SOCIAL MEDIA

Wednesday, April 29, 2020

11 Makanan Khas Banjar yang Selalu Bikin Kangen Perantauan

Waktu pertama kali pindah ke Malang di akhir tahun 2016, perubahan dari segi makanan menjadi salah satu highlight perbedaan kultur kami sebagai pendatang. Kalau dihitung-hitung, maka perbedaan antara cita rasa masakan khas Banjar dan Jawa Timur ternyata lumayan juga. 

Apa aja bedanya? Lumayan lah... Nih saya jembrengin sedikit:


Mulai dari beras dulu deh, beras Jawa kan terkenal dengan berasnya yang pulen tuh. Kalau di Banjar, beras kami itu lebih sintal (lebih padat, lebih keras, lebih karau), perbedaan ini jadi masalah buat pendatang dari tanah Jawa kalau ke Kalimantan, tapi kebalikannya buat kami yang malah doyan tipe beras pulen. BB Nuy malah sampai naik waktu itu karena dia doyan beras pulen anget-anget. hehe

Lainnya lagi misalnya citarasa masakan Banjar yang lebih pada 'manis', sedangkan Jawa Timur kalau di lidah saya lebih pada tawar atau pedas. Makan sambel misalnya, waktu masih di Banjar bikin sambel itu masih pakai banyak tambahan gula, sedangkan sambal yang saya makan di Jawa Timur rata-rata itu rasa pedas cabenya lebih nendang. Perbedaan semacam itu terasa buat saya yang baru kali ini tinggal di luar daerah.

Mertua yang kami ceritakan hal ini ternyata seperti memahami, jadi pas kami pulang libur lebaran kemarin (tahun 2017), eh pas mau balik ke Malang dikasih banyak banget bahan masakan khas Kalimantan. Diantaranya beras, dan beberapa ikan khas yang sulit dicari di Malang. Saat kami masih ada di rumah pun banyak makanan unik yang khas untuk mengobati rasa kangen kami.

Nah, bekal pemberian beliau pun jadi inspirasi saya membuat tulisan ini, supaya nggak bleber kemana-mana, yuk langsung ke makanan khas Kalimantan Selatan pertama deh! ^^

11 Makanan Khas Banjar yang Selalu Bikin Kangen Perantauan


šŸ„— Pakasam


Udah tahu dong kalau Ibukota Kalimantan Selatan itu Banjarmasin dan julukannya kota seribu sungai?

Yep, karena banyak sungainya, jadi otomatis ikannya banyak juga dong. Meskipun sekarang sudah nggak sebanyak dulu karena lingkungan sungainya sudah mulai tercemar. Tapi Pakasam ini tuh tetap lestari, terutama di daerah hulu sungai yang masih banyak pemancing atau palunta. Kira-kira sejenis peninggalan dari orang-orang yang punya ikan berlebihan lho. Karena saya tinggal di kota kecil jadi ikannya masih lumayan banyak, jadi yang menjual pakasam ini di kota saya juga banyak.

Apa sih Pakasam?
Pakasam tuh sejenis ikan yang disimpan lama bersama bumbu. Bagi sebagian orang mungkin rasanya agak janggal memakan ikan pakasam karena rasanya nggak gurih tapi lebih ke citarasa asem (mirip sama namanya, pakasam). Hehe

šŸ„—Bingka 


Kue khas yang biasanya cuma ada di pasaran selama bulan Ramadan ini pun juga ikut hadir di dapur mertua. Beliau sengaja membuat sendiri seloyang kecil khusus untuk keluarga, rasanya gurih dan manis berkat perpaduan santan, potongan pisang dan balutan tepung bergula. Laziiz!


šŸ„—Cigarun



Ada yang takut sama Suzanna karena makan bunga?

Oh, jangan terkejut dulu dong kalau ternyata Suku Banjar sama seperti Susanna, sama di sini maksudnya adalah sama-sama makan bunga. 

Nah, cigarun ini merupakan salah satu bunga yang berasal dari pohon Cigarun. Jadi berbeda dengan pohon pada umumnya, yang dimakan adalah bunganya, bukan buahnya. Rasa jaruk bunga Tigarun ini mungkin akan sedikit unik jika kamu pertama kali mencicipinya, tapi lama-kelamaan itu enak kok. 


