Monday, February 25, 2019

Daftar Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Naik Bus Bersama Anak Balita


Assalamualaikum :)

Siapa disini yang nggak kenal dengan kartun asal negeri ginseng, Tayo The Little Bus?

Wah, pasti semuanya tau kan? apalagi emak-emak, biasanya pasti kenal nih dengan kartun yang satu ini :D

Sejak Tayo menjadi salah satu kartun anak yang paling populer, anak saya pun juga nggak ketinggalan ikut menonton dan menggandrunginya. Dia bahkan sudah hafal nama-nama bus yang ada di kartun itu berdasarkan warnanya, yang kuning namanya A, yang merah namanya B, dan seterusnya. Biasanya saya yang sering ketuker, dia nggak. Efeknya lumayan bagus ya, soalnya bisa sekalian belajar. Hehe 

Selain soal warna bus, efek menonton kartun Tayo adalah Nuy jadi suka heboh kalau melihat bus lewat! 

Yep, setiap Syuna bertemu dengan bus, dia pasti langsung mencari-cari saya untuk memberi tahu kalau ada bus (Tayo) yang lewat. Matanya yang berbinar-binar setiap melihat bus membuat saya dan Abah mulai berfikir untuk mengajaknya berlibur nanti dengan menaiki bus. Pasti pengalaman itu akan menjadi sangat menyenangkan buat Syuna.

Nah, meskipun rencananya sendiri masih lama (kemungkinan bisa free nanti saat akhir tahun saat kuliah Abah sudah selesai), persiapan harus saya bikin mulai sekarang. Maklum lah, kan soalnya nanti perjalanannya bersama anak kecil, jadi harus ngasih effort persiapan yang lebih banyak. Berbeda jauh dengan saat masih bujangan yang bisa packing 1 jam sebelum berangkat. 😬

Untuk persiapan naik bus sendiri saya sudah merangkum poin-poin penting dari beberapa artikel yang ada di website Detik Travel. Berikut daftarnya yang saya buat:

1. Sounding Anak Agar Perjalanan Lancar  Tanpa Drama. 

Anak-anak adalah makhluk yang sensitif, jadi jika tiba-tiba berada di wilayah yang asing baginya, mereka bisa rewel. Makanya penting banget sebelum berangkat kita komunikasikan dulu dengan anak kalau kita tuh mau berangkat kesini, bareng Mama sama Abah, nanti berangkatnya naik ini, terus di lokasi tujuan nanti ada ini.

Sebelum jalan-jalan, anak juga harus dalam kondisi sehat dan ceria ya! ^^ 

Biasanya pas saya ngomong poin ini sama Syuna, dia pasti excited sampai melompat-lompat. Terus kalau sudah begitu, pas hari H bakalan mudah diajak negosiasi. Beda jauh dengan yang perjalanan yang berangkatnya mendadak, kadang bisa rewel ditengah jalan. Huhu.

Baca juga: Persiapan Naik Pesawat Membawa Anak Usia 6 bulan, 2 Tahun, dan 10 Tahun.

Selain sounding, sekalian juga mengajari anak do'a sebelum memulai perjalanan agar nanti mendapatkan kelancaran. Kalau bisa hal ini dibuat jadi kebiasaan, nggak perlu ribet-ribet, cukup membaca basmalah dan juga melangkah keluar rumah dengan kaki sebelah kanan.

2. Pilih Waktu  Terbaik dan Alat Transportasi yang Paling Nyaman untuk Liburan. 

Saya sendiri sudah fix banget memutuskan untuk menaiki bus membawa Syuna, setelah sebelumnya pernah berencana liburan bersama naik kereta ke Yogya dan batal karena kesibukan Abah, saya jadi bertekad kalau yang ini tuh harus kesempatan. 

Soalnya udah terlanjur ngasih janji sama Syuna juga, kalau nanti kalau Abah selesai kuliah bakalan jalan-jalan naik Tayo. Yah, nanti jambu sama anak sendiri kan nggak lucu, Esmeralda. πŸ˜‚✌️

Oke, kalau waktu dan alat transportasi sudah kita pertimbangkan dengan matang, langsung saja dipesan ya tiketnya, misalnya dengan Litha & Co Traveloka, kita bisa checkout tiket beberapa hari sebelum hari H agar tidak terburu-buru menjelang hari H.

Kalau kebetulan memilih berangat di malam hari karena membawa anak-anak, usahakan untuk sedikit meminimalisir jam tidur siangnya agar porsi waktu yang dipakai untuk tidur siang bisa dialihkan ke jam tidur malam hari. Tujuannya agar perjalanan bisa menjadi lebih tenang karena anak tidak terjaga di  saat malam. Atau bisa juga sengaja berangkat siang kalau ingin mengajak anak menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. Opsi ini bisa dibuat sesuai dengan kebutuhan. ^^

3. Memilih Tempat Duduk Paling Strategis

Nah, lebih rinci lagi, saatnya memilih tepat duduk kita sekeluarga nanti. Kalau soal naik bus sendiri, saya punya beberapa pengalaman pribadi saat studytour SMK dan kuliah. Ini tips dari saya:

🌷Kalau menaiki bus yang ber-AC, usahakan untuk duduk sedikit lebih jauh dari hembusan AC agar tidak kedinginan.

Apalagi kalau bawa anak kecil ya, ini penting! 😁

Dulu saya pernah naik bus yang AC-nya tuh nggak nyantai dinginnya, sampai malam itu di perjalanan berasa mau beku, padahal sudah pakai kaus kaki plus selimut. Saya akui sayamemang lemah dengan cuaca dingin, tapi ternyata teman-teman yang satu bus pun hampir semuanya juga merasa begitu, eh ternyata pas stop dan diperiksa, volume dingin AC-nya tuh rendaaah banget, plus kami ada di kawasan pegunungan. Pantesan aja berasa ditiupin salju.  hahaha πŸ˜‚

Jadi ya itu ya, jaga jarak sedikit dengan AC. Kecuali kamu dan anak emang suka dingin, ya nggak masalah. πŸ˜‰

🌷 Duduk di Dekat Jendela 

Yang ini tujuannya supaya bisa leluasa melihat pemandangan, plus anak-anak juga nggak mudah langsung lari. bisa duduk berdampingan dengan suami juga. Resikonya emang susah keluar sih karena letaknya di dalam. Tapi kalau saya pribadi lebih suka posisi dekat jendela.

🌷 Posisi Ditengah-tengah 

Maksudnya posisi ditengah-tengah disini tuh, kita nggak duduk paling depan atau paling belakang, alias nggak duduk di area atas ban. Selain untuk meminimalisir goncangan yang lebih terasa di tempat duduk depan dan juga belakang, posisi ini juga pasti akan lebih jauh dari WC dan baunya (kalau ada WC-nya) dan juga nggak rempong bersinggungan dengan lalu lintas penumpang lainnya yang naik turun. 

4. Membuat Daftar Agar Bisa check list Dulu Sebelum Berangkat. 

🌸Minyak kayu putih/ minyak angin/ minyak telon adalah essential item yang  menurut saya wajib dibawa selama perjalanan, selain berguna untuk meredakan masuk angin, juga bisa mencegah mual. 

Kalau perjalanan bakalan jauh/berangin, bisa juga langsung tempelin koyo di perut supaya nggak mudah mual, tips ini saya dapat guide pas naik bus di Lombok dan beneran ampuh, saya nggak ada muntah sama sekali selama perjalanan, padahal pagi-siang-malam naik bis terus. 😁

🌼Minum obat anti mabuk perjalanan sebelum berangkat sesuai dengan kebutuhan ya, ada yang untuk anak dan ada juga yang untuk dewasa. 

Kalau saya pribadi juga siap sedia minuman herbal sachet untuk stok suplemen tambahan supaya badan tetap fit.

🌸Barang anak harus lengkap supaya si kecil nggak cepat bosan. Pertama, sediakan camilan misalnya roti atau biskuit dan juga air mineral, kalau naik taksi biasanya saya nggak memilih susu UHT karena katanya bisa bikin anak mual. (Bener nggak sih?). πŸ€” 

Tapi kadang saya tetap stok susu UHT yang paling kecil beberapa biji, buat persiapan minuman kalau sudah sampai di tujuan nanti.

Baca juga: Destinasi Asyik Liburan di Kalimantan Selatan

🌼 Bawa popok/clodi/bag, ini kalau anaknya masih belum toilet training ya... πŸ˜‰

🌸Bawa plastik kresek kecil, nah yang ini juga nggak kalah penting karena bisa dipakai buat macem-macem, bisa buat wadah darurat kalau mual, bisa buat membungkus popok yang sudah dipakai juga.

Asalkan buangnya ke tempat yang seharusnya, ya no problem.

Travelling bertiga pernah nekat cuma bawa satu tas!

🌱 Sedia baju ganti, minimal satu pasang karena nggak ada jaminan baju anak akan bersih sampai tujuan :))) Yah paham sendirilah kalau makan bisa bleberan, minum juga. Jadi satu baju aja pas bepergian sama anak itu rasanya kurang aja. Apalagi kalau masih di bawah usia 2 tahun. Wow lah.

Selain baju, jangan lupa membawa tisu dan juga handuk kecil untuk persiapan cuci-cuci ke belakang. Anak juga lebih baik dipakaikan jaket dan kaos kaki lebih dahulu agar tidak kedinginan ya! 

πŸ’ Siapkan mainan favorit yang bisa membuat anak sibuk dan atau boneka/bantal yang sering dipeluk saat tidur agar anak tetap bisa istirahat dan juga bermain meskipun sedang berada di perjalanan. 

Tak lupa siap sedia offline video youtube favorit anak untuk jurus terakhir kalau sudah kepepet. Hahaha.

Kalau rajin bisa membawa buku cerita anak atau busy book, memang agak repot sih pasti.  😁

5. Persiapan Parents Juga Harus Sebaik Mungkin! 

✔️ Nah, soal menyusun barang supaya efektif nih, barang yang akan dipakai nanti saat sampai sebaiknya disusun di tas bagian bawah, sedangkan barang kemungkinan besar akan dipakai selama perjalanan ditaruh di depan atau di paling atas.

✔️ Kalau perlu, sediakan satu space tas yang khusus untuk menyimpan barang yang penting dan akan digunakan saat berada di perjalanan nanti. Isinya misal kartu KTP, kartu ATM, dan juga uang tunai.

✔️ Ini juga penting buat yang sering molor kalau terkena hembusan angin, masker untuk tidur! :D

Buat jaga-jaga, siapa tau wajah nggak bisa dikontrol saat tidur terus ada yang iseng mengambil gambar. HAHAHA

Contoh si Abah yang waspada XD

✔️ Terakhir, jangan lupa sebelum berangkat harus charging baterai smartphone sampai penuh supaya nggak mati gaya di tengah jalan. Jangan lupa juga membawa powerbank untuk berjaga-jaga siapa tahu baterai tiba-tiba drop.

Saya pribadi sih kalau nggak lagi memakai smartphone bisa menonaktifkan sambungan data atau mengaktifkan fitur mode pesawat sekalian supaya pemakaian baterai jadi irit. πŸ˜†

Terakhir, jangan lupa sebelum berangkat siapkan atau offline dulu lagu favorit pilihanmu di aplikasi pemutar lagu kesayangan.

Udah deh, siap berangkat! 😎

🚌 🚌 🚌 

Sepertinya list diatas sudah cukup sebagai persiapan dasar saya naik bus bersama keluarga akhir tahun nanti nih.

Teman-teman ada punya tips lain sebelum naik bus bersama anak kecil? Boleh banget lho sharing disini!
Monday, February 04, 2019

[REVIEW] Drakor Sky Castle: Drama Dengan Rating Tertinggi Sepanjang Sejarah Korea


SKY Castle: Drama Korea dengan rating 23,78%, tertinggi sepanjang Sejarah!

Siapa coba yang nggak penasaran dengan drakor SKY Castle sehabis membaca fakta dibalik episode terakhirnya itu?

Kalau saya sih penasaran. Kemarin saya masih bisa tahan-tahan buat nggak nonton karena saya kira dramanya itu nggak menarik, dan saya justru lebih memilih sibuk memandang-mandang akting kerennya Ha Seon dan King Lee Hun alias Yeo Jin Goo di drama Crowned Clown.


Habisnya, kesan pertama saat pertama kali melihat teasernya di Viu kemarin itu kok si SKY Castle ini sama sekali nggak menimbulkan rasa penasaran ya? πŸ€”

Hanya menampilkan seorang Ibu-ibu sosialita berambut cepak dari kalangan atas yang sedang mempersiapkan perjamuan makan mewah bersama pelayan, terus nggak lama tamunya datang, pintu dibuka dan tamu pun dipersilakan masuk.

Udah, gitu aja.

Serius, waktu itu saya berpikir mencet nyobain nonton satu episode pun nggak. πŸ˜‚πŸ˜‚



Tapi setelah SKY Castle mulai airing beberapa episode, perlahan tapi pasti drama ini pun semakin populer. Episode pertama memang hanya meraup rating 1,7%, tapi kemudian naik ke angka 7,4% di episode ke-4, dan terus naik hingga puncaknya di final episode dengan rating 23,78%, mengalahkan Goblin dan Reply 1988.

Hal ini luar biasa jika mengingat SKY Castle ditayangkankan di TV kabel, bukan TV umum, sehingga daya jangkaunya cenderung lebih sempit. Tanpa melibatkan pemeran yang punya nama besar, dan bahkan tidak terlalu dipublikasikan oleh JBTC selaku stasiun yang menyiarkannya. SKY Castle membuktikan kualitasnya episode demi episode. 

Sekilas Tentang SKY Castle


Oke, sedikit tentang backgroundnya ya...

Drama ini menceritakan tentang 4 keluarga yang hidup bertetangga di sebuah kawasan elit yang bernama SKY Castle. Bukan King Castle Terius ya... 


Sekilas, hubungan antar keluarga ini nampak harmonis dan baik-baik saja, namun sebenarnya setiap keluarga memiliki ambisinya masing-masing, diantaranya adalah untuk menjadikan putra-putrinya yang terbaik dalam urusan apapun, terutama urusan sekolah..

Kalau orangtuanya dokter lulusan UNS, artinya ya anaknya minimal juga harus begitu. Nggak ada kata tapi-tapian. HARUS BEGITU. 

Dengan dukungan finansial yang ada, para orangtua ini pun bersaing dengan berbagai cara agar anaknya bisa masuk ke universitas ternama. Anak-anaknya juga tentu saja dituntut untuk mengikuti kemauan orang tuanya, tidak peduli suka atau tidak. πŸ™

Di drama ini dikisahkan ada anak-anak yang bisa mewujudkan mimpi orangnya dan ada juga yang tidak. 

Benarkah yang kita anggap baik adalah yang terbaik? Yakinkah?

Drama ini punya gambaran jawaban pertanyaan-pertanyaan itu. 




Apa yang membuat drama ini spesial?
 

Baik, pertama-tama karena ratingnya yang tinggi itu diperoleh saat ditayangkan di negara asalnya, Korea Selatan. Maka pastinya hal ini berhubungan dengan selera masyarakat dan gaya hidup disana.

Seperti yang kita ketahui, karena standarnya yang tinggi maka pendidikan di Korea Selatan tergolong ketat, persaingannya juga intens dan sangat sulit. Yep, benar-benar sangat sulit sehingga cukup banyak siswa-siswinya yang bunuh diri karena stress. πŸ™

Kerasnya dunia pendidikan yang sehari-hari mereka hadapi itu pun dituangkan ke dalam sebuah drama satir keluarga yang mengangkat tema persaingan akademis dan ambisi para orang tua.

Ya, menurut saya drama ini menarik karena ide cerita yang diangkat sangat tidak biasa. Ditengah gempuran drama-drama bertemakan romance, SKY Castle berani tampil beda dengan mengusung tema yang agak sensitif. Namun ternyata tema ini justru digandrungi oleh masyarakat disana karena menyentil fakta pendidikan yang ada.

🌸 Konon, kata 'SKY' yang ada di judul drama ini pun merupakan akronim dari 3 Universitas top Korea Selatan, yaitu Seoul National University (S) , Korean University (K), dan Yonsei University (Y).

Wah, jadi jelas sekali ya ini tuh tentang persaingan akademik? 😬


Untuk tema ini, kalau dipikir-pikir lagi, masalah ambisi orang tua yang bertentangan dengan mimpi anak-remaja memang adalah masalah universal, artinya, drama ini tentu saja nggak cuma cocok dengan masyarakat Korea, tapi di Indonesia dan negara lainnya karena toh kita masih bisa relate sedikit-sedikit ceritanya. Hehe


Tentang pemeran.....


Pemerannya sendiri sama sekali nggak ada yang saya kenali, beda dengan Memories of Alhambra, Encounter, atau Cleaning with Passion For Now yang punya tokoh terkenal didalamnya. Drakor ini saya tonton pure karena menarik (dan awalnya karena rating yang naik dengan stabil), bukan karena tampang pemerannya. Hoho


Jujur, di 3/4 episode pertama saya menyukai emaknya Ye Suh, Seo Jin, karena karakternya yang tangguh dan juga bertekad kuat agar putri-putrinya memiliki pendidikan yang baik dan hidup yang lebih nyaman. Menurut saya hal ini pasti bisa dirasakan oleh setiap Emak. Tapi, di episode berikutnya rasa suka itu pun memudar karena berbagai hal.

Entah ya, drama ini menurut saya agak abu-abu, nggak ada tokoh yang 100% tidak punya salah. Namun justru karena hal itulah drama ini terasa 'nyata' di kehidupan sehari-hari.

OST "We All Lie" seperti benar-benar menggambarkan isinya secara keseluruhan.



Selain itu semua pemeran juga menghayati perannya masing-masing. Terutama Tutor Kim Joo Young yang aktingnya benar-benar cadassss hahaha. Saya nggak punya kritik lah selain dua jempol.

*mudah puas* πŸ˜‚

Apa yang Kita Dapat dari Drama SKY Castle? 

IMHO, Drama ini tuh penuh dengan banyak banget pesan moral. Salah satunya adalah sebagai orang tua, tugas kita memahami bahwa setiap anak kita spesial, mereka memiliki mimpi dan harapan untuk masa depan mereka sendiri. Karenanya, mengarahkan dan membimbing anak-anak kita menuju goals adalah peran terbaik yang bisa kita jalani. Anak bukan robot yang bisa kita program seenak jidat untuk memenuhi ambisi masa muda kita yang nggak kesampaian. 

Jadi ya woles saja, target penting, tapi kewarasan keluarga juga penting. Jangan lupa untuk hidup dengan balance, hindari bersikap lebay cirambay seperti emaknya Young Jae yang melarang anaknya tidur dan nyuruh-nyuruh belajar teros hanya karena peringkat dua.

Inga-inga-ting! πŸ˜‰



Selain itu, dari sini saya tuh baru tau kalau tutor di Korea itu mehongnya selangit. Hahaha. Dan ortunya  juga sungguh-sungguh menabung khusus  untuk pendidikan anaknya, bahkan privat intensif sejak masuk SMA. Kalau disini kan biasanya pas sudah masuk kelas 3 baru privat, Korea memang nggak tanggung-tanggung ya 😐

Ingat nggak percakapan 2 ibu-ibu lainnya yang ikut acara tutor top dari bank dan memilih angkanya tutor Kim Joo Young? Salah satunya bilang kalau dia sengaja menabung seharga satu gedung agar bisa tutor anaknya masuk universitas bergengsi.

Saya tuh langsung geleng-geleng kepala, auto mikirin biaya sekolah Nuy 10-15 tahun lagi, dan kemudian pusing sendiri.  Seharga gedung itu berapa M yak. πŸ˜‚



Kesimpulan


Yang namanya selera mungkin beda-beda ya, menurut sudut pandang saya sih secara keseluruhan (89%) memang bagus, namun agak janggal di bagian endingnya. Mungkin karena naskahnya yang sempat bocor di internet? Atau karena di extend dari 16 episode ke 20 episode? πŸ€”

Entahlah, yang jelas tetap saja alur drama ini sangat bagus dan memberi impresi yang kuat pada penonton. Ada beberapa plot yang nggak saya sangka-sangka disuguhkan. Soal endingnya ya akhirnya rapopo lah. Yang penting semua senang~

Apakah drama ini saya direkomendasikan?


Ya, kalau suka atau lagi pengen nonton Drama Satir yang cukup panjang bertema keluarga dan pendidikan (20 episode doang, tenaaang) atau sudah berkeluarga dan punya anak yang sekolah SMP SMA atau Kuliah terus kepengen tahu tips belajar dari tutor no. 1 di Korea, tonton gih. Tapi karena drama ini juga menyentil sisi psikologis, hati-hati ya karena ada kasus yang dituding terinspirasi dari drama ini. 

Akhirul kalam, ambil positifnya, buang negatifnya. Selamat menonton! 

Bonus:



Saturday, February 02, 2019

Rekomendasi Buku untuk Ibu: Buku yang Saya Baca Agar Bersemangat Kembali!


Merasa capek sesudah seharian mengurus rumah dan anak? Oh, itu manusiawi banget!
(Mama Syuna, 24 tahun)

Menyesuaikan diri menjadi FTM alias Full Time Mom yang selama 24 jam mengurus rumah tangga setelah sebelumnya menjadi seorang working mom benar-benar membuatku melalui banyak sekali perjalanan emosi. Gimana nggak? memulai bekerja diumur belum genap 18 tahun [kerjanya sambil kuliah] dan kemudian resign saat produktif di usia 22 tahun, saat teman-temanku satu almamater SMK baru saja mulai memulai kariernya sesuai lulus kuliah profesi membuatku sempat mengalami sejenis post power syndrome ringan.

Biasanya sibuk kesana kemari, sekarang ngemong anak di rumah. 

Kebayang nggak sih?

Yang dulunya lincah senin-jum'at kejar setoran jadi pemain tunggal di klinik, dan sabtu-minggunya duduk manis jam 8 pagi sampai 5 sore di kampus, sekarang malah 24 jam di rumah. Bareng satu anak kecil pula. Kalau kata anak-anak zaman sekarang tuh: "tidak semudah itu, Ferguso!"

Yep, memang hampir tidak ada adaptasi yang mudah. Meskipun awalnya tentu saja hati merasa senang karena bisa ongkang-ongkang kaki sesuka hati kalau pekerjaan rumah sudah selesai. (nggak selesai pun bisa santai sih, sebenarnya.  πŸ˜›). Saya juga puas karena bisa menangani  seluruh hal yang berkaitan dengan anak menggunakan tangan saya sendiri. Nggak ada lagi tuntutan ini-itu seperti di tempat kerja. Yah, zona nyaman lah pokoknya. 
Asli sih, nyaman banget. 

Tapi semakin lama menjalaninya, yang namanya perasaan jenuh itu memang tidak bisa dihindari. Kalau sudah jenuh tuh semuanya rasanya serba salah. 

Nah, untuk mengatasi rasa jenuh ini kadang saya melakukan beberapa aktivitas yang bisa bikin pikiran jadi fresh lagi. Kalau dana, waktu, dan kesempatan tersedia, biasanya saya akan pergi travelling. Tapi, berhubung sekarang partner buat travelling itu lagi nun jauh dimato, jadinya saya lebih banyak membaca buku saja di rumah. 

Nah, di post kali ini saya pengen sharing beberapa buku 'bergizi' yang biasanya jadi obat untuk mengembalikan semangat saya kembali.

Oke, langsung saja ya ke buku pertama! 

#1 | A GIFT - BUNDA KASKA


Buku bunda kaska


Saya suka banget sama buku A Gift ini, tulisannya tuh ringan dan bijak tapi nggak menggurui sama sekali, jadinya enak banget buat dibaca dan dicerna. Bahkan sesudah hari yang memusingkan kepala. Tulisan ini Bunda Kaska seperti air hangat yang dituangkan diatas bongkahan es. 

Bikin nyesss!

Buku A Gift ini sendiri merupakan kumpulan status Facebook Bunda Kaska yang sudah dirangkum. Cakupannya luas, namun kebanyakan adalah nasehat yang nyambung dengan kehidupan sehari-hari para Ibu, makanya saya sendiri sebagai Ibu-ibu bisa related dengan beberapa tulisannya

#2 | 5 GURU KECILKU - KIKI BARKIAH


Buku Kiki barkiah

Guru kecil, yap, saya setuju dengan istilah yang digunakan oleh teh Kiki. Sehabis punya anak, saya menyadari banget lho, kalau kita yang orang dewasa ini justru sering 'diajari' oleh anak-anak kita, yang notabene masih kecil-kecil. 

Diajari apa? 

Diajari ketulusan hati, belajar tidak menyerah, belajar selalu haus ilmu, belajar ini, belajar itu, belajar banyaaak sekali. 

Di buku ini, banyak momentum selama membesarkan anak dicatat dan digali hikmahnya oleh Teh Kiki. Terkadang membacanya suka membuat saya merasa malu karena saya di beberapa kesempatan masih sering jadi ortu jahiliyah. 😞

#3 | SUDAHKAH AKU JADI ORANGTUA SHALIH - ABAH IHSAN


Buku abah ihsan

Menurut saya, buku ini tuh super-super-super rekomended buat para orang tua Millennials. πŸ˜‹

Yang mengaku sayang anak, 
Yang pengen jadi ortu terbaik buat anak-anaknya, 
Yang pengen mendisiplinkan anaknya, cuoocok banget membaca buru-buru karya Abah Ihsan.  Tulisan beliau itu aplikatif dan nggak 'bahasa teori' yang njelimet pakai istilah ini itu,  pemilihan katanya juga enak dan 'terbuka', jadi membacanya nggak bikin bosen. Mungkin karena Abah Ihsan juga menerapkan sistem yang beliau tulis terhadap anak-anaknya, jadi beliau sudah tau seluk beluknya. 

Oh iya, Buku 'Sudahkah Aku Menjadi Orangtua Shaleh? " merupakan salah satu buku parenting yang pertama kali saya baca. Tulisan beliau di buku ini saya akui 'menampar' egoisme kita sebagai orang tua, sekaligus 'memaksa' kita untuk merenung dan introspeksi agar lebih baik.  

Rasanya pengen aku quote deh semua-semua kata beliau ini. Habis rasanya bener terus. 

Abah Ihsan yang menulis buku ini juga sering mengadakan seminar parenting di seluruh Indonesia loh, tahun 2016 kemarin saya dan Abah pernah mengikuti acara beliau yang digelar di kota Dodol Kandangan. Di luar ekspektasi saya, acaranya muantab poool... Bisa dibilang karena iseng-iseng ikut seminar beliau waktu itulah saya jadi lebih peduli dengan ilmu parenting secara khusus. Nggak rugi bayar, asli. Wah, Saya kayak promosi ya? Hahaha Tapi serius sebagus itu! πŸ‘Œ

Kalau masih belum bisa ikut seminarnya, baca bukunya pun nggak apa. Sama okenya! 

#4 | AWE-INSPIRING ME - DEWI NURAISYAH 


Nah, kalau yang ini saya pernah meminjam bukunya dengan teman,  jadi saya nggak punya foto covernya, silakan di google aja ya. ^^

Buku karangan teteh Dewi Nur Aisyah yang instagram-nya suka saya stalking ini bagus, isinya memberi banyak inspirasi dari perjalanan hidup beliau. Salah satunya bahwa kecerdasan saja tidak pernah cukup dalam hidup ini, kita harus bekerja lebih keras dan juga melibatkan 'Allah' dalam setiap mimpi kita. 

Selain Awe-Inspiring Me, beliau juga menulis buku "Ph.D Parent Stories" yang mana bikin saya mengkhayal: Coba  saya menemukan buku ini di saat sekolah ya? Supaya saya nggak kebanyakan main dan sungguh-sungguh belajar. *jleb*

Semangat karena Allah dari Mbak Aisyah benar-benar pengingat keras, yah, buat saya terlalu keras untuk bisa diabaikan. 

"Karena setiap deklarasi cinta butuh pembuktian, setiap pembuktian adalah kerja sampai akhir. Saat Allah Ψ³ُΨ¨ْΨ­َΨ§Ω†َΩ‡ُ وَ ΨͺَΨΉَΨ§Ω„َΩ‰, membuktikan cinta-Nya pada kita dengan membungkam iblis, membela di depan malaikat, dan menurunkan risalah paling mulia sejagad yang diemban oleh manusia paling agung sepanjang masa... Sementara, kita terlalu sering menggerutu di atas kesabaran dan mendustai di depan rasa syukur... Maka, sampai mana bukti deklarasi cinta kita?"

#5 | PENGEN JADI BAIK - SQU


Komik keluarga dengan tokoh utama baoak-bapak PNS bersama istri dan satu anak laki-lakinya ini benar-benar daily life keluarga muslim. Isinya nggak jauh-jauh dari kegiatan sehari-hari yang kita juga lakukan, tapi disetiap ceritanya ada makna dan pelajaran yang bisa kita serap. 

Buku ok squ pengen jadi baik, djenggoten

Artworknya bagus dan membuat hati terasa 'teduh' saat membacanya. Meski kadang materi yang ingin disampaikan itu berat, tapi berkat gayanya yang ngocol jadinya ya santaiii, maksudnya dapat ditangkap pembaca tanpa harus emosi duluan. Yes! Komik ini kental dengan humor yang membuat kita nggak akan bosan membaca sampai halaman terakhir. Oh iya, sudah terbit 4 volume loh! 

Ayah juga cocok deh baca ini 😁

Nah, buku komik Islami yang kurang lebih sama adem dan ngocolnya adalah 33 Pesan Nabi karangan Vbi Djenggoten. Worth to read juga seperti Pengen Jadi Baik-nya Om Squ. ^^

#6 | PARENTING++ - ELLY RISMAN AND FAMILY 


Siapa sih ortu milennials yang nggak kenal beliau?

Risman dan keluarganya merupakan salah satu figur parenting yang paling berpengaruh di Indonesia (dan bagi saya). Perjuangan beliau mengingatkan orang tua tertuang di buku ini. 

Keluarga Risman membawakan poin parenting dengan menyertakan sumber ayat-ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur'an. Nggak mungkin pake banget saya abai :'(

Salah satu hal yang saya pelajari dari buku-bukunya beliau adalah: Menjadi Orangtua Itu Nggak Mudah.

Perlu persiapan dan bekal ilmu yang banyak untuk bisa mewujudkan anak-anak yang cerdas, bukan hanya secara jasmaninya , namun secara rohani juga terisi dengan nilai keimanan. Semuanya harus kita mulai sedini mungkin, atau istilahnya  beliau itu "mencicil". 

Buku ini berisikan kumpulan artikel yang diambil dari grup Facebook "Parenting with Elly Risman and Family", jadi isinya nggak berupa bab-bab yang panjang, namun tulisan singkat sejumlah 57 artikel. So far, buku ini cocok dibaca untuk Ibu atau Ayah. 

Tahu nggak? Dari 17 ayat yang tersebar di Al-Qur'an, 14 ayat menjelaskan dialog tentang Ayah dan anaknya. Jadi nggak ada alasan untuk Ayah (atau calon ayah) untuk males belajar demi keluarga juga. Ayah juga super rekomended buat membaca buku satu ini. πŸ˜‰

#7 | IBU PROFESSIONAL SERIES


Saya pertama kali membaca buku "Hei, Ini Aku Ibu Professional" saat masa nifas melahirkan Syuna tahun 2015 lalu. Dan dari buku itu merembet ke buku-buku lainnya. Sayang, saya masih belum menamatkan semua serinya, ada seri Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif, Manajemen Gadget, dan Happy Mom. Kalau ada rezeki pengen banget sih beli lagi, soalnya buku terbitan IP ini nih emang sarat dengan ilmu, saya suka! ❤️ 


#7 | HAPPY LITTLE SOUL - RETNO HENING

Nama Retno Hening dalam pikiran saya melekat dengan nama Coro, gara-gara salah satu anaknya, Kirana, yang ngobrol  sama Coro di video instagramnya Mbak Retno. Hehe ^^

Kirana tuh lucuuuuu pake banget, dan cerdas! Tingkahnya yang gemesin itu sering diabadikan sang bunda dalam instagramnya @retnohening. 

Sejak hamil saya tuh seneeeng kepo sama akunnya, rasanya seneng aja gitu melihat si lucu Kirana beraksi. Makanya, saat ibok Retno menerbitkan buku ini, saya memutuskan untuk membaca. Agak telat sih, tapi akhirnya selesai. Hehe


*buku punya ipar πŸ˜„

#7 | BUKU-BUKU BERTEMA PENGELOLAAN UANG 


Nah, setelah 'selesai' dengan diri sendiri. Rekomendasi berikutnya adalah buku tentang manajemen keuangan. 

Secara gitu kan, yang namanya pengelola uang tuh biasanya dipegang kita para istri, apalagi karena saya merasa banget sering jadi tipe 'spend' daripada 'saver', makanya saya harus membaca lebih banyak lagi buku tentang manajemen uang. 

Supaya apa? Supaya sadar diri kalau nggak boleh boros-boros tentunya  πŸ˜‚

Buku Prita Ghozie dan finansial

Selain buku itu, saya juga merekomendasikan buku dari Prita Hapsari Ghozie yang sering membahas tentang investasi keuangan. Finansial edukator satu ini selain cantik (awalnya saya kira beliau model wkwk), juga cerdas sekali, ilmu finansialnya tertuang dalam buku karangan beliau, salah satunya adalah Cantik, Gaya, dan Tetap Kaya.

Menarik sekali kan judulnya? Isinya tak kalah menarik loh πŸ˜‰

🌸 🌸 🌸 

Nah, cukup sekian daftar buku yang saya rekomendasikan untuk Ibu diluar sana. Ada yang pernah kamu baca juga? 
Friday, February 01, 2019

10 Tips Untuk Melangsungkan Pernikahan



Menikah itu ibadah, jadi bagi anda yang akan menikah harus meluruskan niat terlebih dahulu bahwa pernikahan ini semata-mata hanya untuk melaksanakan perintah Alloh SWT serta mengikuti Sunnah Rossul. Karena menikah ini suatu momen yang sangat sakral dan besar bagi seseorang, karena mungkin pernikahan ini hanya akan dilakukan sekali dalam seumur hidupnya, tentunya momen pernikahannya tersebut ingin dirayakan dengan sangat berkesan. 

Hal inilah yang membuat seseorang yang akan menikah, terutama bagi perempuan yang biasanya sangat detail dalam memikirkan persiapan acara pernikahannya. Oleh karena itu dalam tulisan kali ini akan mencoba untuk memberikan beberapa tips untuk persiapan pernikahan sebagai berikut :

1. Diskusikan Dengan Keluarga



Pada saat anda memutuskan akan segera menikah, maka sebaiknya anda segera mendiskusikan niat tersebut dengan keluarga. Dalam hal ini tidak ada salahnya anda untuk berkata jujur soal anggaran yang anda beserta pasangan miliki. Dengan begitu siapa tahu ada yang bisa membantu untuk mencari solusinya, misalnya ada salah anggota keluarga anda yang memiliki kenalan seorang fotografer, pembuat kartu undangan, katering, dan lain sebagainya. Yang semua itu tentunya bisa memudahkan dan menghemat budget anda.


2. Buat Daftar Harga Dan Anggaran Biaya



Dalam hal ini anda bisa membuat daftar harga dan anggaran biaya supaya anda bisa lebih fleksibel dalam memilih barang apa saja yang dibutuhkan untuk keperluan pernikahan nanti. Tentunya anda juga tidak boleh memaksakan diri untuk membeli barang-barang yang sifatnya hanya sebagai pelengkap.


3. Tentukan Lokasi Pernikahan



Jika anda akan melangsungkan acara pernikahannya di rumah, tentunya anda bisa menghemat biaya untuk sewa gedung. Akan tetapi jika anda akan mengadakan acara pernikahan di gedung, supaya tidak boros dan menghemat biaya maka sebaiknya anda memilih gedung yang sesuai dengan kapasitas jumlah undangan.


4. Tentukan Jumlah Undangan



Dalam hal ini anda harus memikirkan orang-orang yang diharapkan untuk hadir di pesta pernikahan anda nanti. Karena jika anda hanya akan mengundang keluarga serta sahabat-sahabat dekat saja, katering bisa dilakukan sendiri atau melibatkan keluarga dan para sahabat dekat.


5. Lakukan Acara Prosesi Pernikahan Dalam Satu Hari Saja



Sebaiknya anda melakukan acara prosesi pernikahan dalam satu hari saja. Dimana anda bisa melakukan akda nikah dan resepsi pernikahan pada jam yang berurutan supaya bisa menghemat waktu dan biaya.


6. Beli Bahan Untuk Baju Pernikahan Pada Bulan Maret Dan Juni



Hal ini dilakukan karena pada bulan Maret dan Juni biasanya harga bahan sedang turun. Dan hindari membeli bahan-bahan menjelang hari raya atau hari besar karena pada saat itu harga-harga sedang naik.


7. Pilih Persiapan Pernikahan Dalam Bentuk Paket



Pada saat anda akan menyewa gedung, biasanya mereka akan menawarkan berbagai paket sewa yang anda bisa pilih. Untuk itu sebaiknya anda memilih paket sewa yang sudah mencakup photo, dekorasi, katering, hiburan, bahu penganti, tata rias, danlain sebagainya. Dengan begitu anda bisa menghemat waktu, karena semuanya sudah tertangani.


8. Libatkan Semua Keluarga Dan Sahabat Dekat 



Untuk memeriahkan acara pernikahan, maka anda bisa meminta keluarga dan sahabat dekat untuk bernyanyi pada saat acara resepsi pernikahan digelar. Hal ini dilakukan, selain supaya lebih akrab, juga bisa menghemat biaya anda untuk pengisi acara.


9. Buat Kartu Undangan Yang Unik Dan Menarik



Dalam hal ini sebaiknya anda dan pasangan untuk meluangkan waktu jauh-jauh hari sebelum acara pernikahan untuk membuat contoh undangan pernikahan yang unik dan menarik. Misalnya, anda bisa menyebarkan undangan dengan memanfaatkan media sosial, dan lain sebagainya.


10. Buat Souvenir Yang Unik



Sama halnya dengan undangan, anda juga bisa membuat sendiri souvenir yang unik. Untuk membuat souvenir tersebut, anda bisa mencarinya di internet.


Itulah beberapa hal yang harus kalian perhatikan sebelum mengadakan acara pesta pernikahan.

Custom Post Signature

Custom Post  Signature