Saturday, December 29, 2018

Workshop Lactogrow: Menjadi Orangtua Happy, Membuat Anak Grow Happy,


Di dunia ini, siapa sih orang tua yang nggak ingin anaknya bahagia? Semuanya pasti ingin buah hatinya tumbuh besar dengan bahagia sejak masih anak-anak hingga menjadi orang dewasa. 

Tapi bagaimana sih definisi anak yang bahagia itu? Dan bagaimana sebenarnya cara menggapainya? 

Nah, kemarin saya memperoleh jawabannya saat mengikuti workshop “Grow Happy Parenting” yang diadakan oleh NestlΓ© LACTOGROW, tanggal 29 November 2018 lalu di Koordinat Cafe,  Duta Mall Banjarmasin. Saya beruntung berkesempatan mengikuti workshop ini bersama beberapa blogger lainnya serta rekan jurnalis. 

Penasaran bagaimana keseruannya? Berikut saya tuliskan liputannya. 

πŸ’™πŸ’™πŸ’™

Nah, dari workshop ini, saya tuh baru tahu kalau ternyata kalimat sederhana seperti “dasar, gara-gara masa kecil kurang bahagia“ itu bukan sekedar bukan olok-olokan loh, tapi realita! 

Hal ini dijelaskan oleh Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi, SFP, ACC, ternyata nih kebahagiaan di fase kanak-kanak diakui sebagai salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap kebahagiaan seseorang saat dia menjadi orang dewasa. 


Sehingga, membentuk anak yang bahagia merupaan sebuah misi yang harus dilakukan oleh orang tua generasi alpha jika ingin anaknya menjadi pribadi yang happy di masa depan. 

Tunggu, anak yang bahagia? 

Anak yang Bahagia, yang Bagaimana Sih? 


Kebanyakan orangtua biasanya menilai anaknya bahagia jika menunjukkan ekspresi wajah yang ceria, aktif bergerak, atau mendapatkan mainan dan hadiah. 

Padahal, menurut Myers & Diener (2018), kebahagiaan anak itu bukan sekadar kegembiraan sesaat saja, namun lebih kepada rasa nyaman, aman, dan diterima dengan baik di lingkungan sosialnya. 

Jadi nih, dari hasil studi child happiness yang dilakuan oleh Nestle LACTOGROW di Jakarta, ditemukan fakta bahwa anak merasa bahagia saat bermain bersama orang tua, bahkan lebih bahagia jika dibandingkan saat bermain bersama adik atau kakaknya. 

Sayangnya, ada lebih dari 50% orang tua yang merasa bahwa dirinya belum cukup hadir atau terlibat dalam aktivitas bersama anaknya, padahal antara “hadir” atau “terlibat” memiliki tindakan, esensi, dan pengaruh yang berbeda terhadap perkembangan sosio-emosi anak

Di Indonesia, memang pada umumnya para orang tua sudah sadar dan mengerti bahwa menghabiskan waktu berkualitas (quality time) bersama anak itu penting banget. Sayangnya masih banyak pula orang tua yang merasa belum maksimal melibatkan diri secara fisik maupun emosional bersama anaknya, karenanya, mewujudkan kondisi tumbuh bahagia (Grow Happy) pun menjadi tantangan baru di tengah orangtua modern.

Nah, di kesempatan ini pun Ibu Elizabeth atau akrab disapa Miss Lizzy memberikan beberapa tips terkait cara meningkatkan bonding dengan si kecil, diantaranya:

🍎 Fokus pada kebersamaan dengan anak. Bukan jenis aktivitas. Hal yang diingat anak kelak saat dia besar adalah kita yang menemaninya bermain, bukan seberapa mahal harga mainan yang kita mainkan. Catet! 

🍎 Sediakan waktu khusus dengan anak tanpa ada gangguan (distraksi). Bukan cuma Me time bersama pasangan, tapi juga dengan anak ya, mom! ❤️ 

🍎Lakukan eye-to-eye contact, jangan bicara dengan anak dengan mata sambil melihat layar hape terus. 

🍎Buatlah anak merasa bahwa dirinya penting, jadikan dia prioritas dan dengarkan ucapannya. Jangan abaikan suara kecilnya. πŸ˜‰



Jadi, pada prinsipnya:

Happy parenting = Resilient Children  

Jika orang tua sudah merasa bahagia maka insya Allah akan menjadi jaminan anaknya kelak menjadi resilient

Apa sih resilient

Anak yang resilient adalah anak yang memiliki ketangguhan dalam menghadapi stres dan tantangan hidup, ketangguhan ini tentu sangat penting untuk anak-anak kita di masa depan. 

“Bagaimana bisa mendukung kebahagiaan anak kalau orang tuanya sendiri tidak tahu bagaimana cara membahagiakan diri sendiri?” - Miss Lizzy. 

So, tugas kita sebelum membuat anak bahagia, kita sebagai orang tua juga harus bahagia! Setuju banget dengan poin ini. 😊

πŸ’™πŸ’™πŸ’™

"Aku Akan Bahagia, Jika Anakku Bahagia" Benarkah Begitu? 


Mungkin saja...

Tapiii... Miss Lizzy menekankan bahwa ini adalah pemikiran yang salah, karena pada dasarnya, emosi orang tua adalah hal yang paling mempengaruhi emosi anaknya. Jadi, jangan berharap punya anak yang growing happy maksimal kalau emaknya masih suka uring-uringan ya? πŸ˜‰


Nah, apakah kita orangtua yang bahagia atau tidak, kita sendiri yang tahu jawabannya. Namun kita bisa bersama-sama membuat diri kita bahagia. Jadi, kebahagiaan itu adalah sesuatu yang bisa dan harus diperjuangkan dan diusahakan! 

How?


Menjadi Orang tua yang bahagia? 


Nah, menurut Ed Diener (1984), sumber kebahagiaan individu adalah afeksi positif, misalnya tertawa, damai, pemenuhan diri dan masih banyak lagi.

Namun selain afeksi positif, kita juga memiliki emosi negatif serta tingkat kepuasan hidup.

Para ibu bahagia! 

Nah, agar kita lebih bahagia, selain meningkatkan emosi positif seperti misalnya merasa dicintai, merasa bersyukur, atau merasa damai. Kita juga perlu meminimalisir emosi negatif seperti merasa bersalah, merasa curiga, atau merasa marah. 

Sudah? 

Selain itu, kita juga harus memaksimalkan kinerja 4 hormon kebahagiaan, apa aja? Ini dia:

4 HORMON BAHAGIA 


>>🌷 Dopamine (celebrate small achievment)

Menurut Miss Lizzy, mencoba hal yang baru atau merayakan pencapaian kecil yang kita raih sehari-hari juga bisa loh bikin hati merasa bahagia, jangan sampai kalau ditanya apa pencapaian kita, kita tuh bingung sampai kelamaan mengingat. 

"Oh, aku dulu pas SMP juara nasional makan kerupuk!"

Bukan begitu, pencapaian nggak melulu soal hal besar, namun hal kecil seperti misalnya kemarin berhasil bikin food prep untuk tiga hari atau berhasil dapat barang incaran saat ada diskon gede itu juga termasuk achievment (pencapaian). Jadi bersyukur itu bikin bahagia memang bener ya moms. 

>> 🌷 Serotonin (Sunlight, helping others. It's time to be kind to ourself!

Hormon yang ini bisa dipenuhi dengan berjemur di panas matahari pagi, beruntung banget kita hidup di negara tropis dimana kita hidup berlimpah cahaya matahari, ya? Tinggal berjemur  di matahari pagi buat ngeboost hormon satu ini. Asal jangan kelamaan berjemurnya, nanti gosong! Hehe 😁

Nah, selain berjemur, kita juga bisa mencoba menolong atau memberi kepada yang membutuhkan. Hormon good mood ini perlu banget disuplai agar kita tidak merasa depresi.

Penting banget ya karena serotonin ini biasanya kadarnya rendah pada perempuan.  πŸ˜‰

>> 🌷 Oksitosin (Cuddling, sharing, physical touch) 

Hormon cinta, begitu namanya. 

Hormon ini meningkat dengan aktifitas fisik, misalnya menyusui anak atau berpelukan, atau.... (isi sendiri πŸ˜‚) 

Nah, soal pelukan nih, berapa kali sih optimalnya pelukan sehari? 

3 kali? 5 kali? 

Wow, ternyata kata Miss Lizzy sehari itu seharusnya 8 kali lho! Dan bukan cuma untuk pasangan pastinya, tapi juga untuk anak dan orangtua kita. Bahagia harus nular, jadi pulang ke rumah jangan lupa untuk selalu berpelukan πŸ˜€

>> 🌷 Endorpin (exercise regularly, aromatherapy) 

Jangan lupa OLAHRAGA! 

Eits, ternyata olahraga juga nggak bikin sehat secara fisik, tapi juga sehat secara emosi dengan menjadi pencetus utama endorfin yang merupakan salah satu dari hormon bahagia. 

So, jangan lupakan aktivitas satu ini juga buat para orang tua ya, supaya bahagia selalu. πŸ˜†

πŸ’™πŸ’™πŸ’™



KIAT ANAK TUMBUH BAHAGIA 


Nah, selain tips bahagia untuk orangtua, juga ada nih kiat agar anak tumbuh bahagia, apa saja? 

🌱 Nutrisi yang tepat dan seimbang 

Nah, hal ini senada dengan yang disampaikan oleh dr. Ariani Dewi Widodo, SP.A(K), orang tua harus memahami kebutuhan nutrisi bagi si kecil, termasuk didalamnya susu dengan kandungan gizi agar asupan nutrisi yang diperoleh anak menjadi maksimal. Sepakat ya πŸ˜‰

🌱 Mendukung kompetensi anak 

"Oh, aku bisa lho mengerjakan pekerjaanku sendiri", 

"aku bisa lho mengikat tali sepatu tanpa harus dibantu mama" 

Nah, kata Miss Lizzy, orangtua yang bijak mendukung minat dan kemandirian si kecil, hal ini akan membuatnya menjadi lebih percaya diri dan merasa bangga dengan dirinya, nggak cuma bisa bergantung dengan kedua orang tuanya. 

🌱 Cukup waktu tidur 

Bayangkan deh kita sesudah lahiran, dalam kondisi kurang tidur dan capek, sering marah-marah dan emosian nggak? 

Weh, iya dong. Emosional banget. 

Hal itu terjadi pula dengan anak kita. Terlebih di usia anak, kebutuhan tidurnya lebih banyak jika dibandingkan dengan orang dewasa, jadi memenuhi kebutuhan tidur anak juga penting, ya buibu! πŸ‘Œ

🌱Memberikan cinta tanpa syarat (unconditionally love

"Mama tuh sayang... kalau kamu pintar"

Tanpa sadar kadang kita membebankan syarat kepada anak kita agar mereka merasa dicintai. Sedih nggak sih? Mau dicintai aja, anak harus ini itu. πŸ™

Ah, jangan sampai kita malah menuntut agar mereka merasa bahwa mereka itu anak-anak yang dicintai. Selalu terima anak dan cintai mereka tanpa syarat. 😊

Grow Happy dengan Asupan Gizi yang Lengkap dan Seimbang 


Nah, selesai membahagiakan diri. Orang tua juga harus membahagiakan anak. Sudah?  πŸ˜‰

Membahagiakan anak dimulai dari menjaga kesehatannya. Narasumber kedua yang hadir hari itu, dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) menjelaskan bahwa kesehatan anak dimulai dari periode seribu hari kehidupan yakni sejak fase di bulan pertama kehidupannya di dalam rahim kita (270 hari) hingga anak mencapai usia 2 tahun (365 hari + 365 hari).


Kenapa nutrisi penting di periode golden age? karena fase ini merupakan fase perkembangan otak yang paling pesat. Karena itu ASI dan makanan bergizi sebagai asupan nutrisi terbaik harus menjadi prioritas. Selain itu, menjaga saluran cerna anak juga tidak kalau pentingnya, karena sistem imun atau daya tahan tubuh berada sekitar 60-70% disini. 

Yep, usus adalah organ yang kompleks karena memiliki sekitar 100 triliun bakteri mikrobipta usus dan juga 100 neuron (sel syaraf). Bakteri sebanyak itu terbagi dua, yakni bakteri baik dan bakteri patogen (bakteri jahat). Untuk mencapai keseimbangan yang sehat, maka bakteri di usus ini harus lebih banyak bakteri baiknya dibandingkan bakteri jahatnya, yakni dengan perbandingan 85% bakteri baik dan 15% bakteri jahat.

Jika keseimbangan ini terganggu, maka daya tahan tubuh kita juga akan terganggu dan besar kemungkinan kita akan jatuh sakit. 


Pertanyaannya, bagaimana sih supaya pencernaan kita selalu sehat? πŸ€” 


Nah, untuk mendapatkan saluran cerna yang sehat, pastinya kita harus menjaga keseimbangan mikrobiota usus, diantaranya dengan cara: 

✅ Mengkonsumsi makanan bernutrisi lengkap, bersih, dan variasi.

Nah, hal terpenting, anak harus mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang agar memiliki saluran pencernaan yang sehat sehingga dapat menyerap nutrisi dengan baik. Ditunjang selera makan dan pola tidur yang baik, maka tumbuh kembang pun bisa optimal! 

✅ Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan melakukan olahraga secara teratur. (Nyambung ya dengan si hormon bahagia endorfin, kita harus olahraga!)

Mengkonsumsi makanan yang mengandung probiotik bermanfaat untuk kesehatan saluran pencernaan. 

Ngomongin probiotik, apaan sih si probiotik ini? Dan apa pula pengaruhnya terhadap pencernaan? 😯


Nah, ternyata pengertian si probiotik ini adalah suatu mikro-organisme yang diberikan dalam jumlah yang sesuai dan adekuat maka akan memberikan manfaat kesehatan. 

Manfaatnya ternyata cukup banyak, diantaranya:

🌸 Meningkatkan bakteri baik dalam usus. 

🌸 Menyehatkan saluran cerna (jadi, penyerapan nutrisi anak optimal! ❤️ 

🌸 Meningkatkan frekuensi BAB pada kasus konstipasi.

🌸 Mengurangi durasi diare karena membantu keseimbangan bakteri di usus.  

Contoh probiotik misalnya: Lactobicullus spp (yang paling terkenal), L.reuteri, L.acidophilus, L.rhamnosus, L.bulgaricus, L.casei.

Sumber probiotik alami bisa kita peroleh melalui sumber makanan sehari-hari, misalnya dari konsumsi yoghurt, tempe, atau kimchi. 

Oke, si Tempe paling gampang ya dicari! Harganya terjangkau pula. πŸ˜†




Nah selain itu, pada kesempatan ini, Pramudita Sarastri, Brand Executive NestlΓ© LACTOGROW juga memperkenalkan tampilan baru LACTOGROW yang diperkaya dengan DHA, kalsium, minyak ikan, dan juga Lactobacillus reuteri yang bermanfaat untuk tumbuh kembang serta kesehatan pencernaan si kecil.

Wah, ada probotiknya nih! 

Jadi selain sumber alami yang bisa kita olah menjadi makanan sehari-hari, kita juga bisa memberikan probiotik melalui susu pertumbuhan yang kita berikan pada anak sejak usia satu tahun keatas ini. Diperkaya pula dengan 12 vitamin, 7 mineral asam Linoleat (Omega 6) dan Asam Alfa-Linolenat (Omega 3) yang diformulasikan para ahli di NestlΓ© Research Centre, Switzerland, LACTOGROW membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan si kecil. 

Melalui kampanye Grow Happy ini, Mbak Pramudita NestlΓ© LACTOGROW mengajak orangtua untuk dan meningkatkan kebahagiaan hidupnya agar kemudian bisa meng-influence pasangan dan buah hatinya agar keluarganya tumbuh dengan bahagia (Grow Happy). 

Bukan sekedar nutrisi dan stimulasi, tapi Nestlé juga mengutamakan kebahagiaan parents dan anak. Sering terlupakan ya, padahal sehat dan cerdas kalau tidak bahagia juga nggak ada faedahnya. Iya nggak? 😁


🌸 🌸 🌸 


Nah, dari workshop yang edukatif ini, saya dapat banyak banget ilmu baru yang bermanfaat, diantaranya tentang pentingnya jadi parents yang bahagia, pentingnya membersamai anak agar grow happy, dan juga bagaimana cara menjaga kesehatan saluran pencernaan si kecil. 

Oke, siapkah Ayah dan Bunda jadi orangtua bahagia dan membuat anak Grow Happy?
Sunday, December 23, 2018

5 Restoran Italia Terbaik di Jakarta yang Wajib di Kunjungi

Kuliner Italia adalah salah satu dari sekian jenis kuliner yang telah mendunia. Makanan seperti pizza, spaghetti, dan makaroni sudah sering terdengar di telinga. Jika kamu pecinta kuliner, rasanya belum lengkap kalau belum mencicipi makanan dari berbagai restoran Italia terbaik. Bagi yang tinggal di Jakarta, ada 5 restoran Italia terbaik yang wajib kamu icip.

Apa saja restoran-restoran tersebut? Simak ulasannya berikut ini:



1. | Patio Venue & Dining



foto:plataran.com

Patio Venue & Dining menyediakan menu makanan khas Italia seperti pizza, spaghetti, berbagai pasta serta makanan lokal Indonesia yang dimasak oleh chef yang profesional. Salah satu signature dish restoran ini adalah Meatzza yaitu pizza dengan topping daging berlimpah. Pengunjung juga bisa bayar makanan dengan PayLater Traveloka.

Tak hanya itu, desain restoran yang bernuansa rumah Italia yang nyaman cocok untuk menjadi tempat meeting atau sekedar kumpul bersama keluarga.

Patio Venue & Dining berlokasi di Jalan Wijaya XIII no. 45 Panglima Polim, Jakarta. Lokasi mudah dijangkau dan menyediakan parkir bagi yang membawa mobil.

2. | Mamma Rosy



foto:@MammaRosyJkt

Sesuai namanya, restoran ini menyediakan menu spesialisasi pasta dengan rasa autentik seperti pesto buatan ibu dari Italia. Mamma Rosy menyediakan beragam menu Italia seperti pasta, spaghetti, pizza, sup labu, steak lokal Italia, Stroganoff, dan masih banyak lagi.

Kamu juga bisa menikmati sore yang santai di teras sambil memandang taman yang indah. Atmosfir restoran ini cocok untuk sekedar kumpul dengan teman atau keluarga. Kunjungi restoran Mamma Rosy di Jalan Kemang Raya No. 58, Jakarta Selatan.


3. | Ristorante Da Valentino



foto:nibble.id/cgunawan

Ristorante Da Valentino tidak hanya menawarkan menu Italia yang autentik, namun juga suasana mewah ala kaum bangsawan Italia. Pengunjung bisa menikmati menu khas seperti Burrata, Fettuccine, Osso, hingga pizza. Selain itu, dekorasi restoran dengan dominasi warna merah dan arsitektur yang megah mengajak pengunjung menjadi bangsawan Italia sehari.

Tunggu apalagi, rasakan kemewahan ala Italia dengan mengunjungi Ristorante Da Valentino di Gedung MD Place lantai 11, Jalan Setiabudi no. 7, Jakarta Selatan.

4. | Toscana Italian Restaurant



foto:@toscanaresto

Restoran Italia di Jakarta yang tidak kalah keren dengan restoran lainnya ialah Toscana Italian Restaurant. Di restoran ini pengunjung bisa menikmati beragam menu khas Italia seperti pasta, pizza, sup Italia hingga minuman wine yang sangat terkenal di restoran ini.

Suasana restoran sangat cocok untuk makan malam romantis berdua dengan pasangan. Selain menu yang enak, harga di restoran ini juga terjangkau dan pelanggan bisa bayar makanan dengan PayLater Traveloka.

Untuk bisa merasakan menu lezat di restoran ini, kunjungi Toscana Italian Restaurant di Jalan Kemang Raya no. 120, Jakarta Selatan.

5. | Caffe Milano



foto:@caffemilanojkt

Restoran Italia terbaik di Jakarta lainnya adalah Caffe Milano. Caffe Milano menyediakan berbagai menu khas Italia seperti pizza, tortila, pasta dan kue khas yang dipadu dengan krim yang lembut. Dekorasi restoran juga sangat cocok untuk nongkrong bersama teman ditambah dengan jam buka hingga tengah malam.

Kalau kantong kamu sedang kering, kamu masih bisa bayar makanan dengan PayLater Traveloka tanpa perlu khawatir dengan harga makanan yang tersedia.

Dengan PayLater, kamu bisa menikmati berbagai menu khas Italia di restoran yang bekerja sama dengan Traveloka. Wisata kuliner kamu dijamin akan makin nyaman dan menarik pakai PayLater Traveloka.

Moga aja ada solusi dan promo dari https://www.traveloka.com/travelokapay/paylater ya! 😊 
Wednesday, December 19, 2018

Pengalaman Periksa ke RS.Hermina Tangkubanprahu Malang


Halo, apa kabar teman-teman? Semoga semuanya dalam keadaan sehat dan bahagia ya, aamiin. Hari ini saya pengen cerita sedikit nih tentang pengalaman saya periksa ke Rumah Sakit Hermina Tangkubanprahu Malang.

Nah, kira-kira apa nih yang teman-teman bayangkan saat saya kesana?

Hamil kah? Kok sampai periksa ke Rumah Sakit?

Jawabannya..... belum. belum rezeki.

Sebenarnya ini tuh periksa emang pengen tau isi apa nggak, tapi ya itu tadi, ternyata masih belum rezeki. Tulisan pengalaman ini pun sebenarnya terhitung latepost karena periksanya sudah terlewat beberapa bulan, dan sampai sekarang strip test masih satu garis alias negatif, jadi ya... masih nggak. 

*meringis sambil senyum*

Oke, langsung aja ya, saya ceritain satu-satu poin pengalaman saya pas kemarin kesana !

1. Pencarian Rumah Sakit.

Oke, jadi ini tuh sebenarnya dadakan! Hahaha.

Penyebabnya saya telat mens ditambah baru sadar kalau malah minum tablet plasebo, *tepok jidat*, apalagi mau capek-capek menjelang pulkam, jadi harus segera periksa supaya tahu beneran sudah jadi atau belum untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. 

Seperti biasa saya tuh mengandalkan google maps untuk cek dimana praktek dokter kandungan, secara, ini tuh mau periksa pagi hari, saya lihat di hasil pencarian kebanyakan dokternya praktek sore-sore. Yang paling deket ya RS.Hermina. Nggak dekat banget sih, tapi yang jelas pasti buka. Jadi kami pun meluncur kesana.

Nah, yang saya ingat nih RS. Hermina Tangkubanprahu ini, mereka memiliki Poli Klinik Minggu, yang katanya di daerah Malang cuma mereka membuka poli saat weekend, sehingga pasien yang datang bisa periksa langsung karena ada sejumlah dokter spesialis dan yang siap praktek. Dan kalau nggak salah ingat, waktu saya periksa kesana juga hari minggu. 

Aish, klop ya, pas perlu, pas ada, itu oke banget.

2. Pendaftaran.

Nah, saya tuh sama sekali buta soal sistemnya, yang mana ruangan prakteknya dokter spesialis kandungan juga saya nggak tahu. Jadi dari awal saya nanya... nanya... dan nanya terus. Haha.

Sehabis saya nanya di basement dengan salah seorang karyawannya, saya kemudian naik ke lantai tempat praktek dokter, terus nanya lagi dengan resepsionis, lanjut lagi di depan ruangan prakteknya saya bertanya dengan salah seorang suster yang kebetulan lewat.

Nanya-nanya sambil lihat petunjuk sih, tapi saya kebetulan nggak bawa kacamata, jadi burem deh, jadi lebih banyak nanya langsung. Hehe.

Pendaftaran diselesaikan di lantai 2 yang juga berdekatan dengan ruangan praktek dokter kandungan, saya diminta mengisi informasi basic aja sih semisal nama, umur, alamat, gitu-gitu.

Kesan saya, administrasinya tidak terlalu bertele-tele. Jadi begitu sudah daftar dan dapat nomor antrian, saya langsung duduk aja menunggu giliran.

3. Menunggu Dokter.

Kami datangnya emang kepagian...

Kalau nggak salah sekitar jam 8:30 pagi karena sebelumnya di rumah kami cuma sarapan sedikit dan langsung meluncur. Yah kira-kira menunggu sekitar 40 menit karena dokter spesialis kandungannya baru datang sekitar pukul 9 pagi. Kemudian kami menunggu antrian lagi karena saya urutan ke-3 berdasarkan kedatangan, tapi sepertinya dua pasien sebelum saya pemeriksaannya simpel saja, jadi relatif cepat sehingga saya nggak perlu menunggu lama. 

Alhamdulillah banget, Nuy udah lari kesana-kemari soalnya. Haha

4. Pemeriksaan 

Hari itu dokter spesialis kandungan yang menangani saya adalah dr. Hafsari, Sp.OG. Dokternya sepertinya sudah punya jam terbang tinggi nih, batin saya.

(Dan sepertinya memang iya) 

Yang bikin saya senang periksa dengan beliau, meski selama pemeriksaan saya berondong dengan pertanyaan, beliau tuh tetap ramah dan murah senyum. Bicaranya juga nggak mahal, saya jadi respect. Soalnya suka gemes dengan dokter yang hemat bicara padahal pengen tahu banyak soal hasil pemeriksaan. Huhu

Dari hasil pemeriksaan USG, beliau menanyakan kalau kantung kehamilan saya dalam keadaan baik-baik saja, dan masih belum ada isinya. 

Terus, dapet tips juga gimana supaya cepat isi... Hehe.

Kemarin saya catet sih penjelasannya, tapi lupa catatannya saya taruh dimana, nanti saya cariin deh buat sharing. Saya pengen sih mau nambah, tapi sepertinya memang harus ditunda dulu sampai Babanuy wisuda dan bisa mendampangi saya lagi dalam formasi keluarga yang lengkap, mengukur kemampuan itu penting kalau mau menambah tanggung jawab, Senada dengan kata-kata ibu dokter yang tadi memeriksa. ^^

5. Biaya

Nah, ini nih yang awalnya bikin keder.

Secara kan, denger nama RS. Hermina saya sudah membayangkan tarifnya juga pasti gede. Jangan-jangan uang saya nggak cukup lagi.

Meskipun katanya bisa pakai debit atau kredit, tapi saya orangnya suka transaksi itu prefer pakai cash aja supaya lega, Leganya itu lega karena saldo tabungan nggak kepotong dan juga karena saya nggak punya kartu kredit.

Jadi kemarin itu bayarnya:
πŸ’΅ Total biaya konsultasi plus USG tanpa cetak foto sekitar 190rb. 
Saya lupa kalau mau cetak foto nambah berapa. Tapi yah, harganya nggak bikin saya shock karena udah mikir bakal tekor habis-habisan
πŸ’΅ Parkirnya nol rupiah alias gratis. 
πŸ’΅ Biaya obat-obatan terpisah
Jadi, kalau misalnya mendapat resep dari dokter pas periksa, biayanya beda lagi ya dengan biaya pemeriksaan dokter. Kemarin saya dapat resep isinya satu macam obat, tapi berhubung stoknya sedang kosong jadi saya diberi pihak apotek copy resep untuk menebus obatnya di apotek luar saja.
Copy resepnya cepet sih, tapi saya lihat di antrian apotek ternyata dua pasien yang dapat giliran periksa sebelum saya (dan selesai periksa sebeum saya) ternyata masih menunggu, jadi sepertinya untuk pelayanan apotek memang relatif lebih lama ya, mungkin karena obatnya banyak atau ada racikan? Hehe. 

6. Other

Oh iya, info tambahan, katanya RS Hermina sekarang sudah menerima pasien BPJS, lho. Dan untuk call center juga bisa diakses secara daring melalui aplikasi yang bisa diunduh di playstore. Lumayan kekinian ya?

Apa tadi saya sudah bilang kalau dia ini bentuknya Rumah Sakit Umum? Jadi sekarang Hermina Tangkubanprahu ini bukan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) lagi teman, sehingga pelayanannya juga melebar, dan fasilitasnya juga semakin ditingkatkan.   

Tidak hanya dokter spesialis kandungan, Rumah Sakit Hermina Tangkubanprahu Malang juga memiliki dokter spesialis lainnya seperti dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis mata, dokter spesialis gigi, dokter spesialis jantung, dokter spesialis andrologi, dan masih banyak lagi. Kalau ingin periksa, bisa mencari info selengkapnya melalui webnya langsung ya! ^^

7. Kesan

So far, saya lumayan terkesan dengan pelayanan yang saya terima saat periksa disana. Lumayan ramah dan nggak bertele-tele. Tapi balik lagi sih, yang namanya standar kepuasan orang tuh beda-beda, jadi untuk fasilitas publik yang berorientasi pada pelayanan seperti rumah sakit memang beda orang biasanya beda kesannya. 

Semoga RS. Hermina Tangkubanprahu bisa meningkatkan pelayanannya lagi ya, dan karyawannya tetap ramah.

Sekian pengalaman saya periksa ke RS. Hermina Tangkubanprahu Malang, semoga bermanfaat ya!
Wednesday, December 12, 2018

[REVIEW] OVALE Micellar Cleansing Water, Pembersih Wajah Praktis Berbahan Dasar Air

Sebagai perempuan masa kini, kita pastinya tau dong kalau aktivitas bersihin wajah sebelum tidur itu wajib hukumnya. Supaya apa? Supaya kulit bersih, pori-pori nggak tersumbat kotoran, nggak jerawatan, dan nggak cepet tua pastinya.

Yep, perawatan paling dasar, cleansing.

Tapi nih, sebagai mamak-mamak masa kini, kadang langkah ini tuh berasa rempong sis! Jadi terkadang suka ke skip, atau kurang bersih. Dan kalau sudah begitu, siap-siap aja pagi hari sehabis bangun tidur ada yang tiba-tiba nongol di wajah :') 

Well, terimakasih untuk teknologi dan juga popularitas, sekarang ada produk pembersih yang lagi nge-hype, namanya Micellar Water!

Konon, julukannya adalah air ajaib, disebut begitu karena kemampuannya membersihkan wajah dan juga mengangkat kotoran dengan efektif. Aku sudah cukup lama penasaran dengan produk satu ini.


Pernah denger soal Micellar water?

Yah, pastinya pernah dong. Tapi jujur aja, untuk aku pribadi suka malas belinya karena harganya 100k+ cuma untuk seratus dua ratus mililiter air. 

Ah, entah kenapa berasa tiba-tiba medit pengen beli, kan lebih baik invest ke skincare daripada pembersih? 

Meski udah tau kalau skincare tanpa kulit yang dibersihkan dengan dedikasi itu hasilnya nggak maksimal, tapi tetep aja. Buat mamak sepertiku, pengeluaran buat Micellar water beratus-ratus ribu setiap bulan terdengar kurang affordable. 

Tapi... Sejak mengikuti event OVALE sabtu lalu, aku mendadak punya Micellar water dimeja riasku.

Kenapa kira-kira?



Mengenal Micellar Water, Pembersih Wajah Praktis Berbahan Dasar Air

Oke, jadi sebelumnya hari sabtu, tanggal 1 Desember 2018 lalu aku diundang ke acara OVALE 'Let's Go Micellar' yang diadakan di Best Western Kindai Hotel bersama dengan 11 blogger lainnya dari komunitas Female Blogger of Banjarmasin. Selain kami, turut diundang para selebgram dan juga pemenang giveaway yang diselenggarakan oleh OVALE bersama Toko Princess Banjarmasin.

Sesuai dengan dresscode soft pink-white, interior ruangan tempat event pun warnanya nge-pink! Jadinya  hari itu, antara ruangan dan yang berhadir matching banget. Sama-sama nge-pink!πŸ˜†

Acara dibuka oleh MC dengan ceria. Nah, ternyata, sesi pertama acara adalah isi tanki alias sesi lunch dulu, para undangan pun dipersilakan untuk makan. 

Setelah selesai, acara dilanjutkan kembali dengan kehadiran manager dari Kino, Ibu Yunna, beliau menjelaskan tentang pentingnya membersihkan wajah (yang dibeberapa bagian bikin aku angguk-angguk bersalah), sejarah ditemukannya Micellar water, dan seputar produk Micellar water dari OVALE tentunya.



Dari beliau, aku baru tau kalau Micellar Water ini tuh pertama kali ditemukan di Paris, Perancis, pada tahun 1900an, alias bukan produk inovasi terbaru ya seperti kesan pertamaku selama ini. Penyebab ditemukannya juga bukan untuk tujuan make-up remover normal seperti saat ini, namun karena faktor air yang saat itu kurang bersih. Dimana waktu itu cuci muka malah bisa bikin muka tambah kotor.

Pastinya hal itu Eww banget buat pusat fashion dan kecantikan seperti kota Paris. Jadilah, akhirnya ilmuwan akhirnya menemukan solusi Micellar water sebagai alternatif jika tidak tersedia air yang bersih buat bersih-bersih.

Hal itu kemudian diadopsi ke tren kehidupan masa kini yang serba cepat. Dimana nggak bersihin muka bukan karena nggak ada air, tapi karena faktor pengen praktis, kesibukan dan kelelahan juga kemalasan.

Jadi dengan satu step bisa bersihin semua-semua kosmetik yang nempel diwajah. ❤️

Terimakasih untuk teknologi micelles yang ada di dalam micellar water, pembersih ini dikatakan cocok untuk segala jenis kulit, bahkan yang sensitif sekalipun karena berbahan dasar air (Kulit siapa sih yang alergi air?) dan bisa digunakan setiap hari juga.

Buat para makhluk Millenials, hal gini tuh terdengar memuaskan banget nggak sih? πŸ€” 

Nggak ribet lagi gitu lho. Kalau make-up ringan aja tinggal usap-usap, bisa langsung dibawa tiduran.

Praktis. 



Nah, sesi selanjutnya adalah sesi Blind Make-up Challanges! S

Aaatnya Makeup-in teman dengan mata tertutup. Di sesi ini,  berpasangan sama Kak Dina, Beauty Blogger dari www.dinalangkar.com.

Jujur aja, waktu itu aku nggak khawatir gimana beliau dandanin aku dengan mata tertutup, yang aku khawatirkan, gimana dandanin beliau supaya nggak terlalu cemong.

Maklum, yang pake mata aja bikin eyeliner suka salah, ini apalagi yang mata ketutupan :')

Step ini kocak banget asli, dan hasilnya seperti yang diduga, beliau rapih banget dandanin aku. Sedangkan aku dandaninnya amburadul. (!)

Lipstick mampir dikit ke dagu, bedak ketumpuk di dahi, eyeshadow nggak membaur. Kalau kata Kak Dina, Make-up halloween πŸ˜‚

Tapi ternyata, separahnya kami, masih ada yang lebih parah lagi. Dan ternyata pemenangnya adalah yang Make-up nya paling nggak rapih. Hahaha. Nyesel deh kami sok mau rapi-rapi segala. Hahaha

"Diapain lagi nih gue..."

Next, kami pun diperbolehkan untuk membersihkan wajah. Alhamdulillah, akhirnya berkurang juga rasa bersalah setelah memporak-porandakan wajah kak Dina. Haha

Ngomong-ngomong, pake apa nih bersihinnya? 

Nah, pasti nya Pake OVALE micellar water dong! πŸ˜†

Kesan pertamaku waktu makai itu tuh, lumayan pangling. Ternyata daya angkat kotorannya mantap juga, nggak perlu ngusrek banyak-banyak udah bantu banget buat mengangkat Make-up. Padahal aku memakai riasan mata berupa eyeliner dan maskara yang cukup tebal.

Rasanya tuh cuma kayak sapu-sapu wajah pakai..... AIR. 

Rasanya ringan, nggak ada sensasi lengket atau berat sama sekali. Sensasi perih yang biasanya kutemukan di produk Make-up remover sama sekali nggak ada disini. 

Kak Mezzo itu yang ditengah ya ^^

Sudah bare face nih, terus ngapain?

Selanjutnya kami memasuki sesi Make up Class bersama kak @Mezzo_makeupartist yang cetar. Sambil belajar teknik make-up, kami mendapat hacks yang kece-kece soal micellar water ini, seperti:

1. Bisa sebagai pembersih brush.

Yup, kalau biasanya ngebersihin brush menggunakan sabun bayi plus air, terus bilas, bilas, bilas. Maka solusinya bisa menggunakan micellar water. Lebih ringkas dan cepat, kepake banget kalau misalnya kepepet atau pengen yang praktis.

2. Bisa sebagai cleanser baju dadakan.

Hmmm... pernah nggak pake pengen touch up pas lagi pakai baju putih atau pastel. Terus, nggak sengaja, baju kita kecoret sama eyeliner yang pengen dipake. Nah solusinya juga bisa menggunakan micellar water ini, tinggal tuang kapas terus usapkan ke atas noda tadi, jeng-jeng!

Insya Allah bisa ilang juga. πŸ˜„



3. Solusi pengen touch up dengan cepat dan ringkas.



Hmm... Hal begini sepertinya berguna banget kalau pengen sholat Dzuhur yes, bisa ngapus maskara waterproof dulu, atau sekalian buat touch up juga. Nggak pake ribet tapi tetap bersih maksimal. 

🌸 🌸 🌸 


Acara make-up pun selesai, tunai lah seluruh rangkaian acara hari itu.  Yeay! Alhamdulillah.

Kak Mezzo berpesan untuk jangan lupa membersihkan wajah sebelum dan sesudah make up agar kulit tetap sehat, karena wajah yang bersih adalah syarat utama untuk mendapatkan wajah yang sehat. 

Oke siap 86.



OVALE Micellar Cleansing Water


Nah, sekarang kita bahas produk yang jadi primadona acara ini ya, yakni OVALE Micellar Cleansing Water.

Jadi, OVALE Micellar Cleansing Water ini ada dua varian, yang satu kemasannya berwarna pink yang ditujukan untuk brightening/mencerahkan  dan yang satu lagi varian yang kemasannya berwarna hijau ditujukan untuk brightening for acne skin untuk kulit cenderung berjerawat. 

Dua-duanya bisa digunakan untuk membersihkan make-up mata, bibir, dan wajah. Keduanya juga mengklaim bisa mencerahkan kulit karena mengandung ekstrak bunga Magnolia. 

Perbedaan dari kedua produk ini ada di brightening for acne skin karena mengandung tambahan ekstrak teh hijau alias tea tree oil untuk merawat kulit yang berjerawat.

OVALE Micellar Cleansing Water ini juga udah teruji oleh para dermatologis dan hypoallergenic. Mereka juga klaim bahwa produknya alcohol-free dan fragrance-free. (Dan emang nggak ada di daftar komposisinya sih)


Kebetulan, aku dapet yang warna hijau (yang seri ada tambahan tea tree oil), tadinya sempet khawatir, apakah cocok atau nggak karena pada dasarnya kulitku udah duluan kering. Biasanya kan produk yang ditujukan kulit berjewarat itu bikin kulit kering?

Ternyata sejauh ini baik-baik aja, karena selain bersifat anti bacteria, tea tree oil juga bersifat calming

Malah sepertinya aku lebih suka seri yang hijau ini sih, Hehe.

Lebih praktis, tanpa fragrance dan alkohol, bisa bersihin yang waterproof, ada kandungan ekstrak bunga Magnolia sebagai Pencerah, terus.... jangan lupa satu hal penting, alasan kenapa micellar water ini bisa nongol diatas mejaku, karenaaaa.... harganya itu murah sist! Cukup 30 ribuan sudah dapat kemasan yang besar (sekitar 200ml).

Kalau kamu stay di area Banjarmasin, Toko Princess kayaknya lengkap banget tuh, bisa nyari disana aja ya! Sekalian-sekalian sama belanja bulanan ^^


Nah, sepertinya Micellar water dari OVALE ini bisa banget kamu pertimbangkan lagi buat beli, karena poin yang udah aku bold di atas. Terutama poin terakhir. lol #EmakEmakMinded. 

Serius sih, dengan harga segini performanya sudah lumayan bagus banget.

Terakhir, jangan lupa follow IG @ovalebeautyid dan juga like Fanpagenya @ovalebeauty. Banyak info menarik disana yang nggak rugi diikutin. 

Salam bersih-bersih wajah!
Monday, December 10, 2018

[KALEIDOSKOP] Ada Apa di Blog Syunamom Sepanjang Tahun 2018? #FBBKolaborasi


Ada Apa di Blog Syunamom Sepanjang Tahun 2018? - Menghitung mundur menuju tahun 2019, nggak kerasa, udah dekat aja nih! Apa saja ya pencapaian yang sudah kita buat di tahun ini? 

Hmmm… pastinya banyak donk! Kalau menengok tulisan saya seputar Resolusi tahun 2018 (terutama poin ngeblog) kemarin rasanya otak harus diajak refreshing. Ada beberapa hal yang saya harapkan namun belum terwujud. Nggak, nggak sedih sih, masih ada waktu untuk memperbaiki, tapi rasanya gemes juga, saya ngapain aja sampai nggak bisa mencapai itu semua. Hhh…



Nah, kalau kita bahasin satu per satu resolusi saya kemarin kayanya bakalan panjang banget. Jadi, yuks bahas soal blog aja. Yep, soal blog yang kamu baca ini nih. www.syunamom.com ^^

Blog yang dilahirkan di Juli 2010 ini ternyata sudah menginjak usia 8 tahunan. Ibarat anak, sudah bisa masuk SD, kelas dua pula! Hahaha. Lama juga ya usianya, meski baru didaftarin TLD dua tahun belakangan, tapi kalau ditanya orang ngeblog mulai kapan, udah lama. *bangga* *bangga yang salah* 

Nyesel juga saya tuh baru aja kenalan sama yang namanya Abang Adsense, tau gitu sejak kapan hari saya lamar deh si dia. πŸ˜†

Nah, segitu aja intro kita, mari kita langsung masuk ke topic utama hari ini:

🐝 Kaleidoskop Blog Syunamom.com sepanjang Tahun 2018


Pertama-tama, mari kita kenali bersama, apa itu kaleidoskop?

Nah, kalau menengok Kamus Besar Bahasa Indonesia, maka yang disebut dengan Kaleidoskop adalah:

Alat optik yang bentuk luarnya seperti keker, dilengkapi dengan dua kaca persegi panjang yang dipasang pada lapisan dalam pada salah satu ujungnya sehingga dapat memperlihatkan pelbagai gambaran yang indah dan simetris dari kepingan barang berwarna yang diletakkan di antaranya apabila dilihat dari ujung yang lain;
Bentuk kaleidoskop

Oke, karena kaleidoskop yang kita maksud berbentuk tulisan, maka pastinya Kaleidoskop yang dimaksud, pengertiannya adalah yang ini:

Aneka peristiwa yang telah terjadi yang disajikan secara singkat;

Oke, sepakat ya, kita akan membahas dari awal secara singkat. Dari bulan… Januari? Oh, biar ya, bulan yang mana aja, kita loncat-loncat aja.

~ Saya sampai akhir tahun 2018 ini berada di Malang. Ngeblog di Malang, ketemu arek Malang yang Baik-baik.


Demi mendedikasikan diri sebagai istri sholehah 2018 versi Abah Nuy, maka saya pun ikutan pindah ke Malang 2017 lalu, ikutan ngintil si Bapak yang kuliah. Sampai resign kerja pula. Sampe dikomentarin “luar biasa” di fesbuk. Hahaha. Entah luar biasa dari sudut pandang bagaimana, tapi jujur, saya sih semacam bangga mampu resign. Jadi saya nangkapnya “Wow kamu luar biasa dedikasinya, sampai rela berhenti kerja”. Begitu.

*kibas jilbab*
*welcome to the ibu-ibu rumah tangga club*

Tapi ditanya apakah resign itu enak, jawabannya fifty-fifty. Saya seneng sih nggak keiket lagi sama peraturan ini-ono, nggak capek ngerjain ini-itu, nggak ketemu rekan kerja yang suka moody parah lagi. Tapi, saya kangen berat memberi PIO obat. 

Iya, entah kenapa ngobrol dengan pasien itu semacam terapi jiwa buat saya, jadi begitu hilang, pop! Kerasa banget kehilangannya. Ottokee banget lah jadinya, jadi pengen kuliah lagi ngambil apoteker, terus bikin apotek sendiri di depan rumah #OKESIP #MINTADUITSAMASULTAN

Suami kayaknya mengerti itu, jadi dia membelai saya lembut dan bilang “Kan di Malang banyak event blogger… Nanti ikutan ya?”❤️

Sungguh sebenarnya saya tuh seneng dengernya, tapi (lagi) saya nggak tau mau nitip Nuy sama siapa soalnya kalau event nggak etis bawa anak kan. Apalagi saya memang orang yang posesif, sama suami aja saya posesif, sama anak? woh, apalagi! Tapi masih kalah lah sama si Abah, dia kalau pengen nitipin anak tuh pembahasannya A-Z, jadi endingnya saya nggak bisa dan nggak jadi ikutan event blogging di Malang. πŸ˜πŸ‘Œ

Sekali jadi, udah daftar, di hari H ternyata Abah mendadak ada jadwal praktikum di kampus yang nggak bisa digeser-geser. grrrrrrrr😌

Tapi, dibalik itu semua, demi membuat hati saya senang, Abah jadi semakin sering ngajak dolanan, ngajak makan enak, ngajak nonton. hohoho. Batal saya manyunnya, batal! :πŸ˜†

Jadi, di Malang saya punya label baru:

TRAVELLING!

Yep, tulisan saya tentang travelling misalnya Weekend ke Coban Rais, Jalan-jalan di Batu Flower Park! Perjalanan yang super konyol karena kami kehujanan di jalan dan rempong buk, bawa anak naik sepeda motor, ditambah baterai hape lowbat dan kami nggak bisa buka google maps untuk menentukan arah. Akhirnya perjalanan ini lebih tepat disebut petualangan.😝


LIBURAN TIPIS-TIPIS KE COBAN RAIS, TERDAMPAR DI BATU FLOWER PARK


Nggak lupa, nginep dong karena pengen explore Batu, bayarnya cuma seratus lima puluh ribuan berkat dapat voucher. Omah Anin Guest house yang enak dan berlokasi strategis pun nggak luput harus saya review, kalau pengen jalan-jalan ke Batu penginapan ini enak sih menurut saya, apalagi yang punya anak, suasananya adem (Lha iya, Batu gitu!)


RASANYA MENGINAP DI OMAH ANIN GUEST HOUSE BATU MALANG


Terus, saya juga berkesempatan jalan-jalan ke Jakarta, memenuhi undangan ke Kantor Kementrian Sekretariat Negara, sekalian jalan-jalan, nginep (plus review hotel juga!) Hahaha. Bener-bener sekali kayuh jadi artikel semua karena anaknya ogah rugi.




REVIEW HOTEL AMARIS JUANDA JAKARTA


Dua artikel itu featured sama Mba Pita dari curhatde.com, beliau teman, partner, sekaligus guide saya selama di Jakarta karena beliau itu asli Jekardah, jadi pastinya lebih mengenali daerah itu, sementara saya mah ikutan di belakang aja kalau jalan-jalan. Soalnya takut diculik.
*diunfollow massal pembaca*

Nah,  kembali ke Malang.

Nggak luput dong dari jalan-jalan, saya juga punya banyak aktivitas yang rutin dilakukan, misalnya…. belanja bulanan. Belanja kebutuhan rumah tangga demi mengukuhkan diri sebagai ibu hemat pemburu diskonan, saya pun bersama suami nyobain belanja ke berbagai tempat di Malang, mulai dari yang dekat, sampai yang jauh.

Mbak Ivonie dari emaktjantik.com aja sampe bingung kenapa saya belanja jauh bener dari rumah. Hihi. Btw, rumah beliau sama kontrakan kami cuma beda satu blok, jadi saya seneng silaturrahmi ke tempat beliau, sekalian meet up blogger. ^^


TEMPAT BELANJA FAVORIT DI MALANG! (TERMURAH, TERBERSIH, SAMPAI TERLENGKAP) 


Saya juga seneng datang ke Car Free Day hari minggu di Ijen Boulevard. Abah Nuy olahraga, saya sama Nuy kerjaannya wisata kuliner. Sungguh sebuah simbiosis. Dia sehat, kami berdua kenyang. #PASUTRIGOALS #MENUJUGENDUTMAKSIMAL

Di CFD itu, kami ketemu sekumpulan dokter gigi yang sedang pemeriksaan, ternyata gigi saya ada lubangnya. Akhirnya kami memulai pencarian dokter gigi deh di Malang, saya juga menuliskan pengalaman saya di tulisan khusus.


REKOMENDASI DOKTER GIGI DI MALANG


Next, saya juga punya we time, itung-itung pacaran lagi sama Abah. Nggak usah dinner mahal, cukup nonton ke bioskop, atau nonton drama di laptop pas anak sudah bobok ditemani setumpuk cemilan untuk menabung energy (baca: lemak, gundukan di perut).

Film pertama yang saya tonton di bioskop sejak melahirkan adalah Jumanji, nontonnya bertiga bareng Nuy. Kalau ada yang nanya, loh, nggak nangis? Ya nggak soalnya ada triknya. hahaha. Cekidot aja langsung ;)

NONTON JUMANJI, FILM JENAKA YANG BERMAKNA


Film kedua yang saya tonton adalah Dilan, sayang nggak lancar nontonnya sampai habis karena Nuy ribut tiba-tiba lapar pengen makan dan saya lupa bawa kacamata. Nggak liat layarnya, euy T_T

Oh iya, selain nonton didi bioskop saya juga nonton drama Korea bareng Abah di rumah. Sayang duitnya toh, mending buat masak. Saya masih ingat nonton Go Back Couple dan mendadak pengen eksekusi cilok, dan gagal karena kekurangan terigu tapi kenyol hampir leleh karena kelebihan tapioca. HAHAHA. Pokoknya ya gatot lah secara visual.

Tapi Abah tetap makan, entah karena dia lapar, menghargai saya dapur yang belepotan terigu nekat eksekusi dengan membaca cuma 2 contoh resep di google, atau apa, tapi dia akhirnya bilang “enak”, dan saya senang! Terus kami nonton Go Back Couple semalaman, endingnya mewek-mewekan deh.



Wah, tunggu, kok tanpa sadar saya bahas Abah Nuy terus ya?

Monmaap  deh, soalnya sekarang saya balik lagi ke Kalimantan, sementara Abah masih berjuang disana mencari segunung ilmu dan sepotong title baru, dengan kata lain, ya kami LDM lagi sist. Jadinya ya suka baper begini. Niat pengen nulis kaleidoskop malah kebanyakan ngalor-ngidul.

Mohon maklum ya!

Tapi kaleidoskop tulisan saya di blog syunamom tahun ini memang colorful, nano-nano. Meski masih sering ngiri sama blog temen yang bisa update tiap hari dan jadi suka merasa butiran debu, apalah, apalah. (inferior mode: on), saya akan terus menulis disini. semoga semakin sering intensitasnya, semoga semakin banyak manfaat yang bisa ditebarkan, semoga menjadi sumber kebahagiaan buat saya.

Sekian, terimakasih sudah membaca….^^

Disclaimer:
"Tulisan ini diikut sertakan dalam Blog Collaboration Female Blogger Of Banjarmasin"


Custom Post Signature

Custom Post  Signature