Thursday, March 30, 2017

Seminar Dancow : Dukung dan Lindungi Eksplorasi Si Kecil Untuk Tumbuh Kembang yang Optimal!

Seminar Dancow  Dukung dan Lindungi Eksplorasi Si Kecil, katakan iya boleh (2)


Sabtu kemarin, saya mengisi weekend dengan menghadiri seminar parenting yang diadakan oleh Dancow Parenting Center yang bertempat di Ballroom Hotel Golden Tulip Banjarmasin. 
Tema yang diangkat kali ini adalah "Berkata IYA BOLEH untuk Eksplorasi si kecil."

Saya merasa tertarik sekaligus penasaran dengan tema seminar tersebut.
Pasalnya putri saya saat Ini usianya menjelang 2 tahun, dan di usia ini rasa ingin tahunya sedang berkembang sangat pesat, dia ingin tahu segala hal di sekelilingnya, bahkan sudah jadi rutinitasnya untuk menjelajah dan mengeksplorasi seluruh sudut rumah, pekarangan, dan tempat yang didatanginya.

Kadang saya sebagai orang tua merasa cemas membiarkannya bereksplorasi karena takut akan terjadi hal-hal yang kurang baik lalu buru-buru berkata "Hei, jangan..." 

Apakah ada yang sama seperti saya? hehe...
Saya kira banyak ya bunda-bunda diluar sana yang kadang cemas dengan si kecil saat bereksplorasi.

Tapi bunda, ternyata eksplorasi itu penting banget lho untuk tumbuh kembang si kecil, saya mendapatkan banyak ilmu seputar pentingnya ekplorasi di seminar parenting hari itu :)




Seminar Dancow  Dukung dan Lindungi Eksplorasi Si Kecil, katakan iya boleh (2)


Selain mendatangkan narasumber yang ahli dibidangnya, Di Seminar Parenting dari Dancow ini juga ada Bunda Shahnaz Haque yang bertindak sebagai moderator lho, hari itu beliau membawa putrinya ikut ambil bagian membawakan acara ^_^


Seminar Dancow  Dukung dan Lindungi Eksplorasi Si Kecil, katakan iya boleh (2)
Bunda Shahnaz membuka acara


Saya berangkat dari rumah pukul 6 pagi dan sampai di tempat acara pukul 8:30, saya kemudian registrasi dan bertemu dengan bunda blogger lainnya yang juga menghadiri acara itu, tak lama berselang, seminar pun dimulai, yess!

Sesudah membuka acara dan menyapa ayah bunda yang hadir, Bunda Shahnaz memberikan informasi singkat tentang materi seminar parenting dan tentunya penjelasan tentang tema IYA BOLEH untuk eksplorasi si kecil.

Suasana seminarnya friendly, saya sama sekali tidak mengantuk lho :D


1. Materi pertama dari DR. dr. Rini Sekartini, Sp(A)K.

Seminar Dancow  Dukung dan Lindungi Eksplorasi Si Kecil, katakan iya boleh (2)
Dimana-mana ada anak kecil bermain ^^
Cuma bisa ambil foto beliau dari belakang 

Bunda Rini membahas materi dari sisi tumbuh kembang si kecil, beliau mengingatkan kita bahwa kebutuhan si kecil mencakup beberapa pokok besar, diantaranya adalah :

  • Nutrisi (gizi anak)
    Orang tua wajib memperhatikan asupan nutrisi yang diperoleh anak, misalnya dengan menyediakan sarapan yang sehat dan bergizi serta memantau pertumbuhannya dengan rutin menimbang berat badan serta mengukur tinggi badan dan lingkar kepala si kecil hingga usia 6 tahun.
  • Kasih sayang.
    Rasa cinta kita bisa kita diwujudkan dengan memberikan yang terbaik sesuai dengan kebutuhan si kecil, selain itu kasih sayang ayah bunda juga bisa diwujudkan dengan memberikan waktu istimewa untuk mendampingi si kecil belajar banyak hal-hal baru dan mengeksplorasi lingkungan sekitar. 
  • Stimulasi.
    Stimulasi yang tepat akan merangsang semua potensi-potensi anak supaya berkembang optimal sehingga si kecil akan tumbuh sehat dan aktif.

2. Materi kedua dari Psikolog Cantik Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi, Psi.

Seminar Dancow  Dukung dan Lindungi Eksplorasi Si Kecil, katakan iya boleh (2)

Bunda Vera menjelaskan dari sisi psikologi manfaat eksplorasi & stimulasi yang tepat sesuai dengan umur si kecil.

Mengapa eksplorasi itu penting?
Naah, jawabannya adalah karena dengan bereksplorasi, anak akan belajar banyak hal yang tentu mempengaruhi aspek perkembangan karena terstimulasi secara optimal. 

Jleb rasanya mendengar materi kali ini, hehe... Soalnya saya jadi ingat Syuna dan polahnya dirumah yang super aktif.

Syuna naik meja dan kursi, emaknya khawatir jatuh..
Syuna joget-joget sama ayam, anaknya khawatir Syuna dipatuk ayam...
Syuna main bunga dan pasir dihalaman neneknya, takut ada serangga atau cacing.

Kalau diingat lagi sebenarnya dia udah pernah jatuh dari kursi atau ketemu ayam yang galak, tapi ya tetep aja diulangi lagi. Namanya juga anak-anak ya, memang sudah fitrahnya pantang menyerah :)


Seminar Dancow  Dukung dan Lindungi Eksplorasi Si Kecil, katakan iya boleh (2)


Nah, jadi menurut beliau Bunda harus mengontrol rasa cemas agar terarah menjadi postitif, karena kecemasan bunda yang  negatif (berlebihan) bisa membatasi perkembangan anak dan membuat anak merasa dirinya tidak mampu karena selalu dilarang, selain itu anak juga ikut merasa cemas, hal-hal seperti ini bisa mengakibatkan anak menjadi kurang percaya diri, penakut, dan dependen (tidak mandiri).

Stop cemas berlebihan dan katakan #iyaboleh.
Bunda Vera menjelaskan bahwa rasa cemas/khawatir kita terhadap si kecil itu wajar dan manusiawi, saya pikir-pikir ya benar juga ya, kalau kita sebagai orang tua sudah ignorance terhadap keselamatannya kan gawat tuh.
Makanya kita harus mengelola perasaan cemas tadi untuk mengamankan anak dan bukannya membatasi anak, misalnya dengan mengawasi lingkungan tempat anak bereksplorasi dan menyingkirkan hal-hal yang berpotensi membahayakan, sehingga kita bisa yakin mengatakan "IYA, BOLEH..."


3. Materi ketiga dari Sari Sunda Bulan, AMG.

Seminar Dancow  Dukung dan Lindungi Eksplorasi Si Kecil, katakan iya boleh (2)
Beliau Informatif sekali.

Bunda Sari Sunda sebagai Ahli Gizi memaparkan beberapa hal menarik seputar fakta tentang kebutuhan nutrisi si kecil yang sering terlupakan, misalnya kebutuhan karbohidrat setiap orang berbeda-beda, porsi ini bisa diukur dengan kepalan tangan kita, jadi porsi karbo ideal kita berbeda dengan porsi anak kita, porsi nasi atau karbohidrat si kecil hanya sebesar kepalan tangannya lalu lauknya sebesar telapak tangan.

Wah, kita sering terbalik ya... Ikannya sepotong terus nasinya yang banyak. Hihiii

Selain masalah lauk dan karbo, kita juga perlu menerapkan beberapa poin penting lainnya, seperti :

  • Si kecil memerlukan serat dan vitamin dari buah-buahan setiap hari.
  • Ayah bunda perlu membatasi konsumsi gula, garam, dan minyak untuk si kecil supaya tidak berlebihan. Perhatikan kandungan gula di minuman botolan, kadarnya tinggi banget lho!
  • Jadwal dan kebiasaan makannya harus diatur dengan disiplin, sehingga pola makan si kecil menjadi teratur.
  • Ayah bunda juga perlu melibatkan si kecil lho saat menyiapkan makanannya :D

Seminar Dancow  Dukung dan Lindungi Eksplorasi Si Kecil, katakan iya boleh (2)
Contoh pola makan si kecil.

Ada beberapa slide saya yang gambarnya buram meski sudah diedit, maklum ya soalnya pakai hape jadul, sing penting bisa cekrek-cekrek kaya lamtur dan share ke medsos biar eksis. hehe...

Bunda Sari Sunda Bulan menjelaskan cara mencegah penyakit yang sering menyerang si kecil seperti batuk pilek dan diare, misalnya dengan langkah preventif seperti menggunakan masker saat sakit, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, dan tentunya menjaga asupan nutrisi anak, karena 80% daya tahan tubuh terdapat di saluran cerna. 

80% loh, persentasenya besar sekali! 
Makanya bunda Sari Sunda menekankan bahwa penting sekali untuk ayah bunda memperhatikan nutrisi makanan si kecil.

Bunda Sari Sunda juga menganjurkan agar anak-anak diberikan menu makanan yang beragam sesuai kebutuhan diusianya. Jadi menu makanannya jangan telur melulu atau ikan melulu, namun perlu diganti-ganti setiap hari supaya anak mengenal berbagai jenis-jenis makanan. 

Nah, setelah nutrisi dari makanan sudah tepat dan seimbang, untuk menunjang kesehatan saluran cerna si kecil, sekarang Dancow mengeluarkan varian baru yaitu Dancow Advanced Excelnutri+ yang Memiliki keistimewaan, seperti :
  • Membantu melindungi saluran pernafasan karena Dancow Advanced Excelnutri+ mengandung 3x lebih banyak bakteri baik Lactobacillus rhamnosus yang terbukti klinis mampu melindungi saluran pernapasan dan juga membatu melindungi saluran cerna. Ada juga kandungan serat inulin untuk menstimulasi bakteri baik di pencernaan loh!
  • Mendukung daya tahan tubuh karena mengandung Immunonutrient (Vitamin A, C, D, Zat Besi, Zinc, Selenium.) 
  • Mengandung Minyak ikan (sumber DHA), Omega 3 (ALA) dan Omega 6 (LA) untuk mendukung proses belajar.

***

Tak terasa selesai sudah materi diberikan, acara kemudian dilanjutkan ke sesi berikutnya yaitu sesi tanya jawab dan pembagian doorprize serta hadiah.
Habis seminar ada makan siang bersama dan pengambilan goodie bag.
Sebagai info, ayah bunda juga bisa membaca artikel seputar ilmu parenting untuk si kecil di : www.dancow.co.id/dpc atau mengunjungi fans pagenya di : Dancow Parenting Center.


Nah, bagi ayah bunda yang belum memiliki kesempatan hadir di acara seminar Dancow parenting center, semoga bisa ikut pada seminar berikutnya ya :)





Thursday, March 23, 2017

Rekomendasi 7 Beauty Youtuber Buat Kamu Yang Muslimah Belajar Dandan

Sejak menikah saya jadi senang berdandan, ya tentu awalnya saya memasang niat untuk menyenangkan hati suami, tapi semakin kemari ternyata bukan itu doang yang saya dapatkan, tapi ternyata kegiatan berdandan itu membuat hati saya happy! 

Saya jadi merasa 'cantik' dan berharga, dan semakin sayang deh sama diri sendiri :)

Nah, karena saya nggak begitu mahir dunia perlenongan, makanya saya suka melihat-lihat tutorial yang beredar di youtube dan menirunya sendiri dirumah. 
Waktu itu saya baru sadar, ternyata beauty guru itu banyak buanget!

Ilmu bisa datang dari mana aja, termasuk dari youtube, yang saya perlukan cuma waktu buat nonton dan kuota buat memutar videonya. Peralatannya ya dulu itu diada-adakan saja, saya orangnya jarang beli kalau nggak butuh-butuh banget, tapi karena kemarin awal-awal belajar itu kan pas saya dapat make-up set dari hantaran, jadi saya praktek dimuka sendiri memberdayakan yang ada. 

Di youtube, selain mencari tutorial mekap saya juga sering mencari skincare regime, tutorial kreasi hijab dan berbagai DIY dari bahan-bahan disekitar. DIY ini masih berlanjut sampe sekarang lho, rencananya nanti mau kutulis juga buat blog yang lain. Semoga ada jalannya :)

Oh iya, salah satu patokan saya saat mencari tutorial mekap adalah dengan mencari beauty youtuber yang warna kulitnya mirip-mirip sama saya, syukur-syukur produknya drugstore atau yg lokal, kan lebih gampang eksekusinya.

Nah, semasa pencarian itulah saya menemukan beberapa beauty youtuber (atau beauty guru ya?) Indonesia yang kece-kece dan saya subscibe sampai sekarang, siapa aja ya?
Ini dia diantaranya :

Tuesday, March 21, 2017

Saat Harus Memilih Antara Kekasih atau Pelamar



Halo!

Selamat sore teman-teman, saya update lagi nih, lagi aktif ngeblog dua hari berturut-turut.
Tumben-tumbenan.

Oh iya, tulisan hari ini adalah kolaborasi kedua saya dengan Blogger-blogger kece dari grup Belajar Blogging dalam rangka sebagai challange berkala di grup kami.

Wanita Mandiri, Yay or Nay?

Wanita mandiri quotes, wanita mandiri itu, wanita tangguh, ciri wanita mandiri

Jadi wanita mandiri?

Wow, Kedengarannya keren sekali di telinga saya. Tapi sebelum kita bahas lebih lanjut tentang wanita mandiri ini, yuk kita lihat dulu dong sama-sama apa sih makna 'Mandiri' dalam KBBI, supaya nggak rancu sama kata-kata ini nantinya.

Mandiri /man·di·ri/ adalah dalam keadaan dapat berdiri sendiri; tidak bergantung pada orang lain.

Jadi kalau ditanya yay atau nay soal seorang wanita itu kuat dan mampu berdiri sendiri, pastinya buat saya YAY BANGET. 

Karena apa?

karena hidup nggak selalu bahagia, kita sebagai wanita nggak bisa jadi sweets dan imut-anggun-menggemaskan disetiap keadaan.

Apalagi kalau kita sudah gede dan bukan anak kecil lagi. Tanggung jawab udah banyak, minimal ya mengurus diri sendiri kalau masih single.

Jadi emak-emak dan punya anak?
Apalagi! Tugas semakin banyak.

Dalam hidup akan ada masa dimana kita harus mandiri dan menguatkan diri sendiri.
Makanya, siapa yang berani bilang NAY sama wanita mandiri? 

Baca juga : Ike: Wanita Mandiri, Yay or Nay?

Jadi wanita itu berat, jendral.

Tugasnya bejibun dan 24 jam tanpa hari libur. Tugas berat seperti melahirkan dan mengurusi anak bahkan dihibahkan Tuhan pada makhluk yang bernama wanita ini. Kalau nggak mandiri, tugas-tugas ini bisa jadi nggak selesai semua.

Source : Pinterest

"Lebayyyy, sok iye ngomong soal mandiri bla bla bla. Noh, si ibu xxx bisa aja tuh santai, slow aja hidupnya. Sesembak jangan baper gitu donkz? Gak usah ngoyo"

Jawaban saya: Cobalah berempati.

Nggak semua wanita dihadapkan pada kondisi yang sama loh. Nggak semua dimanja dan hidup penuh kemewahan bak princess dicerita dongeng.

Sebagai gambaran nih, bayangkan aja misalnya ada sebuah keluarga yang anaknya banyak dan masih kecil-kecil, terus tiba-tiba suatu hari datanglah musibah, nggak disangka-sangka suaminya meninggal dalam sebuah peristiwa.

Sementara itu harta warisan sedikit dan kebutuhan hidup banyak. Hidup keluarga itupun mulai complicated, bagaimana selanjutnya mereka melanjutkan hidup saat sang ayah yang jadi tulang punggung sudah tiada?

Lucky, sang ibu mandiri, dia mengambil alih tugas suaminya dan mengusahakan agar dia dan anak-anaknya bisa hidup layak tanpa minta-minta, dia bertekad bisa berdiri sendiri tanpa harus menggantungkan diri pada orang lain.

Dia mandiri, dalam artian menolak untuk menjadi lemah, karena itulah dia pun akhirnya bisa hidup dan membesarkan anak-anaknya hingga sang anak dewasa dan bisa berdikari alias berdiri di kaki sendiri.

Dan sang ibu yang mandiri inipun menghabiskan hidupnya ditengah keluarga yang hangat, bahagia dan berkecukupan.
... And they live happily ever after.

Tamat.

Nah, gimana kalau seandainya wanita tadi nggak mandiri? Ya nggak tau deh... Beda lagi endingnya, mungkin pangeran akan datang.

*sorry, perumpamaannya ga bagus-bagus amat yak. He.

***

Trus, bagaimana kalau terlalu mandiri?

Saking kebablasan mandirinya nih, dia nyari duit sendiri, ganti galon sendiri, ganti tabung gas sendiri, perbaiki genteng sendiri, pasang paku didinding sendiri, cat rumah sendiri, bahkan dia lupa kalau punya suami dan Naudzubillah merasa lebih superior daripada suami.
Nah, itu gimana?

Ini dia yang ga boleh. IMHO.

Apa? Ga boleh mandiri? Kan katamu tadi wanita itu harus mandiri? Lupa ya?

Bukannya ga boleh mandiri, tapi jangan berlebihan.
Jangan lebay. Jangan over. Setuju dong kalau segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik, berlebihan kan sifatnya setan :)

Percaya deh, yang namanya makhluk adam itu basically senang bisa terlihat hebat dimata sang hawa yang dia cintai, bagaimanapun letoynya dia sebenarnya.

Kalau si hawa ini udah duluan lebih sangar, lebih setrong, kelewat mandiri, si Adam jadi minder dong.

Ya iya kan jatah utama dia disana, kalau tugas itu sudah diambil alih, maka dia ibarat singa ompong, yang nggak bisa jaga wilayah -,-

Makanya saya sih, berusaha positive thinking aja karena kemarin ada ustadz (which is I really love his books) yang bikin kultwit dan salah satunya isi tweet-nya adalah kalau "wanita kuat, mandiri, dan nggak bergantung dengan yang lain itu nyeremin dan jarang ada pria yang mau dengan wanita tipe begitu".

Ya mungkin maksudnya yang over gini kali ya, Mungkin sih.

Macam ibu kos di Kungfu Hustle. HAHAHA

Source : LiveLuvCreate.com
Jadi perempuan itu emang nggak gampang.

Saya pernah baca ungkapan yang lucu dan sarkastik, berbunyi seperti ini:

"Jadi perempuan itu sulit, kamu harus berfikir seperti pria, bersifat seperti nona, terlihat seperti gadis muda, dan bekerja seperti kuda" LOL

Pak Ustadz, dakwah boleh-boleh aja (wajib malah, kan ya?)
Tapi twitter adalah micro blog, mesti cerdas menulis dalam 140 karakter supaya nggak melukai perasaan orang lain, dan tentu saja, jangan rancu dan multi tafsir. 
Dakwah itu contohkan kebaikan, jangan bikin baper gitu dong Tadz. Hehe

Saya feminis? nggak dong. Ini cuma pemikiran saya pribadi.

Saya banyak melihat dari lingkungan sekitar tempat saya dibesarkan, dan tentunya dari sudut pandang perempuan. 

So, saya sih YAY sama wanita mandiri dan juga yakin kalau kemandirian perempuan nggak menakutkan kok :)
... dan pastinya masih ada lelaki yang mau sama wanita mandiri. Udah dijamin di Lauhul mahfuzh tauk.

Friday, March 17, 2017

Hamil Tambah Kucel, Ciri-Ciri Anak Lelaki?


"Wah, kamu selama hamil ini kok males dandan, kayanya isinya baby boy nih",

"Wah, perutnya condong kesebelah sini, jangan-jangan laki nih babynya",

"Kamu nggak ada mual-mual ya? enak banget, aku dulu pas hamil anak perempuanku itu mual muntah sampai berapa bulan, trus pas aku hamil lagi yang laki nggak ada sama sekali, anakmu ini laki menurutku, yakin deh! Ciri-cirinya sama kaya pas aku hamil laki soalnya, hehe"

-----

Nah, kurang lebih begitulah beberapa prediksi jenis kelamin janin dari orang-orang yang kuingat saat sedang hamil Syuna. Entah berapa banyak yang bilang anakku bakalan cowok.

Sepertinya sih mereka nggak janjian kalau mau komentar serupa, karena yang bilang begitu nggak cuma dari satu lingkungan, selain tetangga samping rumah ada juga ibu hamil teman menunggu giliran periksa di poli kandungan, terus dosen di tempat kuliah, supir random yang ketemu dijalan, pasien di tempat kerja dan lain-lain, dan pendapat mereka ya sama, kayaknya anakku lelaki.

Tahu dari mana? ya feeling aja, pengalaman, empiris. Katanya...

Aku akui kalau pas hamil kemarin aku mendadak jadi item dan kucel.

Ketiak, leher, dan setiap sudut lipatan badan mendadak menggelap beberapa tingkat dari warna kulitku biasanya, bahkan wajahku yang jarang bermasalahpun ikut-ikutan berjerawat dan kusam.

Suami juga mengira anak yang dalam perut ini bakalan laki. Karena kata orang kalau hamilnya jadi kucel itu ciri-ciri hamil anak lelaki.

Aku sih selow aja, mau perempuan Alhamdulillah, mau laki-laki ya tetap Alhamdulillah juga, intinya ya terima ikhlas aja.

Tapi karena kebanyakan pada komentar kalau calon bayiku saat itu adalah cowok, aku pernah deh terbawa mimpi, diberi anak lelaki bernama Bambang. Hehe ­čść

Nggak cuma saat hamil, bahkan sampai dibaringkan di ruangan dan siap mengedan, masih ada bidan yang komentar:

"Wah, kalau dilihat dari perut, anakmu ini cowok leh".

Aku waktu itu udah gak mikirin lagi mau cewek atau cowok, mending lihat langsung aja sih, iya nggak? :D

Lama berjuang di atas bed partisi, sampai nyaris alat vakum yang ngeri-ngeri sedap itu beraksi, kulihat suami yang dari tadi setia menggenggam tanganku jadi pucat pasi. Aku tahu benar dia paling menghindari pemakaian alat yang satu ini.

Aku coba mengerahkan tenaga lagi dan memokuskan diri, dan tiba-tiba saja, syuuuuuuu~

*anggap aja ini bunyi bayi lahir.hohoho*

Para bidan yang menjagaku seketika heboh.

Oh, ternyata si kecil sudah berpindah dari rahimku ke dunia!



Alhamdulillah, 
Alhamdulillah, 
Alhamdulillah.

Kalau ingat momen itu aku cuma bisa mengucapkan itu saja. Bahagia sekali :))))

Sesudah melahirkan, kemudian next selanjutnya dengan IMD alias Inisiasi Menyusui Dini, bayi ditengkurapkan diatas dada sembari diperiksa badannya.

Aju genggam jemarinya, lengkap. Dia menangis, Ya Allah, bagiku suaranya merdu sekali.

"Selamat Leh, anaknya perempuan" kata ibu bidan yang membantu persalinan dengan wajah berseri-seri.

Aku menganggur mengiyakan dan tersenyum.

Ternyata nggak semua "katanya" itu bener.

Karena, hei! anak pertamaku perempuan! :)))))

***

Hari ini sudah 20 bulan kami ditemani Syuna, hari demi hari dia bertumbuh kembang dengan sangat baik.

Dan dari bayi sampai sekarang, selayaknya anak perempuan aku sebagai bunda senang sekali mendandani Syuna, termasuk juga mengajarinya sedikit-sedikit untuk menutup aurat dengan memakai jilbab, karena itu aku jadi sering google tentang Fashion Anak Perempuan Model Terbaru untuk tahu tren belakangan seperti Apa :)

Alhamdulillah, sekarang si kecil kalau sudah tahu mau diajak jalan-jalan keluar rumah, dia langsung buka lemari baju dan mencari-cari jilbabnya, melihat itu aku jadi senang dan terharu.

Hmmm.... Bahagia emak itu sederhana ya? (≧∇≦)/

Dan habis ada Syuna, kalau lagi ada kondangan, aku juga mesti Beli Baju Couple yang ada pilihan baju anak perempuannya juga supaya terlihat kompak dan enak dipandang, kalau bajunya senada kesannya jadi serasi dan sehati, iya nggak?

Rasanya rada aneh kalau bajunya beda-beda. hehe~

Dear Syuna. Mama sayang kamu nak.

Nggg... mau nggak punya adik lelaki?


Monday, March 13, 2017

Cek Harga Sebelum Belanja? di Priceza Indonesia aja!



[Sp.] Ada nggak sih didunia ini orang yang suka dibanding-bandingkan?

Hmmm... kayaknya sih nggak ada ya. Soalnya nih, katanya dibandingkan itu nggak enak! apalagi kalau yang dijadikan pembanding itu lebih baik daripada kita. Beuh, ngeselin lah pokoknya.

Tapi tunggu dulu teman, kalau misalnya nih, bukan orang yang dibandingin, tapi harga produk, gimana?

Harga waktu mau belanja online maksudnya.
Harga di toko A segini, harga ditoko T segini, dan seterusnya, kita bisa tahu dan membandingkan mana yang lebih murah dan punya penawaran terbaik. 
Kalau dibanding-bandingkan kaya gitu suka nggak?

"Wow, suka dong!" Itu jawaban saya. hehe

Naaah, kalau kamu juga suka membandingkan harga di e-commerce seperti saya, sang emak masa kini, maka kayaknya kamu mesti kenalan nih sama Priceza Indonesia.



Priceza? Apa itu?

priceza ikon


Tak kenal maka tak sayang, makanya kenalan dulu yuk sama Priceza.

Priceza adalah shopping search engine dan price comparison tool dari Thailand, negerinya Mario Maurer dan Jirayu Laongmanee (eits, emak juga pernah muda, oi!) dan sudah merambah kenegera lain seperti Malaysia, Vietnam, Singapura, dan berbagai negara Asia tenggara lainnya termasuk Indonesia.
Startup ini sudah beroperasi sejak tahun 2009, dan menjadi pemenang Aplikasi pembanding harga di Asia-Pacific ICT Awards 2015.

O iya, kalau kamu nggak kenal siapa Mario Maurer atau Jirayu buruan browsing gih. Buat cuci mata. hahaaa...
*apa ini*


Jadi sesuai dengan taglinenya yaitu Cari - Bandingkan - Beli, Priceza membantu kita menghemat waktu dan kuota internet kita untuk berbelanja, karena dengan Priceza kita sudah nggak perlu lagi cek website e-commerce satu-persatu. Kita tinggal buka aplikasi Priceza di smartphone atau laptop dan ketik nama barang yang pengen kita cari, lanjut klik search... kita santai dulu, seruput teh hangat sebentar... dan lihat lagi layar smartphone,
Jeng-jeng! sudah ada hasil perbandingan harga diberbagai website. Mudah bener!

Ditahap ini saya mikir "Oke, siapapun penemu pertama metode shopping comparison tools, dia pasti seorang emak-emak jenius" :D

Karena... Ayolah, akui saja kalau pas lagi ngobrol sama temen soal beli barang, dan tenyata kamu bisa dapat barang dengan spesifikasi dan kualitas yang sama dengan harga yang lebih murah pastinya kamu ada bangga kan? seneng kan? puas kan?

Apa? Cuma saya yang kaya gitu?

Udah deh, iyain aja dong biar cepet. Hahaha

Ternyata founder Priceza itu bapak-bapak loh.
Bapak-bapak yang mengerti kebutuhan emak.

Nah, selain itu di Priceza kita juga bisa membaca ulasan dari orang lain yang pastinya akan membantu kalau kita lagi stage mikir-mikir mau beli di toko yang mana.

Misalnya aja nih Toko B dan Toko C lagi menjual produk yang sama,  habis kamu baca-baca ternyata ulasan di Toko B pada bagus-bagus kalau dibandingkan sama toko C, otomatis level percaya kita bakalan lebih besar ke toko B dong karena ternyata ulasannya lebih menarik. Bener nggak?

Priceza sudah bekerjasama dengan berbagai e-commerce terkemuka misalnya Elevenia, Tokopedia, Bukalapak, Bhinneka, Zalora, Matahari mall, ASOS, dan masih banyak lagi, semua-mua-muanya ada! kecuali jodohmu, Priceza nggak menyediakan jasa pencarian jodoh.

*ditenggelamkan di samudera Hindia*

Back to topic, ngomongin belanja, produk yang belakangan menarik minatku adalah kamera Nikon Coolpix P900, gara-gara kemarin liat di Instagram kalau optical zoom-nya amazing banget, bisa lihat permukaan bulan! Kalau nggak percaya kamu bisa tonton video dibawah ini :)



Nah saya kepo dong kamera segitu keren harganya berapa coba, perdana nyari di Priceza dulu.
Begini nih cara carinya :

1. Buka aplikasi Priceza di smartphone.

Login dulu, selain register dengan menggunakan email kalian juga bisa pakai akun facebook atau google.

2. Pilih kolom pencarian dengan menekan ikon kaca pembesar yang berada di menu paling bawah.

3. Di kotak pencarian, tulis deh apa yang mau dicari, kemudian klik ikon search.




Nah, seperti tadi kubilang.... seruput teh manis dulu sebentar. sluurp...

4. Kemudian baru liat lagi layar gadgetmu, hasilnya udah keluar tuh ^_^

5. Pilih deh salah satu.
Kalau kamu lihat gambar no.5 dibawah kelihatan kan kalau dihasil pencarian kamu bisa melihat range harga produk, berapa toko yang menjual produk serupa dan juga rating serta review (ulasan) yang tersedia.


Nah, tambahan lagi, Aplikasi Priceza kini lebih baik! Sekarang situs Priceza lebih gampang diakses, kategorinya lebih rapi, kamu bisa dengan mudah memilih di pencarian sesuai kategori produk yang mau dibeli, jika kamu mengakses lewat laptop maka setidaknya ada 12 kategori yang ada di Priceza Indonesia, mulai dari komputer, handphone, kamera, elektronik, fashion, kosmetik, ibu & anak, pembersih, otomotif dan lainnya, lengkap. :D


Nah, supaya kamu bisa lebih leluasa mengakses Priceza di smartphone, kamu bisa Download Aplikasi Priceza Via App Store atau  Download Aplikasi Priceza Via Google Play


Kalau kamu udah nggak sabar mau jajal pengalaman belanja lewat Priceza, kamu bisa download aplikasinya sekarang! gratis kok, dan pasti bantu banget kalau lagi bandingin harga.

Jadi gimana nih?
Masih mau belanja buka satu persatu atau mau dibantu sama Priceza?







Saturday, March 04, 2017

[HEALTH] 6 Tips Memelihara Mata Untukmu yang Berkacamata (++Pengalaman Pribadi)


Salah satu masalah kesehatan pribadi yang menjadi perhatianku setiap tahun adalah mata. Yup, mataku wajib diperhatikan karena setiap tahun mesti dipantau bagaimana minusnya, naik apa nggak, terus bagaimana silindernya, naik juga atau nggak, terus ada keluhan yang lain apa nggak, dan lain sebagainya.

Pokoknya lelah hayati bang kalau ingat masalah kesehatan yang satu ini.

Sebenarnya aku sendiri minus udah lama, tepatnya sejak masih SMP. Pertama kali merasa pandangan merasa kabur itu pas kelas VIII alias kelas 2 SMP tapi waktu itu belum nyadar sudah mulai minus, yang aku ingat, waktu itu kalau melihat bacaan papan tulis mesti memicingkan mata supaya terlihat lebih jelas.

Terus naik ke kelas IX, minusnya malah bertambah, aku pun berinisiatif buat duduk dibarisan paling depan saat di kelas dan mulai berpura-pura budeg diprotes teman dibelakang karena waktu itu tergolong berbadan tinggi, dudukf didepan kan bikin mereka susah liat papan tulis, hehe...

sumber : pinterest

Nah dikelas tiga ini minus mataku lumayan naik dibandingkan dengan minus pas masih kelas 2 dulu, benar-benar perlu kacamata. Waktu itu udah coba ngomong ketempat mama belum ada tanggapan.

Daaaan... kebiasanku waktu itu parah banget. serius.

Hobiku itu baca komik, baca novel, baca majalah, koran, semuanya.
Pokoknya waktu itu ngisi biodata haqqul yaqin deh nulisnya itu HOBI : MEMBACA.

Ya membaca bikin pinter sih, tapi caranya yang salah... Aku suka membaca sambil berbaring (sering ditegur tapi anaknya suka ngeyel ck) dan aku tipe orang yang selalu membaca novel marathon, hari ini mulai baca berarti hari ini juga selesainya, mau mati lampu kek, mau tengah malam kek, hajar bleh ga peduli harus khatam.

Salah satu novel yang kutamatkan dalam satu hari adalah novelnya Waheeda El-Humayra yang judulnya The Sacred Romance of King Sulaiman & Queen Sheba. Tebalnya sekitar 256 pages, dan waktu itu mati lampu!

Start membaca mulai siang hari dan finish pas ba'da isya sekitar jam 9:30 PM.
Sebuah prestasi yang tentu berkontribusi besar dengan mata minus~ wkwkwk

sumber : goodreads

Lanjut SMF, nah disini aku akhirnya nggak tahan lagi dengan mata yang kabur dan waktu belajar juga mesti pakai kacamata setiap hari supaya bisa melihat papan tulis.

Alhasil akupun mengadu buat dibelikan kacamata, tapi ternyata habis ngukur minus mata di optik, mama bilang kalau beliau ada punya kacamata yang minusnya kurang-lebih seukuran dengan minus mataku (waktu itu minus 1.0 + 0,75), jadi boleh dibilang kacamata pertamaku adalah kacamata lungsuran.

Ada efeknya?

Oh, ada... karena yang namanya juga "kurang-lebih" seukuran jadi artinya si kacamata ini bukan di desain khusus, jadi minus mataku sukses meluncur (meskipun dalam 3 tahun sudah berganti kacamata beberapa kali pun dan hobi makan jus wortel) sampai akhirnya kelulusan ditahun ketiga mataku tercatat minus 2.25 (!!!!!!!)

Jadi ya emak-emak, dengerin keluhan anak kalau udah matanya nggak enak jangan dicuekin aja, nggak bisa diganti loh, jangan sampai menyesal deh.

Pas penyumpahan aku belajar pakai soft lense supaya nggak pakai kacamata. Tapi nggak terlalu nyaman karena rasanya was-was lupa nyopot. hihihi dilematissss...

Jadi mengingat angka minus mata, akupun googling keberbagai website dan mulai mencoba menerapkan healthy habits agar minus mataku nggak membubung ke angkasa raya.

Langkah preventif ae karena kata spesialis mata mata minus ini cuma bisa diredam dan kecil banget kemungkinan sembuhnya, hiks.

Eh, bisa sembuh deng, dilasik, kemungkinan besar sembuh, muahal tapi. mau?

Langsung aja, this is my all-for-healthy-eyes regime...

 #1 | Minum Jus Wortel (3 Hari Sekali) 

Kabar baiknya adalah aku suka makan buah dan sayur, termasuk si wortel ini:D
Dan tentunya kalau minum jus wortel ini jarang ada yang minta karena banyak yang suka karena ada yang bilang rasanya langu, pahit dan lain-lain, intinya banyak yang nggak suka tapi aku doyan. Ini pas masih SMA ya, zamannya jajan bagi-bagi sama temen :p

sumber : dreamstime
Pas kawin aku baru tau kalau ternyata bahnuuy ini pemakan wortel (juga) sepertiku, sampai-sampai katanya dulu punya gelar Bugs bunny di asrama saking hobinya ngemilin wortel.

So, ini juga sedang tahap merajinka... tiga hari sekali, maksimal seminggu sekali lah ^_^
Bersihkan kulit arinya dan blender, tambahkan madu. nyumm~

sumber : hihealth.com
Untuk sayuran kata websitenya direkomendasikan sayuran berdaun gelap seperti bayam dan kale karena mengandung banyak Lutein.
Jadi sering-sering bikin sayur bening ya? Okaysss

 #2 | Mengkonsumsi Suplemen Vitamin Mata. 

Ini habis konsultasi ke tempat dokter mata kemaren dikasih vitamin mata, tapi karena nggak minum rutin alias loncat-loncat aku nggak merasa ada efek yang berarti, cuma banyak juga yang repurchase karena mengkonsumsi rutin sebutir sehari dan result-nya memuaskan. Testimoni yang pernah kudengar langsung adalah vision mereka terasa lebih nyaman dan lebih terang.

So, let's give it a try :)


Vitamin mata yang sedang ku konsumsi adalah Optalvit tablet, dengan dosis 2-3 hari sekali diselingi dengan konsumsi buah dan jus wortel.


 #3 | Tidak Over Lagi Menggunakan Mata.

Seperti yang sudah ku mention sebelumnya, mata minusku diawali dari memaksa mata bekerja sampai kelelahan dan akhirnya nggak lagi normal.

Jadi sekarang aku menerapkan hal-hal sederhana untuk menjaga mata, misalnya
  • Nge-setting brightness paling rendah pada laptop dan smartphone supaya mata nggak lelah memandangi layar gadget.
  • Berhenti membaca saat berbaring. jujur karena sudah kebiasaan yang ini agak sulit diterapin :(
  • Nggak lagi memaksakan membaca jika ditempat yang gelap, lebih baik berpindah dulu ketempat dengan pencahayaan yang lebih bagus atau sekalian ditunda aja kalau memang nggak bisa mencari tempat yang cahayanya cukup, misalnya kalau lagi mati lampu.

 #4 | Memakai Tetes Mata Vitamin 

Nah, yang ini juga dapat dari anjuran dokter katanya supaya mata ternutrisi.

Cuma please note sebelum memakai aku masih tetap merekomendasikan buat konsultasi berapa tetes dosis yang tepat buat Kamu ya, aku penganut garis keras kalau beda mata beda dosis. Hohoho

So far nyaman-nyaman aja sik berasa segeran, mata nggak gampang lelah ^^
Oh iya, namanya Cendo Augentonic.

 #5 | Saat Mata Kering, Memakai Tetes Mata Pengganti Air Mata 

Pernah nggak pas tengah hari mata terasa pedih karena kekeringan?
aisss beneran ribet banget, bawaannya pengen ngucek gemes. Wkwkwk


Nah, sekarang aku juga punya solusinya. Yuhuuu~
Aku memakai artificial tears alias pengganti air mata namanya Cendo Cenfresh. Yang pastinya steril dan juga punya mempunyai nilai dapar yang sesuai dengan air mata yang aslinya, jadi aman :D

 #6 | Olahraga Mata 

Apa? Olahraga mata?
Eh iya beneran olahraga mata lho, jadi bukan cuma badan aja tapi ternyata mata butuh olahraga :)

Sebenarnya olahraganya juga simpel, misalnya melatih fokus mata dengan pensil, memutar bola mata searah atau melawan arah jam dan rileksasi mata dengan mengusapnya memakai kedua telapak tangan.


sumber : http://www.top10homeremedies.com

Selain itu aku juga dapat nasehat untuk meluangkan waktu setiap kali sedang berinteraksi dengan gadget, per 30 menit aku melakukan gerakan memutar bola mata atau melihat yang warnanya hijau-hijau supaya mata kembali rileks.


***

Nah, itu dia 6 Tips Memelihara Mata Minus yang juga sedang aku galakkan pada diri sendiri.
Mau coba? 

Custom Post Signature

Custom Post  Signature