SOCIAL MEDIA

Friday, July 17, 2020

[BEAUTY] Merawat Payudara Kembali Sesudah Selesai Menyusui

Merawat Payudara Kembali Sesudah Selesai Menyusui - Ternyata, cerita kalau ada perempuan yang tidak mau menyusui bayinya agar aset tubuhnya nggak berubah itu beneran ada. Fakta ini benar-benar aku temui di masyarakat awam. Ketakutan payudaranya nanti akan berubah menjadi tidak indah lagi dijadikan alasan untuk beralih ke alternatif lain selain ASI (Dalam kasus sebenarnya dia mampu banget ngasih ASI ya).

Merasa menyayangkan dan baper sendiri, entah belum tahu dengan ajaibnya nutrisi ASI atau bagaimana, padahal sebenarnya para perempuan itu mampu untuk memberikannya, bukan karena hal darurat mereka menghentikannya. But well, setiap orang punya pilihan. Dan yang jelas, setiap pilihan ada konsekwensinya masing-masing.

Karena memutuskan menyusui juga ada resiko yang lain, yaitu PD yang berubah.

❓Payudara berubah karena menyusui?


Ya, tampaknya memang seperti itu. Padahal menurut para ahli, hal ini terjadi karena proses kehamilan. 

Awalnya, saya terkejut luar byazah begitu menemui kalau aset yang saya bangga-banggakan (sama suami doang sih hahahaha) berubah menjadi nggak secantik saat bujang. 

Periode kehamilan membuatnya membesar sampai ada stretch mark yang bermunculan di beberapa tempat. Belum lagi disambung dengan periode menyusui yang membuatnya lagi-lagi 'bekerja keras' dengan memproduksi, menampung ASI plus jadi 'botol dot' khusus bayi.

Jangan ditanya bagaimana lah. Kalau menilainya dengan kacamata duniawi, maka kata 'memprihatinkan' adalah kata-kata yang pas. 

Jauh sekali bedanya dengan yang sebelumnya 11-12 sama model-model Victoria Secret. LOL

(Maaf, kali ini prinsip no pic sama dengan hoax nggak berlaku yaaa :p)

Tapi disatu sisi, kalau melihat anak yang ceria, nggak gampang sakit, yang selalu berhenti menangis hanya dengan melihat nenen yang disodorkan. Bahagia itu nggak terukur dengan apapun. Rasanya itu bahagiaaaa banget bisa dapat anugerah menjadi seorang Ibu yang bisa menyusui.

Lupakan soal estetika tubuh. Lupakan soal perut yang masih saja besar dan sedikit menggelambir meski sudah diikat stagen. Juga lupakan soal payudara sedikit menggantung, stretch mark bertebaran disana-sini. 

Ah, dulu saya mah masa bodo. Karena nggak tahu.

Sampai akhirnya (entah di bulan keberapa) saya bertemu dengan cermin full badan dan terkejut begitu menemukan banyaknya kekurangan yang membuat saya lumayan sedih. 

Hei, ternyata saya memang wanita biasa... 

Saya juga ingin tampil menarik, paling tidak untuk satu orang saja.

***

Hasrat untuk perawatan payudara saya tahan-tahan sampai saya lunas dua tahun menyusui Syuna. Dan hingga saat itu tiba, saya mengumpulkan informasi tentang rekontruksi (??) bagaimana merawat payudara yang kendor sesudah selesai menyusui.

Eh iya, kendor. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Kata-kata ini paling pas menggambarkan keadaan saya saat itu, terutama untuk wilayah perut dan dada. Duh, pen nangis deh jadinya kalau ingat waktu itu. 



Umumnya, permasalahan payudara sesudah menyusui adalah:


πŸ’”Kendor, nggak simetris, ada stretch mark juga.


Ya, mungkin inilah yang mereka -para perempuan itu- hindari kemunculannya.

Tapi, Sebelum berpasrah diri dengan keadaan yang kejam ini (tsaaaahh), harusnya kita ikhtiar dulu dong ya?

Saya fikir alangkah baiknya kalau kita usaha dulu pelan-pelan. Saya yakin nggak sendirian mengalami hal begini. Ada banyak perempuan menikah dan juga single yang mengalami hal serupa.

Stretch mark ini saya dapatkan sebagian juga mulai dari single karena perubahan berat badan yang drastis dari kutilang (kurus tinggi langsing), menuju berbadan bongsor (yang nggak punya S line apapun sampai dipanggil batang rumbia -_-), lalu 9 bulan kehamilan dan 2 tahun masa menyusui hingga kemudian turun lagi puluhan kilo seperti bentuk tubuh yang sekarang.

Nah, kali ini saya pengen sharing tentang beberapa hal yang saya lakukan untuk merawat payudara sesudah selesai menyusui. Cara-cara ini kalau buat saya sih lumayan ampuh. 

Saya nggak menjamin hasilnya sama dengan semua orang dan juga efeknya bakalan instan, ya?

Soalnya saya pribadi menghabiskan berbulan-bulan untuk bisa mendapatkan hasil yang saya mau. Dan sebisa mungkin konsisten agar hasilnya bisa maksimal.

☘️Intinya,  ada 3 tindakan untuk memperbaiki bentuk payudara sesudah menyusui :


1. Supplement.
2. Pijat
3. Memakai bra yang Tepat.

                  ✨Supplement




Kalau membaca dari beberapa website luar, maka ada banyak herbs yang bisa digunakan untuk membantu proyek boobs ini. Mulai dari yang cara kerjanya pelan seperti Fenugreek, sampai dengan yang cepet dan hormonal macam Pueraria mirifica (PM) yang biasanya dipakai transgender Thailand.

Yang mana yang paling baik?


Kalau buat saya sih, pilihan jatuh ke Fenugreek karena beberapa pertimbangan. Misalnya karena tingkat keamanannya lebih terjamin (jika dikonsumsi sesuai dengan dosis). Nggak bersifat hormonal, khasiat lainnya buat tubuh juga gede. 

Nilai plus, Fenugreek termasuk dalam Thibbun Nabawi (salah satu herbal pengobatan Rasul dan ada haditsnya). πŸ˜„

Tapi, awalnya saya minum Fenugreek ini bukan karena untuk merawat payudara loh. Saat menyusui saya juga udah minum ini sebagai suplemen pelancar ASI karena efeknya yang juga sebagai laktagoga. Dan begitu tau efeknya secara lengkap. Ya mending kita lanjuuuuut. Hahaha

Untuk merk kapsul Fenugreek yang digunakan saya nggak begitu peduli, asalkan cangkangnya halal dan juga kualitasnya terjamin dengan adanya izin produksi. Ya ayo aja. 

Mau numbuk sendiri? boleh juga, kalau mau praktis bisa menggunakan grinder yang biasanya ada di blender. Dulu saya nanya di toko herbal harga Fenugreek sekitar 40ribu per setengah kilo. Kayaknya sih bakalan saving banyak kalau bikin sendiri...
(Mental emak-emak, nyari yang murce :P)
(Note: saya nanya sekitar 3-5tahun yang lalu) 

Ada beberapa pilihan yang beredar di pasaran, kalau untuk produk drugstore, ada Nature's Way Fenugreek. Kalau untuk produk lokal, ada banyak pilihan, saya kemarin pakai yang merk Mabruuk. Belinya online di tokped bareng perintilan ASIP


Fenugreek/hulbah ini bikin jerawatan nggak?


Buat saya sih ya, nggak ada jerawat yang berarti.

Tapi kulit saya emang bukan tipe yang gampang jerawatan sih, kecuali lagi periods. Jadi efeknya mungkin berbeda dengan orang lain ya?

Efeknya low banget, untuk membesarkan buat saya nggak ada hasil yang signifikan, katanya sih, untuk Fenugreek emang harus di double sama yang lain kalau untuk tujuan itu. Tapi karena efek firmingnya dapat, menurut saya oke lah. Toh tujuan awal dan utama untuk meningkatkan kualitas ASI. 

Warning ya, herbal ini baunya lumayan kuat. Jadi kalau hidungnya sensitif sepertinya akan kurang cocok. Mungkin bisa mencari alternatif yang lain. 

Nah, Selain hulbah atau fenugreek juga ada suplemen berbahan herbal lainnya, misalnya... 

Susu Jahe.


Oke, dari forum yang saya ikuti katanya sih ini juga salah satu cara herbal yang bisa membantu untuk enchance bentuk payudara. Kalau secara teori sih saya masih belum dapet apa hubungan dan bagaimana cara kerjanya. Saya juga masih belum pernah coba. Yang pernah saya jajal hanya susu Kurma karena dulu pernah menyusui sambil berpuasa.

Bunga Turi


Nah, untuk jenis bunga yang satu ini biasanya umum ditemukan pada lalapan, apalagi di Jawa. Tapi kalau buat saya di Kalimantan masih kurang dikenal. Biasanya sih dipakai untuk hiasan pekarangan saja. Kalau di lingkunganmu banyak bunga ini, kamu boleh coba deh bikin lalapan atau diolah jadi apa gitu. Hehe

                      ✨Pijatan



Secara logika, biasanya yang namanya pijatan akan membantu melancarkan sirkulasi darah. Tapi ternyata bukan cuma itu, pijatan pada area PD juga berfungsi unik, yakni bisa untuk menstimulasi lemak dada. Dari informasi yang aku coba kumpulkan di Internet salah satunya adalah Fat Brushing". Jadi kita "memindahkan" lemak dari bagian badan lain ke area boobs. 

Konon katanya menggunakan cara ini bisa menaikkan sampai 3 cup! Bohong sekali kalau tidak tertarik. Hahaha. Cara kerjanya mirip sama dry brushing, tapi difokuskan pada menghimpun lemak dan mengumpulkannya pada titik yang diinginkan. 

Selain itu ada juga tentang teknik "chiyomilk", nah kalau teknik yang satu ini kita bisa menemukannya di youtube, saya nggak ketemu gambarnya, jadi untuk gerakannya, teman-teman bisa cari langsung di Youtube yaa. 

(Ini aku dapatkan saat main-main ke laman Female Daily)

             ✨Pemakaian Bra yang Tepat dan Benar




Nah, untuk bra awalnya sempat pengen nyobain Elling Bra karena menurut klaimnya dia ini bra yang dirancang buat memperbaiki ukuran yang jomplang dan membuat payudara jadi full lagi. Tapi karena harganya yang lumayan (paketan 1 set isi 2 bra harganya kurang lebih 600rb) plus nggak ada juga konternya di Kalimantan Selatan waktu itu, jadi saya nggak memakai bra satu ini. 

Sebagai gantinya saya memakai bra yang bisa didapatkan di pasar dekat rumah saja, bra merk China yang harganya terjangkau kocek sejuta umat, 40ribuan. Saya pilih yang band-nya besar supaya bisa sekalian menarik 'lemak' dari badan ke dada. So far cukup membantu supaya nggak bleber. Hehe. Dulu 2015, bra menyusui belum terlalu umum jadi sulit dicari dan harganya pun lumayan.

Selain bra biasa, saya juga membeli bra yang lebih premium untuk spesial occasion. Waktu itu suami membelikan yang merk Fiori. Hmm... Memang untuk efeknya, harga memang ada pengaruhnya sih. Tapi intinya, pokoknya kita harus memakai bra yang sesuai dengan ukuran. 


                    ✨Olahraga



Nah, untuk poin yang satu ini saya kurang rajin. Padahal katanya malah ngefek banget. Saya baca-baca Squat bagus buat memperbaiki ukuran pantat yang tepos. (Uhuk!) 

Kalau untuk olahraga yang membantu payudara kencang dan berisi justru lebih mudah lagi, hanya perlu tekad dan telaten, yoga mat dan juga beban angkatan. Untuk gerakan yang dilakukan bisa ngintip pic di atas. Hasilnya bisa dilihat dalam hitungan bulan. Jadi kalau baru tiga hari jangan ngarep langsung seksi ya. Memang harus telaten.  Semangat untuk kita semuaa.. 
*menulis tiga kalimat ini karena juga ngarep hasil yang instan. πŸ’ͺπŸ’ͺ

Btw tidak semua olahraga bisa membantu buat nge-shape badan ya, untuk beberapa olahraga justru bisa membuat dada semakin ramping. Jadi sebelumnya memang harus dicari tahu dulu efek dari olahraga yang dilakukan. 

KESIMPULAN

Tidak ada kerjakeras yang mengkhianati hasil. So, mungkin untuk mencapai hasil akan melewati perjalanan terjal (Tsaaah wkw) tapi karena dariku pribadi juga sudah mencoba dan melihat hasilnya, akhirnya tulisan ini resmi terbit. Emang, nggak langsung jadi seperti Ariel Tatum, tapi sudah jauuuh lebih baik daripada waktu si kecil lulus ASI kemarin. Jadi para emak, dont give up! Yuk olahraga!