šŸ„—Kalangkala


Buah yang cuman ada di Kalimantan ini rasanya menurut saya 11-12 dengan alpukat,  rasa yang tawar dan berpadu dengan rasa gurih menjadi menjadikan buah kalangkala ini teman makan yang sangat enak. Cukup ditambah irisan bawang merah dan potongan cabai lalu diaduk menggunakan air panas, udah deh. Biasanya kalau orang Banjar asli akan sangat suka dengan olahan ini


šŸ„—Manday


Ngomongin Mandai, ada yang tahu belum Mandai itu apa? 

Nah kalau kamu belum tahu, berarti kamu harus kenalan sama olahan dari kulit buah atau dami Cempedak ini. Saya pernah nulis artikel tentang dami Cempedak ini di steemit saya. 

Jadi disini jadi yang bisa dimakan itu bukan cuman buah cempedaknya, tapi kulitnya pun juga ikut diolah menjadi bahan makanan, dan rasanya jangan ditanya, enak banget! ❤️ 

šŸ„—Tarap


Nah ini mirip sama si Manday, tapi kalau yang ini bukan terbuat dari buah cempedak tapi kulit buah Tarap. Cara pengolahannya pun sama dengan Mandai, namun Rasa yang ditawarkan sudah pasti beda. 


šŸ„—Talang asam manis



Siapapun yang pernah ke Banjar rasanya kurang afdol kalau belum nyobain Talang asam manis. Jadi, Talang asam manis ini merupakan salah satu olahan yang terbuat dari ikan tenggiri asin, rasa asamnya berasal dari buah asam belimbing ataupun asam jawa, namun sering juga ditambahkan dengan tomat. Rasa manisnya berasal dari gula merah, guriiih! jadi perfect banget buat makan siang. 

šŸ„—Soto Banjar/mie


Soto banjar merupakan salah satu kekayaan kuliner Banjar yang hakiki. Di Malang yang dingin, saya sering banget kangen dengan sensasi rempah-rempah dan juga kesegaran dari perasan buah Limau purut di Soto Banjar ini. Meskipun  sekarang emang sudah ada yang kemasan Mie Instannya, tapi tetap aja itu nggak nggak mengalahkan rasa asli dari Soto Banjar itu sendiri. Makanan ini adalah salah satu makanan yang paling saya kangenin selama di Malang. 

šŸ„—Bingka barandam


Siapa yang belum tahu sama kelezatan Bingka Barandam? Bingka satu ini enaknya dimakan dalam porsi kecil dan ditemani dengan segelas air putih, rasanya benar-benar manis! 


šŸ„—Amparan tatak


Kue nikmat satu ini biasanya akan muncul menjelang atau di saat bulan Ramadan, jadi olahan Amparan tatak ini biasanya disantap pada saat kita berbuka puasa. Nah, di Malang meskipun bulan Ramadan saya nggak ketemu sama kue ini,  jadi Ramadhan di Malang itu rasanya gimana gitu karena sudah terbiasa nyicipin kue ini paling nggak sekali aja dalam Ramadhan. 

šŸ„—Katupat kandangan


Suami suami ibu mertua adalah merupakan keturunan orang Hulu Sungai Selatan alias Kandangan. Ketupat Kandangan merupakan salah satu Signature di rumah, namanya juga orang Kandangan asli ya, jadi kalau bikin masakan ketupat itu pasti enak banget mirip seperti rasa ketupat Kandangan yang dijual di pinggir-pinggir Jalan Kandangan. 

Oh iya, bumbu ketupat Kandangan ini nggak ada yang instan, jadi kami cuman bisa gigit jari kalau ingat pengen makan ini. Soalnya masaknya itu harus sabar dan lama supaya rasanya maknyus. Hehe

❤️❤️❤️

Nah, itu dia 11 macam makanan khas tanah Banjar yang pernah saya rindukan selama masih di Malang. Kalau kamu gimana? Share juga ya! 

No comments :

Post a Comment

Halo, terimakasih banyak sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^