Sunday, December 31, 2017

Mewujudkan Cinta Ibu dengan Menjaga Kesehatan Anak



Kata orang, Anak adalah anugerah. Kira-kira nih, kalian setuju nggak dengan pernyataan itu? Hmmm... Saya yakin banyak yang setuju deh. Saya juga setuju kok. Anak memang adalah sebuah bentuk anugerah Allah SWT dalam sebuah pernikahan.

Coba saja kalian lihat bayi-bayi mungil nan suci saat persalinan. Orang tua normal mana yang tidak bahagia melihat buah hatinya? Sudah pasti mereka gembira dan diberkahi dengan anugerah keturunan.

Namun, menjelang anak tumbuh besar, pertanyaan yang lain muncul. Apakah anak adalah anugerah atau cobaan?

Saat anak masih bayi lucu, kita menciuminya setiap waktu, mengambil gambar-gambarnya dengan penuh rasa cinta dan bahagia, membanggakannya nyaris pada setiap orang.

Singkat cerita, bayi kecil itulah permata hati kita.

Sekarang, bayi kecil itu sudah mulai besar. Dia mulai belajar banyak hal dan menjelajahi setiap hal yang dianggapnya menarik.

Dan saat dia bermain-main, tak sengaja gelas piring pecah akibat ulah tangannya, tak jarang pula lipstick kesayangan sang bunda dipakai mewarnai dinding rumah, bedak mahal yang baru dibeli pecah dan berhamburan, isi lemari yang sudah ditata rapi berserakan kesana kemari. Lantai penuh dengan mainan yang tidak kunjung bisa dibereskan, ruang tamu sampai dapur berantakan. πŸ’”

Kalau sudah begitu, apakah Bunda masih memanggil anak sebagai anugerah?

Saya yakin, tak sedikit yang mengelus dada sambil bilang: “sabar... ini cobaan

Atau... anak akan dibentak dan bahkan dipukul?

Tak perlu malu, mari akui saja. Toh, Saya juga pernah begitu. 😁

Jangan galak-galak dong maaaak :D

Saat fisik dan hati lelah, dikejar banyak tugas dan tidak ada yang bisa membantu kita, rengekan anak terdengar seperti permintaan untuk dimarahi. Ya kalau kita mah bilangnya kita kan manusia biasa, maklum lah bila sering errorπŸ‘Ό

Rumah berantakan, anak sedang banyak permintaan, sebentar lagi siang dan jam suami pulang sudah dekat, masakan belum selesai, cucian juga belum dijemur, padahal sore bakalan masuk kerja.

Akhirnya mata yang biasanya teduh mulai galak. Intonasi lembut yang biasa kita ucapkan jadi naik beberapa oktaf. 😒

Untung manusia normal, nggak ada tanduk atau taring yang keluar pas lagi esmosi. hahahaha

Si kecil marah-marah, balaslah dengan senyuman manis. Eaaaaa
(Auto senyum mau difoto)

Mengurus anak memang harus stabil dan tidak mudah terpancing. Teriakan anak tidak akan selesai jika kita balas dengan teriakan, itu adalah pelajaran berharga yang saya dapatkan dari Syuna, putri kecil saya.

Soalnya semakin dilawan, semakin kencengan dia teriaknya.πŸ˜‚

Jika memang anak adalah anugerah, kenapa harus dibentak saat dia berbuat salah?

Jika memang anak adalah anugerah, kenapa diabaikan saat ada waktu bersama?

Jika memang anak adalah anugerah, kenapa justru tidak dijaga dengan baik?

Anakku sayang, Bunda memang tidak punya banyak hal yang bisa kamu banggakan.

Bunda hanya wanita biasa di kategori rata-rata, tapi karenamu nak, Bunda berjanji untuk menjadi lebih baik dan selalu belajar lagi.

Tahukah kamu nak?
Kamu adalah motivator terbesar Bunda, alasan untuk tidak menyerah pada dunia.

Dan berkatmu, sekarang Bunda sudah bisa mengontrol emosi saat lipstick patah atau seisi rumah sudah bak kapal pecah.
Isi piring saat sarapan mengotori separoh rumah pun sudah bukan masalah besar lagi. πŸ˜‚

Tertawa saja, nikmati saja, toh masa-masa begini nggak akan terjadi selamanya.

Menikmati setiap prosesmu bertumbuh kembang adalah cara sederhana Bunda untuk mencintaimu.

Sekarang saya baru saja memahami kalimat Tanpa anak maka rumah akan bersih, dompet akan lebih berisi dan bla bla bla itu.

Kalau boleh saya bandingkan nih ya, saya lebih rela membereskan rumah berantakan sehabis dia bermain daripada melihat Syuna sakit.

Baca juga: Isi Kotak P3K untuk Anak & Balita

Meskipun hanya sakit ringan yang wajar bagi balita, seperti terkena demam misalnya, hati saya tetap merasa nyesss, ada nyeri yang tidak bisa dijelaskan.

Padahal demam mah wajar ya?

Anak sesudah imunisasi, demam...
Anak mau tumbuh gigi, demam...
Paketan kalau lagi terkena batuk pilek, demam...

Saya pernah belajar kalau demam itu sendiri sebenarnya adalah mekanisme tubuh. Allah SWT menciptakan pengaturan canggih di tubuh kita, salah satunya adalah mekanisme pengaturan suhu yang berpusat dibagian otak bernama hipotalamus.

Saat ada virus atau penyakit masuk, sel darah putih atau leukosit akan berusaha membasminya. Dan panas tubuh juga ikut membantu agar penyakit segera keluar.

Tapi, masalahnya kan ambang batas panas setiap anak berbeda-beda. Ada anak yang demam 38-39 derajat sudah mengalami kejang-kejang. Ada pula anak yang demam mencapai 40 derajat masih bisa bermain.

Jadi kalau buat saya sih, sedia obat demam di rumah itu adalah sesuatu yang wajib.

Anak adalah anugerah, menjaga anugerah adalah kewajiban, artinya menjaga kesehatan anak juga adalah hal yang wajib.

Obat demam yang biasanya saya sediakan adalah Parasetamol syrup, misalnya Tempra syrup.



Kenapa Tempra?


1. Tempra syrup aman di lambung.

Kandungan parasetamol yang berkhasiat sebagai penurunan panas dan juga pereda nyeri ini tidak menyebabkan iritasi pada lambung. Berbeda dengan beberapa jenis obat penurun panas lainnya. Sehingga aman buat anak saya tentunya.




2, Tidak perlu dikocok, larut 100%.

Praktis. Nggak perlu ribet-ribet lagi karena serbuk obat sudah larut sempurna.

Baca juga: Cerdas mengatasi Demam pada Anak

3. Dosis tepat sehingga tidak over dosis atau kurang dosis.


Saya orangnya memang nggak anti obat. Tapi saya sebisa mungkin selalu meminimalisir obat yang masuk kedalam tubuh anak saya.

Jadi kasus kelebihan dosis bagi saya adalah sebuah disaster tersendiri. Kekurangan dosis mungkin bisa ditambah, tapi kalau kelebihan mau ngapain?
Tepat dosis penting banget buat saya (dan buat Anda juga, tentunya) supaya terapi tepat.



Akhir kata, membesarkan anak memang nggak segampang menggoreng kerupuk.

Nggak bisa instan atau setengah setengah. Kerupuk aja kalau menggorengnya sambil update status atau ngepel lantai bakalan gosong.

Wah, anak kita tentunya jauh lebih penting daripada kerupuk dong, yes?

Selalu ada cinta di hati bunda, wujudkanlah cinta itu dalam tindakan.

Yuk, jaga kesehatan anak kita!

Disclaimer:
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.
Wednesday, December 27, 2017

Review Film Jumanji 2017: Game Jenaka tapi Bermakna



Welcome to Jumanji, Jumanji needs you!

Kalau bicara tentang film Jumanji pertama yang beredar pada tahun 1995, sepertinya kita akan teringat dengan dinosaurus yang berkeliaran di jalan dan papan permainan tradisional (board game).

Jumanji yang kembali hadir di tahun 2017, apa masih pakai board game yang dulu? Begitu pikir saya pas melihat-lihat daftar film yang keluar Desember 2017 ini.

Udah zaman modern gini, nggak ada inovasi apa gitu? πŸ€”

Nah, pas banget, jum'at kemarin (21/12/17) saya dan suami lagi jalan-jalan ke Matos, setelah melihat-lihat daftar film yang ada di bioskop (salah satunya Ayat-ayat Cinta), kami berdua akhirnya memutuskan buat nonton Jumanji.

Eh, bertiga maksudnya, sama Syuna. 😁

Kami memesan tiket untuk berdua dan memilih kursi A bagian paling ujung, dengan pertimbangan kami membawa si kecil.
Kami jaga-jaga, siapa tau Syuna menangis atau cerewet pas di tengah-tengah film, kan ribet kalau bakalan mengganggu penonton yang lain.

Oh iya, ini nonton bareng kami yang pertama sesudah punya anak. hohoho

Saat kami memasuki teater tempat film Jumanji kami dijadwalkan diputar, saya menyadari satu hal, yakni penonton yang hadir ditempat itu rata-rata pasangan dewasa dan membawa anak kecil.

Wah, jelas sudah, ini generasi jumanji!

🐯🐯🐯

You only get one life, there is no shortcut. 

Live your life to fullest so you don't regret it. 

It's up to you who you will become to, just do best all you can do.

Jumanji 2017 bukan remade dari film sebelumnya, jadi jangan buru-buru berfikir kita bakalan menemukan papan permainan kuno, karena papannya sudah reborn menjadi konsol video game (dan mungkin bila ada Jumanji berikutnya, akan reborn menjadi game online? πŸ˜‚).

Yups, ceritanya mengambil setting modern, Jumanji adalah sekuel yang cerdas dengan tetap menyertakan inti cerita aslinya seperti dalam novel Chris van Allburgs.

Tentang game yang harus diselesaikan saat sudah dimulai, sama seperti hidup kita, tidak ada kata kembali, hanya maju kedepan dan selesaikan misi.
*ikat kepala lalu jemur baju*

Karakter.


Oh iya, Jumaji adalah sebuah game, jadi sebelum memulai permainan, tokoh di dunia nyatanya harus memilih karakter dalam dunia game.

Disinilah lucunya, karena pilihan yang terbatas (nggak bisa customize akun. hahaha) makanya antara pertukaran tokoh dunia nyata dan game terjadi kekacauan.

Spencer, si penakut yang kutu buku dan pecinta game memilih sebagai Dr.Smoldering Bridgestone (The Rock) yang bertubuh kekar dan memiliki karakter gagah berani. Salah satu kemampuannya adalah smoldering intensity, yakni tatapan yang membakar.

Dr. Smolder Bravestone: [to himself] Don’t cry, don’t cry. Don’t cry, it’s going to be okay.
Dan konyolnya, dia sering terpesona dengan otot bisepnya sendiri karena di dunia nyata dia bertubuh biasa saja. Kekonyolannya cukup menghibur.

Saat si cupu terperangkap di tubuh binaragawan. (via uproxx.com)
Meski bertubuh besar, jiwanya tetap Spencer, yang bahkan dengan tupai saja sudah ketakutan. (via nerdreactor.com)

Fridge, yang pemberani dan bertubuh tinggi besar malah terjebak dalam tubuh mungilnya Moose Finbar (Kevin Hart), si zoologist.

Dr. Smolder Bravestone: Weakness, none?
Moose Finbar: I hate this game, everybody else got the good stuff!
Frustasi kehilangan separuh tinggi badan?

Fridge mengalaminya. Bayangkan perasaan pemain football (atau softball?) yang berotot satu ini yang malah kebagian menjadi asisten Spencer yang bertubuh cebol.

Dari dia kita belajar kalau memakan kue sembarangan bisa membuatmu meledak!
(via imdb.com)

Untungnya Fridge belajar berdamai dan dapat bonus jadi berotak encer karena avatar yang dipilihnya. Padahal di dunia nyata, Fridge dodol dan tugas-tugasnya sering dikerjakan oleh Spencer yang nerd.

Bethany, gadis sosialita di sekolah yang nggak bisa lepas dari hp, update status, dan flirting, terjebak dalam tubuh Prof.Shelly Oberon (Jack Black), si pembaca peta alias cryptographer yang bertubuh bongsor.

Gara-gara terpedaya kata 'curvy genius' pada biodata karakter game.

Martha: Are you going to help or are you too pretty?
Bethany: I’m too pretty
Gilaaaa... bagian si Bethany ini bikin saya sakit perut. Bayangkan Syahrini terperangkap di tubuh pria berjanggut dan gendut, Nah, begitu gambarannya.

Old fat guy tapi melambai-lambai.

Martha, gadis penakut dan canggung satu benua masuk kedalam tubuh Ruby Roundhouse (Karen Gillan) yang cantik dan ahli bela diri serta berdansa.


Disatu bagian, Martha bertugas untuk menggoda musuh dan mengalihkan perhatian penjaga gudang transportasi agar teman-temannya bisa masuk.

Bagian ini mengharuskan si kaku Martha agar centil, padahal Martha super kikuk. Jadilah Bethany membuka kursus singkat cara menggoda, dan hasilnya berantakan. πŸ˜‚

Ruby Roundhouse: Why am I wearing half a shirt and short shorts in the jungle?
Dua kata, jadinya kacau dan konyol,

Oh iya satu ketinggalan tokoh, ada tambahan anggota Nick Jonas yang lumayan buat cuci mata karena ganteng. Nic Jonas memerankan Alex Vreekes, pilot yang sudah terjebak 20 tahun dalam game Jumanji.

Storyline.


Sederhana, game ini hanya menugaskan mereka mengembalikan batu pertama hijau keramat ke patung jaguar.

Namun, tidak lengkap rasanya film tanpa ada villain, maka hadirlah John van Pelt sebagai penjahat yang sakti karena bisa mengendalikan hewan-hewan di hutan. Van Pelt berambisi memiliki batu permata hijau keramat untuk menguasai Jumanji.

Peneliti yang dikuasai oleh kejahatan (via tor.com)

Well, saya rasa kehadirannya tidak banyak. Namun sangat berkesan berkat kelabang yang keluar masuk telinganya. 

Cerita berfokus pada perkembangan karakter 4 tokoh utamanya karena mereka harus menerima dirinya yang baru dan harus saling percaya satu sama lain.

Tantangan terbesar adalah mengalahkan ego pribadi. Sisanya adalah teamwork.

Conclusion.


Soal game, meskipun ada beberapa bagian yang mengganjal, tapi saya nggak begitu mempermasalahkan. Karena; apa sih yang gak mungkin di dunia game? terlebih fiksi.

Meski sempat bertanya-tanya kenapa pemain figurannya cuma bicara itu-itu saja, padahal kan development game Jumanji sudah merubah board game jadi video game dan bahkan merancang Alex sebagai missing piece?

Tapi, siapa yang peduli? Saya menontonnya untuk bersenang-senang. Dan film ini memang ditujukan untuk tujuan itu.



Saya sukaaa dengan film ini, ratingnya 4,75 stars from 5.

Ada beberapa bagian dialog yang quote-able banget, salah satunya dari kepala sekolah dan juga tokohnya, Bethany alias Prof.Shelly.

Yang intinya ada di awal tadi. Tentang hidup yang satu kali.

Menurut saya, film ini adalah salah satu film humor terbaik tahun ini, bukan cuma saya yang tertawa nyaring di bioskop, orang disamping saya, orang di depan saya, dan di depan-depannya lagi juga tertawa. Nyaris satu teater tertawa.

Kecuali Syuna.

Karena dia bobok mulai dari opening film sampe daftar pemain film tampil di layar. Padahal emaknya ketawa kenceng banget.😁

Alhamdulillah, dia mengerti sekali dengan emaknya yang butuh hiburan.
*kray*

Jika mencari drama remaja dengan bumbu humor yang kental, saya rasa Jumanji 2017 adalah pilihan yang tepat, meskipun ada satu adegan kisseu (yang di cut).

Ratingnya sendiri adalah 13+ Parental guide, alias perlu dampingan orang tua, jadi jangan khawatir karena emak bisa bertindak menjelang hawa-hawa memanas.

Akhir kata, Film ini sangat cocok ditonton saat penat dan perlu ketawa.

Gimana, kamu sudah nonton?
Friday, December 22, 2017

Resep Masak Ndas Ikan Manyung Khas Kota Pati

Sasa, Santan, Kelapa, Kreasi, Masakan, Resep
 
Kali ini saya mau bikin postingan tentang resep masakan berbahan dasar ikan. Bukan ikan sembarangan lho, kali ini saya akan memberikan resep tentang Ikan Manyung, barangkali ada yang belum tahu, ikan Manyung merupakan salah satu jenis ikan laut. 

Di Kota Pati, terdapat olahan khas masakan ikan manyung ini yaitu Ndas manyung. Anda bisa menemukan makanan ini di daerah Balokan, Pati. Makanan ndas manyung khas Kota Pati ini terkenal lezat dan membuat orang-orang yang memakannya menjadi kecanduan. Ndas sama artinya dengan kepala, jadi yang disebut Ndas manyung sama artinya dengan kepala Ikan Manyung. 

Sebenarnya Anda bisa juga memasak ndas manyung khas Kota Pati ini sendiri di rumah tanpa harus membelinya. Selain Anda bisa lebih berhemat, Anda bisa juga bisa menyesuaikan cita rasanya dengan lidah Anda beserta anggota keluarga lainnya. Anda bisa menyajikannya sebagai menu hidangan utama saat makan siang bersama. Kesegaran makanan Ndas manyung ini sangat pas di makan saat siang hari sehingga dapat membuat orang yang makan berkeringat. 

Langsung saja ke resepnya ya ^^

Bahan Dan Bumbu Masak Ndas Manyung Khas Pati

Sasa, Santan, Kelapa, Kreasi, Masakan, Resep

Bahan- bahan yang dibutuhkan adalah :
  • 2 kepala ikan manyung
  • 1 buah tomat merah
  • 2 kemasan Sasa Santan Kelapa
  • minyak goreng secukupnya
Sebagai catatan, dalam resep masak Ndas manyung yang sebenarnya adalah menggunakan santan yang langsung diperas dari kelapa. Hanya saja, Sasa Santan Kelapa juga memiliki kualitas yang sama dengan santan perasan kelapa langsung. Jadi tidak ada salahnya bila menggunakanya sebagai pengganti.

Apalagi, Sasa Santan kelapa jauh lebih praktis. Dimana ia bisa kita gunakan secara langsung sebab ia sudah matang dan siap pakai. Jadi tidak perlu memarut dan memeras layaknya santan perasan kelapa langsung. Soal rasa dan aroma jangan kuatir, Sasa Santan Kelapa memiliki aroma dan rasa se-segar kelapa yang langsung diperas. Jadi kualitas masakan Ndang manyung akan terjaga. 

Perlu kamu tahu juga, Sasa Santan Kelapa itu dibuat dari bahan yang bebas pengawet dan bahan kimia lainya. Alasan mengapa santan ini bisa bertahan lama adalah karena ia diproses dan dikemas dengan cara modern. 

So, Sasa Santan Kelapa cocok untuk segala jenis masakan, makanan, dan minuman, termasuk untuk masak Ndas Manyung khas pati. 

Bumbu- bumbu yang dihaluskan adalah :
  • 8 buah bawang merah 
  • 5 buah bawang putih 
  • 5 Cabai rawit ijo (rebus)
  • 5 Cabai merah besar (rebus)
  • 1,5 ruas jari kencur 
  • 1 ruas jari kunyit 
  • 3 buah kemiri 
  • 2 buah lengkuas (iris tipis- tipis)
  • 3 lembar daun jeruk 
  • 2 lembar daun salam
  • penyedap rasa secukupnya
  • garam secukupnya


Cara pembuatan Ndas manyung khas Kota Pati adalah :
  1. Siapkan kepala ikan manyung dan bersihkan dengan air bersih, lalu tiriskan.
  2. Kukus kepala ikan manyung hingga matang.
  3. Merebus cabai merah  besar dan cabai rawit hingga matang, angkat. 
  4. Lalu tiriskan bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, kencur, kemiri, kunyit dan garam secukupnya, haluskan (bisa diuleg maupun diblender). 
  5. Siapkan wajan dan panaskan 5 sendok makan minyak goreng. Setelah minyak goreng panas, tumislah bumbu halus tadi, daun jeruk, daun salam dan lengkuas. Aduk hingga matang dan tercium aroma harum yang dikeluarkan dari tumisan bumbu tadi.
  6. Lalu masukkan kepala ikan manyung secara perlahan-lahan. Masukkan juga Sasa Santan Kelapa sambil di aduk perlahan agar santan tidak pecah.
  7. Tunggu hingga matang, sembari menunggu matang masukan cabe rawit.
  8. Siap untuk disajikan.

Nah, itu dia cara membuat Ndas Manyung yang lezat. Optional pengganti Santan dengan Sasa santan juga oke karena Sasa Santan, Aslinya Santan  bisa mempermudah kegiatan memasak, nggak perlu repot-repot dan hasilnya juga sudah terjamin.

Selamat berkreasi!

Wednesday, December 20, 2017

Frugal Living Idea untuk Rumah Tangga

frugal living idea, tips menghemat untuk rumah tangga


Masih ingat dengan frugal living idea untuk listrik dan air yang saya share kemarin?
Saya senang banget karena setelah mendisiplinkan diri melakukannya, hasilnya bener-bener saving banyak banget pengeluaran.

Untuk air, yah dengan pemakaian yang gitu-deh-orang-sungai-mau-ngirit, tagihan air masuknya sekitar 24ribu.

Alhamdulillah.
Soalnya saya sudah alokasikan duit 50ribu buat bayar air. Berarti cuma separoh ya? Sisanya masuk kas lagi buat ditabung. Lumayan kan biaya satu bulan bisa jadi biaya dua bulan. 

Daaaaan... bukan cuma itu doang. Sesuai judulnya yaitu air dan listrik.
Yang bikin hepi itu tagihan buat listrik, saya mematok perkiraan 150ribu deh buat satu bulan, berkaca dari pengalaman saya waktu masih di rumah di Kalimantan. 

Dan trnyata pas suami bayar tagihan listrik kemarin, surprisingly cuma 55ribu.

Iya, 55ribu buat satu bulan. 

Frugal living buat menghemat air dan listrik yang saya terapkan benar-benar ada hasil positifnya!
Wooo... I'm sooo proud of myself.
*Tabur bunga-bunga*
*langsung menghadiahi diri sendiri semangkuk ramen dan sepiring sushi*

Tapiiii....
Hal tersebut bukan berarti bulan berikutnya malah jadi missed dong. Seperti salah satu resolusi saya buat tahun 2018, konsistensi. 

Tentunya Desember 2017 dan Januari 2018 nanti juga harus tetep diusahakan agar proyek penghematan dan pemaksimalan ini tetap berjalan lancar dan hasilnya memuaskan.


Selain pada sektor listrik dan air, sebenarnya saya juga punya frugal living idea buat rumah tangga.

Dan sama seperti sebelumnya, frugal buat saya bukan berarti frugal buat Anda karena kita kan kebutuhannya berbeda-beda. Jadi hanya karena berhasil di saya, saya nggak bisa jamin berhasil dan cocok buat lifestyle Anda.

Do it with your own risk. Alias nggak ada garansi.
(Kok saya jadi kayak agen-agen sepeda motor ya.. hahahaa)

Saya cuma ingin berbagi sedikit frugal living idea yang saya terapkan (beberapa udah dari lama, beberapa baru-baru aja) sama diri sendiri. Siapa tau ada yang terinspirasi atau kebetulan sedang mencari tips bertahan hidup  menghemat.

Semoga bermanfaat! ^^



FRUGAL LIVING IDEA UNTUK RUMAH TANGGA

frugal living indonesia, tips hemat, frugal living idea

#1.  | Belilah segala sesuatu karena memang BUTUH. Bukan karena pengen, atau karena gaya-gayaan doang karena sedang tren. 


Jleb ya yang satu ini buat saya sebagai perempuan. 

Jilbab satu warna nggak usah punya 2-3 lembar. Kecuali kalau emang warna favoriiiit banget. Biru misalnya. Boleh deh dikoleksi dari turquoise sampe birel. Atau hijau, mulai dari hijau muda sampe yang tua dikumpulin satu-satu. 

*mulai nyari pembenaran liat koleksi jilbab sendiri*
*Padahal baru poin pertama*

Susah ya?

Balik lagi ke diri sendiri sih, karena memang susah banget buat yang satu ini, prinsip dari mata turun ke hati itu nyata adanya. 

Teman sekamar waktu kuliah saya dulu ibu-ibu asal Toba, dan sampe sekarang saya ingat omongan beliau soal kebutuhan dan keinginan ini.

Beliau ini orangnya Masya Allah sederhana banget, padahal bisnis dimana-mana, uang mah nggak kekurangan ya kalau sebulan income sebulan cukup buat beli sepeda motor laki 3 biji. Suka malu kalau lagi sharing, soalnya blio sederhana bingit, uangnya banyak lari ke kotak amal. 

Ini udah sejak lama, tapi yang namanya nafsu ya, ada naik dan turunnya. Tapi sekarang kayaknya sih udah lumayan berhasil, yaaa sekitar 80% lah. Semoga nggak turun lagi.

#2.  | Belanja di pasar tradisional dengan rencana matang.


Untuk frekuensinya bisa 1x sehari, 3 hari sekali, 7 hari sekali, fleksibel deh. Yang penting sudah punya planning beli ikan sama sayur ini cukup sampe berapa hari supaya sayuran nggak sempat busuk atau ikan baunya jadi nggak enak. Idealnya sih, setiap hari supaya fresh.

Tips nyimpan sayuran a la saya (yang sejujurnya dicontek dari paman dagang sayur langganan) supaya masa simpannya lebih tahan lama di kulkas itu sederhana.

Kata beliau, sebelum disimpan, sebaiknya sayuran dibungkus sama kertas dulu, baru deh disusun didalam kulkas. Dan hasilnya terbukti, sayur jadi segar lebih lama!


#3. | Usahakan memasak sendiri, minimal buat makan pagi bareng keluarga.


Ini benar-benar menghemat banyaak!

Karena dengan semisal modal sehari masak di rumah 50 ribu (ikan 35ribu, sayur 15rb, beras beda lagi), maka kita bisa dapat 2-3 kali makan. Coba aja makan diluar, sarapan bubur aja 8-10ribuan. Belum makan siang dan petang. 

Buat sebagian single mungkin pengeluaran makan ini terasa lewat-lewat gitu aja ya, karena, well saya dulu ngerasa gitu sih, urusan makan bagi saya dulu itu adalah sektor membahagiakan diri dan memuaskan hajat perut.

Peduli amat sama pengeluaran dan nilai gizi.

Baca juga: Menjadi Ibu yang Morning Person

Ya, jadi Ibu-ibu membuat saya berubah.
Berubah lebih baik lagi tentunya. 

Tapi ngitung-ngitung bukan berarti saya alergi sama makan di luar.
Saya terkadang tetap makan di luar bila kecapekan, kelelahan, atau males masak.

Rulesnya makan di luar adalah maksimal seminggu sekali dengan budget tertentu. Kalau cuma bertiga kayak saya 100-200ribu pasti cukup. Saya nggak pernah out of budget karena saya sebelum mesan pasti ngitung dulu menu+PPN berapa. Hahaha...

Btw ini khusus makan besar, bukan cemilan. Soalnya saya sering beli jajanan yang lewat depan rumah. Jadi kalau seminggu sekali doang jajan rasanya saya  belum kuaaat... 


#4. | Suami bawa bekal & bawa minum sendiri. 


Kalau sedang jalan-jalan juga penting nih, bawa ransum keluarga sendiri supaya dompet nggak bocor, misalnya sekalian ke taman kota gitu supaya bernuansa piknik :D

Sekarang saya juga sedang berusaha buat masak sendiri buat bekal makan suami. Sekalian menuju #IstriTersayang2018 gitu kan.
Jadi a la Ibu-ibu di Jepang bikin bento. 

Terkadang karena gagal tepat waktu nyiapinnya sedangkan suami buru-buru berangkat tapi saya udah cerita dengan semangat mau masak buat dia, akhirnya suami mengalah.... dengan cara bawa air minum sendiri dan nggak makan sampe balik ke rumah pas siang atau sore.

Nggak kasian?

Sebelum saya di cap sebagai Ibu-ibu jahat, saya pelurusan dulu dong. Penting. Sebelum di judge. LOL

Suami ada punya jatah uang jajan yang dipakai pas perlu dan selalu saya pantau karena siapa tau habis bayar ini itu. Dia biasa pakai uang itu juga buat makan-makan.

Tapi saya nggak perlu khawatir yang banget-banget sih, karena saya tau suami saya orangnya frugal minded (terkadang melebihi saya hahaha) dan bila ada perlu pasti dia bilang langsung sama saya.

#5. | Beli barang keperluan rumah tangga dalam ukuran besar, biasanya harganya akan jadi lebih hemat. 


Atau pembelian pertama doang yang beli kemasan fullnya, jadi pembelian berikutnya itu cukup beli kemasan refill. Misalnya buat minyak goreng dan sabun cuci piring, kalau sudah ada wadahnya, yang berikutnya cukup beli isi ulangnya.

Dan khusus sabun cuci piring, itu bisa diencerin dulu sebelum dimasukin wadah supaya nggak sering ‘ketumpahan’ kayak saya pas nyuci piring :P

Saya juga pemburu cheap product with great quality, jadi masalah merk itu fleksibel. Nggak wajib harus yang itu itu aja, kalau ada promo misalnya, sabun mandi merk Z beli 2 gratis 3, saya pasti ambil dong kalau memang cocok. 

Atau beli detergen B berhadiah piring keramik, beli sabun colek O dapat gelas cantik. Saya nggak pikir panjang beli, karena memang saya BUTUH itu setiap bulan. ^^

#6. Tiap belanja ke supermarket atau belanja di pasar biasa dan dikasih kantong plastic, maka kantongnya nggak pernah saya buang. 


Kecuali kotor dan bau, semisal plastik pembungkus ikan.

Soalnya kan sayang... kantong plastik itu masih bersih dan layak untuk dipakai lagi, meskipun cuma sebatas wadah penampungan sampah, paling nggak kan nggak perlu lagi beli kantong plastik khusus buat sampah doang.

Saya biasanya beli 1 pack plastik besar buah penampungan sampah sekitar 20ribu. Lumayan kan buat menghemat dan memanfaatkan residu plastik.


#7. Wadah produk yang masih bagus bisa kita gunakan lagi, misalnya kaleng wafer. 


Contohnya nih, setelah kaleng dibersihkan, bisa dilubangi sedikit pada bagian atasnya sampai kira-kira cukup masuk koin.

Nah, habis itu kalengnya bisa buat nabung deh, sekalian buat media savings atau mengajari anak menabung juga. Sekali jalan supaya uang receh kita punya penyimpanan dan nggak berhamburan kesana-kemari :D

Sejak pindahan saya belum bikin lagi yang baru, dulu di rumah yang lama saya bikin 2 biji. Satu khusus koin seribuan. Yang satunya yang lebih besar saya isi dengan sembarang koin.
Lumayan, habis full terus dibuka dan dihitung isinya dapet berbungkus-bungkus garam dan cukup buat setahun. 

Sekarang saya mau bikin lagi, tapi belum punya kaleng baru.


#8. | Browsing catalog supermarket, penting buat banding-bandingin harga.


Apalagi buat pengamat harga pospak, penting buat memantau sale dan berburu diskon. Iya kan buibu? Siapa yang popok hunter disini?
*ikutan ngacung*

Ya kalau ngomongin frugality pastinya sih popok kain juaranya. Tapi berhubung saya belum sepenuhnya clodi, jadi poin ini penting.

Di grup FBB  setiap minggu pasti ada member yang update masalah diskonan di Guardian. Jadi ga perlu susah-susah lagi buat nyari. 

Siapa? Siapa? Hayolooo... Siapa ya... Wakaka

#9. | Saya sedang memulai untuk membiasakan diri pakai menspad, dan beralih dari pembalut sekali pakai.


Waktu pakai pembalut sekali pakai, saya punya kebiasaan mencuci pembalut sampai d****nya bersih, baru saya buang. Kalau saya pikir lagi, banyak gawe ya? Beli pembalut pake duit, nyuci pake air (banyak), eh, malah dibuang.

Nah, kalau bisa dipakai lagi kan lebih hemat :D

Pengennya sih kalau punya anak (lagi) mau pake clodi, katanya lebih cepat toilet training ya? Syuna sejak satu tahun udah pospak melulu, clodinya kepake cuma pas kehabisan pospak *meringis*

Lagian dulu rasanya clodi mehong bener, cuma sanggup beli berapa biji. Sekarang udah banyak clodi lokal yang jauh lebih terjangkau yaa ^^

#10. | Lap instead tissue.


Saya orangnya suka kalap kalau pakai tisu, sekali ambil bisa 3-5 lembar. Apalagi tisu facial, suka nggak terasa ngambilnya itu banyak. Soalnya kan ringan. Hihi

Saya beberapa kali menggantinya dengan tissue roll yang lebih murah karena emang penggunaannya nggak khusus buat makan.

Tapi, belakangan saya sadar kalau lebih oke lagi kalau pakai lap kain deh ya?
Saya akhirnya punya beberapa lap kain (serbet) yang bisa dicuci ulang kalau kotor. Jadi pemakaian tisu bisa ditekan. 

Dihitung-hitung, harga 3-4 lap sekitar 10ribu. Kalau ukurannya lebih besar satunya 7ribuan.
Ya kalau dikonversi, jauh lebih hemat serbet yang re-useable


#11. | Garage Sale and Rent.


Untuk beberapa barang, saya memilih produk second di garage sale yang udah terpercaya, soalnya kadang selisih harganya lumayan dan barangnya juga ya gitu-gitu doang.

Semisal untuk kereta bayi/mainan anak, kalau nggak ada lungsuran, lebih efektif buat nyewa karena pemakaiannya nggak lama dan kalau disimpan juga makan tempat.

Kalau di keluarga saya sih, sistemnya sistem lungsuran. Semisal, kemarin itu pas Syuna kecil beli bouncer merk Pliko harganya 350ribuan.

Terus nggak lama lahir lagi sepupu, Malik. Bouncernya dioper kesana soalnya Syuna udah gak muat jadi juga udah nggak terpakai lagi dirumah.

Nggak lama, lahir lagi sepupu Syuna yang lain, Aisy. Dioper lagi kesana.

Jadi itungannya 3 bersepupu cukup 1 bouncer seharga 350rb. Hahahaha

Btw, nggak janjian tapi kebetulan aja kami 3 bersaudata jarak hamilnya dekat. Habis yang satu melahirkan, eh yang satu hamil. Rezekiiii 


#12. | Belanja Online produk yang terpantau kadang jauh lebih murah.


Terpantau ya, artinya kita tau harga di pasaran berapa dan harga online plus ongkir berapa.
Kalau buat saya, belanja online itu nggak mendesak, jadi kita bisa berpikir panjang dan menimbang-nimbang dulu.

Beda sama belanja langsung, kalau belanja langsung di pasar kan habis nanya-nanya, nawar dikit, terus bayar.

Kalau online kan nggak mesti. Kita bisa puas-puasin kepo di katalog online soal harga seluruh isi tokonya tanpa ada kewajiban buat beli.

Coba kalau toko offline. Apa mungkin karena saya itu orangnya nggak enakan kali ya, jadi kalau nanya di satu toko itu jarang berakhir dengan sekedar nanya, pasti ada yg dibeli.

Padahal kadang yang dibeli itu nggak ada hubungannya sama yang dibutuhkan gara-gara pikiran seperti "oh, aku udah nanya yang dagang ini itu nih, kasian kalau cuma nanya doang, harus beli biar sedikit". Huhu

Ya intinya seperti itulah, cek harga online dulu yes. Sembako juga bisa dicek loh.


#13. | Pantau pengeluaran dan pemasukan.


Saya biasa mencatat di buku khusus orat-oret. Bisa berupa kertas kosong HVS yang gak bisa dipakai karena gak printer friendly, atau sisa-sisa kertas kerja yang di bundle.

Dulu saya pas tugas akhir, saya sering revisi, jadi banyak peninggalannya. Dan karena cetak sendiri jadi banyak yang salah juga.

Baca juga: Aplikasi Android Wajib Punya untuk Ibu Kekinian

Dibuang kok sayang ya?

Jadi kertasnya saya simpan. Buat stok corat coret (bagian belakangnya kan masih kosooong) sama Syuna atau sekedar catet-catet jurnal sederhana.



Kalau diingat-ingat lagi banyak banget frugal tips yang bisa diterapkan lho. Nggak pakai CC menurut saya juga salah satu bentuk frugality, meskipun saya nggak pakai karena takut jatuh ngeRIBAnget, padahal katanya banyak potongan harga ya? Hehe...

Btw, udah pegel nih ngetiknya, kalau ada tambahan silakan komentar dibawah yaaa!
Saturday, December 16, 2017

Mengembalikaan Keceriaan Anak Saat Demam Dengan Tempra Syrup


Akhir tahun ini Syuna genap berusia 2,5 tahun. Usia ini saya tunggu-tunggu sejak Syuna baru bisa ngomong kata pertamanya.

Lho, kenapa? Karena saya pengen banget ngobrol sama Syuna. 

Dalam pikiran saya, pasti seru nih kalau bisa ngobrol sama anak sendiri, meladeni pertanyaannya dan juga bisa diajak bertukar pikiran. Dan kata orang-orang sekitar saya dulu, anak akan mulai 'ngoceh' di usia 2,5 tahunan. Jadi saya senang saat dia akhirnya sampai di usia ini.

Iya, saya tau itu kedengarannya sedikit aneh, tapi beneran lho, sejak Syuna masih bayi  saya selalu ngajak dia ngobrol. Entah itu penting nggak penting, saya senang nyerocos ngajakin Syuna yang waktu itu masih bayi. 
Kalau saya sedih saya juga sering bicara menyemangati diri di hadapan bayi Syuna.

Ah, makanya saya pengen banget Syuna bisa mengerti itu semua supaya kami bisa nyambung. πŸ˜†

Pas banget sekarang Syuna kan udah 2,5 tahun nih, keinginan saya terkabul. Setiap hari saya bisa ngobrol sama Syuna. Bahkan dia beneran jadi banyak tanya, beneran deh “ini apa? Itu apa?” bisa ditanyakan beratus kali sehari, dia juga senang eksplorasi, misalnya setiap kali ke taman kota, dia bisa bertanya soal burung yang melintas, atau kucing yang sedang makan dan orang-orang yang sedang lewat. 

Semuanya bisa jadi bahan pembicaraan, atau lebih tepatnya sih, bahan pertanyaan :’D

Meskipun cerewet, tetap ada masa-masa atau kondisi dimana Syuna diam lho.

Pertama, Syuna biasanya akan diam saat berada diantara orang asing.

Syuna bukan tipe anak yang cepat menerima orang baru. Sehingga kalau ada ditengah orang asing, dipastikan dia akan menempel sama emak dan bapaknya. Kecuali ada anak kecil yang sepantaran dengan dia, biasanya Syuna lebih memilih untuk bermain dengan temannya. 

Meskipun tetep, dia pasti bermain sambil mencuri-curi pandang ke arah saya, memastikan kalau saya tidak jauh darinya. Hehe...

Kedua. Syuna akan diam kalau sedang sakit.

Wah, saya pernah merasakan bagaimana kalutnya mengurus Syuna saat sedang sakit dan sendirian tanpa Abah. 

Yaaa bagaimana saya bisa tenang, kalau melihatnya hanya bisa terbaring dan hanya sedikit bergerak. Saya tahu benar kalau Syuna itu orangnya aktif dan cerewet, hal seperti ini tentunya menjadi momok buat saya sebagai Ibu yang juga bertugas memonitor kesehatannya. 

Saya nggak mau kurang persiapan. Hal-hal yang saya lakukan untuk menjaga kesehatan Syuna sebenarnya sederhana karena lebih banyak tindakan pencegahan.

Tapi, yang namanya sakit itu wajar ya, terlebih buat anak yang sedang masa-masanya kepo. 


Demam adalah salah satu penyakit yang paling sering menghinggapi anak-anak seusia Syuna, sehingga saya punya list hal-hal yang harus dilakukan saat anak demam.

Apa aja ya? Yuk baca sampai habis... :D
  • 1. Menjaga asupan makanan
Saat badan Syuna hangat, saya akan memperbanyak asupan cairan, bisa susu atau air putih hangat, pokoknya supaya suhu tubuhnya stabil, bukan masalah bila dia pipis lebih sering. Paling-paling sedia popok atau bersiap ke WC lebih sering. 😁

Makanannya juga saya perbanyak, tapi pemberiannya sedikit-sedikit. Makan buah segar juga terkadang saya berikan sebagai tambahan vitamin alami. 

Yang jelas anak harus makan makanan yang sehat dan bersih tentunya, jangan dibiarkan si kecil sakit juga kehilangan nafsu makan.

O iya, Emaknya juga harus makan ya ^^ 

  • 2. Mengurangi aktivitas di luar rumah 
Kalau sedang sakit, pastinya kami menghindari aktivitas yang sifatnya di ruangan terbuka. Bukannya di rumah cuma diem sih, tetap beraktivitas ringan yang pastinya supaya ada gerakan. Tapi sampai pulih sempurna, semua rencana jalan-jalan harus dipending dulu.

Kalau si kecil demam, liburan seru harus ditunda dulu... :(

  • 3. Kompres dengan air hangat. 

Saat anak sakit, suhu tubuhnya melambung tinggi karena daya tahan tubuhnya yang sedang berperang dengan penyakit di dalam tubuh. Tapi terkadang kita salah kaprah, dikira panas demam bisa diatasi dengan kompres air dingin atau kompres es, bahkan ada juga yang menggunakan kompres alkohol pada anak demam.

Padahal bukan lho, kompres yang paling tepat untuk demam adalah dengan menggunakan air hangat, dan dilakukan di bagian lipatan tubuh semisal ketiak.

Baca juga: Pengalaman saat anak pertama kali terkena Panas Batuk Pilek

Oh iya, Syuna saat demam juga selalu pakai baju yang ringan dan tidak dipakaikan baju yang berat seperti jaket, supaya panas di tubuhnya tidak terhalang untuk keluar. 

Kalau bajunya  basah terkena air bekas kompres, saya dan Abah juga rutin menggantinya dengan pakaian baru yang kering. 

  • 4. Minum obat sesuai dengan penyakit. 
Di dunia farmasi, ada rumus 4T + 1W yaitu Tepat pasien, Tepat Indikasi, Tepat Obat, Tepat Dosis, dan Waspada efek samping.

5 poin ini penting, terlebih buat buah hati kita yang masih unyu-unyu. Jadi sebelum memberi anak kita obat, sebaiknya kita cek dan ricek dulu bagaimana yang tepatnya. ^_^

Secara singkatnya begini nih kira-kira... CMIIW ya...
Tepat pasien berkaitan dengan diagnosis dan juga kesesuaian obat terhadap pasien.
Tepat indikasi adalah memastikan khasiat obat yang diterima sesuai dengan penyakit yang ingin diobati.
Tepat obat berkaitan dengan jenis obat dan ketersediannya.
Tepat dosis adalah memastikan berapa sih sebenarnya dosis yang ideal lalu cara pemakaian dan lama pemberian (misalnya 3x sehari setengah sendok teh diminum sesudah makan).  

Terakhir, Waspada efek samping, jadi sebelumnya tanyakan dulu informasi obat selengkapnya dan dan pastikan informasi penggunaan obat sudah tepat. Jadi hati bisa tenang saat memberikannya pada anak. ^^

Bukannya apa sih ya, terkadang saya sebenarnya agak males ngasih obat sama anak, meskipun toh saya punya list obat-obatan yang saya biasanya pakai. 

Nah, ngomongin obat demam untuk anak. Pastinya sih, parasetamol adalah pilihan utama saya. 

Dosis parasetamol adalah 10-15 miligram/kilogram BB/kali, saya ambilnya dosis paling rendah yaitu 10 mg/kg BB/kali, jadi apabila BB Syuna sekitar 16kg berarti dosisnya sekitar 160mg untuk sekali minum.

Maksimal penggunaanya adalah satu dosis setiap 4 jam. Maksimal ya, karena bila dosisnya berlebihan parasetamol juga bisa menimbulkan keracunan hati.

Untuk obat Parasetamol yang bagus untuk usia 1-6 tahun, Tempra syrup adalah pilihan yang baik karena selain rasanya yang manis (ada rasa anggurnya kaan hehe), Tempra juga aman di lambung, tidak perlu dikocok karena sudah larut 100%, dan juga tepat dosis sehingga tidak perlu khawatir bakalan over dosis ataupun kurang dosis.



Kalau anaknya masih bayi gimana?

Jangan khawatir, untuk anak berusia 0-24 bulan ada juga tersedia Tempra drops yang dosisnya lebih kecil karena disesuaikan dengan usia dan kebutuhan bayi.
Untuk usia 6-12 tahun keatas juga sudah tersedia Tempra Forte yang dosisnya sudah disesuaikan untuk anak beranjak gede.

Kenapa Tempra?

Salah satu kelebihan Tempra yang saya sukai adalah dia non alkohol.

Selain itu tutupnya sudah menggunakan sistem CRC (Child resistant cap) yaitu tutup botol yang aman karena tidak mudah dibuka oleh anak. 

Pernah obat-obat ditumpahkan anak? saya pernah. hahaha... 

Jadi cara membuka tutup botol Tempra itu, tutupnya ditekan dulu baru diputar, berbeda dengan tutup obat biasa. Begitu juga untuk Tempra drop untuk bayi yang istimewa karena berupa safety dropper yaitu pipet yang dilengkapi dengan tutup sehingga kebersihannya terjaga. 


Cara membuka tutupnya ada tertera di bagian dalam

Petunjuk singkat cara membuka hatiku tutup botol Tempra
Untuk sirup Tempra, baik itu yang biasa ataupun yang Forte, keduanya juga dibekali gelas takar yang mempermudah pemberian obat. 

Kalau bagi saya sih, lebih gampang pakai gelas takar daripada sendok yang gampang tumpah karena goyang-goyang. :D

Tempra sudah berpengalaman selama bertahun-tahun dan diproduksi dibawah pengawasan Taisho Pharmaceutical Japan dan ada di berbagai negara.

Jadi Insha Allah aman dan terpercaya. :)

Syuna suka dengan gambar di kemasannya ^_^

Saya juga pernah memberikan Tempra pada Syuna saat sedang travelling bersama keluarga besar. Saat itu, entah kenapa saat sudah dijalan beberapa jam badannya baru terasa panas, padahal paginya saat masih di rumah dia masih ceria banget.

Eh, untung Tempra ini juga mudah di dapat. Jadinya sangat menolong saya yang ada di perjalanan, apalagi karena ada kemasan mini yang lebih ekonomis, jatuhnya lebih terjangkau.



Dan bener-bener manjur, soalnya saya ingat banget ngasih obatnya paling-paling 2x kemarin, panasnya udah turun. Alhamdulillah. 

Tentunya dibarengi tindakan yang lain dan berdoa dulu ya sebelum minum obat ^_^


πŸ‡πŸ‡πŸ‡

Nah, kalau Mama yang lain bagaimana? 

Apakah ada punya hal lainnya yang dilakukan saat anak demam, atau barangkali juga sedia Tempra Syrup dirumah? 

Share juga dong! J


Disclaimer:
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.
Thursday, December 14, 2017

RESOLUSI 2018: Memenangkan Mimpi dan Tetap Sehat

resolusi tahun 2018, rencana, planning,
via pixabay

Resolusi tahun 2018?

Wah, iya nih, tinggal setengah bulan lagi, kita akan segera meninggalkan tahun 2017. Ada banyak sekali cerita dan pengalaman yang sudah terjadi tahun ini. Ada manis, ada asem, macem-macem rasanya.

Terimakasih 2017, sebentar lagi kita akan segera berpisah dan berlari menuju tahun berikutnya, tahun 2018.

Nah, akhir tahun begini sepertinya adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan hidup kita.

Kalau kata orang bijak, bermuhasabah, melakukan introspeksi diri. 

Merenungi apa yang sudah kita lewati, mengambil intisari pengalaman dan mempersiapkan rencana yang matang menuju tahun berikutnya.

Menyiapkan resolusi kita di tahun 2018. 

Kata orang, untuk memenangkan segala sesuatu itu, kita harus punya planning. Dan kalau buat saya, semuanya itu sebisanya harus dirincikan sedetail mungkin. 😁

Apalah artinya turun ke medan perang tanpa strategi, benar kan?



If you can dream it, You can do it! 

Jika kita bisa membayangkannya, berarti kita juga bisa melakukannya.

-Mama Syuna, edisi sok bijak, 2017.

***

Tak lupa, meskipun resolusi yang ingin dicapai banyak, kesehatan tetap yang utama.

Oh iya, apa kesehatan?
Yuk kita buka pengertiannya ^^

Menurut UU No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan:
Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif baik secara sosial maupun ekonomis.

Karena itulah, di tahun yang akan datang, hal produktifitas (mental & sosial), ibadah (spiritual), dan kesehatan (fisik & mental) adalah tiga poin utama yang menjadi perhatian utama saya. 

Meskipun berstatus sebagai ibu rumah tangga, wajib hukumnya mengembangkan kemampuan diri sendiri. 

Zaman now emak juga harus punya daya , masih sebatas sumur-kasur-dapur doang?

Hmmmm... jangan dong. Kita pasti bisa lebih dari itu. 😎

----- RESOLUSI 2018 ------



via pixabay



  PRODUKTIVITAS DIRI  


Oke, ini list saya yang paling panjang. 

Tahun depan saya dipastikan akan lebih serius untuk mengerjakan beberapa hal. Misalnya mengelola beberapa website dan belajar beberapa hal baru. 

Ah, langsung saja, berikut resolusi saya di tahun 2018:

1. Membaca minimal 1-2 buku dalam kurun waktu 1 bulan.
Terutama yang temanya mother power. Saya suka bergabung dengan komunitas dengan tema serupa dan membaca kulwap (kuliah via WhatsApp)

Tapi kulwap mah di hp ya? 

Saya pengennya tahun depan itu membaca lebih banyak lagi buku yang ada lembaran fisiknya, mungkin saya mesti mencari alamat perpustakaan umum terdekat habis ini supaya bisa membaca dan minjam buku disana. ^^

2. Membuang, atau setidaknya mengurangi habits jelek. 
Kalau saya sendiri biasanya itu senangnya menunda-nunda. πŸ˜…

Ini super jelek dan susah banget buat diubah, dan memang perlu effort yang gede ya buat mengubah kebiasaan lama yang sudah mengakar. 

Konon, katanya perlu siklus waktu 21 hari buat menanamkan habits baru atau merubah yang sudah lama. 

Aih, lumayan lama juga ya? 
Sepertinya saya perlu bikin daftar bad habits yang pengen saya rubah. 😬

3. Belajar bahasa dan tetap ugrade tentang EYD
Bahasa apa? 

Saya sih pengennya itu bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Korea, sama bahasa Jepang 
*maruk langsung empat LOL

Tapi pertama-tama saya pengen belajar bahasa Indonesia dulu deh, karena terkadang banyak lho tata bahasa yang saya baru tau.

Karena merasa orang Indonesia dan pasti bisa, jadinya malah jarang update bahasa Indonesia. Padahal yang namanya bahasa dinamis ya, sering ada perubahan disana-sini. πŸ˜„

Kalau bahasa Inggris penting kalau lagi kepo di wikipedia atau baca literatur luar. Sama baca komik. Sama nonton drama online. Wkwk.
Ay mast lerning lah pokoke...

Kalau bahasa Arab, saya pengen mendalami soal bacaan tartil, soalnya nahwu syaraf atau tatanan bahasa Arab itu unique, makhraj huruf itu banyak banget dan salah baca besar kemungkinan salah artinya.

Bayangkan kalau semisal membaca Al-Qur’an tapi salah mulu? Kalau nggak belajar sekarang, masa sampe tua salah mulu...
(Efek ikutan mengaji di kompleks dan dibenerin melulu πŸ˜‚)

Kalau bahasa Korea dan Jepang sudah pasti buat nonton drama dooong, sama siapa tau kan nanti bakalan punya kesempatan kesana juga. Hohoho... Aamiin..
(Ngayal, padahal bisanya arigato sama gomawo doang wkwk)
4. Menulis lebih spesifik, mendalami niche yang diminati.
Saya punya minat menulis yang banyak. Pokoknya segala hal yang saya sukai itu kalau bisa mau saya tuangkan jadi tulisan. 

Tapi memang ya, semakin kesini saya semakin sadar minat saya kemana. Saya lebih senang buat menulis tentang Self Improvement, Organizing, dan seputaran rumah tangga. Pokoknya emak-emak banget.

Mungkin karena saya lebih senang berbagi pengalaman dan hal yang lebih saya kuasai. Saya ingin menulis hal yang bermanfaat bagi orang lain dan juga evergreen content.

Selain ketertarikan seperti diatas, saya juga punya minat yang besar dengan dunia skincare, make up dan Do-It-Yourself stuff. Saya juga pengen bikin satu blog khusus yang membahas tentang review produk. 

Sebenarnya sih, sebelum serius mengelola www.syunamom.com pun, saya juga punya beauty blog

Jadi bisa dikatakan blognya itu sudah ada dari lama, tapi saya mah masih beauty blogger musiman, alias belum bisa konsisten. karena itu konten blognya masih dikit banget. 😝

Ini nih yang pengen saya rubah. Pokoknya disiplin dan konsistensi tadi ya...

Semangat! Pasti bisa.... ^^
5. Mengikuti Kegiatan & Perkumpulan yang Positif
Surround yourself with positive vibes!

Jadi, emang ya namanya berkumpul dengan orang-orang yang punya passion sejenis sama kita itu akan lebih menguatkan, menyemangati, jadi trigger tersendiri.

Ngeblog misalnya pasti bakalan terasa lebih menyenangkan bila kita juga ada bareng berkumpul dan sharing seputar dunia blogging. 
Bergabung dengan Blogger Perempuan misalnya. 😁

Tahun depan, saya punya target untuk lulus kelas pertama menuju Professional mom.

Semoga lancar kelas matrikulasinya. Do'akan ya~
6. Konsistensi / DISIPLIN 
Yang paling berat adalah konsistensi. 

Ngomongin resolusi tahunan, list segambreng sebenarnya nggak ada artinya kalau cuma diaplikasikan sesaat. Nah, disini tantangannya.

Saya sendiri juga beberapa kali gagal menerapkan poin-poin yang saya targetkan.

Di Resolusi tahun 2014 misalnya, saya pernah menulis resolusi untuk menulis di blog sekali seminggu. 

Dan.. mana? Nggak ada tuh... habis berjanji saya malah nggak update sebulan lebih. 

Duh, jelek ya.

Makanya konsistensi itu penting. Karena terkadang meskipun blognya masih sederhana dan kontennya itu nggak bagus-bagus amat, masih ada lho orang yang menunggu tulisan kita. 

Kaya blog saya ini nih, kamu tunggu kan update nya?

*ditoyor netijen ke kandang macan* πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Dan yang lebih penting lagi adalah....

DONE IS BETTER THAN PERFECT.

Nggak perlu sempurna, yang penting sudah dilakukan dengan sebaiknya dan disiplin.
Ah, peer banget nih!

Hal yang saya lakukan untuk mendukung gerakan konsiten saya misalnya dengan menulis agenda dan melakukan penjadwalan, semisal rencananya update blog ini setiap hari senin, kamis, jumat. Update blog yang lain hari selasa dan sabtu, dan lain sebagainya.

Saya pernah melihat salah satu blogger bahkan menuliskan planning tulisannya di kertas dan ditancepin ke steorofoam di dinding tempat biasanya dia santai supaya jadi reminder. 

Hmmm, kayaknya nanti mau maen ke toko stationery deh kalau kayak gitu. Berburu steorofoam.
*masukin list belanja Minggu depan*

7. Menabung uang minimal 500ribu perbulan. 

Atau semampunya deh, yang jelas setiap bulan harus ada saving yang tercatat di kas. Kalau lagi banyak rezeki, isi sebanyak-banyaknya. Kalau lagi turun, 50 ribu juga tak apa. Yang penting nggak minus.

Prioritaskan juga untuk bayar hutang terlebih dahulu. 

Ngomongin investasi, buat makhluk penjelajah online shop macam saya ini sepertinya bukan sesuatu yang aman untuk membiarkan tabungan ada di rekening yang sama buat belanja, mesti bikin rekening khusus untuk tabungan. Tiba waktunya Harbolnas bisa kebobolan kayak kemarin. πŸ˜‚

Saya lebih suka mengubahnya ke barang, misalnya investasi emas karena harganya cenderung stabil dan mudah. Kalau saham saya nggak ngerti. Belum punya ilmunya. 
8. Belajar fotografi dan Vlogging. 
Ini modalnya kamera ya? 😁

Saya bener-bener serius mau belajar foto dan video. Kalau ada yang mengadakan kursus fotografi buat beginner sekitaran Malang kasih tau saya ya? 

Saya tertarik banget sesudah nonton teknik fotografi Ryoya Takashima di Peaceful Cuisine. Saya sampe nodong suami buat menjelaskan bla-bla-bla fotografi, ini lensa apa, ini kamera apa, dan sebagainya.

Semoga rezeki kamera sampe nih. Kalau nggak, saya belajar lewat kamera smartphone juga nggak masalah. Yang penting belajar dulu. πŸ˜†

IBADAH


via pixabay

Ibadah tepat waktu.
Ah, kayaknya sih ini poin paling utama yang mesti ada progressnya. Saya sering banget mesti menjamak sholat karena alasan yang nggak syar’i. 

Mintanya kalau lagi do’a puanjaaang banget, tapi ibadah yang wajib aja nggak terurus. Coba kalau kerja dan mau minta ekstra sama atasan, seringnya mesti lembur dulu kan?

Nah, kalau nggak lembur dan kerjaan utama aja terbengkalai, lupakan deh soal ekstra.

Adanya malah surat peringatan. πŸ˜‚

Rutin Sedekah

Mau pemasukan lagi sedikit atau banyak, maunya sih juga kontinyu menyisihkan sebagian rezeki untuk sedekah.

Sedekahnya juga boleh banget nggak sekedar ngasih mentahan doang, tapi lebih ke sedekah kreatif, misalnya menyumbangkan makanan, mukena atau kitab suci ke tempat ibadah.

KESEHATAN


via pixabay

Rutin Olahraga
Saya menargetkan olahraha agak muluk-muluk sedikit, yaitu sekitar 15 menit sehari.

Kenapa?

Soalnya saya merasa stamina saya sesudah melahirkan itu menurun. 

Saya sih menduganya itu karena sehabis jadi mama muda, saya hampir nggak punya waktu untuk sekedar olahraga mingguan karena kesibukan bekerja dan juga mengurus rumah tangga. 

Padahall banyak ya alternatif olahraga yang bisa dilakukan di rumah, misalnya yoga dan pilates. 

Iya, sayanya aja yang keseringan mager dan males. *nyengir kuda* 😬

Supaya nggak mengganggu aktivitas yang lain, saya melakukan olahraga ini saat subuh sesudah sholat.
Makan Makanan yang Lebih Sehat dan Mengurangi Junk Food
Saya berencana untuk lebih memilih makanan yang lebih sehat, memperbanyak konsumsi buah sayur, meskipun ya belum sampai level organik. Hehe.. . 

Di kontrakan kemaren saya juga ketemu sama buku resep dan ada resep smoothies. Sayang saya nggak punya blender disini. Mesti menabung dulu nih buat beli. ^^

Saya juga lebih memperhatikan asupan gula, garam dan minyak dalam makanan sehari-hari.

Batas konsumsi yang disarankan Kementrian Kesehatan RI per orang per hari adalah kurang lebih 4 sendok makan gula (50 gram), 1 sendok teh garam (2000 mg), dan 5 sendok makan minyak (67 gram), simpelnya supaya gampang diingat rumusnya adalah G4G1L5. 

Katanya pakar gizi pas ikutan seminar anak, sekitar 80% daya tahan tubuh berada di saluran cerna, jadi pastikan kalau makananmu sudah bagus.

Kata neng Melodee Morita junjunganku, You are what you eat. 


too much glow I can't resisttttt

Apa yang kamu makan membentuk dirimu. Yuk makan-makanan sehat! πŸ˜†

πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†

Nah, segitu dulu resolusinya di tahun 2018. Banyak nggak? Wah, lumayan sih...

Berkaitan resolusi saya diatas, yang penting saya punya planning dulu dan berniat sungguh-sungguh buat melaksanakannya, masalah ada target yang nggak tercapai, itu nanti aja mikirnya, sekarang lakukan yang terbaik aja dulu, benar nggak?

Belum mulai nih, wajib optimis :D

Oh iya, untuk mencegah penyakit dan mempercepat pemulihan setelah sakit, pastikan vitamin selalu tersedia di kotak obat di rumah. 

Penting lho, apalagi buat emak-emak yang jadi poros putar di rumah, soalnya bila emak sakit, rumah biasanya jadi kacau. 

Jadi meskipun resolusi tahun depan itu banyak dan kita nantinya bakalan sibuk. Jangan membuat itu alasan buat mengabaikan kesehatan sendiri ya?


Ngomongin vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan....


Ngomongin Theragran-M...



Kenapa Mesti Theragran-M?




1. Theragran-M sudah memiliki sertifikat Halal. 

Sehingga saya sebagai muslim bisa tenang mengkonsumsinya. Poin ini penting buat saya yang lagi aware banget sama kehalalan produk.



2. Berpengalaman

Theragran-M adalah salah satu multivitamin yang diresepkan oleh para dokter selama 40 tahun (sejak 1946). Theragran-M juga merupakan produk dari PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk. yang berada dibawah pengawasan induk perusahaannya di Jepang.

Jadi kebayang kan selama itu Theragran bertahan, maka pastilah karena mutunya yang bagus.

3. Komposisinya lengkap.

Theragran-M mengandung vitamin lengkap (Vit.A, Vit.B, Vit.C, Vit.D, dan Vit.E) juga mineral essensial seperti Magnesium dan Zinc.

Dalam satu literatur disebutkan bahwa bila kebutuhan magnesium dan zinc tidak terpenuhi dengan baik, maka virus, bakteri ataupun jamur lebih mudah menginfeksi kita.

theragran, vitamin, suplemen
Kandungannya lengkap dan seimbang

4. Bisa digunakan sesuai kebutuhan.

Theragran-M cocok untuk masa pemulihan sesudah sakit ataupun sekedar suplemen tambahan jika diperlukan untuk menjaga sistem daya tahan tubuh dari serangan virus, bakteri ataupun jamur. Apabila daya tahan tubuh baik maka infeksi pun akan mereda.

Kandungannya sesuai dengan kebutuhan orang dewasa, cukup dengan 1 tablet sehari sesudah atau saat makan untuk menghindari munculnya lambung perih terutama pada orang dengan riwayat maag. Dosisnya juga bisa dirubah sesuai dengan resep/anjuran dari dokter. Praktis ^^

5. Rasanya manis karena bersalut gula. 

Jadi nggak perlu eneg makannya saat sakit. Nggak ada rasa getir khas obat yang bikin muka berlipat-lipat. Jadi bisa bilang dengan pede kalau sakit jangan lama-lama!❤


πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†

Nah, bagaimana dengan resolusimu di tahun 2018?

Apakah kamu juga lebih care dengan kesehatan dan juga sedia Theragran-M sebagai back up plan agar cepat pulih dari sakit?

Pokoknya jangan lupa ya, sesibuk apapun harus tetap jaga kesehatan.

Salam sehat di 2018! πŸ–



Note: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

Custom Post Signature

Custom Post  Signature