Saturday, March 09, 2019

Suka Duka Menjalani Long Distance Marriage (LDM)

Suka Duka Menjalani Long Distance Marriage (LDM) - Assalamualaikum, ngomongin soal pilihan, pastinya nggak ada pasutri normal di dunia ini yang pengen hidup saling berjauhan. Semuanya pasti pengen hidup bersama-sama, saling berdampingan, bisa ketemuan setiap hari. 

Tidur ada partnernya, makan ada temennya, sholat ada imamnya, menggila ada kongsinya. 

Wah, pokoknya ya udah jadi macam bayangan. Dimana ada kamu, disana ada dia. Dimana ada Dilan, disitu ada Milea. (ehemm maksa amat ya istilahnya wkwk). 



Tapi gimana misalnya kalau terpaksa dipisahkan jarak? 

.... Kayak aku ini? (atau mungkin seperti kamu yang lagi baca ini?) 

Waaaaah, pastinya kita semua yang mengalami hal ini sepakat kalau rasanya NANO-NANO! Ada manisnya, ada asinnya, banyak ASEM-nya. 

πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚✌️

Sejauh ini, memang banyak banget hal yang aku pribadi rasakan seputar Long Distance Marriage (LDM), ada suka dan ada juga dukanya. Ya, namanya juga nano-nano. Tadinya sih pengen nulis ini nanti kalau sudah selesai LDM-an, tapi nanti ilang feeling-nya. Jadi mending ditulis sekarang aja mumpung lagi anget. Hehe.

Oke, ini dia  penjabaran nano-nano yang saya rasakan :

PLUS (SUKA-SUKA AJA, MASIH BISA DIAMBIL POSITIFNYA)


✨ Mengajarkan rasa sabar & syukur.

Biasanya dulu di rumah pagi-pagi itu saya masak nasi anget, dadar telor pake daun bawang, menyeduh teh hijau, terus makan sama-sama Abah dan Nuy. 

Menunya sederhana abis, tapi jam sarapan itu banyak diisi dengan ngobrol receh seputar rencana yang akan dilakukan hari itu. Momen-momen sederhana begini asli ngangenin banget. 

Bikin sedih kalau lihat rekaman iseng kami bertiga di smartphone, soalnya sekarang menunggu momen begitu itu mesti lamaaaa dulu nunggu Abah bisa libur kuliah :'(



Tapi, berkat LDM ini juga, aku jadi semakin bisa memaknai rasa syukur hidup seatap bareng suami dan anak. Hal begini tuh tanpa disadari ternyata pengaruh banget sama emosional kita lho! In a good way pastinya! 

✨ Memupuk rasa saling percaya & komitmen

Selempeng-lempengnya pasangan ya mana ada sih yang bisa 100% percaya begitu aja kalau jaraknya jauh? Minimal ya aku nanya-nanya lah, dinas nanti sama siapa aja, jalan-jalan bareng temen ada ceweknya nggak, itu yang bening di foto bersama namanya siapa jangan deket-deket.



Kelar ditanya-tanya juga nggak ada jaminan, jadi sisanya ya tinggal saling percaya dan serahkan semuanya kepada Allah Yang Maha Esa. 

Ingat-ingat komitmen sebelum memutuskan menikah supaya iman nggak mendadak lemah. Anggap aja LDM ini ujian, soalnya nggak semua bisa tahan. Semoga kita bisa termasuk yang tahan. Aamiin. 


✨ Bebaaas (Dalam konotasi positif)

Yup, mau tidur jam 12 malam, mau tidur siang 2 jam. Terserah. 

Nggak ada yang bawel nyuruh tidur atau malah pusing sendiri mikirin menu makan siang. Meski ya harus tetap bantuin mama masak-masak di rumah kalau sudah masuk jam makan, atau teteup dimarahin kalau ketahuan begadang sama Mama. πŸ˜‚✌️



Tapi ya beda, feeling-nya sama suami tuh beda. Kebebasan bujangan sama kebebasan pas jauh dari suami tuh nggak sama. Bisa me time-nya itu loh. Kerasa banget pas jadi emak-emak gimana nikmatnya sesekali bisa bangun kesiangan (meski disambung dengan penyesalan habis itu lol).

MINUS (NGGAK ENAK, BENERAN! )

πŸ’” Quality time berkurang 

Yang paling NGGAK ENAK BANGET ya bagian ini. Mesti pisah dulu. Pengen ketemu sekali-kali tapi harga tiket pesawat bikin ngelus dada, rasanya jadi pengen ngasih piala Nobel sama yang kuat LDM bertahun-tahun itu, kok bisa hatinya bisa tetap damai. 

Salut dari lubuk hatiku yang terdalam pokoknya. Seriusan.

:'D

Terus, di awal-awal LDM Syuna seriiing banget nanya "Abah dimana, Ma?". 

Syukur banget jawabannya bisa selesai dengan "Abah lagi sekolah supaya tambah pinter, ini foto Abah pakai seragam", Syuna mau mengerti. 

Soalnya  ya nggak bisa bayangin gimana kalau dia ngasih pertanyaan mellow dengan kalimat drama macam "Mau Abaaaah... Abah manaaaa.... Abaah hilaaaang, kita ditinggal Abah maaaa.... " HAHAHA.



Meski lega pasal pertanyaan anak, perkara kurang quality time ini juga punya dampak, misalnya kangen berat karena nggak ada lagi yang tidur ngorok disamping, atau nggak ada lagi yang suka makai toner rambut istrinya buat vitamin kumis dan jambang. 

Yah, ribut receh gitu kayaknya bagiku juga quality time sih πŸ˜‚

πŸ’” Prasangka 

Yah, manusiawi banget cemburu. Cemburu tanda cinta. Manusiawi banget punya prasangka. Prasangka tandanya masih kepikiran dan peduli. 

Begitu sih katanya para ahli. Nggak mungkin kan merasa cemburu dan prasangka sama orang yang kita nggak cintai?

Tapi ya pastinya disaring aja baik-baik.

It comes back to you, it comes back to you, All the Things that you had lost will find their way to you. Tu lu luuu (nyanyi lagunya Imagine Dragons)

Kalau emang jodoh dan baik pasti balik lagi sama kita, tak ingin ku menerka-nerka mah kalau kata Mbak Nagita. πŸ˜›

πŸ’” Sendirian itu capek, Maemunah. 

Wah, seriusan. Capek. 

Nggak ada asisten rumah tangga sama sekali nggak masalah. Tapi nggak ada suami? Beban semuanya tanggung sendiri cuy. 

Harus kuat. Harus semangat. NGGAK BOLEH LETOY (meskipun ya sering letoy juga ujungnya hahahaha). Soalnya satu-satunya yang bisa diandalkan adalah diri kita sendiri. Anak lapar ya masak, anak pengen main ya temenin, anak pengen bobo dipeluk ya peluk, buang saja yang lainnya.  :")



Kemarin pas diajak ipar nyalon nikmatnya hidup tuh rasanya terpenuhi, padahal cuma trimming rambut doang. Tapi lumayan banget mengurangi capek hati karena sudah lama sendiri.

Serius, pas LDM ini jadi dapat gambaran  gimana hebatnya perempuan yang bernama single mom itu. Nggak ada hari libur, setiap hari, 24/7!!! 

*peluk hangat semua single mom, terutama mamaku sendiri, the best mom ever*

πŸ’” Nggak ada yang setia mendengarkan.

Banyak yang bilang aku orangnya pendiam. Dan itu nggak salah. Karena aku menyadari kalau aku itu orangnya super moody dan mungkin saja saat itu senang nggak mood bicara. (dua tahun terakhir moody ini tambah parah πŸ˜‘ terus terang ini harus kuperbaiki segera). 

Tapi di rumah, aku sanggup ngomong receh dan bebas sama Abah Nuy. Soal apa? Soal apapun. Gosip apapun. Tanpa khawatir akan terus ke orang lain. Dan sampai sekarang aku sendiri takjub dengan kesabarannya menghadapi ocehanku, yang kalau aku sendiri jadi pendengarnya, aku pasti sudah muak karena hobiku di rumah ngobrol ngalor-ngidul loncat-loncat topik.. πŸ˜‚

Mungkin juga dia tahan bukan karena sabar, tapi sebenarnya nggak di dengerin (kok sedih ya kalau begini 😬), tapi ya nggak apa-apa juga, yang penting dia bersedia diam menyediakan telinga dan bahu (atau semangkuk nasihat kalau topiknya perlu dikomentari serius). 

Nggak semua orang mau nonton anime  Tonari no Kaibutsu-kun denganku, nggak semua orang mau mendengarkan pendapatku tentang alisnya teman kerja yang seperti shinchan, tapi Abah Nuy mau. Dan aku suka itu.  


❤️❤️❤️

Hari-hari tanpa suami nggak gampang, tapi demi masa depan yang lebih cerah tetap harus dijalani, keyakinan bahwa semuanya pasti nanti akan terlewati menjadi hal yang tidak boleh dilupakan. 

Banyak harapan yang kita tanam dengan menyanggupi jarak saat ini. Jadi, semangat terus untuk semua mama yang sedang LDM.

Everything will always be daijobou. 



22 comments on "Suka Duka Menjalani Long Distance Marriage (LDM)"
  1. Sebelum menikah saya menjalani LDR dan itu berasa susah banget menahan rindu. Salut deh sama Istri-istri yang menjalani LDM sepeti Mba :D tapi pasti suatu hari akan bisa berkumpul terus ya Mba.

    ReplyDelete
  2. Saya ngikik lagi baca berulang ulang pas kalimat menggila juga ada kongsinya.

    Memang rumah tangga itu tidak hanya satu atau dua masalah ya tapi masalah yang tidak terhingga. Salut dengan pasangan yang ikhlas menerima semua kondisi

    Semoga Jannah Nya kelak jadi balasan atas keikhlasan dan keridoake selama ini ya. Amin.

    ReplyDelete
  3. Sebelum menikah sudah pernah merasakan long distance relationship selama setahun. Setelah menikah rasanya jadi kapok deh mau long distance... jadinya saya lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah saja.

    ReplyDelete
  4. Aduh mbak aku gak kebayang deh kalau harus LDM. Aku ni manja banget, ditinggal suami survey seminggu aja udah uring-uringan pusing. Haha. Semoga segera selesai ya LDM nya dan bisa bersatu kembali. Amin.

    ReplyDelete
  5. Hebaaat Mbak, sungguh kutaksanggup membayangkan LDM itu. Walau sering ngambek2an ma Suami mah tapi itu yg bikin slalu rinduuuduuu.. Busa ngobrol ngalor ngidur, ngobrol receh, pokoknya klo ama suami sendiri mah percaya ajah. Walau bantu ngurus anak2yaaa cuma 5 menit udah nyerah dia mah tapi tetap bersyukur sampai sekarang slalu bersama. Dia udh ada rencana lanjut kuliah lagi di luar daerah, tp pengennya ikut juga hihihihih. Salut utk yg LDM. Moga segera bs berkumpul ya Mbak :)

    ReplyDelete
  6. Wah, aku bukan #timLDM sih mbak. Suami sejak awal sudah bilang kalau aku harus ikut kemana-mana. Boro-boro LDM, lha wong dia ada dinas keluar kota aja kalau aku dan anak-anak bisa ikut pasti diajak.

    Meski begitu, bukan berarti tinggal serumah enggak banyak ujiannya ya. Apapun pilihan hidup untuk pernikahan kita, semoga itu yang terbaik ya mbaak

    ReplyDelete
  7. walau sering cek cok tapi kalau jauh suka kepikiran dan ngangenin ya kakak, pekerjaan juga beres kalau saling bantu membantu

    ReplyDelete
  8. Tetap semangat ya Mbak..pejuang LDM, semua akan indah pada waktunya. Keep positive ya..#peluk
    Jadi kepo kenapa enggak ikutan Mbak...?
    Saya waktu suami sekolah ikutan
    pernah LDM karena dia kerja di Aljazair jadi shift on/off per 4 minggu

    ReplyDelete
  9. Kalau LDR memang sudah familiar banget, dan ternyata yang sudah menikah pun bisa merasakan long distance ya 😁

    ReplyDelete
  10. Emang kalau LDR hal yg terberat dijalani tuh, ga ada partner yg bs gantian jagain anak. Xixixi.. itu yg berat. Kalau yg lain mgkn bs teratasi ya, Mba.. ^_^

    ReplyDelete
  11. Kami pernah merasakan LDM tapi karena merasa lebih banyak dukanya akhirnya aku putuskan ikut ke mana suami pergi maklum nomaden ceritanya 7 tahun meikah dan nyicipin tinggal di 5 kota.

    ReplyDelete
  12. Pernah LDR juga di awal2 pernikahan, tapi setelah punya anak alhamdulillah blm, emang kyknya bakalan beda hehe.
    Emang ada bbrp suami istri yang LDM, salut pada yg bisa jaga komitmennya, yang paling penting sebenarnya kepercayaan dan komunikasi ya mbk :D

    ReplyDelete
  13. Dulu awal-awal nikah sempat LDM an juga. serunya kalau sudah agak lama nggak ketemuan kangennya jadi berat dan bertumpuk-tumpuk. Eh tapi gara-gara itu jadi agak sensitif juga... LDM diperlukan mental yang kuat dan rasa percaya yang besar terhadap pasangan

    ReplyDelete
  14. Gak pernah merasakan LDM nih saya, dan kayaknya ga bakalan sanggup hehe secara selama ini ketergantungan banget sama suami hehe

    ReplyDelete
  15. Yg blm nikah juga berat kok. Apalagi kalau bertahun2, sumpah rasanya ga enak. Hiks

    ReplyDelete
  16. LDM memang selalu menjadi pembahasan yg menarik ya mba, aku pun juga pernah merasakan hal yg demikian dan rasanya bikin serba salah plus gak nyaman pula, suka banget mba sama sharingnya

    ReplyDelete
  17. Dulu pernah merasakan.. masih LDR sih mba.. Dan memang berat.. Tapi aku saluuttt sama Mba, tetep semangat ya mbaaa.. Semoga banyak panen pahala, pahalanya double double.. 😍

    ReplyDelete
  18. iyaa aku kadang kalau lihat teman-teman yang LDM sama suaminya itu salut loh. mereka ngurus anak sendirian dan cuma ketemu suami beberapa kali dalam sebulan. aku ditinggal sehari aja kepikiran. heu

    ReplyDelete
  19. duh dilema banget pastinya ya, aku sih gak bakal kuat mba kalo LDM. salut banget deh bisa melalui dengan tegar.

    ReplyDelete
  20. Thankyou mba, tulisannya menguatkan ku yg sedang berada dititik lemah dalam menjalani LDM yg udah setahun lebih ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaa,baru aja ditinggal balik suami kerja ke jakarta, aku di sby, bulan depan belum tentu bisa pulang. Sekarang lagi nangis sesenggukan, gak bisa berhenti, sendirian di rumah. Ya Allah...

      Delete
  21. Semoga selalu mendapat berkah mbak.. insyaallah Abah nya nuy disini selalu menjaga diri dan inget umma nya Nuy πŸ˜„πŸ˜„

    ReplyDelete

Halo, terimakasih sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^