Tuesday, March 19, 2019

Wisata Keluarga ke Malang? Jangan Lupa Mampir 9 Spot Wisata Malang yang Budget Friendly ini!

Assalamu'alaikum. Salam Ngalam, rek!

Bicara tentang kota Malang, maka kota Pelajar di Jawa Timur ini tidak diragukan lagi memiliki banyak lokasi wisata yang ramah anak, sebut saja diantaranya Museum Angkut dan Jatim Park. Saya yakin teman-teman pasti sudah pernah mendengar nama-nama itu sebelumnya, bener nggak? Dua tempat itu merupakan lokasi eduwisata yang sangat popular di Malang. Selain tempat itu, ada juga lokasi eduwisata lainnya seperti Eco Green Park, Museum Satwa, atau The Bagong Adventure Human Body Museum yang tak kalah cemerlang. Semuanya cocok dikunjungi jika ingin berwisata sambil belajar bersama si kecil. 

Kalau menilik keunikan kota Malang sendiri, menurut saya wisata keluarga ke Malang itu paket lengkap! Selain menawarkan sisi perkotaan yang modern, Malang juga tetap mempertahankan sisi kebudayaannya yang kental. Dipadukan dengan keindahan alamnya yang asri dan kuliner yang memanjakan lidah. Kota Malang itu pas banget buat berpetualang mengisi liburan keluarga.

2018 lalu, saya sekeluarga kerap kali mengisi liburan dengan jalan-jalan di Malang. Saya mendatangi tempat-tempat yang ramah kantong bersama Babanuy dan juga Nuy. Yup, family trip naik motor bertiga dengan membawa kotak bekal makanan. Nah, dari pengalaman waktu itu, kali ini saya mencoba menuliskan wisata budget friendly di Malang. Saya sebut budget friendly alias ramah kantong karena per lokasi biayanya dibawah seratus ribu, bahkan ada beberapa yang bisa cuma modal parkir kalau sudah bawa bekal makanan dari rumah sebelumnya. Hehe. πŸ˜„

Nah, Penasaran dimana saja? simak sampai habis ya!

1. | Taman Langit Gunung Banyak




Nuy dan Abah berpose ala-ala.



Kalau si kecil suka dengan dataran tinggi yang punya pemandangan yang imajinatif, maka tempat ini adalah lokasi yang perfect! Selain hijaunya pepohonan dan hamparan bunga warna-warni. Banyak spot artistik yang dibangun di lokasi ini. Rasanya seperti masuk ke dunia fantasi, setiap sudut  terlalu sayang untuk dilewatkan karena instagramable buanget.  Cocok lah sama namanya, Taman Langit ^^

Lokasi wisata alam satu ini sebenarnya lumayan terjal karena berada di kawasan pegunungan, namun berkat banyaknya karya yang dihamparkan disepanjang jalan, jadinya tuh ya nggak berasa. Cekrek sana-sini, eh, tahu-tahu udah sampai aja di puncak Taman Langit. Banyak distraksi menarik bagi anak-anak disini. Nuy bahkan nggak mau digendong karena asyik bereksplorasi lho. 😁

Asyik menghitung daun sambil main loncat-loncatan. 

Kalau kebetulan berencana kesini, saran saya jangan lupa untuk membawa air minum sendiri, karena saat memasuki area Taman Langit maka sudah tidak ada lagi pedagang yang berjualan. Meskipun saat keluar dari lokasi nanti di  ada beberapa kedai minuman, toh  tak ada salahnya menyediakan air sendiri agar tidak kehausan selama di perjalanan. 

Kalau ada sampah juga usahakan untuk dibuang ke tempat yang seharusnya ya. 😊

2. | Taman Paralayang


Sumber: Malang Guidance

Sama-sama Taman, tapi tidak seperti Taman Langit yang seru untuk berpetualang menikmati alam. Taman yang satu ini lebih cocok untuk bersantai bersama keluarga, atau sekalian melepaskan hormon adrenalin dengan ikut olahraga paralayang / paragliding. 

Apakah anak-anak boleh ikut naik paralayang? Oh, boleh! Dengan syarat usia minimal 14 tahun dan sebelum naik paragliding mendapatkan persetujuan orang tua terlebih dahulu. So, hayuk yang punya anak remaja bisa ikut ini nih! Kalau ada budget berlebih bisa langsung dijajal. Kalau nggak, jadi penonton pun tak apa kok. Saya pun jadi penonton doang kok pas dolan kesini.  😁

Nah, untuk jam kerja disini khusus untuk paragliding, pelayanannya dibuka mulai jam 7 pagi hingga jam 5 sore, tergantung dengan cuaca apakah berkabut atau tidak. Sedangkan untuk  Taman Paralayang-nya sendiri buka full 24 jam sehari, sehingga memungkinkan pengunjung untuk melihat indahnya gemerlap pemandangan malam kota Batu dari ketinggian 1.326 mdpl. Katanya nih, Sunrise-nye pun juga tak kalah indah kalau dilihat dari atas puncak Paralayang. 


Ah, saya belum pernah melihat jadi penasaran sendiri nih! πŸ˜†

3. | Omah Kayu


Pintu masuk Omah kayu dan taman langit 

Harga Tiket: Rp. 5.000/orang
Jam Buka: 09.00–17.00 WIB
Alamat: Jl. Gn. Banyak, Gunungsari, Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur 65312

Nah, seperti namanya, Omah Kayu ini adalah rumah kayu pilihan yang terletak ditengah rindangnya pepohonan (house tree), karena unik, Omah Kayu cocok sebagai tempat mengambil foto bersama keluarga kecil. 

Kalau berjalan-jalan kesini pastikan memakai alas kaki yang anti slip dan pilih waktu dimana hari tidak hujan supaya jalanan tidak terlalu licin. ^^

4. | Alun-Alun Kota Malang



Nah, ini dia spot universal yang semua bebas masuk alias free! 😁

Alun-alun Kota Malang ini memiliki sejumlah birds cage yang dihuni ratusan burung dara jinak yang sering berunteraksi dengan pengunjung. Mama dan Abah bisa santai duduk didekat pepohonan sambil mengawasi anak-anak bermain dengan para burung.

 Lokasinya dikelilingi dengan pohon besar yang menambah santai untuk sejenak melepaskan penat. Ada juga spot permainan anak di sudut Alun-alun ini. 

5. | Batu Flower Park [Coban Rais]




Pengen berfoto dengan latar belakang hijaunya lereng gunung a la Bandung? Nggak perlu jauh-jauh berangkat kesana, di Malang juga bisa lho, sepaket pula dengan bunga-bunga yang segar. Batu Flower Park adalah lokasi yang tepat. 

Disini, selain mengasyikkan untuk berfoto bersama, kalau liburan bersama anak cewek pastinya si anak excited karena seperti namanya, Batu Flower Park  ini dihiasi dengan hamparan bebungaan. πŸ˜†

So lovely



Kalau ingin mendatangi destinasi yang sedikit lebih menantang, tinggal belok dan masuk sedikit lebih dalam menuju Coban Rais, si air terjun indah di tengah hijau pemandangan hutan. Keduanya berada di satu jalur yang sama, bedanya kalau mau ke Batu Flower Garden belok kesebelah kiri,  sedangkan jika ingin ke Coban Rais bisa belok ke sebelah kanan. 


6. | Alun-Alun Kota Batu


Hampir sama dengan Alun-alun Kota Malang,  kalau mampir kesini bisa bermodalkan bayar parkir kalau bepergian dengan kendaraan pribadi. 

Tapi, di malam hari pesona Alun-alun kota Batu menurut saya terlalu sayang kalau hanya untuk nongkrong saja. Tak ada salahnya kalau sekalian disini mengajak keluarga untuk mencicipi ragam kuliner khas Batu seperti ketan susu, sate kelinci, dan masih banyak lagi. Wahana permainan pun juga banyak disediakan disini. Nah, biaya ekstra cuma bagian kuliner dan wahana ya ^^

Oh iya, disini juga ada sering ada cosplay lho. Boleh deh diajak foto-foto kalau berani, soalnya banyak cosplay setan 😁

7. | Plaza Garden Wisata Edukasi Rabbit Field



Batu memang terkenal dengan olahan sate kelincinya yang lezat, tapi kesampingkan dulu soal kuliner, karena di Taman Kelinci ini kita akan diajak bermain oleh sekumpulan kelinci lucu yang lincah berlarian di taman. 

Bermain dengan kelinci disini bisa mengajarkan anak untuk menjadi lebih sayang dan memperhatikan lingkungan sekitar. 


8. | Taman Strawberry Pujon



Tadinya saya kira kebun strawberry hanya bisa dimasuki jika mengikuti tour petik buah, Tapi ternyata tidak juga. Kalau kita berkunjung ke Taman Strawberry yang berlokasi di Pujon, Batu ini, kita bisa melihat langsung bagaimana tanaman strawberry di lapangan. 

Bagaimana caranya tumbuh, berbunga, prosesnya menjadi buah strawberry yang matang, dan (kalau beruntung) kita juga berkesempatan untuk memanen buahnya. Wah, seru sekali kan? Anak-anak pasti senang  πŸ˜†πŸ“


Oh iya, dengan harga tiket masuk yang sudah dibayar, kita juga sudah berhak mendapatkan satu kemasan kecil berisi buah strawberry matang yang siap disantap. Yummy

9. | Taman Bunga Selecta, Batu.




Taman bunga seluas 18 hektar yang dibangun sejak zamannya Belanda di tahun 1982 ini bukan sekedar taman bunga biasa. Selecta memiliki nilai historis yang istimewa, diantaranya adalah menjadi lokasi Bung Karno dan para tokoh nasional menyusun ide perjuangan sebelum teks proklamasi lahir. Penyusunan itu dilakukan di Taman Selecta, tepatnya di Villa Brandarice atau yang sekarang lebih dikenal dengan Villa Bima Sakti.


Saya sukaaa banget tempat ini, gara-gara dulu waktu study tour SMK  gagal mampir kesini, sekarang bisa kesini bareng keluarga itu rasanya bahagia aja gitu. Langsung nerasa tua. 


🌿🌿🌿


Nah, bagaimana? Apakah teman-teman ada rencana jalan-jalan wisata bareng keluarga ke Malang juga? Kalau ada semoga daftar spot wisata diatas bisa bermanfaat ya! ^^ Penjelasan lebih rinci terkait lokasi wisata diatas bisa teman-teman cari di tag "Malang". 😊

Next, seusai menentukan itinenary, saatnya mempersiapkan akomodasi untuk menuju kota Malang. Jika teman-teman memutuskan untuk mencari tiket pesawat ke Malang, maka pastinya di musim harga tiket melambung seperti sekarang tiketpesawat murah adalah hal yang dicari-cari. Hehe.

Tenang, kamu nggak sendirian kok, wong saya juga! πŸ˜‚

Karena itulah, untuk rencana ke Malang sekeluarga akhir tahun ini, saya sudah melakukan survei harga tiket melalui situs Pegipegi. Kalau kondisi memungkinkan, saya berencana untuk langsung melakukan perjalanan dari bandara Syamsyuddin Noor Banjarmasin menuju bandara Abdul Rachman Saleh Malang. Supaya lebih hemat waktu dan tenaga juga.

Kalau kalian mau ngecek harga dan rute yang tersedia, kalian bisa langsung menuju Situs Pegipegi atau install aplikasinya yang bisa diunduh gratis melalui Playstore. ^^

Nah, sekian dulu, semoga bermanfaat untuk yang sedang bersiap wisata keluarga ke Malang.



Happy travelling!
Sunday, March 10, 2019

4 Film Indonesia Favorit


Film Indonesia Favorit - Assalamualaikum. Temans, sudah tahu belum kalau tanggal 30 Maret ini adalah Hari Film Nasional? Nah, kali ini aku beserta teman-teman dari  komunitas Female Blogger of Banjarmasin memutuskan untuk mengulas tema "Film" di #FbbKolaborasi bulan Maret ini. 






Geliat industri film di Nusantara akhir-akhir ini lumayan menggembirakan. Banyak film yang berhasil menarik perhatian dunia Internasional karena kualitasnya yang dinilai bagus, sebut saja Merantau, The Raid, atau film Indie Ziarah.

Aku pribadi menilai kalau dunia perfilman Indonesia kembali menghangat. Tentu saja harapanku kedepannya kehangatan ini berubah jadi bara api dan membakar semangat sineas Indonesia agar mengembalikan kejayaan Film-film Indonesia seperti zaman 80'an.

Tugas kita sebagai Netizen Indonesia pastinya mendukung usaha mereka. Contohnya dengan menonton langsung filmnya ke bioskop, pokoknya jadi bagian dari #NoFilmIndonesiaBajakanClub.

Setuju? πŸ€— 

Nah, ngomongin film favorit, aku selaku penikmat film punya banyaaaak banget daftar film. Tapi untuk film Indonesia sendiri ternyata habis kuperiksa cuma sedikit. Bahkan kalau dihitung-hitung, film Indonesia yang sudah aku tonton di bioskop bisa dihitung dengan jari tangan. Sedih ya πŸ™

Tapi, di #FbbKolaborasi kali ini aku pengen mengulas singkat beberapa film Indonesia yang pernah aku tonton dan berkesan  bagiku.

Baiklah, tanpa basa-basi lagi, ini daftar Film Indonesia Terbaik a la Syunamom.com :

#1 | Habibie Ainun



Kalau nonton film ini, harus sedia tisu! - Mamanuy

Yep, ceritanya mengharu biru, daaan based on true story dari pasangan legendaris Indonesia, Bapak Baharuddin Jusuf Habibie dan juga Ibu Hasri Ainun Besari.

Well, siapa sih yang nggak kenal dengan Pak Habibie? Mantan presiden ke-3 Indonesia ini selain jenius nggak ketolongan, juga terkenal hanya mencintai Ibu Ainun sepanjang hidupnya. Bahkan ketika Ibu Ainun meninggal dunia lebih dahulu daripada beliau, Pak Habibie masih tetap setia tidak mencari pengganti. Alih-alih mencari pengganti, Pak Habibie justru memesan sepetak tanah disamping makam istrinya sebagai tempat peristirahatan terakhir beliau kelak.

Level romantisnya nggak ecek-ecek. Mama, Ibu mertua sama Bapak Mertua bahkan suka film ini. ❤️

My Stupid Boss



BCL memang multitalenta, nggak cuma pinter nyanyi doang, aktingnya juga keren abis.

Tapi bukan karena BCL aku suka film ini, melainkan karena novelnya yang ngocol abis. Rahang sampai sakit gara-gara membaca cerita si Pak Boss dan Bu Kerani di kantor. Terbaik sih ini, nggak rugi banget dikoleksi. πŸ˜‚

Filmnya lumayan lah, not bad. Cuma kurang panjang, mungkin cocoknya dibikin short romcom seperti "Tetangga Masa Gitu" ya πŸ˜€

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck


Aku nonton film ini bareng geng ibu-ibu 40an ke atas waktu masih kuliah, jadi berasa berkesan banget sampai sekarang.

Filmnya sendiri bercerita tentang tragedi yang menimpa pasangan berbeda suku. Yang satu perempuan bangsawan Minang, yang satu laki-laki biasa dari Makassar. Tembok penghalang mereka bukan cuma berbeda suku, tapi juga kelas sosial. Masalahnya juga mengakar ke sistem patrilineal yang ada di Indonesia, ah, sederhana tapi rumit. 

Ibu-ibu yang sekamar denganku matanya sampe bengkak gara-gara nonton ini karena baper parah. Kata teman-teman beliau, dahulu sempat mengalami hal serupa dengan Zainuddin di film ini

Terlepas dari efek CGI yang menurutku kurang mulus, film ini benar-benar bagus!

Oh iya, film ini diangkat dari novel lawas karangan Buya Hamka. Nama  besar pengarangnya sudah menjadi jaminan ceritanya nggak mengecewakan, ya? πŸ˜‰

“Di belakang kita berdiri satu tugu yang bernama nasib, disana telah tertulis rol yang akan kita jalani. Meskipun bagaimana kita mengelak dari ketentuan yang tersebut dalam nasib itu, tiadalah dapat, tetapi harus patuh kepada perintahnya”.
Laskar Pelangi



Menyusul kesuksesan novelnya yang diterbitkan di 24 negara, Film tetralogi Laskar Pelangi juga berhasil meraup banyak penonton.

Kenapa? 

Karena kualitas filmnya sendiri patut diacungi jempol. Pemilihan karakter, pembangunan background cerita, sampai lagu-lagu yang menjadi original soundtracknya benar-benar bukan main.

Baca juga: Destinasi Wisata Pulau Belitung Mulai dari Menara sampai Sekolah Laskar Pelangi

Sebut saja lagu 'Laskar Pelangi'  yang dibawakan oleh grup band Nidji, atau lagu 'Tak Perlu Keliling Dunia'  yang dinyanyikan Gita Gutawa, atau mungkin 'Zakiah Nurmala' yang jadi favoritku. Hehe...

Pokoknya, musisi yang digandeng mengisi soundtrack semuanya memberikan karya terbaiknya di film ini. Aktor dan aktrisnya jangan ditanya, film ini diputar dibanyak festival film dan mendapat feeback positif. ❤️

🌷🌷🌷

Nah, cukup itu dulu ya yang aku bahas di #FbbKolaborasi kali ini. Aku masih mengingat-ingat film Indonesia yang aku tonton, hihi.

Kalau kamu, film Indonesia Favorit-nya apa aja nih?

Saturday, March 09, 2019

Suka Duka Menjalani Long Distance Marriage (LDM)

Suka Duka Menjalani Long Distance Marriage (LDM) - Assalamualaikum, ngomongin soal pilihan, pastinya nggak ada pasutri normal di dunia ini yang pengen hidup saling berjauhan. Semuanya pasti pengen hidup bersama-sama, saling berdampingan, bisa ketemuan setiap hari. 

Tidur ada partnernya, makan ada temennya, sholat ada imamnya, menggila ada kongsinya. 

Wah, pokoknya ya udah jadi macam bayangan. Dimana ada kamu, disana ada dia. Dimana ada Dilan, disitu ada Milea. (ehemm maksa amat ya istilahnya wkwk). 



Tapi gimana misalnya kalau terpaksa dipisahkan jarak? 

.... Kayak aku ini? (atau mungkin seperti kamu yang lagi baca ini?) 

Waaaaah, pastinya kita semua yang mengalami hal ini sepakat kalau rasanya NANO-NANO! Ada manisnya, ada asinnya, banyak ASEM-nya. 

πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚✌️

Sejauh ini, memang banyak banget hal yang aku pribadi rasakan seputar Long Distance Marriage (LDM), ada suka dan ada juga dukanya. Ya, namanya juga nano-nano. Tadinya sih pengen nulis ini nanti kalau sudah selesai LDM-an, tapi nanti ilang feeling-nya. Jadi mending ditulis sekarang aja mumpung lagi anget. Hehe.

Oke, ini dia  penjabaran nano-nano yang saya rasakan :

PLUS (SUKA-SUKA AJA, MASIH BISA DIAMBIL POSITIFNYA)


✨ Mengajarkan rasa sabar & syukur.

Biasanya dulu di rumah pagi-pagi itu saya masak nasi anget, dadar telor pake daun bawang, menyeduh teh hijau, terus makan sama-sama Abah dan Nuy. 

Menunya sederhana abis, tapi jam sarapan itu banyak diisi dengan ngobrol receh seputar rencana yang akan dilakukan hari itu. Momen-momen sederhana begini asli ngangenin banget. 

Bikin sedih kalau lihat rekaman iseng kami bertiga di smartphone, soalnya sekarang menunggu momen begitu itu mesti lamaaaa dulu nunggu Abah bisa libur kuliah :'(



Tapi, berkat LDM ini juga, aku jadi semakin bisa memaknai rasa syukur hidup seatap bareng suami dan anak. Hal begini tuh tanpa disadari ternyata pengaruh banget sama emosional kita lho! In a good way pastinya! 

✨ Memupuk rasa saling percaya & komitmen

Selempeng-lempengnya pasangan ya mana ada sih yang bisa 100% percaya begitu aja kalau jaraknya jauh? Minimal ya aku nanya-nanya lah, dinas nanti sama siapa aja, jalan-jalan bareng temen ada ceweknya nggak, itu yang bening di foto bersama namanya siapa jangan deket-deket.



Kelar ditanya-tanya juga nggak ada jaminan, jadi sisanya ya tinggal saling percaya dan serahkan semuanya kepada Allah Yang Maha Esa. 

Ingat-ingat komitmen sebelum memutuskan menikah supaya iman nggak mendadak lemah. Anggap aja LDM ini ujian, soalnya nggak semua bisa tahan. Semoga kita bisa termasuk yang tahan. Aamiin. 


✨ Bebaaas (Dalam konotasi positif)

Yup, mau tidur jam 12 malam, mau tidur siang 2 jam. Terserah. 

Nggak ada yang bawel nyuruh tidur atau malah pusing sendiri mikirin menu makan siang. Meski ya harus tetap bantuin mama masak-masak di rumah kalau sudah masuk jam makan, atau teteup dimarahin kalau ketahuan begadang sama Mama. πŸ˜‚✌️



Tapi ya beda, feeling-nya sama suami tuh beda. Kebebasan bujangan sama kebebasan pas jauh dari suami tuh nggak sama. Bisa me time-nya itu loh. Kerasa banget pas jadi emak-emak gimana nikmatnya sesekali bisa bangun kesiangan (meski disambung dengan penyesalan habis itu lol).

MINUS (NGGAK ENAK, BENERAN! )

πŸ’” Quality time berkurang 

Yang paling NGGAK ENAK BANGET ya bagian ini. Mesti pisah dulu. Pengen ketemu sekali-kali tapi harga tiket pesawat bikin ngelus dada, rasanya jadi pengen ngasih piala Nobel sama yang kuat LDM bertahun-tahun itu, kok bisa hatinya bisa tetap damai. 

Salut dari lubuk hatiku yang terdalam pokoknya. Seriusan.

:'D

Terus, di awal-awal LDM Syuna seriiing banget nanya "Abah dimana, Ma?". 

Syukur banget jawabannya bisa selesai dengan "Abah lagi sekolah supaya tambah pinter, ini foto Abah pakai seragam", Syuna mau mengerti. 

Soalnya  ya nggak bisa bayangin gimana kalau dia ngasih pertanyaan mellow dengan kalimat drama macam "Mau Abaaaah... Abah manaaaa.... Abaah hilaaaang, kita ditinggal Abah maaaa.... " HAHAHA.



Meski lega pasal pertanyaan anak, perkara kurang quality time ini juga punya dampak, misalnya kangen berat karena nggak ada lagi yang tidur ngorok disamping, atau nggak ada lagi yang suka makai toner rambut istrinya buat vitamin kumis dan jambang. 

Yah, ribut receh gitu kayaknya bagiku juga quality time sih πŸ˜‚

πŸ’” Prasangka 

Yah, manusiawi banget cemburu. Cemburu tanda cinta. Manusiawi banget punya prasangka. Prasangka tandanya masih kepikiran dan peduli. 

Begitu sih katanya para ahli. Nggak mungkin kan merasa cemburu dan prasangka sama orang yang kita nggak cintai?

Tapi ya pastinya disaring aja baik-baik.

It comes back to you, it comes back to you, All the Things that you had lost will find their way to you. Tu lu luuu (nyanyi lagunya Imagine Dragons)

Kalau emang jodoh dan baik pasti balik lagi sama kita, tak ingin ku menerka-nerka mah kalau kata Mbak Nagita. πŸ˜›

πŸ’” Sendirian itu capek, Maemunah. 

Wah, seriusan. Capek. 

Nggak ada asisten rumah tangga sama sekali nggak masalah. Tapi nggak ada suami? Beban semuanya tanggung sendiri cuy. 

Harus kuat. Harus semangat. NGGAK BOLEH LETOY (meskipun ya sering letoy juga ujungnya hahahaha). Soalnya satu-satunya yang bisa diandalkan adalah diri kita sendiri. Anak lapar ya masak, anak pengen main ya temenin, anak pengen bobo dipeluk ya peluk, buang saja yang lainnya.  :")



Kemarin pas diajak ipar nyalon nikmatnya hidup tuh rasanya terpenuhi, padahal cuma trimming rambut doang. Tapi lumayan banget mengurangi capek hati karena sudah lama sendiri.

Serius, pas LDM ini jadi dapat gambaran  gimana hebatnya perempuan yang bernama single mom itu. Nggak ada hari libur, setiap hari, 24/7!!! 

*peluk hangat semua single mom, terutama mamaku sendiri, the best mom ever*

πŸ’” Nggak ada yang setia mendengarkan.

Banyak yang bilang aku orangnya pendiam. Dan itu nggak salah. Karena aku menyadari kalau aku itu orangnya super moody dan mungkin saja saat itu senang nggak mood bicara. (dua tahun terakhir moody ini tambah parah πŸ˜‘ terus terang ini harus kuperbaiki segera). 

Tapi di rumah, aku sanggup ngomong receh dan bebas sama Abah Nuy. Soal apa? Soal apapun. Gosip apapun. Tanpa khawatir akan terus ke orang lain. Dan sampai sekarang aku sendiri takjub dengan kesabarannya menghadapi ocehanku, yang kalau aku sendiri jadi pendengarnya, aku pasti sudah muak karena hobiku di rumah ngobrol ngalor-ngidul loncat-loncat topik.. πŸ˜‚

Mungkin juga dia tahan bukan karena sabar, tapi sebenarnya nggak di dengerin (kok sedih ya kalau begini 😬), tapi ya nggak apa-apa juga, yang penting dia bersedia diam menyediakan telinga dan bahu (atau semangkuk nasihat kalau topiknya perlu dikomentari serius). 

Nggak semua orang mau nonton anime  Tonari no Kaibutsu-kun denganku, nggak semua orang mau mendengarkan pendapatku tentang alisnya teman kerja yang seperti shinchan, tapi Abah Nuy mau. Dan aku suka itu.  


❤️❤️❤️

Hari-hari tanpa suami nggak gampang, tapi demi masa depan yang lebih cerah tetap harus dijalani, keyakinan bahwa semuanya pasti nanti akan terlewati menjadi hal yang tidak boleh dilupakan. 

Banyak harapan yang kita tanam dengan menyanggupi jarak saat ini. Jadi, semangat terus untuk semua mama yang sedang LDM.

Everything will always be daijobou. 



Custom Post Signature

Custom Post  Signature