Kamis, Februari 08, 2018

5 Lagu yang Penuh Memori Romantis Versi Saya


“Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah anak kecocokan jiwa. Dan jika itu tidak ada, cinta tidak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun, bahkan milenia…” (Kahlil Gibran)
Assalamualaikum. Apa kabar semua?

Akhirnya saya menulis lagi nih. Sesudah terlena kenyamanan Banua saat pulang kampung kemarin, saya nggak menulis disini sampai 2 minggu! Hahaha..

Padahal masih ada beberapa deadline tulisan menunggu, dan janji saya untuk konsisten menulis harus tetap saya laksanakan. Maklum, blognya udah mulai beranak, jadi harus lebih pintar mengatur waktu. Tapi sampai sekarang masih suka kalang kabut sendiri karena disambi urusan domestik. Ah tak apa kan ya? masih belajar :D

Kali ini saya mau cerita yang romantis-romantis, boleh dong sekali-kali nulis yang norak (meski barangkali kata pembaca tulisan saya norak mulu deh hahaha)

Tenang, Nggak soal Dilan kok. Meskipun sebenarnya saya pengen nulis juga soal itu. :p

Pokoknya tema tulisan kali ini adalah Kisah romantis. Sekalian buat menunaikan kewajiban tulisan untuk kolaborasi Female Blogger Banjarmasin juga 😁

Supaya terasa feelnya. Mari kita angkat bahasan soal saya saja. Karena ceritanya tentang saya, jadi saya pasti menguasai tulisannya, kan cerita tentang diri sendiri. Masalah eneg atau nggak eneg terserah bagaimana penilaian pembaca.

Tapi pertama, yakinkan diri kalian, sedia plastik duluan kalau perlu, karena romantis itu relatif. Romantis buat saya bisa berarti nggak romantis dan eleuh-jijay-bat-gue buat kalian. 

Sebelum nyambung ke cerita ini, mungkin ada baiknya kalau kalian baca dulu cerita pertemuan saya dan suami disini.

Nah, karena kami berdua suka mendengarkan lagu, maka untuk mewakili kisah kami dari awal bertemu sampai menikah, dan sekarang punya anak, ada 7 lagu yang menjadi soundtrack of my wedding banget. Apa aja tuh? Ini dia list nya...

 1. Heart Attack - Demi Lovato 


Lagu ini jadi favorit saya setelah paksu bilang kalau ini cocok banget buat menggambarkan saya pas PDKT. Wakakakak

Jadi ceritanya dulu saya punya traumatik dengan laki-laki. Entah kenapa bila semakin didekati lawan jenis, saya secara naluriah akan berusah menjauh atau mengabaikan sampai mereka mundur. 

Atau, sebelum itu mereka yang menjauh duluan ketemu geek macam saya. Hahaha (kayaknya sih, faktor kedua lebih sering πŸ˜‚)

Akibat hal ini, dulu saya dikenal sebagai es. Cuek beibeh dengan makhluk yang disebut laki-laki.

Ada ketakutan dengan alasan yang aneh. Mungkin ada kaitannya dengan WIC (Wounded Inner Child) akibat kejadian masa lalu saat saya masih kecil. Hal ini nanti kapan-kapan saya ingin bahas juga di postingan terpisah.

Intinya, waktu awal-awal dulu. Saya selalu pengen lari, menjauh dari hubungan. 

Takut terluka, takut terbuang, takut tercampakkan. Jiaaahh... Bahasanya alay yah hahahah πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Tapi ternyata, namanya juga sudah jodoh kali ya... Jadinya larinya ya muter. Balik lagi ke pelukan paksu. πŸ’•πŸ˜³

Puttin’ my defenses up
‘Cause I don’t wanna fall in love
If I ever did that
I think I’d have a heart attack
Never put my love out on the line
Never said "Yes" to the right guy
Never had trouble getting what I want
But when it comes to you, I’m never good enough

 2. The Only Exception - Paramore 




Lagu ini perfect banget buat menggambarkan perasaan saya waktu mulai berani menjalin hubungan. 

Saya sampai terharu nemu lagu ini. Liriknya oh-so-me banget!

Paksu adalah orang pertama yang saya percaya untuk membawa separuh hati yang saya jaga mati-matian. Rasanya tidak ada orang yang bisa saya percaya, kecuali dia. Uhuk.

Maybe I know somewhere deep in my soul
That love never lasts.
And we've got to find other ways to make it alone.
Or keep a straight face.
And I've always lived like this
Keeping a comfortable distance.
And up until now I have sworn to myself
That I'm content with loneliness.
Because none of it was ever worth the risk.
Well you are the only exception.
You are the only exception.

 3. Blush - Plumb 


Liriknya tentang wanita yang sedang jatuh hati. Persis seperti saya waktu itu yang lagi berbunga-bunga. 

Hmmm... Begini ya rasanya jatuh cinta? Ada rasa sesak yang saya rasa setiap kali kami bertengkar. Ada rasa gembira setiap kali bisa bertemu.

Padahal dulu ketemunya cuma pas transaksi beli obat di Apotek. Bertengkarnya gara-gara saya pasti malas angkat telpon kalau pas masih naik taksi. Hahaha

Kalau ingat kejadian-kejadian dulu kok kayaknya konyol juga ya. Hahahaaha

When you look at me I start to blush
and all that I can say is you and us
oh baby I'm so afraid to be in love
with you, with you...
I wanna be in love with only you
I wanna watch the sky turn grey then blue
I wanna know the kiss thats always new
I wanna be in love with only you
just you

 4. Mirror - Justin Timberlake 


Kami berdua mendengarkan lagu ini saat menunggu taksi yang rencananya akan saya tumpangi dari Banjarmasin ke Rantau sedang mengumpulkan penumpang. 

Itu loh, ngetem. Soalnya taksi colt yang  melintasi jalur Hulu Sungai (Rantau-Amuntai-Kandangan-Barabai-Tanjung-Balangan) biasanya mesti menunggu minimal penumpang 5 orang dulu, baru bakalan berangkat.

Karena waktu menunggu ngetem itu banyak preman melintas, paksu khawatir terjadi apa-apa. Jadi dia nungguin saya sampai taksi berangkat.

'Cause I don't wanna lose you now
I'm lookin' right at the other half of me
The vacancy that sat in my heart
Is a space that now you hold
Show me how to fight for now
And I'll tell you, baby, it was easy
Comin' back here to you once I figured it out
You were right here all along
It's like you're my mirror
My mirror staring back at me
I couldn't get any bigger
With anyone else beside me
And now it's clear as this promise
That we're making
Two reflections into one
'Cause it's like you're my mirror

Saya ingat, waktu itu dia sebenarnya juga kecapekan sesudah seharian ikut test masuk BPJS Kesehatan, tapi tetap nungguin saya. Saya juga capek habis kuliah dari pagi sampai sore, jadi males buat ngobrol.

Waktu itu mendengarkan lagu ini satu headset berdua. Alasan pertama bukan romantis. Tapi karena cuma punya satu headset. Hehe...

Ah, lagu ini emang favorit deh. You're my reflection. And all I see is you...

 5. Devotion - The Hurts 





Lagu ini seolah jadi anthem balikan sesudah pertengkaran yang konyol itu.

Jadi, kebiasaan jelek saya dulu itu adalah jarang ngasih kabar sama siapa pun, dan itu adalah sumber tersering kami berdua adu kata.

Misalnya nih, saya pamitan doang berangkat, terus begitu sampai saya kelupaan ngasih kabar kalau udah sampai dengan selamat sentosa. Besoknya, baru deh saya kabari, itupun kadang kebablasan nggak kabar-kabar sama sekali sampai diingatkan. Mungkin ini efek jomblo terlalu lama? :v

Tapi endingnya sih, selalu maaf-maafan lagi.

Forgive my thoughts when I'm asleep
Forgive these words I'm yet to speak
I feel so ashamed
Right now you seem so far away
So much confusion clouds my mind
And I don't know which path to take
Here's hoping
You'll help me to resist

 6. Last Love - Rihwa 


Ini lagu habis nikah. Pas masih honeymoon. hahaha

Jadi ceritanya waktu itu saya masih berstatus sebagai fans Haruma Miura. Dan waktu itu ada dorama barunya yang keluar yang judulnya The Last Cinderella. Doramanya sih saya gak peduli isinya gimana, tapi yang jelas saya mau nonton demi Harumiu. Jadi akhirnya saya ngajakin paksu buat beli CD-nya.

Dan kampret moment itu adalah saat saya tau ratingnya nggak seperti yang saya harapkan, alias malu-maluin aja ketahuan paksu nonton dorama beginian. Cover CD-nya si perempuan cuma pakai kemben, terus disisi yang lain ada gambar Harumiu topless

Bukan, bukan blue film kok. 

Sebenarnya sih buat saya biasa aja. Tapi kan waktu itu statusnya masih pengantin baru. Masih jaim setengah mati sama pasangan. Beda sama sekarang yang mulai menunjukkan belang aslinya #eh

Dan perasaan saya saat itu, rasanya saya pengen migrasi ke Mars. Baru aja nikah, udah menghancurkan image sendiri... T_T

Akhirnya saya batal ngajakin paksu nonton dorama babang Harumiu, tapi ternyata OST-nya kece banget! Saya sekali denger langsung sukaa...



Taking plenty of time
We all made it getting here
And we wanted someone to understand
What we believe
Fireworks in water
That's how I'm burning as a fighter
No matter what will wait for us
Please let me get closer
And let me touch the core of your world
As we are carrying on
Till all pain's gone

 7. Sepanjang Hidup - Maher Zein 


Ini lagu kawinan, yang saya rasa sih setiap pasangan halal pasti bakalan suka lagu ini.

Sepanjang hidup bersamamu
Kesetiaanku tulus untukmu
Hingga akhir waktu kaulah cintaku
Cintaku
Sepanjang hidup seiring waktu
Aku bersyukur atas hadirmu
Kini dan selamanya aku milikmu
Yakini hatiku kau anugerah Sang Maha Rahim
Semoga Allah berkahi kita
Kekasih penguat jiwaku
Berdoa kau dan aku di Jannah
Ku temukan kekuatanku di sisimu
Kau hadir sempurnakan seluruh hidupku

Nah, itu dia 7 lagu yang menggambarkan bagaimana cerita saya dan paksu dari awal perkenalan sampai dengan sekarang.

Buat saya sih, semua lagu diatas itu romantis dan sesuai dengan cerita kami berdua. Meskipun ada beberapa lagu yang gak saya masukkan seperti The Man Who Can't Be Moved-nya The Script dan beberapa lagu yang saya lupa faktor L (lawas). Tapi lagu-lagu diatas menyimpan memori spesial di benak saya.

Kalau kamu punya lagu romantis yang mewakili pernikahan juga nggak? Share juga dong di kolom komentar :D
10 komentar on "5 Lagu yang Penuh Memori Romantis Versi Saya"
  1. lagu lagu yang selalu menemani dikala sedang menunggu ya mbak :)

    BalasHapus
  2. Waa jadi itu dorama plus plus yang mau ditonton?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak eksplisit sih, Mbak.
      Tapi covernya itu lho... πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
  3. Kalau aku, theme song ama suami lagunya Padi, tetaplah menjadi bintang di langit.. trus lagunya Melly di AADC, seberapa pantas-nya SOS jugaa. Sama lagu Nasyid Brother -teman sejati.

    BalasHapus
  4. Kenapa dari semua yang di tulis ini aku cuma tau yang no 7, hey aku hidup di zaman apa tahun berapa, kuper sekali saya. Wkwkwk

    BalasHapus
  5. sumpah lagu yang pertama masih aku banget nih, mbak. pantesan sampai sekarang masih komblo akut.

    BalasHapus
  6. dari semua lagu tadi aku cuma tau lagu maher zein, itu juga gak hafal liriknya hhee
    tapi lagu memang bisa membuat kita seolah berada di momment tertentu, bisa saat sedih atau bahagia.

    BalasHapus
  7. Ada yang sama nih, Maher Zein versi Englishnya, Rest of My Life. Dulu waktu kuliah suka dengerin ini, wkwkwk. Kita agak samaan juga ni mba, akupun kalo dideketin lelaki dulu rasanya pengen menjauh, padahal ga ada WIC seperti yg mba bilang. Tapi, alhamdulillaah akhirnya ada juga yang berhasil masuk menyentuh relung hati terdalam *eaaa

    BalasHapus
  8. Ak dulu suka copas lirik lagu buat dijadiin status di fb. Huahaha.. Statusnya bales2an sama ehm ehm.. Ini kocak banget kalo diinget2. Lagu emg bs membawa nuansa romantisme tersendiri ya.. Sayangnya udah nikah backsoundnya ganti jadi Balonku ada Lima, Naik2 kepuncak gunung, dll.. XD

    BalasHapus

Halo, terimakasih sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature