Tuesday, August 28, 2018

Pengalaman Memudarkan Strechmark dengan Kopi


[Pengalaman Memudarkan Strechmark dengan Kopi]  Masa-masa dimana aku masih bersekolah di kejuruan farmasi enam tahun lalu adalah fase dimana berat badanku naik drastis seperti harga bawang merah menjelang hari raya Idul Fitri. 

Sret sret sret, ngeeeeng! 

Nggak bisa di rem sama sekali. 

Akibat dari naik berat badan secara drastis dalam waktu tiga tahun itu, akhirnya aku pun punya ‘peninggalan’ berupa stretch mark yang menghiasi pangkal paha. Awalnya aku nggak ngeh kalau itu tuh strech mark. Hahaha *lola abis ya Allah*

Sampai akhirnya aku lulus dan mulai bekerja. Berat badanku yang gempal pun kembali menyusut karena kelelahan bekerja. 

Oh iya, sekedar gambaran, awal masuk sekolah, BB-ku itu stay di kisaran 45kg, sesudah lulus (jangka waktu 3 tahun), BB-ku naik jadi sekitar 57-60kg, dan sesudah bekerja akhirnya mentok di angka 50 kg. Lumayan kan naik turunnya. 😌

Melar pastinya, dan jadi ngiri sama Luffy one Piece itu

Suatu hari, aku sedang memakai handbody. Dan disaat itu aku seperti tersadar

“Ng? Apaan nih? Kok ada garis-garis putih gini di pahaku? Perasaan dulu gak gini banget deh”

Oh, browsing-browsing, ternyata itu tuh namanya strechmark! 

We o we buanget. Kirain yang punya begini tuh cuma ibu-ibu hamil doang, lho! 

Nah apa kabar aku tuh waktu itu masih perawan ting-ting tapi udah punya strechmark. (T_T) Meskipun cuma ada di area paha sih, tapi tetep aja dong, bikin minder kalau misalnya nanti udah menikah dan punya suami gimana? 

Lanjut lagi, aku kemudian browsing-browsing tentang gimana cara menghilangkan strechmark.

Oh! Ternyata ada yang jual krim buat menghilangkan garis-garis yang nggak diundang ini ternyata... 

Tapi bentar... 

Alamakjang, kok harganya ini mehong bener  *masih freshgrad yang gajinya dikit huhuhu*

Akhirnya aku mengganti pencarian ke bagaimana cara menghilangkan strechmark secara alami. 

Sret sret sret, oke, ada nih, ternyata bisa menggunakan kopi! 

Azegh, gampang dicari deh kalau yang ini. Fix, kita cobain dulu kalau gitu, gaes!

Menghilangkan Selulit & Stretch Mark Menggunakan Kopi, Bagaimana Sih Caranya?

Oh, caranya guampang ternyata, tinggal ambil sekitar 3 sendok teh kopi murni dan letakkan di mangkuk kaca. 

Kemudian, larutkandengan Virgin Olive Oil alias minyak zaitun perasan pertama, aduk merata hingga menjadi adonan yang berkonsistensi kental. Sudah deh, scrub kopi selesai!

Sehabis itu tinggal oles-oles di bagian yang diinginkan. Aku dulu biasanya memakainya sesudah mandi, sekalian jadi scrub badan, jadi aku nggak pakai lulur lagi. Enakeun makainya, ternyata scrub kopi ini efek instannya juga ada lho, BIKIN CERAH! WOHOOOO

Krim kopi ini biasanya aku pakai dua hari sekali. Bisa dibilang niat nggak? 

Ya awalnya niat sih, aku benar-benar rutin sekitar 2 minggu pertama. Tapi kemudian lumayan menjarang di minggu ke-3 dan seterusnya. Hehehe

Terus, Gimana Efek Dari Scrub Kopi Ini?

Sedikit bangga boleh dong...

 Ternyata cara ini tuh lumayan membantu. ^^ 

Dari pengalamanku menggunakan kopi untuk menghilangkan stretch mark ini, kira-kira bekasnya bisa memudar sekitar 60%-an lah. 

Seneng aselik! Ternyata cara sederhana imi bener-bener kece. hahaha. Nggak hilang sama sekali sampai jadi kulit seperti semula sih, tapi bisa memudarkan. 

Kopi yang aku pakai waktu itu ganti-ganti, tergantung dengan kopi apa yang lagi nganggur di rumah. Kadang kapal kopi Kapal Api, kadang kopi murni lokal produksi Martapura Kalsel, pernah juga pakai kopi murni Bali yang dibawa Abangku habis dinas luar daerah, ya intinya kopi murni merk apa aja sih, asalkan bukan kopi yang udah campur susu dan krimer, apalagi yang udah ada campuran gula. Kita kan mau bikin scrub buat badan, bukannya mau buka cafe, sista. Wkwk

Begitu juga dengan minyak zaitun yang digunakan, aku beberapa kali memakai minyak zaitun Mustika Ratu, yang ada biji Mojokeling dalam botolnya itu loh. Tapi lebih sering pakai EVOO merk Viva (?) dan juga Minyak zaitun Arab yang aku lupa apa bacaannya, yang kalengnya hijau tua dan sering jadi oleh-oleh naik haji itu loh.

Oke, IMO, pemakaian scrub kopi untuk menghilangkan stretch mark atau selulit ini boleh banget lho dipertimbangkan buat kamu yang sedang bingung mau nyoba atau nggak. Tapi tolong ingat ya, hasil di setiap individu bisa berbeda-beda, tergantung dengan keadaan kulit dan juga tingkat keparahan stretch mark/selulitnya juga.

Selamat mencoba, ya!
Thursday, August 23, 2018

Contek Model Dress Terbaru dari Secretary Kim, Why Not?



Rasanya itu sudah lama banget saya nggak tampil feminim pakai dress. Terus, gara-gara kemarin itu saya iseng-iseng nonton Drama Korea Whats Wrong With Secretary Kim (WWWSK), akhirnya pesona akting Park Min Young disana membuat saya jatuh cinta dengannya, termasuk dengan dress-dress lucu nan imut yang dikenakannya. Stylist atau penata busana di drama ini pastilah jenius karena semua model dress terbaru yang muncul disini semuanya benar-benar keren!

Hayo, siapa disini yang nonton juga? Pastinya sepakat dong kalau ibuk Kim Mi So di drama ini tuh emang anggun banget. Pakai baju kantoran atau kasual tetap aja stunning. Huhu. padahal saya sempat nggak suka sama dia gara-gara dulu jadi lawan main Yoo Chun di Sungkyunkwan Scandal, tapi sekarang history browser saya isinya banyak tentang Park Min Young sama Park Seo Jun ini. πŸ˜‚

Iyes, gara-gara drakor ini saya jadi penganut #ParkParkCouple dadakan. haha


Lupakan SongSong, sekarang kita adalah Tim ParkPark!
ParkPark for life!
*fans halu*

Berkat dia, saya, yang selama 4 tahun terakhir sudah nggak menyentuh dress lagi jadi merasa tergugah. Saya jadi merasa, baiklah, sudah cukup baju hamil dan menyusui selama tiga tahun berturut-turut, lalu setahun sehabis menyapih juga masih pakai baju seadanya. Saya harus belanja dress. yeah!

Meskipun motivasi ini juga diiringi alasan pribadi tentunya, karena baju saya banyak ketinggalan di Malang gara-gara sekarang saya lagi balik ke masa Kalimantan. *nyari pembenaran belanja sama paksu*

Tapi tetep, boleh dong ini tuh dibilang good influence? *eaaaa*. Bukan cuma sebatas fashion-nya, saya juga sempat update tentang skincare Korea gara-gara mereka berdua, lho.

Maklum, soalnya kulit mereka itu bening banget, sis. Gakuat liatnya. Saya bahkan nggak nyangka kalau Park Min Young itu udah 32 tahun, sementara Park Seo Jun masih 29 tahun. hahaha.

Tapi berhubung skincare saya masih ada (dan kayaknya lama baru habis lagi), jadi mending saya sabar dulu, prioritas sekarang nyari baju aja dulu deng.


Oh iya, masih ingat dengan gaya Ibu Kim, nggak?

Oke, dalam ingatan saya nih, untuk kerja, hampir semua busananya adalah blouse dengan bahan ringan (flowy) yang dipadukan dengan pencil skirt, lalu sebagai penyempurna, ada sepasang high heels berwarna nude dan juga tas dengan warna yang senada.


cantik mah bebaaaaas *ngetik sambil oles-oles skincare*
Nggg.... oke fain, meskipun syakep dan chic banget, gaya ini sepertinya gak mungkin saya cobain di rumah. Lha iya, gayanya wanita kerja kantoran iki. πŸ˜‚

So, mari kita nyontek gaya dress blio sajaa...

Hah? IRT doang ngapain pake dress segala di rumah? *uhuk*

Ya nggak papa banget dong, sekali-kali supaya tampilannya nggak dasteran mulu. Masa suami liatnya daster mulu? Nggak ada niat cantik tuh untuk diri sendiri, gitu? Sekali-kali ganti 'casing' supaya nggak jenuh masa nggak boleh?

*toyor-toyor sambil bilang 'ape luuu...' sama yang protes*
*anaknya rese*
πŸ˜‚


Dress-nya ibuk Kim 

Eit, cucok banget, di MatahariMall banyak banget pilihan model dress terbaru, a la korea-korea pula. Cuci mata aja bikin segar, apalagi ada yang beliin ya nggak? Hahaha. (Mudah-mudahan paksu baca, aamiin!)

Saya ada nemu satu dress yang bikin naksir nih. Warnanya hitam, cutting-nya unik karena flowy dan tentunya bisa menyamarkan bentuk perut saya yang seksi. Bagus banget, mana nggak cepet ketahuan kotornya pula. #eh



Tujuh puluh dua rebo, sista! Ada diskonnya.
*masukin dalam keranjang*


Yah.... Browsing mencari dress yang a la Secretary Kim emang bikin baper karena ofkors jadi banyak pengennya. Yups, banyak banget model dress terbaru disana yang bikin saya mikir-mikir ini tuh cocok apa nggak sama saya. Karena rasanya ya bagus aja terus. Kepedean banget ya? πŸ˜†

Tapi dress hitam diatas tentunya adalah 'hasil buruan' utama saya dalam rangka nyontek gayanya Ibu Kim. harganya juga oke. Sudah masuk keranjang, siap checkout. 😁

Oh iya, kamu sudah nonton drakor Whats Wrong With Secretary Kim kan? kalau sudah, share juga dong hal yang paling menarik perhatianmu disana!❤
Wednesday, August 15, 2018

Review Drakor Whats Wrong With Secretary Kim [+ 4 Pelajaran Hidup yang Bisa Kita Ambil]


Review Drama Korea What's Wrong With Secretary Kim - Annyeong haseyooo semuanyaaa... Di postingan kali ini, aku akan berbagi review salah satu drama Korea yang baru aku tonton secara marathon minggu kemarin. 

Drama ini tuh emang lagi hype dimana-mana, katanya rating pas tayang di Korea juga bagus. Itulah kenapa akhirnya aku memutuskan untuk menonton drakor What's Wrong With Secretary Kim (WWWSK) ini. Pengen membuktikan sendiri ceritanya, bener nggak sih kata orang-orang :p

Well, sebagai faktor tambahan (1) yang bikin aku yakin nonton adalah genre-nya tuh favorit aku banget, rom-com! Aku beneran nggak bisa menolak waktu liat genre-nya.😁 

Buatku pribadi, ROM-COM IS LYFE! πŸ˜‚

Apalagi pas lagi kepo di internet aku ketemu dengn artikel yang menulis kalau drakor ini tuh ternyata diangkat dari Webtoon. 

Woh, jelas dong, sebagai pecinta Webtoon garis keras, aku langsung penasaran pangkat dua, ini faktor tambahan (2) juga kenapa aku makin ngebet nonton.


Versi manhwa

Versi drama

Seperti biasa, kalau pertama nonton drakor, aku pasti memutuskan lanjut atau berhenti menonton berdasarkan bagaimana kesan di episode pertamanya.

Kalau episode pertama menarik, aku bakalan lanjut ke episode selanjutnya. Tapi kalau so-so aja, biasanya aku mending stop. Hal ini kulakukan guna menghindari kegiatan yang unfaedah

Soalnya masih banyak pekerjaan rumah tangga yang menunggu, profesi ngana kan IRT. *kibarkan cucian di jemuran*

Meski khusus My ID is Gangnam Beauty masih rela ditunggu tiap minggu πŸ™Œ


Oke, yuk kita langsung ke review-nya~

Karakter Utama 


Pak Lee Young Joon (Park Seo Joon)  adalah seorang direktur yang perfeksionis dan mengidap narsistic parah. Pak Lee juga ganteng, workaholic, dan jenius. Chaebol. Anak kedua dari pemilik perusahaan ini mempunyai satu orang kakak lelaki yang misterius. Selama ini dalam hidupnya hanya ada satu hal yang membuatnya bergairah, yaitu pekerjaan dan proyek baru. 

Fun Fact= Dia phobia dengan ikatan kabel. 



Bu Kim Mi So (Park Min Young) adalah sekretaris pak Lee yang sudah bekerja selama 9 tahun di perusahaan bersama Pak Lee. Berasal dari keluarga biasa yang bapaknya gak jelas (kelakuannya) dan punya dua orang saudara perempuan. 

Lulusan dari Universitas biasa-biasa saja ini merupakan saorang  pekerja keras. Atas nama keluarga,  dia berjuang dalam stress kerja hingga hutang ayahnya yang bejibun lunas dan dua saudara perempuannya lulus kuliah. Kim Mi So adalah satu-satunya orang di perusahaan yang bisa sempurna menghadapi keinginan 'dewa'-nya Pak Lee. 
Fun Fact= phobia dengan laba-laba.

Sinopsis

Suatu hari, ada kejadian yang menghebohkan seisi perusahaan. Pelakunya adalah Bu Kim yang sempurna, yang secara mendadak mengajukan surat permohonan pengunduran diri. Tak cuma teman-temannya satu perusahaan yang heran, hal ini bahkan membuat seorang Pak Lee pun bingung. 

Kok sekretarisnya ini mau mengundurkan diri, ya? 

Secara gitu lho, pak Lee ini meskipun mister ter-cerewet se-galaksi Bimasakti, tapi dia juga (merasa) nggak kurang ngasih apapun sama Bu Kim. Bahkan saat Bu Kim telat datang bekerja karena angkutan umum macet aja mesti dibeliin mobil pribadi. Ini sekretaris apa bini sih? *eh

Berbagai cara pun akhirnya dilakukan oleh pak Lee agar Ibu Kim tidak berhenti dari perusahaan. Mulai dari dikasih iming-iming uang dan jabatan sampai akhirnya mau dijadikan istri (buset). 



Nah, cerita perjuangan pak Lee ngakalin si bu Kim supaya batal resign ini akhirnya menerbitkan perasaan cinta. Disini tabir cerita mulai terkuak, ternyata mereka tuh dari kecil emang sudah punya 'ikatan' karena sebuah kejadian kriminal, hal ini pun berkaitan dengan phobia keduanya. 

Penasaran? Makanya atuh, ditonton! *takut digetok anti spoiler-spoiler club* πŸ˜‚✌️

Bagian lucu disini adalah saat pak Lee setengah mati menampik perasaan sukanya dengan Bu Kim, tapi saat bu Kim ikut kencan buta malah gusar nggak karuan, ada pria lain yang sedang PDKT juga malah senewen sendiri. Kocak pokoknya. πŸ˜†

Oh iya, ngomongin klimaks atau konfliks drama, disini tuh kayanya biasa aja ya. Nggak seheboh sinetron Indonesia yang anaknya ternyata ketuker karung beras waktu masih di ruang bayi atau jualan bubur bisa jalan-jalan ke Maldives.


Konfliknya tuh ringan. Sekedar bumbu aja, sikiiit. Nggak begitu ngaruh ke jalan cerita, bahkan menurutku kesannya  gantung. 

Agak cheesy, tapi who's care? Yang penting penonton bahagia. Apa? Penonton? Iya deh, aku yang bahagia πŸ˜‚πŸ˜‚  


Nah, kita langsung ngebut ke kesimpulan ya...

Sesudah nonton 2 episode pertama (dan sampai akhir) WWWSK, dengan ini aku pun ikut menyatakan bahwa memang benar kalau drakor ini tuh cucok banget buat dijadikan teman hepi-hepi, persis seperti yang orang-orang bilang. 

Dramanya ringan, segar, lucu, dan nggak neko-neko. 

Meski di beberapa bagian nontonnya itu bikin aku kangen sama suasana tempat kerja *ups😌

Habis, kalau pegawai kantornya seru kaya di drama ini sih yes banget. 'Subur'  banget lingkungannya euy. 😜

Tapi fosho, drakor ini tuh punya segudang hal-hal positif yang bisa kita tiru di kehidupan personal ataupun di kehidupan bekerja. 

1. Keluarga Nomor Satu. 




Kim Mi So rela bekerja demi keluarganya. Hal itu bukan cuma 1-2 tahun. Tapi hingga keadaan keluarganya menjadi jauh lebih baik di angka 9 tahun. 

Ngebayanginnya aja bikin kagum ya? 

Butuh kontrol diri yang super kuat untuk tidak hedon disaat kamu sebenarnya mampu untuk cuek bebek dengan masalah keluarga. Daebak lah pokoknya buat Sekretaris Kim!


2. Bekerja keras dan jangan mudah mengeluh 

Pas nonton di bagian awal-awal Mi So kerja bersama pak Lee itu beneran bikin baper. 😒Diomelin, direndahkan, dikritik habis-habisan. Jadi nggak heran lagi kalau awalnya dia bahkan ingin mengundurkan diri saking frustasinya bekerja.

Membayangkan misal aku sendiri kalau di posisi itu mungkin akan melakukan hal yang sama. πŸ˜“

Tapi sesudah menangis, Mi So pasti bangkit lagi, mencoba lebih keras, lebih tegar, lebih rajin, lebih tekun, dan pada akhirnya menjadi lebih baik. Dan kemudian, terbaik. 

Mi So pun berhasil menjadi sekretaris sempurna yang bisa diandalkan di perusahaan, mulai dari mengurus berkas dan dokumen penting, bahkan untuk urusan seperti memasangkan dari direktur. *ehem

Bagian ini paling tokcer deh. Laaf sama karakternya Kim Mi So. 

3. Menjadi rekan kerja yang selalu Support.

Yang namanya bekerja pastinya nggak bakalan lepas dari yang namanya rekan. Iya nggak?


Nah, diperusahaan ini kita bisa melihat atmosfer karyawan yang super positif. Meskipun pastinya tetap akan ada orang-orang anehnya, tapi nggak serta merta menjadikan lingkungan kerja jadi toxic. 

Pasti seneng deh dikelilingi orang-orang yang serius bekerja tapi tidak lupa dengan tata krama dan bagaimana cara tertawa. 😊

4. Bekerjalah sebaik-baiknya, tapi jangan lupa menyisihkan waktu untuk diri sendiri. 


Dari Kim Mi So dan pak Go Gwi Nam kita bisa belajar bahwa hidup bukan hanya untuk bekerja, bekerja, dan bekerja. Uang yang kita hasilkan jangan hanya berakhir di saldo rekening, jangan lupa untuk menyisihkan sedikit untuk membeli pakaian yang bagus dan makanan yang bergizi untuk menghargai diri sendiri. 

Jangan lupa juga untuk mencari jodoh. Ingat, perusahaan tidak mengcover asuransi kesepian jika saat tua kita sendirian. 


Love yourself. Because if you dont who else ?


Nah, itu dia review drama Korea  Whats Wrong With Secretary Kim beserta beberapa pelajaran yang bisa kita petik. Drama ini adalah salah satu drama rom-com berkesan yang aku tonton di tahun 2018. πŸ˜€ Oh iya, disini ada Chansung 2PM (liat mukanya langsung pengen nyanyi "put your hands up πŸ˜‚), yang katanya akan membintangi drama adaptasi "So, I'm Married a Antifan". Apakah nantinya akan selucu adaptasi WWWSK ini? Mari kita tunggu saja ~
Monday, August 13, 2018

Tentang Convergence VC Investment Indonesia


Berdiri sejak November 2014, Convergece Ventures Capital bukanlah perusahaan venture yang biasa memberikan modal kepada usaha dan bisnis secara sembarangan. Karena dana yang dikucurkan relatif banyak, maka dibutuhkan ketelitian dalam memilih strart-up yang memenuhi kriteria. Tim yang solid berisi tenaga yang kompeten dan beberapa diantaranya adalah sang pendiri yaitu Adrian Li dan Donald Wihardja. Saat ini Convergence berpusat di Jakarta dan masih aktif memberikan suntikan investasi kepada beberapa usaha yang masih berkembang. Jumlah modal yang diberikan bervariasi bergantung pada kondisi serta target pertahunnya.

Fitur Terbaik di Convergece Ventures Capital

Perusahaan ini memiliki banyak portofolio usaha dari berbagai bidang yang bisa langsung dilihat di website resminya. Sebagian besar adalah start-up yang memang memiliki peluang cukup besar untuk berkembang. Tidak hanya sekedar modal saja, dukungan juga diberikan dalam bentuk pendampingan serta rekruitmen. Dengan begitu maka perkembangannya bisa diawasi dan modal yang diberikan dapat berputar.

Kriteria yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha adalah mampu melakukan pembayaran dengan lancar, memiliki jaringan internet yang bagus, serta kemudahan dalam pengiriman logistik. Jika ketiganya sudah terpenuhi, maka Convergece Ventures Capital akan memberikan kucuran dana yang cukup besar. Langkah ini diambil setelah melalui riset yang cukup kompleks. Salah satunya adalah perkembangan industri strat-up Indonesia yang cukup pesat saat ini. Karena itulah beberapa perusahaan ternama dari berbagai negara berlomba-lomba menginvestasikan modal karena yakin dapat memperoleh keuntungan yang banyak.

Convergece Ventures Capital tidak hanya berfokus pada e-commerce dan start-up saja, banyak bidang lain yang juga dilirik yaitu online media, digital marketing, social networking and communication, dan sebagainya. Perusahaan pemberi modal ini tidak hanya menyuntikkan dana kepada pemilik bisnis yang dianggap potensial namun juga ada kepelatihan yang melibatkan tim dari Convergence. Tujuannya untuk memastikan visi misi utamanya terpenuhi. Website yang diciptakan pun bisa dengan mudah diakses. Ada beberapa fitur didalamnya yang memudahkan pengunjung mengetahui apa itu Convergence dan start-up unggulan yang ditawarkan. Untuk mendapatkan ulasan lebih rinci, berikut ini adalah penjelasannya.

1.    Profil perusahaan
Jika ingin mengetahui apa itu Convergece Ventures Capital, jawabannya bisa didapatkan disini. Perusahaan ventura ini sudah memiliki pengalaman malang melintang dan sukses mengembangkan beberapa bisnis digital dengan cara menanamkan investasi. Hasilnya akan terlihat setelah beberapa tahun berjalan. Jaringan yang dimiliki sangat luas sehingga perusahaan dapat mengalami kemajuan secara pesat. Pendirinya Adrian Li dan Donald Wihardja adalah dua personal yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang mumpuni. Visi dan misi juga sangat jelas yaitu untuk menciptakan persaingan usaha yang sehat.

2.    Tim yang solid
Disini dapat diketahui tokoh dibalik layar kesuksesan Convergence. Tim yang solid dan berkompeten siap memberikan dukungan penuh kepada usaha yang baru berkembang. Pengelolaan modal dan sumber daya manusia menjadi fokus utama karena kedua faktor ini yang sangat menentukan kesuksesan sebuah program. Tentu saja hal ini tidak dapat dilakukan dengan mudah jika tidak memperoleh dukungan dari dewan penasehat.

3.    Portofolio perusahaan
Kurang lebih ada sekitar 20-an bidang bisnis yang sudah mendapatkan modal dari perusahaan ini. Jumlah tersebut telah melebihi target sehingga pendaftaran limited partners terpaksa ditutup. Beberapa jenis usaha yang terdaftar sebagai mitra Convergence antara lain Xendit, Rework, Sale Stock, Moka, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Ketetapan Convergece VC dalam menciptakan pertumbuhan start-up dan dunia digital sudah terbukti secara signifikan. Hal ini diperoleh dari hasil tim yang solid dan kerjasama dengan berbagai koneksi. Jika dijalankan dengan benar, maka dalam jangka waktu 5 tahun bisnis tersebut dapat mengalami perkembangan yang cukup tinggi.
Sunday, August 05, 2018

Kecanduan Smartphone? Coba 4 Aplikasi Ini untuk Membatasi Penggunaannya



Kecanduan Smartphone? Coba 4 Aplikasi Ini untuk Membatasi Penggunaannya - Zaman yang semakin maju membuat kita semakin rekat dengan berbagai perangkat teknologi, salah satunya adalah perangkat smartphone.

Hal ini tentunya memiliki efek positif dan juga negatif. Sisi positifnya, ada banyak hal yang dulu begitu rumit sekarang menjadi mudah. Sebut saja online banking sebagai contohnya. Jika dahulu kita harus pergi ke ATM atau bank untuk sekedar transfer uang, maka sekarang dengan bantuan Smartphone dan juga jaringan internet, kita bisa melakukannya dengan santai dari dalam rumah.

Dan voila! Urusan transfer sudah tertangani.


Sisi negatifnya, kemudahan itu acap kali membuat kita terlena. Berbagai fitur dan juga ribuan aplikasi yang bisa diinstall dalam sebuah smartphone mampu menjadikannya bak candu yang membuat kita ingin menyentuhnya terus menerus.

Sisi negatif semacam ini tentu akan berdampak kurang baik terhadap kehidupan kita. Tidak terkecuali untuk ibu rumah tangga seperti saya, kecanduan smartphone bisa membuat sederet masalah, misalnya cucian yang menumpuk, masakan yang tidak kunjung selesai, bahkan job mengurus anak yang jadi terbengkalai. Wah, benar-benar tidak sehat, bukan? 

So, perlu banget buat kita untuk membatasi penggunaan smartphone agar tidak addicted. Bagaimana caranya? Yuk, simak ulasannya!

Pertama-tama, kita mesti tahu dulu nih...

Berapa sih durasi ideal penggunaan smartphone?


Nah, berdasarkan hasil penelitian Andrew Przybylski dari University of Oxford melalui The Telegraph, dikatakan durasi ideal untuk melakukan aktivitas online adalah sepanjang 257 menit atau kurang lebih 4 jam 17 menit dalam sehari.

Durasi disini mencakup juga waktu interaksi kita dengan pemakaian gadget lainnya seperti menonton tayangan televisi atau pemakaian laptop. 

Kalau dalam kasus saya pribadi nih, waktu tersebut lumayan jomplang jika dibandingkan dengan kenyataan di lapangan. Maksudnya, waktu pemakaian Smartphone saya jelas lebih banyak. Sekitar 5-6 jam sehari kali ya Hiks 😒


Terus, Bagaimana Dong?



Syukurnya, ada banyak aplikasi yang bisa kita unduh di Playstore/AppStore yang berfungsi untuk membatasi penggunaan smartphone kita. Aku dapat beberapa rekomendasi aplikasi ini dari Abangku waktu curhat tentang manajemen waktu. Yuk, kita langsung kenalan!

1. Forest: Stay Focused.


Dengan visualisasi berupa pohon, aplikasi Forest dapat membantu kita menjauhkan diri dari pemakaian smartphone yang berlebihan.

Cara kerjanya aplikasi ini cukup unik.

Jadi, setiap kali kita mengaktifkannya, aplikasi akan berjalan dan memblocking kita dari pemakaian smartphone dengan simbol pertumbuhan sebuah pohon. Semakin lama kita tidak berinteraksi dengan smartphone, maka pohon yang kita tanam akan semakin besar. 




Jika kita keluar dari halaman aplikasi tersebut, maka pohon itu akan mati. Dan jika kita berhasil tidak menyentuh smartphone selama waktu yang ditentukan, maka pohon tersebut akan tumbuh sempurna lalu kemudian di save ke dalam sistem. 

Semakin sering kita 'menanam' pohon waktu ini, maka semakin banyak koleksi 'pohon' kita, dan terciptalah hutan virtual yang berisi 'pohon' catatan waktu penggunaan smartphone kita selama ini.

Menarik bukan? Kuy, dicoba!

2. Nakhtim


Aplikasi ini sangat berbeda dengan aplikasi diatas. Jika aplikasi sebelumnya mengatur waktu kita berinteraksi dengan smartphone, maka Nakhtim lebih pada menabung pahala setiap kali kita membuka unlock smartphone kita.

Menabung pahala? Maksudnya?

Nah, ternyata, aplikasi Nakhtim mempunyai cara kerja menampilkan pop out berupa ayat Al-Quran setiap kali unlock smartphone kita. Hal ini membuat kita akan membaca satu ayat Al-Quran setiap berinteraksi dengan smartphone.




Bayangkan, misalnya kamu membuka smartphone sebanyak 20x sepanjang hari, maka secara tidak langsung kamu membaca 20 ayat Al-Quran. Keren sekali, bukan?

3. BreakFree


Nah, kalau BreakFree ini adalah salah satu aplikasi yang bisa nge-tracking berapa kali jumlah kamu unlock screen dan juga durasi phone usage kita dalam satu hari penuh. Hasil tracking itu nantinya akan dibedakan dalam 3 macam skala Addiction score, semakin jarang penggunaan smartphone, maka Addiction score yang kita dapatkan akan semakin rendah, begitu pula sebaliknya.

Ada tiga layanan yang menjadi jurus andalan BreakFree, yaitu BreakFree Now, BreakFree Schedule, dan Notifications & Pop-ups.




BreakFree Now berfungsi untuk memblokir panggilan masuk, notifikasi, turn-off koneksi dan juga auto-reply via SMS kepada orang yang menelepon kita. Cocok kalau lagi meeting atau ngobrol sama mama mertua nih, hihi... Pas lagi nggak mau diganggu dalam jangka waktu sebentar.

Terus, apa bedanya dengan BreakFree Schedule?

Nah, bedanya dengan BreakFree Schedule adalah BreakFree Now ini hanya berlaku untuk satu kali pemakaian, bukan terjadwal (scheduled).

Sedangkan Pilihan notification & Pop-ups fungsinya adalah memunculkan peringatan jika penggunaan smartphone telah melampaui waktu pemakaian yang kita pilih. 

Yes, kita bisa memilih waktu pemakaian mulai dari 10 menit hingga 60 menit. Hem, sepertinya saya bakalan cobain ini untuk screen time Syuna nanti ! ^_^


4. OffTime


Jika kamu terlalu sering hidup dengan Online Time, maka sekali-kali perlu juga dong untuk OffTime untuk menyeimbangkan hidup di dunia nyata.

Yup, seperti namanya OffTime akan membuat smartphone kita off dari segala notifikasi yang sering membuat kita gagal fokus dengan kehidupan dunia nyata. Di aplikasi ini, ada empat macam pilihan profil yang bisa dipilih sesuai kebutuhan kita, yaitu Unplugging, Focused Work, Sleep, dan Other. Kalau fokusnya ganti, kita tinggal ubah sesuai profilnya. 

Ya, boleh lah dicoba kalau sedang pengen fokus menjelang deadline. XD



🌸🌸🌸


Well, bagaimana? Dari daftar diatas adakah aplikasi yang menarik perhatianmu?

Kalau aku, saat ini yang masih bertahan ada dua, yaitu Forest dan Nakhtim. Keduanya menurutku sangat gampang digunakan karena desain dan cara pakainya yang sederhana. Barangkali jika kamu perlu fokus lebih dan 'bantuan' untuk melepaskan diri dari belenggu smartphone, daftar ini bisa menolongmu.

Semoga bermanfaat! 

Wednesday, August 01, 2018

Tips Sukses Toilet Training Pada Anak Perempuan



[Tips Sukses Toilet Training Pada Anak Perempuan] - "Nuwiiiii, kok masih pakai popok sih? Mama mana?" Begitu seru nenek tetangga sebelah yang kebetulan lewat di depan rumah siang hari itu.

Wah, timing-nya pas banget, kebetulan Syuna sedang ada di teras, sibuk menata sepatunya yang lagi dijemur disana. Dia langsung heboh memanggilku.

"Maaa... Mamaaa... Ada ibuuuuu.... " panggilnya lantang. 

Aduh, aduh... Ketahuan! Gumamku yang mendengar suara panggilan Syuna dari dalam kamar. 

Segera, aku pun melangkah menuju pintu depan untuk menemui beliau.

"Waaah, ada apa nih Bu? Hehe..."

Sengaja, aku nyengir manis dulu, soalnya otakku sambil mikir jawaban yang tepat untuk pertanyaan berikutnya.

Ng? Tepat? Pertanyaan? 

Maksudnya?

Nganu, itu karena aku tahu... Pertanyaan berikutnya pasti tentang kapan lepas pospak.

Dan jika perkiraanku itu benar, maka pertanyaan perihal lepas pospak ini adalah pertanyaan yang ketiga kalinya beliau ajukan dalam bulan ini. 

Setiap pertanyaan "kapan stop pospak" pasti diiringi dengan tips-tips seputar toilet training a la beliau. 

Yang mana sebenarnya nggak apa sih. Nggak mengganggu sama sekali. Tapi bikin nggak enak karena beliau beneran panjang kali lebar menjelaskannya. Berasa dinasehati sama Mama sendiri karena beliau kayaknya seumuran. :') 

Keseringan dikasih tahu tapi nggak dikerjakan kan bikin nggak enak hati juga, makanya aku tadi lumayan panik pas Syuna 'ketahuan' masih pakai pospak.

"Ha, kapan Nuwi lepas popok pospak? Udah bisa lho, umur segini itu..."

Ehm! 

JRENG JRENG. Bener kaaan tebakanku tadi. .. Pertanyaan itu lagi... πŸ˜‚ 


Sudah kuduga....

"Iya nih, buk. Masih pake... Belum bisa dilepas juga.". jawabku canggung. πŸ˜…

"Lhaaa... udah cukup lho, umur begini udah bisa lepas pospak!" kata beliau lagi dengan ekspresi yang mengintimidasi. 

"Lumayan toh, nanti uangnya bisa dibelikan yang lain?" sambung beliau lagi, kali ini sambil memasang ekspresi usil. Seakan-akan beliau bisa membaca tabiatku setiap akhir bulan. (mak irit detected) 

"Inggih bu, nanti mau beli celana pendek dulu buat persiapan sama Mbah, kemarin nanya sama beliau masih kosong stock-nya" kataku sambil tersenyum. 

Jawabannya nggak bohong, karena kema

"Oke, gitu dong... Mari, saya ke rumah dulu, ya! Jangan lupa malam ini sholawatan di rumah ibu Dwi" Beliau pun berpamitan dan segera berlalu. 

Sepulang beliau, aku masih memikirkan teguran beliau tadi. Hmmm... bener juga ya? Sudah masanya banget nih Syuna toilet training. Aku pun masuk ke rumah, mengambil smartphone tercinta sesudah memastikan baterainya sudah terisi penuh.

Oke deh kalau begitu, untuk langkah pertama sepertinya aku harus googling dulu perintilan buat toilet training, ya?

Smartphone sudah aktif di tangan, aku pun langsung mengarungi samudera internet untuk mencari info seputar kiat sukses toilet training pada anak perempuan seperti Syuna. Pencet-pencet syantik selama setengah jam. Finally, List persiapan untuk toilet training Syuna pun selesai! 

Peperangan emak untuk melepaskan diri dari belenggu popok sekali pakai pun segera dimulai!
(halah, lebay amat ni emak. hahaha)



TIPS SUKSES TOILET TRAINING PADA ANAK PEREMPUAN.


Nah, kali ini aku mau jabarin sedikit ya tentang hasil googling seputar toilet training kemarin.

Pertama, ternyata jenis kelamin mempengaruhi kemampuan anak untuk pipis sendiri.

Yups, secara anatomi, sistem saluran kemih antara anak laki-laki dengan anak perempuan itu berbeda. Pada anak perempuan, biasanya toilet training bisa dimulai lebih dini, meskipun setiap anak pastinya punya timing yang berbeda-beda ya, nggak bisa dipukul rata.

Hasil pemantauanku kemarin, teman Syuna itu rata-rata sudah lepas pospak usia 2 tahun. Ada yang pada usia 1,5 tahun, ada juga yang lebih dini lagi.

Yang masih belum lepas pospak usia 3+ bahkan 4+? ada juga kok. Rata-rata sih, yang emaknya IRT lepas popok lebih cepat.

Untuk angka mutlaknya nggak ada. Katanya anak cowok lebih lambat, tapi toh ada baby boy temennya Syuna yang umur 1,5 tahun udah ngerti pipis/pup ke WC.

Katanya anak cewek lebih cepat, tapi ada juga baby girl yang usia 4 tahun belum sanggup lepas pospak. Jadi intinya tergantung kemampuan anak dan kita juga juga sebagai orang tua. ^_^

Terus? apa yang mempengaruhi kemampuan anak?

Salah satunya adalah kematangan otot organ vital dan juga koordinasi serta kontrol tubuh. 

Dua hal ini berkaitan  dengan usia anak, karena semakin besar anak, biasanya juga akan diiringi dengan pertumbuhan dan juga perkembangan anak. Oleh karena itu, katanya, untuk otot kencing biasanya akan ready pada usia 18 bulan, 

Apakah aku sukses program toilet training sama Syuna umur 18 bulan?

Jawabannya: enggak.


Kapan Syuna mulai TT?


Kami sendiri sih mulainya agak telat ya, pas Syuna usia 2 tahun 3 bulan, hahaha.

Jadi ini super late post banget. Syuna aja sekarang udah 3 tahun. --

Meski tergolong telat, tapi sebenarnya aku sudah mulai sounding sejak usia 2 tahunan, jadi pelan-pelan sebelumnya aku aku mengajari dia konsep pipis dan eek itu bayaya (kotor) makanya harus dibuang ke WC. Beriringan lah waktu sounding waktu menyapih dulu...

Baca juga: Pengalaman & Tips Menyusui Pertama Kali

Sounding lepas pospak itu lumayan ya, luamaaa...

Dan itu aku ulangin hampir setiap hari, tapi pada saat itu dia masih pakai pospak sih, jadi dia belum ke praktek, aku mikirnya asal Syuna ngerti konsep itu dulu. Nanti mudah-mudahan gampang pas mulai praktek. Nah, proses sounding ini masuk ke dalam proses psikologis.

Awalnya sih pengen sounding cuma sebulan aja, cuma ya namanya nunda-nunda itu emang susah ya diatasi, sibuk ini, sibuk itu, ada aja terus alasannya. Untung nenek tetangga itu beberapa kali mengingatkan secara nggak langsung dengan pertanyaan kapan lepas popok itu. 

Ehm, makasih ya, ibuuuk! :')

Mamak sedang sounding be like....

Oh iya, target TT Syuna waktu itu nggak pasti karena aku orangnya mah go with the flow aja. Intinya toh nggak pakai popok (lagi). Cuma, karena katanya si nenek jangka seminggu harusnya sudah bisa lepas total. Aku jadi ngikutin standar beliau deh. Yang mana ternyata ada bener dan ada salahnya juga.

Bener, karena aku jadi prepare macam-macam.
Salah, karena aku jadi naruh standar waktu ketinggian. Hahaha...

Iya, ternyata seminggu tampaknya kecepetan deh. Kita benar-benar harus merendahkan ekspektasi supaya nggak terlalu kecewa.  

Oke, langsung aja ya, ini dia kiat suskes toilet training ala Mama Syuna yang sebenarnya super sederhana:

 Sedia celana dalam lucu. (kira-kira 1-2 lusin) 

Fungsinya menggantikan pospak.

Aku beli yang ada gambar princess, binatang, atau tokoh kartun yang gambarnya girly karena Syuna itu anak cewek, ini supaya Syuna gampang makainya aja sih. Kan kalau dia suka motifnya, ngebujukin dia makenya gampang. hehe

Aku beli yang murah, harganya nggak sampe 40.000/lusinnya, sengaja disiapin agak banyak soalnya takut kehabisan stok.

Oh iya, celana dalam ini nantinya akan dilapisi lagi sama celana panjang, apalagi kalau dia lagi aktif di luar rumah. Tapi kalau cuma buat gegoleran di rumah aja bisa pakai celana ini doang supaya hemat cucian.

15-30 menit sehabis minum, diajak duduk cangkung ke WC.

Prinsipnya: Air masuk, air keluar.

Sepengamatanku, sehabis diajak minum, entah itu air putih, susu, atau air teh, biasanya Syuna akan  pipis. Hal ini kucermati sesudah beberapa kali 'kebocoran'. 

Ehm, ternyata bener juga kata orang, habis minum diajakin pipis dulu. Sebelum 'tumpah' duluan.

Solusinya hal ini, habis selesai minum atau makan aku ajakin dia ke WC dulu. Fungsinya agar dia mengenal siklus-nya sendiri. Karena waktu itu kadang dia masih belom mahir pipis sendiri, jadi mesti diarahkan. Kalau rajin sih bikin catatan dia pipis jam berapa dalam sehari. Cuma aku terlalu mager waktu itu. 😁


✨ Setiap 1-2 jam ajakin ke WC atau tanya "Mau pipis, nggak?"

Ini dikasih tips sama semua Ibok yang pernah ditanyain tata cara toilet training.

Emang sih, seringkali anak sudah bisa mengkomunikasikan keinginannya untuk pipis atau pup. Tapi tetap aja nggak ada salahnya kalau diingatkan lagi. 

Secara, anak kan suka keasyikan sendiri kalau ada hal yang menarik perhatiannya.

Syuna sendiri juga biasanya kalau udah kepo maksimal sama sesuatu dia bisa lupa sama bilang mau pipis, dan ujung-ujungnya pas celananya udah basah sedikit, baru dia bilang kalau mau pipis/pup.

Makanya....

 Harus banyak punya stok sabar supaya nggak gampang marah.

Seriusan, karena harus berurusan dengan pipis dan pup yang notabene najis, kita harus strict tapi juga nggak menekan anak. 

Untuk poin ini, aku pun juga harus belajar sabar sampai sekarang karena menerima kenyataan kalau dia pup di celana di detik-detik udah siap berangkat itu rasanya bisa sangat menjengkelkan. 

Makanya, selain mempersiapkan anak, siapkan mental dan kesabaran emak juga, ya!

 Pipis sebelum tidur atau 1-2 kali selama malam hari.

Sebenarnya, awal mula berhenti pakai popok malam hari itu diawali dengan kelupaan memasang pospak karena keburu ketiduran. Rencana bakalan mulai toilet training hari rabu, eh, seninnya ternyata udah aman sentosa pas kelupaan pasang popok malam hari

Iyap, ceritanya dulu itu belajar lepas popok siang dulu, terus malamnya pas tidur baru deh pakai pospak lagi, pengen transisi kayak pas weaning with love dulu. (Maklum, emak banyak gaya. HAHA)


Dan hari itu memasuki minggu kedua toilet training untuk siang hari (siang udah lumayan lancar boook), pas malamnya malah ketiduran bareng sama Syuna karena udah terlalu capek siang main tanpa ada boci sama sekali. Pas paginya bangun, aku langsung auto-ingat kalau malamnya ke skip aktivitas pakai popok malam. Uh! udah panik duluan dan ngeraba-raba springbed sekitaran Syuna bobok. Haduh... 'bocor'nya dimana nih ?

Eh, ternyata satu tempat tidur kuperiksa kering semua. Wow!   
Syuna nggak pipis malam lagi. Daebaaak



Jadi praktis deh, jadwal lepas pospak total untuk malam hari dimajukan. Tapi dengan syarat mutlak: Pipis dulu sebelum menuju pulau kapuk. 

Pas malam (kalau terbangun) sekitar jam 12 atau jam 3 juga aku ajak pipis dulu ke WC.

 Lakukan senyamannya, bisa langsung ke toilet atau menggunakan Potty toilet.

Mama dulu mengajarkanku pipis dengan menggunakan potty toilet alias pispot. Sampai sekarang aku masih dapat ingatan kabur kalau dulu pernah ditaruh mama diatas pispot hijau itu buat pipis. 

Woh, udah lama banget kan? Pispotnya sendiri masih ada sampai sekarang, bahkan sempat juga dipakai keponakanku buat berlatih pipis. (pispot lintas generasi) 

Barangkali kalau masih serumah dengan mama, aku juga akan menggunakan jasa pispot itu. Tapi karena aku melakukan toilet trainingnya di kontrakan, yang jarak antara WC sama kamar itu nggak jauh-jauh banget, Jadi aku prefer langsung ke WC aja. Sekalian, sekali jalan juga melatih dia gimana posisi pee atau pup

 Jangan segan memberikan contoh dan jaga komunikasi

Anak adalah peniru ulung, termasuk didalamnya soal pipis tadi. 

Jadi buatku pribadi sih penting banget untuk anak melihat contoh dulu sebelum mempraktekkannya sendiri, untuk anak perempuan juga sekalian mengajarkan dia cara mencuci kemaluan dengan benar supaya nggak infeksi (dari depan ke belakang).

"nanti kalau mau pipis bilang Mama, ya?", 
"nanti kalau mau eek, bilang Mama ya?" 
"Kalau sakit perut kita ke WC sama Mama, ya?" dan seterusnya sampai berbusa. Sampai anak ingat.

Terus test ingatannya setiap mau bobo, kasih pertanyaan "kalau pipis kemana?" Kalau dia jawabnya "WC", berarti faiiiin, udah resap. 

Besok ulangi lagi, besoknya lagi, besoknya lagi. 😁

Jangan merendahkan usahanya (Buat TT jadi hal yang menyenangkan!)

PR banget nih, aseli. Kadang kalau udah kesel pipis bertebaran dimana-mana sampai ngepel 10x sehari itu bikin hati mamak gemesh sampai pengen kayang, apalagi kalau ada pup, kebetulan ada tamu pula yang mampir  ke rumah. Hahahaha. Mesti banyak istighfar sambil mengelus dada.

Sabar? Woh, gak usah ditanya. Sabar banget! XD

Pernah, Syuna udah lancar banget pipis sampai 2 hari berturut-turut, eh, hari ke-3 malah 'bocor besar'. Aku yang udah merasa bisa berleha-leha pun t e r k e d j o e t. 

Bahkan menggerutu keras sambil ngepel, Syuna kaget banget waktu itu. T_T

Akibatnya? Berikutnya Syuna pas bilang mau pipis/udah pipis jadi takut-takut, barangkali takut melihat mamaknya emosi lagi kali ya. Pokoknya waktu itu pelajaran banget deh buatku, betapa gimana pun hasilnya kita harus menghargai usaha si kecil.

Beri pujian + Sabar + Konsisten 

Another magic words. Reward-sabar-konsisten. 

Tampaknya simpel banget, tapi diatas segala hal inilah salah satu faktor besar. Sabar dan konsisten. Seperti kita yang udah tuwir-tuwir ini senang kalau dihargai usahanya, begitu juga anak kita.

Beri apresiasi bila anak sudah melakukan sesuai dengan apa yang kita arahkan. aku biasanya cuma kasih tepuk tangan sambil bilang "Hebat!" "Pintar!", atau hadiah segelas susu hangat aja Syuna udah seneng. Ahahaha...

(receh amat ya, nak )


***

Nah, sekarang udah hampir setahunan lepas pospak. Apakah jangka waktu sebulan kemarin saat TT bisa membuat Syuna 100% buang hajat di WC? Hmm... nggak juga. Sampai sekarang pun masih perlu perhatian dan nggak bisa dipercayakan sepenuhnya, tapi kira-kira sekitar 90% sudah done ^^ 

sumber: Keluarga kita

Beberapa kali tidur malam sempat loss ngompol juga. Hihi... Tapi overall, tips lepas dari pampers alias toilet training anak perempuan diatas sudah terbukti sukses kuterapkan.

Semoga tulisan ini bermanfaat, ya!

Custom Post Signature

Custom Post  Signature