Tuesday, March 13, 2018

Jalan-Jalan Ke Kota Tua Jakarta


Sehari Jalan-jalan di Kota Tua – Jalan-jalan ke Jakarta dan penasaran sama tempat mana yang masih original?  Kota Tua menurut saya adalah salah satu jawabannya. Tentu saja itu adalah hasil analisis sotoy yang saya simpulkan dari gaya arsitektur zaman Belanda yang masih telihat di desain bangunan disana.

Meskipun tentunya sudah mengalami sedikit perubahan dan juga perbaikan, toh nuansa putih-putih dengan khas pilar besar di bagian depan bangunannya masih memancarkan hawa-hawa Eropa, khas none-none sama abang-abang bule berambut pirang tempoe doloe gitu.

Saya berkesempatan menghabiskan waktu selama dua setengah jam berkeliling disana pada Desember tahun kemarin.  Kali ini saya pengen ceritakan sedikit tentang perjalanan saya yaa! :D

PERJALANAN KE KOTA TUA

Berdua dengan Mbak Pita, kami berangkat pagi-pagi sekitar jam setengah 7 dengan menggunakan bantuan taksi daring dari hotel tempat kami menginap waktu itu. 

Baca Juga: Revie Hotel Amaris Jakarta, Strategis untuk Traveller

Tak butuh waktu lama untuk sampai ke Kota Tua, kira-kira hanya butuh waktu sekitar 5-7 menit di perjalanan, kami langsung menjejakkan kaki di kawasan Kota Tua. Alhamdulillah waktu itu jalanan masih lancar jaya, mungkin karena pagi hari.

Oh iya, emang mau ngapain ke Kota Tua?

Ya jalan-jalan pagi dong, pengen ngerasain jadi pelancong ke ibukota mumpung ada disana. Masa diam aja di kamar mencet-mencet gawai, laptop, sama remote TV?

Meskipun wi-fi yang disediakan lumayan kencang dan mendukung banget buat bersantai sambil mengunduh macam-macam ((sebenernya saya juga punya sederet drama dan video yang pengen diunduh). Namun akhirnya saya lebih memilih buat jalan-jalan keluar, mumpung nggak bawa Syuna juga. Anggap saja semacam me time.

Tapi ini bukan membujang ya? Bukan pastinya. Hahaha

(Membela diri)


Jadi memang kawasan Kota Tua ini sentralisasi bangunan zaman Batavia begitu ceritanya. Sebenarnya juga ada museumnya, yakni Museum Fatahillah, tapi sayang waktu itu lagi tutup. Jadi kami memutuskan untuk muter-muter doang disini.

Habis sampai, yang pertama kali kami lakukan adalah ke minimarket. Kami membeli makanan kecil dan tak lupa juga sebotol minuman segara supaya pas di foto selalu bisa senyum. Kan senyum juga butuh energi, nggak cuma pura-pura bahagia doang yang butuh energi di dunia ini. 
Uhuk.

Padahal sebelumnya kami sudah makan di hotel, memanfaatkan fasilitas breakfast yang disediakan. Tapi ternyata cemilan disaat jalan-jalan itu mandatory buat kami berdua. Semacam kewajiban tidak tertulis.

BERSEPEDA SANTAI DI KOTA TUA 

Saya jadi ingat kalau dulu ada teman yang mengunggah fotonya menaiki sepeda onthel warna-warni di sosial media. Nah, ternyata di Kota Tua inilah tempatnya!



Nggak menyia-nyiakan kesempatan, kami juga segera menyewa sepeda dengan salah satu abang-abang yang ada disana. Lupa deh kemaren berapa biayanya, 20 ribu ya kalau nggak salah untuk durasi sewa 30 menit.

Selain sepeda, sama abang-abangnya juga ada dikasih topi a la none Belande gitu. Mungkin tujuannya supaya nggak kepanasan kali ya, tapi karena cuaca hari itu sudah teduh duluan, jadi bagi saya topi ini hanya sebagai penambah nilai estetika semata.

Habis, emang beneran cantik sih. Ingat pantai gitu saya liatnya.

A post shared by Zulaeha B.A Rozali (@syunamom) on

Muter-muter bersepeda disini ternyata beneran sekalian jadi olahraga! Apalagi buat Mbak Pita yang waktu itu naik sepeda sambil menggendong putra beliau yang berusia 5 bulan. Belum sampai 30 menit kami bersepeda (dengan santai, padahal), eh udah terasa capek aja.

Adududu fisik buibu ya, kayaknya saya mesti ikutan zumba nih, supaya stamina lebih terkontrol. Cepet banget capeknya :(

Tapi habis itu kami sadar akan sesuatu. Bahwa, oh, ternyata bukan keputusan yang buruk untuk jajan duluan di minimarket pas pertama datang kesini tadi, justru tepat. Pakai banget malahan. 
Jadi kami bisa langsung menyantap cemilan dengan santai. Hidup ngunyah! Nyem nyem nyem


Temen saya yang mengupload gambar bersepeda di Kota Tua waktu itu seingat saya juga mengunggah foto dengan manusia patung, tapi sayang sekali hari itu kami tidak punya kesempatan bertemu manusia patung. Padahal saya pengen ikutan foto juga. Hehehe



Saat jalan-jalan disekitaran Kota Tua, saya melihat banyak cafe-cafe dan juga lapak tattoo (yang waktu itu tutup), ada kantor Pos Indonesia, kantor Bank zaman Belanda dan masih banyak lagi.

Kebetulan waktu kami datang kesana berbarengan dengan rombongan study tour dari sebuah SMP. Jadi suasana Kota Tua pagi itu ramai, masing-masing murid SMP itu sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Ada yang sibuk berswafoto, ada yang sibuk groupie, ada yang sibuk berkejaran dengan menaiki sepeda. Sementara itu di sudut yang lain para guru tampak mengawasi.

Eeeer... Ditengah anak SMP saya jadi berasa tua makin muda. Haha

PERATURAN DI KOTA TUA

Apa? Peraturan? Iya... ada juga peraturan disini.

Salah satunya adalah larangan bagi pengunjung agar tidak naik ke atas meriam yang ada disini. Tau sendiri kan zaman now. Kalau sudah demi feed instagram yang estetetik, banyak yang bela-belain pasang pose maksimal tanpa mengindahkan ketentuan yang ada. 

Untungnya hari itu meski Kota Tua dipenuhi anak SMP yang masing-masing membawa gawai untuk foto-foto, tidak ada gaya macam-macam, semuaya normal dan mematuhi ketentuan. Oke sip lah pokoknya. All iz well!

Karena menjelang pekan olahraga yang diselenggarakan nanti bulan juni di Palembang. Di Kota Tua juga banyak banner (?) dan juga maskotnya bertebaran. Saya sudah pasti tidak melewatkan kesempatan untuk berfoto disana dong. Ehehe



Final Verdict.

2,5 jam di Kota Tua benar-benar menyenangkan. Banyak hal yang bisa dicoba, melihat bangunan tempo doloe jadi terbayang suasana Batavia zaman dulu.

Katanya, bila memasuki jam ramainya, banyak seniman dan stand jajan disini lho, tapi pas saya kesana kemarin itu belum ada... Nggak rezeki kali ya 😂

Semoga saya bisa berkesempatan datang kesini lagi pas jam ramai, penasaran bagaimana menu jajajannya! Hehe...

Senimannya juga deh 😆

Teman, kalau kalian pernah kesini juga nggak?


15 comments on "Jalan-Jalan Ke Kota Tua Jakarta"
  1. iya mbak kalo lagi ramai itu penuh dengan yang jualan dan juga seniman jalanan yang bisa jadi teman foto-foto...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku nggak kesampaian mau foto-foto sama seniman jalanannya mba Mayaaaa huhu

      Delete
  2. Belon pernah, ke jkt juga beloon >.< haha. Oh itu bangunannya pernah dipugar ya? Aku kira masih ori, kuat bener kalo masih ori. Tapi emang kalo bangunan zaman Belanda kuat2 juga sih aslinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paling nggak pernah di cat ulang ya... ^^ bangunan zaman dulu emang kuat-kuat duluan juga sih ya

      Delete
  3. Kota tua emang tempat yang asik mba,eny aja pengen bgt lagi kesana gak cukup satu kali aja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya, rasanya tuh nggak cukup satu kali doang. Masih pengen muter. Hehe

      Delete
  4. Belum pernah kesini huhu. Semoga suatu hari bisa kesini. Masa orang indo ga pernah ke ibu kota? *kurang gaul dan kurang prestasi. XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kurang prestasi apanyaa... Bejibun gitu XD

      Delete
  5. Kapan yaaa kami bisa ke sini. Asyik banget kayaknya kalau bersepeda berenam di sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekalian foto-foto buat dokumentasi keluarga :D

      Delete
  6. Kota tua memang luar biasa ya mba, aya pikir itu belum pernah di rehab ternyata sudah pernah ya 🤔

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Aya. Kota Tua itu bagus bangeettt

      Delete
  7. Kota tua jakarta berhasil di 'selamatkan' ya. padahal di semarang juga ada bangunan2 ala kolonial tp gak di kelola. Jadi pingin ke kota tua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin karena letaknya di Jakarta kali ya, jadi harus ekstra diperhatikan. Saksi sejarah... Sayang banget ya di Semarang masih kurang dioptimalkan :)

      Delete
  8. kapan yahhh bisa kesana, seruuu bangeett kayanyaa

    ReplyDelete

Halo, terimakasih sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature