Selasa, Mei 17, 2016

Pengalaman Saat Bayi Panas Batuk Pilek


Pengalaman Pertama Bayi Panas Batuk Pilek - Beberapa hari yang lalu Syuna kena batuk pilek. Dan kali ini berlaku ucapan yang sering kudengar di masyarakat, anaknya yang sakit mamanya juga bisa ikutan sakit.

Ya emang sih, si kecil yang biasanya anteng jadi mendadak sedikit lebih rewel daripada biasanya... Jangankan masak-masak ke dapur, nyari waktu buat mandi aja mesti curi-curi, si kecil maunya nempeeel terus sama emaknya seperti bayi koala.
Hmmm... jadi makin ngerti deh perasaan mama-mama pas jaga anaknya yang lagi sakit.. Perasaan khawatir anaknya kenapa-kenapa :(
Istilah anak sakit ibunya sakit itu kira-kira begini: saking mikirin anak, diri sendiri terabaikan dan ikut-ikutan jatuh sakit.


Biasanya mukanya begitu... muka usil

Semuanya dimulai dari hari jum'at, saat Mama dan Abahnya Syuna kena jadwal kerja yang sama disore hari, karena tidak ada teman yang bisa bertukar shift kerja alias kepepet, maka akhirnya kami memutuskan untuk menitipkan Syuna ketempat neneknya. Terpaksa, biasanya kami selalu bergantian menjaga Syuna. Tapi nenek sih kayanya hepi-hepi aja dimintai tolong ^^.

Malam sekitar jam 8:30 PM, aku pulang ke rumah nenek, seperti biasa sepulang kerja langsung peluk cium lalu pamitan sama nenek dan bawa Syuna pulang kerumah.

Saat itu masih belum nampak gejalanya, semuanya oke-oke saja.
Cuman pas peluk cium tadi kok ada ngerasa badannya Syuna agak anget sedikit, tapi kami berdua berasumsi mungkin suhu tubuh kami berdua rendah, iya, kami kali yang dingin karena habis datang dari luar naik sepeda motor.
Sesampainya di rumah, kami bertiga tidur di kamar seusai menyusui. Seperti biasa, malam yang anteng-anteng saja...

Besoknya, kami mulai cemas karena badannya Syunabertambah panas, berarti bener nih kalau kemaren malam itu selain badan kami yang dingin pas megang Syuna, sebenarnya dia juga mulai panas. Ditambah lagi hidungnya juga ikutan mampet karena tertutup sekret yang mulai mengental. 

Kami nggak anti obat, kami sudah punya antisipasi dong, hehe..
Obat yang pertama kami berikan adalah Sanmol drop (Parasetamol) dengan dosis seperti tertera dikemasan yaitu 0,6 ml 3-4x sehari untuk usia 0-6 bulan.

Setelah beberapa kali pemberian dan panasnya juga nggak ada perubahan (mungkin 2x minum?), kami kemudian segera mengganti dosisnya dengan acuan berat badan karena lebih akurat.

Rumusnya adalah dengan kilogram Berat Badan (BB) dikalikan dengan dosis 10 mg. Kalau BB Nuuy sekitar 9 kg berarti dosisnya adalah 9 X 10 (mg) = 90 mg setiap kali minum, atau jadinya 90/60 x 0,6 = 0,9 ml per minum. Setelah kami coba begitu, panasnya pun perlahan menurun dan gak balik-balik lagi kaya sebelumnya. Problem solved.

Pamol drop.

Sekarang beralih kepileknya.
Iyes, pileknya juga lumayan berat, hidung mampet membuat bayi jadi susah bernafas.

Dan percayalah melihat anak susah nafas karena hidungnya mampet itu pedih gaes :"<
Lebih pedih daripada nonton iklan asuransi thailand atau pas shopping ternyata kupon diskon sudah kadaluwarsa. Pedih yang bikin sedih.

Nah, daripada berlarut-larut, kami berdua pun memutuskan untuk menguapi Syuna menggunakan Nebulizer.

Cairan yang dipakai untuk nebu?
NaCl biasa, iya, yang buat infus itu... dan Alhamdulillah sehabis diuap hidungnya jadi lebih lega dan berhenti berbunyi grook grook.

FYI, Abah Nuuy perawat, jadi bisa pakai alat nebu :D

Ini alat nebunya. mungkin yang asma pernah memakai ini?

Reaksi saat di-nebu?
Wahahaha... super sekali. rumah yang biasanya tenang dan anteng berubah begitu dimulai acara uap-uapan ini menjadi riuh dan gegap gempita membahana raya. Bayi-nya mulai menangis dan berusaha melepaskan masker uap.

Thanks for Rasyid Al-afasy dengan Ya Rahman dan lagu Kun Anta yang ada di hape, semua suara riuh tadi segera mereda dan suasana kembali terkendali, pengalihan dengan musik berhasil. Kata abah sih, distraksi.

O iya, berhubung sepertinya yang bayi takutkan juga adalah bunyi mesin dari alat nebu, jadi letakkan alatnya jauuuh jauuuh sejauh-jauhnya supaya bunyi berisik alatnya nggak kentara, kan kabelnya juga panjang :D


Tapi tidak pakai Salbutamol, cukup pakai yang serupa cairan fisiologis tubuh, Na Cl.^^

Dan ternyata malamnya Nuuy kambuh lagi, hidungnya mampet lagi, plus ada tambahan sedikit batuk.

Kamipun akhirnya mengadakan 'rapat internal', isi rapatnya menduga-duga kenapa Nuuy jadi bisa panas batuk pilek seperti ini padahal sebelumnya sehat.
Sebelum kami berangkat kerja. makan apa? Ada alergikah? kalau alergi, alergi apa? bagaimana mencegahnya? Bla bla bla.

Sederet pertanyaan kenapa, kenapa, kenapa dan kenapa pun kami diskusikan. tapi nihil, kenapa Nuuy sakit masih jadi misteri. Dan sementara kami sibuk menduga-duga, batuk pileknya nampak makin parah, apalagi pileknya yang membuat bunyi 'grook-grook' disetiap Nuuy bernafas akibat hidungnya yang mampet, alhasil tidurnyapun jadi terganggu.

Akhirnya si Abah pun kembali pergi ke Apotek untuk membeli Mucos Drop (Ambroxol) dan Rhinos Neo (Pseudoefedrin) supaya batuk pileknya mereda. Selain itu juga Nose Cleaner untuk membersihkan cairan hidungnya supaya tidak menumpuk dan menghalangi saluran nafas.


Dengan penuh harapan agar cepat sembuh, kamipun memberi minum obat pada Nuuy.


'Bismillah.. semoga cepat sembuh ya nak...' 

Cuma itu kata-kata yang kami ucapkan setiap 'memaksa' Nuuy untuk minum obat, ternyata 'drama' anak sakit ini benar-benar bukan masalah sepele, jadi pelajaran besar buat kami berdua.
Oh, ternyata gini ya anak sakit :(

Sesudah beberapa kali pemakaian ternyata Mucos dan Rhinos Neo kami lihat tidak menunjukkan hasil positif, tidak ada kemajuan...
Mucos drop kami pakai selama 2 hari dan Rhinos neo dihentikan karena setelah konsultasi dengan beberapa dokter kenalan nggak begitu di rekomendasikan.

Tepat 6 hari Syuna Batpil, akhirnya kami berdua sepakat untuk membawa ke Dokter Spesialis Anak. Setelah menghubungi beliau untuk bertanya jam praktek khusus beliau dirumah, kami pun berangkat ke tempat praktek DSA (yang alias tempat diriku bekerja. hihi).

Disini akhirnya aku merasakan bagaimana rasanya jadi pasien, duduk nunggu giliran dokter.. aiiih, kan biasanya aku jadi orang yang mempersilakan para orangtua pasien anak duduk disini, eh sekarang sendirinya duduk disini sambil gendong anak. :')

Sesudah seorang pasien paru selesai diperiksa, tibalah giliran kami, aku segera masuk, BB (berat badan) Syuna ditimbang dan katanya masih dalam kategori bagus (meskipun aku yakin dia tambah ringan alias kurusan sih :(), aku jelaskan bagaiman sakitnya dan obat apa yang sudah kami berikan belakangan. Beliau ngangguk dan Sim Salabim!

Kami dapat Loratadine sirup + puyer  + Amoxicillin.
Begitu mau bayar kami dicegat beliau, gratis aja katanya. Alhamdulillaah... another blessing, pak dok mengerti yah muka emaknya udah muka akhir bulan.
Btw, isi puyernya sendiri paracetamol, ambroxol, dan salbutamol dengan dosis rendah.

Dan the result of all that stuff is... Syuna sembuh!
Pileknya perlahan mengering, batuknya mereda, dan gejala-gejalanya pun hilang dalam total waktu 2 hari. emejing sangat. Stop sakitnya, stop juga obatnya dong, kecuali Amoxicillin sirupnya. mesti dihabiskan supaya mencegah bakterinya resisten (kebal) pada antibiotiknya.
Ngomong-ngomong aku lupa ngefoto obatnya, di foto no.1 yang botolnya paling besar itu Loratadine sirup ya :D

Akhirul kalam... 
Bahagianya liat anak ngoceh, nakal, usil itu benar-benar sangat berharga. Pengalaman anak panas batuk dan pilek ini benar-benar memberi kami pelajaran bahwa kesehatan keluarga (apalagi anak) itu adalah 'harta' dan anugerah besar yang mesti kita syukuri :))

NEW PARENTS EXPERIENCE STAGE 1: LESSON LEARNED ^^

Thanks for stopping by, be gratefull and have a nice day :)






12 komentar on "Pengalaman Saat Bayi Panas Batuk Pilek "
  1. Walaupun khawatir tapi itu kalau menurut saya pengalaman yang bagus untuk seorang ibu karena akan melatih insting seorang ibu dan juga untuk lebih memperlihatkan kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kang, pengalaman banget ini. emaknya harus lebih sigap jagain si kecil. terimakasih sudah mampir :D

      Hapus
  2. bayinya lucu mom ^_^,
    kalo keponakanku sih baru dikasih obat warung hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maklum orang tua baru. sakit dikit langsung parno.haha
      terimakasih sudah mampir ya :D

      Hapus
  3. Iya, bener klo anak sakit.. Nggak karuan ibunya. Anak ke 2 ku full asi dulu mbak..jadi berasa jadi botol infus, krn kalo pas sakit susah lepas. Nah anak 1..krn dulu masih workingmom...make sufor... Batpil sering banget. Ngrasain bedanya sufor n asi ke daya tahan anak mbak. Klo batuk pilek..aku biasa pake balsem copal itu aja mbak..sama anaknya tak kasih madu-jeruk nipis. Minuminnya pake pipetnya obat itu...jadi gampang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak bener, kerasa banget beda antara bayi full ASI sama sufor, yg ASI biasanya sistem imun lebih kuat. dan kalau sakit emak pasti jadi 'infus'nya ya :D
      Wah, tambahan ilmu nih. Kemaren masih kurang dari 1 tahun jadi belum boleh minum madu deh mak. Buat nanti nih catet dulu..

      Hapus
  4. waaah.. terima kasih sudah berbagi pengalaman mbak. jadi pelajaran juga buat saya meskipun belum menikah :)

    BalasHapus
  5. Wah nice sharing ni
    Buat tambah tambah info las si kecil atit
    Alhamdulilah klo liat dedeknya bisa ngoceh lagi ya mb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyund mba, maklum edisi perdana jadi ortu. atit dikit langsung parnoan. hahaha

      Hapus
  6. Baca sejak awal udah curiga ini mama nuy pasti tenaga kesehatan juga. Ternyata bener...terjawab dibagian tempat praktek dokter tempat mama nuy kerja:D

    Trs baca diprofilnya ternyata farmacist. Enak banget ya mbak punya ilmu tentang obat, berguna banget dikala anak sakit :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak, bisa dikit2 kontrol obatnya sambil buka kitab. ngg..perlu diedit itu bio-nya mak, harusnya pharmacist assistant.hihi

      Hapus

Halo, terimakasih sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature