Thursday, May 25, 2017

[REVIEW] Lactacyd Herbal, Rahasiaku Menjadi Apapun yang Kumau




Menjadi seorang Ibu di usia muda adalah sebuah hal yang nggak pernah terbersit sebelumnya dipikiranku, jangankan menjadi Ibu, dulu menikah pun hanyalah sebuah mimpi bagiku.

Apa pasal? Dulu aku adalah tipe weirdo nan introvert, teman-temanku bahkan bilang kalau aku pasti berada diurutan buncit untuk urusan pernikahan.

Waktu itu aku super kucel, bedak cuma punya bedak bayi, itu juga awet karena sering lupa dipakai, hihi. Kadang-kadang talcum hasil praktikum juga diembat  kalau stok bedak sudah menipis.

Kalau dipikir-pikir ya memang ucapan mereka beralasan, iya kan? mana ada lelaki mau sama wanita slengean macam aku waktu itu :(

Tapi, nggak disangka-sangka, yang namanya pernikahan itu merubah segalanya.
Seseorang yang singgah ternyata memutuskan untuk tinggal selamanya,

Diberikan kesempatan untuk menjadi Istri dan juga menjadi Ibu adalah sebuah kebahagiaan yang tak ternilai. Dan bila ditanya apa peranku sebagai wanita saat ini, jawabanku singkat saja : Menjadi Ibu untuk anakku dan Menjadi Istri untuk mendampingi suami.

Daaan, menjadi Ibu dan Istri yang baik tenyata bukan perkara mudah! Hahaha… salah besar kalau dikira gampang.

Saturday, May 20, 2017

Kenangan Manis Dalam Segelas Minuman Herbal


Kalau biasanya di drama itu tokoh utama bertemu karena nggak sengaja bertabrakan dan jatuh cinta di pandangan pertama, maka untuk kasus saya pertemuan kami diawali dengan pencarian obat.

Yups, pertemuan kami diawali dengan seorang pak mantri yang sedang mencari obat. Dan bukan sembarang obat, yang dicari adalah obat yang berkhasiat sebagai hepatoprotektor.

Oh, Hepatoprotektor? Apa itu?

Hepaprotektor berasal dari bahasa latin Hepar yang berarti hati/liver dan protektor yang berarti pelindung.
Singkatnya, Hepatoprotektor adalah pelindung hati.

widiiih... keren-keren artinya syahdu amat yaaa... Hihi.

Jadi ceritanya begini...
Pada suatu malam, pak mantri (sekarang udah jadi pak suami) kebetulan mampir ketempatku bekerja sepulang dinas dari rumah sakit buat nyari obat.
Iya pals, obat hepatoprotektor yang tadi itu ^^

Naaah, kalau udah nyari obat yang berfungsi sebagai hepatoprotektormaka salah satu yang paling sering digunakan dalam dunia medis adalah Temulawak. So, waktu itu saya kasih dia tablet ekstrak temulawak (curcuma tablets) deh.

Malam itu adalah pertemuan singkat yang akhirnya membawa kami lebih dekat, dan sampai akhirnya menikah.
Yaa... meskipun waktu itu dunia nggak langsung berwarna merah jambu dan semua orang ngontrak karena seisi dunia punya kami berdua, kami selalu mengenang si hepatoprotektor, Temulawak, yang menjadi alasan kenapa kami berdua bertemu, dan seperti fungsi si Temulawak tadi itu, alasan kami menemukan hepatoprotektor kami.

Makanya kalau ingat temulawak, pak suami langsung cengar-cengir.
Hmm... ketahuan kan kalau niatnya waktu itu bukan cuma pengen beli itu doang, tapi ada tambahan kalau lagi modusss. Mau ngetes saya kali ya, kali aja nggak tau hepatoprotektor itu apaan :D (padahal taunya pengertian itu doang sih, hahaa... )

Pokoknya, herbal Temulawak itu punya 'kenangan' tersendiri buat kami berdua.

Ngomongin Temulawak ini nih, selain membawa kenangan manis, dia juga menyimpan buanyaaak banget manfaat lho!

Yuk kita cari tahu ^^




SEKILAS TENTANG TEMULAWAK


Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) adalah tumbuhan obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (family Zingiberaceae). Tanaman ini merupakan salah satu tanaman asli Indonesia dan Malaysia yang sudah lama menjadi bagian dari pengobatan tradisional.

Temulawak terbukti memiliki berbagai aktivitas hayati seperti anti inflamasi, penyembuh luka, dan menurunkan kadar kolesterol, Temulawak juga memiliki sifat antioksidatif karena mengandung senyawa kurkumin, yang telah terbukti menghambat pertumbuhan sel kanker seperti kanker kulit atau payudara,

Selain itu Temulawak juga memiliki khasiat yang lain, misalnya :

• Menderaskan ASI (lactagoge)
• Menangkal radikal bebas (Antioksidan)
• Temulawak bersifat Hepatoprotektor, Temulawak digunakan untuk mengobati radang hati (Hepatitis) 

Zat Kurkumin juga memberikan manfaat sebagai Anti Inflamasi (anti radang) dan Anti Hepatotoksik (anti keracunan empedu) yang sangat berguna untuk melindungi kesehatan hati (liver).
Sebagai obat kimia, bisa dibilang Termulawak merupakan pilihan paling baik, dibandingkan dengan obat lain yang menimbulkan efek samping. ^^


Huwaaa...  khasiatnya bejibun euy, bikin mupeng!

Khasiat Temulawak yang awalnya cuma ilmu turun-temurun (empiris) itu juga sudah dibuktikan melalui riset ilmiah dan juga diuji laboratorium. Nggak heran kalau bahkan Presiden RI, Bapak Joko Widodo aja udah 17 tahun rutin minum jamu Temulawak. Bisa jadi ini dong rahasia Bapak Presiden selalu sehat walafiat blusukan kesana sini :D

Dari Mama, aku juga sudah membuktikan salah satu khasiat Temulawak yaitu untuk mengobati maagh, iya, dulu Mama pernah terkena maagh yang sangat parah, bahkan sampai berbulan-bulan dirawat di Rumah Sakit karena asam lambung yang tidak stabil.

Mama berobat kesana kemari dan konsultasi ke berbagai dokter, mulai dari dokter umum sampai spesialis, bahkan saking parahnya pernah dirujuk ke RS besar di Banjarmasin.

Sampai akhirnya beliau memutuskan untuk mulai beralih ke pengobatan alami. Hal itu dikarenakan obat-obatan modern yang didapatkan dari dokter tidak menunjukkan hasil memuaskan meskipun sudah bertahun-tahun di ikhtiarkan.

Selain itu, beliau juga tidak tahan karena obat yang disuruh minum sangat banyak, beliau khawatir obat-obatan kimia itu akan berpengaruh buruk pada ginjal.

Mama pun mencari tahu tentang Temulawak dari buku-buku, kalau nggak salah dulu itu rujukan beliau buat bikin ini itu buku karya Prof.Hembing Kusumawijaya :D

Alhamdulillah berkat menjaga pola makan serta rajin minum rebusan Temulawak, maagh beliau sekarang sudah sembuh total ^^

Makanya, kalau ingat cerita itu saya jadi terpana sendiri, nggak nyangka kalau ternyata manfaat si rimpang Temulawak itu bisa mengalahkan obat-obatan modern yang harganya ratusan kali lipatnya.

Mungkin karena itu saya jadi ikut-ikutan kebiasaan Mama minum rebusan Temulawak untuk menjaga kesehatan, terakhir saya rutin minum jamu Temulawak pas awal menyusui Syuna di 6 bulan pertama karena manfaatnya sebagai Lactagoge (pelancar ASI).

Waktu itu bikinnya juga rada repot, mesti pakai panci dari tanah liat buat merebus supaya alami, jugaga mesti ikhlas kuning-kuning dulu tangannya kalau lagi motong rimpang Temulawak. :D

3 Alasan  Saya Minum Sari Temulawak

1. Sehat
Karena terbuat dari herbal maka pastinya efek buruknya minimal.

Kalau buat minuman segar pas nongkrong sama keluarga menurut saya sih mendingan beli minuman herbal seperti Temulawak ini, sekaligus melestarikan tradisi jamu bangsa kita ^^

3. Enak
Saya sering kesulitan menambahkan gula buat bikin jamu Temulawak sendiri, soalnya nambahin gulanya suka sambil bercermin, kan jadinya kemanisan, uhuk.

Ya pokoknya gitu, karena meraciknya pakai insting doang, jamu Temulawak homemade rasanya mesti dikoreksi berkali-kali sampai benar-benar enak. Kalau rajin dan punya banyak waktu mungkin bisa dikerjakan dengan baik.

4. Mudah didapat
Temulawak ini tersedia di pasar tradisional, jadi gampang nyarinya :)


🍀🍀🍀

Mendekati bulan Ramadhan, sepertinya perlu nyetok Temulawak nih buat minuman takjil setelah seharian berpuasa, rasanya segar dan sehat pastinya karena punya banyak khasiat dari ujung kaki hingga ujung rambut.

Kalau kamu, ada punya kenangan tentang Temulawak juga nggak? :D

Wednesday, May 17, 2017

4 Penyebab Kenapa Tulisan Saya Nggak Selesai-selesai



Saya pernah membaca sebuah nasehat random di sebuah buku, katanya, kalau kita terpikirkan suatu ide, maka tulislah segera sebelum ide itu hilang.

Waktu pertama kali membacanya saya merasa, wow, benar nih!
Sejak saat itu saya jadi menerapkan hal yang sama, begitu ada ide yang muncul, maka saya bakalan langsung nulis di notes smartphone.

Harapannya ide-ide brilian yang muncul (meski kata orang gak brilian, haha!) langsung bisa dieksekusi menjadi tulisan yang utuh.

Tapi ternyata nggak mudah, karena kepala saya selalu penuh dengan ide, mulai dari yang pantas ditampilkan di blog sampai dengan ide yang orang-gak-perlu-tau-saya-mikir-beginian.

Dan begitulah, dari kebiasaan menelurkan ide di catatan dan juga draft yang lahir sehari bisa sampai 4x itulah saya belajar beberapa hal kenapa tulisan saya itu nggak selesai-selesai dan juga kenapa saya malah jadi nyampah di draft blog, bukannya jadi produktif.

Sengaja saya tulis buat bahan pengingat buat diri sendiri juga nih, karena belakangan semangat sudah mulai kendor :)

Nggak banyak-banyak sih, yang paling sering bikin saya lambat bikin blogpost itu cuma ada 4 poin:

1. Pas nulis sekali jalan jadi editor.

Ini sering banget, nulis satu kalimat, terus edit lagi, nulis satu paragraf, terus edit lagi.
Pokoknya baru dua kali tanda titik terus pas baca ulang lagi, masih berasa ada melulu yang kurang. Edit lagi. ckckck...
Nulis barengan jadi editor nih, salah satu biang keladi kenapa tulisan saya nggak selesai-selesai.

Ternyata solusinya gampang: tulis aja terus ide-ide yang ada, nggak usah dulu mikirin pas atau nggak, nggak boleh ada interupsi, nggak boleh ada pikiran 'eh, kayanya yang tadi salah', pokoknya lanjut aja terus. Habis nulis baru diedit lagi.
Kaya kata Brili Agung, pakai baju penulis dulu, habis kelar baru pake baju editor. 

2. Nggak punya target

Meskipun nulis di blog ini masih kategori suka-suka, tapi ternyata harus tetap ada target lho, mesti ada batasan waktunya.
Kalau nggak ada due date, dijamin mirip kaya pepatah: bersenang-senang dahulu, ngerjain draft kemudian, alias tulisan stay di tempat. HAHA

Target saya sekarang mau bikin minimal 2 blogpost seminggu, maunya, moga-moga bisa TDOP (two day one post) juga, pengen sekalian naikin DA yang jeblok :(

3. Nyari mood.

Alasan nomor 836251, menulis perlu mood. Maka dengan alasan nyari mood inilah saya membuka youtube, instagram, twitter, dan kemudian melanglang buana mencari mood yang hilang itu.
Ketemu? Boro-boro. yang ada malah keasikan maen sosmed, ngestalk akun gosip. Heu.

Pokoknya sekarang harus belajar membangun mood supaya selalu bagus dan enerjik, bahkan bila jelek harus bisa disalurkan buat nulis juga. Semangaat!

4. Keasikan mengurus rumah.

Anak usia 2 tahunan udah mulai bisa diajak ngobrol sederhana, udah bisa diajak maen smack down manja, dan juga sudah mulai nggak bisa ditangkap kalau udah lari di luar rumah.

Berapa usia Syuna?
2 tahun. Jadi dia kerjaannya lari. ketawa-ketiwi, ngajakin becanda, kalau dicuekin marah, tapi marah ternyata kadar imutnya meningkat, ih, jadi bayi mah enak ya, penguasa mutlak.
Emak jadi geregetan terus goler-goler nemenin bayik, separoh kerjaan sudah dirapel pagi juga kan, eh malah keasikan, nggak terasa udah siang, jam pulangnya paksu udah dekat, emak belum masak!

Nggak usah ditanya lagi habis itu ngapain, loncat dari kasur langsung jadi chef dadakan, habis masak-masak dan makan siang bersama lanjut ngemong batita lagi. sambil ngepel lantai bekas makan bersama tadi, lanjut angkat jemuran yang sudah kering, lipat-lipat (kalau lagi mood, kalau nggak ntar aja), beresin rumah lagi, period.

Oh, I love my life. So much. *cium barbar pipi batita*

Kalau yang ini solusinya cuma satu kayanya, membagi waktu. Berhubung tugas rumah sebagai prioritas utama nggak mungkin digeser-geser, maka kegiatan ngeblog mesti diletakkan dijam midnight atau subuh sekalian, tepatnya saat Syuna udah bobok ^^

***

Sebenarnya kalau dilihat-lihat sederhana ya penyebab kenapa tulisan saya nggak selesai tepat waktu, tapi sederhananya itu yang bikin nggak sadar.

"ih, ngapain aja sih kok nggak sempat blogwalking?",
"ih, kok kamu nggak update tulisan juga, kan banyak waktu dirumah, nggak kerja setiap hari
."

Hmmm... *hening, nggak bisa jawab. wkwkk*

Makanya, saya juga ikutan terpacu nih, karena banyak bunda blogger yang terus aktif menulis dan bahkan kalau liat sederet list prestasi mereka, mata jadi pink amor-amor, mereka meraih hal itu meski dirumah ada bayi, meski sambil mengurus 2, 3, 4 anak usia aktif, meski sesudah bekerja seharian jam 7-5 sore, meski... badai menghadang *nyanyi bareng Ada band.

Makanya, saya mau menjauhi 4 penyebab tulisan saya nggak selesai, menjadi lebih produktif.

S-E-M-A-N-G-A-T!


Wednesday, May 10, 2017

5 Tips Kulit Sehat Jepang A la Chizu Saeki

5 Tips Kulit Sehat Jepang A la Chizu Saeki - Sehabis nonton beberapa dorama yang dibintangi oleh Ishihara Satomi beberapa bulan yang lalu, saya jadi suka ceka-ceki soal Japanese skincare routine di youtube, nyari-nyari gimana tahapan skincare mereka, cara mereka cuci muka, atau kebiasaan makan mereka. Pokoknya yang berkaitan dengan kulit mereka lah.

Habisnya, saya terpesona dengan kulitnya Ishihara Satomi yang benar-benar tampak sehat alami di dorama itu, dia sukses bikin saya jadi penasaran sama bagaimana para wanita Jepang merawat kulit mereka. 
Kok bisa ya, tampak bare face tapi sekece itu... 😕

Dan setelah saya perhatikan nih ya, ternyata selain karena faktor genetik dan gaya hidup mereka yang sehat (sushi, rumput laut, teh hijau dan teman-temannya), saya baru tau dong kalau mereka punya metode-metode unik agar kulitnya ternutrisi!


tips cantik jepang, alasan kulit wanita jepang cantik
siapa? kembaran.
*dilempari botol*

Nah, Dari banyak metode yang ada, ada salah satu metode yang paling gampang diadaptasi ke skincare rutin saya, namanya adalah CSM alias Chizu Saeki method.

Hmm... metode Chizu Saeki?
Siapa pula itu? Maen dorama apa? Kok saya gak pernah denger?

Kalau kamu belum tahu, kenalan dulu yuk!

Chizu Saeki bukan aktris jepang, tapi seorang skincare guru, dan juga bukan skincare guru biasa karena beliau sudah berusia 74 tahun.

She is legend. Dimana lagi kamu ketemu oma-oma secakep ini coba? Dimana? 

tips cantik jepang, tips cantik chizu saeki, chizu saeki method
Chizu Saeki


Pada tahun 2009, Chizu Saeki menulis sebuah buku yang berjudul The Japanese Skincare Revolution yang sukses mempopulerkan metode CSM tadi.

Oh iya, Chizu Saeki sebelumnya sudah pernah bekerja di brand kosmetika ternama seperti Guerlain dan Dior selama kurang lebih 30 tahun, jadi nggak perlu diragukan lagi kalau beliau dipanggil sebagai skin expert :D

tips cantik jepang, tips cantik chizu saeki, chizu saeki method
The Japanese Skincare Revolution

Sejak buku The Japanese Skincare Revolution yang laris manis itu, beliau sudah menulis sekitar 26 buku tentang skincare di Jepang, dan bukan cuma itu, 'oma' Chizu Saeki juga mengisi berbagai show di TV, membuka salon dan juga menulis di majalah. 

Wah, meski berusia senja tetap cantik dan produktif ya? :D

Nah, ada beberapa tips sederhana dari bukunya itu lho yang bisa kita adaptasi ke rutinitas kita, diantaranya:

1. Selalu positive thinking dan merasa gembira!

Chizu Saeki selalu tersenyum, dan beliau percaya kalau pikiran yang jernih dan jauh dari rasa gegana adalah kunci menuju awet muda. Poin ini menurut saya sih benar ya, soalnya pikiran kita mempengaruhi kondisi kulit.

Buktinya nih, kalau kita lagi stress, biasanya tiba-tiba jerawatan kan?

Baca juga: Berstatus Menikah, Apakah Harus Berdandan Menor?

2. Gunakan tanganmu untuk merawat kulit.

Dengan catatan, tangannya sudah bersih. Kalau tangan yang dipakai itu kotor, percumalah usahanya qaqa :(

Jadi dibuku beliau ada yang namanya Lymph nodes massage, yaitu pijatan yang berfungsi untuk memaksimalkan kerja kelenjar limfatik, nah kalau dilihat secara biologis limpa ini berkaitan dengan kemampuan menetralisir toxin dalam darah, makanya kalau rajin melakukan lymph nodes message ini tubuh kita bisa maksimal menetralisir toksin, sehingga tubuh lebih sehat dan kulit lebih mulus! Masuk akal~

tips cantik jepang, tips cantik chizu saeki, chizu saeki method
Titik pijak Lymph nodes

3. Thinking about hot guys (???)

Sungguh, dari semua anjuran dari beauty consultant, tips yang satu ini rada nyeleneh. hahaha
Tapi okelah, hot guy sudah ada dirumah kok. Nggak perlu mikirin hot guy yang lain-lain lagi.

Atau paling-paling saya melipir bentar nonton dramanya Gong yoo sama Park Hae Jin ^^
Nggak main mystic messenger, sudah lama tobat sama 2D, beneran.

Baca juga: [Review] SenZues Hydra Firm, Lotion Bebas Paraben dan SLS

4. Lotion mask!

Nah, ini dia intinya!
Kelembapan kulit itu sangat penting, makanya Chizu Saeki memakai teknik SCM ini untuk mengunci lotion kedalam kulit agar kulit selalu terhidrasi setiap saat.

Caranya sendiri sebenarnya cukup gampang, yaitu dengan menggunakan cotton pad yang sudah dibelah hingga tipis dan direndam dalam lotion sebagai masker wajah selama kurang lebih 3 menit pada siang atau malam hari sebelum tidur.

Oh iya. setelah selesai lotion mask maka tahapan skincare bisa dilanjutkan seperti biasa  ^^


tips cantik jepang, tips cantik chizu saeki, chizu saeki method
Pijat muka

Yang perlu diperhatikan bahwa lotion di Jepang itu biasanya lebih kental dan lembab daripada toner ditempat kita, meskipun kalian tetap bisa melakukan Chizu Saeki Method (CSM) dengan toner biasa, hasilnya akan lebih maksimal bila kamu melakukannya dengan lotion yang memang made in Japan :)

Ah, kalau melihat mukanya oma sih, pastinya ngiler nanti mau tua tetap cantik dan inspiratif gitu ya?
Jadi endingnya gimana nih, habis membaca artikel ini apa kamu mau praktekin 5 Tips Kulit Sehat Jepang A la Chizu Saeki ini?

Kalau iya, hati-hati ya bagian yang nomor tiga :D




Custom Post Signature

Custom Post  Signature