Thursday, July 18, 2019

[REVIEW] Dorama: Three Star Lunch


[Review Dorama Three Star Lunch] - Makan siang sekolah di Jepang adalah salah satu hal yang saya sukai dari sistem pendidikan disana. Karena itulah, saya memutuskan menonton dorama satu ini, soalnya tentang masak-masak di sekolah! Iya, penasaran nggak sih bagaimana proses mereka mengerjakan menu makan siang buat satu sekolah? 🤔 

Masak-masak biasa mungkin gak seru ya, tapi yang ini beda. Suer deh, saya sampai bikin review berarti saya beneran terkesan.  Ceritanya sama sekali nggak bikin bored. Sepanjang episode saya selalu diberi kejutan-kejutan kecil yang seru, dan saya nonton yang kedua kalinya di 2019 ini. (saya pertama kali nonton 2017 kalau nggak salah, pas masih Hot di Viu). 

Wow, saya jarang-jarang nonton sesuatu sampai dua kali! Haha. 

Terakhir saya nonton dorama dua kali adalah saat nonton dorama 5 to 9 yang saya review juga. 

Oke, cukup ya soal impresi saya. Langsung ke reviewnya!

Resensi dorama Three Star Lunch/Mitsuboshi No Kyushoku.




Resensi:


Mitsuko Hoshino (Yuki Amami) adalah seorang jenius memasak, passion dan egonya di dunia kuliner membuatnya sanggup melakukan apapun, mulai dari meninggalkan keluarganya hingga mengikuti tracking memasak yang keras di Perancis.

Berkat kerja keras dan bakatnya, dia pun lulus dan juga memenangkan banyak kontes memasak. di Jepang, dia bekerja di restoran Perancis terkenal “La Cuisine de La reine” in Ginza, Tokyo. 

Saking enaknya, tempat ini menjadi sangat ramai, bahkan  menerima penghargaan Three Stars Michellin.

Mitsuko Hoshino sebagai chef kepala pun menjadi sangat terkenal. Mitsuko merasa diatas angin. Meskipun jago masak, karakternya beneran ngeseliiin abis. Sudahlah alpha Female yang dominan, ditambah lagi dengan sifatnya yang songong dan super kepedean itu.

Episode pertama beneran kita akan diajak kesel berjamaah sama yang namanya Chef Mitsuko ini.

Suatu hari, Mitsuko kena batunya, Mitsuko bermasalah dengan pemilik restoran La Reine, Shogo Shinoda (Kotaro Koizumi). Buntut dari perselisihan tersebut adalah Mitsuko dipecat. Dan intrik dari orang-orang yang tidak menyukainya membuat gelar Mitsuko tercoreng hitam, Yap, sekarang Mitsuko terkenal dengan sebutan "Chef Keracunan" karena kasus kritikus masakan keracunan setelah memakan masakannya.


Akibat hal tersebut, Mitsuko menjadi sulit mencari pekerjaan baru. Padahal udah mulut besar dong tinggal memilih doang mau bekerja di restoran yang mana.

Disini saya gemes tapi kasian karena Mitsuko kena fitnah tapi tetap belagu. HAHAHA 


Akhirnya salah satu stasiun televisi mengundangnya untuk menjadi bintang di sebuah program TV yang membahas tentang makan siang sekolah. 

Dan, ini ternyata jua berkaitan dengan sesumbar Mitsuko yang mengatakan kalau penyebab makan siang banyak bersisa di sekolah adalah karena makanannya tidak enak.



BOOM! Bisa dibayangkan nggak gimana situasinya? Wah gila sih ini, seru banget! 😂 😂 

Di dapur sekolah yang jadi setting acara TV tadi, cuma ada satu orang yang bisa dibilang 'waras', yakni sang nutrisionis sekolah, Heisuke Araki (Kenichi Endo). Dan, pak Araki ini ternyata punya trauma dengan Perancis karena ternyata ditinggal bininya pergi belajar fashion kesana, sedangkan si Mitsuko ini kan track recordnya mirip sama si mantan istri. Jadi bibit-bibit ketidaksukaan sudah ada di awal.



Kru masak yang lainnya seperti Minoru Komatsu sang jago hotpot sumo, Masataka Hidaka si flamboyan, Shoichi Baba sang mantan bankir, Toshiko Inohara sang kalap belanja kehadirannya membuat sisi kocak drama ini semakin kental. 😆

Haruko Takayama, gadis muda karyawan dapur yang baru ini masih misterius. 

Siapa sebenarnya gadis ini? Kenapa dia memiliki tertarik namun sentimen dengan Mitsuko? 

Nah, nonton lah. Dikau kan terkedjoet. Diriku tak mau spoiler disini. #apeeeu



Kesimpulan 


Drama ini sangat bagus ditonton bersama keluarga disaat suntuk, semangat turun dan juga tidak nafsu makan karena bisa jadi hack untuk ketiga hal tersebut.

Banyak komedi segar, banyak kata nasehat, dan juga berlimpah menu masakan Perancis yang namanya kutaktau tapi kelihatannya lezat.

Laper dan baper lah nontonnya 😋

Nah, itu aja, hayuk nonton!  Terutama ibu-ibu nih, bisa jadi inspirasi buat bekal makan siang si kecil. Kalau nggak ya ketawa hore aja.

Bye! 

1 comment on "[REVIEW] Dorama: Three Star Lunch"

Halo, terimakasih sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^