Friday, March 23, 2018

Pengalaman ke Dokter Gigi di Malang (SMO Dental Care & Drg. Maria F, S.KG)


Pengalaman ke Dokter Gigi di Malang Sudah lama saya nggak pergi ke dokter gigi untuk melakukan kontrol gigi rutin. Kalau diingat-ingat, mungkin sudah 2 tahun lebih saya absen. Tepatnya sejak melahirkan Syuna (tahun 2015an), saya memang nyaris nggak pernah lagi ke dokter gigi. Padahal di tube pasta gigi yang dipakai rutin, tertera jelas himbauan untuk periksa gigi setiap 6 bulan. Tapi dengan alasan segunung, saya nggak kunjung berangkat juga. LOL (emak mantan miss nunda-nunda satu benua πŸ˜†). Sampai akhirnya bulan kemarin, sehabis makan saya merasa ada makanan yang nyangkut di gigi dan susah banget dibersihkan. Setelah chek dan re-chek, ternyata bukan nyangkut biasa, namun ada lubang yang letaknya itu di geraham atas. Saya pun langsung buru-buru mencari dokter gigi di Malang

Sebenarnya lubangnya itu sih belum gede-gede banget. Cuma kelihatan titik hitam gitu aja, tapi selalu ada makanan yang nyelip didekat sana. 

Saya teringat dengan gigi saya dulu yang lubangnya juga kecil begitu, eh ndilalah pas dibor itu ternyata ada rongga di dalamnya, GEDE! 

Surprais banget pas dibersihin ternyata titik hitam di gigi itu menipu. Kecil-kecil ternyata gede. Makanya saya nggak mau nunggu lama-lama, jangan-jangan bakalan parah lagi kaya kasus gigi yang kemarin :(

DIMANA TEMPAT PRAKTEK DOKTER GIGI DI MALANG?

Waktu itu saya baru aja pindah ke Malang dan merasa urgent banget buat segera ke dokter gigi, jadi saya nggak mikir mau pakai BPJS. Saya kepingin mencari dokter yang praktek pribadi aja di rumah. Dan kemana referensi kita?

Google, yeah, mari kita google saja dong!

(brb buka google map 😁)

Dari hasil berselancar, akhirnya saya ketemu dengan beberapa alternatif dokter gigi (yang katanya rekomended) serta letak tempat prakteknya itu nggak jauh-jauh amat dari rumah saya. 

Kami pun memutuskan untuk berangkat sabtu sore sepulang Abah pulang dari kampus, dan kami mujur banget....   kami terjebak macet.πŸ˜‘

Weekend Malang memang arus ke Batu lumayan padat. Saya lupa antisipasi itu :(

Akibat macet dan pusiang, akhirnya saya nggak milih-milih lagi deh. Nggak apa-apa ke tempat dokter gigi yang ada aja deket sini. Buka-buka google juga udah nggak sempat lagi, kami berdua kemudian mengandalkan indera penglihatan buat skrining pinggir jalan, siapa tahu ada plat dokter giginya.

Alhamdulillah, tidak lama kemudian kami melihat ada ruko yang ada plang dokter giginya, motor segera kami arahkan ke parkiran yang terletak di bahu jalan.

PERIKSA GIGI KE DRG.MARIA F. GUNAWAN, S.KG.

Segera sesaat sesudah kami masuk ke dalam ruang prakteknya, saya langsung disambut dengan ramah oleh Ibu-ibu yang keluar dari ruang praktek dokter yang terletak dibagian dalam.

Beliau ternyata bagian administrasi disana, jadi habis datang itu kita diminta untuk melengkapi berkas dulu. Pernah berobat disini apa nggak, alamat, umur,  keluhan, dan lain sebagainya. Ya standar biodata pasien begitu lah. Saya nggak tahu benar apa nggak sih, tapi sepertinya ibu admin ini mama dari drg. Maria. Agak mirip wajahnya. Hihi

Tanpa menunggu lama, akhirnya saya langsung dipanggil untuk masuk ke dalam ruangan praktek drg. Maria. Ruangannya nyaman, dr. Maria sepertinya seorang penganut  kristen taat. Dimana-mana saya melihat miniatur salib dan pohon natal. Bahkan saat saya berbaring di kursi periksa gigi (nggak tau namanya hahaha) di dinding depan saya itu menempel salib gede. Jadi begitu berbaring langsung bisa melihat karena posisinya berhadapan.


Oh iya, Ibu admin juga merangkap sebagai asisten drg.Maria. Surprisingly, beliau ternyata juga berdarah/sempat tinggal di Banjarmasin! 

Ps drg,Maria lagi nanya sesuatu gitu, saya jawab dan Mamanya drg.Maria ini langsung notice logat banjar saya, jadi beliau langsung nanya refleks gitu kayaknya.

“Oh, adek ini orang Banjar?”

“Wah, kok Ibu tau?”

“Soalnya saya juga ..... Banjar, baru beberapa tahun belakangan di Malang”

Saya nggak bisa menyimak dengan jelas lama tinggal di Banjarmasin atau orang Banjarmasin karena waktu saya mendengarkan cerita beliau itu sambil mangap menerima serangan bor di gigi, jadi sambil ada bunyi nging-nging-nging gitu.  

Tapi lumayan cair deh suasananya, ternyata ada unsur banua juga toh. 😁

Btw, lidahnya orang hulu sungai di Kalimantan mah gitu ya, susah ilangnya biarpun sudah di tanah orang... Hehehe

Pemeriksaan di drg.Maria ini memakan waktu lumayan lama karena ternyata dugaan saya benar, lubangnya dalam dan bukan cuma SATU titik, tapi ada TIGA!

Hampir satu jam beliau menangani satu gigi. Menambalnya sih sebentar, tapi bersihinnya itu loh, lamaaaaaa.... Waktu giginya di bor saya juga merasa sedikit ngilu karena ternyata lubangnya yang kecil itu hampir saja kena syaraf gigi. Untung aja nggak terlambat.

Bosen nggak nungguin sejam?

Nggak. Soalnya peralatan disini lengkap banget. 

Jadi, didepan kursi periksa itu ada monitor yang membantu pasien melihat kondisi giginya, saat dokternya ngecek pakai alat, kita yang berbaring di kursi pasien juga bisa bisa lihat tampilan dalam mulut kita via layar monitor, jadi kita bisa melihat secara langsung bentuk keluhan kita, misanya lubang gigi kita.

Monitornya juga ada yang buat mutar MV. Nah, ini dia alasan saya nggak bosen nunggu. Iya, karena udah duluan dicekoki fasilitas karaoke. πŸ˜‚

Sayangnya masih lagu jadul zaman-zaman Westlife (Tapi bukan Westlife, bukan Backstreet boys juga, ballad 90an gitu yang saya nggak tau nama bandnya). Hmmm... jadi pengen request lagu BTS atau Twice deh kalau kesana lagi. Boleh nggak ya bawa flashdisk sendiri?

(Dokter: Pasien zaman now semakin aneh-aneh LOL)

Selesai periksa, saya kemudian bertanya macam-macam soal gigi, termasuk no hp dan juga gigi saya yang bermasalah.

Beliau ngasih saya secarik kertas dan juga kode gigi yang harus diperiksakan kembali.  Saya nggak ngerti arti kodenya apa sih. Cuma bilang terimakasih aja habis itu. 

Pemeriksaannya sendiri sangat teliti dan saya puas banget. Hanya saja menurut saya pas bagian konseling itu agak tergesa-gesa, padahal habis saya nggak ada pasien yang menunggu. Beliau sepertinya termasuk dokter kategori hemat bicara. 😁

BERAPA BIAYA PERIKSA DI DRG.MARIA?

Kemarin saya dikenakan harga 300k per gigi. Saya kira awalnya itu karena lubangnya ada tiga, jadi per lubang di kenakan harga 100k, tapi ternyata nggak, satu gigi memang dikenakan 300k.

Lumayan pricey buat saya, tapi gigi adalah aset. Jadi saya percaya ada harga, ada rupa. Apalagi habis saya google, titel belakang drg.Maria itu S.KG, alias Spesialis Konservasi Gigi.



PERIKSA GIGI KE SMO DENTAL CLINIC MALANG.

Saya orangnya sekali periksa pengen dibenerin semua, makanya sepulang dari sana, saya ngecek-ngecek lagi gigi saya pakai cermin di rumah. Mangap-mangap pakai senter HP. 

Eits, ternyata masih ada titik item lagi, masih ada lubangnya!

Ngalor-ngidul di Instagram, saya kemudian bertemu dengan akun SMO Dental, yang katanya sih singkatan dari Smile Make Over, sebuah klinik gigi yang letaknya di Malang juga. Agak jauh sih dari rumah, tapi sepertinya bagus. 

Saya coba inbox di IG dan adminnya juga fast response. Jadi tanpa pikir panjang saya segera reservasi melalui komtak yang tertera di bio.

Hari yang ditentukan saya langsung meluncur kesana, terlambat setengah jam karena bareng Syuna dan drama keluarga singkat pagi-pagi. Haha...

Makemaklyfe 😎

Saya WA lagi si admin SMO, saya bilang telat datang setengah jam. Si admin kemudian izin memajukan waktu periksa pasien yang antriannya habis saya karena sudah duluan datang, saya OK banget song, yang penting meski telat nggak jadi antrian paling buncit. πŸ˜†

Jadi habis datang, saya nunggu dulu sampai pemeriksaannya mbak-mbak yg antriannya maju tadi selesai, baru deh giliran saya.


Nggak lama, sekitar 15 menit kemudian asisten dokternya memanggil saya untuk dipersilakan masuk kedalam ruangan pemeriksaan.

Ruangannya cozy dengan desain minimalis. Hari itu yang bertugas menangani saya adalah drg.Ina. Sebelum pemeriksaan kami konsultasi singkat dulu, baru lanjut deh ke pemeriksaan yang berbaring itu.

Daaan... Titik hitam itu lagi-lagi lubangnya dalam. Hiks!

Saya cuma bisa pasrah. Mulut mangap menerima datangnya hantaman bor demi bor yang bertubi-tubi.

Sepertinya lubang kali ini jauh lebih dalam, jadi rasanya jauh lebih ngilu daripada pas ke drg.Maria kemarin. πŸ˜“

Beberapa kali saya minta stop karena rasa ngilunya itu sadis. Tapi akhirnya saya lebih banyak menahan diri sambil memejamkan mata.

Menikmati hasil kemalasan periksa gigi. LOL


Sehabis proses pembersihan dan penambalan yang lumayan ribet, saya kemudian ngobrol singkat dengan drg.Ina.

Dokternya cantik dan superr komunikatif, saya bertannya beberapa pertanyaan singkat dan dijawab dengan ramah. Hmm... sepertinya saya klop nih dengan beliau. Kayak ngobrol sama teman saking santainya πŸ˜†

Sayangnya drg.Ina jadwal prakteknya cuma hari tertentu, jadi kalau mau ditangani beliau harus menyesuaikan dengan jadwal yang ada di klinik SMO. Namun tidak perlu khawatir salah hari, karena katanya soal reservasi bisa diatur sesuai request pasien, nanti kita akan diberi tahu dokternya yg praktek siapa aja.

Jadi SMO ini sepertinya konsepnya online, ada admin yang mengatur jadwal pemeriksaan disini.

Oh iya, drg.Ina ini seorang ibu muda, masih pejuang ASI, jadi disamping meja prakteknya ada beberapa perintilan ASIP dan sebiji cooler bag gede. Jadi ternyaa alasan beliau jarang praktek di SMO adalah karena belum ketemu nanny yang cocok, jadi lebih sering ngemong anak sendiri di rumah. Saya cuma bisa anggup-angguk cantik mendengarnya.
Sounds cool, eh?

(Malah ngomongin Bu dokternya πŸ˜‚)



BERAPA BIAYA PERIKSA GIGI DI SMO DENTAL CLINIC?

Harga tambal geraham belakang 150k, separoh daripada yang kemarin. Hihi...

Itu karena tambalnya untuk gigi belakang ya, jadi pakai yang nggak estetis. Katanya kalau untuk tambal estetis (bisa untuk depan sama belakang) itu harganya start dari 100-300k, tergantung sama tipe lubang giginya bagaimana, nanti dokter yang memeriksa yang akan menentukan harganya.

Odentektomi juga bisa loh disini, karena sebulan sekali katanya juga ada jadwal spesialis bedah mulut. Saya awalnya kesini gara-gara ini... ada geraham belakang saya yang tumbuhnya itu miring.

Kata drg.A itu gigi impaksi, tapi kata drg.B itu cuma gigi miring biasa. Bingung kan jadinya? Dua dokter ngomongnya beda-beda. Hahaha

Tapi habis ke SMO, pendapat bukan impaksi nambah lagi, katanya cuma tumbuh miring, tinggal dibersihkan, nggak perlu operasi ke dokter bedah mulut. Hmmm... legaaa!  

Overall, saya suka klinik ini dan rencananya kemarin itu mau balik lagi, tapi sayang saya keburu pulkam ke Kalimantan, jadi belum datang-datang lagi deh sampai sekarang. Padahal udah nanya-nanya soal jadwal dokternya. πŸ˜‚

πŸ’œπŸ’œπŸ’œ

Untuk sementara, saya baru mencoba dua dokter itu.

Kemarin minggu saat kami jalan-jalan pagi ikutan CFD, ada stand periksa gigi gratis dalam rangka Word Oral Health Day 20 Maret. Saya iseng-iseng kepingin memeriksakan gigi Syuna, tapi begitu ketemu dokter dia mingkem habis-habisan, jadi malah saya yang periksa gigi. πŸ˜›

Dan hasilnya... Ternyata geraham belakang saya ada titik-titik hitam juga! 😫 Jadi sepertinya saya bakalan balik lagi ke dokter gigi lagi dalam waktu dekat buat periksa.

Kalau kamu, kapan terakhir periksa gigi?
14 comments on "Pengalaman ke Dokter Gigi di Malang (SMO Dental Care & Drg. Maria F, S.KG)"
  1. Kalo aku terakhir periksa gigi tanggal 20 Maret, bukan krn preventif tapi kuratif, huaa kebiasaan jelek :D masih tambal sementara kata dokter kalo tiba2 sakit di Malang minta bongkar di sini katanya. Trus tetiba mba Leha nulis ini, jangan2 ini tanda2.. .. Hiks, mudahan ga kenapa2 nih gigi di kota orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini juga kuratif deh kayaknya, soalnya udah panen gigi bolong mbak Fika 😁

      Delete
  2. Ternyata dibalik gigi mbak leha yang bagus dan terlihat sehat juga mempunyai masalah ya, apalagi gigi saya yang tidak pernah saya cek sama sekali huhu jadi takut kedokter gigi apalagi kalo denger dibor gitu bikin ngiluuuuuπŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngilu di bor sebentar aja En, tapi kalau terlanjur udah sakit gigi nanti sakitnya lebih luamaaaa... Pilih mana? πŸ˜†

      Delete
  3. Aduh aya malah takut banget buat ke dokter gigi, rasanya takut gimana gitu hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dokter giginya nggak gigit kok Aya 😁

      Delete
  4. Wah, dokter pertama itu mirip dokter dplh dulu. Nambal gigi lama n by lumayan mihil. Tp bagus sih emang. Dibjm udh ad dr. Gigi buat bpjs, Farisha sering kesana n dokternya ramah banget. Ada kali ya udah 4x kesana. Hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, Syuna jua mau diperiksakan kemarin itu rencananya, cuma untuk anak kisaran 3yo susah diajak kooperatif lah, beda sama yg udah tuwir kaya emaknya, pasrahan πŸ˜‚

      Delete
  5. Tahun lalu aku 3 kali nambal gigi. Pertama di klinik depan gang kedua di rsgm. Gara-garanya tambalan gigi depan yang baru ditambal lepas lagi padahal baru seminggu. Heu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, itu tambalan sementara apa permanen jadi bisa lepas, mba Antung?

      Delete
  6. Aseli jadi ngiler banget pengen periksa gigi juga setelah baca ini. Ada lubang menganga di salah satu geraham dan kadang ngilu di gigi lainnya. Pelayanan SMO keren ya, online dan fleksibel gitu bisa pilih dokter juga. Moga di Kalsel juga ada yg kayak gini biar enakan kalau mau periksa gigi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mba Rindang, sistemnya itu enak karena teratur banget, pasien yg jadwalnya nggak fleksibel (baca: emak2 rempong) kayak aku merasa nyaman disana :)

      Hayukkk mba Rindang, ke dokter gigi juga :D

      Delete
  7. klo aku ketemu sama2 urang Banjar ya sudah ai batakun apa ja situ haha...
    pengen ke dokter gigi buat bersihin karang gigi doang, krn aku ga pernah sakit gigi hehe,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wiiwww kereen... Berarti dah bagus perawatan giginya :D

      Ya ae handak betakun macam-macam kemarin itu, tapi beliau kurang bagus reaksinya. Jadinya males. Hihi

      Delete

Halo, terimakasih sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature