Jumat, April 12, 2013

Puisi Untuk Tuan Kucing


Selangkah, dua langkah, selaras dengan detik waktu yang bergulir..
Bukan, bukan salah senyum anda, Tuan.

Kenapa saya jadi harus mengekang perasaan dan khayalan.
Yang dahulu menelisik, memaksa perhatianku tertuju. Bagaimana bisa diabaikan?




Ini bukan tentang mulut mulut yang terus melebihkan kapasitasnya. 

Ini tentang perjalanan yang ku putuskan akan kulalui.
Waktu mengajarkan rasa perih, bagaimana itu mengoyak rasa dan melelehkan air mata.

Layaknya Bunga Kamboja yang terurai diatas danau musim semi, tidak menuntut.
hanya tulus dalam penantian.
Karena dia diam untuk menanti yang bisa mengerti.

Bagaimana bisa Tuan tidak percaya pada kejujuran? 

Meski penjelasan berputar, arah dan tujuan sudah jelas terpatri.
Tegas, jelas dan semua pertanyaan bisa terjawab.

Sudahlah Tuan,
Perjalanan masih panjang..
Pastikan bekal Tuan cukup. cukupkan kesanggupan. Jagalah yang berharga.
yang kecil akan menjadi besar, waktu sudah menjanjikan itu.

Semua ada prosesnya, Jika Tuan percaya.

Ribuan hari, Tuan.

saya janjikan hati saya untuk pertama kalinya, diatas semua arogansi saya untuk menolak setiap perasaan yang tumbuh, mungkin tidak sesaat, tapi kekal. 

Dunia berkonspirasi, apa saya harus perduli?

Saat saya percaya bahwa saya bisa menjadi bagian masa depan anda, Tuan.
Saya tidak akan melepas mimpi itu, menjaga raga dari jamahan kebebasan.
Mimpi dimasa lalu yang menghantui, pengisi yang ditemukan, berita dan kebencian.

Tidak. 
saya pastikan itu tidak terjadi terjadi lagi, Tuan.
Semoga Tuhan menakdirkan saya menjadi tulang rusuk anda.


12/04/2013

Custom Post Signature

Custom Post  Signature