EbMBK9LV3U2J5pqb5aBuXdjmVrgXJ3azcHngXLqi

Report Abuse

[REVIEW DORAMA] Everyone Getting Married


Tahun 2009 akhir, aku sedang suka-sukanya dengan Flumpool dan vokalisnya yang ganteng *uhuk*. 

Waktu itu aku bela-belain sampai nge-print lirik lagunya dan nyanyiiiii terus sampai nyaris hafal liriknya, terus ngumpulin piku-piku personelnya sambil nyengir-nyengir najis, dan bahkan sampai level menjadikan lagunya sebagai alarm bangun tidur. Bisa dibayangkan betapa aku sangat cinta dengan band ini, sampai rela menerjemahkan dan menyadur artikel di Wikipedia sepanjang ini. Hahaha


Nggak heran waktu pertama kali denger si main vocalist main film aku langsung kelabakan pengen banget nonton. Lupa tahun berapa deh itu, mungkin sekitar tahun 2017 an. Pokoknya waktu masih rempong hore punya bayi. 

Waktu itu aku ingat banget kalau Internet masih belum seperti sekarang. Ada sih, tapi untuk ukuranku harganya termasuk mahal. Terus, aku juga kekurangan akses untuk bisa nonton dorama, waktu itu kan belum kenal VIU dan kawan-kawan. 

Singkat cerita, sekarang kan udah bisa nyari-nyari dorama sendiri nih. Akhirnya ketemu dah dengan drama ini di VIU. Wow, ngeliat trailernya jiwa fangirling aku bangkit dari kuburannya! Terharu, akhirnya aku ketemu sama dramanya Bang Yamamamura setelah sekian tahun. πŸ˜‚πŸ€£

(btw, aku nontonnya tahun 2019 kemarin) 

πŸ’¬ Sinopsis 


Romaji : Totsuzen Desu ga, Ashita Kekkon Shimasu

Japanese : ηͺη„Άγ§γ™γŒ、明ζ—₯η΅ε©šγ—γΎγ™ 

English Title : Everyone's Getting Married/It's Sudden, But Tomorrow We're Getting Married

Release Date : 23 Januari 2017


Well, seperti judulnya everyone getting married, yang artinya semua orang nikah (?) ceritanya memang berputar pada pernikahan. 

Bercerita tentang Asuka Takahashi, perempuan yang smart, hard worker, dan juga memiliki mimpi besar untuk menjadi seorang Ibu rumah tangga. Mimpi yang boleh dibilang aneh mengingat kemampuan dan karirnya yang sangat cemerlang. Nahasnya, bukannya dinikahi oleh pacarnya, dia malah diputuskan. 

Bukan Asuka kalau langsung menyerah pada mimpinya, takdir pun membawanya hingga suatu hari dia bertemu dengan Nana Ryu, seorang news anchor ternama. Mereka saling mencintai tapi berbeda pandangan tentang pernikahan. 

πŸ“£Cast


Ryuuta Yamamura berperan sebagai Nana Ryu, seorang news anchor muda yang berbakat. Sayangnya dia mempunyai trauma dengan masalah percintaan yang membuat dia memutuskan untuk tidak akan menikah seumur hidupnya. 

Mariya Nishiuchi berperan sebagai Asuka Takahashi, seorang karyawan bank ternama yang yang sukses dalam karirnya namun bercita-cita untuk menjadi seorang ibu rumah tangga seperti ibunya, dengan kata lain si Mari ini ngebet banget nikah. 

Tema yang diangkat drama ini mungkin kurang lazim dengan kultur kita karena pada basic-nya kita di Indonesia ini menjunjung tinggi pernikahan. Well, nggak apa-apa, jadi insights baru kan di drama ini karena kita jadi lebih mengenal dengan budaya orang di Jepang yang ada segelintir kaum mudanya itu lebih memilih single daripada menikah dan memiliki keluarga sendiri. 

πŸ““ Manga


Manganya itu gimana ya... πŸ€” 

Mungkin karena aku nggak membaca secara keseluruhan, aku jadi merasa kalau ceritanya gantung dan agak terburu-buru. Versi manga dorama ini merupakan salah satu manga yang aku drop di tengah jalan karena alasan not cup of my tea. Tapi untuk doramanya lumayan lah (mungkin karena aku kebelet pengen nonton doramanya Yamamura? LOL )  

Vibes yang ditawarkan mirip sama five to nine yang pernah aku review disini, khas josei banget. Dramanya Ok, tapi versi manga-nya terlalu banyak semutnya.. Personally, aku lebih senang versi doramanya. 

πŸ’­ My Thought 


Dimana-mana semua wanita sama, yakni pengen mendapatkan kepastian tentang hubungan yang dijalani. Apakah cuma begini-begini saja atau ada kemajuan yang signifikan? Semua orang memang punya pemikiran yang berbeda-beda. 

Terus terang aku agak sedikit jengkel dengan tokoh Ryu di sini karena sikapnya yang 'tidak bisa dipegang'. Apa-apaan menggantung orang lain yang sudah jelas itikadnya cuma dengan alasan "aku takut tidak bisa membahagiakannya" πŸ˜‘
Eh tapi malah dia sendiri yang ngajak tinggal Asuka serumah. Kesannya malah jadi gak laki, pengecut, gak punya pendirian. Yah, nginget sifatnya jadi emosi kan aing jadinya zzzzzz. Lupakanlah poin dia ganteng, mapan, kalem, ngemong. Semuanya gak berguna ketika dia tidak bertanggung jawab dengan masa depanmu. 

...untung yang jadi Ryuu itu Yamamura, jadi aku bisa nrimo. Toh ini kan akting waee. Aku dadi marah berarti aktingnya sip nggih? 

Tapi jujur kalau aku ada di posisi Asuka, aku cenderung memilih Kamiya daripada Ryuu. Alasannya sederhana, hukum kunci dan gembok. Ada supply dan demand. Dibanding aku mencari kunci yang sesuai kemauanku, aku lebih memilih kunci yang sesuai dengan keperluanku. Waktuku terlalu berharga kalau cuma untuk main-main.  #TimKamiyaGarisKeras 🀣

Tapi balik lagi sih ya, ini tuh drama dan terserah  dong mau bikin membuat jalan cerita seperti apa, karena skali lagi yang namanya cinta siapa sih yang bisa ngontrol? 

πŸ’Kesimpulan 


Anyway, dramanya sendiri menurutku cukup menyenangkan, worth to watch lah 75/100. Apalagi kalau kamu penggemar Yamamura sepertiku, kamu dijamin bakalan termehek-mehek dengan aktingnya di sini. 

Selamat menonton! 
Related Posts
Zulaeha Achmad
Blessed Wife & Mother. Blogger. Podcaster. Tea Drinker. Devoted Manhwa Reader.

Related Posts