EbMBK9LV3U2J5pqb5aBuXdjmVrgXJ3azcHngXLqi
EbMBK9LV3U2J5pqb5aBuXdjmVrgXJ3azcHngXLqi

Bagian dari Komunitas:

Bookmark

Tips Menghilangkan Bau Mulut


Dalam pergaulan, bau mulut bukanlah perkara sepele. Terkadang salah satu penyebab kenapa orang lain merasa tidak nyaman untuk mengobrol dengan seseorang adalah karena orang tersebut merasa tidak nyaman dengan bau mulut lawan bicara. 

Padahal berbicara artinya berkomunikasi. Kalau berkomunikasi terhambat, bukankah artinya pergaulan juga terhambat? 

Tentu saja itu hal yang tidak kita inginkan. Terlebih lagi, bau mulut oleh para ahli dikatakan menjadi indikator kesehatan rongga mulut. Pasalnya, ada beberapa penyakit yang memiliki ciri penderitanya memiliki bau mulut yang tidak sedap. Menurut Health Kompas, bau mulut bisa jadi merupakan ciri-ciri dari adanya Infeksi saluran pernapasan seperti flu, selesma, bronkitis, dan sinusitis

Nah, karena itulah kebersihan gigi dan mulut harus kita jaga agar bau mulut menghilang.

Cara Menghilangkan Bau Mulut yang Tidak Sedap 

☑ Sikat gigi rutin dengan cara yang benar. 

Bare necessities untuk personal hyginie

Menyikat gigi akan membuat kotoran yang tersisa sesudah makan atau minum yang biasanya menempel pada gigi menjadi bersih. 

Menyikat gigi setidaknya dilakukan dua kali sehari, yakni saat bangun tidur atau sebelum sarapan dan juga sebelum tidur.

Menyikat gigi sesudah makan pun ternyata ada tata caranya agar tidak merusak email gigi, Menurut saran dari American Dental Association, setidaknya kita harus menunggu 60 menit setelah makan makanan yang asam sebelum menyikat gigi agar email tidak mengalami kerusakan.  

☑ Menggunakan  cairan pembersih berupa obat kumur 

Berbagai studi menunjukkan adanya peningkatan sesudah penggunaan obat kumur yang sesuai dengan kondisi mulut. Mungkin kamu juga bisa mencoba obat kumur untuk permasalahan bau mulut yang tidak sedap ini. 

Beberapa dokter merekomendasikan penggunaan obat kumur berfluoride sebelum tidur karena selama tidur aliran air liur berkurang secara alami. Namun, disarankan untuk menghindari menggunakan obat kumur langsung setelah Anda menyikat gigi, karena akan menghilangkan fluoride dari pasta gigi yang tertinggal di gigi, kita harus menunggu setidaknya 30 menit setelah menyikat gigi untuk berkumur dengan obat kumur, dan jangan makan atau minum apa pun setidaknya selama 30 menit setelah berkumur.

☑ Menggunakan siwak 

Menyikat gigi saja kadang tidak cukup. Saya pribadi terkadang menggunakan Siwak untuk membersihkan gigi lebih tuntas lagi, selain itu Siwak mengandung kandungan yang baik untuk menjaga kekuatan gigi, Terlebih lagi itu merupakan sunnah untuk saya yang beragama Islam.

Siwak atau miswak adalah batang atau ranting dari pohon arak (Salvador persica). Pohon yang termasuk dalam ketegori semak belukar ini banyak ditemui di wilayah Timur Tengah.

Siwak kaya akan kandungan alkaloid, silika, sodium bikarbonat, chloride, dan fluoride. Di samping itu, siwak juga mengandung bahan alami lain, seperti vitamin C, kalsium, sulfur, essential oil, dan tannin.

Siwak dipercaya dapat mencegah gigi berlubang. Manfaat ini bisa diperoleh berkat essential oil yang terkandung di dalam siwak, dan cara penggunaannya harus dikunyah terlebih dulu sehingga meningkatkan produksi air liur dalam mulut.

Air liur yang dihasilkan ini dapat membantu menjaga keseimbangan pH di rongga mulut. Dengan begitu, pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang dapat ditekan. 
Selain itu, siwak juga bisa mencegah bau mulut dan menyegarkan napas, menghambat pengeroposan gigi, sehingga turut menjaga kekuatan gigi.

Selain mencegah gigi berlubang, bersiwak juga bermanfaat untuk menghilangkan bau mulut. Ini karena batang atau ranting siwak mengandung zat antibakteri alami yang dapat menghambat pertumbuhan kuman penyebab bau mulut. 

Siwak juga mencegah terbentuknya plak gigi yang dapat dengan mudah terbentuk bila Anda malas menyikat gigi setelah makan. Sisa makanan yang masih menempel di permukaan dan sela-sela gigi akan menumpuk dan membentuk plak. Plak dapat diubah oleh bakteri di dalam mulut menjadi asam yang dapat merusak gigi.Terakhir, siwak mampu mencegah pembentukan plak dan pertumbuhan bakteri di antara sela gigi dan gusi sehingga mengurangi risiko terjadinya radang gusi (gingivitis)

☑ Berkumur rutin 

Jika tidak bisa langsung membersihkan atau menyikat gigi sesudah makan atau minum maka setidaknya berkumur-kumur akan membantu agar kotoran tidak menempel pada gigi,

Saya belakangan ini mulai membiasakan anak saya untuk berkumur-kumur sudah makan agar giginya tetap bersih karena terkadang kalau sudah mengantuk dan tertidur anak sulit dibangunkan

☑ Makan makanan manis secukupnya

Sebenarnya penyebab utama gigi berlubang bukanlah gula. Gigi berlubang disebabkan oleh bakteri yang hidup di dalam mulut. Bakteri tersebut menggerogoti sisa-sisa karbohidrat pada gigi kita.

Sisa-sisa tersebut termasuk juga makanan manis yang Anda makan, seperti gula yang ditemukan di kue kering (cookies), permen, biji-bijian, buah-buahan, dan sayur-sayuran.

Gula termasuk karbohidrat. Ketika karbohidrat ini dicerna, bakteri di mulut memakannya dan memproduksi asam. Ludah yang bercampur dengan asam dapat membentuk plak gigi.

Alih-alih makanan manis, plak inilah yang sebenarnya menjadi penyebab gigi berlubang. Plak terdiri dari bakteri dan asam. Jika gigi tidak dibersihkan dengan benar dan rutin, plak akan menggerogoti bagian luar gigi yang disebut enamel, sehingga menghasilkan lubang kecil pada permukaan gigi.

Jika lubang kecil pada permukaan gigi tidak segera ditangani, perlahan lubang tersebut akan melebar. Tidak hanya lapisan luar saja, lama-lama bakteri akan menggerogoti bagian tengah (dentin), hingga lapisan ketiga yang disebut pulp.

Bagian pulp merupakan bagian gigi yang terdiri dari pembuluh darah dan saraf. Saat gigi berlubang sudah sampai pada bagian pulp, Anda akan merasakan nyeri yang luar biasa. Gigi pun akan terasa sensitif jika dipakai makan, tak jarang abses di mulut pun bisa terjadi.

☑ Memperhatikan durasi menyikat gigi.


Kamu juga harus memperhatikan berapa lama perlu menyikat gigi. Kebanyakan orang cenderung menyikat gigi selama sekitar 30-60 detik. 

Namun, penelitian menunjukkan bahwa menyikat gigi lebih dari 2 menit akan memberikan hasil terbaik. Bahkan, menurut laporan dari Journal of Dental Hygiene, orang yang menyikat gigi selama lebih dari 180 detik akan secara efektif menghilangkan plak sekitar 26-55% lebih banyak daripada mereka yang menyikat gigi kurang dari 60 detik.



Jadi, siap untuk mulut bebas bau?
*ngomong sambil bersiwak*

(posted 24/05/2019)
Post a Comment

Post a Comment

Halo, terimakasih banyak sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^