Jumat, April 21, 2017

Menjadi Ibu yang Terbaik, Menjadi Gravitasi Rumah Tangga Bahagia


Dimana letak surga? 
Di bawah telapak kaki ibu, begitu kata sebuah ungkapan masyhur.


Ah, semakin kita renungkan kata-kata itu, semakin kita memahami bahwa yang namanya Ibu memang sosok yang luar biasa. Bayangkan saja kedudukannya yang acap kali sebagai tumpuan utama dalam kelangsungan rumah tangga, sang Ibu seolah-olah menjadi gravitasi yang 'menghidupkan' sebuah keluarga, memberikan warna dan menyatukan dalam ikatan kasih sayang, 

Ibu adalah Ibu, entah Ibu itu melahirkan normal atau operasi, entah bayinya minum ASI atau Sufor, atau entah sang Ibu bekerja di luar rumah atau menjadi Ibu rumah tangga, seorang Ibu tetaplah Ibu, selama dia mengasihi anaknya dengan cinta yang suci, dia akan menjadi gravitasi yang mulia, tempat sang anak akan belajar banyak hal untuk pertama kali.
Al -Ummu madrasah Al-ula, Ibu adalah sekolah pertama untuk anak-anaknya.



Bicara soal gravitasi seorang Ibu dalam sebuah rumah tangga akan sangat luas. 

Dunia mengenal banyak sekali Ibu yang menjadi gravitasi bagi jutaan umat manusia karena menginspirasi, misalnya saja Nancy Matthew Edison, ibu dari Thomas Alva Edison. Putranya pernah dikeluarkan dari sekolah saat berusia 7 tahun karena dianggap terlalu bodoh, namun dengan sabar beliau mendidiknya di rumah, hingga akhirnya putra 'bodoh'nya menjadi salah satu penemu dengan hak paten terbanyak di dunia, Nancy membuktikan bahwa dia adalah seorang Ibu yang memiliki gravitasi kuat dalam mendidik anak.

Atau mungkin Kartini, yang dengan kegigihan dan keberaniannya mendobrak kekakuan kelas sosial di zamannya, Kartini berhasil mengangkat derajat wanita Indonesia yang saat itu dibatasi pendidikan dan ruang hidupnya.
Oh iya, karena hari ini tanggal 21 April, Selamat hari Kartini! :D

Nah, berkat perjuangan Kartini dahulu, sekarang setiap wanita sudah bisa memilih jalannya sendiri. Srikandi masa kini bisa menjadi Ibu yang bekerja atau menjadi Ibu rumah tangga. 

Working mom hebat, stay at home mom keren.
Setiap Ibu memiliki gravitasi nya sendiri dalam rumah tempatnya mengabdikan diri dan memberi dedikasi.


Hmmm... memangnya apa saja tugas Ibu di rumah? 

Saat sang ayah sibuk mencari nafkah, para Ibu juga bekerja melakukan sederet tugas yang tak terhitung banyaknya. misalnya saja mengurus anak, belanja keperluan dapur, memasak makan siang, mencuci baju, membereskan rumah, menyetrika pakaian dan menata lemari, belum lagi menyapu dan mengepel lantai, memastikan rumah terlihat patut jika tiba-tiba ada tamu yang datang.
Banyak, banyak sekali tugasnya... mungkin tidak akan selesai dijabarkan dalam satu post. hehe

Semua aktivitas itu adalah sumber gravitasi seorang Ibu dalam rumah tangga, sebuah dedikasi super dalam riuhnya teriakan anak-anak yang belum sampai 5 menit sang Ibu berpuas diri sesudah selesai beres-beres, sudah ada lagi anak yang menumpahkan kembali seluruh isi baki mainannya.
Fiuh...

Masih bertanya kenapa surga ada pada Ibu?
Atau kenapa sumber gravitasi rumah tangga bahagia adalah Ibu?

***

Hampir dua tahun yang lalu, saya resmi menjadi Ibu dari seorang bayi perempuan. Saya menjadi Ibu diusia yang cukup muda, yaitu saat menjelang usia 20 tahun.

Apa gravitasimu saat berusia 20 tahun?
Kuliah, ya benar. saya melahirkan di akhir semester 5 perkuliahan, disaat mahasiswa yang lainnya mulai menyiapkan tugas akhir.

Saat itu adalah titik balik kehidupan saya, dengan status yang baru menikah dan masih belajar merangkak dalam dunia rumah tangga, ditambah dengan beban pekerjaan. Saya merasa inilah puncak dari perjalanan emosi saya selama hidup, disini saya menemukan seorang calon bayi yang menjadi gravitasi kehidupan saya, dan yang saya tahu, saat itu saya adalah gravitasi utama hidupnya.
Kami berdua terhubung dengan aliran darah.
Saat itu saya bertekad untuk mendedikasikan hidup saya untuk tiga hal : kuliah, bekerja, dan yang paling utama, bersiap menjadi seorang Ibu yang terbaik untuk anak saya. 
Tidak gampang, oh, tentu saja. Ini bukan sinetron, ini nyata, harus dihadapi, harus dijalani.
*pasang ikat kepala*

Ini (ternyata) lagi hamil muda...
Tapi malah ikutan study tour Jawa-Bali-Lombok.

Hari senin sampai jum'at saya menghabiskan waktu dengan bekerja 7-9 jam sehari dan menjadi istri yang baik, mengurus keperluan suami, rumah dan diri sendiri, 

Weekend diisi dengan liburan? istirahat?
Maunyaaa... hari sabtu saya berangkat setidaknya pukul 5 subuh dari rumah dengan naik angkutan antar kota agar bisa masuk kuliah tepat waktu pada pukul 8 pagi. Hari minggu pun diisi dengan mengikuti perkuliahan hingga pukul  4 sore, dan saya harus langsung pulang agar tidak terlalu malam sampai ke rumah karena jarak kampus dengan rumah memakan waktu sekitar 3,5 jam.
Aktivitas itu tetap berlangsung meski saya hamil, bahkan hingga usia kehamilan saya menjelang 9 bulan.

Saya beberapa kali di protes mertua kenapa tidak terminal kuliah saja, mungkin karena beliau mengkhawatirkan kehamilan pertama saya yang benar-benar padat dengan berbagai kegiatan dan setiap minggu bepergian jauh. Ah, tapi bagi saya saat itu berdiam diri benar-benar membosankan.
Lagipula bekerja juga penting, kalau nggak, mau bayar uang kuliah darimana? minta sama Raja Salman?

Saya selalu bisikkan pada diri saya kata-kata penyemangat agar semangat tidak kendor  :

"Saya masih muda, perjalanan saya masih panjang, saya ingin anak-anak saya kelak memandang saya sebagai Ibunya yang dicintai dan dihormati, jadi saya harus terus maju berjalan kedepan... Untuk menjadi pusat gravitasi yang menebarkan bermanfaat dan kebaikan, untuk putri saya, untuk keluarga, dan untuk semua orang..."

***

Saat ini saya paham benar bahwa menjadi orang tua -terlebih menjadi seorang Ibu- tidak ada sekolahnya, namun saya tetap ingin menjadi Ibu yang terbaik untuk putri saya, saya ingin menjadi gravitasi untuk rumah tangga yang bahagia, dan untuk menjadi seorang Ibu yang mempunyai nilai gravitasi positif dalam rumah tangga memang bukan sesuatu yang mudah, selain harus terus belajar dan bersabar, saya mesti selalu up to date dan memiliki sifat-sifat yang baiksama halnya dengan Luna Smartphone yang mempunyai sederet fitur yang sangat cocok untuk para Ibu masa kini.

Saya tulis cocok untuk untuk Ibu karena fiturnya yang mewakili 5 sifat Ibu yang baik, apa saja ya?  :



 1. Cerdas & Cekatan  

Seperti halnya Ibu yang memiliki mobilitas yang tinggi dan juga harus cerdas membagi waktu, maka Luna Smartphone juga memiliki processor Qualcomm® Snapdragon ™ 801 quad-core 2.5GHz processor, yang dilengkapi dengan RAM 3GB LPDDR3 yang membuat performanya super smooth meski dipakai untuk membuka beberapa aplikasi sekaligus.

#BeTheGravity, Smartphone Luna, Gravitasi Luna


Nah, cocok banget buat para Ibu yang sering multitasking kan? :D

Ditambah lagi dengan Memory Internal sebesar 64 GB, dan bisa ditambahkan Micro SD hingga 128 GB. Pastinya cukup banget untuk nyimpan foto anak, nggak khawatir lagi bakalan muncul notifikasi no more data storage, legaaaa....

 2. Berpenampilan baik 

Menjadi Ibu yang super sibuk bukan berarti melupakan perawatan diri sendiri agar tetap berpenampilan yang apik, tampilan Luna Smartphone mewakilinya dengan desain yang stylish dan juga elegan, Luna Smartphone memiliki ketebalan yang ultra tipis, yaitu hanya 7.38mm dan hanya berbobot 186 g yang membuatnya tampil cantik dan fleksibel.


#BeTheGravity, Smartphone Luna, Gravitasi Luna



Luna Smartphone juga dibuat dengan 1000+ CNC Cuts sehingga menghasilkan lekuk mewah yang membuat Luna selalu terlihat mempesona kemanapun kamu pergi.

Luna Smartphone menggabungkan teknologi high-end terbaru yaitu dengan layar 5.5" full HD dengan resolusi 1920X1080 yang super jernih dan disokong lagi dengan IPS 178 yang membuat display Luna jernih dan akurat dari berbagai sudut pandang.

Fitur penting lainnya yang saya suka adalah Luna sudah menggunakan filter Blu-Ray yang membantu melindungi mata. Ini fitur keren yang super duper penting buat saya karena mempunyai mata minus supaya memperkecil pengaruh radiasi dengan mata.


 3. Kuat 

Menjadi Ibu berarti kamu harus menjadi kuat, karena sebagai Gravitasi utama dalam rumah tangga, seorang Ibu memiliki peran besar yang mempengaruhi kebahagiaan keluarga.

Luna Smartphone mewujudkan kekuatan seorang Ibu dengan bekal Corning Gorilla Glass 3 yang punya tagline Native Damage Resistance yang melindungi Luna dari benturan atau goresan, namun tetap mempertahankan kepekaan dan kejernihan layar.




Luna Smartphone juga mempunyai kapasitas baterai yang besar dan kemampuan fast charging. Dengan daya 3000 mAh, Luna mampu bertahan 500 jam standby dan bisa mengisi daya lebih dari 80% dalam waktu 60 menit.

Ditinggal nyuci sebentar ini mah udah full lagi baterainya :D


 5. Cepat Tanggap (responsif)

Karena memiliki segudang aktivitas, Ibu harus cepat tanggap terhadap berbagai hal, misalnya saat memasak yang sambil ngemong anak, karena keasikan ngomong dan mengajari ini-itu sama anak, si Ibu akhirnya jadi lupa ini kuenya pakai ragi satu sendok atau sendok, eits, untung tanggap! dengan Luna Smartphone yang sudah support jaringan 4G LTE Cat.4 yang super cepat, Ibu bisa membuka tutorial memasak di youtube tanpa perlu buffering lagi, wow!

#BeTheGravity, Smartphone Luna, Gravitasi Luna


Iya, nggak ada buffering lagi karena jaringan 4G LTE Cat. 4 memiliki kecepatan download maksimal 150Mbps.
Nonton drama korea juga pastinya cepet nih *eh.

 4. Pemerhati Keluarga No.1 

Siapa yang paling sering berinteraksi dengan anak? Jawaban paling banyak tentu saja, Ibu.

Ibu adalah orang yang paling sering menemani anak dan menemukan perkembangan terbarunya, karena itulah Ibu juga adalah orang paling sering mengabadikan momen istimewa si kecil. 

Contohnya ya saya sendiri, sebelum punya anak isi gallery smartphone adalah foto pemandangan dan selfie, tapi sesudah punya anak, 90% hasil jepretan saya isinya ya kalau nggak foto anak ya video anak. hihi :D



Pernah punya video anak masih belajar berjalan? Coba perhatikan, di smartphone siapa video itu biasanya tersimpan.
Ibu, biasanya selalu Ibu.

Ya, mirip dong dengan Luna Smartphone yang selalu siap untuk  mengabadikan kenangan karena sudah dibekali kamera utama 13 MP dan kamera depan 8 MP yang kualitasnya setara dengan kamera iPhone 6.

Dengan kamera begini pastinya aktivitas Ibu akan lebih lancar. Mau jungkir balik jeprat-jepret anak, mau ngambil foto keluarga, mau selfie, mau foto buat blog, atau bahkan mau dipakai sebagai kamera Vlogging.
PASTI BISA! :D

Lensa utama Luna Smartphone dilengkapi dengan Sensor 1300 milion pixel Sony dan Bright 2.0 Aperture lens yang memungkinkanmu untuk mengambil gambar dalam berbagai kondisi, selain itu juga ada fitur Advanced Dual Tone Flash dan kemampuan angle 80 derajat yang berguna buat group selfie, Aiih... kameranya ini menurut saya perfect untuk yang senang selfie atau groupie.



Akhirul Kalam...

Kesimpulan saya cuma satu, Luna Smartphone ini sepertinya akan cocok dengan saya karena fiturnya yang mewakili kekuatan dan kelembutan seorang Ibu.

Luna Smartphone berhasil menggabungkan desain modern yang elegan dengan teknologi terbaru yang kaya akan inovasi, membuatnya juga cocok untuk semua kalangan, terlebih lagi untuk yang suka fotografi karena Luna Smartphone unggul di sektor kamera, jadi dengan Luna Smartphone bersamamu, kamu bisa menjadi gravitasi positif, menginspirasi, dan menembar kebaikan di sekitarmu!


Jadi Abah... yakin nggak mau kasih kado Luna Smartphone ini untuk Ibunya anak-anak di rumah? 

(Abah : KODE, KODE DI MANA-MANA ...)


59 komentar on "Menjadi Ibu yang Terbaik, Menjadi Gravitasi Rumah Tangga Bahagia"
  1. Ih bnr bgt, ibu itu pusat gravitasi keluargaz ibu skt/g hepi semua kena imbasnya.. nah klo pas g hepi kyana si Luna ni cocok utk bikib hepi lagi.. hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Anne, mama hepi semua beres pokoknya :D

      Apalagi kalau ada si Luna ini, duuh bisa nyuci sambil senyum2 saya πŸ˜„

      Hapus
  2. super duper wornder woman mba Leha.. bisa dibayangkan betapa berat nya, by the way keren tuh fitur nya Luna.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, ternyata bisa terlalui semuanya 😊
      Hehe... fiturnya Luna emang oke punya.

      Hapus
  3. Waa keren tulisannya. Keren juga euy bisa tetap kuliah walau lagi hamil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau sudah bertekad, semuanya bisa dihadapi mba, Alhamdulillah.

      Hapus
  4. Semangat menjadi gravitasi dan inspirasi ya mom..sukses selaluu...πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Semangat mom, sukses selalu untuk kita semua 😊

      Hapus
  5. Kuat itu kayanya penting banget buat para ibu. Sudah brp gadget ku pecah layar di tangan para balita. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heu, kuat itu wajib hukumnya mba 😁

      layar smartphone yg sekarang juga udah ada retakan melintang di tengah layar mba, mahakarya bocil. Makanya pengen ganti sama yg kuat kaya Luna ini :D

      Hapus
  6. Wah, keren banget. Selalu fit ya, mak. Semoga jadi ibu yang amanah dan sukses apa yang dicita-citakan. Mampir juga ke blogku yah hehe... https://t.co/3mjzAqGea9

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih sudah mampir kesini ya :D

      Hapus
  7. Balasan
    1. Makasih sudah mampir Mama Khansa ❤❤❤

      Hapus
  8. Wah, masih kuliah udah punya anak.. Luar biasa.. Tak ubahnya si Luka yang memiliki kamera yang luar biasa.. Sukses ya mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, ternyata rezekinya cepat dikasih kepercayaan :D
      Makasih kang Masroer :)

      Hapus
  9. Suka sama tulisannya. Super duper keceehhh parah lah ini tulisan. Love love love πŸ’•πŸ’•πŸ’•

    www.rima-angel.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah ada Rimaaa 😍
      Makasih udah mampir ya cantikk ❤❤❤❤

      Hapus
  10. Luna dan seorang ibu itu beda tipis yah, sama-sama harus pandai multitasking dan lain sebagainya.

    Kok sama ya, dulu handphone saya isi galeri nya foto saya, sekarang 90% isinya foto anak saya, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena kita orangtua zaman gadget ya mz 😁

      Iya, Karena Luna sifatnya mirip sama Ibu sepertinya bakal serasi :)

      Hapus
  11. Keren, salut sama perjuanganannya. Semester 5 nikah. Semoga berkah dan terus dimudahkan segalanya ya, Mba. Sukses juga buat lombanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mas, terimakasih ya do'anya ^^

      Mmm... yg bener itu saya nikah pas semester dua akhir mas, melahirkan semester 5 :D

      Hapus
  12. Al -Ummu madrasah Al-ula .saya setuju dengan bunda, bahwa Ibu adalah sekolah pertama untuk anak-anaknya. jadi kita sebagai ibu sudah selayaknya kita terus dan terus belajar agar dapat memberikan pengajaran dan didikan yang baik untuk anak-anak kita...karena pengajaran dan didikan kita akan berpangaruh besar bagi masa depannya

    BalasHapus
  13. Alhamdulillah kalau menjadi ibu rumah tangga yang bahagia ya mba. Good luck lombanya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih mba Alida :)
      Semoga kita semua bisa jadi Ibu yang bahagia dalam rumah tanggaa

      Hapus
  14. benar banget, menjadi seorang ibu yang pekerjaanya ga ada habisnya membuat saya ragu, apa ada yang lebih baik selain menjadi seorang ibu yang fokus terhadap keluarga.

    Luna memberi ruang untuk bisa meng-aktualisasi diri melalui fitur canggihnya, saya juga menuliskanya di sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan aktualisasi diri itu penting sekali buat Blogger ya? :)

      Wah, ada link tulisannya, meluncur mz

      Hapus
  15. Ponsel baru lagi ini ya, weeh keren. Semoga sukses mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mba Liswanti..
      Luna salah satu smartphone terlaris di Korea Selatan loh mba, bikin penasaran kan. Hehe

      Hapus
  16. Ibu rumah tangga mah luar biasa, multi talent mbak, jadi pusat gravitasinya keluarga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi, makanya kalau Ibu lagi sakit atau gak hepi, semua jadi ikutan kena pengaruhnya ya mba :D

      Hapus
  17. ciee... hp yg keibuan ya... nice posting :)

    BalasHapus
  18. Wah, aku baca seksama loh emosi terhebat saat kuliah tapi udah jadi mom ya, keren! Abah udah nerima kodenya belum? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, itu benar-benar puncak perjalanan saya, kalau dilihat sekarang nggak nyangka kalau saya bisa melewati itu semua 😁

      Udah saya kirim dia link blogpost inisih mb, semoga dia peka *eh

      Hapus
  19. Ibu rumah tangga multi talent. Kuliah,bekerja dan tetap bisa mengurus keluarga. Hebat, mba. Good luck lombanya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih do'anya mba, Alhamdulillah dimudahkan :)

      Hapus
  20. Salut mbak..bisa tetep sibuk dengan banyak aktivitas meski sudah berstatus ibu.

    Btv, bener..ibu adalah pusat nya keluarga. Good luck untuk lombanya yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kan mba, gravitasi rumah itu Ibu, kalau nggak ada pasti berantakan πŸ˜‚

      Hapus
  21. Keren ya Smartphone Luna, kayak Luna maya. eeh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ceileeeh... Fans ojok baper wkwkwk

      Hapus
  22. muda sekali Mba 20 tahun sudah punya anak :D saya umur segitu masih asik main hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi mertua saya dulu melahirkan suami juga umur segitu mba ;)

      Hapus
  23. Salut bgt mba jd ibu waktu masih kuliah, saya mah umur segitu masih kaya bocah kesana kemari hihi. Bnr bgt tiap ibu psti jd gravitasi utk anaknya. Komen jg yu mba k blog saya, ikutan be the gravity jg :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah ada mba April ❤
      Setiap Ibu emang jadi gravitasi dirumah, terutama bagi anak2nya :)
      sudah meluncur mbaa, keren tulisannya.

      Hapus
  24. makin banyak pilihan henfon, fiturnya kece mbak

    BalasHapus
  25. keren banget mba ���� totally agree !!
    btw ieu Luna keren jg uda gorilla glass cocok bwt suamiku yg jorok hp suka disuru terjun bebas ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duuh iyaa sama mba Hervaaaa πŸ˜‚πŸ˜†
      perlu sama gorilla glass ini, hpku sering dijadikan bola karet sama anak, dihempas kesana-sini soalnyaaa hiksss

      Hapus
  26. Banyak IRT yang belum merasakan kebahagiaan jadi IRT, padahal banyak yg pengen jadi full IRT tanpa tau gimana susah & jungkir baliknya ngurusin rumah & anak sepanjang hari :) Seorang ibu emang hebat & selalu jadi gravitasi utk keluarganya... makanya harus banyak disenangkan biar selalu ngasih aura positif #eeeaaa hahahah... #modusdibelanjainsuami :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneran 24jam 7hari seminggu tanpa ada hari libur kalau udah jadi IRT yaaaa, cucian selalu diproduksi, perut2 selalu perlu amunisi, bocil selalu perlu dijaga... #malahcurcol wkwkwkk

      Pastinya, kalau mamih hepi semuanya pasti beressss :D

      Hapus
  27. Huahahaha endingnya mah teuteuuppp kode hahaha

    Hemm emang ya, jd ibu itu harus bs jd gravitasi. Uuuhh smoga aku jg bs jd gravitasi buat suami dan anak2 nnti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, semoga yang sebaik-baiknya deeh buat Priscaaa :D

      nggg... Aku anak pramuka, jadi hobinya kasih kode 😎

      Hapus
  28. Aiiihh keren banget mba bisa ngurus rumah+anak+suami+kuliah pula. Saluuuttt. Klo aku sih bakalan ngibarin bendera putih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih muda mbaaa, masih on fire wkwkwkwk

      Hapus
  29. baru tahu fitur hp bisa mewakili sifat ibu. Tapi klo buat mamaku mah, tetep, yang paling penting bisa telfon sm sms hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. telpon sama sms itu basic, wajib ada ya.. smartphone harus lebih dari itu ^^

      Hapus
  30. Teringat dulu saya pun menyelesaikan S1 kelas weekend setelah kerja pada weekdays. Malas2an. Saya kagum dg para ibu, apalagi pas hamil muda kayak Mama Syuna ini yang gigih menyelesaikan kuliah. Anaknya jadi terbiasa kerja keras sejak sebelum lahir. Handphone ga dipungkiri memang salah satu dokumentasi rekam cerita juga, apalagi ttg masa kecil anak2 ya.

    BalasHapus

Halo, terimakasih sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature