Selasa, Maret 21, 2017

Saat Harus Memilih Antara Kekasih atau Pelamar



Halo!

Selamat sore teman-teman, saya update lagi nih, lagi aktif ngeblog dua hari berturut-turut.
Tumben-tumbenan.

Oh iya, tulisan hari ini adalah kolaborasi kedua saya dengan Blogger-blogger kece dari grup Belajar Blogging dalam rangka sebagai challange berkala di grup kami.


Tema blogpost kali ini adalah Pria Idaman Masa Kini.

Sebenarnya tema ini muncul karena kami pengen menuangkan ide-ide seperti belajar dari kasus #SelmaHaqy yang booming kemarin, jadi ya akhirnya saya dan dua teman lainnya menulis dengan tema yang serupa.

Malian bisa membaca tulisan Ayutanimoto dan Novia dilink tertaut ya :)

🌱🌱🌱

Menurut saya pribadi tema begini sayang sekali untuk dilewatkan.

Kenapa?
Karena saya punya buanyaaaak sekali cerita yang berkaitan dengan kasus serupa, saking banyaknya nih, kayanya saya nggak bisa tulis semua cerita itu dalam satu post, jadi intinya ya saya nggak terkejut banget-banget lah.

Saya sudah pernah berkali-kali terkejut dengan teman-teman dekat saya yang mengalami sendiri, bahkan mendengar sendiri ceritanya langsung dari mulut mereka. 
Nangis bareng-bareng juga, so, ya begitulah.

Oh iya, pastinya semua juga udah tau dong sama kasus Selma yang meninggalkan Senna dan memutuskan menikah dengan Haqy yang melamarnya duluan, yang kemarin viral tuh..

Ceritanya seru dan penuh perdebatan, sebenarnya yang bikin seru ya tokoh utamanya sendiri, Selma, karena dia yang bersedia menceritakan dari A sampai Z kisahnya itu.

Dari pertemuan pertama sampai pernikahan. Lengkap.

Saya juga pernah publish sih soal cerita saya bertemu suami pertama kali dan bagaimana akhirnya saya menikah disini, tapi nggak bahas mantan, kan saya gak punya mantan, kecuali Jaejoong sama Gong y.... 
*dilelepin kaus kaki sama suami*

Banyak sekali netizen yang bertanya, Selma membeberkan ceritanya selengkap itu buat apa?

Katanya buat jadi inspirasi para perempuan, meskipun menurut sebagian orang terdengar seolah mencari pembenaran.

Ya anggaplah dia jujur, kan niatnya bagus ya, sayangnya nggak semua kepala punya pikiran yang sama.

Ada yang setuju, ada juga yang nggak, tentu saja kita nggak bisa memaksa punya pikiran yang sama.


Jujur, awal membaca saya merasa 'wow' juga sama kejujurannya membuka kartu demi kartu kehidupannya.

Sampai pada saat dia mulai mengungkap kejelekan sang mantan pacar. 

Saya merasa ada yang salah nih, mestinya ini nggak perlu dibeberin juga.


Ayutanimoto


Dan hmmm... 

Apakah mesti ditulis juga kalau kita saat itu belum mencintai suami? 

Saya mulai mikir-mikir lagi.

Tapi habis baca kisahnya dengan lengkap dari berbagai sudut pandang yang berbeda saya memutuskan untuk netral sajalah, itu kan hidupnya.

Who I am to Judge.

Memangnya saya siapa gitu kan, saya juga nggak mengerti apa alasannya dia melakukan itu. 

Saya akui, kalau saya sih suka dia lebih memilih Haqy yang mengajak halal.
Tapi saya juga kurang suka dia membicarakan mantan saat sudah menikah, apalagi kejelekannya, karena mantannya nggak jelek, tapi guanteng. #eh

***

Saya sudah lumayan sering ketemu dengan cerita cinta berplot serupa dengan cerita Selma, Haqy, dan Senna, yaitu sepasang lelaki dan perempuan yang saling mengikat janji akan menikah suatu hari nanti, akan tetapi ada lelaki mapan yang lebih dahulu datang melamar dan menikahi sang bunga.

Ironis memang, tapi mayoritas teman perempuan yang saya tahu memang lebih memilih untuk menerima yang lebih dahulu melamar daripada menunggu yag belum pasti tanggal berapa kerumah.

Motifnya beragam, mulai dari ada yang menerima karena diminta orang tua, menerima karena yang datang melamar lebih menggoda daripada pasangan sekarang, menerima karena lelah menunggu, atau menerima karena adat yang ada di daerah.
FYI, di Kalimantan itu tabu menolak lamaran orang lain, apalagi sampai 3x.
Jadi siapa yang cepat datang ke rumah, Congrats, you got her! :)

Tapi ada dua pelajaran berharga yang bisa saya ambil dari cerita mereka bertiga.

👉Yang pertama buat lelaki, jangan membuat perempuan yang kamu cintai menunggu terlalu lama .
Janjimu ditepati, saat kamu memutuskan membuat dia menunggu tanpa kejelasan, kamu nggak bisa menyalahkan perempuan 100% karena secara kedudukan, perempuan lebih pada dipilih daripada memilih.

Ya iya lha, kan secara agama perempuan yang memutuskan apakah dia bersedia dinikahi atau tidak.

👉Yang kedua buat perempuan yang sedang gamang memilih antara dua hal ini, saran saya istikharahlah (ustadzah mode on, LOL) kemana hatimu merasa lebih condong, kemana dirimu merasa terpanggil, maka so here you go. 

Nggak ada jaminan yang datang melamar lebih dulu ini lebih jelek lho, dan berlaku juga sebaliknya.

Oke, sebenarnya saya bingung judul blogpost saya nyambung apa nggak sama penutupnya.

Tapi ya sudahlah, mari kita renungkan kembali sambil mendengarkan lagu Exist - Alasanmu, mungkin cerita mereka bertiga ini sesuai dengan potongan lirik berikut:

Andainya kita terus bersama, belum tentu kita bahagia...


21 komentar on "Saat Harus Memilih Antara Kekasih atau Pelamar"
  1. Mbak... overall saya suka tulisanmu.
    Dan yg paling greget ending nya ya.. lagu nya Exist tuh.. mengingatkan q pada jaman ospek masa sekolah (grade nya dirahasiain ah, biar gak ketauan umurnya). Ehehehe...
    Gerimis Mengandug, eh, Mengundang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Exist itu dulu booming banget kan mbak, masih seru nyampe sekarang :D
      Ya tiba-tiba aja keinget sama lirik lagunya pas nulis ini. hehe

      Hapus
  2. hohoho... soundtracknya benar2 jujur mengungkapkan umur. hanya yg segenerasi yg bisa merasakan sensasinya :P
    secara umum, aku setuju sih sama poin2 di sini. salah satu pelaku jg walau dengan alasan yg sedikit berbeda hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lagu ini sering diputar palsu, sebelum aku sewot ada apa dibalik lagu ini. haha...

      Semua org punya alasan sendiri :)

      Hapus
  3. Kebanyakan memang begitu mbak.. Intinya sih pelamar berarti laki2 gentle yang berani menikahi.. Bukan memacari saja ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terus pasang hastag #wanitabutuhkepastian. :p

      Hapus
    2. wkwkwkkww bener juga ya mbak.. dan alhamdulilah semoga kita bisa menjadi wanita yang baik untuk suami2 kita hehehe

      Hapus
  4. Gak terlalu nyimak soal ini sih, denger garis besarnya aja.. Intinya setuju kalau memilih yang melamar aja kalau dianya terus gak ngasih kepastian he..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di mana-mana bahas ini mba, akhirnya aku kepo juga :D
      Maunya ya kekasih yg ngelamar.

      Hapus
  5. Lah..aku kok malah penasaran sama lagunya exist. Yang kayak apa tho liriknya?

    Haqy dan Salma.. Biarin aja lah. Tapi klo pendapatku..ya kasihan Sennanya..mentang2 dilamar cowok yang "lebih"...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo di googling mbaa :D
      Menurutku sih Senna berhak dapet istri yg lebih baik dari mantannya yg ini, kta doakan saja :)

      Hapus
  6. Ni penting banget buat yg masih unyu. AKu pilih yg lamar duluan Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku maunya kekasih yg lamar duluan. Eaaakk

      Hapus
  7. Yeps. Masalah memilih itu hak dia. Tapi yang rada kurang enak dibaca itu ketika si mantan harus dijelek-jelekkan pula. Moga mamas polisi pun dapat istri yang jauh lebih shalihah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin... :)
      Setuju, yg antri juga pasti banyak itu, yakin deh.

      Hapus
  8. 'Selama tidak kau rubah, cara hidupmu'
    *ikutan nyanyik*
    *ketahuan deh angkatan berapa*
    Hahaha

    BalasHapus
  9. Saya juga ga menikahi pacar saya hahaha, malah terima lamaran teman yang pernah ngebolang rame-rame yang tadinya blassss ga kepikiran buat ada acara roman2 ama dia

    BalasHapus
    Balasan
    1. ihiyyy teman tapi menikah ya mbaaa :D

      Hapus

Halo, terimakasih sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature