Thursday, December 14, 2017

RESOLUSI 2018: Memenangkan Mimpi dan Tetap Sehat

resolusi tahun 2018, rencana, planning,
via pixabay

Resolusi tahun 2018?

Wah, iya nih, tinggal setengah bulan lagi, kita akan segera meninggalkan tahun 2017. Ada banyak sekali cerita dan pengalaman yang sudah terjadi tahun ini. Ada manis, ada asem, macem-macem rasanya.

Terimakasih 2017, sebentar lagi kita akan segera berpisah dan berlari menuju tahun berikutnya, tahun 2018.

Nah, akhir tahun begini sepertinya adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan hidup kita.

Kalau kata orang bijak, bermuhasabah, melakukan introspeksi diri. 

Merenungi apa yang sudah kita lewati, mengambil intisari pengalaman dan mempersiapkan rencana yang matang menuju tahun berikutnya.

Menyiapkan resolusi kita di tahun 2018. 

Kata orang, untuk memenangkan segala sesuatu itu, kita harus punya planning. Dan kalau buat saya, semuanya itu sebisanya harus dirincikan sedetail mungkin. 😁

Apalah artinya turun ke medan perang tanpa strategi, benar kan?



If you can dream it, You can do it! 

Jika kita bisa membayangkannya, berarti kita juga bisa melakukannya.

-Mama Syuna, edisi sok bijak, 2017.

***

Tak lupa, meskipun resolusi yang ingin dicapai banyak, kesehatan tetap yang utama.

Oh iya, apa kesehatan?
Yuk kita buka pengertiannya ^^

Menurut UU No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan:
Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif baik secara sosial maupun ekonomis.

Karena itulah, di tahun yang akan datang, hal produktifitas (mental & sosial), ibadah (spiritual), dan kesehatan (fisik & mental) adalah tiga poin utama yang menjadi perhatian utama saya. 

Meskipun berstatus sebagai ibu rumah tangga, wajib hukumnya mengembangkan kemampuan diri sendiri. 

Zaman now emak juga harus punya daya , masih sebatas sumur-kasur-dapur doang?

Hmmmm... jangan dong. Kita pasti bisa lebih dari itu. 😎

----- RESOLUSI 2018 ------



via pixabay



  PRODUKTIVITAS DIRI  


Oke, ini list saya yang paling panjang. 

Tahun depan saya dipastikan akan lebih serius untuk mengerjakan beberapa hal. Misalnya mengelola beberapa website dan belajar beberapa hal baru. 

Ah, langsung saja, berikut resolusi saya di tahun 2018:

1. Membaca minimal 1-2 buku dalam kurun waktu 1 bulan.
Terutama yang temanya mother power. Saya suka bergabung dengan komunitas dengan tema serupa dan membaca kulwap (kuliah via WhatsApp)

Tapi kulwap mah di hp ya? 

Saya pengennya tahun depan itu membaca lebih banyak lagi buku yang ada lembaran fisiknya, mungkin saya mesti mencari alamat perpustakaan umum terdekat habis ini supaya bisa membaca dan minjam buku disana. ^^

2. Membuang, atau setidaknya mengurangi habits jelek. 
Kalau saya sendiri biasanya itu senangnya menunda-nunda. πŸ˜…

Ini super jelek dan susah banget buat diubah, dan memang perlu effort yang gede ya buat mengubah kebiasaan lama yang sudah mengakar. 

Konon, katanya perlu siklus waktu 21 hari buat menanamkan habits baru atau merubah yang sudah lama. 

Aih, lumayan lama juga ya? 
Sepertinya saya perlu bikin daftar bad habits yang pengen saya rubah. 😬

3. Belajar bahasa dan tetap ugrade tentang EYD
Bahasa apa? 

Saya sih pengennya itu bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Korea, sama bahasa Jepang 
*maruk langsung empat LOL

Tapi pertama-tama saya pengen belajar bahasa Indonesia dulu deh, karena terkadang banyak lho tata bahasa yang saya baru tau.

Karena merasa orang Indonesia dan pasti bisa, jadinya malah jarang update bahasa Indonesia. Padahal yang namanya bahasa dinamis ya, sering ada perubahan disana-sini. πŸ˜„

Kalau bahasa Inggris penting kalau lagi kepo di wikipedia atau baca literatur luar. Sama baca komik. Sama nonton drama online. Wkwk.
Ay mast lerning lah pokoke...

Kalau bahasa Arab, saya pengen mendalami soal bacaan tartil, soalnya nahwu syaraf atau tatanan bahasa Arab itu unique, makhraj huruf itu banyak banget dan salah baca besar kemungkinan salah artinya.

Bayangkan kalau semisal membaca Al-Qur’an tapi salah mulu? Kalau nggak belajar sekarang, masa sampe tua salah mulu...
(Efek ikutan mengaji di kompleks dan dibenerin melulu πŸ˜‚)

Kalau bahasa Korea dan Jepang sudah pasti buat nonton drama dooong, sama siapa tau kan nanti bakalan punya kesempatan kesana juga. Hohoho... Aamiin..
(Ngayal, padahal bisanya arigato sama gomawo doang wkwk)
4. Menulis lebih spesifik, mendalami niche yang diminati.
Saya punya minat menulis yang banyak. Pokoknya segala hal yang saya sukai itu kalau bisa mau saya tuangkan jadi tulisan. 

Tapi memang ya, semakin kesini saya semakin sadar minat saya kemana. Saya lebih senang buat menulis tentang Self Improvement, Organizing, dan seputaran rumah tangga. Pokoknya emak-emak banget.

Mungkin karena saya lebih senang berbagi pengalaman dan hal yang lebih saya kuasai. Saya ingin menulis hal yang bermanfaat bagi orang lain dan juga evergreen content.

Selain ketertarikan seperti diatas, saya juga punya minat yang besar dengan dunia skincare, make up dan Do-It-Yourself stuff. Saya juga pengen bikin satu blog khusus yang membahas tentang review produk. 

Sebenarnya sih, sebelum serius mengelola www.syunamom.com pun, saya juga punya beauty blog

Jadi bisa dikatakan blognya itu sudah ada dari lama, tapi saya mah masih beauty blogger musiman, alias belum bisa konsisten. karena itu konten blognya masih dikit banget. 😝

Ini nih yang pengen saya rubah. Pokoknya disiplin dan konsistensi tadi ya...

Semangat! Pasti bisa.... ^^
5. Mengikuti Kegiatan & Perkumpulan yang Positif
Surround yourself with positive vibes!

Jadi, emang ya namanya berkumpul dengan orang-orang yang punya passion sejenis sama kita itu akan lebih menguatkan, menyemangati, jadi trigger tersendiri.

Ngeblog misalnya pasti bakalan terasa lebih menyenangkan bila kita juga ada bareng berkumpul dan sharing seputar dunia blogging. 
Bergabung dengan Blogger Perempuan misalnya. 😁

Tahun depan, saya punya target untuk lulus kelas pertama menuju Professional mom.

Semoga lancar kelas matrikulasinya. Do'akan ya~
6. Konsistensi / DISIPLIN 
Yang paling berat adalah konsistensi. 

Ngomongin resolusi tahunan, list segambreng sebenarnya nggak ada artinya kalau cuma diaplikasikan sesaat. Nah, disini tantangannya.

Saya sendiri juga beberapa kali gagal menerapkan poin-poin yang saya targetkan.

Di Resolusi tahun 2014 misalnya, saya pernah menulis resolusi untuk menulis di blog sekali seminggu. 

Dan.. mana? Nggak ada tuh... habis berjanji saya malah nggak update sebulan lebih. 

Duh, jelek ya.

Makanya konsistensi itu penting. Karena terkadang meskipun blognya masih sederhana dan kontennya itu nggak bagus-bagus amat, masih ada lho orang yang menunggu tulisan kita. 

Kaya blog saya ini nih, kamu tunggu kan update nya?

*ditoyor netijen ke kandang macan* πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Dan yang lebih penting lagi adalah....

DONE IS BETTER THAN PERFECT.

Nggak perlu sempurna, yang penting sudah dilakukan dengan sebaiknya dan disiplin.
Ah, peer banget nih!

Hal yang saya lakukan untuk mendukung gerakan konsiten saya misalnya dengan menulis agenda dan melakukan penjadwalan, semisal rencananya update blog ini setiap hari senin, kamis, jumat. Update blog yang lain hari selasa dan sabtu, dan lain sebagainya.

Saya pernah melihat salah satu blogger bahkan menuliskan planning tulisannya di kertas dan ditancepin ke steorofoam di dinding tempat biasanya dia santai supaya jadi reminder. 

Hmmm, kayaknya nanti mau maen ke toko stationery deh kalau kayak gitu. Berburu steorofoam.
*masukin list belanja Minggu depan*

7. Menabung uang minimal 500ribu perbulan. 

Atau semampunya deh, yang jelas setiap bulan harus ada saving yang tercatat di kas. Kalau lagi banyak rezeki, isi sebanyak-banyaknya. Kalau lagi turun, 50 ribu juga tak apa. Yang penting nggak minus.

Prioritaskan juga untuk bayar hutang terlebih dahulu. 

Ngomongin investasi, buat makhluk penjelajah online shop macam saya ini sepertinya bukan sesuatu yang aman untuk membiarkan tabungan ada di rekening yang sama buat belanja, mesti bikin rekening khusus untuk tabungan. Tiba waktunya Harbolnas bisa kebobolan kayak kemarin. πŸ˜‚

Saya lebih suka mengubahnya ke barang, misalnya investasi emas karena harganya cenderung stabil dan mudah. Kalau saham saya nggak ngerti. Belum punya ilmunya. 
8. Belajar fotografi dan Vlogging. 
Ini modalnya kamera ya? 😁

Saya bener-bener serius mau belajar foto dan video. Kalau ada yang mengadakan kursus fotografi buat beginner sekitaran Malang kasih tau saya ya? 

Saya tertarik banget sesudah nonton teknik fotografi Ryoya Takashima di Peaceful Cuisine. Saya sampe nodong suami buat menjelaskan bla-bla-bla fotografi, ini lensa apa, ini kamera apa, dan sebagainya.

Semoga rezeki kamera sampe nih. Kalau nggak, saya belajar lewat kamera smartphone juga nggak masalah. Yang penting belajar dulu. πŸ˜†

IBADAH


via pixabay

Ibadah tepat waktu.
Ah, kayaknya sih ini poin paling utama yang mesti ada progressnya. Saya sering banget mesti menjamak sholat karena alasan yang nggak syar’i. 

Mintanya kalau lagi do’a puanjaaang banget, tapi ibadah yang wajib aja nggak terurus. Coba kalau kerja dan mau minta ekstra sama atasan, seringnya mesti lembur dulu kan?

Nah, kalau nggak lembur dan kerjaan utama aja terbengkalai, lupakan deh soal ekstra.

Adanya malah surat peringatan. πŸ˜‚

Rutin Sedekah

Mau pemasukan lagi sedikit atau banyak, maunya sih juga kontinyu menyisihkan sebagian rezeki untuk sedekah.

Sedekahnya juga boleh banget nggak sekedar ngasih mentahan doang, tapi lebih ke sedekah kreatif, misalnya menyumbangkan makanan, mukena atau kitab suci ke tempat ibadah.

KESEHATAN


via pixabay

Rutin Olahraga
Saya menargetkan olahraha agak muluk-muluk sedikit, yaitu sekitar 15 menit sehari.

Kenapa?

Soalnya saya merasa stamina saya sesudah melahirkan itu menurun. 

Saya sih menduganya itu karena sehabis jadi mama muda, saya hampir nggak punya waktu untuk sekedar olahraga mingguan karena kesibukan bekerja dan juga mengurus rumah tangga. 

Padahall banyak ya alternatif olahraga yang bisa dilakukan di rumah, misalnya yoga dan pilates. 

Iya, sayanya aja yang keseringan mager dan males. *nyengir kuda* 😬

Supaya nggak mengganggu aktivitas yang lain, saya melakukan olahraga ini saat subuh sesudah sholat.
Makan Makanan yang Lebih Sehat dan Mengurangi Junk Food
Saya berencana untuk lebih memilih makanan yang lebih sehat, memperbanyak konsumsi buah sayur, meskipun ya belum sampai level organik. Hehe.. . 

Di kontrakan kemaren saya juga ketemu sama buku resep dan ada resep smoothies. Sayang saya nggak punya blender disini. Mesti menabung dulu nih buat beli. ^^

Saya juga lebih memperhatikan asupan gula, garam dan minyak dalam makanan sehari-hari.

Batas konsumsi yang disarankan Kementrian Kesehatan RI per orang per hari adalah kurang lebih 4 sendok makan gula (50 gram), 1 sendok teh garam (2000 mg), dan 5 sendok makan minyak (67 gram), simpelnya supaya gampang diingat rumusnya adalah G4G1L5. 

Katanya pakar gizi pas ikutan seminar anak, sekitar 80% daya tahan tubuh berada di saluran cerna, jadi pastikan kalau makananmu sudah bagus.

Kata neng Melodee Morita junjunganku, You are what you eat. 


too much glow I can't resisttttt

Apa yang kamu makan membentuk dirimu. Yuk makan-makanan sehat! πŸ˜†

πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†

Nah, segitu dulu resolusinya di tahun 2018. Banyak nggak? Wah, lumayan sih...

Berkaitan resolusi saya diatas, yang penting saya punya planning dulu dan berniat sungguh-sungguh buat melaksanakannya, masalah ada target yang nggak tercapai, itu nanti aja mikirnya, sekarang lakukan yang terbaik aja dulu, benar nggak?

Belum mulai nih, wajib optimis :D

Oh iya, untuk mencegah penyakit dan mempercepat pemulihan setelah sakit, pastikan vitamin selalu tersedia di kotak obat di rumah. 

Penting lho, apalagi buat emak-emak yang jadi poros putar di rumah, soalnya bila emak sakit, rumah biasanya jadi kacau. 

Jadi meskipun resolusi tahun depan itu banyak dan kita nantinya bakalan sibuk. Jangan membuat itu alasan buat mengabaikan kesehatan sendiri ya?


Ngomongin vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan....


Ngomongin Theragran-M...



Kenapa Mesti Theragran-M?




1. Theragran-M sudah memiliki sertifikat Halal. 

Sehingga saya sebagai muslim bisa tenang mengkonsumsinya. Poin ini penting buat saya yang lagi aware banget sama kehalalan produk.



2. Berpengalaman

Theragran-M adalah salah satu multivitamin yang diresepkan oleh para dokter selama 40 tahun (sejak 1946). Theragran-M juga merupakan produk dari PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk. yang berada dibawah pengawasan induk perusahaannya di Jepang.

Jadi kebayang kan selama itu Theragran bertahan, maka pastilah karena mutunya yang bagus.

3. Komposisinya lengkap.

Theragran-M mengandung vitamin lengkap (Vit.A, Vit.B, Vit.C, Vit.D, dan Vit.E) juga mineral essensial seperti Magnesium dan Zinc.

Dalam satu literatur disebutkan bahwa bila kebutuhan magnesium dan zinc tidak terpenuhi dengan baik, maka virus, bakteri ataupun jamur lebih mudah menginfeksi kita.

theragran, vitamin, suplemen
Kandungannya lengkap dan seimbang

4. Bisa digunakan sesuai kebutuhan.

Theragran-M cocok untuk masa pemulihan sesudah sakit ataupun sekedar suplemen tambahan jika diperlukan untuk menjaga sistem daya tahan tubuh dari serangan virus, bakteri ataupun jamur. Apabila daya tahan tubuh baik maka infeksi pun akan mereda.

Kandungannya sesuai dengan kebutuhan orang dewasa, cukup dengan 1 tablet sehari sesudah atau saat makan untuk menghindari munculnya lambung perih terutama pada orang dengan riwayat maag. Dosisnya juga bisa dirubah sesuai dengan resep/anjuran dari dokter. Praktis ^^

5. Rasanya manis karena bersalut gula. 

Jadi nggak perlu eneg makannya saat sakit. Nggak ada rasa getir khas obat yang bikin muka berlipat-lipat. Jadi bisa bilang dengan pede kalau sakit jangan lama-lama!❤


πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†

Nah, bagaimana dengan resolusimu di tahun 2018?

Apakah kamu juga lebih care dengan kesehatan dan juga sedia Theragran-M sebagai back up plan agar cepat pulih dari sakit?

Pokoknya jangan lupa ya, sesibuk apapun harus tetap jaga kesehatan.

Salam sehat di 2018! πŸ–



Note: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.
29 comments on "RESOLUSI 2018: Memenangkan Mimpi dan Tetap Sehat"
  1. Sama. Aku juga lebih suka membaca buku dengan lembaran fisik. Rasanya nyaman aja mata dan hati membaca dan memegangnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, ada sensasi tersendiri. Mungkin karena kebiasaan sejak kecil ^^

      Delete
  2. Wah banyak juga ya resolusinya mba...

    Untuk poin konsistensi, aku salah satu orang yang sampai sekarang belum bisa konsistensi sama apa yang udah direncanakan, hiks. Sedih juga terkadang karena selalu gak sesuai rencana, ya gara-gara gak konsistensi sih.

    Iya, betul banget tuh mba masalah kesehatan sih yang utama ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku tipe orang yang harus bikin mapping, Fatimah.
      Konsistensi lemah kebanyakan karena malas sih ya, kalau karena uzur yang lain juga sering, tapi kebanyakan karena malas. Tahun 2018 bagiku tahun perang melawan kemalasan. Semangat!!!

      Delete
  3. Resolusi yang sama dengan diriku, nambah buku, ibadah, dan olahraga. Semoga 2018 lebih baik lagi ya mba, akunya juga. Semangattt!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sukses selalu untuk kita semua. Semangat terus mbak Fika!

      Delete
  4. Resolusi yg sama dgn diriku, nambah buku, kencengin ibadah, olahraga. Semoga 2018 lebih baik lagi ya mba, akunya juga. Semangattt! Ganbate! Hamasah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih mbak. Pokoknya yang baik-baik semoga tercapai. Semoga sehat selalu di 2018 :)

      Delete
  5. Favorite banget deh punya mba leha ini wkwk.... the best wkwk
    selalu detail per step, eny sukaa resolusinya keren semuaa semoga semua tercapai hhe... eny juga punya resolusi masalah eyd yang suka campur aduk. tahun ini harus bener wkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... Makasih Eny.^^
      Masalah tata bahasa ini penting banget ya, soalnya diawal-awal aku juga kacau En, memang harus perlahan tapi kontinyu belajarnya :D

      Delete
  6. Padahal uda takjub ngebaca nabung minimal 500/bulan. Eh ternyata pas baca isinya, semampunya juga.. aku sendiri susah banget kumpul segitu, sebenarnya bisa tapi sering tergoda. Wkwkwk.. Aku ada temannya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, godaan kaum hawa luar biasa. :D

      Tapi aku udah bisa mbak 2 bulan terakhir, makanya kumasukkan dalam resolusi juga. Harapannya bisa berjalan jangka panjang.

      Delete
  7. Kayaknya minat niche leha udah spesifik ya. Apa kabar blogku yg luar biasa gado-gado? Apakah harus berternak blog πŸ˜‚. Keren deh resolusinya, semoga terwujud semua ya mba yang penting konsisten pasti terwujud.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... Tapi masalahnya konsisten yang paling susah. πŸ˜‚
      Beternak blog itu juga perlu konsisten kan ya? ^^

      Delete
  8. Aya lebih suka baca buku yang ada psikologi Nya, tapi belakangan ini karena ada Instagram, jadi nya agak jarang bersentuhan dengan buku lagi 😭😭😭😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih rame ngeliatin feed Instagram ya, Aya?
      Iya sama aja sih, niatnya sebentar, eh tau tau sejam aja, kuota terkuras, waktu habis. Semoga kita bisa berubah ya :D

      Delete
  9. Ini berasa wishlist aku semua ah yg ditulis. Mau fokus ke youtube tahun depan gimana pun caranya πŸ˜‚ terus juga olahraga, ah mau fitnes biar bugar aja bukan yg buat macam-macam terus mau ke kampung Inggris belajar bahasa Inggris, aku neh bahasa Inggris-nya cetek banget :'( sedangkan orang lain sudah berkembang. Fiuhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Rim, update youtube-nya juga ya nggak, aku pengen sih, cuma belum punya stok pede yang cukup πŸ˜‚

      Aku kalau soal olahraga kayanya lebih ke yoga aja supaya bisa dirumah, susah kemana2 ninggalin anak.
      Bahasa Inggris mau kursus tenses online aja, berhubung bagian itu adalah kelemahanku.
      Semangat terus ya Rima, semoga semua rencana kita tercapai di 2018. Aamiin.

      Delete
  10. Aku ngerasa sama mba leha. Stamina hbs melahirkan itu kok beda sm dulu. Makanya untuk olah raga ini sulit sekali karena kerjaan dirumah udah bikin capek. Haha.. Semoga resolusinya semua tercapai mba. Aku, setuju niche blog syunamom lbh cocok gaya mommylife. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak Winda. Aku merasa lebih nyaman karena statusku yg sudah emak-emak ini, lebih dapat feel-nya kalau nulis soal rumah tangga. Hihi..
      Btw jangan nggak gerak badan, harus tetap olahragaaa :D

      Delete
  11. Wah detail banget leha resolusinya. Keren euy. Aku pernah belajar bahasa arab dan baru pertemuab pertama udah puyeng. Hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku kalau nahwu sharaf dasar sudah lumayan bisa mbak, karena dulu sekolah Tsanawiyah.

      Cuma masalah lanjutannya ini, kendala ada di waktu belajar dan guru. Semoga ada jalannya buat belajar ya mbak, aamiin...

      Delete
  12. 2 buku 1 bulan kok kalau bagi aku kedengeran mustahil ya hiks hiks.... buku yang dibeli awal tahun kemaren aja belom kebaca sampai selesai. semoga tahun depan lebih baik deh.. Aamin

    ReplyDelete
  13. Setuju, apapun mimpi kita sehat adalah utama. Sehat bikin kita bisa menjangkau semua mimpi itu.

    ReplyDelete
  14. Semangaat ya mba untuk resolusinya.. Semoga bisa tercapai 100%.. Jangan lupa jaga kesehatan karna itu penting...

    ReplyDelete
  15. Saya salut Mbak memasukkan belajar bahasa yang baik dan benar masuk dalam resolusi. Kereen! Saya doakan semoga sehat dan terutama bisa sedekah makin banyak. Sukses ya dengan semuanya.

    ReplyDelete
  16. semoga tahun 2018 menjadi tahun yang lebih baik dengan produktivitas yang lebih meningkat ya mba...
    semangatt..

    ReplyDelete
  17. Semoga semuanya tercapai ya mbak di tahun 2018. Aku juga punya resolusi pengen sehat di tahun 2018. Mampir juga ke blog ku ya.

    ReplyDelete
  18. Semoga selalu diberi kesehatan dan tanggungjawab dengan resolusi2nya ya mbk *smangaat :)

    ReplyDelete

Halo, terimakasih sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature