Monday, January 08, 2018

11 Hal yang Saya Pelajari dari Drakor Go Back Couple



11 Hal yang Saya Pelajari dari Drakor Go Back Couple – Akhirnya, setelah lumayan lama nggak nonton drama Korea lagi pasca hebohnya Goblin. Saya menemukan juga drakor bikin saya penasaran. Iya, penasaran. Soalnya di WAG sana-sini bertebaran bujukan kalau katanya drama yang satu ini cocok buat yang sudah berkeluarga.

Ditambah lagi pas saya berselancar di Instagram, ada teman yang lagi anniversary pernikahan dan pakai quote dari drama Go Back Couple ini. 😁

Fix, penasaran maksimal deh saya jadinya. Hehe...

Dramanya tentang apa sih? Yeps, seperti judul blogpostnya, Go Back Couple!

Ceritanya soal sepasang pasutri (Couple) satu anak yang sedang mengalami masalah rumah tangga dan memutuskan buat bercerai. 

Terus kenapa jadi Go Back? Ya karena mereka ujung-ujungnya rujuk lagi~

Drama Korea satu ini mengusung tema time travel, jadi diceritakan kedua suami istri tersebut diberi 'kesempatan' untuk kembali ke masa muda mereka dan menjalani hidup mereka sejak baru mengenal. 

Nah, di sepanjang cerita masa muda mereka bertaburan banyak sekali life lesson yang bagus banget, terutama soal rumah tangga.

🏡🏡🏡

SINOPSIS

Go Back Couple/ Confession Couple (κ³ λ°±λΆ€λΆ€) berfokus pada cerita Choi Ban Do (Son Ho-jun) dan Ma Jin Joo (Jang Na-ra). Pasangan suami istri ini punya masalah masing-masing tentang partnernya.

Ma Jin Joo misalnya, sang istri ini merasa suaminya yang sekarang menjadi begitu pelit, nggak perhatian dan lebih mementingkan pekerjaan.

Jin Joo merasa lelah dan kelimpungan mengurus anak sendirian. Sebagai Ibu yang diceritakan tanpa ART, Jin Joo makan dan bahkan pup pun sambil mengurus anak. 

Oke, yang terakhir ini saya (dan ibuk-ibuk rumah tangga lainnya) juga pasti pernah merasakan ya?? 
Pas lagi enak makan anak nangis, pas lagi panggilan alam digedor-gedor πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Selain itu Jin Joo juga merasa nggak punya waktu untuk mengurus penampilan lagi seperti saat mudanya yang begitu stylish dan fashionable.

FYI, Jin Joo saat kuliah merupakan perempuan tercantik di fakultasnya. ✨

Setelah married, dia merasa penampilannya malah menjadi lusuh karena sibuk mengurusi rumah dan anaknya.

Hauuuh, scene yang menggambarkan kondisi ini juga bikin baper, saya jadi terbayangkan bagaimana kalau ada di posisi Jin Joo saat bertatapan dengan para gadis stylish dan dipandang dengan aneh karena penampilan yang acak-acakan, pas lagi bawa anak pula. πŸ’”

Balik lagi ke pasangannya, Choi Ban Do, suaminya ini juga nggak jauh beda sama yang istri, alias sama-sama punya masalah. 

Ban Domerasa kalau istrinya yang sekarang seperti sibuk sendiri dan jadi pemarah. Ban Do juga merasa tidak didukung saat bekerja, padahal dia punya beban kerja yang segambreng. πŸ™

Ban Do memang tipe pekerja keras, demi keluarganya dia melakukan apapun, termasuk melakukan suruhan ‘kotor’ dari dokter Park yang menjadi klien perusahaan farmasi tempatnya bekerja.

Sayangnya bagian pengorbanan tulus Ban Do ini luput dari perhatian Jin Joo yang sudah negatif duluan.  

πŸ’ŒπŸ’ŒπŸ’Œ

Seperti biasa, waktu nonton drama ini saya ngerayu suami supaya mau nonton bareng. Soalnya meskipun India lover, belakangan paksu semakin mau saya cekokin drakor. πŸ˜†


Oke deh, habis kami berdua nonton maraton drama ini dalam 24 jam. (Suami saya nonton maraton dari pukul 6 sore sampai jam 3 sore besoknya). Banyak banget hal-hal yang saya dan suami bisa jadikan pelajaran buat bekal berumah tangga kedepannya. 

Setidaknya, ada 11 hal yang kami pelajari dari drakor Go Back Couple.

Apa aja? Ini dia...


πŸŽ€ 1.  Married is not easy πŸŽ€

Diawal pernikahan, Jin Joo dan Band Do juga saling mencintai, mereka dimabuk asmara dan begitu bahagia.

Tapi, apa pernikahan segampang itu?

go back couple, drakor go back couple
via @kutipan.drama.korea

Tidak sodara-sodara. Apalagi kalau kelen terpapar tayangan dengan kandungan family goals begini-begini-begini, tidak akan gampang menyeimbangkan isi dua kepala. Banyak toh contohnya.

Menikah adalah menyeragamkan visi dan misi, kita nggak bisa menyamakan isi kepala. Karena itu nggak mungkiiiin.... Rasanya mustahil sampai kapanpun, kecuali cuci otak terus di doktrin.πŸ˜‚

Manusia kan beda-beda. Kembar identik pun juga punya perbedaan. Kalau cuma selera makan yang berbeda masih bisa diakali, tapi kalau cara berpikir kan jadinya lebih sulit.

Married is not easy. But every hard stuff will always bring us a big lesson.

Kalau lelah mengerjakan tugas akhir kuliah, perempuan maunya nikah aja supaya beban hidup kelar. Padahal salah besar~

Welcome to the jungle. πŸ™

Jangan terlalu mengkhayal habis nikah jadi puteri raja. Habis menikah kita akan ditempa untuk meredam ego dan memahami banyak orang asing, ada mama mertua, bapak mertua, ipar, tante, paman, kakek, nenek, dan seterusnya. (Semakin keluarga besar, biasanya semakin kompleks πŸ˜‚)

Jadi, menikah bukan perkara gampang. Meskipun baru 3-4 tahun menikah, saya juga merasakan kok. 

Entah ya bagaimana bila sudah 13 tahun (?) macam Jin Joo dan Ban Do ini. Tapi katanya sih yang sulit itu di 5 tahun pertama. Hehe


🎈 2. Hubungan yang Dewasa, Bukan Cinta Semata tapi Juga Penerimaan.🎈

Ah, basic banget ya kan buibu.

Women from Venus, Men from Mars. Then, why God send us to earth? To raising our family and children lah. Buat apalagi~

Laki sama bini itu kadang bisa jadi kebalikan, tapi ya begitulah adanya, saling melengkapi, saling menyempurnakan. πŸ’•

Kelebihan pasangan kita jadikan pelecut semangat untuk menjadi lebih baik, sedangkan kekurangan pasangan kita jadikan ladang pahala untuk bersabar. Eaaa... 

Kenyataannya, terkadang kita malah meluapkan kemarahan kita justru pada orang terdekat yang paling kira sayangi.😢

Ban Do misalnya, dia sayang dengan Jin Joo, tapi justru memarahinya.

Sama dengan Jin Joo, dia menyayangi Ban Do, tapi malah membuat situasi semakin runyam dengan berbagai luapan emosi.

Mamam tuh cinta. 

Setelah bertahun-tahun menikah, kebanyakan dari kita nggak akan lovey dovey seperti newly wed. Hanya sedikit yang bisa mempertahankan romantisme macam Habibi Ainun.

"Hubungan kelak akan berjalan karena sudah dewasa dan bisa menerima serta memahami, bukan karena cinta semata lagi." Begitu kira-kira kata paksu yang mendadak bijak.

Ah, Long life drakor.



🌝  3. Peka Terhadap Keadaan Pasangan 🌝

Seiring waktu, ada sebagian perasaan kita yang luntur, dan ada bagian lainnya yang menebal.

Masih ingat dong, awal-awal nikah, selalu ngasih kabar, sebentar-sebentar manggil "yank...", sebentar-sebentar mesra cem lovebirds. 

Apa? Kalian nggak gitu? Ya anggap aja gitu deh.
*malah maksa*

Yang mana kalau jalan-jalan tangannya mesti saling genggam, mau AC sedingin apapun kehangatan mengalir lewat tangan kita yang saling meraba.

Pernah? Ingat?
(pembaca: NGGAAAAK πŸ˜‚)

Tapi habis punya anak dan jadi sibuk, semua jadi terasa hambar, nyaris nggak punya quality time berdua buat pacaran, yang semula selalu menggenggam hangat, sekarang melenggang seolah tidak perduli dengan pasangan yang kerepotan di belakang.

Peka dengan kondisi pasangan bukan hanya sebatas menyediakan kebutuhannya doang, tapi memperhatikan kesejahteraannya.

Dari sini saya belajar, mungkin buat saya sebagai istri, mungkin saya bisa ngasih waktu buat suami berteman dengan teman-temannya, atau mungkin memberi izin sama aktivitas yang menjadi hobinya? misalnya main futsal, fotografi, modif motor, koleksi gundam.

Yah, asalkan nggak lupa waktu sama menguras jatah bulanan sih ya, Abah? 😜

Nah, kalau kesejahteraan istri? 

Perhatian dan kasih sayang, waktu me time cukup, budget centil cukup, uang shopping aman, setia, menepati janji dan bicara lemah lembut.
Hal-hal kecil begitu menurut saya.juga termasuk kesejahteraan.

Apaan hal kecil ya, itu semua penting. LOL



Atau nggak usah repot-repot, cukup sediakan waktu luang buat ibu-ibu untuk menikmati sedikit 'kemewahan' tanpa harus mengurus anak. Iya, sekali-sekali gantian deh supaya impas kan ya?

Emak memang sekolah pertama anak, tapi Kepala Sekolahnya juga wajib care dong sama kesejahteraan sekolah. 😏😁

Guru nggak sejahtera, gimana muridnya hayoloo

⭐ 4. Berkomunikasi yang baik. ⭐

Sometime, you need to say it loud.

Minimalisir kode dan katakan apa yang sebenarnya.

The ultimate problem is, kebanyakan perempuan (saya salah satunya) suka main kode a la anak pramuka. Ada masalah dikit, bukannya ngomong malah dieeeeeem.
Diemnya itu obviously ketahuan banget caper. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Yang biasanya:

πŸ‘¨: "Ma masak apa hari ini?"
πŸ‘©: "Masak tongkol balado sama urap, Abah mau dibikinin sambel kacang yang pedes lagi kayak kemaren? Stok ikan kita mau habis nih, besok Jagain Syuna ya? Mama mau kepasar pagi-pagi, nanti susah kalau siangnya Abah di kampus Syuna kelaperan, siang udah nggak ada paman dagang sayur lewat, kan besok hari jumat. Bla bla bla"

Menjadi:

πŸ‘¨: "Ma masak apa hari ini?"
πŸ‘©: "Ikan goreng."

Serius, sedikitnya kata perempuan kata suami saya adalah indikator dia lagi senang apa nggak. πŸ˜‚

Lagian, emangnya suami punya indera ke-6? Clairvoyance? Bisa telepati macam Pikollo?

Tidak, mereka manusia biasa.



Komunikasi dalam pernikahan Ma Jin Joo dan Ban Do juga adalah masalah utama. Masing-masing merasa terabaikan, Band Do setelah seharian bekerja keras kesana kemari, memuaskan para pelanggan obat dengan harapan karirnya lancar, lalu pulang ke rumah dalam keadaan emosional karena lelah.

Ban Do tidak berbagi sedikitpun cerita dengan sang istri karena tidak mau membebani.

Yang istri beda lagi, dia juga lelah seharian dirumah mengurus anak, Ibu-ibu rumah tangga dengan balita tanpa ART pasti mengerti perasaan ini.

Perasaan bertemu dengan tokoh yang oh-aku-bisa-mengerti-perasaan-ini dan merasa berempati karena sedikit banyak ada bagian yang bisa kita relate dengan diri sendiri.

Jin Joo merasa hidup suaminya tentang bekerja dan bekerja saja, tidak ada waktu untuknya, tidak ada kehangatan lagi, tidak ada perhatian lagi. 

Tidak ada cerita lagi. Hanya ketegangan.

Jurang ini akhirnya kian melebar, tembok penghalang perasaan mereka kian menebal dan puncaknya hilanglah sudah kepercayaan.

Hanya dengan satu kesalahpahaman saja, hubungan mereka berakhir.

Dan masalahnya memang di komunikasi. 
Karena komunikasi adalah k o e n t j i kelancaran sebuah hubungan.

πŸ‘΄ 5. Mengunjungi Orang Tua dan Memperhatikan Mereka πŸ‘΅





Saya pernah dengar adab di Korea tentang pernikahan kedua, jadi sesudah pasangan pertama tiada/cerai, maka harus ada jeda beberapa tahun dulu baru boleh melakukan pernikahan kembali.

Nah, di Go Back Couple ini ayahnya si Jin Joo menikah lagi sesudah ibunya meninggal baru satu tahun. Jin Joo kesal tanpa menyadari bahwa ayahnya melakukan itu karena kesepian.

Bagian ini juga bikin baper, saya jadi pengen cepet-cepet pulang ke tempat mamaaa... hiks

🎏 6. Tidak mengungkit-ungkit masa lalu. 🎏


Yang berlalu biarlah berlalu. Jangan diungkit-ungkit lagi, apalagi soal hubungan yang sudah berakhir.

Ada yang bangga pernah pacaran dengan Mr/Ms.Perfect sebelum menikah dengan pasangan yang sekarang?😎

Well, semanis apapun. Kenangan itu cukup disimpan dalam hati. Karena jika dibagi-bagi dan ketahuan suami atau istri jadinya makan hati.

Ditatap begini sampai meleleh
via soompi.com

Se-legowo apapun orangnya, jika benar-benar cinta so pasti dalam hatinya ada percikan bara cemburu. Masa udah berikrar atas nama Tuhan Yang Maha Esa masih aja menyimpan foto atau nge-stalk akun mantan?

Nggak lucu dong ya.
Makanya, hentikan kebiasaan burukmu itu, Amira. 

(PS: Jangan buru-buru merasa di stalking mantan yang udah nikah juga, siapa tau yang makai akun itu pasangannya yang lagi kepo LOL)


πŸƒ 7. Tidak ada yang kebetulan. πŸƒ

“Kok kita bisa nikah ya?”

“Kok kamu bisa jatuh cinta sama aku ya?”

“Kok... kok... kok...”

Ya, panjang deh ceritanya kalau ngomongin keanehan dalam dunia asmara (((huek, dunia asmara πŸ˜‚))). Saya sendiri juga pernah bingung kenapa dapat suami yang nerd gini, sementara saya sering masuk daftar remedial.

Kata Tere Liye, tidak ada kebetulan di dunia ini. Segala hal yang terjadi sudah ada yang mengatur.

Pertemuan kita, perpisahan kita, sampai-sampai sehelai daun yang jatuh dari pohon yang rimbun pun sudah ada diatur dengan rinci oleh-Nya. 

Masak iya sih, pernikahan kita yang penuh barokah ini berjalan ‘kebetulan’?

Semuanya jelas ada agendanya sendiri-sendiri, tidak ada yang kebetulan.

Meskipun tetep sih ya, pertanyaan macam "do you love me" itu selalu ada dalam satu purnama. Hahaha

🌡 8. Masalah untuk dipecahkan bersama. 🌡

Menyimpan masalah dalam rumah tangga itu seperti menyimpan sampah. 

Kalau nggak dibuang ya makin busuk, makin bau, makin nggak sehat.πŸ™…

Dari kasus Ban Do, kita belajar bahwa istri juga sesekali ingin diceritakan bagaimana perasaan suami. Jangan cuma diam dan pasif soal diri sendiri. Siapa tau pasangan kita bisa membantu mencarikan jalan keluar.


Kasus dokter Park misalnya, setelah Jin Joo tahu dan ikut beraksi kan hasilnya case closed. Suami saya puassss banget melihat ending nasibnya yang mengenaskan. Hahahaha

Tukang selingkuh mah cocoknya emang dirajam, ya kan?
*langsung anarkis*

Ya begitu, kesetiaan adalah sesuatu yang mahal, maka jangan harap akan menemukannya dengan orang-orang murahan.

🌷 9. Masa muda hanya datang satu kali, use it well. 🌷

Go Back Couple hanyalah drama, ingat, drama.

Di dunia nyata mah nggak ada kesempatan buat balik lagi ke masa lalu. Apalagi buat memperbaiki hal-hal yang sudah terjadi.

Istilahnya nasi sudah menjadi bubur, tinggal nyari suwiran ayam, kuah kaldu, emping sama taburan kacang dan daun seledri supaya jadi hidangan enak. πŸ™†

Supaya yang jelek-jelek nggak bikin sakit hati, kita harus pinter menggali hikmah dan menyerap pelajaran.



Nah, kaya kata dosennya Jin Joo. Masa muda memang hanya kita lalui satu kali, jadi gunakan sebaik-baiknya, nikmati setiap momen hidup karena kita tidak bisa mengulanginya. Lakukan semua hal yang kamu mampu. Live to the max!

Meskipun saya nggak muda-muda banget lagi, bagian ini tetap mengajarkan bahwa setiap kesempatan hanya ada sekali, jangan disia-siakan.

Oke, bagian ini saya ngomong sama diri sendiri. 😬


🌱 10. Jika ingin menyerah, ingat alasan menikah dan ingatlah anak-anak. 🌱

Nah nah nah, bagian ini juga mengandung bawang.

Sebagai emak-emak. Membayangkan anak yang menjadi korban egoisme orang tuanya itu terasa perih-perih gimana gitu, masih ada luka yang basah dalam hati karena pernah menjadi korban macam Seo Jin –tapi tidak terselamatkan-.

Percakapan antara Jin Joo dan ibunya benar-benar ngasih quote yang luar biasa.

“Aku tidak tahu apa yang sedang kamu rasakan. Tapi aku tahu satu hal, kamu bisa hidup tanpa bersama orangtua, tapi kamu tidak bisa hidup tanpa anak. Jangan menangis, kesedihan apapun yang kamu lalui, akan membuatmu kebal dan menjadi lebih kuat.”- seingat saya sih gitu.

Akhirnya ketemu sama quote emak-emak seribu drama ini
via @koreankolages

Masya Allah, brebes mili. Saya anaknya emang nggak bisa tersentuh dikit, nangis. 
Cengeng, baperan, apalah itu namanya.

Pokoknya adegan ini benar-benar mengandung bawang. Bikin perih mata! 😭😭😭



Another nohok scene
via @kutipan.drama.korea

11. Minum jus menyehatkan.

Ini sih nggak ada kaitannya sama rumah tangga ya? Tapi nggak apa-apa deh saya masukin juga soalnya paksu seneng ngeliat adegan ini. Hehehe

Jus kubis buat Ban Do, jus wortel parut buat Jin Joo.

Aish, jangan-jangan ini rahasianya kulit mereka nggak jauh berbeda padahal sudah 17 tahun menikah?πŸ™„

Serius lho, perbedaan antara Jin Joo kuliah dan Jin Joo menikah kayaknya cuma baju yang lebih kusut, rambut yang acak-acakan dan juga sedikit mata panda. 

Tinggal beli baju, ke salon, pakai concealer dikit, kayaknya masalahnya bakalan selesai deh.
(Analisis sotoy emak wkwkwk)

🐞🐞🐞

Anu, panjang juga ya? *lap keringet*

Ngomongin drama Korea dengan tema divorce, drakor ini bukan kali pertama yang saya tonton, tapi yang kedua. Sebelumnya saya sudah nonton Cunning Single Lady yang sama-sama membahas tentang divorce and getting back together.

Yang lagi nyari drakor dengan tema serupa kayaknya bakalan suka juga deh sama Cunning Single Lady.

Saya sampe nangis-nangis lho nontonnya pas hamil, soalnya pas hormon emosional lagi tinggi-tingginya. Waktu itu nontonnya juga nyeret suami, dan anehnya dia bersedia, katanya aktor cowoknya mirip Teuku Ryan πŸ˜†πŸ˜―

Jangan lupakan 2 sahabat super banyol~~ ^^

Nah, kira-kira segitu dulu deh ulasannya, dari 12 episode saya dapat banyak banget pelajaran berharga, minimal ya yang ada di list 11 hal yang saya pelajari dari drakor Go Back Couple di atas tadi. Bener-benerworth it begadang nontonnya. πŸ˜‚

Kamu sudah nonton? Ada punya kesan khusus juga nggak? Atau rekomendasi drama Korea serupa?
Sharing yuk! 



.                   
20 comments on "11 Hal yang Saya Pelajari dari Drakor Go Back Couple"
  1. Aku juga suka cunning single lady itu. Kalau di drana ini bagian yang paling kusuka itu pas ban do mijitin jin joo yang lagi sakit punggung pas haid. So sweet banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, pokoknya aku team Choi bando banget-banget lah. Suami banget #lah

      Delete
  2. duh racun banget deh drakor mah, aq terakhir nonton itu while you were sleeping mbak, sementara ghoblin aq skip, cuma nonton awalnya aja.. pengen nonton inilah, thanks rekomendasinya mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nonton hayuk mbaaa... Aslik rekomended bangettt menurutku buat ditonton bareng pasangan

      Delete
  3. Belum pernah nonton..jd pengen nonton:) btw, ulasannya komplet banget, mbak. Berasa banget pelajarannya:). Oiya hampir tiap drama korea selalu menyisipkn nilai nilai keluarga seperti adab kpd ortu. Makanya aku suka jugaa ama drakor.

    ReplyDelete
  4. wah.. kayaknya dramanya keren ya kak, kebetulan aku udah agak lama gak nonton drakor.. kayaknya aku mau donwload go back couple deh.. ^^

    ReplyDelete
  5. Panjang bener,tp menarik. Aku skip nonton ini karena sangat serius. Aku suka genre komedi.tp baca ini jd serasa di rangkum, aku jd ngerti ceritanya.kapan2 kalo siap mewek aku tonton lagi. Sepakat banget untuk kesetiaan yg mahal harganya, bukan untuk orang murahan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dia 1-2 episode pertama doang yang serius, Mba. Berikutnya kocak. Terus endingnya mewek habis-habisan...

      Delete
  6. Setelah baca banyak spoilernya, aku fix mau download dan nonton drama ini.

    ReplyDelete
  7. Hihihi.. seru seru.. jadi kepingin nonton juga nih syunamomπŸ˜…πŸ˜…

    ReplyDelete
  8. Nomor 3,9,+ 10 itu aku bangeeettttt... Semuanya poinnya bener.. Emang drama ini paling keren deh kalo ttg kisah rumah tangga.. Keren euy ulasannnya.. 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, Mbak Winda. Drama ini menurutku salah satu drakor terbaik di tahun 2017 ^^

      Delete
  9. Aduhhhhh jadi Pengen cepet nikah *apan coba πŸ˜‚
    Liat drakor nya jadi baper 😩

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha Aya mah, nikah gampang. Pertahaninnya yang susyeeh

      Delete
  10. Drama ini booming banget emang yak. Wah, mbak leha ternyata adalah seorang penonton yang cermat. Bisa dapat 11 hal dari satu drama. Nilai yg paling berkesan bagi aku adalah tentang mengunjungi orangtua. Sebagai anak yang sudah menikah dan sering disibukkan oleh banyak hal, aku kadang lupa untuk berkunjung ke rumah mertua/orangtua :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Makanya ini aku akhirnya pulang kampung supaya bisa ketemu sama Mama. Secara tinggal beliau yang ada.
      Ayuk, nonton Mbak. Seru loh :D

      Delete

Halo, terimakasih sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature