Rabu, Desember 27, 2017

Review Film Jumanji 2017: Game Jenaka tapi Bermakna



Welcome to Jumanji, Jumanji needs you!

Kalau bicara tentang film Jumanji pertama yang beredar pada tahun 1995, sepertinya kita akan teringat dengan dinosaurus yang berkeliaran di jalan dan papan permainan tradisional (board game).

Jumanji yang kembali hadir di tahun 2017, apa masih pakai board game yang dulu? Begitu pikir saya pas melihat-lihat daftar film yang keluar Desember 2017 ini.

Udah zaman modern gini, nggak ada inovasi apa gitu? 🤔

Nah, pas banget, jum'at kemarin (21/12/17) saya dan suami lagi jalan-jalan ke Matos, setelah melihat-lihat daftar film yang ada di bioskop (salah satunya Ayat-ayat Cinta), kami berdua akhirnya memutuskan buat nonton Jumanji.

Eh, bertiga maksudnya, sama Syuna. 😁

Kami memesan tiket untuk berdua dan memilih kursi A bagian paling ujung, dengan pertimbangan kami membawa si kecil.
Kami jaga-jaga, siapa tau Syuna menangis atau cerewet pas di tengah-tengah film, kan ribet kalau bakalan mengganggu penonton yang lain.

Oh iya, ini nonton bareng kami yang pertama sesudah punya anak. hohoho

Saat kami memasuki teater tempat film Jumanji kami dijadwalkan diputar, saya menyadari satu hal, yakni penonton yang hadir ditempat itu rata-rata pasangan dewasa dan membawa anak kecil.

Wah, jelas sudah, ini generasi jumanji!

🐯🐯🐯

You only get one life, there is no shortcut. 

Live your life to fullest so you don't regret it. 

It's up to you who you will become to, just do best all you can do.

Jumanji 2017 bukan remade dari film sebelumnya, jadi jangan buru-buru berfikir kita bakalan menemukan papan permainan kuno, karena papannya sudah reborn menjadi konsol video game (dan mungkin bila ada Jumanji berikutnya, akan reborn menjadi game online? 😂).

Yups, ceritanya mengambil setting modern, Jumanji adalah sekuel yang cerdas dengan tetap menyertakan inti cerita aslinya seperti dalam novel Chris van Allburgs.

Tentang game yang harus diselesaikan saat sudah dimulai, sama seperti hidup kita, tidak ada kata kembali, hanya maju kedepan dan selesaikan misi.
*ikat kepala lalu jemur baju*

Karakter.


Oh iya, Jumaji adalah sebuah game, jadi sebelum memulai permainan, tokoh di dunia nyatanya harus memilih karakter dalam dunia game.

Disinilah lucunya, karena pilihan yang terbatas (nggak bisa customize akun. hahaha) makanya antara pertukaran tokoh dunia nyata dan game terjadi kekacauan.

Spencer, si penakut yang kutu buku dan pecinta game memilih sebagai Dr.Smoldering Bridgestone (The Rock) yang bertubuh kekar dan memiliki karakter gagah berani. Salah satu kemampuannya adalah smoldering intensity, yakni tatapan yang membakar.

Dr. Smolder Bravestone: [to himself] Don’t cry, don’t cry. Don’t cry, it’s going to be okay.
Dan konyolnya, dia sering terpesona dengan otot bisepnya sendiri karena di dunia nyata dia bertubuh biasa saja. Kekonyolannya cukup menghibur.

Saat si cupu terperangkap di tubuh binaragawan. (via uproxx.com)
Meski bertubuh besar, jiwanya tetap Spencer, yang bahkan dengan tupai saja sudah ketakutan. (via nerdreactor.com)

Fridge, yang pemberani dan bertubuh tinggi besar malah terjebak dalam tubuh mungilnya Moose Finbar (Kevin Hart), si zoologist.

Dr. Smolder Bravestone: Weakness, none?
Moose Finbar: I hate this game, everybody else got the good stuff!
Frustasi kehilangan separuh tinggi badan?

Fridge mengalaminya. Bayangkan perasaan pemain football (atau softball?) yang berotot satu ini yang malah kebagian menjadi asisten Spencer yang bertubuh cebol.

Dari dia kita belajar kalau memakan kue sembarangan bisa membuatmu meledak!
(via imdb.com)

Untungnya Fridge belajar berdamai dan dapat bonus jadi berotak encer karena avatar yang dipilihnya. Padahal di dunia nyata, Fridge dodol dan tugas-tugasnya sering dikerjakan oleh Spencer yang nerd.

Bethany, gadis sosialita di sekolah yang nggak bisa lepas dari hp, update status, dan flirting, terjebak dalam tubuh Prof.Shelly Oberon (Jack Black), si pembaca peta alias cryptographer yang bertubuh bongsor.

Gara-gara terpedaya kata 'curvy genius' pada biodata karakter game.

Martha: Are you going to help or are you too pretty?
Bethany: I’m too pretty
Gilaaaa... bagian si Bethany ini bikin saya sakit perut. Bayangkan Syahrini terperangkap di tubuh pria berjanggut dan gendut, Nah, begitu gambarannya.

Old fat guy tapi melambai-lambai.

Martha, gadis penakut dan canggung satu benua masuk kedalam tubuh Ruby Roundhouse (Karen Gillan) yang cantik dan ahli bela diri serta berdansa.


Disatu bagian, Martha bertugas untuk menggoda musuh dan mengalihkan perhatian penjaga gudang transportasi agar teman-temannya bisa masuk.

Bagian ini mengharuskan si kaku Martha agar centil, padahal Martha super kikuk. Jadilah Bethany membuka kursus singkat cara menggoda, dan hasilnya berantakan. 😂

Ruby Roundhouse: Why am I wearing half a shirt and short shorts in the jungle?
Dua kata, jadinya kacau dan konyol,

Oh iya satu ketinggalan tokoh, ada tambahan anggota Nick Jonas yang lumayan buat cuci mata karena ganteng. Nic Jonas memerankan Alex Vreekes, pilot yang sudah terjebak 20 tahun dalam game Jumanji.

Storyline.


Sederhana, game ini hanya menugaskan mereka mengembalikan batu pertama hijau keramat ke patung jaguar.

Namun, tidak lengkap rasanya film tanpa ada villain, maka hadirlah John van Pelt sebagai penjahat yang sakti karena bisa mengendalikan hewan-hewan di hutan. Van Pelt berambisi memiliki batu permata hijau keramat untuk menguasai Jumanji.

Peneliti yang dikuasai oleh kejahatan (via tor.com)

Well, saya rasa kehadirannya tidak banyak. Namun sangat berkesan berkat kelabang yang keluar masuk telinganya. 

Cerita berfokus pada perkembangan karakter 4 tokoh utamanya karena mereka harus menerima dirinya yang baru dan harus saling percaya satu sama lain.

Tantangan terbesar adalah mengalahkan ego pribadi. Sisanya adalah teamwork.

Conclusion.


Soal game, meskipun ada beberapa bagian yang mengganjal, tapi saya nggak begitu mempermasalahkan. Karena; apa sih yang gak mungkin di dunia game? terlebih fiksi.

Meski sempat bertanya-tanya kenapa pemain figurannya cuma bicara itu-itu saja, padahal kan development game Jumanji sudah merubah board game jadi video game dan bahkan merancang Alex sebagai missing piece?

Tapi, siapa yang peduli? Saya menontonnya untuk bersenang-senang. Dan film ini memang ditujukan untuk tujuan itu.



Saya sukaaa dengan film ini, ratingnya 4,75 stars from 5.

Ada beberapa bagian dialog yang quote-able banget, salah satunya dari kepala sekolah dan juga tokohnya, Bethany alias Prof.Shelly.

Yang intinya ada di awal tadi. Tentang hidup yang satu kali.

Menurut saya, film ini adalah salah satu film humor terbaik tahun ini, bukan cuma saya yang tertawa nyaring di bioskop, orang disamping saya, orang di depan saya, dan di depan-depannya lagi juga tertawa. Nyaris satu teater tertawa.

Kecuali Syuna.

Karena dia bobok mulai dari opening film sampe daftar pemain film tampil di layar. Padahal emaknya ketawa kenceng banget.😁

Alhamdulillah, dia mengerti sekali dengan emaknya yang butuh hiburan.
*kray*

Jika mencari drama remaja dengan bumbu humor yang kental, saya rasa Jumanji 2017 adalah pilihan yang tepat, meskipun ada satu adegan kisseu (yang di cut).

Ratingnya sendiri adalah 13+ Parental guide, alias perlu dampingan orang tua, jadi jangan khawatir karena emak bisa bertindak menjelang hawa-hawa memanas.

Akhir kata, Film ini sangat cocok ditonton saat penat dan perlu ketawa.

Gimana, kamu sudah nonton?
8 komentar on "Review Film Jumanji 2017: Game Jenaka tapi Bermakna"
  1. aku belum nonton nih mba kemarin baru bahas ke misua ajakin nonton ini kata misua palingan remax yang dulu ternyata agak berbeda ya penasaran juga karena kata yang uda nonton lucu banget jadi penasaran selucu apa ni film :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nonton mbaaak.. filmnya konyol banget cocok buat refreshing :D

      Hapus
  2. Tos mbakk aku pun ngakak pas Bethany sadar berubah menjadi prof oberon hahahahaha ,tap seru ya mbak semua karakter hidup. Aku sampe nonton 3X Jumanji tp tetep bikin ngakak dan gak boseninn... Jumanjiiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha iya aku ngakak banget, apalagi pas dia minta ajarin pipis itu loh mbak. Untungnya aku duduk dibelakang jadi nggak papa deh nyaring wkwkwk
      Ya ampuuun jadi pengen nonton lagi XD

      Hapus
  3. Film Jumanji selalu seru semua sekuelnya. Anak2ku jg pasti suka nih diajak nonton ini.

    BalasHapus
  4. Suamiku udh nonton katanya emang lucu bangt.

    BalasHapus
  5. Belum nonton dan nemu review nya disni, Dwyne Johnson di Jumanji? Wajib nonton banget!

    BalasHapus

Halo, terimakasih sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature