Minggu, September 17, 2017

[SHARE] Pengalaman Mengikuti Uji Kompetensi Tenaga Teknis Kefarmasian Berbasis CBT


Assalamualaikum~

Halo semuanya, apa kabar? Rasanya sudah lama saya nggak meng-update blog ini, ya? :(

Hmmm... apa boleh buat, ada banyak kesibukan yang membuat saya merasa perlu konsentrasi penuh dan memutuskan untuk hiatus blogging dulu, selain kesibukan pindahan paksu dan beberapa rangkaian acara besar keluarga, 2 minggu terakhir saya sedang sibuk mengikuti beberapa kegiatan di kampus yang saya skip tahun sebelumnya karena saya melahirkan.
Jadi, pekan ini saya memutuskan buat membayar hutang-hutang tulisan saya yang sudah jadi draft di dasbor blog. Tetap berkunjung kesini yaaa ^^.

Oke, kali ini saya mau sharing seputar pengalaman saya mengikuti Uji Kompetensi Tenaga Teknis Kefarmasian berbasis CBT pada sabtu, 16 September 2017 kemarin. 

Sebenarnya sih, cerita mengikuti kegiatan kampus ini dimulai sejak minggu ke-3 bulan Agustus lalu, saya mengikuti kegiatan yudisium dan juga tak lupa beserta gladi ini-itu sebagai persiapan agar acara berjalan paripurna.
All went well, hingga saya sudah resmi diambil sumpah pada minggu ke-2 bulan September.
Syukur Alhamdulillah, meskipun saya mesti beberapa hari ada perjalanan bolak-balik Banjarmasin-Rantau 6 jam sehari karena tetap mesti masuk kerja, saya rasa sih nggak ada kendala besar waktu itu, semuanya berjalan cukup lancar  :)

Dan sebagai prosesi yang (Insha Allah) terakhir, finally saya mengikuti kegiatan Uji Kompetensi Tenaga Teknis Kefarmasian.

Sekilas informasi, untuk Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK), Uji Kompentesi (UKOM) tahun ini mempunyai gebrakan baru, yakni adanya perubahan dari sistem yang awalnya mempunyai sebutan Ujian Akhir Praktikum (UAP) berupa praktikum di laboratorium resep mengerjakan sediaan farmasi dan jurnal, menjadi Ujian mengerjakan 180 soal teoritis dengan sistem CBT.
UKOM berbasis CBT ini sebelumnya juga sudah diterapkan pada jenjang apoteker dalam 3 tahun terakhir, dan untuk TTK sendiri baru dimulai tahun 2017 ini.
Iyes, edisi perdana. :)

Ngomong-ngomong, karena tahun lalu saya sudah mengikuti UAP, saya kira tahun ini saya tinggal mengikuti prosesi yudisium dan wisuda, ternyata saya juga mesti dan wajib mengikuti UKOM loh. Karena apa? Karena UKOM berkaitan dengan ijazah, dan nomor seri ijazah yang dikeluarkan oleh DIKTI berhubungan dengan UKOM ini. 
Dengan kata lain, kalau nggak ikut UKOM maka ijazah nggak keluar. :p

Dari pemaparan yang saya dengar saat sosialisasi kemarin, karena tahun ini adalah UKOM berbasis CBT yang pertama kali, maka pesertanya ya bisa dibilang sangat banyak, yakni sekitar 6323 peserta se-Indonesia dari 108 institusi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Setidaknya ada 241 pengawas lokal di 51 tempat ujian. UKOM terbagi menjadi beberapa regional (wilayah), untuk daerah Kalimantan Selatan sendiri kalau tidak salah masuk region III.

Naaaaaah.... Kalau ditanya gimana soal UKOM, simpel kok, Tipe soalnya Pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban. Yang bikin rada ngilu, kisi-kisi generalnya itu ya bahan kuliah dari semester I - V, yang alias semuanya. wkwkwk.

Tapi tenang, masih ada blueprint resmi. Nah, Kalau menurut Blue print, bahan UKOM meliputi 4 bidang, yaitu:
  • Farmasi Komunitas  (Farmasetika dkk)
  • Farmasi Industri (Teknologi farmasi dkk)
  • Farmasi Bahan Alam (Farmakognosi dkk)
  • Farmasi Manajemen (Administrasi dkk)
Dan terdapat 6 tinjauan utama yaitu:

1. Area kompetensi.
Dengan distribusi masing-masing aspek dalam tinjauan ini sebagai berikut:
Pelayanan Kefarmasian
  • Ketrampilan Pengelolaan Sediaan Farmasi & Perbekalan Farmasi
  • Regulasi dalam Bidang Farmasi 
  • Produksi Sediaan Farmasi 
  • Komunikasi dan Profesionalisme 
2. Domain
  • Kognitif 
  • Pengetahuan Prosedur 
  • Afektif
3. Kemampuan Analisis
  • Recall of Knowledge 
  • Reasoning Ability 
  • Calculation
4. Bentuk dan Sediaan Farmasi
  • Sediaan Padat 
  • Sediaan Cair 
  • Sediaan Semi Padat 
  • Obat Tradisional 
  • Kosmetika
  • Alat Kesehatan
5. Farmakologi untuk TTK 
  • Analgetik – Antipiretik 
  • Antiinflamasi (NSAIDs)
  • Antimikroba 
  • Antihistamin dan alergi
  • Sitostatiska 
  • Obat-obat sistem syaraf
  • Obat-obat saluran cerna (laksatif, antidiare, peptic ulcer, anti emetik, pencahar)
  • Obat-obat kardiovasculer
6. Proses.
  • Pelayanan Resep 
  • Pelayanan Swamedikasi
  • Produksi
  • Distribusi
  • Analisis Mutu produk farmasi
  • Edukasi produk farmasi

Terus terang, awalnya saya nggak punya bayangan ujiannya gimana, terus juga apa aja yang harus disiapkan karena saya gak pernah ikut seleksi yang menggunakan sistem CBT sebelumnya.
Bahkan awalnya itu saya bayanginnya masuk ntar kayak login di komputer warnet.
Duh, ketahuan deh mantan anagh warnet. Hahaha

Alhamdulillah kami mendapat pembekalan dan gambaran bagaimana tata cara UKOM nanti dari belajar melalui sistem e-learning kampus sebelum akhirnya H-1 UKOM dibriefing lagi di tempat ujian oleh para panitia pengawas. Karena udah dibrief duluan di kampus, nggak heran kalau kami nggak banyak tanya lagi, ya bukannya apa-apa, tapi karena instruksinya udah sangat diingat. Pokoknya 2 thumbs up deh buat para dosen AKFAR ISFI yang super sabar ngejelasin panjang kali lebar berkali-kali. :D

Untuk persiapan masuknya sendiri itu pada intinya yang mesti dibawa ada 3 hal:
1. Kartu Tanda Peserta. (dikasih pas sosialisasi)
2. Kartu Tanda Penduduk
3. Kartu Tanda Mahasiswa

KTP boleh diganti sama tanda pengenal yang lain, misalnya paspor. Ya siapa tau kan masih ada KTP yang belum jadi karena katanya kehabisan tinta :D

Then, the day has arrive...
Karena pesertanya lumayan banyak, Ujian UKOM terbagi menjadi 2 shift. Yaitu shift pertama (pagi hari) dan kedua (siang hari). Kalau untuk daerah Kalimantan kemarin itu berlokasi di dua tempat, yakni di Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) dan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM).

Shift pertama dimulai pukul 10 pagi dan diwajibkan login sekitar 15 menit sebelum UKOM dimulai serentak se-Indonesia. Kalau cari amannya sih 1 1/2 jam udah siap-siap di lokasi ujian, karena sebelum masuk ke ruangan UKOM, peserta harus melalui ruangan karantina terlebih dahulu, yang pastinya buat baris-baris masuk ruangan gitu perlu waktu lagi kan?
Kalau menurut saya sih, mending datang kepagian daripada telat. πŸ˜†

Eh, telat nggak boleh masuk ding. 

Dan oh iya, sebelum masuk ruang karantina pastikan udah makan dulu ya supaya ntar nggak laper. Soalnya buat 3 jam duduk didepan komputer menjawab 180 pertanyaan itu lumayan menguras energi. 
Saya juga kemaren makan lagi sebelum masuk ruang ujian, itung-itung kan sekalian njajal rasa makanan di kampus tetangga. Hehe 

Nah, berikutnya, habis melalui ruang karantina itu tadi, kita masuk ruang ujian dan duduk pada kursi sesuai dengan nomor ujian kita. Habis masuk ruangan UKOM itu, nanti kita dikasih satu amplop bersegel yang kemudian kita buka untuk mendapatkan password buat masuk aplikasi UKOM. 

Kita mendapat kesempatan login 2x. Login yang pertama selama 3 menit adalah untuk latihan klik-klik jawaban. Kalau waktunya udah sampai 3 menit, nantinya kita otomatis bakalan logout dan kembali ke menu awal. Dimana kita mesti masukin lagi username dan password kita buat melanjutkan login.. 

Nah login yang kedua ini baru beneran ujian. Ngeklik tombol 'MULAI'nya jangan lupa pakai kalimat Basmalah, plus kalau perlu sholawatan dulu ya gaes. 😁😁😁

Terus kalau udah masuk ke dalam sistem langsung aja jawab. Menjawabnya boleh kok loncat-loncat. Misalnya nomor 30 dulu atau nomor 179 dulu.

Yang penting jangan banyak kotak dibiarin kosong. Soalnya saat memilih kita mendapt 3 opsi, yang pertama jawaban yakin (warna hijau), jawaban ragu-ragu (warna biru) dan tanpa jawaban (warna merah), kalau waktu habis, jawaban yang dipilih sebagai ragu-ragu akan terekam sebagai jawaban final.
So, hati-hati ea qaqa...

Terakhir, saya sedikit sharing soal UKOM TTK kemarin yang masih saya ingat:
  1. Sejumlah soal membahas tentang ruangan-ruangan dalam pabrik (grade A, B, C dll), bagaimana regulasinya, jumlah partikel maksimal ruangan tertentu. lalu ada juga metode perencanaan obat (ABC, VEN, morbiditas dll)
  2. Penulisan nomor batch, syarat-syarat sediaan farmasi, misalnya untuk tablet nilai keseragaman bobotnya bagaimana, kemudian untuk injeksi, salep, cairan kesehatan lainnya bagaimana, bisa secara fisika, kimia, atau uji ini-itu. Alat kesehatan juga perlu dihafalkan nama resmi beserta kegunaannya.
  3. Untuk obat-obatan kebanyakan ditanyakan bagaimana mekanisme kerja yang bersangkutan, lalu kalau nggak salah ada juga yang kita memutuskan pasien swamedikasi penyakit tertentu bakalan dikasih obat apa. 
  4. Obat-obat hipertensi juga ada dan biasanya mengacu pada tekanan darah (TD normal, prahipertensi, Hipertensi grade I, II), untuk pasien batuk dihindari Captopril, terus Bisaprolol masuk golongan apa (golongan Betablocker), cara minum Captopril dan obat-obat diuretika sebaiknya pagi, malam, ante coenam/post coenam, sambil diiingat-ingat juga, soalnya pas kerja dan ngasih PIO juga nanti kan ditanyakan lagi.
  5. Perhitungan resep racikan juga ada. Tapi jangan dianggap gampang dulu, soalnya dia sering mengecoh di bagian gram-miligram. Cermati soalnya baik-baik. 
  6. Bedakan antara emulsi dan suspensi (perhitungan suspending agent, perhitungan PGS, air buat mucilago), juga cara formulasi sediaan, misalnya tablet tertentu atau bahan tertentu yang bersifat higroskopis atau peka cahaya, bagaimana penangan yang paling tepat.
  7. Nanti ditanyakan reaksi kimia yang digunakan untuk identifikasi zat aktif, pereaksi apa yang paling tepat buat simplisia tertentu, terus kalau parasetamol mesti pakai alkalimetri/nitrimetri dst. Ngg... Brace yourself, saya nyerah bagian ini wkwkwk. 
  8. Hitung menghitung lumayan banyak, terutama untuk bagian pengadaan barang, perhitungan dosis, menghargai barang, mencari persentasi zat aktif dalam membuat sediaan tertentu, dan banyak lagi.
  9. Ingat-ingat lagi soal CPOB, CPOTB, lambang-lambang obat juga pembagiannya. Cara pemakaian suppositoria juga muncul di 2-3 soal, bab obat-obatan high alert juga

Yang intinya sih, jangan lupa belajar yaa. Hehe ^^. Entah kenapa kalau kuingat-ingat lagi banyak bahan dari ilmu resep kelas X SMF.

Yang penting lakukan yang terbaik, no cheating, perbanyak berdoa dan jangan lupa minta restu orang tua dan keluarga sebelum ujian.
Insha Allah pasti bisa kok :)

Salam semangat! 
2 komentar on "[SHARE] Pengalaman Mengikuti Uji Kompetensi Tenaga Teknis Kefarmasian Berbasis CBT"
  1. Aku baca dari awal sampe akhir enggak ngerti.. Huahaha.. *maklum bukan anak IPA.. πŸ˜‚
    Aduh jadi baper inget masa ujian zaman kuliah.. πŸ˜… sukses selalu ya mba leha.. 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahahaha ya ampun baru sadar ada komen mama Picaaa πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Makasih ya mba do'anya, makadih juga kerudung sama rok hitamnya. Ujian saya terselamatkan πŸ˜†

      Hapus

Halo, terimakasih sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature