih pakai popok sih? Mama mana?" Begitu seru nenek tetangga sebelah yang kebetulan lewat di depan rumah siang hari itu.

Wah, timing-nya pas banget, kebetulan Syuna sedang ada di teras, sibuk menata sepatunya yang lagi dijemur disana. Dia langsung heboh memanggilku.

"Maaa... Mamaaa... Ada ibuuuuu.... " panggilnya lantang. 

Aduh, aduh... Ketahuan! Gumamku yang mendengar suara panggilan Syuna dari dalam kamar. 

Segera, aku pun melangkah menuju pintu depan untuk menemui beliau.

"Waaah, ada apa nih Bu? Hehe..."

Sengaja, aku nyengir manis dulu, soalnya otakku sambil mikir jawaban yang tepat untuk pertanyaan berikutnya.

Ng? Tepat? Pertanyaan? 

Maksudnya?

Nganu, itu karena aku tahu... Pertanyaan berikutnya pasti tentang kapan lepas pospak.

Dan jika perkiraanku itu benar, maka pertanyaan perihal lepas pospak ini adalah pertanyaan yang ketiga kalinya beliau ajukan dalam bulan ini. 

Setiap pertanyaan "kapan stop pospak" pasti diiringi dengan tips-tips seputar toilet training a la beliau. 

Yang mana sebenarnya nggak apa sih. Nggak mengganggu sama sekali. Tapi bikin nggak enak karena beliau beneran panjang kali lebar menjelaskannya. Berasa dinasehati sama Mama sendiri karena beliau kayaknya seumuran. :') 

Keseringan dikasih tahu tapi nggak dikerjakan kan bikin nggak enak hati juga, makanya aku tadi lumayan panik pas Syuna 'ketahuan' masih pakai pospak.

"Ha, kapan Nuwi lepas popok pospak? Udah bisa lho, umur segini itu..."

Ehm! 

JRENG JRENG. Bener kaaan tebakanku tadi. .. Pertanyaan itu lagi... πŸ˜‚ 


Sudah kuduga....

"Iya nih, buk. Masih pake... Belum bisa dilepas juga.". jawabku canggung. πŸ˜…

"Lhaaa... udah cukup lho, umur begini udah bisa lepas pospak!" kata beliau lagi dengan ekspresi yang mengintimidasi. 

"Lumayan toh, nanti uangnya bisa dibelikan yang lain?" sambung beliau lagi, kali ini sambil memasang ekspresi usil. Seakan-akan beliau bisa membaca tabiatku setiap akhir bulan. (mak irit detected) 

"Inggih bu, nanti mau beli celana pendek dulu buat persiapan sama Mbah, kemarin nanya sama beliau masih kosong stock-nya" kataku sambil tersenyum. 

Jawabannya nggak bohong, karena kema

"Oke, gitu dong... Mari, saya ke rumah dulu, ya! Jangan lupa malam ini sholawatan di rumah ibu Dwi" Beliau pun berpamitan dan segera berlalu. 

Sepulang beliau, aku masih memikirkan teguran beliau tadi. Hmmm... bener juga ya? Sudah masanya banget nih Syuna toilet training. Aku pun masuk ke rumah, mengambil smartphone tercinta sesudah memastikan baterainya sudah terisi penuh.

Oke deh kalau begitu, untuk langkah pertama sepertinya aku harus googling dulu perintilan buat toilet training, ya?

Smartphone sudah aktif di tangan, aku pun langsung mengarungi samudera internet untuk mencari info seputar kiat sukses toilet training pada anak perempuan seperti Syuna. Pencet-pencet syantik selama setengah jam. Finally, List persiapan untuk toilet training Syuna pun selesai! 

Peperangan emak untuk melepaskan diri dari belenggu popok sekali pakai pun segera dimulai!
(halah, lebay amat ni emak. hahaha)



TIPS SUKSES TOILET TRAINING PADA ANAK PEREMPUAN.


Nah, kali ini aku mau jabarin sedikit ya tentang hasil googling seputar toilet training kemarin.

Pertama, ternyata jenis kelamin mempengaruhi kemampuan anak untuk pipis sendiri.

Yups, secara anatomi, sistem saluran kemih antara anak laki-laki dengan anak perempuan itu berbeda. Pada anak perempuan, biasanya toilet training bisa dimulai lebih dini, meskipun setiap anak pastinya punya timing yang berbeda-beda ya, nggak bisa dipukul rata.

Hasil pemantauanku kemarin, teman Syuna itu rata-rata sudah lepas pospak usia 2 tahun. Ada yang pada usia 1,5 tahun, ada juga yang lebih dini lagi.

Yang masih belum lepas pospak usia 3+ bahkan 4+? ada juga kok. Rata-rata sih, yang emaknya IRT lepas popok lebih cepat.

Untuk angka mutlaknya nggak ada. Katanya anak cowok lebih lambat, tapi toh ada baby boy temennya Syuna yang umur 1,5 tahun udah ngerti pipis/pup ke WC.

Katanya anak cewek lebih cepat, tapi ada juga baby girl yang usia 4 tahun belum sanggup lepas pospak. Jadi intinya tergantung kemampuan anak dan kita juga juga sebagai orang tua. ^_^

Terus? apa yang mempengaruhi kemampuan anak?

Salah satunya adalah kematangan otot organ vital dan juga koordinasi serta kontrol tubuh. 

Dua hal ini berkaitan  dengan usia anak, karena semakin besar anak, biasanya juga akan diiringi dengan pertumbuhan dan juga perkembangan anak. Oleh karena itu, katanya, untuk otot kencing biasanya akan ready pada usia 18 bulan, 

Apakah aku sukses program toilet training sama Syuna umur 18 bulan?

Jawabannya: enggak.


Kapan Syuna mulai TT?


Kami sendiri sih mulainya agak telat ya, pas Syuna usia 2 tahun 3 bulan, hahaha.

Jadi ini super late post banget. Syuna aja sekarang udah 3 tahun. --

Meski tergolong telat, tapi sebenarnya aku sudah mulai sounding sejak usia 2 tahunan, jadi pelan-pelan sebelumnya aku aku mengajari dia konsep pipis dan eek itu bayaya (kotor) makanya harus dibuang ke WC. Beriringan lah waktu sounding waktu menyapih dulu...

Baca juga: Pengalaman & Tips Menyusui Pertama Kali

Sounding lepas pospak itu lumayan ya, luamaaa...

Dan itu aku ulangin hampir setiap hari, tapi pada saat itu dia masih pakai pospak sih, jadi dia belum ke praktek, aku mikirnya asal Syuna ngerti konsep itu dulu. Nanti mudah-mudahan gampang pas mulai praktek. Nah, proses sounding ini masuk ke dalam proses psikologis.

Awalnya sih pengen sounding cuma sebulan aja, cuma ya namanya nunda-nunda itu emang susah ya diatasi, sibuk ini, sibuk itu, ada aja terus alasannya. Untung nenek tetangga itu beberapa kali mengingatkan secara nggak langsung dengan pertanyaan kapan lepas popok itu. 

Ehm, makasih ya, ibuuuk! :')

Mamak sedang sounding be like....

Oh iya, target TT Syuna waktu itu nggak pasti karena aku orangnya mah go with the flow aja. Intinya toh nggak pakai popok (lagi). Cuma, karena katanya si nenek jangka seminggu harusnya sudah bisa lepas total. Aku jadi ngikutin standar beliau deh. Yang mana ternyata ada bener dan ada salahnya juga.

Bener, karena aku jadi prepare macam-macam.
Salah, karena aku jadi naruh standar waktu ketinggian. Hahaha...

Iya, ternyata seminggu tampaknya kecepetan deh. Kita benar-benar harus merendahkan ekspektasi supaya nggak terlalu kecewa.  

Oke, langsung aja ya, ini dia kiat suskes toilet training ala Mama Syuna yang sebenarnya super sederhana:

 Sedia celana dalam lucu. (kira-kira 1-2 lusin) 

Fungsinya menggantikan pospak.

Aku beli yang ada gambar princess, binatang, atau tokoh kartun yang gambarnya girly karena Syuna itu anak cewek, ini supaya Syuna gampang makainya aja sih. Kan kalau dia suka motifnya, ngebujukin dia makenya gampang. hehe

Aku beli yang murah, harganya nggak sampe 40.000/lusinnya, sengaja disiapin agak banyak soalnya takut kehabisan stok.

Oh iya, celana dalam ini nantinya akan dilapisi lagi sama celana panjang, apalagi kalau dia lagi aktif di luar rumah. Tapi kalau cuma buat gegoleran di rumah aja bisa pakai celana ini doang supaya hemat cucian.

15-30 menit sehabis minum, diajak duduk cangkung ke WC.

Prinsipnya: Air masuk, air keluar.

Sepengamatanku, sehabis diajak minum, entah itu air putih, susu, atau air teh, biasanya Syuna akan  pipis. Hal ini kucermati sesudah beberapa kali 'kebocoran'. 

Ehm, ternyata bener juga kata orang, habis minum diajakin pipis dulu. Sebelum 'tumpah' duluan.

Solusinya hal ini, habis selesai minum atau makan aku ajakin dia ke WC dulu. Fungsinya agar dia mengenal siklus-nya sendiri. Karena waktu itu kadang dia masih belom mahir pipis sendiri, jadi mesti diarahkan. Kalau rajin sih bikin catatan dia pipis jam berapa dalam sehari. Cuma aku terlalu mager waktu itu. 😁


✨ Setiap 1-2 jam ajakin ke WC atau tanya "Mau pipis, nggak?"

Ini dikasih tips sama semua Ibok yang pernah ditanyain tata cara toilet training.

Emang sih, seringkali anak sudah bisa mengkomunikasikan keinginannya untuk pipis atau pup. Tapi tetap aja nggak ada salahnya kalau diingatkan lagi. 

Secara, anak kan suka keasyikan sendiri kalau ada hal yang menarik perhatiannya.

Syuna sendiri juga biasanya kalau udah kepo maksimal sama sesuatu dia bisa lupa sama bilang mau pipis, dan ujung-ujungnya pas celananya udah basah sedikit, baru dia bilang kalau mau pipis/pup.

Makanya....

 Harus banyak punya stok sabar supaya nggak gampang marah.

Seriusan, karena harus berurusan dengan pipis dan pup yang notabene najis, kita harus strict tapi juga nggak menekan anak. 

Untuk poin ini, aku pun juga harus belajar sabar sampai sekarang karena menerima kenyataan kalau dia pup di celana di detik-detik udah siap berangkat itu rasanya bisa sangat menjengkelkan. 

Makanya, selain mempersiapkan anak, siapkan mental dan kesabaran emak juga, ya!

 Pipis sebelum tidur atau 1-2 kali selama malam hari.

Sebenarnya, awal mula berhenti pakai popok malam hari itu diawali dengan kelupaan memasang pospak karena keburu ketiduran. Rencana bakalan mulai toilet training hari rabu, eh, seninnya ternyata udah aman sentosa pas kelupaan pasang popok malam hari

Iyap, ceritanya dulu itu belajar lepas popok siang dulu, terus malamnya pas tidur baru deh pakai pospak lagi, pengen transisi kayak pas weaning with love dulu. (Maklum, emak banyak gaya. HAHA)


Dan hari itu memasuki minggu kedua toilet training untuk siang hari (siang udah lumayan lancar boook), pas malamnya malah ketiduran bareng sama Syuna karena udah terlalu capek siang main tanpa ada boci sama sekali. Pas paginya bangun, aku langsung auto-ingat kalau malamnya ke skip aktivitas pakai popok malam. Uh! udah panik duluan dan ngeraba-raba springbed sekitaran Syuna bobok. Haduh... 'bocor'nya dimana nih ?

Eh, ternyata satu tempat tidur kuperiksa kering semua. Wow!   
Syuna nggak pipis malam lagi. Daebaaak



Jadi praktis deh, jadwal lepas pospak total untuk malam hari dimajukan. Tapi dengan syarat mutlak: Pipis dulu sebelum menuju pulau kapuk. 

Pas malam (kalau terbangun) sekitar jam 12 atau jam 3 juga aku ajak pipis dulu ke WC.

 Lakukan senyamannya, bisa langsung ke toilet atau menggunakan Potty toilet.

Mama dulu mengajarkanku pipis dengan menggunakan potty toilet alias pispot. Sampai sekarang aku masih dapat ingatan kabur kalau dulu pernah ditaruh mama diatas pispot hijau itu buat pipis. 

Woh, udah lama banget kan? Pispotnya sendiri masih ada sampai sekarang, bahkan sempat juga dipakai keponakanku buat berlatih pipis. (pispot lintas generasi) 

Barangkali kalau masih serumah dengan mama, aku juga akan menggunakan jasa pispot itu. Tapi karena aku melakukan toilet trainingnya di kontrakan, yang jarak antara WC sama kamar itu nggak jauh-jauh banget, Jadi aku prefer langsung ke WC aja. Sekalian, sekali jalan juga melatih dia gimana posisi pee atau pup

 Jangan segan memberikan contoh dan jaga komunikasi

Anak adalah peniru ulung, termasuk didalamnya soal pipis tadi. 

Jadi buatku pribadi sih penting banget untuk anak melihat contoh dulu sebelum mempraktekkannya sendiri, untuk anak perempuan juga sekalian mengajarkan dia cara mencuci kemaluan dengan benar supaya nggak infeksi (dari depan ke belakang).

"nanti kalau mau pipis bilang Mama, ya?", 
"nanti kalau mau eek, bilang Mama ya?" 
"Kalau sakit perut kita ke WC sama Mama, ya?" dan seterusnya sampai berbusa. Sampai anak ingat.

Terus test ingatannya setiap mau bobo, kasih pertanyaan "kalau pipis kemana?" Kalau dia jawabnya "WC", berarti faiiiin, udah resap. 

Besok ulangi lagi, besoknya lagi, besoknya lagi. 😁

Jangan merendahkan usahanya (Buat TT jadi hal yang menyenangkan!)

PR banget nih, aseli. Kadang kalau udah kesel pipis bertebaran dimana-mana sampai ngepel 10x sehari itu bikin hati mamak gemesh sampai pengen kayang, apalagi kalau ada pup, kebetulan ada tamu pula yang mampir  ke rumah. Hahahaha. Mesti banyak istighfar sambil mengelus dada.

Sabar? Woh, gak usah ditanya. Sabar banget! XD

Pernah, Syuna udah lancar banget pipis sampai 2 hari berturut-turut, eh, hari ke-3 malah 'bocor besar'. Aku yang udah merasa bisa berleha-leha pun t e r k e d j o e t. 

Bahkan menggerutu keras sambil ngepel, Syuna kaget banget waktu itu. T_T

Akibatnya? Berikutnya Syuna pas bilang mau pipis/udah pipis jadi takut-takut, barangkali takut melihat mamaknya emosi lagi kali ya. Pokoknya waktu itu pelajaran banget deh buatku, betapa gimana pun hasilnya kita harus menghargai usaha si kecil.

Beri pujian + Sabar + Konsisten 

Another magic words. Reward-sabar-konsisten. 

Tampaknya simpel banget, tapi diatas segala hal inilah salah satu faktor besar. Sabar dan konsisten. Seperti kita yang udah tuwir-tuwir ini senang kalau dihargai usahanya, begitu juga anak kita.

Beri apresiasi bila anak sudah melakukan sesuai dengan apa yang kita arahkan. aku biasanya cuma kasih tepuk tangan sambil bilang "Hebat!" "Pintar!", atau hadiah segelas susu hangat aja Syuna udah seneng. Ahahaha...

(receh amat ya, nak )


***

Nah, sekarang udah hampir setahunan lepas pospak. Apakah jangka waktu sebulan kemarin saat TT bisa membuat Syuna 100% buang hajat di WC? Hmm... nggak juga. Sampai sekarang pun masih perlu perhatian dan nggak bisa dipercayakan sepenuhnya, tapi kira-kira sekitar 90% sudah done ^^ 

sumber: Keluarga kita

Beberapa kali tidur malam sempat loss ngompol juga. Hihi... Tapi overall, tips lepas dari pampers alias toilet training anak perempuan diatas sudah terbukti sukses kuterapkan.

Semoga tulisan ini bermanfaat, ya!

7 comments on "Tips Sukses Toilet Training Pada Anak Perempuan "
  1. aku masih cari-cari nih tips toilet training buat ibu bekerja. anakku sudah ngerti sih kalau mau pipis jongkok tapi dia jongkoknya pas mandi doang bukan pas mau pipis. wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat Mba Antung, Pasti soal lepas pospak ini tantangan tersendiri nih buat working mom

      Delete
  2. aq setuju banget ini : yang emaknya IRT lepas popok lebih cepat soalnya aq ngalamin sendiri, tetangga anaknya udah pada duluan bisa pipis dan pup di toilet. sementara anakku baru bisa di usia 2.5 tahun.

    aq tambahin yah mbak dulu aq bisa sukses TT itu krn konsisten sama anaknya. ketika memutuskan lepas pospak gak pernah lagi makein dia pospak, sekalipun kita ke mall atau jalan-jalan. makanya selama masa TT nguruangin buat pergi atau kalau harus pergi itu prepare banyak hal deh, agar TT tetap bisa berjalan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, rata-rata begitu ya... Tapi habis resign dan jadi IRT aku tetap aja telat TT, terlena enaknya pakai pospak πŸ˜‚

      Aku izin tambah ke dalam artikel ya Mba, terima kasih sudah sharing :)

      Delete
  3. Dari atas mpe bawah aku bacae ampe manggut2, gitu, takbookmark dulu ah buat pesiapan kelak anskku dah umur2 segitu hahahaaaaa, maunya terima beres baca artikel tt.

    Hmmm, kdg2 aku bacae jg sambil ngakak, itu pas bagian daebakkkk...asli komik bgt adegannya, yg nyari2 bagian seprai basah ternyata kering mua, trus yg ngomel sambil ngepel wkkkk, kocag

    Hmmm...aku masi blom ada gambaran klo pake pispot tu ditaruhnya di manapun bisa ya, klo pas pee gmn ya haha,
    Trus aku masih ngeblank, si kecil klo adanya wc jongkok uda bisa ya le jongkok di wcnya yg rada lebaran pijakannya

    Oya TT Itu skalian ngajarkeun cebok mandiri berarti y

    ReplyDelete
  4. merasa tersindir nih mba karna aku belum memulai TT wkwkwkw yasudah bentar lagi tak TT nya si gendhuk :D btw salfok sama om Ben uhuyy :D

    ReplyDelete
  5. Hmm baca ini terasa tersentill hati ini. Mau mulai TT juga ah buat nasya...😊

    ReplyDelete

Halo, terimakasih sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature