Thursday, January 24, 2019

Fakta Menarik Seputar Lampion Imlek


Imlek merupakan perayaan menyambut tahun baru kalender Tionghoa yang akan jatuh pada tanggal 5 Februari 2019 ini. Berbagai macam persiapan menyambut perayaan ini sudah mulai ramai dilakukan masyarakat etnis Tionghoa di berbagai kawasan mulai mendekorasi rumah, menyiapkan jamuan berupa serba-serbi kue, angpao dan lain-lain. Salah satu unsur dekorasi ruangan yang wajib ada saat perayaan tahun baru ini adalah lampion Imlek. 

Warna merah menyala pada lampion merupakan lambang harapan dan keberuntungan baru mengawali tahun shio babi tanah ini. Ternyata tak hanya menjadi pelengkap kemeriahan tahun baru saja, lampion Imlek juga memiliki beberapa fakta menarik lho! 

Yuk, simak asal usul mengenai dekorasi paling ikonik dari perayaan Imlek ini!

Awal Mula Penemuan Lampion 


Sejarah mencatat bahwa penemuan lampion tradisional telah ada sejak masa Dinasti Han di China. Penemuan lampion ini tentu berfungsi sebagai penerangan agar memudahkan aktivitas membaca. Oleh sebab itu, lampion terbuat dari bahan kertas yang melingkari sumber cahaya agar intensitas cahaya bisa diterima mata dengan baik. Kertas yang melindungi sumber api diharapkan menghalangi angin yang bisa memadamkan cahaya.


Source: http://nightlightnews.org/

Berdasarkan cerita legenda yang dipercaya masyarakat Tionghoa, lampion digunakan untuk mengusir monster Nian yang mengganggu kehidupan dan menjauhkan pemilik rumah dari segala keburukan. Sejak saat itu, lampion dipasang di depan rumah untuk memberikan harapan dan keberuntungan bagi penghuni rumah tersebut. Lampion juga menjadi simbol kebanggaan atau status masyarakat Tionghoa sehingga selalu dipajang dalam suasana apapun.

Lampion Menjadi Prestise Keluarga Masyarakat Tionghoa



Pada awalnya, lampion identik sebagai status atau simbol kebanggaan masyarakat Tionghoa, banyak keluarga berkelas yang memajang lampion terbaik. Semakin menarik dan unik lampion yang dipajang di depan atau ruangan rumah sebuah keluarga, semakin menunjukkan kelas keluarga tersebut. Tak heran kalau ide kreasi lampion yang semakin beragam merupakan perwujudan prestise di kalangan keluarga-keluarga pada masa lampau.

Kini kelas sosial dari simbol lampion telah mulai melebur tetapi pajangan lampion tetap merupakan tradisi yang terjaga. Pada perayaan tahun baru, lampion Imlek merupakan salah satu bentuk kewajiban yang harus ada di rumah atau ruang publik lain.

Desain Lampion Imlek yang Cocok


Tak mengherankan kalau perayaan besar seperti perayaan tahun baru identik dengan keberadaan lampion Imlek. Desain lampion yang unik dan bervariasi menandakan adanya harapan di tahun yang baru. Bentuk lampion perayaan keagamaan yang dipilih tentu model gantung sebagai simbol keberuntungan awal tahun baru. Kalau jenis lampion terbang dan apung paling direkomendasikan untuk pertengahan tahun.


Jangan heran kalau produsen lampion gantung selalu banjir pesanan kala mendekati perayaan hari Imlek. Pasalnya, hiasan Imlek akan terpasang menjelang tahun baru, saat perayaan hingga Cap Go Meh terlewati. Selain itu, masyarakat etnis Tionghoa bakal bersuka cita merayakan tahun baru kalender Lunar ini dengan meledakkan kembang api. Tahun baru Imlek juga identik dengan liburan masyarakat etnis Tionghoa lho!

Kalau Anda hendak merayakan Imlek tahun ini bersama dengan keluarga tercinta, sebaiknya persiapkan dekorasi rumah semaksimal mungkin, ya! Pasang aneka hiasan yang akan memberikan semarak tahun baru yang lebih baik dari tahun kemarin. Anda bisa memasang lampion gantung terbaik sebagai desain eksterior atau interior rumah.

Bagi Anda yang masih bingung mencari tempat terbaik untuk belanja kebutuhan Imlek, Anda bisa mencari barang pilihan di Bukalapak. Dapatkan model lampion Imlek kekinian dengan harga termurah sekarang juga. Belanja di Bukalapak, dijamin aman, hemat dan original :) 
Wednesday, January 09, 2019

Jalan-jalan ke Taman Kelinci Malang, Jangan Bikin Kelincinya Jadi Malang!

Jalan-jalan ke Taman Kelinci Malang, Jangan Bikin Kelincinya Jadi Malang! - Kelinci, kelinci yang lucu. Siapa sih yang nggak suka dengan binatang satu ini? Bulunya yang lembut serta image nya yang unyu-unyu membuat kelinci disukai baik orang dewasa ataupun anak-anak.

Nah, sewaktu saya sekeluarga ke Batu Malang kemarin (tahun lalu, maksudnya ✌️), saya juga tidak mau kelewatan jalan-jalan ke Taman Kelinci ini. Jadi saya sengaja selipkan kedalam daftar itenenary yang akan kami sekeluarga  kunjungi. 

Selain dengan pertimbangan letaknya yang dekat dengan Wisata Paralayang yang juga akan kami tuju, harga tiket masuknya yang budget friendly untuk mamak hemat seperti saya. Nothing to lose la~

Gimana nggak murah, waktu itu tarifnya cuma 5 ribu per orang euy! 

Kalau dibandingkan dengan spot wisata yang lain, jelaslah murah ya?  πŸ˜†

Wah, makanya dalam hati saya bilang kalau tempat ini tuh harus harus haruus saya datangi, apalagi tempatnya saya intip di google maps dekat dengan Taman Strawberry,  Omah Kayu, dan Gunung Banyak. Plus, tidak terlalu jauh juga dari tempat kami menginap.

Jadilah, lokasi ini menjadi tempat pertama yang kami datangi di hari kedua perjalanan.


Menuju Plaza Garden Wisata Edukasi Rabbit Field!


Hah? Jadi namanya Plaza Garden Wisata Edukasi Rabbit Field atau Taman Kelinci nih? 😯

Oh, ternyata keduanya sama aja koq.

Nama resminya memang Plaza Garden Wisata Edukasi Rabbit Field, tapi kalau kebetulan kamu pengen kesini dengan mengandalkan Google Maps (seperti saya ini), maka namanya di Maps adalah Taman Kelinci, bukan nama yang satunya. Oke gaes. πŸ‘Œ 


Ngomongin perjalanan menuju Taman Kelinci ini.... 

Sebenarnya sih relatif mudah, nggak banyak belok sana-sini, tapi karena namanya juga area tinggi, jadinya ya banyak tanjakan, dan memang jalannya masih belum terlalu oke juga. Buat saya dan Babanuy yang terbiasa hidup di area yang datar-datar aja alias nggak menanjak, kesini naik sepeda motor bawa anak kecil tuh sensasi 'naik gunung' nya itu lumayan terasa. Apalagi jalannya memang belum diaspal sepenuhnya. 

Tapi buat kami sih suka-suka aja, soalnya di jalan menuju kesini itu melewati perkebunan yang cantiiik 🌱✨ 

Abah, saya, dan Syuna keasikan main tebak-tebakan nama sayur di ladang, jadinya meski sepanjang jalan kurang nyaman ya oke aja. Hehe

#Note: pemandangannya cakeup! 

Kalau pengen dianterin mas-mas Gocar bisa sih, tapi katanya pulangnya tanggung sendiri karena gak ada angkutan keluar, kecuali berjalan kaki dulu keluar menuju jalanan utama yang dilewati angkot yang berjarak kurleb 3 KM. 

Adeuw, alamakjang banget jauhnya ya. Tapi boleh juga kalau stamina kamu bagus dan pengen sekalian olahraga misalnya. πŸ˜„

Tapi kalau bareng keluarga yang ada anggota genk masih anak-anak atau sudah manula, saya sarankan kalau kesini lebih baik naik kendaraan sendiri ya, plus sedia energi yang banyak, alias sarapan dulu karena nanti jalan di lokasinya juga ada area menanjak πŸ˜‰πŸ‘Œ





Ada Apa Aja Sih di Taman Kelinci Batu Ini?

Namanya juga Taman Kelinci, jadi pastinya ada kelinci dong disini 🐰

(ditampol masal pembaca πŸ˜‚) 

Syuna senang banget begitu dikasih tau kalau di taman nanti dia bakalan ketemu dengan kumpulan kelinci, jadi begitu sudah masuk ke area Taman dia langsung berhamburan sambil terus bertanya "Mana Ma kelincinya? Mana Bah kelincinya? Sembunyi kah?" sambil celingukan kanan kiri. hahaha. 

Aduh lucu juga, ternyata kelinci yang dicari cari sebagian bersembunyi di dalam rumah-rumahan dan juga semak yang berada di dalam area Taman Kelinci. Jadi anak-anak (termasuk Syuna) sibuk berlarian mencari kelinci disini.


Mereka pengen ngasih makan buat kelincinya karena saat masuk tadi bisa beli makanan khusus kelinci seharga 5ribu rupiah per gelas. 

Mereka excited banget ngasih makan kelinci, padahal.... 

.... Kelincinya udah kenyang, jadi ogah makan. πŸ˜‚

Halo kelinci! πŸ‘‹ 

Nah, jadi Taman Kelinci ini mengusung konsep taman edukasi di area dataran tinggi. Taman Kelinci Batu ini menawarkan spot yang cocok untuk wisata keluarga (terutama anak-anak) dimana kita bisa berwisata sambil menikmati pemandangan indah dan udara sejuk khas pegunungan. Ditambah lagi dengan spot yang instagramable seperti:

πŸ’•  Kelinci-kelinci lucu di Taman Kelinci
πŸ’• Rumah Kurcaci ala di film The Habbit, 
πŸ’•  Wisata Petik Stroberi, 
πŸ’• Gazebo, 
πŸ’• Pondok Susu Olahan dan Kampong Cafe (kemarin masih coming soon)

Pokoknya disinii tuh bisa unleash your narcism tanpa takut kantong jebol karena per spot foto nggak ada biaya tambahan seperti tempat foto-foto lain (tapi jangan ekspektasi tinggi juga karena yang bayar biasanya pasti lebih bagus). Intinya, kalau sudah kesini siapin baterai hape atau kamera karena kudu  foto-foto. At least motoin kelincinya deh. πŸ˜†

Disini juga disediakan fasilitas umum seperti toilet, tempat ibadah dan area parkir. So, sepertinya untuk fasilitas basic itu sudah tercover dengan baik. 



Oh iya, ini perlu dikasih highlight buat mamak dan abah nih, Kalau anak mau ngasih makan kelincinya harus tetap diperhatikan ya, soalnya kelinci itu giginya lumayan tajam dan bisa nggak sengaja kegigit tangan anak, kayak Syuna kemarin... 😩

Bukan luka yang berdarah-darah sih, tapi pastinya meninggalkan kenangan buruk sama anak tentang kelinci. 

So, jagain anaknya ya! 

Hal lain yang perlu diedukasi pada anak juga tentang bagaimana cara memegang kelinci yang benar, karena pas saya kemarin kesini tuh sebagian ortu diam aja waktu kelincinya ditarik-tarik sama anaknya. Padahal, kelinci itu termasuk binatang yang mudah stress loh! Jadi megangnya juga nggak boleh sembarangan, ada aturan gimana cara megangnya. Sama kaya kucing atau hewan peliharaan lainnya. Raiso suko-suko gitu lho. 

Sebenarnya dari pihak Taman Kelinci sendiri ada ngasih gambar petunjuk bagaimana cara memegang kelinci yang benar di spanduk.


Tapi... 

Ketutupan daun bambu yang tumbuh didekat spanduk dipasang, jadi kalau nggak dekat-dekat nggak bisa dibaca deh. (ini kalau saya ditambah lagi faktor mata yang minus)  Kalau petugasnya kemarin ada sih jelasin caranya pas ditanyain. 

Tapi saya kadung kzl liat ada anak-anak yang seenaknya sama kelinci disini, sementara ortunya sibuk main hape. huhuhu

Semoga bisa jadi masukan buat pihak terkait ya supaya ditingkatkan lagi edukasinya tentang kelinci pada pengunjung. πŸ˜‰

🐰🐰 🐰 


Harga Tiket Taman Kelinci Batu


Yang pengen jalan-jalan kesini jangan lupa menyiapkan budgetnya ya. Harga tiket masuk Taman Kelinci Batu memang tidak terlalu mahal, teman-teman cukup menyediakan:

🐰 Tarif tiket: Rp. 5000,-
🐰 Tarif Parkir Motor: Rp. 2000,-
🐰 Tarif Parkir Mobil: Rp. 5000,-

Itu aja? Iya itu aja. 

Terus makanannya kelinci gimana? 

Oke, jadi Harga Tiket Masuk Taman Kelinci Batu ini tidak termasuk dengan pembelian pakan untuk memberi makan kelinci ya. 

Jika ingin memberi makan, maka teman-teman bisa membeli pakan yang dijual di dalam Taman Kelinci Batu Malang, kemarin saya belinya 5ribu per gelas kecil. Kalau membawa wortel atau pakan sendiri dari rumah saya kurang tahu boleh atau nggaknya, hehe. 


Saran: 

Jangan terlalu banyak beli pakan karena satu gelas kecil itu isinya sudah banyak banget, serius!

Kalau kalian kesini bawa banyak keluarga, bisa deh satu gelas kecil itu share in buat 5-10 orang. Soalnya kasian kan kelincinya kalau sehari ada 50 hari pengunjung (pasti lebih sih hehe) dan ke 50nya ngasih makan segitu banyak. Pasti perutnya penuh. πŸ˜…

Kemarin saya sekeluarga cuma berhasil ngasih kurang dari 1/4 gelas, dan sisanya dibuang ke tong sampah. 

Sayang banget kan beli malah dibuang? Gelasnya gelas plastik pula. 

🐰🐰🐰


Plus dan Minus. 


Oke, jadi saya mau bikin kesimpulan perjalanan saya kesini kemarin beserta  beberapa plus dan minusnya. Barangkali bisa jadi bahan pertimbangan kalau mau kesini :

(+) positif:

πŸƒUdaranya segar, pemandangan cakep.

πŸƒ Lokasinya relatif masih sepi di jam-jam tertentu, enak buat family time.

πŸƒ Instagramable, lokasinya enak dan cocok buat berfoto sendirian maupun bersama keluarga.

πŸƒ Tiket masuknya murah meriah!

πŸƒEdukatif, bisa banyak tahu soal kelinci apalagi kalau ada yang ngejelasin atau bisa diberondong pertanyaan.

πŸƒAda warung yang menjual makanan di sekitar Taman, jadi nggak lapar-lapar banget. Makan mie rebus plus teh es pas laper juga oke kan? πŸ‘Œ

πŸƒ Lokasi dekat dengan beberapa tempat wisata lainnya, jadi sekali berangkat bisa ke tempat lainnya. Asalkan matang-matang dihitung supaya tidak kehabisan waktu kunjungan ya! 😊 

(-) Poin negatif :

⛰️ Tempat untuk beristirahat sangat kurang, nggak sesuai dengan pengunjung yang banyak. 😒

Kalau sendirian sih nggak apa-apa. Tapi kasian anak dong kalau sempat kepanasan karena tempatnya nggak cukup dan harus berdiri karena tempat duduk penuh. Kalau gendong juga pegel.

⛰️ Lokasi penjual makanan dan minuman di luar area Taman Kelinci. Mungkin niatnya supaya nggak mengotori ya? Positifnya sih disuruh bawa air minum sendiri nih kayaknya, ngurangin sampah. 

LOKASI

🚩Taman Kelinci ini terletak di perbatasan antara Malang dengan Kota Batu, tepatnya di Desa Pandesari, Kec. Pujon, Kota Batu, Malang, Jawa Timur. 

πŸ•’ Jaraknya dari pusat kota Malang kurang lebih 35 KM dan bisa ditempuh dalam kurun waktu setengah jam.

✔️ Lokasinya dekat dengan dari spot wisata Omah Kayu-Paralayang Gunung Banyak. Bisa sekalian mampir laa kesana kemari. πŸ˜„

Nah, apa teman-teman tertarik buat jalan-jalan ke Taman Kelinci ini? 

Custom Post Signature

Custom Post  Signature