Kamis, Juli 06, 2017

Saat Si Kecil Terjatuh dari Tempat Tidur

anak terjatuh dari tempat tidur, bayi jatuh terlentang, bayi jatuh dari tempat tidur posisi tengkurap, bayi jatuh dari tempat tidur posisi terlentang, bayi jatuh terbentur kepala, pengalaman bayi jatuh dari tempat tidur, bayi jatuh dari tempat tidur kepala benjol, bahaya anak jatuh kepala belakang, bayi jatuh dari tempat tidur muntah

Saya masih ingat bagaimana rasanya pas pertama kali menemukan Syuna saat masih usia 3 minggu jatuh ke samping tempat tidur, perasaan panik luar biasa dan ketakutan yang seketika menyergap. Waktu itu saya langsung merasa guilty habis-habisan, merasa marah dan kecewa. Merasa jadi ibu paling jahat sedunia, merasa lengah, merasa inilah-merasa itulah, jadi bad mom lah pokoknya.

Ya ya ya,  terdengar super lebay, tapi memang begitulah perasaan saat itu.

Bahkan saya yang saat itu notabene tukang molor -nggak bisa ketemu bantal langsung tidur- malam itu mata saya tahan melek nyaris semalam. Saya terjaga sampai subuh datang, menghabiskan waktu dengan menyalahkan diri sendiri.

Nggak puas marah-marah sama diri sendiri, saat itu saya juga menumpahkan rasa panik dengan marah-marah dengan suami, kok bisa dia nggak sadar gerakannya saat tidur itu mengganggu bingit sampai anaknya yang masih bayi unyu bisa jatuh. Kok bisa-bisanya sih abah???
*banting breast pump*

Bukan marah-marah beneran sih karena saya sadar diri kalau saya tidur juga sering mimpi jadi Tsubasa, lagian waktu itu dirumah mertua. Yakali ngomel-ngomel sama suami. Hahaha.

Oh iya, gara-gara saya melampiaskan perasaan, suami juga waktu itu merasa bersalah, tapi saya nggak marah heboh lah,
Saya cuma melampiaskan kemarahan saya dengan 2 kata singkat sama paksu dengan muka super jutek dan nada ketus, dua kata penuh penekanan dan perasaan yang meluap-luap.

"KAN, MAKANYA" 

anak terjatuh dari tempat tidur, bayi jatuh terlentang, bayi jatuh dari tempat tidur posisi tengkurap, bayi jatuh dari tempat tidur posisi terlentang, bayi jatuh terbentur kepala, pengalaman bayi jatuh dari tempat tidur, bayi jatuh dari tempat tidur kepala benjol, bahaya anak jatuh kepala belakang, bayi jatuh dari tempat tidur muntah
Ya kira-kira seperti ini.

Saya masih ingat muka paksu waktu itu yang pasrah dan super menyesal, ya apa boleh buat sih, sama-sama kurang tidur ini yakan. Hehe

Tapi ya mau gimana lagi juga, emosi saya meledak, rasa bersalah-rasa marah-rasa sedih-rasa panik, semuanya campur aduk, dan BOOM!
Cuma ada satu subjek yang bisa menjadi sasaran disitu, yaitu suami. 
(Maafken kelakuan saya yeeee bah, hohohoo...)


Wah, jatuh nih, sakit pasti ya?

Kepalanya gimana nih? Benjol nggak?

Nanti ganggu perkembangannya nggak? Mesti kedokter nggak? 

Mesti dirontgen nggak sih ini? Gimana kalau bla bla bla
DLL DST DSB. 

Judge me lah kalau lebay, mama baru ini panikan luar bisa memang, sampe sana cobak mikirnya, jauuuuuh banget, macam salah klik tombol reaktor nuklir.

Oh iya, kronologisnya belum cerita ya, jadi gini... Malam itu habis Syuna jatoh dari tempat tidur, tangis Syuna pecah, nangisnya itu lebih kencang daripada biasanya. Mendengar itu, Nene pun langsung ribut dan keluar dari kamar beliau menuju ke kamar kami, takut cucunya kenapa-napa.

Saat itu kami orang tua baru, beliau nenek baru. Sama-sama parnoan. wkwkwk. 

Tapi kami nggak mungkin bikin ribut satu rumah dong tengah malam gitu, segan euy. Jadi kami bilang aja gapapa.
Ne, Kek, nggak ada apa-apa, semuanya oke!

Padahal waktu bilangnya itu jantung kami berdua masih berdegup kencang bagaikan genderang mau perang. Sok rileks deh, pake acara bohong-bohong dikit.
Bukannya apa-apa yee, menghindari bapak mertua tensinya naik doang kok. 

Begitu Nene kembali lagi ke kamar dan suasanya sunyi lagi, kami langsung ngecek lagi gimana posisi jatuh Syuna. Hmmm... untungnya karena alasan kamar jarang ditempati dan juga kondisi luka episiotomi saya waktu itu belum sembuh, jadi waktu itu kami nggak tidur diatas ranjang yang tinggi.


Tempat kami tidur cuma springbed biasa, kalau dihitung jarak dengan lantai kira-kira setengah jengkal. Selain itu lantai kamar dirumah Nene dari kayu dan Syuna juga tidur di tempat tidur bayi khusus, jadi waktu dia jatuh sebenarnya juga dia masih dalam berposisi terbaring ditempat tidurnya itu, nggak langsung menyentuh lantai.

Ibarat motor, dua roda depannya amblas, jadi tempat tidurnya miring dan dia ikut-ikutan jadi berbaring 45 derajat ke lantai.

Kayanya nggak sakit sih, tapi terkejutnya itu pasti, wong biasanya kan digendong selalu posisi princess yang super pewe.

Untuk mencegah kejadian itu terulang, sejak malam itu Syuna tidur ditengah-tengah kami, nggak ada pelukan pasutri sebelum tidur lagi karena kami berdua sama-sama jadi trauma peristiwa bayi jatuh, kami lebih ikhlas buat skip aktivitas cuddling daripada mesti mengulang perasaan guilty.

Selesai? beres! Ya habis itu suasana kemudian menjadi tenang dan kondusif sih.

Tapiii... Emang udah takdir kali ya, suasana tenang nggak berlangsung lama karena menjelang Syuna bisa merangkak, entah kenapa dia mewarisi watak tidur emaknya waktu kecil yang mirip gasing, nggak bisa diem. Pas tidur kepala pada tempatnya di bantal, pas bangun- bangun besoknya udah berputar 360 derahat, Illaho robbi  

Dan akibatnya ya gitu deh, usia 3 bulan dia akhirnya jatuh lagi, namun kali ini dari ranjang di rumah kami yang lebih tinggi.


Ah, intinya sejak peristiwa jatuh-jatuh itu kami nggak mau resiko lebih besar lagi.
Iya, kemaren pertama kali jatuh cuma 45 derajat diatas box tidur, kemudian jatuh kedua dari atas ranjang ke lantai kayu, nah jadi parno siapa tahu ada peningkatan negatif nanti jatuh diatas lantai yang semen ><

Makanya habis itu kami modal sedikit buat beli bed tipis supaya Syuna yang aktif tetap bisa bermain di bawah dan kalo bisa bobok juga dibawah nggak mesti ke atas ranjang, kalo nggak salah kemaren harganya sekitar 200 ribu, yang murah itu loh, isinya nggak kapuk tapi kain perca. Jadi emang kurang empuk sih kalau buat bobo, tapi ya nggak papa lah.
Demi, demi.

Apa aja yang perlu diperhatikan saat bayi jatuh sih, dari yang kubaca-baca gini~

DON'T PANIC!

Perhatikan posisi bayi dulu, perlu diketahui kalau kepala bayi under 2yo masih mostly tulang lunak terlebih di ubun-ubunnya, tulang lunak ini punya meredam efek benturan, jadi katanya emang beda sama tulang kepala kita-kita yang udah tuwir ini. Subhanallah ya, emang desainnya dari sono udah gitu.

EH, jadi perlu di CT scan nggak tuh? 
Sebaiknya perhatikan dulu aktivitas anak max 3x24 jam, atau paling nggak 12-24 jam, jangan terburu-buru dulu lah. Scan itu pakai sinar-sinar gitu ya, padahal beberapa lapisan rontgen sebenernya kan juga punya efek radiasi yang nggak bagus buat anak. Huhu...

Kesuburan misalnya, yang pria dewasa aja kalau terpapar sinar rontgen bisa pengaruh ke kualitas sperm, nggak tau lah yang bayi belum sempurna pertahanan tubuhnya. Tapi saran saya sih kalau nggak darurat nggak usah aja.

Tapi gimana pun juga bukan berarti anti ke rumah sakit juga, kalau udah urusan benturan kepala emang jangan disepelekan ya, bahaya!
Pertama karena dikepala kan ada otak, pengatur segala-gala-galanya, perlu banget tahu gimana tanda-tanda kalau ada yang salah pasca benturan kepala pada anak.

Kalau ada tanda-tanda begini, langsung cuss IGD yo mas & mba:
  • Anak terus-menerus menangis sampai berjam-jam.
  • Lemas & muntah-muntah (bukan karena makanan).
  • Kehilangan kesadaran atau mata tidak fokus. (Habis nangis emang kadang suka capek terus tidur tapi ya)
  • Nggak seimbang (disorientasi).
  • Ada satu pupil mata yang membesar.
  • Anak jadi tidak responsif, susah dibangunkan, atau malah nggak bisa dibangunkan (!!!)
Nah, kalau ada satu atau beberapa tanda diatas langsung aja hubungi dokter atau langsung ke Instansi gawat Darurat. In case, penolongan pertama secepat mungkin pasti bisa meminimalisirkan efek yang ada (kalau emang ada).

anak terjatuh dari tempat tidur, bayi jatuh terlentang, bayi jatuh dari tempat tidur posisi tengkurap, bayi jatuh dari tempat tidur posisi terlentang, bayi jatuh terbentur kepala, pengalaman bayi jatuh dari tempat tidur, bayi jatuh dari tempat tidur kepala benjol, bahaya anak jatuh kepala belakang, bayi jatuh dari tempat tidur muntah
sumber: twitter @KeluargaKitaID

Kalau Syuna kemaren jatuh kedua kali itu ada benjol dikiiit banget, cuma dioles minyak kayu putih doang aja tapi, Alhamdulillah nggak papa, jatuh ya jatuh aja gitu, nangis bentar terus ketawa lagi.
Ya namanya anak bayi masih belum bisa dikasih tau gimana yang bener kan :D

Tapi kalau buat anak berikutnya nanti (ehemmmm...) pastinya udah punya pengalaman dong, nggak lagi-lagi deh kejadian serupa terulang, no more guilty and apologize all night long.

Ada tips-tipsnya supaya anak bisa ditinggal sementara dalam waktu singkat kalau emang ada keperluan yang sangat mendesak, sebut saja misalnya pengen pup, nggak mungkin di delay macam pesawat kan? Pake 3 tips ini aja~

1. Alihkan pake mainan favoritnya atau diajak nonton youtube pakai kartun menarik. mode offline lebih direkomendasikan, atau download sekalian. Kalau darurat bayi boleh kok maen smartphone yha.

2. Buat perisai dgn bantal guling. As always, tiap kali pengen keluar sebentar misalnya ke dapur buat mematikan kompor habis teko rebus sudah berbunyi saya pasti menerapkan barikade bantal guling ini, meskipun bayi tidur dengan posisi yang membuat kita mikir dia-nggak-mungkin-gerak-kesini, harus teteup lah.
Syuna jatuh yang kali kedua itu gara-gara ditinggal ke kamar mandi sebentar tanpa barikade soalnya :(
anak terjatuh dari tempat tidur, bayi jatuh terlentang, bayi jatuh dari tempat tidur posisi tengkurap, bayi jatuh dari tempat tidur posisi terlentang, bayi jatuh terbentur kepala, pengalaman bayi jatuh dari tempat tidur, bayi jatuh dari tempat tidur kepala benjol, bahaya anak jatuh kepala belakang, bayi jatuh dari tempat tidur muntah


3. Railguard. Dua tips diatas bekerja maksimal pada bayi yang masing belajar buat bolak-balik badan, kalau misalnya bayi udah mulai tengkurap dan merangkak, sebaiknya lebih aware lagi, paling nggak pake Railguard, atau dimasukin dalam baby box sekalian.

anak terjatuh dari tempat tidur, bayi jatuh terlentang, bayi jatuh dari tempat tidur posisi tengkurap, bayi jatuh dari tempat tidur posisi terlentang, bayi jatuh terbentur kepala, pengalaman bayi jatuh dari tempat tidur, bayi jatuh dari tempat tidur kepala benjol, bahaya anak jatuh kepala belakang, bayi jatuh dari tempat tidur muntah
sumber: lelong.my
Supaya apa? supaya dia nggak jatuh, untuk sementara doang ya.
Ditinggalnya jangan lama-lama, ntar dikira bayinya aman terus bisa ditinggal ke pasar nyari bahan MPASI, jangan dong ah. hehe.

Nah, itu aja pengalamanku soal bayi terjatuh dari tempat tidur dan beberapa poin penting yang kupelajari dari peristiwa itu. Nggak banyak sih, tapi siapa tau berguna. hehe

Kalau kamu, punya pengalaman seputar bayi jatuh juga nggak?

32 komentar on "Saat Si Kecil Terjatuh dari Tempat Tidur"
  1. Anak saya malah ampek sobek mulutnya Mbak jelang lebaran kemarin. Saya nangis batin. Ngempet banget, agar airmata jangan sampek jatuh. Soalnya sedang di rumah mertua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mesti kuat y mba :') sekarang gimana? Semoga anaknya baik-baik aja ya...

      Hapus
  2. hihihi.. kyknya tiap anak bakal pernah mengalami yang namanya jatuh ya.
    untung dah dapat ilmunya agar tetap waspada tanpa panik saat bayi jatuh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mesti ditulis mba, spy ilmunya gak ilang. Hihi

      Hapus
  3. Jadi ingat awal anak jatuh dari tempat tidur, paniknya luar biasa, Deg2an. Eh tetap aja jatuh dari tempat tidur sampai tiga kali. Hahhaha
    Alhamdulillah nggak papa. Jangan panik ya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaha yang pertama kali itu selalu bikin deg-degan y mba :D

      Hapus
  4. iya bener.. aku juga akhirnya tempat tidurnya nggak pakai base untuk mengantisipasi agar kalau jatuh nggak terlalu tinggi anaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang harus diantisipasi duluan ya...

      Hapus
  5. kayaknya setiap orang pernah ngalamin jatuh dari tempat tidur.

    kalau bayi, memang resikonya jauh lebih besar karena masih dalam proses pertumbuhan. makanya harus pakai pembatas ya min bantal guling :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes, yg tua juga kadang bisa jatoh yhaaa :p

      Hapus
  6. Wah jadi teringat saat anak2ku dulu pernah jatuh dari tempat tidur ketika mereka masih bayi. Tapi ya mbak, katanya tuh yang namanya jatuh begitu kayaknya tiap bayi pasti mengalami deh entah kenapa ya hehehe... yang penting bayi itu menangis, sebab kata dokter kalau ga nangis justru dipertanyakan. Tks infonya ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba, kalo nggak nangis malahan mesti cepat-cepat ke UGD, ada yg nggak beres. Sama2 mb Nurul :D

      Hapus
  7. Sama banget sih aku paniknya luar biasa. Qori jatuh dr ranjang tinggi pula dlm posisi telentang sekali, dan telungkup sekali. Dan keduanya sama lebaynya. Dr pelaihari dulu lgsg bjm. Gemes krn dokter anak responnya biasa aja. Pdhl emang anaknya ga knp. Wkwkwk.. Kt dokter anakku, ini kami suami istri dokter, anak kami pun jatub dr ranjang tinggi dan skrg dia jd dokter jg. Hahaha.. Dont panic itu bener bgt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya gapapa y ternyata, kitanya aja yang terlalu lebay ngerespon.wkwkwk
      Kaka Qori aja pinter tuh :D

      Hapus
  8. Anak saya saat bayi pernah jatuh juga sampe kecengklak, duuh sedihnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya nggak cuma sedih, tapi juga marah-marah mba :(

      Hapus
  9. waaaah kayaknya emang butuh Box khusus buat anak ia, takut kalau jatuh gtu ...

    BalasHapus
  10. Tips yang bermanfaat nih teh. Dengan ketiga tips itu aku rasa bisa untuk menghindari jatuhnya anak. Sekalipun aku masih jauh untuk punya anak, kan harus nikah dulu.hehe.. Tapi cara ini bisa dilakukan ketika menjaga adek kecil atau saudara yang masih kecil :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bermanfaat ya ^^
      Yuk ah cepetin nikahnya :p *loh

      Hapus
  11. Mba Leha.. bisa dibayangkan saat itu marah kayak mama nya naruto.. qyubi nya keluar wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ohoho.. Aku marahnya unyu-unyu dan elegan kok :p
      Itu gambarnya sekedar ilustrasi aja uyy ((ngeyel))

      Hapus
  12. jadi inget ade saya dulu jatuh juga,,mending sh 2 tahunan umurnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syuna abis 1 tahun juga gak pernah jatuh lagi :)

      Hapus
  13. Huwa... aku juga pasti panik bayi baru berumur beberapa minggu udah jatuh. Hikss... Ngeri ya Mbak, alhamdulillah gpp si baby.

    Untuk menghindari kayak2 gitu, dari sejak aku sehat habis lahiran, tempat tidur dipreteli Mbak. Jadi tidur beralas kasur dan karpet dobel2. Harus sering dijemur juga, karena daerahku dingin, lembab. Sebenere takut paru2 kenapa2 juga. ALhamdulillah baik aja. Setelah agak besar, dipasang lagi tempat tidurnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, habis usia Syuna 2 tahun ini kami juga mau mulai membiasakan buat berhenti tidur dibawah dan ngajarin dia buat tidur di tempat tidur lagi juga mba :D

      Hapus
  14. Kebayang kepanikannya, Mbak Saya pun pernah merasakannya. Anak tengah entah berapa kali sudah, jatuh dari tempat tidur. Kakak dan adiknya pun huhuhu. PAstinya jantung bertalu-talu kayak genderang perang.

    Alhamdulillah dedek Syuna gapapa ya, dengan adanya tulisan ini nantinya para orang tua baru juga bisa terbantu mengatasi kepanikannya menghadapi kemungkinan seperti ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata hampir semua ortu anaknya pernah jatuh ya mba, rasanya itu bikin drop jantung pokoknya.. Huhu

      Alhamdulillah nggak apa2. Cuma kmren cerita sm temen yg udah senior katanya anaknya ada yg mesti operasi gara2 jatuh dari tempat tidur, makanya jadi horror bgt mba :(
      Eh ternyata setiap anak beda2 toh :)

      Hapus
  15. AnKku pertama jatuh sekali pas umur 4 bulan. Pdhl udh dipasang barikade guling yg agak berat. Anaknya trnyata mampu ngedorong gulingnya. Lgs bawa dokter alhamdulillah gpp.

    Anak kedua sampe skr udh jtuh 3x :(.. Duuh itu aku jg panik mba. Tp untungnya jg ga kenapa2 stlh diperiksa dan tanda2 di atas ga ada sih. Trutama kalo kita sdg traveling, aku berusaha minta kamar yg kasurnya double bed drpd twin single. Biar si bayi bisa tidur di Antara aku dan papinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah iya bener, tiduran di antara mama sama papa pastinya paling aman ya :D

      Hapus
  16. Bayi jatuh apalagi tengah malam, iya wajar sih panik. Mau cek ke dokter juga mungkin kliniknya tutup. Salah satu solusinya memang diletakkan di tempat tidur atau ruang main yang berpagar gini ya.

    BalasHapus
  17. Sekarang Syuna nggak apa-apa kan?
    Dulu Kalki fan Kavin juga pernah jatuh saat bayi. Yang nyeremin itu Kavin karena baru 2 mingguan dia ditaruh di atas meja buat ganti popok eeh kakinya dorong-dorong sampai dia jatuh kepalanya duluan. Untung ada alas kasur bayinya yang nahan dia ga membentur lantai.
    Sejak punya pengalaman ga enak, suami nurunin spring bed ke lantai dan dialasi karpet.

    BalasHapus

Halo, terimakasih sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature