Selasa, Mei 31, 2016

Perawatan Luka Episiotomi Sesudah Melahirkan Normal (++ Tips)

http://www.syunamom.com/2015/07/perawatan-luka-episiotomi-sesudah.html


Perawatan Luka Episiotomi Sesudah Melahirkan Normal ❤Melahirkan itu Membahagiakan ❤Dengan lahirnya seorang bayi dari rahim kita, maka status kita pun akan bertambah, dari seorang istri bertambah titelnya menjadi seorang ibu.
Jangan lupa, otomatis kewajiban kita menjadi bertambah juga dengan hadirnya seorang bayi :)

Bukannya tanpa pengorbanan, seorang ibu mempertaruhkan hidup mati serta fisik dan psikisnya saat persalinan. Bila dibikin daftar pengorbanan ibu untuk anak maka pastinya akan puanjaaaaang banget list-nya, mungkin karena itulah kenapa surga adanya dikaki ibu ya ^^

Nah, ngomongin pengorbanan, maka bisa dibilang salah satunya adalah episiotomi .



Oh, apa itu episiotomi?

Episiotomi adalah sebuah irisan bedah melalui perineum yang dilakukan unuk memperlebar vagina dengan maksud untuk membantu proses kelahiran bayi.
Perlebaran ini dapat dilakukan di garis tengah (midline) atau dari sebuah sudut dari ujung belakang dari vulva, dilakukan dibawah bius lokal dan dijahit kembali setelah melahirkan. Ini merupakan suatu prosedur umum dalam kedokteran yang dilakukan kepada wanita.
(Wikipedia, 2016)

Ilustrasi

Itu loh mom, yang sering dijadikan display picture di sosial media dengan jargon kalimat 'Masih berani menyakiti perempuan?".

Ternyata nggak sekedar gertak sambal, saya pun akhirnya mengalami ini juga saat melahirkan!

Dan sesudah dijahit dibagian perineum tanpa anastesi alias tanpa pembiusan. begitu keluar dari kamar bersalin rasanya saya sudah jadi sekuat Xena. HAHAHA *ketawa hambar*

Bayangkan saja, daerah sensitif dibawah sana digunting dan dijahit tanpa pembiusan. Mungkin yang masih gadis bakalan bergidik ngeri, terbayang cenat-cenutnya. 😁
Tapi percaya deh, rasa sakitnya itu bakalan dilibas kalah oleh perasaan bahagia saat melihat anak kita sudah lahir berbaring disamping kita. So, jangan khawatir ya kalau nanti melahirkan dapat tindakan yang ini^^

Jadi, kalau saya ditanya apakah melahirkan itu sakit? Ya, memang sakit.

Tapi kalau saya ditanya, apakah saya masih ingin punya anak? Jawabannya sama, Ya, saya pengen lagi. 
Saya yakin mayoritas Ibu-ibu yang yang lainpun juga berpikiran sama seperti saya.
Iya kan?

Kalau mengingat-ingat masalah jahit-menjahit episiotomi ini, saya mesti bilang Alhamdulillah banyak-banyak karena saya termasuk beruntung bertemu dengan bidan yang baik waktu tindakan penjahitan.
Saya bersyukur karena beliau sabar, karena waktu itu saya nggak bisa menahan diri, bokongnya nggak berhenti joget-joget, ngebor diatas bed partus. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Dan untuk diketahui, bidan waktu itu skill-nya pun juga diatas rata-rata, hasil jahitannya rapi dan perfect menurut saya, maklum sih, bidannya udah berumur dan punya jam terbang tinggi.

Padahal saya melahirkan di RS Umum Daerah loh, full ditanggung BPJS lagi ^^ 

Ngomong-ngomong, sebenarnya proses penjahitan seusai tindakan episiotomi bisa dan boleh pakai anestesi supaya tidak terlalu sakit, tapi karena kata dokter dan bidan-bidan yang menemani persalinan saya, kalau luka episiotomi dijahit tanpa anestesi bakalan lebih cepat sembuhnya, jadi akhirnya saya berusaha untuk menguatkan diri untuk menahan rasa sakitnya. 

Hmm... Apa sih gunanya episiotomi ?

   Gunanya sendiri lumayan banyak, misalnya:
  1. Untuk membantu kelahiran sungsang atau kepala tidak berada didepan seperti persalinan lazimnya. 
  2. Memperlebar jalan lahir sehingga kepala bayi mudah untuk dikeluarkan. 
    Bisa juga karena ukuran bayi yang lebih besar, sehingga 'jalan'nya harus dibuka. 
  3. Mencegah vagina agar tidak robek secara spontan
    Alasannya kalau vagina robek secara spontan dan bukan dengan digunting maka robekannya tidak rapi, menjahitnya susah dan hasil jahitannya pun tidak akan serapi jika dilakukan episiotomi. 
  4. Saat sang ibu sudah mengejan lama, bayi tidak keluar dan ibunya sudah kecapekan mengedan.
  5. Mempersingkat waktu ibu dalam mendorong janinnya keluar.
  6. Memiliki masalah kesehatan serius, misalnya saja sakit jantung. Biasanya disarankan untuk mempersingkat waktu persalinan untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diharapkan. 
  7. Dan lain lain...


Oke, Terus berapa lama luka episiotomi akan sembuh?


πŸ‘‰Secara umum, tergantung kecepatan penyembuhan masing-masing orang.

Ada yang sembuh dalam 1 minggu, ada yang 2 minggu... Tapi memang rata-rata mengatakan luka episiotomi bakalan sembuh dalam jangka waktu 10 hari ( sekitar 2 minggu).

Menurut pengalaman saya pribadi sih, luka episiotomi akan sembuh total dalam waktu 40 hari atau sekitar 6 minggu. Sembuh total yang saya maksud disini adalah sembuh di luar dan didalam. Semua luka sudah kering dan menutup, kulit kembali sempurna seperti semula, serta tidak ada rasa nyeri lagi. Siap befungsi sesuai dengan kodrat. Ehem.

Namun ternyata sembuhnya luka episiotomi gak mesti selalu beriringan dengan berakhirnya masa nifas loh, terbukti karena masa nifas yang saya alami molor seminggu dari deadline masa nifas normal yaitu 40 hari.

Tapiii... kalau diingat-ingat lagi, memang ada pemicunya juga sih. πŸ˜…

Kayaknya masa nifas molor ini gara-gara beberapa hari sebelum genap 40 hari saya pergi pijat ketempat acil urut (tukang pijat) karena disuruh mertua, ngg... menantu mesti manut disuruh mama mertua kan? Hehehe

Dibeberapa daerah memang masih teguh memang tradisi, ya misalnya urut sesudah bersalin ini tadi. Kata acil urut yang memijat saya, salah satu faedah pijat pasca melahirkan adalah untuk membersihkan rahim, jadi katanya habis pijatan itu bakalan keluar sisa-sisa/endapan kotoran yang nempel dirahim, Dan seharusnya beberapa hari sesudah melahirkan sih mesti langsung melakukan prosesi urut ini, eh, ini udah hampir sebulan dan saya baru pergi urutan, telat.πŸ˜›

But it's not a big probs.
Karenaaaaa.... dipijat itu rasanya wuenaaaakkk bangettt~~

Bayangkan aja nggak bisa ngapa-ngapain dua-tiga minggu lebih, badan sudah kaku kayak ikan kelamaan disimpen dalam freezer, apalagi menyusui membuat saya wajib duduk dengan sigap nggak kenal siang atau malam, hasilnya udah pasti , badan pegel-pegel.
Kalau masalah tidur nggak teratur mah nggak usah ditanya lagi, saya bangun per dua jam tiap malam. 😁

Makanya saya hepi banget, tau enaknya Masya Allah gini udah dari hari keberapa keleusssss urutaan. πŸ˜‚πŸ˜‚

Oh iya balik lagi ke episiotomi, ada beberapa tips merawat luka episiotomi sesudah persalinan normal yang sudah saya kumpulkan berdasarkan pengalaman pribadi. 

🌾🌾🌾

Perawatan Luka Episiotomi Sesudah Melahirkan Normal


(Based on my experience)



1. WATCH OUT YOUR MOVES!

Ingat ya jangan sekali-kali slebor meskipun daerah jahitan tidak terasa nyeri. 
Dulu karena udah merasa enakan saya pernah pengen duduk bersila dihari ke-2 pasca melahirkan (yakk silakan tampol sayaaa πŸ˜‚).

Namun untungnya oleh kakak tertua (dia bidan, fyi) segera ditegur dengan keras, katanya masih belum boleh dulu duduk posisi begitu, yang bener itu sementara waktu kaki mesti dirapatkan sampai jahitannya sudah mantab, gunanya supaya jahitan tidak tergeser.
Saya sih ibu baru ya waktu itu, jadi ya patuh sajalah, manut semanut-manutnya.πŸ˜€

Belakangan habis jahitan episiotomi saya sudah sembuh, saya denger kalau nakal diawal-awal alias sering nggak dirapatkan kakinya, nanti hasil akhir jahitannya nanti pas kering bisa benjot alias gak simetris.

Ini kata orang yang katanya mengalami kaya gitu~
Ini orangnya kenapa nggak cerita dari kemaren-kemaren sik. Heu. Rada serem juga ya membayangkan daerah sana nggak sama sisi 😱.

O iya, dijaganya terutama bila mau bangun dari tempat tidur dan berdiri dari kursi, saya 1-2 minggu pertama selalu minta bantuan suami untuk bangun dari tempat tidur atau kursi. Kalo buat berdiri dan jalan buat ngambil sesuatu yang jaraknya lumayan itu mesti mikir berkali-kali, kalau ada yang bisa dimintai tolong, mending minta tolong dulu. Hihi..

Manja dong? Ya biarin, ini kan nyerinya juga karena demi kebahagian bersama, kok ya nggak dibantu habis melalui hidup dan mati 😀😀😀
(Emosi.. Emosiii...)

Pokoknya yah, gerakan saya di minggu-minggu itu sangat hati-hati dan pelaaaan banget macam putri keong. Mungkin keanggunan dan kehati-hatian saya sudah bisa disejajarkan dengan putri keraton.
Entah menguap kemana grasa-grusu saya waktu itu.


Duduknya gini ya gaes.
sumber

TIPS: Supaya daerah luka jahitan tidak mendapat banyak tekanan, pakailah alas duduk yang empuk, jangan yang permukaannya keras.
Bisa juga pake alas duduk berbentuk donat, atau paling gampang ya pakai bantal yang udah butut, yang permukaannya udah lembek. Kan biasanya nggak dipake juga tuh.

2. JAGA POLA MAKAN & PERHATIKAN ASUPAN MAKANAN.


Dari situs kesehatan yang pernah kubaca, dikatakan akibat 'tekanan' dari dalam yang tinggi selama kehamilan, bumil jadi rentan terhadap hemoroid dan sembelit. Dan hal ini fakta! karena saya juga mengalami sembelit selama kehamilan, eh kadang sebelum hamil juga kena sih.

Tapi naik level sist, saat hamil saya kena sembelit karena pola makan, terus karena perjuangan mengedan saya jadi kena hemoroid setelah melahirkan. 
Gabungan 2 hal itu jadi membuat saya menderita saat BAB, bayangin aja, sembelit dan hemoroid satu paket πŸ˜“

Hubungannya sama luka episiotomi dimana? 
Bayangin ya, di daerah antara Miss V dan dubur ada luka jahitan, terus ada hiasan hemoroidnya pula (disana udah nyeri-nyeri sedap), teruuus ditambah lagi faeces keras yang perjuangan mengejannya juga mesti 'keras', logikanya aja nih, pastinya otomatis luka jahitan akan 'terdorong' oleh tekanan dari anus.

Ih, maap-maap ya kalau rada jijik bacanya dibagian ini. Hahahahaha

Kamu mesti tau, karena efek paling aw-aw adalah jahitannya bisa buyar alias lepas alias mesti dijahit ulang. 
Mau dijahit ulang? Saya mah ogah.

So, saya punya tipsnya juga nih buat mengatur pola makan supaya cepat sembuh dan terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan, misalnya...
  • Perbanyak makan sayuran serta buah yang banyak serat dan kandungan airnya macam apel, melon, semangka dan teman-temannya.
  • Perbanyak minum air putih. Kalau ada yang bilang luka cepat kering bila minum sedikit, percayalah itu mitos yang salah. Secara nih, air membuat luka menjadi cepat sembuh karena peredaran darah di badan lancar. 
  • Hindari memakan makanan yang berpotensi bisa menyebabkan sembelit, misalnya makan salak.
  • Makan ikan gabus / telor rebus untuk membantu mempercepat penyembuhan luka, kan itu sumber asupan albumin yang alami ^^
Kalau dipikir-pikir, menu 40 hari sesudah melahirkan adalah jadwal makanan tersehat seumur hidupku.

NO GORENGAN. 
NO MECIN.
NO PRESERVATIES. 
Healthy foods only. 

Berasa punya gaya hidup macam Melodee Morita :D

Selama masa penyembuhan luka episiotomi dan masa nifas, jadwal makanan yang masuk dalam perut juga termonitor dengan sempurna. Nggak ada alasan buat nakal karena dapur diawasi langsung sama Mama dan mertua. πŸ˜›
Sayapun ikhlas sementara waktu puasa sambel cabe dahulu, bayangkan aja, puasa pedas pemirsaah, kesukaan saya. 😩

Sampai sekarang saya masih ingat beberapa menu andalan dapur Mama saat saya sedang masa penyembuhan, ya kali aja mau ditiru. hehe

🍜 Sayur sop (wortel + kol kentang + daun bawang)
πŸ– Ikan gabus rebus (direbusnya sama bawang dan asam jawa supaya amisnya hilang)
🍑 Telor itik rebus dengan kecap manis or asin.
🍲 Lalapan sayur hijau. 

Untung punya Mama dan mertua yang jago masak, entah kenapa meskipun tiap hari makan itu rasanya nggak pernah bosen. Malahan jadi makin doyan. Wkwkwk
(Paksu: lu mah emang selalu kelaperan)




TIPS: Kalau kamu juga punya masalah hemoroid, sembelit, atau keduanya, maka sewaktu lagi BAK ataupun BAB jangan lupa tahan bagian jahitan di perineum dengan kain/kain kasa bersih supaya jahitan tidak meregang. Pelan-pelan dan jangan ditekan. 
Kalau perlu sementara waktu jangan jongkok, pose berdiri mungkin bisa dimaafkan karena sedang masa-masa darurat.

3. RUTIN MENGGANTI PEMBALUT.

Pembalut yang penuh dan lembab bila tidak diganti bisa jadi sarang kuman, jadi jangan pelit dengan pembalut, setiap 2-4 jam atau bila sudah lembab dan kurang nyaman langsung ganti aja, dan jangan lupa mencuci tangan sebelum dan sesudah nya minimal 30 detik untuk mencegah terjadinya infeksi yaaa...

Kalau saya boleh saran lagi sih nyetok aja pembalut banyak-banyak mulai dari lagi hamil, pasti bakalan kepake kok, kalau nggak dipakai sekarang buat nifas, dipakenya ya nanti buat haid. 

Sumber 

Ngomongin pembalut, pas awal nifas dulu saya pakai pembalut Tajha dari IFA, soalnya pembalut merk itu yang nyetok banyak dirumah, dulu sebelum positif hamil dikasih satu pack besar.😁

Pake pembalut Tajha itu rasanya itu enak bingiiiit, ada efek sembriwing pas pertama dipakai, kalau buat saya efeknya itu bisa meredam nyeri, jadi dipakainya selang-seling sama merk pembalut biasa kayak Hers, kalau Hers kan terjangkau tuh, bisa dong diganti sesuka hati beta.

Etapi boleh banget kok dikonsultasikan dulu sama dokter, boleh apa nggak pake pembalut berefek gini, dulu saya kelupaan nanya langsung pake aja πŸ™ˆ.


3. MAKE SURE YOUR PERINEUM AREA CLEAN & DRY!

Ini penting sekaleee!
Darah nifas dan juga sisa BAK/BAB yang kurang bersih bisa membuat luka jahitan episiotomi jadi meradang, dan rasanya meradang disana itu... tak terjabarkan lah pokoknya, entah sakit pangkat berapa.😩

Jadi untuk buibu sekali lagi pastikan daerah perineum bersih dengan membasuh dengan cermat setiap habis BAB/BAK.

Saran bidan sama saya dulu itu setiap kali ke WC jangan lupa buat membawa segulung tissue (atau simpan dalam WC supaya nggak lupa-lupa lagi).
Jadi bersihkan daerah jahitan dengan cara memakai tissue tadi, celupkan dalam air bersih lalu usapkan pelan-pelan supaya tidak ada kotoran yang tertinggal. Sesudah yakin bersih, keringkan lagi dengan tissue. Pokoknya make sure area sana bersih dan kering, gitu.

Another tips!
  • Jangan lupa pakai air bersih, wajib!
  • Cuci dari depan kebelakang buat mencegah bakteri sekitar anus bermigrasi ke area episiotomi dan membuka celah kemungkinan radang 
  • Boleh mengunakan pembersih khusus antikuman (saya biasanya pakai Betadine Feminime). Terus habis selesai cuci-cuci dan dikeringkan lanjut di tap-tap lagi sama Betadine yang buat obat luka itu supaya tambah yakin luka kita bebas dari infeksi, kan povidine iodine kandungan Betadine juga punya indikasi sebagai antiseptik πŸ˜‰.
  • Kawasan perineum yang masih masa penyembuhan jangan 'disimpan' sampai pengap, beri kesempatan kulit area sana untuk 'bernafas', perlu loh diangin-anginkan juga, supaya semakin cepat sembuh.
  • Boleh dikompres pakai es batu (katanya).



sumber


Tips: Kalau saya dulu pakai betadine feminim buat cebok, lebih enak kalau dicampurnya dengan air suam kuku,  jadi pas dipakai masih terasa anget-anget gitu...

Untuk periksa apakah luka sudah sembuh dan tertutup seperti semula, kalau punya nyali gede bisa memeriksa sendiri dengan bantuan cermin. 
Kalau nggak berani bisa minta bantuan Bidan atau dokter, atau bisa juga minta bantuan suami (asal suami bersedia aja ya ^^).

Jangan lupa, segera konsultasikan ke dokter bila ada tanda-tanda infeksi seperti:
  • Daerah jahitan episiotomi bengkak.
  • Ada jahitan episotomin yang terbuka.
  • Ada tanda-tanda infeksi seperti: memerah dan merasa nyeri disertai demam.
  • Ada nanah di area jahitan episiotomi.

Tapi kalau emang nggak ada keluhan seperti tanda-tanda infeksi diatas tetep mesti periksa ke bidan/ dokter ya, minimal banget 3 kali ^^
Waktu periksa yang dianjurkan untuk 3x periksa itu adalah minggu pertama, minggu ke-2, serta minggu ke-6

4. SENAM KEGEL!

Senam kegel ini kubaca-baca banyak banget manfaatnya loh, salah satunya adalah bisa melancarkan peredaran darah kekawasan Miss V, hmmm... berkaitan erat sama kesembuhan luka episiotomi nih, soalnya kan kalau peredaran darah kita lancar maka juga bakalan membantu mempercepat proses penyembuhan luka. 

Selain itu senam kegel membantu menjaga elastisitas otot Miss V juga, #ehemm. Jadi menurutku senam otot yang satu ini disarankan banget dong yaa supaya always bikin paksu kangen rumah 😁

Oh iya, paksu juga boleh ikutan praktekin karena manfaatnya nggak cuma banyak buat perempuan, tapi juga buat pria, salah satu manfaatnya buat para bapak adalah menjaga kesehatan prostat.
Untuk latihan kegel bisa dicontek di [1] [2] [3] [4] [5]

5. SAY NO TO DUDUK MENCANGKUNG.

Tahu kan duduk mencangkung? Itu loh duduk jongkok... kaya mas Genjie ini loh :



6. NO SEXUAL ACTIVITY

Ini mah wajib yah, semua pasti juga udah tau, nggak perlu lagi penjelasan... 😁

7. MINUM OBAT DAN SUPLEMEN TAMBAH DARAH.

Sesudah bersalin rahim kita terus mengeluarkan darah dan cairan sisa dari tubuh, karena itu untuk mencegah terjadinya anemia (kekurangan sel darah merah), maka meminum satu pil tambah darah setiap hari akan membantu buat menambah daya tahan tubuh kita, minum terus sampai 40 hari ya. ^^

Pas kontrol saat masih hamil saya sering diresepkan DSOG langganan tambah darah berupa tablet Maltiron (sebut merek gapapa yah), padahal biasanya stok sisa kontrol hamil bulan kemaren masih ada tuh dirumah, hehe.. 

Ada sisanya itu bukan karena saya nggak minum obat tambah darah ya, tapi karena daripada minum yang merek itu, saya lebih suka beli obat tambah darah sendiri, biasanya yang merek Sangobion kapsul. 

Mungkin bawaan hamil kali ya, saya kalau minum Maltiron tablet bawaannya malah mual dan eneg, which is bukan saya banget deh nggak tahan sama aroma obat, kalau minum yang bentuknya kapsul sih nggak mual sama sekali, kayak Sangobion tadi :D
Makanya praktis stok Maltiron dirumah jadinya banyak banget, berapa bulan tuh numpuk. Hihi...
Saya akhirnya minum itu aja saat nifas, dosisnya sekali sehari 1 tablet :)

O iya, untuk obat-obatan jenis analgesik (pereda nyeri/pain killers) usahakan untuk konsultasi dengan apoteker atau dokter dulu ya, karena ada beberapa jenis obat yang di eksresikan melalui ASI. Untuk obat analgesik yang umumnya diresepkan dan direkomendasikan untuk bufas/busui adalah Parasetamol alias acetaminophen ^^

Tapi kalau untuk keperluan khusus juga masih boleh kok pakai obat-obatan analgesik lainnya, misalnya aja Ibuprofen yang tercatat masih aman sepanjang bayi yang dilahirkan tidak prematur (usia janin lahir kurang dari 37 minggu) atau ada kondisi medis khusus. 
Contoh obat nyeri yang tidak direkomendasikan sendiri misalnya aspirin karena dapat dieksresikan ibu ke bayi melalui ASI. Hindari yaa :)

Selain tablet tambah darah dan obat pereda nyeri, pas keluar rumah sakit saya juga diresepkan antibiotika buat mencegah terjadinya infeksi.
Makluum, dulu di area bawah itu kasarnya bisa dibilang melalui prosesi 'obras', jahitannya nggak cuma area perineum buat episiotomi, tapi juga sedikit dirahim karena ada ruptur. 😒

Untuk antibiotika, saya dikasih Cefadroxil (yang paten, mereknya Maxcef) dengan dosis 500mg diminum 2 kali sehari 1 tablet secara teratur sampai habis. Obatnya diberikan untuk jangka waktu 5 hari, setelah obat habis, saya konsultasikan lagi dengan bidan dan karena luka jahitan saat itu juga masih belum sembuh maka jadi diteruskan lagi buat 5 hari.

Lanjut ke bagian suplemen...
Selain makan sayur dan buah-buahan sebagai upaya mencari nutrisi secara alami, saya juga meminum kapsul vitamin C ( merk Enervon C, Ester-C), vitamin sisa kontrol hamil dulu (maaf ya saya emang nggak suka mubadzir πŸ˜›) dan juga Astaxanthin (merk Asta Plus/Asthin Force) untuk super antioksidan buat daya tahan tubuh.

Jadi pada saat penyembuhan saya selang-seling aja supaya semuanya keminum...
Kebanyakan? Minum yang penting-penting aja, yang pasti karena banyak obat yang mesti diminum, saya mesti menyeimbangkan kinerja ginjal dengan meminum air putih lebih banyak daripada biasanya.

 πŸŒ·πŸŒ·πŸŒ·

Sekian tips dan saranku merawat luka episiotomi, semoga bermanfaat! ^^

Terimakasih sudah membaca ❤
9 komentar on "Perawatan Luka Episiotomi Sesudah Melahirkan Normal (++ Tips)"
  1. Kyaaaa sesetrong xena ahahahhahahaha
    Ini pengetahuan baru banget bagi aku, ya namanya juga banyak baca biar misalkan ntar ngalamin nggak kaget hihi, tingkyuuu syunamoomm, eh aku klo manggil dirimu enaknya apaa sik kasih tau dong?
    Hmmm jadi itu sembuhnya pas kurleb nifas rampungan toh
    Yaampun aku ngebayanginnya senut2,..dijahit tanpa dibius, maaaaaakkkk hahhaha
    Jadi pas masih jahitan basah itu tiap kali selesai bak bab itu musti pakai betadine gitu yes #okayyy catettt
    Harus punya ember dunk biar kitanya bisa kunkum kayak yang di pict itu
    Aku langsung penasaran ni
    Senam kegel tu kayak gimana gerakannya, lanjut klik link 1, 2, 3, 4, 5

    BalasHapus
  2. Obat analgesik diekskresikan melalui asi, berarti pas menyusui itu klo lagi sakit kudu ga minum obatkah yang berbau anestesi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya nggak juga mba Nitaa, kan nggak semuanya berpengaruh sama ASI, kalau lagi ada yang sakit atau demam masih bisa minum parasetamol, itu yg paling aman :D

      Hapus
  3. salah satu yang paling ditakutin habis melahirkan adalah BAB. hahaha. untung BAB-nya nggak keras dan lancar jaya aja waktu itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, iya mak, horornyaaa lah pergi ke WC habis melahirkan itu :(

      Hapus
  4. Saya dua kali melahirkan, dua kali episiotomi. Pas dijahit di bius lokal sih tapi kok masih terasa tusukan sama tarikan benang. Sakiitttt..!
    Dan sekarang abis 2 kali odontektomi, dijahit gusinya 2 kali jugs hihi

    BalasHapus
  5. Subhanalloh, membacanya ngilu2 sedhaaap mba. Tapi kalo aku epis dianastesi, ga kebayang kalo ga dianastesi, 45 menit bidannya ngejahit.hihihi,bisa pingsan kali

    BalasHapus

Halo, terimakasih sudah mampir yaa :)
Silakan tinggalkan komentar, Insya Allah saya kunjungi balik ^^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature