Saturday, March 03, 2018

Efek Positif Menikah Muda

Efek positif menikah muda

Efek Positif Menikah Muda – Assalamualaikum. Apa kabar? Kalau menengok jumlah postingan bulan lalu rasanya sedikit banget ya? Padahal di Resolusi 2018 lalu saya mau merajinkan diri buat menulis. Ternyata sulit juga ya buat menyeimbangkan banyak hal.

Eits, bukannya gagal menulis sih. Saya tetap berhasil menulis. Tapi lebih banyak di buku catatan pribadi, bukannya di blog ini. Ehehe.. 

Sepertinya habis ini bakalan diusahakan juga buat seimbang antara buku catatan offline di rumah dan catatan dunia maya di blog ini, supaya nggak berat sebelah. ^^

Baca juga: Resolusi 2018

Oh iya, sebelumnya saya juga mesti lebih banyak mengucapkan Alhamdulillah nih. Karena sejak masuk kelas matrikulasi Institut Ibu Professional, rasanya banyak tetek-bengek rumah tangga yang lebih terkonsep. Nggak amburadul dan pakai gaya 'suka-suka gue' kaya kemarin-kemarin. πŸ˜‚

Berkah ikut kelas matrikulasi, salah satunya ya saya jadi keranjingan nulis-nulis di buku catatan tadi, yang bikin saya belajar managing dan organizing.

Meskipun sekarang jadwal menulis di blog masih kacau karena masih menyesuaikan jadwal domestik. Nggak apa-apa ya, pelan-pelan kita maju terus, sambil jalan diperbaiki πŸ˜†

🌻🌻🌻

Oh iya, kali ini topiknya ringan tapi serius.

Tentang Menikah muda.

Sebelumnya, nikah muda, usia berapa sih?

Supaya nggak rancu sama istilah muda, yuk kita cari rujukannya.

Usia muda menurut BkkbN adalah mereka yang berusia 10-21 tahun. (BKKBN, 2005)

Nah, dari definisi diatas kita bisa simpulkan kalau menikah muda itu adalah pernikahan yang dilakukan oleh muda-mudi dengan rentang usia dibawah 21 tahun. (CMIIW✌)

Hmmm... Sebelumnya perlu saya kasih disclaimer ya, meskipun saya masuk dalam kategori orang yang menikah muda. Saya nggak akan meminta kalian untuk memilih menikah muda juga, karena setiap orang beda-beda dan waktu jodohnya sampai juga beda-beda. ☺

Baca juga: Cerita Nikah Muda

Tapi kali ini saya pengen sharing aja, apa aja sih efek positif dari nikah muda, soalnya kalau kita googling efek negatif nikah muda itu katanya kan banyak ya? Hehe..  

Langsung aja ya ke poin pertama:

1.  Terhindar dari hubungan gak jelas dan terkutuk

Gimana rasanya menjalin hubungan yang lamaaaaaa banget, tapi menjelang mau nikah, eh, si dia berpaling ke lain hati karena merasa hubungan udah terasa 'hambar'?

Memang saya pribadi nggak pernah mengalami sendiri, tapi saya dapat merasakan gimana emosi abang saya karena mengalami hal itu. Bahkan untuk lelaki (yang notabene katanya lebih memakai logika), impact-nya itu gede banget pas ditinggalkan, apalagi buat kita kaum hawa yang nyaris selalu pakai perasaan? 

Kalau saya, bisa-bisa bakalan berpaling kembali ke 2D #eh. 

Becanda. πŸ˜…

Contoh-contoh makhluk 2D πŸ˜‚

Jadi kalau buat saya, salah satu efek positif menikah muda adalah membuat saya nggak sempat terjerumus ke dalam hubungan yang belum jelas arahnya, karena udah lebih dulu menemukan kemana arah hubungan yang sesuai dengan syariat agama. 

Nggak pacaran lama-lama.
Nggak maksiat kelamaan juga. huhu

2. Mesra lebih lama 

Uhuk. Mesra katanyaa... haha. 

Eh, serius lho. Karena sebelum-sebelumnya nggak punya siapa-siapa yang mau dipeluk, dicium, di sayang-sayang, sekaligus dibanting mesra ala-ala pemain smackdown. Akhirnya pucuk dicinta, ulam pun tiba... (gak nyambung yee... biarin aja ya πŸ˜‚) 

Jadi ingat lagunya Jae Jong ex-TVXQ di lagu All Alone, salah satu lagu favorit saya pas masih fangirling militan dulu.

Salah satu penggalan liriknya "I'm saving all my love for you". Jadi perasaan (cinta) yang tumpah ruah dengan yang telat dan halal itu lebih melegakan, karena kita tahu bahwa kita yang pertama, jadi bisa mesra lebih lama. 😚

Tapi mesra katanya juga perlu dipupuk, lho. Kemarin saya dapat tips-tips cihuy dari kelas IIP, nanti saya share juga ya disiniii πŸ˜†

3. Umur anak nggak terpaut jauh, jadi kita bisa menemani lebih lama.

Ya memang sih kalau soal umur itu nggak ada yang tahu. Hehe

Tapi asumsinya, saya melahirkan di usia 20 tahun, berarti nanti pas Syuna mulai kuliah kira-kira umur saya 37-38 tahun. Siapa tau pas nganter (nganter??) dia daftar masuk kuliah nanti bakalan disangka kakaknya, bukan emaknya 

#ngarep 
#selalumerasamuda LOLOL


Secara finansial, saya juga berharap dengan mengawali lebih awal, saya juga akan mapan lebih cepat.

 (Aamiin-kan ya sodara-sodaraa πŸ˜‚).

4. Punya masa belajar yang lebih cepat & lama 

Alhamdulillah, Abah termasuk golongan suami yang manut bila diajak pergi ke seminar-seminar parenting buat belajar sama-sama membangun keluarga yang lebih baik. 

Pernah sekali saya cuma izin mau ikutan seminar tanpa menjelaskan seminar apa karena tahu jadwalnya bertepatan dengan shift Abah bekerja, eh ujug-ujug pas dia tahu itu seminar parenting soal Ayah dia nyesel nggak ikutan. Hehe

Baca juga: Belajar Jadi Ibu yang Morning Person

Kalau suami tipe cuek bagaimana? Ya tak apa, tetap belajar. Kalau tidak bisa berdua ya sendirian dulu, mending ada salah satu yang dapat ilmunya daripada loss keduanya, kan? Siapa tau melihat kita getol belajar, si bapak mau ikutan juga. 😁


🌻🌻🌻

Memutuskan menikah di usia muda, (katanya) berarti mengorbankan masa muda. Meskipun saya nggak merasa begitu, saya malah merasa bersyukur, karena berkahnya bagi saya banyak sekali. 

Berkah pasangan, berkah keturunan, berkah keluarga baru. Ah, banyak lah pokoknya.

Menikah untuk saya membawa banyak pelajaran hidup yang baru, hal-hal yang tidak saya akan temukan selama menjadi single

Semoga dengan belajar lebih awal, kami jadi punya masa belajar lebih lama dan juga ilmu yang lebih banyak dan menjadi keluarga yang bermanfaat bagi orang lain. (Minta Aamiin-kan lagi yaaa 😁)

5. Bisa belajar dewasa bersama-sama 

Saya akui pas awal-awal menikah itu saya kekanak-kanakan banget. Hobi saya merajuk, ngambek, manyun-manyun gaje sok imut padahal kalau dilakukan di depan cermin diri sendiri aja mual liatnya. Hahaha...

Tapi seiring waktu berjalan, akhirnya Leha yang sekarang bukan lagi Leha yang dulu. Ngambek sih masih, tapi nggak se-dasyhat dulu.

Secara nggak langsung faktor waktu, bertambahnya usia, lalu kemudian punya anak juga membuat mental semakin stabil. Jadi semakin tenang karena merasa semakin mengenal kekurangan kita dan pasangan. 

Maksudnya, kita berdua tahu bahwa kita ini nggak sempurna, karena itu kita saling menyempurnakan. Jadi kita belajar menjadi dewasa bersama-sama. 

Sambil mengingat-ingat, kelak yang menemani kita sampai tua itu dia loh, anak-anak akan membangun keluarganya sendiri-sendiri. Tinggal kita berdua yang akan melanjutkan hidup sampai nanti dijemput malaikat Izrail. (Aamiin yang ke-3x nya πŸ˜†)

Bukannya sok bijak, tapi kalau lagi marah-marah teringat lagi kalau pasangan itu cerminan diri kita. 

So, kalau mau pasangan baik, masa sih kitanya aja nggak introspeksi diri?

(ngomong sama diri sendiri πŸ˜…πŸ˜‚)

🌻🌻🌻

Hmm, sepertinya cukup 5 poin itu aja ya efek positif menikah muda yang saya rasakan. Kapan-kapan saya tambah lagi kalau ada yang lain yaa. Kalau ada tambahan boleh di drop di komentar. Terimakasih sudah mampir 😊
25 comments on "Efek Positif Menikah Muda"
  1. mba Leha... akupun speechless karena tulisan kita mirip banget! poin nya 5 dan semuanya sama πŸ˜‚ nanti lah mampir ke blog ya, buktikan kata2 saya, hihihi. Eh, tapi aku kan nikah 23 ya, kenapa ngaku2 nikah muda πŸ™ˆ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok mbak sih, panggilnya adek dong, berasa tua nih sayaa πŸ˜‚πŸ’”

      Nikah umur berapapun bila si pelaku (pelaku??) merasa muda maka bisa dibilang nikah muda kayanya ya mbak wkwk.
      Cuzzzz, meluncur ke blog mba Fika

      Delete
  2. Aku nikah usia 22. Ga masuk muda ya kalau menurut BKKBN? Hehe. Tapi aku tetap ngerasa nikah muda waktu itu karena paling pertama nikah dari teman2 seangkatan kuliah. Poin yang ke-5 itu benar banget menurutku. Tiap hari selalu ada hal yang bisa diambil hikmahnya, karena interaksi dengan pasangan dapat membuat kita dewasa secara perlahan dan pasti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Definisi nikah muda ternyata banyak Mbak Rindang, bisa jadi usia 22 masuk juga kalau pakai pendapat yang lain. 😁

      Yang jelas nikah muda atau nggak, yang penting berkah selalu. Aamiin.

      Delete
  3. Mbaaaa leha, aya jadi pengen nikah muda juga eh tapi belum ada calon nya wkwkwk, rasanya kalau liat tulisan begini, bikin hati jadi adem sendiri 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, ini bukan ajakan ya. Hehe

      Semoga Aya dapat yang terbaik dan diwaktu yang paling tepat. Aamiin :)

      Delete
  4. Sekarang aja anakku baru 1 dan umurku uda 32 rasanya pengen mengulang waktu. Kan makin tua perempuan jg makin terbatas kelincahannya. Enaknya kawin muda dan langsung punya momongan tuh badan masi bugar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi kan ilmunya udah banyak, bunda. Nggak kaya saya dulu yg awut-awutan. 😁

      Usia matang sudah bisa mengatur ego, finansial juga udah bagus. Bisa jadi lebih berkah, Insha Allah.
      Semoga kita sehat selalu ya mba buat membesarkan putra-putri kita. Aamiin.

      Delete
  5. Nomor 2 dan 4 kompak mba.. Haha. Aku juga punya cita2 konyol entar kalau anak udah remaja mau ajak dia jalan terus. Ngimpi kalau ad yg negur mirip dan dikira kakak adek. Hahaha. Pokoknya sama dah semuanya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeayyyy ada yang sama lagi nih, toss dulu yuk Mbak Winda. Hehe

      Delete
  6. Aku nikah pas 25 thn. Alhamdulillah kemudaan nggak, ketuaan juga nggak. Masih fit waktu itu, seger bugar 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ideal yang Mba Mia. Mantab lah pokoknya 😁

      Delete
  7. Wah leha ikut iip juga ya. Jadi penasaran nih gimana nanti tulisannya tentang iip. Kalau ibu bekerja ada yang ikut iip juga nggak ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak ibu bekerja juga mbak Antung, yang belum berkeluarga juga ada. Saya kemarin itu malahan diajak ikutan sama teman yg masih single dan bekerja😁

      Tulisan tentang IIP ada di blog saya yang syunahome.

      Delete
  8. Wah, aku ga masuk kategori muda lagi neh kalo menurut bkkbn πŸ˜…πŸ˜…
    *lalu ku merasa sedih πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. kita para perempuan emang maunya awet muda ya 😁

      Delete
  9. dulu pengennya nikah muda mba saat umurku masih 20 tahun ada seseorang yang melamar usianya uda 30th beda 10 thn dengan aku, sayang ortu belum kasih karena aku masih kuliah yang tinggal dikit lagi semesternya namun mmg belum jodoh seseorang itu beri kabar dy menikah beberapa bulan setelah melamar aku *curhatttttt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eaaaakkkk blio curhat... πŸ˜‚

      Mama Neyna udah ketemu suami sekarang udah takdir yang paling bagus deh ^^

      Kalau aku kemarin direstuin full sama mama dan keluarga yg lain. Jadi langsung aja nggak nunggu lama-lama, padahal masih kuliah semester 3. πŸ™ˆ

      Delete
  10. Asyik banget mbk punya suami yg mw blajar. Mau ikutan seminar gt. Semoga aku jg kelak dapetin suami yg mw blajar. Btw salam kenal mbk, muthihauradotcom

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... Semoga dapat yang terbaik buat Muthi. Terimakasih sudah mampir dan salam kenal ya ^^

      Delete
  11. Nikah muda itu ada nilai positif sama negatif ya mba, dengan catatan selama yang nikah muda bisa meminimalisir problem itu bagus. Tapi kalo kebalikannya itu susah, kembali lagi ke point yang kata mba leha dewasa bersama-sama jadi apapun masalahnya hadapi dengan cara dewasa bersama gitu.

    Tapi, nikah muda itu asyik juga kalo nanti punya anak jadinya berasa kakak adik, hihi. Biar jadi mama gaul yang bisa jadi ibu sekaligus teman buat anak-anaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Fatimah, emang ada positif negatifnya. Semua balik lagi ke pribadi orangnya gimana. Kalau efek negatif di google banyak banget ya? Aku berusaha bikin penyeimbang aja disini ^^

      Meminimalkan problem itu susah ya menurutku, karena ada aja terus masalah yg datang. Tapi karena itu juga ada poin ke 5, masalah dijadikan bahan belajar aja supaya sama-sama bisa lebih baik. ^^

      Poin kayak kakak-adik itu ngarep banget ya aku. hahaha

      Delete
  12. Cixiix selamat ya mba syunaaa bisa menikah d usia muda.. hampir sama dengan mamaku yang menikah di usia 19 tahun... mungkin enaknya nikah muda anak uda pada besar kitanya masih sangat awet muda ya.. bisa liat cucu yang lucu cixi

    ReplyDelete
  13. Awalnya aku jg nikah muda. . Walopun berakhir gagal :p. Makanya aku selalu tekanin ke temen2, kalo memang blm siap, masih ada perasaan egois, masih ada sifat posesif berlebihan, jangan deh nikah muda. Matengin dulu semuanya. Tapiiii kalo memang udh siap lahir bathin, pasangan juga dewasa, monggo nikah muda. Kesalahanku dulu, kita masih sama2 egois dan ngambekan. Dan diperparah dengan aku kuliah di luar negri. Makin susahlah ketemunya.. Ditanya nyesel ato ga, ya ga.. Jadiin pembelajaran aja kedepannya. Toh emg udh jodohnya hrs nikah dulu :p

    ReplyDelete
  14. Assalamualaikum Ka Leha, terimakasih tulisan ini menjawab kebingungan aku selama ini :) :)

    ReplyDelete

Halo, terimakasih sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature