Jumat, November 17, 2017

Beli Rumah Jakarta Dengan Harga Promo

Membeli rumah kadang merupakan hal yang cukup berat mengingat kebanyakan rumah selalu memiliki harga yang cukup mahal. Ketika ingin membeli rumah memang tidak dapat di pungkiri bahwasanya harga merupakan masalah utama. Oleh karena itu banyak sekali yang sering menunda untuk membeli rumah. Apalagi jika keinginan itu adalah untuk beli rumah jakarta.

Karena jakarta merupakan kota yang besar menjadikan pembelian rumah beserta tanah di kota ini semakin menantang saja. Akan tetapi Anda tidak perlu khawatir karena banyak jalan keluar yang bisa Anda tempuh agar tetap mendapatkan rumah dalam jangka waktu yang cukup dekat. Salah satunya mungkin Anda bisa beli rumah Jakarta dengan harga promo.

Jika Anda bisa mendapatkan peluang penjualan properti dengan harga promo, ini merupakan kesempatan baik untuk membeli rumah di Jakarta yang cukup murah. Jadi sebaiknya, Anda terlebih dahulu mencari kesempatan seperti ini sebelum membeli rumah. Di Jakarta memang banyak sekali penawaran rumah dengan harga promo yang bisa Anda miliki. Dan jika Anda penasaran, ada beberapa gambarannya di bawah ini.


Rumah Murah Dengan Diskon Tinggi

Salah satu model promo menarik adalah diskon yang di tawarkan. Dan untuk menunjang penjualan rumah di Jakarta dengan persaingannya yang ketat, banyak sekali promo diskon besar-besaran. Bahkan ada pula promo harga dengan diskon yang mencapai bilangan 100 juta. bagaimana tidak jika rumah itu seharga 1 milyar, dan di diskon sebesar 10%, maka Anda akan mendapat potongan harga 100 juta. dan yang paling banyak di temui adalah diskon harga dengan presentase 5 - 10%. Beli rumah jakarta dengan harga promo yang menawarkan diskon merupakan salah satu jalan keluar tepat bagi Anda yang segera membutuhkan rumah

Rumah Di Jual Cepat Dengan Harga Promo

Yang tidak kalah menawarkan harga promo lainnya adalah rumah di jual cepat yang banyak juga di temui di Jakarta. rumah di jual cepat ini kebanyakan adalah karena penjualnya sedang membutuhkan uang sehingga akan menawarkan harga promo. Beli rumah Jakarta dengan harga yang murah karena di jual cepat akan sangat menguntungkan Anda. bahkan yang kondisinya masih baru, lingkungannya bagus, dan lokasinya strategis pun banyak meski harganya miring.

Jika Anda tertarik dan kekurangan informasi, silahkan segera hubungi agen properti terpercaya yang siap memberikan rekomendasi maupun mempermudah transaksi kapan pun Anda membutuhkan untuk beli rumah di kota Jakarta tersebut.

Rumah Murah Kawasan Pinggir Kota

Membeli rumah di kawasan di pusat kota pada umumnya akan terasa sangat sulit mengingat banyak sekali peminat rumah yang ada di pusat kota. Apalagi dengan lahan yang semakin berkurang membuat lahan yang dijual akan terasa lebih mahal dan tentu saja harga rumah murahakan sangat jarang di temukan.

Namun, Anda jangan khawatir karena masih ada solusi yang bisa Anda lakukan seperti halnya membeli rumah murah kawasan pinggir kota yang mana harga akan lebih terjangkau apabila di bandingkan dengan rumah yang dijual di kawasan pusa kota. Selain itu membeli rumah yang ada di pinggiran kota bisa lebih menguntungkan untuk kedepannya.




Keuntungan membeli rumah di pinggiran kota

  • · Harga rumah yang lebih terjangkau
Rumah yang berada di pinggiran kota tentunya akan lebih murah harganya dan selisih harga juga sangat jauh sekali dengan yang ada di pusat kota. Membeli rumah yang di pinggiran kota ini bisa menjadi solusi yang amat sangat baik untuk Anda yang memang ingin segera membeli rumah. Selain itu, tidak hanya rumah yang ada di kota yang bisa menggunakan system kredit namun rumah yang ada di pinggiran kota juga bisa Anda temukan.

Dan tentunya rumah yang ada di pinggiran kota ini sudah di lengkapi dengan fasilitas- fasilitas yang standart yang bisa di gunakan oleh penghuninya.

  • · Investasi masa depan

Pada setiap tahun, bisnis property memang semakin berkembang dengan pesat dan untuk itula akan lebih baik jika Anda segera melakuka investasi. Harga property seperti rumah yang selalu naik tiap tahunnya menjadikan rumah di daerah perkotaan laku dengan keras. Apabila Anda membeli rumah yang ada di pinggiran kota maka Anda untuk tahun kedepan Anda bisa menjual rumah tersebut dengan keuntungan yang cukup banyak.

  •  Lebih nyaman dan tenang

Tidak semua prang menyukai kebisingan dan keramaian kota dan itulah sebabnya ada sebagian orang yang lebih memilih untuk membeli rumah yang ada di pinggiran kota. Keuntungan yang di dapat ketika mendapatkan rumah murah di pinggiran kota adalah ketenangan dan juga kenyamanan ketika Anda sudah lelah dengan kebisingan kota.

Segera dapatkan rumah murah kawasan pinggir kota impian Anda dengan menggunakan jasa agen property yang terpercaya. Dengan menggunakan jasa kami ini bisa membuat Anda mendapatkan rumah dengan mudah dan juga cepat. Dan pastinya, Anda tidak akan kecewa dengan kinerjanya.
Selasa, November 14, 2017

Sedang Belanja Daring? Jangan Lupa Beli Berbagai Model Celana Ini!

Berbelanja secara online atau belanja daring sekarang ini memang menjadi kebiasaan banyak orang. Apalagi untuk kaum hawa yang tidak mengenal lelah untuk urusan belanja. Tanpa kita sadari sebagai seorang wanita, biasanya kita hanya membeli barang-barang untuk kebutuhan bagian tubuh atas seperti baju. Padahal, bukan hanya baju, celana wanita sekarang sudah banyak bermunculan dengan berbagai macam model yang akan membuat Anda menjadi semakin menarik dan cantik. Jadi, Anda bukan hanya bergaya itu-itu, sekarang sudah hadir berbagai macam celana yang dapat Anda pilih sesuai dengan bentuk tubuh.



Tips beli celana di toko online:

Pada dasarnya, membeli celana panjang bisa gampang-gampang susah. hal ini dikarenakan Anda harus menyesuaikan celana dengan bentuk tubuh. pasti Anda tidak ingin bukan celana bagus yang sudah Anda beli tidak cocok untuk digunakan? Oleh sebab itu, untuk memperoleh celana yang pas sesuai dengan bentuk tubuh, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan.

Pertama, celana untuk mereka yang berpinggul besar. Jika Anda memiliki pinggul yang besar dan takut belanja daring, Anda bisa mensiasatinya dengan memilih celana straight leg sehingga Anda akan terkesan semakin stunning. Anda bisa menggunakan boot cut maupun cutbray. Model ini bisa menyamarkan bentuk pinggul yang besar, Anda akan terlihat sangat proporsional. Hindari menggunakan celana yang ketat, contohnya seperti skinny jeans atau pun celana yang longgar. Lebih baik Anda tidak menggunakan celana yang memiliki aksen kantong di bagian pantat yang bisa membuat pinggul besar terfokus.

Kedua, paha besar. Memiliki paha besar? Tidak masalah, Anda bisa menyamarkannya dengan menggunakan celana yang lebar bermodel straight leg dan jatuh lurus dari pinggang hingga mata kaki. celana dengan jahitan yang berada di bagian samping juga bisa membuat paha Anda menjadi semakin langsing. Lebih baik, hindari menggunakan celana yang terlampau ketat karena akan terlihat semakin sempit di bagian bawah. Untuk celana pendek, Anda bisa memilih bootcut jeans.

Ketiga, betis yang besar. Bagian tubuh lain yang sering tidak membuat kaum hawa percaya diri adalah betis besar. Namun, jangan cemas karena celana dengan bahan potongan lurus serta tidak ketat bisa menyamarkan bentuk tubuh Anda ini tetapi, jika paha dan pinggul cenderung langsing, Anda bisa menggunakan celana dengan model aladin sehingga terlihat menawan. Lebih baik hindari menggunakan celana tiga perempat.

Tidak harus selalu tampil mengenakan jeans maupun celana katun, sekarang banyak model yang dapat Anda beli dengan belanja daring, seperti:
  • Celana kulot.
    Celana kulot merupakan celana yang sekarang ini sedang trend. Celana ini memiliki bentuk pipa lebar serta mudah dipadukan dengan berbagai atasan. Banyak merek celana kulot di pasaran, untuk masalah harga juga tidak kalah beragam.
  • Skinny jeans. Celana skinny ini memiliki bentuk yang ketat di bagian paha. Orang lebih sering menyebut celana ini sebagai celana pencil. Celana skinny ini bisa Anda gunakan ketika bermain bersama teman atau ketika pergi ke kampus,
  • Wide leg. Dulu banyak yang beranggapan jika celana model ini kuno, namun celana wide leg ternyata banyak peminat di pasaran dan sekarang berubah menjadi sebuah trend. Celana ini memiliki potongan yang longgar dan besar. Teknik menjahitnya sangat mengutamakan konsumen. Inilah yang menjadi daya tarik dari celana ini celana wide leg banyak dimunculkan oleh merek-merek ternama dunia. Harga yang diberikan pun bergantung dari nama merek tersebut.


Minggu, November 12, 2017

Naik Pesawat Terbang Membawa Anak Usia 2 Tahun, 10 tahun, dan 6 bulan


Minggu kemarin, akhirnya saya dan suami pindahan ke Malang karena rumah kontrakan kami sudah siap ditinggali.

Kami berangkat dari Bandara Syamsudin Noor dengan membawa serta putri kami yang berusia 2 tahun 4 bulan naik pesawat terbang.

Ini kali pertama kami membawa Syuna naik pesawat. Aih, bagaimana nih? 
Pengalaman mengajak anak kecil naik pesawat baru sekali ini.
Ditambah lagi setahun terakhir saya juga nggak ada naik pesawat, saya semakin kagok. 
Berkas apa aja yah yang perlu disiapkan?πŸ€”

Hmmm... ternyata, selain pusing packing, saya juga bingung sama berkas anak. 

Lha, emang hobi pusing? Oh, nggak dong! Setelah saya pikir lagi, ini bukanlah sebuah hobi. Tapi bentuk tanggung jawab saya yang terlalu mikirin tetek-bengek kejauhan. 
Bahasa dayaknya, over thinking. πŸ˜‚

Setelah sebelumnya juga wara-wiri sendirian mengurus surat akte dan pembaharuan kartu keluarga ke kantor Capil setempat.
Saya juga sudah mengurus perpanjangan kartu SIM (Surat Izin Mengemudi) saya yang akan berakhir di bulan Desember nanti, nggak papa kan lebih awal daripada nanti terlambat? Nanti malah biaya dan prosesnya lebih susah, pikir saya. 

Matematika maqemaq, menghindari keribetan.😜

Yaa, meskipun saat ngobrol dengan dokter yang bertugas memeriksa kesehatan waktu itu, saya diinfokan kalau ternyata benar kalau sekarang perpanjangan SIM sudah bisa lewat online. 
Sudah kepalang tanggung, waktu itu saya sudah memaksa diri menyeret tubuh yang lemah karena baru aja pulih dari sakit.

Untungnya perpanjangan SIM sebelum masa berlaku habis tidak mewajibkan saya untuk melakukan ujian teoritis dan juga praktek. 
Pasalnya, waktu itu kepala saya masih nyut-nyutan meskipun tekanan darah saya normal. 
Kalau ikutan juga, saya juga nggak tau gimana jadinya.

Alhamdulillah, nggak perlu waktu yang lama. belum satu jam, sudah selesai semuanya :D
Barangkali nanti saya akan tulis rinciannya juga.

Jadi, kali ini saya mau sharing sedikit soal penerbangan yang udah saya lewati minggu kemarin.

Untuk Anak Usia 2 Tahun, Berkas Apa Aja yang Harus Disiapkan Saat Naik Pesawat?

1. Tiket.
Okeh, mau beli tiket online atau offline, jangan lupa disiapkan terlebih dahulu tiketnya. Kalau pembelian online biasanya kita cuma backup file di smartphone ya? 
Tapi buat jaga-jaga, sebaiknya juga di print. Jadi kita pegang data online dan juga printoutnya.
Siapa tau smartphone tiba-tiba rusak atau hilang saat perjalanan belum dimulai. 

Untuk anak berusia 2 tahunan lebih seperti Syuna sudah dikenakan tarif seperti orang dewasa 100%. Fasilitasnya juga full, yakni satu kursi dan juga bagasi seberat 20kg.

2. Kartu Keluarga.
Nah, karena pembelian ada atas namanya. Maka penting buat membawa KK juga sebagai berkas jaga-jaga untuk pemeriksaan petugas bandara, bener nggak kalau ini anak Anda. 

3. KTP Orang Tua.
Anak dibawah usia 2 tahun tidak diperkenankan bepergian tanpa pendamping. Maka sebagai persyaratan berkas naik pesawat orang tua anak. Bisa dibuktikan dengan menggunakan kartu KTP.

Ah, itu doang sih seingat saya.

Untuk barang lain yang bisa dibawa saat naik pesawat juga nggak banyak. Karena sebagian lupa dibawa.
Persiapannya singkat. Packing final pun malam sebelum berangkat. Kalau di rumah ini jelas sudah dimarahi mamak yang disiplin. Hahaha...

Untungnya berangkat kali ini mulai dari rumah mertua, jadi beliau sendiri yang minta buat dimasukin tambahan barang ini dan itu dan jadinya ada kesempatan buat bongkar muatan lagi. πŸ˜†

Oh iya, waktu berangkat, apa aja isi tas saya? Rencananya sih begini...

1. Ear Puff.
Katanya berguna buat menghindari tekanan udara yang berlebih saat pesawat take off dan juga landing. Padahal udah nitip beli sebelumnya sama Abah, tapi ternyata lupa dibeliin. Jadi okelah, ini nggak dibawa.

2. Permen.
Ini buat mama dan juga Abah. 
Eh, udah disiapin, ternyata udah diembat duluan pas dijalan sebelum naik pesawat. Ada anak-anak yang juga mau minta. Wis lah, dikasih dong πŸ˜†

3. Susu kotak
Karena Ear Puff nggak ada, rencananya dikasih minum kotak. 

Tapiiiii... 

Ternyata ketinggalan di mobil, pffft. 
Lucu deh, tapi mau gimana lagi, datang ke bandaranya juga udah telat. Disuruh datang 90menit sebelum, nyampe bandaranya malah satu jam sebelum. Belum  lagi masuk pemeriksaan ini itu. 😬

4. Minyak Angin
Saya lagi pegal-pegal. Ditambah lagi gendong anak yang hampir 15kg. Saya sedia ini juga. 
Biarin lah kalau ada yang bingung, naik pesawat yah ini buk, bukannya naik taksi umum yang bisa mabok.πŸ˜‚

5. Tempat kecil untuk penyimpanan berkas-berkas penting yang nggak masuk bagasi. Misalnya aja surat-surat penting soal data naik pesawat tadi. 

6. Smartphone yang sudah di non-aktifkan sebelumnya. 
Kan saya warga negara yang patuh dengan peraturan. 😎

πŸ›«πŸ›«πŸ›«

Oh iya, selain membawa anak saya sendiri, ada juga satu orang keponakan saya yang berusia 6 bulanan dan juga 2 orang keponakan yang sudah berusia hampir 10 tahunan yang berangkat hari sebelumnya. Mereka mau ke Malang, tapi mau jalan-jalan dulu di Surabaya, makanya berangkat duluan. 
Karena ini penerbangan pertama mereka juga, semua jadi bingung. 

"Kalau anak-anak, perlu bawa apa aja nih?"

1. Tiket Pesawat.
Seperti yang udah saya bilang sebelumnya, tiketnya juga udah disediain baik itu yang online ataupun yang offline. Juga udah dipesankan kalau nanti ini harus ditunjukkan sama petugas bandara, jadi mereka udah ngerti fungsinya apa. 

2. Tanda Pengenal
Ponakan saya yang 10 tahunan ini tentunya belum punya KTP. Jadi kartu pengenal yang mereka bawa adalah Kartu Pelajar. 
Yang sulung juga masih kelas 5 SD, pasti ada ya punya Kartu Pelajar kalau masih SD.

Btw, kemarin adiknya sempat mau bawa kartu tes golongan darah akibat lupa naruh kartu pelajar. Untung ketemu pas dicarikan mamaknya. 
The power of Pencarian Sang Mamak, apa aja ketemu.πŸ˜‚

2. Kartu Keluarga.
Ini juga browsing-browsing, katanya perlu disediakan. Tapi ternyata nggak dicek. Mungkin karena ada pendamping naik pesawat, yaitu pamannya.

πŸ›¬πŸ›¬πŸ›¬

Eh, satu lagi nih... 
Buat para bayi. Keponakan saya yang paling bontot (saat ini) juga kemarin ikutan naik pesawat terbang. Usianya menjelang 6 bulan, pas terbang kemarin emaknya bawa seperangkat alat MPASI beserta buah-buahan, lengkap! πŸ˜†

Ini juga bingung mau bawa apaan sebagai tanda pengenal. Masih bayik.

Nah, masalah tiket pesawat sudah digabung sama emaknya, jadi tinggal sang emak yang pintar-pintar mengatur. Untuk maskapai penerbangan yang digunakan ipar saya waktu itu, tarif tiket pesawat untuk bayi 6 bulan hanya dikenakan 10% saja.
Tapi tentunya kebijakan maskapai beda-beda dong ya... Bisa ditanyakan dulu via chat aplikasi pembelian tiket atau browsing lewat situs resminya. 😊

Oh iya, cerita ipar saya nih, waktu itu sebenarnya juga udah menyiapkan KK, tapi ternyata tidak tepakai. Namun ada tambahan diminta menandatangi surat pernyataan. Yang bertanda tangan adalah sang Ayah alias Abang saya, sayangnya saya lupa nanya isinya pernyataan tentang apa. Hehehe

Untuk persiapannya sendiri, standar.
Pakai earmuff, nenen pas take off dan landing. Juga senam gowes dulu sblm berangkat supaya pup sebelum naik pesawat, harapannya jangan sampai pas lagi diatas pesawat malah pup. 
Ini bukan masalah besar sih, mengingat durasi BDJ-SUB cuma 50 menitan. 
Dan yang terakhir, mainan supaya bayi jgn bosan. 

Kalau Syuna yang 2 tahun ++ beda ya. Dia udah nggak terlalu perlu mainan deh kayaknya. Dia lebih tertarik dengan awan diluar. Udah mulai banyak nanya ini itu. πŸ˜¬πŸ˜„

✈✈✈✈✈

Jadi gimana? 
Udah siap untuk bepergian dengan anak-anak? 
Ternyata prosesnya nggak seribet yang saya pikirkan loh! 
Bepergian dengan anak zaman sekarang semakin mudah. Asal tahu tips dan triknya apa-apa, nggak masalah. 

Yuk, happy Travelling! 😘


Rabu, November 08, 2017

Menjadi Ibu yang ‘Morning Person’



Menjadi ‘Morning Person’, Menjadi Ibu yang Selalu Bahagia dan Bersyukur - Who I am? Tukang molor. Orang yang  nggak bisa ketemu sama bantal bisa tiba-tiba terhanyut sambil memproduksi Iler diluar kontrol.

Yes, diawal pernikahan, rutinitas tidur dan bangun subuh menjadi sebuah tantangan. Karena kebiasaan mengikuti jadwal kerja yang tidak selalu pagi, saya sudah sangat terbiasa fleksibel mengatur jadwal bangun tidur.

Yang dengan kata lain alias kasarnya nih, saya dulu itu sering bangun kesiangan. Soalnya kadang masuk kerja siang. πŸ˜†

Yhaaaa standar kesiangan saya nggak tinggi-tinggi amat sih, paling-paling jam tujuh, atau maksimal ya jam delapan kalau lagi benar-benar ‘teler’ yang biasanya karena kecapekan sehabis kerja di shift malam sebelumnya.

Tapi teteep, memasuki gerbang pernikahan membuat saya ‘wajib’ mempunyai semangat yang membara menjalani subuh demi subuh, selain karena untuk menjadi istri idaman para mertua 2014. *jiah*.

Saya juga masih kuliah, dan dulu itu mesti naik taksi setidaknya jam 5 subuh saat weekend buat ke kampus seperti yang pernah saya ceritain disini.

Karena itulah... saat itu, setiap weekend tiba, maka hormon kortisol saya meningkat dan memaksa tubuh buat bangun jam setengah empat subuh buat membereskan barang dan juga bersiap berangkat.

Tidak ada lagi ritual dibangunkan dari tidur dengan biadab menggunakan gamparan seperti yang dilakukan oleh abang saya yang unyu-unyu itu saat saya masih single.
Maklum, waktu itu kan masih pasutri baru, jadi bangunin pasangan kan masih pakai morning kiss. 😚😚😚

Sekarang? Dibangunin pake acara anak minta bikinin susu anget. LOL

Yang paling saya ingat, bangun tidur waktu itu murni kesadaran diri. Ada alarm atau tanpa alarm, mata saya pasti terbuka pukul setengah empat subuh, meski saya tidur hampir tengah malam pun. Kemajuan besar dibandingkan sebelumnya.

Tapi begitu lulus kuliah, sepertinya semua itu mandeg begitu aja. Kurang konsisten. Hahaha… πŸ˜…

Makanya gitu kan, padahal rutinitas pagi hari menjadi lebih krusial lagi saat habis punya anak. Lebih penting lagi daripada pas kuliah bangun subuh karena ngejar taksi doang.

Gimana nggak? saya sadar banget kalau waktu di pagi hari seolah tersedot begitu saja tanpa saya sadari sepenuhnya apa saja yang sudah saya lakukan.

Masa iya, hanya karena aktivitas kuliah sudah berakhir, saya jadi kehilangan kebiasaan bangun pagi dan juga sederet hal baik itu?

Semakin teringat deh masa-masa menyenangkan kuliah.
Iya, kalau dipikir-pikir dengan lebih seksama, bangun subuh itu menyenangkan (ok, kecuali bagian mandi yang dingin yaa. LOL).

Misalnya aja udara masih segar, pikiran masih jernih, jualan-jualan dipasar subuh murah-murah (yes, I'm cheap stuff hunter πŸ€‘), bisa bersiap-siap untuk beribadah dengan maksimal, dan juga bagus untuk kesehatan!

Ah, pokoknya pagi selalu menjanjikan banyak hal yang masih segar dan ceria. Makanya saya seneng banget sama kata-kata ‘morning person’.

Nah, saya pengen berbagi sedikit tentang cara menjadi ‘morning person’ a la Manuy alias Syunamom.

Meskipun jujur, kalau saya belym 100% jadi morning person kaya yang saya tulis berikutnya sih. Tapi mending ditulis juga deh kan, sharing sekaligus reminder diri sendiri. πŸ˜„

Oke, langsung saja… Ini dia langkah sederhana Menjadi Morning Person Mom!

1. | Morning person selalu bangun pagi. 

No more night owl. ☘☘☘

Kalau malamnya tidur terlalu larut (menjelang subuh misalnya), pagi saya selalu diwarnai dengan mengantuk dan nggak semangat, kadang sakit kepala juga. Yang intinya sih, bikin nggak produktif dan malah bikin hari itu jadi males-malesan.πŸ˜ͺ

Buat mengatasinya saya wajib punya target mau bangun jam berapa, kadang bisikin bantal (minta dibangunin pas pagi nanti ceritanya, karena kadang cara yang ini bener-bener ampuh saat masih sekolah).

Tapi kadang juga lebih minta ‘paksa’. Eeee.... gimana tuh bangunin paksa?

🐣 Setting alarm, yang kadang mesti berlapis-lapis supaya pas ditinggal molor sekali bisa diingatkan lagi. Cocok banget buat kaum yang matanya punya gembok berlapis-lapis macam saya. Hoho

🐣 Matikan lampu tidur supaya kualitas bobok menjadi lebih HQ. Selain mengikuti Sunnah Rasulullah, terbukti juga kalau tidur dengan mematikan lampu berpengaruh pada optimalisasi detoksifikasi tubuh yang terjadi saat tubuh kita sedang beristirahat (tidur).

🐣 Matikan juga smartphone tercintahh, TV tersayang, dan apalagi si Radio terkasih. Dengerin apaan juga kan? Lagunya Ibu? wkwkwk..
Boros-borosin listrik dinyalakan, kecuali sedang ada urgensi yang penting. Kayanya nggak bakalan ada yg nelpon deh pas jam 1 malam.

2. | Malamnya nggak bobok terlalu larut.

Target saya belakangan sih, tidur maksimal pukul 10 malam.

Tapiii… bagian ini PR emang. Sudah kebiasaan tidur larut. Soalnya saya cuma punya waktu konsentrasi menulis saat pekerjaan rumah nggak begitu menjadi prioritas (nggak masak, nggak nyuci, nggak bersih-bersih), anak udah bobok manzha, suami juga.

Aaah… naseeb mulai remadja sampe emak teteup jadi makhluk nocturnal. 🐼

Namun demi hidup sehat 2018, saya harus punya target juga buat yang satu ini. Soalnya nggak mungkin kan begini-begini aja terus. 

Pernah beberapa hari berhasil menerapkan poin yang satu ini berasa banget ada pengaruhnya sama kebugaran tubuh. Entah kenapa lebih enak aja gitu.

Habis saya browsing-browsing dan baca-baca lebih lanjut, eh ternyata ada yang namanya Circadian rhythm, alias jam piket tubuh. Jadi menurut beberapa pakar,waktu terbaik buat bobok itu emang jam 10 .

Jadi udah saya putuskan bobok nggak mau lewat tengah malam lagi. ❣ Kecuali udah bobok cepet, tapi kebangun lagi itu mah beda cerita  😜


3. | Planning sesudah bangun tidur.

Bangun tidur enaknya ngapain ya?

Kalau saya udah kebiasaan bangun tidur ngecek smartphone. dan seringkali malah keterusan alias berlama-lama. Ish, bukannya mandi atau berwudhu buat sholat subuh ya. wkwk

Makanya gara gara kebiasaan yang satu ini kalau di rumah emak saya selalu kena teguran keras. Huhu. Padahal udah jadi emak-emak juga ya, jadi malu… πŸ˜‚


Planning saya sesudah bangun tidur adalah Mandi, dan di Kalimantan yang tropis ini aja kalau mandi subuh udah berasa dingin, gimana nanti pas pindah ke Malang?

Well, saya memang orangnya lebih tahan di cuaca yang panas daripada yang dingin. Saya masih belum puny ide bagaimana nanti mandi pagi di Malang.

Apa mesti rebus aer terus?πŸ€”

Dulu pas study tour SMK mampir di masjid di Malang buat numpang sholat zhuhur aja, wudhunya berasa pakai air es.

Tapi tiap ke Malang pasti kata guide tournya sih “Malang tak sedingin dulu”. Saya terakhir kesana tahun 2014, sekarang kan udah 2017, Masih dingin nggak ya? Hehe...

Ah iya, kembali lagi ke soal mandi. Pas mandi ini bisa disambi sama merebus air buat bikin teh, kalau habis mandi masih belum mendidih juga (saya sukanya pakai ketel yang bunyi, ketahuan kalau udah mendidih), bisa deh diterusin wudhu dan sekalian sholat subuh. Habis itu bisa lanjut lagi ke aktivitas yang lain~


4. | Mainkan lagu yang bersemangat.

Kalau suami saya dirumah biasanya memainkan lagu-lagu EDM, saya sudah akrab, dan bahkan hafal dengan deretan lagu Steve Aoki, Marsmallow, Alan Walker, Dipha Barus, dan seterusnya.

Kalau saya sih jelas yee lagunya apa...
kalau nggak Jepang ya Korea. Akhir-akhir ini suka mutar BTS yang DNA gara-gara masuk billboard Japan, Kalau yang jepun-jepun saya sering mutar Hana Ni Nare-nya Flumpool, dengerin lagu mantan pacar yang saya tinggal kawin gak dosa kan? hahahaha

Oke, saya mulai absurd :’D *diruqyah suami*

Maafkan aku bang, aku sudah bersuami. Kita tidak mungkin bersama lagi. Bahahahahaa

Kalau lagu yang bikin semangat semuanya punya prefensi masing-masing ya enaknya yang mana, lagu-lagu Via Vallen juga bikin semangat kok.

Semangat goyang.

Eaaaaaa… πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


5. | Buka Semua Dinding Supaya Sinar Matahari Masuk.

Yang satu ini kebiasaan Mama yang menular. Beliau jam setengah 6 pagi udah buka gorden, buka jendela. Masih ingat aja dulu pas masih kecil subuh-subuh di kamar jendela udah dibuka pas hari masih rada gelap gitu, kok ya berasa ada yang nengok. Bahahaha

Tapi belakangan kerasa kok, serunya melihat progress si matahari ini. Dari yang nggak ada, terus nongol dikit, nongol lagi, nongol terus, dan voila! Hari sudah pagiii… Setengah 7 jalan di depan rumah udah lumayan rame karena murid di SMP sebelah udah pada sampai. Iya, rumah mama emang dekat sama SMP di Rantau.


Ohoii, betapa senaangnya melihat murid-murid yang rajin, mukanya juga masih innocent seperti hatiku. Suka banget dong di rumah buka gorden pas pagi-pagi. Tapi jendela nggak. Soalnya pasti ditutup lagi sama paksu -_-

πŸ¦„πŸ¦„πŸ¦„

Aaah, jadi gimana ya?
Kalau diinget-inget lagi gini berasa banget betapa males dan juga nggak produktifnya saya sekarang~
*Sight

Makanya merasa semakin tertantang buat menjalani kebiasaan baik yang satu ini. Masa iya habis jadi emak standar hidup jadi menurun? Apa kata dunia?

Kan katanya mau jadi Ibu Professional? Harus lebih bersemangat lagi dong. Chayooo...

*Keluarin pom-pom*

Custom Post Signature

Custom Post  Signature